Anda di halaman 1dari 12

Prosedur Tetap Halaman 1 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani No 2
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

1. Tujuan
Memberi petunjuk mengenai pelaksanan uji stabilitas pada bahan aktif dan produk jadi
untuk membuktikan kualitas bahan baku dan produk jadi akibat pengaruh faktor
lingkungan.

2. Ruang Lingkup
Protap ini mencakup pelaksanaan uji stabilitas pada bahan aktif dan produk jadi yang
diproduksi di MAJU FARMA

3. Tangung Jawab
3.1. Kepala Bagian Penjaminan Mutu bertanggung jawab untuk :
 Melakukan pengkajian dan menyetujui protap serta protokol pengujian
sebelum proses pengujian dilaksanakan.
 Melakukan pengkajian terhadap data hasil uji stabilitas dalam Laporan Uji
stabilitas dan melengkapi laporan/dokumentasi pegujian sebelumnya.
 Menyimpan dokumentasi hasil studi stabilitas.
3.2. Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk :
 Menyiapkan dan mengkaji ulang protap ini.
 Membuat protokol pelaksanaan uji stabilitas terhadap bahan aktif dan
produk jadi.
 Pembuatan laporan hasil uji stabilitas berdasarkan protokol ini.
 Menyetujui protokol pelaksanan uji stabilitas pada bahan aktif dan produk
jadi.
 Memastikan stabilitas bahan aktif dan produk jadi dipantau.
 Memastikan metode analisis yang digunakan dalam pengujian telah
divalidasi.
 Pelatihan untuk personil bagian teknis laboratorium dan pelatihan lainnya
terhadap semua perMemastikan metode analisis yang digunakan dalam
pengujian telah divalidasi.
 Pelatihan untuk personil bagian teknis laboratorium dan pelatihan lainnya
terhadap semua personil yang terlibat dengan pebujian stabilitas dan
melakukan evaluasi uji stabilitas sebelum pengujian dilakukan.
 Mengkaji dan menyetujui hasil dari uji stabilitas.
 Melakukan investigasi terhadap HULS dari uji stabilitas.
Prosedur Tetap Halaman 2 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018


Mengkaji penyimpangan pada pengujian stabilitas dan melakukan
pengendalian dari penyimpangan yang terjadi.
3.3. Supervisor Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk :
 Menyiapkan jadwal dan perencanaan pelaksanaan pengujian stabilitas.
 Menjamin status kalibrasi alat dan instrument telah valid
 Mengkaji data stabilitas yang telah disusun pada tiap pos produksi.
3.4. Analisis Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk :
 Melakukan pengambilan sampel dari proses produksi untuk pengujian
stabilitas.
 Melaksanakan pengujian stabilitas berdasarkan protap yang berlaku.
3.5. Tiap personil yang terlibat dalam proses produksi dan pengujian atau berada di
area produksi dan pengujian, bai k langsung maupun tidak langsung bertangung
jawab untuk memperhatikan dan melaksanakan protap ini dengan baik dan benar
secara konsisten.

4. Alat dan Bahan


4.1.Alat
4.1.1. Climatic Chamber
4.2.Bahan
4.2.1. Sampel bahan aktif
4.2.2. Sampel produk jadi

5. Prosedur
5.1. Bahan aktif
5.1.1. Ketentuan umum
- Dilakukan pengujian terhadap bahan aktif untuk memastikan bahan
tidak rusak/terdegradasi selama masa penyimpanan hingga menjadi
suatu produk jadi.

5.1.2. Pengujian photostabilitas


- Pengambilan sampel produk jadi dipilih satu batch tunggal dengan
dua batch tambahan.
- Sampel dilakukan pengujian dengan memberikan gangguan
minimal berupa radiasi cahaya pada sampel produk jadi.
Prosedur Tetap Halaman 3 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

- Dilakukan pemeriksaan terhadap sampel produk jadi untuk setiap


perubahan sifat fisik (organoleptis, penguraian/degradasi yang
terjadi)
- Dilakukan evaluasi terhadap hasil pengujian photostabilitas akibat
paparan cahaya, sehingga mampu mempertimbangkan hasil dari uji
stabilitas dan produk jadi berada pada spesifikasi yang diusulkan
selama masa penyimpanan.
5.1.3. Stress testing
- Pengambilan sampel bahan aktif pada batch tunggal
- Evaluasi Stress testing meliputi pengaruh suhu (peningkatan 10ºC pada
kondisi diatas suhu pada pengujian stabilitas dipercepat, seperti 50ºC,
60ºC dst), Kelembaban (pada kondisi 75% RH atau lebih besar),
oksidasi, fotolisis, sensitifitas bahan aktif terhadap proses hidrolisis pada
rentang pH tertentu dalam larutan atau suspensi.
5.1.4. Pengambilan sampel
- Pengambilan sampel dilakukan pada tiga batch bahan aktif dengan
formulasi dan dosis yang sama dalam ruang penyimpanan
- Batch yang digunakan merupakan jumlah minimum yang diproduksi
pada skala percobaan dan menggunakan metode serta prosedur yang
dapat mensimulasikan batch pada sklala produksi
5.1.5. Sistem penutupan kontainer
- Penyimpanan dilakukan berdasarkan formulir pengemasan sebelum
diusulkan ke proses spesifikasi.
- Penyimpanan bahan aktif sesuai dengan wadah untuk menjamin
stabilitas bahan berada pada kondisi kelembaban yang terkontrol.
5.1.6. Spesifikasi
- Spesifikasi suatu bahan aktif harus berdasarkan literatur ilmiah atau
kompendia.
- Spesifikasi bahan aktif hendaknya mencakup :
a) Deskripsi bahan, termasuk di dalamnya :
 Nama bahan aktif dan kode referen (kode produk)
internal;
 Rujukan monografi, seperti organoleptis, sifat
fisikakimia, ukuran partikel, kadar air;
Prosedur Tetap Halaman 4 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

 Pemasok yang disetujui, produsen bahan;


 Standar mikrobiologis;
b) Petunjuk dalam pengambilan sampel dan pengujian atau
prosedur rujukan;
c) Persyaratan kualitatif dan kuantitatif dengan batas penerimaan;
d) Kondisi penyimpanan dan tindakan pengamanan;
e) Batas waktu penyimpanan sebelum dilakukan pengujian
kembali.
5.1.7. Frekuensi pengujian
- Penentuan untuk pengujian stabilitas dilakukan dengan stabilitas
jangka panjang dan dipercepat.
- Stabilitas jangka panjang : Dilakukan selama 12 bulan.
 Frekuensi pengujian setiap 3 bulan selama tahun pertama.
 Kemudian pengujian setiap 6 bulan selama tahun kedua.
 Setiap tahun diusulkan re-test periode.
 Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian
yang dilakukan.
- Stabilitas intermediate : Dilakukan selama 12 bulan
 Selama 12 bulan pengjian ditentukan empat titik waktu (0,
3, 6, 9, 12 bulan)
 Setiap tahun diusulkan re-test periode untuk evaluasi
 Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian
yang dilakukan
- Stabilitas dipercepat :Dilakukan selama 12 bulan
 Selama 12 bulan pengujian ditentukan tiga titik waktu (0, 3,
6 bulan).
 Setiap tahun diusulkan re-test periode untuk evaluasi.
 Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian
yang dilakukan.
5.1.8. Kondisi penyimpanan
- Evaluasi bahan aktif dilakukan pada kondisi penyimpanan.
- Kondisi penyimpanan pada bahan aktif dilakukan berdasarkan
pemilihan studi stabilitas sebagai berikut :
Prosedur Tetap Halaman 5 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

Uji Stabilitas Kondisi Penyimpanan


Jangka Panjang 25ºC ± 2ºC/60% RH ± 5% atau
30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5%
Intermediate 30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5%
Dipercepat 40ºC ± 2ºC/75% RH ± 5%
 Pada saat pengujian yang dilakukan pada kondisi yang telah
diatur 30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5% maka tidak perlu dilakukan
pengujian intermediate
 Pada saat pengujian jangka panjang pada kondisi 25ºC ±
2ºC/60% RH ± 5% dan perubahan terjadi selama pengujian
selama 6 bulan maka perlu dilakukan pengujian intermediate
dan evaluasi.
5.1.9. Komitmen stabilitas
- Pada kondisi data uji stabilitas tidak memenuhi periode pengujian
ulang (re-test) yang diberikan saat memperoleh izin produk maka
pengujian terhadap stabilitas dilanjutkan pasca izin produk keluar
untuk menetapka kembali periode pengujian.
- Pada kondisi data uji stabilitas jangka panjang terdapat tiga bets
yang memenuhi usulan periode pengujian ulang (re-test) yang
diberikan saat memperoleh izin produk, maka uji stabilitas dapat
dilanjutkan sesuai dengan usulan periode pengujian ulang.
5.1.10. Evaluasi
- Pengumpulan semua data terkait semua proses yang dilakukan
terhadap uji stabilitas bahan aktif.
- Dibuat dokumentasi berisi data evaluasi terhadap pengujian bahan
aktif agar nantinya dapat dikaji ulang kembali.
5.1.11. Labelling
- Melakukan list terhadap bahan aktif yang mendapatkan perlakuan
khusus dengan penambahan label:
Prosedur Tetap Halaman 6 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

Kondisi Pengujian Bahan Aktif Rekomendasi Laporan


Pelabelan
25 °C/60% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 25ᵒC”
25 °C/60% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
30 °C/65% RH (intermediate, 25ᵒC”
failure of accelerated)
30 °C/65% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 30ᵒC”
30 °C/75% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 30ᵒC”
5 °C ± 3 °C “Simpan pada lemari pendingin
(2ᵒC sampai 8ᵒC)”
-20 °C ± 5 °C “Simpan pada frezzer”
- Melakukan list terhadap sampel bahan aktif yang dilakukan
pengujian stabilitas dengan penambahan label sesuai format
(Stabilitas_Nama Bahan Aktif_Jangka
panjang/Intermediate/Dipercepat_Lama
Pengujian_Suhu_Kelembaban).
- Dibuat dokumentasi untuk mempermudah melakukan evaluasi
terhadap bahan aktif yang mengalami permasalahan.
5.1.12. Pengujian stabilitas on-going
- Dilakukan pemantauan terhadap bahan aktif selama masa
penyimpanan hingga menjadi produk jadi untuk menentukan bahwa
bahan aktif tetap dan memenuhi spesifikasi selama dijaga dalam
kondisi penyimpanan yang tertera pada label.
- Dibuat dokumentasi stabilitas on-going untuk memantau
karakteristik bahan aktif yang nantinya dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi kondisi penyimpanan, tanggal uji ulang atau
daluwarsa yang sesuai.
5.2. Produk jadi
5.2.1. Ketentuan umum
- Dilakukan pengujian terhadap produk jadi untuk memastikan
produk tidak rusak/terdegradasi selama masa penyimpanan hingga
pemasaran.
Prosedur Tetap Halaman 7 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

5.2.2. Pengambilan sampel


- Pengambilan sampel dilakukan pada tiga bets bahan aktif dengan
formulasi dan dosis yang sama dalam ruang penyimpanan.
- Pengambilan sampel untuk proses pengujian dilakukan pada
minimum tiga bets pilot atau bets produksi . Bila hasil yang
diperoleh berbeda secara signifikan maka dilakukan pengujian pada
bets berikutnya.
5.2.3. Sistem penutupan kontainer
- Penyimpanan dilakukan berdasarkan formulir pengemasan sebelum
diusulkan ke proses spesifikasi.
- Penyimpanan produk jadi sesuai dengan wadah untuk menjamin
stabilitas bahan berada pada kondisi kelembaban yang terkontrol.
5.2.4. Spesifikasi
- Spesifikasi suatu produk jadi harus berdasarkan literatur ilmiah atau
kompendia.
- Spesifikasi produk jadi hendaknya mencakup :
a) Nama produk yang ditentukan dan kode referen (kode
produk);
b) Formula/komposisi atau rujukan;
c) Deskripsi bentuk sediaan dan uraian mengenai kemasan,
termasuk ukuran kemasan;
d) Petunjuk pengambilan sampel dan pengujian arau prosedur
rujukan;
e) Persyaratan kuakitatif dan kuantitatif dengan batas
penerimaan;
f) Kondisi Penyimpanan dan tindakan pengamanan khusus,
bila diperlukan
g) Masa edar/simpan.
5.2.5. Frekuensi pengujian
- Penentuan untuk pengujian stabilitas dilakukan dengan stabilitas
jangka panjang, intermediate dan dipercepat.
- Stabilitas jangka panjang : Dilakukan selama 12 bulan.
 Frekuensi pengujian setiap 3 bulan selama tahun pertama.
 Kemudian pengujian setiap 6 bulan selama tahun kedua.
Prosedur Tetap Halaman 8 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

 Setiap tahun diusulkan re-test periode.


 Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian
yang dilakukan.
- Stabilitas intermediate : Dilakukan selama 12 bulan
 Selama 12 bulan pengjian ditentukan empat titik waktu (0,
3, 6, 9, 12 bulan)
 Setiap tahun diusulkan re-test periode untuk evaluasi
 Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian
yang dilakukan
- Stabilitas dipercepat :Dilakukan selama 12 bulan
6. Selama 12 bulan pengujian ditentukan tiga titik waktu (0, 3, 6 bulan).
7. Setiap tahun diusulkan re-test periode untuk evaluasi.
8. Dibuat dokumentasi untuk memantau kembali pengujian yang dilakukan.
8.1.1. Kondisi penyimpanan
- Evaluasi produk jadi dilakukan pada kondisi penyimpanan.
- Kondisi penyimpanan pada bahan aktif dilakukan berdasarkan
pemilihan studi stabilitas sebagai berikut :
Uji Stabilitas Kondisi Penyimpanan
Jangka Panjang 25ºC ± 2ºC/60% RH ± 5% atau
30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5%
Intermediate 30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5%
Dipercepat 40ºC ± 2ºC/75% RH ± 5%
 Pada saat pengujian yang dilakukan pada kondisi yang telah
diatur 30ºC ± 2ºC/65% RH ± 5% maka tidak perlu dilakukan
pengujian intermediate
 Pada saat pengujian jangka panjang pada kondisi 25ºC ±
2ºC/60% RH ± 5% dan perubahan terjadi selama pengujian
selama 6 bulan maka perlu dilakukan pengujian intermediate
dan evaluasi.
Prosedur Tetap Halaman 9 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

8.1.2. Komitmen stabilitas


- Pada kondisi data uji stabilitas tidak memenuhi periode pengujian
ulang (re-test) yang diberikan saat memperoleh izin produk maka
pengujian terhadap stabilitas dilanjutkan pasca izin produk keluar
untuk menetapka kembali periode pengujian.
- Pada kondisi data uji stabilitas jangka panjang terdapat tiga bets
yang memenuhi usulan periode pengujian ulang (re-test) yang
diberikan saat
8.1.3. Evaluasi
- Pengumpulan semua data terkait semua proses yang dilakukan
terhadap uji stabilitas produk jadi.
- Dibuat dokumentasi berisi data evaluasi terhadap pengujian bahan
aktif agar nantinya dapat dikaji ulang kembali.
8.1.4. Labelling
- Melakukan list terhadap produk jadi yang mendapatkan perlakuan
khusus dengan penambahan label :
Kondisi Pengujian Bahan Aktif Rekomendasi Laporan
Pelabelan
25 °C/60% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 25ᵒC”
25 °C/60% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
30 °C/65% RH (intermediate, 25ᵒC”
failure of accelerated)
30 °C/65% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 30ᵒC”
30 °C/75% RH (long-term) “Jangan simpan diatas suhu
40 °C/75% RH (accelerated) 30ᵒC”
5 °C ± 3 °C “Simpan pada lemari pendingin
(2ᵒC sampai 8ᵒC)”
-20 °C ± 5 °C “Simpan pada frezzer”
- Melakukan list terhadap sampel produk jadi yang dilakukan
pengujian stabilitas dengan penambahan label sesuai format
(Stabilitas_Nama Produk Jadi_Jangka
panjang/Intermediate/Dipercepat_Lama
Pengujian_Suhu_Kelembaban).
Prosedur Tetap Halaman 10 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

8.1.5. Variasi
- Produk jadi yang telah terdaftar perlu dilakukan pengkajian ulang
setiap kali ada perubahan prosedur yang mempengaruhi stabilitas
terhadap bahan aktif dan produk jadi.
- Perubahan yang dapat mempengaruhi stabilitas bahan aktif dan
produk jadi meliputi :
 Perubahan dalam proses manufaktur;
 Perubahan dalam komposisi produk jadi;
 Perubahan kemasan langsung;
 Perubahan dalam proses pembuatan bahan aktif
- Melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap perubahan yang
terjadi terkait dengan karakteristik kualitas bahan aktif dan produk
jadi.
- Membuat dokumentasi untuk mempermudah melakukan
pengecekan kembali terhadap produk jadi.
8.1.6. Pengujian stabilitas on-going
- Dilakukan pemantauan terhadap produk jadi selama masa
penyimpanan hingga dipasarkan untuk menentukan bahwa produk
jadi tetap dan memenuhi spesifikasi selama dijaga dalam kondisi
penyimpanan yang tertera pada label.
- Dibuat dokumentasi stabilitas on-going untuk memantau
karakteristik bahan aktif yang nantinya dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi kondisi penyimpanan, tanggal uji ulang atau
daluwarsa yang sesuai.
9. Lampiran
-

10. Dokumen rujukan


10.1. Pedoman CPOB
10.2. ICH Guidance for Industry
10.3. WHO Technical Report Series
Prosedur Tetap Halaman 11 dari 11

UJI STABILITAS
No 2
Departemen Seksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu Stabilitas Tanggal 14/04/2018

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disusun oleh


Ade Al Faruq Oktaviani Rizky Apriliyani Ade Al Faruq
Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018 Tanggal 14/04/2018

11. Riwayat
Versi Tanggal Berlaku Alasan Perubahan

12. Distribusi
Asli : Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi No 1 : Kepala Bagian Penjaminan Mutu
No 2 : Kepala Bagian Penjaminan Mutu
No 3 : Supervisor Pengawasan Mutu
No 4 : Analisis Pengawasan Mutu