Anda di halaman 1dari 227

Pengantar Akuntansi 1 | i

ii | Pengantar Akuntansi 1

Sanksi Pelanggaran Hak Cipta


Undang-undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

Lingkup Hak Cipta


Pasal 2
Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta dan pemegang Hak Cipta untuk
mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah
suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-
undangan yang berlaku

Ketentuan Pidana
Pasal 72 :
1. Barang siapa dengan sengaja atau tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan (2) dipidana dengan pidana penjara masing-
masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta
rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.
5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada
umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

PENULIS
Drs. Arifin Idrus., B.Ac.,MM.
Prof. Dr. Hj. Mariana Tenreng, M.Si
©2017 Edisi Pertama, Cetakan ke-1 : V, 223 hlm

Hak Penerbitan pada Indomedia Pustaka


Dilarang keras mengutip sebagian atau seluruh isi buku dengan cara apapun, termasuk dengan
cara penggunaan mesin fotokopi, tanpa izin sah dari penerbit

Buku ini diset dan dilayout oleh Bagian Produksi Indomedia Pustaka
Dicetak : Indomediaprinting

PENERBIT
CV. INDOMEDIA
Jln. Angkasa Kran V No. 1 Jakarta Pusat
Jln. Abdullah Dg. Sirua No. 121 B Makassar
Telp. (0411) 4660065 -081244713791
e-mail : indomedia@rocketmail.com
Pengantar Akuntansi 1 | iii

PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Akuntansi merupakan fungsi jasa. Akuntansi adalah aktivitas jasa yang


dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi
keuangan kepada beragam pengambilan keputusan, seperti kreditor, investor,
dan manajer. Akuntansi melibatkan sistem konsep dan prosedur yang
mengorganisasikan dan meringkas kegiatan-kegiatan ekonomi entitas.
Buku ini menyajikan dasar-dasar Akuntansi agar pembaca dapat
memahami dan menguasai teknik penyusunan laporan keuangan bagi
perusahaan. Dengan penyajian yang sistematis, ringkas dan lengkap. Ditambah
dengan adanya contoh pengisian transaksi akuntansi dan latihan soal yang bisa
membantu para pembaca lebih memahami isi buku ini secara detail.
Dengan pertimbangan ini, buku Pengantar Akuntansi 1 ini diterbitkan
dengan maksud untuk membantu mereka yang berhasrat mempelajari pokok-
pokok pengetahuan ilmu Akuntansi. Dan diharapkan bahwa para peminat atau
pembaca memperoleh sumbangan dalam mempelajari, mendalami, dan
menerapkan ilmu ini.
Penulis sadar dan mengetahui benar bahwa banyak pakar lain yang sudah
menulis buku tentang Akuntansi dan sudah banyak beredar. Meskipun demikian,
mudah-mudahan buku ini dapat berperan sebagai bahan pustaka tambahan atau
sebagai pembanding bagi buku-buku lain.
Akhir kata, semoga karya kecil ini bermanfaat bagi yang
menggunakannya dan memberi warna bagi perkembangan ilmu pengetahuan
dan pendidikan di Indonesia.
Makassar, Desember 2017

Prof. Dr. Hj. Mariana Tenreng, M.Si


iv | Pengantar Akuntansi 1

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENULIS | iii

BAB 1
AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI

Tujuan Akuntansi | 1
Perbedaan Antara Tata Buku dan Akuntansi | 2
Jenis dan bentuk perusahaan | 3
Pengertian Akuntansi | 5
Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakaianya | 8
Konsep-Konsep Dalam Penyusunan Laporan Keuangan | 10
Pengunaan Informasi Keuangan | 12
Profesi Akuntan | 13
Spesialisasi Bidang Akuntansi | 15
Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum | 17
Etika Profesi Akuntansi | 17
Pertanyaan Evaluasi | 19
BAB 2
STRUKTUR DASAR
AKUNTANSI

Siklus Akuntansi | 21
Bukti Transaksi | 22
Laporan Keuangan Dan Unsur-Unsurnya | 25
Tujuan Umum Laporan Keuangan | 29
Kualitas Laporan Keuangan | 29
Asumsi Dasar | 31
Pertanyaan Evaluasi | 33
Pengantar Akuntansi 1 | v

BAB 3
PERSAMAAN DASAR
AKUNTANSI

Istilah- Istilah Akuntansi | 35


Persamaan Dasar Akuntansi | 37
Basis Akuntansi | 45
Pertanyaan Evaluasi | 47

BAB 4
AKUN DAN MANFAATNYA

Akun Dan Transaksi Perusahaan | 57


Bentuk Akun | 58
Pengelompokan Akun | 60
Pedoman Pengisian Akun | 61
Buku Besar (General Ledger) | 62
Neraca Percobaan | 65
Laporan Keuangan | 66
Pertanyaan Evaluasi | 68
Soal Latihan | 68

BAB 5
JURNAL UMUM

Jurnal Umum | 77
Pedoman Menjurnal | 78
Pertanyaan Evaluasi | 82
Soal Latihan | 83

BAB 6
SIKLUS AKUNTANSI
PERUSAHAAN JASA

Urutan Pencatatan dan Pembahasan | 91


Neraca Jalur | 98
Jurnal Penyesuaian | 100
Jurnal Penutup | 109
Pertanyaan Evaluasi | 110
vi | Pengantar Akuntansi 1
Soal Latihan | 110
BAB 7
SIKLUS AKUNTANSI
PERUSAHAAN DAGANG

Siklus operasi | 121


Akuntansi untuk Pembelian Barang Dagangan | 125
Latihan – Latihan dan solusi -solusi | 160

BAB 8
JURNAL KHUSUS

Pengertian Jurnal Khusus | 167


Jurnal Khusus Penjualan | 168
Jurnal Khusus Penerimaan Kas | 169
Jurnal Khusus Pembelian | 169
jurnal Khusus Pengeluaran Kas | 170
Buku Harian Serba- Serbi | 171
Pertanyaan Evaluasi | 174
Soal-Soal Latihan | 175
BAB 9
AKUNTANSI
PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Jenis Perusahaan | 187


Perusahaan Manufaktur | 188
Jenis Persediaan Di Perusahaan Manufaktur | 189
Jenis Beban | 190
Arus Biaya | 192
Jurnal | 194
Laporan Keuangan | 196
Pertanyaan Evaluasi | 206
Soal Latihan | 207

DAFTAR ISTILAH AKUNTANSI (Indonesia – Inggris) | 217


DAFTAR PUSTAKA | 218
INDEKS | 220
Pengantar Akuntansi 1 | 1

BAB 1
AKUNTANSI DAN SISTEM
INFORMASI
Tujuan Akuntansi
Pengambilan keputusan-keputusan yang jitu adalah kritis bagi
keberhasilan setiap organisasi bisnis. Pada saat akan mengambil keputusan
bisnis, adalah esensial untuk melakukan proses pengambilan keputusan
rasional. Proses pengambilan keputusan rasional ini pada dasarnya sama,
terlepas dari bagaimanapun peliknya persoalan yang tengah dihadapi. Pertama,
permasalahan atau pertanyaan mestilah diidentifikasi secara jelas. Berikutnya,
fakta di seputar situasi perlu. Dikumpulkan dan dianalisis. Akhirnya, beberapa
alternatif tindakan sepatutnya dipertimbangkan sebelum membuat suatu
keputusan.
Akuntansi merupakan fungsi jasa. Akuntansi adalah aktivitas jasa yang
dirancang untuk menghimpun, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi
keuangan kepada beragam pengambilan keputusan, seperti kreditor, investor,
dan manajer. Akuntansi melibatkan sistem konsep dan prosedur yang
mengorganisasikan dan meringkas kegiatan-kegiatan ekonomi entitas. akuntansi
memasok informasi yang memenuhi beberapa tujuan luas:
 Mengalokasikan sumber-sumber daya langka masyarakat. Dalam segala
bentuk perekenomian, baik kapitalisme maupun sosialisme, keputusan-
keputusan mengenai kemana modal harus diinvestasikan dilakukan dengan
bertumpukan pada informasi yang terkandung dalam laporan keuangan.
2 | Pengantar Akuntansi 1
Dalam sistem persaingan bebas, pemodal-pemodal swasta membuat
keputusan-keputusan menyangkut saham perusahaan yang mereka beli
berdasarkan pada data yang ada pada laporan keuangan periodik. Para
bankir dan pemasok dana lainnya mempelajari laporan-laporan finansial
sebelum mengambil keputusan-keputusan pemberian pinjaman. Tanpa
informasi akuntansi, banyak keputusan finansial yang akan dilakukan secara
serampangan. Para pemodal, sebagai contoh, tidak akan memiliki cara untuk
membedakan perusahaan yang menguntungkan dan perusahaan yang
berkinerja buruk; para bankir tidak akan bisa mengevaluasi risiko potensial
pinjaman; dan pemerintah tidak akan mempunyai dasar untuk menarik pajak
dari penghasilan-penghasilan perusahaan. Manakala informasi akuntansi
digunakan secara efektif sebagai tumpuan pengambilan keputusan-
keputusan ekonomi, sumber-sumber daya yang terbatas kemungkinan akan
teralokasikan secara efisien.
 Mengelola dan mengarahkan sumber-sumber daya di dalam perusahaan.
Manajer-manajer dari entitas-entitas laba dan nirlaba tergantung pada
informasi akuntansi guna memastikan bahwa mereka melakukan kendali
yang efektif atas sumber-sumber daya manusia dan bahan baku mereka dan
mereka mengalokasikan sumber-sumber daya tersebut kepada produk-
produk, sub-subunit, atau fungsi-fungsi di mana yang paling produktif. Tanpa
adanya informasi akuntansi, manajer-manajer perusahaan tidak akan
mempunyai landasan untuk , mengendalikan biaya, menetapkan harga, atau
menginvestasikan sumber-sumber daya perusahaan.
 Melaporkan pertanggungjawaban sumber-sumber daya yang dikendalikan
oleh individu maupun organisasi. Individu, bertindak sebagai pemodal
maupun sebagai warga negara biasa, mempercayakan sumber-sumber daya
kepada manajer-manajer profesional dan pegawai-pegawai pemerintah.
Mereka mengharapkan orang-orang tadi memberikan laporan-laporan
berkala kepada mereka dengannya kinerja mereka dapat dievaluasi.

Perbedaan Antara Tata Buku dan Akuntansi


Banyak orang yang keliru menafsirkan bahwa tata buku
(bookkeeping) serupa dengan akuntansi (accounting). Kebingungan ini dapat
dimaklumi karena proses akuntansi (accounting process) meliputi pula fungsi
tata buku. Sungguhpun begitu, sebenarnya akuntansi jauh lebih luas
cakupannya. Tata buku merupakan fungsi pencatatan dari proses akuntansi.
Oleh karena itu, tata buku hanya merupakan salah satu dari proses
akuntansi; tata buku merupakan elemen prosedural dari akuntansi,
Pengantar Akuntansi 1 | 3
sebagaimana halnya aritmatika adalah salah satu elemen dari matematika.
Tata buku merupakan bagian dari akuntansi yang mencatat transaksi-
transaksi dan kejadian-kejadian lainnya, baik secara manual maupun
komputer. Sebaliknya, akuntansi melibatkan analisis transaksi dan kejadian
ekonomi, memutuskan bagaimana melaporkannya dalam laporan keuangan,
dan menafsirkan hasil-hasilnya. Akuntansi juga melibatkan perancangan dan
penerapan sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan-laporan yang
berfaedah dan untuk mengendalikan kegiatan-kegiatan organisasi. Akuntansi
lebih memerlukan kemahiran profesional dan pertimbangan ketimbang tata
buku karena akuntan mestilah menganalisis kejadian-kejadian yang tidak
biasa dan kompleks.

Jenis dan bentuk perusahaan


Akuntan kerapkali mengacu kepada sebuah organisasi bisnis sebagai
suatu entitas akuntansi atau entitas bisnis. Entitas bisnis (business entity) adalah
setiap organisasi usaha, seperti firma ataupun toko onderdil mobil, yang berdiri
sebagai unit ekonomi. Untuk tujuan-tujuan akuntansi, setiap organisasi atau
entitas bisnis ini mempunyai eksistensi yang terpisah dari para pemilik, kreditor,
karyawan, pelanggan, dan organisasi-organisasi lainnya. Keberadaan yang
terpisah ini disebut dengan konsep entitas bisnis.
Terdapat tiga bentuk entitas bisnis: perusahaan perorangan, firma, dan
perseroan terbatas. Praktik-praktik akuntansi yang baik diperlukan untuk setiap
bentuk usaha ini. Walaupun proses akuntansi untuk ketiga jenis entitas bisnis ini
pada umumnya sama, perbedaan-perbedaan struktur dan hukum yang berlaku
atas struktur-struktur tersebut mengharuskan beberapa perbedaan dalam
pencatatan aspek-aspek tertentu masalah-masalah keuangannya. Berikut ini
diuraikan perbedaan-perbedaan mendasar dari ketiga jenis entitas bisnis tadi.
Perusahaan Perorangan (Sole Proprietorship) Perusahaan perorangan
dikuasai oleh seorangpemilik, yang biasanya juga bertindak sebagai pengelola
usaha tersebut. Entitas bisnis dapat mengkaryakan sedikit ataupun banyak
karyawan, namun hanya terdapat seorang pemilik usaha, yang merealisasikan
keuntungan maupun kerugian. Pada dasarnya, ukuran perusahaan perorangan
adalah kecil. Dari sudut pandang akuntansi, setiap perusahaan perorangan
terpisah dari pemiliknya. Oleh karena itu, para pemilik usaha haruslah
memisahkan kegiatan-kegiatan finansial usahanya, seperti penerimaan kas dari
hasil penjualan barang-barang atau jasa-jasanya, dari kegiatan-kegiatan
keuangan pribadinya. Walaupun demikian, dari sudut pandang hukum, usaha
dan pemiliknya tidaklah dianggap sebagai entitas yang terpisah. Dengan
4 | Pengantar Akuntansi 1
demikian, pemilik usaha bertanggung jawab secara pribadi atas utang-utang
usahanya. Apabila perusahaan perorangan menemui kesulitan membayar utang-
utangnya, maka kreditor dapat menekan pemilik usaha supaya menjual aktiva-
aktiva pribadinya guna melunasi utang-utang usahanya. Hal ini merupakan
kelemahan bentuk perusahaan perorangan. Sedangkan keunggulan perusahaan
perorangan adalah bahwa pemilik mengambil segala keputusan bagi
perusahaan tersebut.
Firma atau Persekutuan (Partnership) Firma adalah suatu
bentukkepemilikan usaha yang mempunyai sedikitnya dua orang pemilik
(sekutu). Setiap sekutu (partner) bertindak sebagai pemilik perusahaan.
Akuntansi memperlakukan firma sebagai suatu entitas yang terpisah dari para
pemiliknya. Persekutuan bermula dengan perjanjian lisan atau tertulis. Perjanjian
tertulis (written aggreement) lebih digemari karena perjanjian ini memberikan
suatu catatan permanen ikliwal ketentuan-ketentuan persekutuan. Syarat-syarat
biasanya mencakup investasi permulaan dari setiap sekutu, tugas-tugas dari
masing-masing sekutu, cara pembagian laba atau kerugian di antara para
sekutu, dan penyelesaian apabila salah satu sekutu mengundurkan diri atau
meninggal. Setiap sekutu biasanya memikul tanggung jawab tak terbatas atas
utang-utang firma.
Dari perspektif akuntansi, firma merupakan entitas bisnis yang berbeda
dari pemilik-pemiliknya. Setiap sekutu firma mempunyai hak penguasaan
(interest) yang sudah ditentukan sebelumnya atas laba dan rugi firma;
sebagaimana halnya perusahaan perorangan, sekutu dan firma secara yuridis
merupakan sebuah entitas.
Perseroan Terbatas (Corporate) Perseroan terbatas adalah badan usaha
yang dimiliki oleh para pemegang saham (stockholders). Perseroan terbatas bisa
saja hanya mempunyai beberapa pemegang saham atau sangat banyak
pemegang saham. Pemegang saham tidaklah bertanggung jawab secara pribadi
atas kewajiban-kewajiban perseroan terbatas. Sebuah badan usaha menjadi
perseroan terbatas (P.T.) hanya jika telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh pemerintah. Perseroan terbatas merupakan satu-satunya bentuk organisasi
usaha yang diakui oleh hukum sebagai terpisah dari para pemiliknya. Dengan
demikian, para pemilik perseroan terbatas tidaklah bertanggung jawab secara
pribadi atas utang-utang perseroan. Itulah sebabnya mengapa perseroan
terbatas merupakan bentuk organisasi bisnis yang paling memikat bagi kalangan
pemodal. Karena kepemilikan perseroan terbatas dapat dialihkan tanpa
membubarkan perseroan tersebut, maka hidup tak terbatas.
Pengantar Akuntansi 1 | 5
Pengertian Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association adalah
suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi
untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas
bagi pihakyang menggunakan informasi tersebut.
Menurut Suwarjono (2002), akuntansi dapat pula didefinisikan sebagai
seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan transaksi yang
bersifat keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan. Pengertian seni dalam
definisi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa akuntansi bukan
merupakan ilmu pengetahuan eksakta, karena dalam proses penalaran dan
perancangan akuntansi banyak terlibat unsur pertimbangan (judgment).
Pengertian seni mengacu pada suatu keahlian untuk memilih (prinsip, metode,
dan teknik) yang sesuai dengan kebutuhan dan selera dari pihak yang
menggunakan akuntansi.
Akuntansi didefinisikan pula sebagai seperangkat pengetahuan yang
mempelajari perekayasaan dalam penyediaan jasa, yang berupa informasi
keuangan kuantitatif dari suatu unit organisasi dan cara penyampaian
(pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk
dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.
Sebagai suatu disiplin pengetahuan, akuntansi sebenarnya bukan
merupakan pengetahuan yang berdiri sendiri, tetapi lebih merupakan gabungan
dari berbagai disiplin pengetahuan lainnya. Sebagai contoh, akuntansi
mendasarkan diri pada ekonomika karena data akuntansi berasal dari harga atau
nilai yang merupakan hasil pengukuran ekonomika. Dalam pemilihan model
akuntansi yang akan diaplikasikan dalam suatu negara, perlu dipertimbangkan
mengenai faktor-faktor moral, politik, dan perilaku manusia. Jadi, akuntansi
sebenarnya juga mendasarkan diri pada ilmu sosial, politik, dan psikologi.
Ditinjau dari beberapa definisi tersebut, akuntansi dipandang sebagai
suatu proses, seni, dan seperangkat pengetahuan yang pada dasarnya
mengarah pada suatu aktivitas atau kegiatan dalam akuntansi itu sendiri. Karena
itu, pengertian akuntansi tersebut menjadi suatu proses, seni, atau seperangkat
pengetahuan yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan dalam bidang
tersendiri yang meliputi kegiatan pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan
pelaporan atas suatu kejadian atau transaksi keuangan dalam perusahaan yang
kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang
berkepentingan. Pengertian akuntansi bukan hanya sebagai suatu proses, seni,
dan seperangkat pengetahuan, tetapi ada juga beberapa ahli yang berpendapat
bahwa pengertian akuntansi dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu (1)
6 | Pengantar Akuntansi 1
akuntansi sebagai sebuah ideologi, (2) akuntansi sebagai bahasa, (3) akuntansi
sebagai catatan historis, (4) akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini, (5)
akuntansi sebagai sistem informasi, (6) akuntansi sebagai komoditi, (7) akuntansi
sebagai sistem pertanggungjawaban, dan (8) akuntansi sebagai teknologi.
Pengertian dari masing-masing aspek tersebut dapat dijelaskan berikut ini.

1. Akuntansi sebagai Ideologi


Pihak yang menganggap akuntansi sebagai ideologi mengatakan
bahwa akuntansi merupakan alat untuk melegitimasi keadaan dan struktur
sosial, ekonomi, serta politik.
Sebagai contoh, akuntansi konvensional merupakan ilmu yang
didesain dan dikembangkan oleh masyarakat Barat yang dilandasi oleh
ideologi kapitalisme. Bangun teori dari akuntansi konvensional diarahkan
sepenuhnya untuk kepentingan pemilik modal. Karenanya, jelas bahwa
laporan keuangan konvensional disusun dengan maksud untuk memberikan
informasi kepada pemilik modal tentang investasi dan tindakan ekonomi yang
dilakukan lembaga ekonomi. Sasarannya adalah agar kekayaan dan sumber
daya lain yang dimilikinya bisa terus bertambah serta berkembang dengan
return yang tinggi. Sasaran ini sejalan dengan ideologi kapitalisme yang ingin
memupuk kekayaan dalam dirinya dan menjadikan pihak lain tunduk pada
kepentingannya. Akuntansi seperti ini berada dalam naungan ideologi
kapitalisme, teorinya lahir dari masyarakat kapitalis, merumuskan teori untuk
kepentingan kapitalis, dibangun di atas kerangka ekonomi kapitalis, serta
dikembangkan oleh akademisi dan profesi dalam masyarakat kapitalis.
Kapitalisme sudah menjadi cara hidup (suatu ideologi) sehingga akuntansi
seperti ini merupakan elemen dan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
ideologi kapitalisme itu.

2. Akuntansi sebagai Bahasa


Akuntansi adalah bahasa perusahaan yang dapat berbicara (berkomunikasi)
sendiri tentang suatu perusahaan/organisasi yang dilaporkannya. Sebagai
bahasa, akuntansi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Simbol atau Sifat Lexical
Akuntansi memiliki simbol, istilah, kata-kata yang kadang-kadang
hanya dipahami oleh mereka yang mengetahui atau menguasai akuntansi itu.
Misalnya, neraca, laba rugi, jurnal, debet, kredit, buku besar, dan lain-lain.
Pengantar Akuntansi 1 | 7
b. Tata Aturan atau Grammatical Rules
Akuntansi memiliki aturan tersendiri sehingga orang dapat memahami
bahasa/ komunikasi akuntansi itu. Misalnya, aturan penempatan akuntansi di
sisi debet/kredit, aturan pengakuan, aturan pengukuran, dan sebagainya.

3. Akuntansi sebagai Catatan Historis


Akuntansi telah dianggap sebagai wahana untuk memberikan
gambaran tentang sejarah organisasi dan transaksi yang dilakukan dengan
lingkungannya di masa lalu. Transaksiitu kemudian dicatat, dibukukan, dan
dilaporkan melalui laporan keuangan. Data dan laporan historis inilah yang
dijadikan dasar untuk analisis dan dapat dijadikan alat prediksi keuangan
untuk memahami kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul di masa yang
akan datang.

4. Akuntansi sebagai Realitas Ekonomi Saat Ini


Akuntansi dianggap dapat memberikan gambaran realitas ekonomi
perusahaan pada saat ini. Jadi, laporan akuntansi dianggap sebagai
gambaran situasi ekonomi perusahaan pada saat sekarang.
Pada saat ini sedang dirancang sistem akuntansi yang menggunakan
harga saat ini atau current value. Sistem akuntansi ini mengacu pada
International Financial Report Standards (IFRS).

5. Akuntansi sebagai Sistem Informasi


Akuntansi merupakan teknik yang menggambarkan proses dari
hubungan antara sumber data dan para penerima informasi melalui
komunikasi. Akuntansi memiliki siklus yang disebut accounting cycle yang
memroses bukti transaksi menjadi bentuk-bentuk informasi yang kita kenal
dengan laporan keuangan, yang dapat digunakan masyarakat untuk proses
pengambilan keputusan.

6. Akuntansi sebagai Komoditi


Komoditi adalah barang yang dijual kepada konsumen karena daya
gunanya. Output akuntansi yang berbentuk informasi adalah produk dari
suatu “pabrik” yang dalam konteks ini adalah “sistem akuntansi”. Output ini
dibutuhkan oleh masyarakat karena memberikan manfaat yang besar,
terutama bagi para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan
ekonomi.
8 | Pengantar Akuntansi 1
7. Akuntansi sebagai Sistem Pertanggungjawaban
Akuntansi juga dapat dijadikan sebagai media untuk
mempertanggungjawabkan pengelolaan suatu perusahaan atau lembaga
kepada principal (pemilik).

Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Pemakaianya


Kebutuhan terhadap informasi yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi
dan kondisi perusahaan tersebut tidak hanya muncul dari pihak eksternal
perusahaan, seperti kreditor, supplier, pemerintah atau calon investor.
Kebutuhan informasi tersebut juga muncul dari pihak internal organisasi. Pihak
manajemen akan membutuhkan pula informasi keuangan berkaitan dengan
aktivitas ekonomi yang dilakukan perusahaan. Seperti jumlah beban bahan baku
yang dikeluarkan, beban tenaga kerja dalam suatu periode, beban overhead
pada periode terkait atau beban produksi dalam satu tahun.
Secara umum, dilihat dari siapa pemakai laporan keuangan perusahaan,
akuntansi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
 Akuntansi Keuangan adalah sistem akuntansi di mana pemakai informasinya
adalah pihak ekternal organisasi perusahaan, seperti kreditor, pemerintah,
pemegang saham, investor, dsb.
 `Akuntansi Manajemen adalah sistem akuntansi di mana pemakai
informasinya adalah pihak internal organisasi perusahaan, seperti manajer
produksi, manajer keuangan, manajer pemasaran, dsb. Akuntansi
manajemen berguna sebagai alat bantu pengambilan keputusan
manajemen.
Pemakai Informasi
Akuntansi

Informasi
Keuangan

Eksternal Perusahaan : Internal Perusahaan :


Pemerintah Manajer Produksi
Pemegang Saham Manajer Keuangan
Calon Investor Manajer Personalia
Supplier Karyawan
Kreditor Direktur
DLL DLL
Pengantar Akuntansi 1 | 9
Pengunaan Informasi Keuangan
Dalam rangka menjalankan aktivitasnya untuk menghasilkan barang dan
jasa, perusahaan akan berinteraksi dengan berbagai pihak. Dan pihak-pihak
yang berhubungan dengan perusahaan tersebut sering kali membutuhkan
informasi keuangan tentang perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang
berhubungan dengan perusahaan antara lain adalah :
1. Kreditor adalah orang atau perusahaan yang memberikan pinjaman dana
kepada perusahaan untuk berbagai keperluan usaha. Sebagai pihak yang
memberikan pinjaman dana kepada perusahaan, kreditor membutuhkan
informasi untuk menjamin bahwa uang yang dipinjamkannya akan dibayar
beserta bunganya. Karena itu informasi yang diperlukan mencakup :
a. Besarnya kekayaan perusahaan
b. Kemampuan menghasilkan laba usaha
c. Perbandingan hutang dengan total kekayaan perusahaan
2. Pemerintah adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk membuat
peraturan usaha dan hal-hal yang terkait dengannya. Sebagai pihak yang
akan memungut pajak penghasilan kepada perusahaan, maka informasi
utama yang diperlukan pemerintah mencakup :
a. Laba usaha yang diperoleh
b. Beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan
3. Calon Investor adalah orang-orang atau lembaga yang akan menanamkan
uangnya di dalam suatu perusahaan di masa mendatang. Sebagai pihak
yang akan menanamkan uangnya di dalam perusahaan, calon investor
harus memiliki keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat memberikan
penghasilan yang memadai dalam jangka panjang. Karena itu, informasi
yang diperlukan investor mencakup :
a. Laba usaha yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir.
b. Pertumbuhan kekayaan perusahaan
4. Pemasok (supplier) adalah orang atau perusahaan yang menjual berbagai
barang kepada perusahaan, mulai dari peralatan kantor, mesin, kendaraan
sampai dengan bahan baku usaha. Sebagai pihak yang menjual barang
kepada perusahaan secara kredit, pemasok harus memiliki keyakinan
bahwa kredit yang diberikannya kepada perusahaan akan dapat dibayar
sesuai dengan kesepakatan. Karena itu, informasi yang diperlukan
mencakup :
a. Besarnya kekayaan perusahaan
b. Kemampuan menghasilkan laba usaha
c. Perbandingan hutang dengan total kekayaan perusahaan
10 | Pengantar Akuntansi 1
5. Pemilik / pemegang sahamadalah orang atau lembaga yang telah
menanamkan uangnya atau kekayaannya di dalam perusahaan. Sebagai
pihak yang telah menanamkan uangnya di dalam perusahaan, pemilik
perusahaan harus memperoleh imbalan atas kekayaan yang telah
ditanamkannya. Imbalan tersebut berupa pembagian atas sebagian atau
seluruh laba usaha yang telah diperoleh perusahaan. Karena itu, informasi
utama yang diperlukan adalah:
a. Laba usaha yang diperoleh.
b. Perubahan kekayaan perusahaan dalam beberapa tahun.
6. Manajer Produksi adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan proses menghasilkan produk di dalam suatu perusahaan.
Sebagai pihak internal perusahaan yang bertanggung jawab terhadap
proses produksi, manajer produksi memerlukan informasi berkaitan
dengan keseluruhan biaya maupun rincian biaya yang diperlukan untuk
menghasilkan produk perusahaan.
7. Manajer Pemasaran adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan proses pemasaran produk perusahaan, mulai dari promosi,
distribusi sampai dengan pelayanan purna-jual. Sebagai pihak internal
perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pemasaran produk
perusahaan, manajer pemasaran memerlukan data biaya produksi dari
setiap produknya guna menentukan harga jual produk tersebut, dan
perincian dari biaya pemasaran untuk mencari alternatif biaya pemasaran
yang paling efisien bagi perusahaan tanpa mengabaikan efektivitas
pemasarannya.
8. Berbagai pihak internal perusahaan lainnya, memerlukan data dan informasi
keuangan lainnya yang harus disediakan oleh akuntansi.

Konsep-Konsep Dalam Penyusunan Laporan Keuangan


Penyusunan laporan keuangan harus menggunakan konsep-konsep
dasar laporan keuangan, sehingga menjamin adanya keseragaman penyajian
dalam interpretasi atas laporan keuangan untuk pihak eksternal/di luar
manajemen. Konsep-konsep itu adalah sebagai berikut:
a. Konsep Entitas Usaha (Business Entity Principle)
Konsep ini menghendaki pemisahan secara tegas antara perusahaan
dengan pemilik. Untuk perusahaan perseorangan dan usaha bersama
hendaknya dibuat satu pos yang menjelaskan hubungan antara pemilik dan
perusahaan, seperti rekening prive (pengambilan pribadi). Pemindahan harta
dari perusahaan ke pemilik harus melalui transaksi pembagian laba.
Pengantar Akuntansi 1 | 11

b. Konsep Kelangsungan Usaha (Continuity Principle)


Konsep ini menghendaki adanya dasar pemikiran bahwa suatu
perusahaan didirikan untuk jangka waktu tak terbatas.
c. Konsep Dasar Keuangan (Monetary Principle)
Konsep ini menghendaki agar penyusunan laporan keuangan
menggunakan kesatuan unit pelaporan (unit keuangan setempat yaitu rupiah,
dollar, dan sebagainya) sehingga ada kesatuan pemahaman dari pembaca
laporan keuangan.
d. Konsep Realisasi Penghasilan (Revenue Realization Principle)
Konsep ini menyatakan bahwa realisasi penghasilan adalah ketika
adanya penjualan atau penyerahan jasa, bukan saat pembayarannya.
e. Konsep Harga Pokok (Cost Principle)
Konsep ini menghendaki adanya pengukuran aset sebesar nilai
perolehan awal (historical cost) dan pengakuan kewajiban sebesar nilai yang
harus dibayar ketika jatuh tempo.
f. Konsep Menandingkan antara Penghasilan dan Biaya (Matching Principle)
Konsep ini menghendaki adanya ketetapan dalam menandingkan
penghasilan satu periode buku dengan biaya untuk memperoleh penghasilan
tersebut. Penghasilan yang melebihi satu periode tidak diperkenankan untuk
ditandingkan dengan biaya yang melebihi satu periode.
g. Konsep Tidak Memihak/Objektivitas (Objectivity Principle)
Konsep ini menghendaki bahwa semua pos yang dicantumkan dalam
laporan keuangan harus didukung oleh bukti-bukti yang objektif (bukti yang
dapat diterima kebenarannya).
h. Konsep Konsistensi (Consistency Principle)
Konsep ini menghendaki penggunaan metode-metode secara tepat
dari satu periode ke periode selanjutnya. Jika terpaksa diadakan perubahan
untuk memberi manfaat pada laporan keuangan, maka harus diberikan
penjelasan mengenai pengaruhnya terhadap laporan tersebut.
i. Konsep Penjelasan/Pengungkapan (Declosure Principle)
Konsep ini menghendaki agar laporan keuangan mencakup informasi
yang diperlukan untuk penyajian yang terbuka, sehingga tidak membuat
pembaca keliru menafsir laporan keuangan tersebut.
j. Konsep Materialitas (Materiality Principle)
Materialitas merupakan pelengkap dari konsep penjelasan. Dalam
konsep ini dikehendaki bahwa hal-hal yang material (dipandang berbobot),
baik jumlah maupun keadaannya, memerlukan penjelasan yang memadai.
12 | Pengantar Akuntansi 1
k. Konsep Hati-hati (Conservatism Principle)
Dalam laporan keuangan tidak diperkenankan menunjukkan aset di
atas harga pokoknya, demikian juga kewajiban. Konsep ini menghendaki
kecenderungan minimalisasi pencantuman modal, yaitu dengan menetapkan
bahwa laba atau penghasilan tidak bisa diakui sebelum direalisasi,
sedangkan rugi/kewajiban harus diakui begitu bisa diperkirakan.

Penggunaan Informasi Keuangan


Dalam rangka menjalankan aktivitasnya untuk menghasilkan barang dan
jasa, perusahaan akan berinteraksi dengan berbagai pihak. Dan pihak-pihak
yang berhubungan dengan perusahaan tersebut sering kali membutuhkan
informasi keuangan tentang perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang
berhubungan dengan perusahaan antara lain adalah :\
1. Kreditor adalah orang atau perusahaan yang memberikan pinjaman dana
kepada perusahaan untuk berbagai keperluan usaha. Sebagai pihak yang
memberikan pinjaman dana kepada perusahaan, kreditor membutuhkan
informasi untuk menjamin bahwa uang yang dipinjamkannya akan dibayar
beserta bunganya. Karena itu informasi yang diperlukan mencakup :
a. Besarnya kekayaan perusahaan
b. Kemampuan menghasilkan laba usaha
c. Perbandingan hutang dengan total kekayaan perusahaan
2. Pemerintah adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk membuat
peraturan usaha dan hal-hal yang terkait dengannya. Sebagai pihak yang
akan memungut pajak penghasilan kepada perusahaan, maka informasi
utama yang diperlukan pemerintah mencakup :
a. Laba usaha yang diperoleh
b. Beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan
3. Calon Investor adalah orang-orang atau lembaga yang akan menanamkan
uangnya di dalam suatu perusahaan di masa mendatang. Sebagai pihak
yang akan menanamkan uangnya di dalam perusahaan, calon investor
harus memiliki keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat memberikan
penghasilan yang memadai dalam jangka panjang. Karena itu, informasi
yang diperlukan investor mencakup :
a. Laba usaha yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir.
b. Pertumbuhan kekayaan perusahaan
4. Pemasok (supplier) adalah orang atau perusahaan yang menjual berbagai
barang kepada perusahaan, mulai dari peralatan kantor, mesin, kendaraan
sampai dengan bahan baku usaha. Sebagai pihak yang menjual barang
Pengantar Akuntansi 1 | 13

kepada perusahaan secara kredit, pemasok harus memiliki keyakinan


bahwa kredit yang diberikannya kepada perusahaan akan dapat dibayar
sesuai dengan kesepakatan. Karena itu, informasi yang diperlukan
mencakup :
a. Besarnya kekayaan perusahaan
b. Kemampuan menghasilkan laba usaha
c. Perbandingan hutang dengan total kekayaan perusahaan
5. Pemilik / pemegang saham adalah orang atau lembaga yang telah
menanamkan uangnya atau kekayaannya di dalam perusahaan. Sebagai
pihak yang telah menanamkan uangnya di dalam perusahaan, pemilik
perusahaan harus memperoleh imbalan atas kekayaan yang telah
ditanamkannya. Imbalan tersebut berupa pembagian atas sebagian atau
seluruh laba usaha yang telah diperoleh perusahaan. Karena itu, informasi
utama yang diperlukan adalah:
a. Laba usaha yang diperoleh.
b. Perubahan kekayaan perusahaan dalam beberapa tahun.
6. Manajer Produksi adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan proses menghasilkan produk di dalam suatu perusahaan.
Sebagai pihak internal perusahaan yang bertanggung jawab terhadap
proses produksi, manajer produksi memerlukan informasi berkaitan
dengan keseluruhan biaya maupun rincian biaya yang diperlukan untuk
menghasilkan produk perusahaan.
7. Manajer Pemasaran adalah orang yang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan proses pemasaran produk perusahaan, mulai dari promosi,
distribusi sampai dengan pelayanan purna-jual. Sebagai pihak internal
perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pemasaran produk
perusahaan, manajer pemasaran memerlukan data biaya produksi dari
setiap produknya guna menentukan harga jual produk tersebut, dan
perincian dari biaya pemasaran untuk mencari alternatif biaya pemasaran
yang paling efisien bagi perusahaan tanpa mengabaikan efektivitas
pemasarannya.
8. Berbagai pihak internal perusahaan lainnya, memerlukan data dan informasi
keuangan lainnya yang harus disediakan oleh akuntansi.

Profesi Akuntan
Secara umum, dilihat dari bentuk hukumnya, maka perusahaan dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain: Perusahaan Perseorangan,
Firma, dan Perseroan Terbatas. Perusahaan perseorangan adalah perusahaan
14 | Pengantar Akuntansi 1
yang dimiliki dan dimodali oleh seseorang secara pribadi. Perusahaan
perseorangan, sering kali tidak memiliki batasan yang jelas antara harta
perusahaan dan harta pribadi. Perusahaan perseorangan menuntut tanggung
jawab yang tidak terbatas dari pemiliknya. Demikian juga dengan firma. Mirip
dengan perusahaan perseorangan, firma didirikan oleh beberapa orang dengan
tanggung jawab yang tidak terbatas pula. Sedangkan Perseroan terbatas, adalah
suatu badan usaha yang didirikan oleh seseorang, beberapa atau banyak orang
dengan setoran sejumlah modal tertentu, dengan tingkat tanggung jawab dan
hak yang terbatas. Perusahaan jenis ini menuntut batasan yang jelas antara
harta pemilik dan harta perusahaan. Bahkan sering kali pemilik tidak ikut sama
sekali mengoperasikan dan mengendalikan perusahaan secara langsung.
Operas! dan pengendalian perusahaan dapat diserahkan pada para profesional.
Para manajer profesional ini secara berkala melaporkan kegiatan perusahaan
dan hasilnya kepada para pemegang saham (pemilik). Laporan keuangan
tersebut biasanya dibuat dan disiapkan oleh akuntan perusahaan. Akuntan
perusahaan adalah akuntan yang bekerja secara internal di suatu perusahaan,
dan bertugas mempersiapkan informasi keuangan untuk perusahaan di mana
mereka bekerja.
Untuk menghindari dan meminimalkan kecurangan dalam melaporkan
kegiatan perusahaan yang dikelola para manajer ini, maka pemilik, kreditor,
pemerintah atau pihak lain yang berkepentingan terhadap informasi keuangan
suatu perusahaan dapat mempergunakan jasa akuntan publik untuk melakukan
audit keuangan. Akuntan publik adalah akuntan yang memiliki posisi independen,
dan bekerja untuk berbagai pihak yang membutuhkan jasa mereka dalam
memeriksa dan menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan.
Di pihak lain, Pemerintah memiliki berbagai kepentingan yang berkaitan
dengan aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam wilayah yang dikelolanya.
Terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah negara,
pemerintah memiliki hak untuk memungut pajak. Untuk memungut sejumlah
pajak terhadap suatu perusahaan, pemerintah perlu menetapkan suatu dasar
dan aturan yang adil untuk semua. Terhadap pajak penghasilan, misalnya,
ditentukan berdasarkan laba usaha suatu perusahaan. Agar laporan perolehan
laba suatu perusahaan dapat dinilai dan dipercayai keakuratannya, perlu dinilai
oleh akuntan pemerintah. Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja
untuk kepentingan pemerintah, dan bertugas mengamankan berbagai
kepentingan pemerintah. Akuntan pemerintah bekerja di berbagai lembaga
pemerintahan, seperti berbagai departemen pemerintah, berbagai dinas
pemerintah, Direktorat Pajak, Bea Cukai, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan), Inspektorat Jenderal, dan sebagainya.
Untuk menghasilkan akuntan perusahaan, akuntan publik dan akuntan
pemerintah, diperlukan suatu institusi pendidikan yang mempersiapkan para
Pengantar Akuntansi 1 | 15

naradidik untuk menjadi akuntan profesional. Para calon akuntan yang belajar di
institusi pendidikan tersebut harus dibimbing dan dilatih oleh akuntan yang
menguasai ilmu akuntansi dengan baik dan menguasai ilmu pendidikan dengan
baik pula. Pendidik semacam itu disebut akuntan pendidik, yaitu akuntan yang
mengabdikan dirinya di dalam suatu institusi tertentu yang bertugas
mempersiapkan, membimbing, dan melatih naradidik untuk menjadi akuntan
profesional.
Dari keterangan diatas, maka secara umum profesi akuntan dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok profesi, yaitu :
1. Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja secara internal di dalam
suatu perusahaan dan bertugas mempersiapkan informasi keuangan untuk
perusahaan di mana mereka bekerja.
2. Akuntan publik adalah akuntan yang memiliki posisi independen, dan bekerja
untuk berbagai pihak yang membutuhkan jasa mereka dalam memeriksa dan
menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan.
3. Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja untuk kepentingan
pemerintah, dan berfungsi mengamankan berbagai kepentingan pemerintah.
4. Akuntan pendidik, yaitu akuntan yang mengabdikan dirinya di dalam suatu
institusi tertentu yang bertugas mempersiapkan, membimbing, dan melatih
naradidik untuk menjadi akuntan profesional.

Spesialisasi Bidang Akuntansi


Pengelompokan profesi akuntansi ke dalam beberapa kelompok profesi
seperti telah dibahas di atas didasarkan pada lembaga di mana mereka bekerja.
Pengelompokan tersebut merupakan pemilahan umum secara kelembagaan.
Pada masing-masing lembaga tersebut masih dapat dipilah lagi ke dalam
beberapa jenis bidang akuntansi yang lebih khusus, yaitu :
1. Akuntansi Manajemen adalah bidang akuntansi yang berfungsi untuk
menyediakan data dan informasi bagi pengambilan keputusan manajemen
untuk operasi harian dan perencanaan operasi di masa mendatang.
Misalnya, menyediakan data biaya guna menentukan harga jual produk
tertentu dan pertimbangan yang terkait.
2. Akuntansi Biaya adalah bidang akuntansi dengan fungsi utama sebagai alat
pengendalian biaya di dalam proses produksi yang dilakukan perusahaan.
Kegiatan utama dari bidang ini adalah menyediakan data biaya aktual dan
biaya perencanaan untuk suatu perusahaan.
3. Akuntansi Keuangan adalah bidang akuntansi yang bertugas untuk
menjalankan keseluruhan proses akuntansi sehingga dapat menghasilkan
informasi keuangan bagi pihak eksternal perusahaan, seperti laporan laba
rugi, laporan perubahan laba ditahan, neraca dan laporan arus kas. Secara
umum bidang akuntansi keuangan berfungsi untuk mencatat dan melaporkan
16 | Pengantar Akuntansi 1
keseluruhan transaksi dan keadaan keuangan dari suatu badan usaha bagi
kepentinganpihak-pihak di luar perusahaan.
4. Auditing adalah bidang akuntansi yang fungsi utamanya adalah untuk
menjalankan pemeriksaan (audit) atas laporan keuangan yang dihasilkan
oleh suatu perusahaan. Jika pemeriksaan dilakukan oleh staf perusahaan itu
sendiri, maka orang itu disebut sebagai internal auditor. Dan hasil
pemeriksaan tersebut digunakan untuk kepentingan internal perusahaan.
Jika pemeriksaan laporan keuangan tersebut dilakukan oleh pihak di luar
perusahaan, maka orang itu disebut sebagai independent auditor atau
akuntan publik.
5. Akuntansi Pajak adalah bidang akuntansi yang fungsi utamanya adalah untuk
mempersiapkan data tentang segala sesuatu yang terkait dengan kewajiban
dan hak perpajakan dari setiap transaksi yang dilakukan perusahaan.
Lingkup kerja di dalam bidang ini mencakup aktivitas perhitungan pajak yang
harus dibayar dari setiap transaksi yang dilakukan perusahaan, sampai
dengan perhitungan pengembalian pajak (restitusi pajak) yang menjadi hak
perusahaan tersebut.
6. Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang terfokus pada aktivitas
mendesain dan mengimplementasikan prosedur dan pengamanan data
keuangan perusahaan. Tujuanutama dari setiap aktivitas bidang ini adalah
untuk mengamankan harta yang dimiliki perusahaan.
7. Akuntansi Anggaran adalah bidang akuntansi yang memfokuskan diri pada
pembuatan rencana kerja perusahaan di masa mendatang, dengan
menggunakan data aktual dari masa lalu. Di samping menyusun rencana
kerja, bidang ini juga bertugas mengendalikan rencanakerja tersebut,
sehingga menjamin agar aktivitas operasi harian perusahaan sesuai
denganrencana yang telah dibuat.
8. Akuntansi Internasional adalah bidang akuntansi yang memfokuskan diri
pada persoalan-persoalan akuntansi yang terkait dengan transaksi
internasional (melintasi batas negara) yang dilakukan oleh perusahaan-
perusahaan multinasional. Mencakup bidang ini adalah seluruh upaya untuk
memahami hukum dan aturan perpajakan dari setiap negara di mana
perusahaan multinasional beroperasi.
9. Akuntansi Sektor Publik adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan diri
pada pencatatan dan pelaporan transaksi dari organisasi pemerintahan dan
organisasi nonprofit lainnya. Hal ini diperlukan karena organisasi nonprofit
adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan bukan untuk menghasilkan
laba usaha, sebagaimana perusahaan komersial lainnya. Seperti,
pemerintahan, rumah sakit, yayasan sosial, panti jompo dan sebagainya.
Pengantar Akuntansi 1 | 17

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum


Komunikasi yang efektif berarti bahwa penerima memahami apa yang
hendak disampaikan oleh si pengirim. Komunikasi melibatkan permasalahan
dalam memahami kata-kata, simbol-simbol, dan suara yang digunakan oleh
pihak-pihak yang terlibat. Akuntansi memakai kata-kata dan simbol-simbol untuk
mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan bagi para pengambil
keputusan. Para pengambil keputusan perlu memahami ketentuan-ketentuan
pengukuran yang berlaku dalam menghitung angka-angka pada laporan-laporan
keuangan, dan mereka juga perlu mengetahui angka-angka yang disajikan
dalam laporan keuangan menunjukkan apa yang sebenarnya. Dengan demikian,
seorang pengambil keputusan seyogyanya tidak mencoba memakai informasi
akuntansi tanpa pertama-tama memakai ketentuan-ketentuan pengukuran yang
digunakan untuk mengembangkan informasi tersebut. Ketentuan-ketentuan
pengukuran ini disebut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally
accepted accounting principles, GAAP).
Para pemakai eksternal yang menggantungkan diri pada laporan
keuangan auditan berharap bahwa semua perusahaan mengikuti standar-
standar dan prosedur-prosedur yang sama dalam penyusunan laporan keuangan
mereka. Kalangan akuntan telah mengembangkan seperangkat standar dan
prosedur yang berlaku untuk penyusunan laporan keuangan. Standar ini disebut
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Prinsip-prinsip ini memberikan
kerangka acuan umum untuk menentukan informasi apa yang dimasukkan ke
dalam laporan keuangan dan bagaimana informasi tersebut akan disajikan.
Frasa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mencakup tujuan-tujuan
mendasar dari pelaporan keuangan dan juga berbagai konsep yang luas. GAAP
memainkan peran kritis dalam proses akuntansi keuangan. GAAP ini
menentukan standar untuk pelaporan eksternal, yang menghasilkan
keseragaman yang lebih tinggi dalam metode-metode akimtansi yang dipakai
oleh berbagai perusahaan. Penentuan praktik-praktik pelaporan umum oleh
seperangkat standar tunggal akan memfasilitasi perbandingan-perbandingan
yang bermakna atas kinerja finansial dari berbagai perusahaan yang berbeda.
Selain itu, tingkat kredibilitas dari laporan keuangan sangatlah ditentukan oleh
tingkat terhadapnya penyusunan laporan keuangan mengikuti standar yang
berlaku umum di Indonesia.

Etika Profesi Akuntansi


Jikalau laporan keuangan dikehendaki memberikan faedah bagi para
pengambil keputusan, para pemakai mestilah yakin terhadap kewajaran
informasi yang tercantum pada laporan keuangan. Para pemakai akan memiliki
keyakinan lebih besar lagi terhadap informasi manakala mereka mengetahui
bahwa orang-orang yang terkait dengan auditing laporan keuangan disyaratkan
18 | Pengantar Akuntansi 1
untuk memenuhi standar-standar etika dan kompetensi. Jikalau laporan
keuangan dikehendaki memberikan faedah bagi para pengambil keputusan, para
pemakai mestilah yakin terhadap kewajaran informasi yang tercantum pada
laporan keuangan. Para pemakai akan memiliki keyakinan lebih besar lagi
terhadap informasi manakala mereka mengetahui bahwa orang-orang yang
terkait dengan auditing laporan keuangan disyaratkan untuk memenuhi standar-
standar etika dan kompetensi.
Etika (ethics) adalah “prinsip-prinsip yang menentukan kebenaran atau
kesalahan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan tertentu.” Etika juga
“merupakan standar-standar yang berterima dari perilaku yang baik dalam
sebuah profesi atau perdagangan.” Etika profesional (professional ethics)
merupakan kode etik yang berlaku terhadap praktik-praktik profesi. Tujuan dasar
kode etik ini adalah untuk memberikan pedoman kepada para anggota profesi
untuk bertindak dalam cara yang konsisten dengan tanggung jawab profesi.
Sebagaimana halnya kode etik perusahaan, tindakan-tindakan etis suatu profesi
merupakan kumpulan dari tindakan individu. Sebagai anggota dari suatu profesi,
para akuntan mempunyai tanggung jawab tidak hanya kepada majikan dan klien
mereka saja, tetapi juga kepada masyarakat secara keseluruhan, untuk
menegakkan standar etis yang paling tinggi.
Mengapa kode etik sedemikian penting bagi para akuntan? Sebabnya
adalah bahwa individu-individu, perusahaan-perusahaan, badan-badan
pemerintah, dan pihak-pihak lainnya bergantung pada laporan-laporan akuntansi
dalam membuat keputusan-keputusan mereka. Oleh karena itu, adalah penting
sekali bahwa laporan-laporan tersebut disusun secara akurat dan dengan bias
minimal.
Sebuah konsep yang dijumpai dalam semua kode etik profesional untuk
para akuntan adalah bahwa akuntan tidak boleh secara sengaja dikaitkan
dengan informasi akuntansi yang menyesatkan. Pada intinya, seorang akuntan
profesional haruslah mengundurkan diri dari posisinya ketimbang harus terlibat
dalam penyusunan atau penyebaran informasi akuntansi yang menyesatkan.
Para akuntan menghadapi beberapa dimensi etis yang unik akibat
pekerjaan mereka. Dimensi-dimensi etis tersebut adalah:
 Keluaran yang dihasilkan oleh akuntan dapat mengandung implikasi
keuangan yang signifikan atas satu atau beberapa orang. Situasi ini dapat
menimbulkan tekanan atas akuntan agar “memoles” keluarannya. Besarnya
pajak penghasilan yang akan dibayar oleh individu atau organisasi, besarnya
bonus yang akan diterima oleh seorang karyawan, harga yang akan dibayar
oleh seorang pelanggan, dan banyaknya dividen yang akan dibagikan
kepada para pemegang saham merupakan contoh-contoh situasi di mana
implikasi keuangan dapat menyebabkan upaya-upaya untuk mempengaruhi
Pengantar Akuntansi 1 | 19

hasil kerja akuntan. Perilaku etis mengharuskan akuntan mengabaikan


tekanan tersebut.
 Akuntan mempunyai akses terhadap informasi yang sensitif dan rahasia.
Data gaji, rincian pengelolaan keuangan, dan perubahan harga yang
direncanakan merupakan jenis informasi yang sangat sensitif. Secara etis,
akuntim sepantasnya menghargai kerahasiaan data yang dipakai dalam
pekerjaan mereka.
 Penekanan pada laba jangka pendek dapat menyebabkan cacat etis di dalam
perusahaan. Orientasi seperti ini dapat memicu tindakan-tindakan tidak etis
oleh manajemen dalam upayanya menggelembungkan laba jangka pendek.
Karena akuntan menghitung dan melaporkan laba perusahaan, mereka
haruslah teliti terhadap kemungkinan praktik tidaketis seperti ini. Baik akuntan
maupun manajemen patut mengakui arti penting dari perspektif ' 'jangka
panjang.

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
1. Apakah persamaan dan perbedaan antara akuntansi dan pembukuan?
Jelaskanlah!
2. Dilihat dari pemakai informasi keuangan yang dihasilkannya, akuntansi
dibagi menjadi dua kelompok akuntansi. Sebutkan dan jelaskan perbedaan
keduanya!
3. Akuntan dapat bekerja di berbagai lembaga yang ada di wilayah suatu
negara. Berdasarkan tempat di mana seorang akuntan bekerja, maka profesi
akuntan dapat dipilah ke dalam beberapa kelompok profesi. Sebutkan jenis-
jenis profesi akuntan dilihat dari kepada siapa mereka bekerja!
4. Akuntan dapat bekerja di berbagai lembaga yang ada di wilayah suatu
negara. Berkaitan dengan lembaga di mana mereka bekerja, akuntan dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa jenis profesi yang masing-masing
memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Sebutkan jenis
profesi akuntan yang memiliki karakteristik berikut:
a. Akuntan yang memiliki posisi independen, dan bekerja untuk berbagai
pihak yangmembutuhkan jasa mereka dalam memeriksa dan menilai
kewajaran laporan keuangansuatu perusahaan.
b. Akuntan yang bekerja untuk kepentingan berbagai lembaga, seperti
Direktorat Pajak,Bea dan Cukai, Departemen Keuangan dan lembaga
sejenis lainnya.
20 | Pengantar Akuntansi 1
c. Akuntan yang bekerja secara internal untuk suatu badan usaha dan
bertugas menyiapkaninformasikeuangan bagi organisasi di mana
mereka bekerja.
d. Akuntan yang mengabdikan dirinya di dalam suatu institusi tertentu yang
bertugasmempersiapkan, membimbing, dan melatih naradidik untuk
menjadi akuntanprofesional.
5. Akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis bidang akuntansi
yang lebih spesifik, yang memiliki karakteristik tersendiri antara satu dengan
lainnya. Sebutkan jenis spesialisasi bidang akuntansi yang memiliki
karakteristik berikut ini:
a. Bidang akuntansi yang berfungsi untuk mempersiapkan data tentang
segala sesuatuyang terkait dengan kewajiban dan hak perpajakan dari
setiap transaksi yang dilakukanperusahaan.
b. Bidang akuntansi yang memfokuskan diri pada pembuatan rencana kerja
perusahaan dimasa mendatang, dengan menggunakan data aktual dari
masa lalu.
c. Bidang Akuntansi yang memfokuskan diri pada persoalan-persoalan
akuntansi yang terkait dengan transaksi internasional (transaksi yang
melintasi batas negara) yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
multinasional.
d. Bidang Akuntansi yang mengkhususkan diri pada pencatatan dan
pelaporan transaksidari organisasi pemerintahan dan organisasi non
profit lainnya.
e. Bidang akuntansi dengan fungsi utama untuk melakukan pemeriksaan
(audit) ataslaporan keuangan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.
f. Bidang akuntansi yang berfungsi untuk menyediakan data dan informasi
bagipengambilan keputusan manajemen untuk operasi harian dan
perencanaan operasi dimasa mendatang.
g. Bidang akuntansi dengan fungsi utama sebagai alat pengendalian biaya
di dalam prosesproduksi yang dilakukan perusahaan.
h. Bidang akuntansi yang bertugas menjalankan keseluruhan proses
akuntansi sehinggadapat menghasilkan informasi keuangan bagi pihak
eksternal perusahaan, sepertilaporan laba rugi, laporan perubahan laba
ditahan, neraca dan laporan arus kas.
i. Bidang akuntansi yang terfokus pada aktivitas mendesain dan
mengimplementasikanprosedur dan pengamanan data keuangan
perusahaan.
Pengantar Akuntansi 1 | 21

BAB 2
STRUKTUR DASAR
AKUNTANSI
Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi merupakan serangkaian kegiatan akuntansi yang
dilakukan secara sistematis, dimulai dari pencatatan akuntansi sampai dengan
penutupan pembukuan.
Secara rinci, kegiatan yang membentuk siklus akuntansi dapat diuraikan sebagai
berikut:
a. Menganalisis transaksi perusahaan dan menyiapkan bukti pembukuan
(dokumentransaksi).
b. Mencatat akun ke buku jurnal.
c. Memposting akun ke buku besar.
d. Menyusun neraca saldo.
e. Membuat jurnal penyesuaian (jika ada).
f. Menyusun neraca lajur/kertas kerja (jika diperlukan).
22 | Pengantar Akuntansi 1
g. Menyusun laporan keuangan (laporan laba/rugi, laporan perubahan
ekuitas/modalatau laporan laba ditahan, dan laporan neraca).
h. Membuat jurnal penutup dan neraca saldo penutup.
i. Membuat jurnal penyesuaian kembali (jurnal balik).
Kegiatan-kegiatan dalam siklus akuntansi tersebut dapat dinyatakan dalam
bentuk diagram sebagai berikut:

Bukti Transaksi
Bukti transaksi merupakan suatu dokumen yang menandai bahwa
transaksi yang sah telah terjadi.
Akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat adanya transaksi
yang sah dan dalam akuntansi tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi,
sehingga bukti transaksi ini merupakan unsur yang sangat penting. Oleh karena
itu, sebelum melakukan kegiatan dalam siklus akuntansi, terlebih dahulu
dilakukan analisis terhadap bukti transaksi dan memastikan bahwa setiap
transaksi memiliki bukti-bukti yang sah. Suatu transaksi tidak dapat dicatat begitu
saja dalam catatan perusahaan.
Setiap perusahaan mempunyai bukti transaksi yang berbeda-beda,
tergantung pada jenis dan besarnya perusahaan. Bukti transaksi dapat berupa
kwitansi, cek, faktur penjualan dan pembelian, tanda terima barang, daftar gaji,
tanda setoran ban, surat keputusan direktur/ komisaris, nota pengiriman barang,
Pengantar Akuntansi 1 | 23

dan sebagainya. Berikut ini terdapat beberapa contoh dokumen transaksi yang
digunakan oleh PT. Insan Cita, Makassar.

Contoh faktur pembelian:

Contoh Faktur Penjualan


24 | Pengantar Akuntansi 1

Contoh Cek :

Contoh Bukti Penerimaan Kas:

Contoh Bukti Pengeluaran


Pengantar Akuntansi 1 | 25

Laporan Keuangan Dan Unsur-Unsurnya


Pada akhir siklus akuntansi, akuntan perusahaan harus membuat laporan
keuagnan perusahaan untuk berbagai pihak yang membutuhkan. sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan tahun 2007 yang berlaku di Indonesia laporan
keuangan terdiri dari :
1. Laporan Laba rugi (Income statement) adalah suatu laporan yang
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
dalam suatu periode akuntansi atau satu tahun. secara umum laporan
laba rugi terdiri dari unsur pendapatan dan unsur beban usaha.
pendapatan usaha dikurangi dengan beban usaha akan menghasilkan
laba usaha.

Pendapatan Xxxxxx
Beban usaha (xxxx)
Laba Usaha Xx

 Pendapatan adalah kenaikan kekayaan perusahaan akbiat penjualan


produk perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan usaha
normal.
 Beban Usaha adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan
perusahaan untuk memperoleh barang dan jasa yang digunakan di
dalam usaha normal perusahaan dan bermanfaat pada suatu periode
tertentu. beban usaha terdiri dari berbagai beban yang berbeda
antara satu perusahaan dengan yang lainnya : seperti beban gaji,
beban transportasi, beban listrik dan telepon, dan sebagainya.
di dalam perusahaan dagang, penjualan (pendapatan) dikurangi
dengan harga pokok penjualan akan menghasilkan laba kotor. laba kotor
dikurangi dengan beban usaha akan menghasilkan laba usaha.
26 | Pengantar Akuntansi 1

2. Laporan Perubahan Modal (Satetemen of Owner’s Equity) adalah suatu


laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik atau laba yang tidak
dibagikan dalam suatu periode akuntansi akibat transaksi usaha selama
periode tersebut. secara umum, pada sebuah perusahaan perseorangan,
laporan perubahn modal terdiri dari unsur modal, laba usaha dan prive.
modal pada awal periode ditambah dengan laba usaha periode tersebut,
dikurangi dengan prive yang dilakukan pemilik perusahaan, akan
menghasilkan modal pada akhir periode.
Modal awal periode xxxxxx
Laba Usaha xxxx
Prive (xxx)
Modal, Akhir periode xxxxx

 Modal adalah harta kekayaan yang ditanamkan oleh pemilik


perusahaan ke dalam perusahaan yang dimilikinya.
 Laba Usaha adalah selisih antara pendapatan yang diperoleh
perusahaan pada suatu periode dengan beban usaha yang
dikeluarkannya pada periode tersebut.
 Prive adalah pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan
pribadi pemilik perusahaan

3. Neraca (Balance sheet) adalah suatu daftar yang menunjukkan posisi


sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber
daya tersebut diperoleh. secara umum neraca dibagi ke dalam 2 sisi, yaitu
sisi aktiva dan sisi pasiva. sisi aktiva merupakan daftar kekayaan yang
dimiliki perusahaan pada suatu saat tertentu. sedangkan sisi passive
merupakan sumber dari mana harta kekayaan tersebut diperoleh. sumber
kekayaan tersebut terdiri dari 2 kelompok besar, yaitu hutang dan modal.
Karena itu jumlah aktiva dan passive harus selalu sama dan seimbang
(balance).
Neraca
AKTIVA PASIVA

Hutang

Modal
Pengantar Akuntansi 1 | 27

 Aktiva adalah harta kekayaan yang dimiliki perusahaan pada suatu


periode teretntu. Kekayaan tersebut dapat berupa uang (kas), tagihan
(piutang), persediaan barang dagangan, peralatan kantor, kendaraan,
bangunan, tanah dan sebagainya.
 Hutang adalah kewajiban untuk membayar kepada pihak lain
sejumlah uang, barang atau jasa di masa mendatang akibat transaksi
di masa lalu. hutang di neraca menunjukkan bahwa sebagian dari
harta kekayaan yang dimliki perusahaan berasal dari pinjaman
kepada pihak lain di masa lalu
 modal adalah harta kekayaan yang ditanamkan oleh pemilik
perusahaan ke dalam perusahaan yang dimilikinya. harta kekayaan
yang ditanamkan pemilik di dalam perusahaan dapat berupa uang
tunai, kendaraan, bangunan, mesin, tanah dan sebagainya.

Bentuk Neraca
Bentuk susunan neraca seperti terlihat di samping disebut dengan bentuk T. Di
mana di sebelah kiri disusun deretan aktiva atau harta perusahaan dan di
sebelah kanan disusun deretan pasiva yang dibagi ke dalam dua kelompok besar
yaitu hutang dan modal.
Neraca dapat pula disusun dengan urutan dari atas ke bawah (vertical)
yang disebut sebagai bentuk laporan. Neraca berbentuk laporan menyusun
aktiva dan pasiva ke dalam urutan dari atas ke bawah seperti terlihat berikut ini :

Neraca
- Kas xxx
- Piutang Xxx
- Aktiva tetap xxx
Total Aktiva xxxxx

HUTANG xxx

MODAL xxx

Total Pasiva xxxxx


28 | Pengantar Akuntansi 1
4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) adalah suatu laporan yang
menunjukkan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan di dalam
satu periode akuntansi, besrta sumber-sumbernya. Walaupun terdapat
begitu banyak aktivitas yang dilakukan suatu perusahaan dengan berbagai
keunikan produknya, tetapi secara umum semua aktivitas perusahaan dapat
dikelompokkan ke dalam tiga kelompok aktivitas utama berkaitan dengan
penyusunan laporan arus kas. Ketiga kelompok aktivitas utama tersebut
adalah :
a. Aktivitas Operasi yaitu berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya
perusahaan untuk menghasilkan produk, sekaligus semua upaya yang
terkait dengan upaya menjual produk tersebut. Berarti, semua aktivitas
yang berkaitan dengan upaya untuk memperoleh laba usaha dimasukkan
ke dalam kelompok ini. Karena itu di dalam aktivitas ini tercakup beberapa
aktivitas utama, yaitu : penjualan produk perusahaan, penerimaan
piutang, pendapatan dari sumber di luar usaha utama, pembelian barang
dagangan, pembayaran beban tenaga kerja, pembayaran beban-beban
usaha lainnya.
b. Aktivitas Investasi adalah berbagai aktivitas yang terakit dengan
pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber
pendapatan perusahaan. seperti pembelian dan penjualan gedung,
tanah, mesin, kendaraan, pembelian obligasi/saham perusahaan lain dan
sebagainya.
c. Aktivitas Pembiayaan adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan
upaya untuk mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan
kebutuhan dana dari berbagai sumber beserta konsekuensinya. misalnya
penerbitan surat hutang, penerbitan obligasi, penerbitan saham baru,
pembayaran dividen, pelunasan hutang, dan sebagainya. Tetapi secara
umum, aktivitas pembiayaan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
Perolehan modal dari pemilik beserta konpensasinya dan perolehan harta
dari hutang beserta pembayaran kembali hutang yang dipinjam.
Berdasarkan pengelompokan sumber penerimaan dan pengeluaran
kas tersebut, maka laporan arus kas dapat disusun. Setiap elemen dari masing-
masing kelompok sumber tersebut akan mempengaruhi penerimaan dan
pengeluaran kas dari suatu perusahaan pada suatu periode.
Sedangkan format umum dalam menyusun laporan arus kas adalah sebagai
berikut :
- Kas yang berasal dari atau digunakan untuk :
 Aktivitas operasi .......................................................................... xxx
Pengantar Akuntansi 1 | 29

 Aktivitas investasi ........................................................................ xxx


 Aktivitas pembiayaan .................................................................. xxx
- Kenaikan (penurunan) bersih dalam kas dan setara kas ................. xxx
- Saldo kas pada awal tahun ............................................................... xxx
- Saldo kas pada akhir tahun .............................................................. xxx

Dari aktivitas operasi, jika penerimaan kas yang berasal dari pendapatan
melebihi besarnya beban yang dikeluarkan, sehingga menghasilkan laba, maka
laba usaha tersebut menjadi sumber penerimaan kas.

Tujuan Umum Laporan Keuangan


Laporan keuangan yang dihasilkan oleh setiap organisasi memiliki
suatu tujuan tertentu. Walaupun satu badan usaha memiliki bidang usaha
dan karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, tetapi
secara umum laporan keuangan disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai
sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan
dalam sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan yang timbul dalam
aktivitas usaha dalam rangkamemperoleh laba.
3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai
laporan dalam mengestimasi potensi perusahaan guna menghasilkan
laba di masa mendatang.
4. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai
laporan dalam mengestimasi potensi perusahaan guna menghasilkan
laba,
5. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam
sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, seperti informasi mengenai
aktivitas pembelanjaan dan investasi.
6. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan
dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pengguna
laporan, seperti informasi mengenai kebijaksanaan akuntansi yang dianut
perusahaan.

Kualitas Laporan Keuangan


Walaupun setiap perusahaan memiliki bidang usaha dan karakteristik
yang berbeda satu sama lain sehingga rincian laporan keuangan satu
30 | Pengantar Akuntansi 1
perusahaan dengan perusahaan lainnya dapat berbeda, tetapi setiap laporan
keuangan yang dihasilkan oleh setiap institusi harus memenuhi beberapa
standar kualitas berikut ini agar bermanfaat :
1. Relevan
Setiap jenis laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan harus
sesuai dengan maksud penggunaannya sehingga dapat bermanfaat.
Karena itu, dalam proses penyusunan laporan keuangan akuntan harus
memfokuskan kepada tujuan umum pemakai laporan keuangan.
2. Dapat dimengerti
Laporan keuangan harus disusun dengan istilah dan bahasa yang se
sederhana mungkin sehingga dapat dimengerti oleh pihak yang
membutuhkannya. Laporan keuangan yang tidak dapat dimengerti tidak
akan ada manfaatnya sama sekali.
3. Daya uji
Informasi keuangan yang dihasilkan suatu perusahaan harus dapat diuji
kebenarannya oleh seorang pengukur yang independen dengan
menggunakan metode pengukuran yang sama.
4. Netral
Informasi keuangan harus ditujukan kepada tujuan umum pengguna,
bukan ditujukan kepada pihak tertentu saja. Laporan keuangan tidak
boleh berpihak pada salah satu pengguna laporan keuangan tersebut.\
5. Tepat waktu
Laporan keuangan harus dapat disajikan sedini mungkin agar dapat
digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan. Laporan
keuangan yang terlambat penyampaiannya akan membuat pengambilan
keputusan perusahaan menjadi tertunda dan tidak relevan lagi dengan
waktu dibutuhkannya informasi tersebut.
6. Daya banding
Laporan keuangan suatu perusahaan harus dapat dibandingkan dengan
laporan keuangan perusahaan itu sendiri pada periode-periode
sebelumnya, atau dengan perusahaan lain yang sejenis pada periode
yang sama.
7. Lengkap
Informasi keuangan harus menyajikan semua fakta keuangan yang
penting menyajikan fakta-fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak
akan menyesatkan pembacanya. Maka harus terdapat klasifikasi,
susunan serta istilah yang layak dalam laporan keuangan. Demikian pula
Pengantar Akuntansi 1 | 31

semua fakta atau informasi tambahan yang dapat mempengaruhi perilaku


dalam pengambilan keputusan, harus diungkapkan dengan jelas.

Asumsi Dasar
Dalam mengembangkan Standar Akuntansi Keuangan, maka
dibuatlah asumsi-asumsi dasar tertentu. Asumsi-asumsi (assumptions) ini
memberikan landasan bagi proses akuntansi. Asumsi-asumsi ini sedemikian
mendasarnya bagi aktivitas ekonomi sehingga diterima sebagaimana adanya
dalam melakukan bisnis. Asumsi-asumsi ini perlu diketahui karena, bersama
dengan prosedur-prosedur tertentu, menentukan aturan-aturan dan
seperangkat batasan praktik-praktik akuntansi. Asumsi-asumsi tersebut
menunjukkan kejadian-kejadian apa yang akan diperhitungkan dan dengan
cara seperti apa. Dalam mencatat transaksi-transaksi bisnis, akuntan
bergantung pada asumsi-asumsi atau konsep-konsep mendasar tertentu.
Baikpenyusun maupun pembaca laporan keuangan sepantasnya memahami
asumsi-asumsi atau konsep-konsep akuntansi.

1. Asumsi Satuan Moneter


Akuntan tidaklah mencatat segala aktivitas dari entitas ekonomi. Mereka
hanya mencatat kegiatan-kegiatan usaha yang dapat diukur dalam istilah-
istilah moneter (monetary terms). Di Indonesia, pertukaran diukur dalam
mata uang rupiah. Dengan begitu, jumlah rupiah atau setara dengan
rupiah (dalam transaksi bukan tunai) haruslah menjadi ukuran dari
kegiatan-kegiatan ekonomi dari entitas ekonomi. Asumsi satuan moneter
(monetary unit assumption) mensyaratkan bahwa hanya data transaksi
yang dapat dinyatakan dalam uang saja yang boleh dimasukkan dalam
catatan-catatan akuntansi dari entitas ekonomi. Karena uang merupakan
media pertukaran (medium of exchange) yang sering dipakai, asumsi ini
memungkinkan akuntansi mengkuantifikasikan (mengukur) kejadian
ekonomi. Dalam memakai rupiah sebagai satuan pengukuran untuk
menjelaskan transaksi-transaksi bisnis, para akuntan pada prinsipnya
mengabaikan pengaruh inflasi. Para akuntan mencatat jumlah rupiah dari
suatu transaksi dengan memakai rupiah yang dipertukarkan dalam
transaksi tersebut; mereka tidak memperhitungkan banyaknya barang
atau jasa yang dapat dibeli oleh rupiah tersebut setahun lalu atau yang
sanggup dibelinya satu tahun ke depan.
32 | Pengantar Akuntansi 1
2. Asumsi Entitas Ekonomi
Entitas ekonomi (economic entity) adalah setiap organisasi atau aktivitas
terhadapnya laporan -laporan akuntansi disusun. Entitas ekonomi dapat
berupa suatu organisasi ataupun bagian di dalam suatu masyarakat.
Entitas ekonomi dapat berbentuk sebuah perusahaan, badan pemerintah,
yayasan, sekolah, perguruan tinggi, dan lain-lain. Entitas ekonomi ini
melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi seperti membeli dan menjual
produk, atau menyediakan maupun mengkonsumsi jasa. Dengan
memproses data secara sistematis, akuntansi membuahkan informasi
tentang transaksi-transaksi ekonomi yang dilakukan oleh entitas ekonomi
tersebut dan perihal kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka.
Transaksi (transaction) adalah pertukaran sukarela antara entitas
ekonomi, biasanya berlangsung pada saat sebuah entitas menjual produk
atau jasa yang dibeli oleh entitas ekonomi lainnya. Asumsi entitas
ekonomi (economic entity assumption) menyatakan bahwa kejadian-
kejadian ekonomi dapat diidentifikasi dengan suatu satuan akuntabilitas
(pertanggungjawaban) tertentu. Asumsi ini mensyaratkan bahwa
aktivitas-aktivitas entitas ini terpisah dan berbeda dari (1) aktivitas-
aktivitas pemiliknya, (2) semua entitas ekonomi lainnya. Apabila asumsi
ini tidak diikuti secara cermat, maka informasi yang dilaporkan perihal
posisi keuangan dan laba bersih perusahaan tidak akan berfaedah untuk
keputusan-keputusan kredit dan investasi yang rasional.

3. Asumsi Periode Waktu atau Periodisitas


Para investor, kreditor, dan pihak lainnya membuat keputusan-keputusan
alokasi sumber daya secara terus-menerus dan membutuhkan informasi
keuangan yang tepat waktu untuk membantu mereka dalam mengambil
keputusan. Oleh karena itu, pihak-pihak yang dilayani oleh data
keuangan yang dilaporkan secara eksternal tersebut menekankan
periodisitas atas entitas akuntansi. Asumsi periodisitas (periodicity
assumption) atau asumsi periode waktu (time period assumption)
bermakna bahwa kegiatan-kegiatan ekonomi dari suatu entitas ekonomi
dipecah-pecah ke dalam berbagai periode waktu untuk tujuan-tujuan
pelaporan keuangan. Periode waktu yang lazim dipakai dalam pelaporan
keuangan adalah satu tahun. Pada akhirnya semua perusahaan
menyusun laporan keuangan tahunan. Banyak pula perusahaan yang
menyusun laporan keuangannya pada interval waktu yang lebih sering
karena para pembaca laporan keuangan, terutama manajer-manajer,
Pengantar Akuntansi 1 | 33

memerlukan informasi yang lebih gencar untuk mengambil berbagai


keputusan bisnis. Laporan keuangan disusun pada interval yang teratur
karena para pembaca laporan ingin menganalisis perbaikan kinerja
perusahaan.

4. Asumsi Kontinuitas atau Kelangsungan Usaha


Laporan keuangan pada umumnya disusun bertumpukan pada asumsi
kelangsungan usaha (going concern assumption) atau asumsi kontinuitas
(continuity assumption) perusahaan dan akan melanjutkan usahanya di
masa depan. Karena itu, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau
berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala
usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan
mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang
dipakai haruslah diungkapkan. Asumsi kelangsungan usaha ini
mendukung penggunaan biaya perolehan historis (historical cost) untuk
mengukur aktiva, seperti mesin dan perlengkapan kantor, yang akan
dipakai dalam kegiatan usaha. Konsep kelangsungan usaha menyiratkan
bahwa perusahaan akan beroperasi cukup lama untuk memakai aktiva
dan perlengkapan kantor tersebut.

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini !

1. Siklus akuntansi adalah tahap-tahap yang harus dilalui sejak awal sampai
akhir dari akuntansi sehingga menghasilkan informasi keuangan.
Sebutkan dan jelaskan dengan baik bagian-bagian dan tahapan di dalam
siklus akuntansi umum yang dikenal akuntansi!
2. Apakah perbedaan antara akun (account), dan buku besar (general
ledger), serta neraca saldo? Jelaskan!
3. Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan. Sebutkan dan
jelaskan laporan keuangan yang sesuai Standar Akuntansi Keuangan
2007 yang berlaku di Indonesia!
4. Setiap jenis laporan keuangan yang dihasilkan suatu perusahaan
memiliki susunan standar yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan
34 | Pengantar Akuntansi 1
di Indonesia. Sebutkan susunan dari setiap jenis laporan keuangan yang
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan 2007!
5. Walaupun satu badan usaha memiliki bidang usaha dan karakteristik
yang berbeda satu sama lain, tetapi secara umum laporan keuangan
disusun dengan tujuan yang sama. Sebutkan tujuan umum disusunnya
laporan keuangan bagi suatu perusahaan di Indonesia!
6. Terdapat beberapa hal yang menjadi asumsi dasar dan melandasi
struktur akuntansi. Sebutkan dan jelaskan asumsi-asumsi yang menjadi
anggapan dasar dalam akuntansi di Indonesia!
7. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus memiliki
kualitas yang baik agar berguna bagi berbagai pihak yang membutuhkan
informasi tersebut. Sebutkan kualitas standar yang harus dimiliki oleh
laporan keuangan yang disajikan oleh suatu perusahaan!
Pengantar Akuntansi 1 | 35

BAB 3
PERSAMAAN DASAR
AKUNTANSI
Istilah- Istilah Akuntansi
Setiap bidang ilmu akan menggunakan suatu istilah khusus untuk
menyebut beberapa hal di dalam bidang tersebut. Demikian juga dengan ilmu
akuntansi. Akuntansi menggunakan beberapa istilah khusus sebagai suatu
kebiasaan yang sering dipakai di dalam bidang akuntansi. Walaupun banyak
istilah di dalam akuntansi tersebut bukan merupakan kata-kata yang asing
sama sekali bagi masyarakat umum, tetapi tetap saja digunakan sebagai
suatu istilah baku di dalam akuntansi. Untuk mempelajari akuntansi pada
tahap awal, perlu sekali mengenal beberapa istilah yang biasa dipakai bidang
akuntansi. Beberapa istilah dasar yang biasa dipakai di dalam bidang
akuntansi antara lain :
36 | Pengantar Akuntansi 1
 Kas (Cash) adalah alat pembayaran milik perusahaan yang siap
digunakan, seperti cek kontan, uang tunai (uang kertas dan uang logam).
 Piutang (Account Receivable) adalah hak perusahaan yang masih
dibawa oleh pihak lain. Seperti tagihan atas penjualan, atau tagihan
kepada karyawan atas pinjamannya ke perusahaan.
 Perlengkapan Kantor (Office Supplies) adalah barang/bahan pelengkap
aktivitas perusahaan yang biasanya berumur pendek (kurang dari satu
tahun) dan bisa habis karena pemakaian, seperti kertas, pulpen, tinta, dll.
 Peralatan Kantor (Office Equipments) adalah alat-alat yang dimiliki
perusahaan dan digunakan dalam operasi jangka panjang, seperti: meja,
kursi, komputer, dsb.
 Kendaraan (Vehicles) adalah alat transportasi yang dimiliki perusahaan
dan digunakan di dalam operasi.
 Bangunan (Buildings) adalah gedung permanen yang dimiliki dan
digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha rutin.
 Tanah (Land) adalah lahan berupa tanah kosong atau lahan tempat suatu
bangunan berdiri yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk
aktivitas usaha rutin.
 Hutang Usaha (Account Payable) adalah kewajiban untuk membayar
sejumlah uang, barang atau jasa kepada pihak lain yang timbul akibat
transaksi yang dilakukan perusahaan di masa lalu.
 Modal/Modal Sahara (Capital/Capital Stocks = Owners Equity)
menunjukkan setoran harta pemilik kepada perusahaan yang sekaligus
sebagai bukti kepemilikan. Setoran harta dapat berupa uang tunai
ataupun harta lain seperti mesin, tanah, gedung, dsb.
 Prive (Drawing/Withdrawals) adalah pengambilan uang perusahaan oleh
pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
 Dividen (Dividends) adalah bagian dari laba usaha perusahaan yang
dibagikan kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) sebagai
imbalan atas setoran modal pemilik. Aktivitas pembagian dividen hanya
dilakukan di dalam perusahaan berbentuk Korporasi/Perseroan Terbatas
(PT). Perusahaan berbentuk perseorangan atau firma, tidak
menggunakan akun dividen.
 Pendapatan (Revenues) adalah kenaikan modal perusahaan yang timbul
akibat penjualan produk perusahaan. Istilah pendapatan biasanya
digunakan oleh perusahaan jasa, sedangkan perusahaan dagang atau
Pengantar Akuntansi 1 | 37

perusahaan manufaktur lebih banyak menggunakan istilah Penjualan


(sales) untuk mencatat trasaksi yang sama.
 Biaya (Cost) adalah pengorbanan ekonomis untuk memperoleh barang
atau jasa, di mana manfaat dari barang atau jasa tersebut dinikmati dalam
waktu lebih dari satu tahun (jangka panjang)
 Beban (expenses) adalah pengorbanan ekonomis untuk memperoleh
barang atau jasa yang manfaatnya dinikmati hanya dalam waktu satu
tahun atau satu periode akuntansi saja dengan kata lain, beban adalah
biaya yang manfaatnya hanya dirasakan dalam waktu satu tahun atau
biaya yang tidak memiliki manfaat lagi di masa mendatang.

Persamaan Dasar Akuntansi


Transaksi akuntansi (accounting transaction) adalah kejadian
ekonomi yang membutuhkan pengakuan akuntansi. Oleh karena itu, kejadian
yang mempengaruhi elemen apa saja dari persamaan akuntansi (aktiva,
kewajiban, dan ekuitas pemilik) mestilah dicatat. Transaksi-transaksi bisa
bersifat internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi eksternal (external
transactions) melibatkan kejadian-kejadian ekonomi di antara perusahaan
dengan pihak luar atau perusahaan lain. Transaksi-transaksi internal (internal
transactions) bersangkut-paut kejadian-kejadian ekonomi yang berlangsung
di dalam sebuah perusahaan. Contoh transaksi internal adalah pemakaian
keperluan kantor.
Suatu transaksi dapat pula berupa suatu pertukaran nilai (yakni suatu
pembelian, penjualan, pembayaran, penagihan, atau pinjaman) antara dua
atau lebih pihak yang independen. Kendatipun demikian, suatu transaksi bisa
pula berbentuk suatu kejadian ekonomi yang mempunyai imbas yang sama
seperti halnya transaksi pertukaran namun tidak melibatkan suatu
pertukaran. Beberapa contoh transaksi yang bukan pertukaran adalah
kerugian akibat kebakaran, banjir, kecelakaan, kerusakan, dan lain-lain.
Sebuah dokumen sumber biasanya mendukung bukti keberadaan
transaksi. Dokumen sumber (source document) adalah setiap bukti tertulis
atau tercetak dari transaksi bisnis yang merekam fakta-fakta esensial dari
transaksi tersebut. Contoh-contoh dokumen sumber adalah penerimaan kas,
cek yang dikeluarkan dan diterima, tagihan yang dikirimkan kepada para
pelanggan, pita register kas, dan wesel yang diterbitkan atau diterima.
Berikut ini disajikan transaksi-transaksi bisnis serta pencatatannya
dalam persamaan akuntansi.
38 | Pengantar Akuntansi 1
Transaksi I : Investasi oleh Pemilik Usaha Transaksi pertama yang
menciptakan persamaan akuntansi biasanya melibatkan modal yang
dibenamkan oleh pemilik usaha. Setoran permulaan sumber daya harus
dicatat pada buku perusahaan dalam rangka memperlihatkan aktiva yang
baru dan klaim atas aktiva tersebut. Dalam contoh ini, aktiva didanai
seluruhnya oleh pemilik usaha. Sebagai contoh, pada 1 Maret 2002 Cecep
Gorbacep mendirikan usaha persewaan komputer di sekitar lokasi kos-kosan
mahasiswa. Usahanya ini diberi nama Cecep Computer. Cecep
menginvestasikan Rp .4. 000.000 uangnya untuk memulai usaha persewaan
komputernya ini. Dana ini disimpan dalam rekening gironya atas nama Cecep
di Bank Niaga. Transaksi ini dicatat dalam persamaan akuntansi sebagai
berikut:
Aktiva Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Kas = Modal Cecep


(1) + 4.000.000 + 4.000.000

Analisis transaksi. Transaksi pertama ini meningkatkan aktiva, yaitu


Kas (yang berada pada sebelah kiripersamaan akuntansi) sebesar
Rp4.000.000, dan ekuitas pemilik, yakni Modal Cecep (yang terletakpada sisi
kanan persamaan akuntansi). Agar seimbang dengan peningkatan Kas,
maka peningkatan ekuitas pemilikjuga harus sebesar Rp4.000.000.
Rekeningyang dipakai untuk merangkum ekuitas pemilik dalam perusahaan
disebut Modal (Capital). Rekening modal merupakan rekening ekuitas pemilik
(dalam contoh ini adalah rekening Modal Cecep).
Transaksi 2: Pembelian Tanah Secara Tunai . Cecep membeli tanah
di Jakarta Barat untuk lokasi kantornya. Tanah dibeli secara tunai
Rp2.000.000. Transaksi ini dicatat dalam persamaan akuntansi:

Analisis transaksi. Pembelian tanah secara tunai telah meningkatkan


aktiva, yakni Tanah, dan menurunkan aktiva lainnya, yaitu Kas, dengan
jumlah yang sama sebesar Rp2.000.000. Pada akhir transaksi jumlah &is
Pengantar Akuntansi 1 | 39

tinggal Rp2.000.000, Tanah senilai Rp2.000.000, dan ekuitas pemilik tetap


sebesar Rp4.000.000.
Transaksi 3: Pembelian Keperluan Kantor Secara Kredit Cecep
membeli keperluan kantor (office supplies) dari Toko Angin Malam yang
nilainya Rp 120.000 dan berjanji akan melunasi pembelian ini 30 hari
kemudian. Jenis pembelian seperti ini disebut pembelian secara kredit
(purchase on account). Kewajiban yang tercipta disebut utang dagang
(account payable). Transaksi pembelian kredit ini akaa dicatat dalam
persamaan akuntansi seperti berikut:

Analisis transaksi. Pos yang terpengaruh adalah Keperluan Kantor


(pada sisi debit) dan-Utang Dagang (pada sisi kredit, Kewajiban). Karena
Cecep wajib membayar Rp 120.000 di masa yang akan datang namun tidak
menandatangani surat promes (promissory note) formal, maka kewajiban
inidisebutsebagai UtangDagang (Account Payable), bukan sebagai
WesdBayar (Note Payable).
Transaksi 4: Pendapatan Diterima Tunai Cecep memperoleh
pendapatan jasa (service Revenue) dengan memberikan jasa penyewaan
komputer. Cecep menerima pendapatan tunai sebesar Rp.5OO.OOO.
Persamaan akuntansi dari transaksi ini adalah:

Analisis transaksi. Transaksipenjualan barangataujasa


mengakibatkan kenaikan ekuitas pemilik. Kenaikan ekuitas pemilik yang
berasal dari kegiatan usaha disebut pendapatan. Manakala kas diterima dari
penjualan, jumlah aktiva dan ekuitas pemilik akan meningkat. Transaksi
pemberianjasa yang langsung dibayar secara tunai oleh pelanggan
40 | Pengantar Akuntansi 1
mengakibatkan peningkatan aktiva Kas dan kenaikan Modal Cecep, yang
masing-masing sejumlah Rp5OO.OOO. Transaksi pendapatan ini
menyebabkan bisnis bertumbuh, sepertiyang diperlihatkan oleh kenaikan
jumlah aktiva dan kewajiban ditambah ekuitas pemilik.
Transaksi 5: Pendapatan Diterima Secara Kredit Cecep memberikan
jasafotokopi kepada C.V. Lintas yang nilainya sebesar Rp200.000. Namun
C.V. Lintas baru akan membayar hasil foto kopian tersebut 2 minggu
kemudian. Transaksi ini akan dicatat dalam persamaan akuntansi sebagai
berikut:

Analisis transaksi. Alih-alih mensyaratkan pembayaran secara tunai


pada saat jasa diberikan atau barang-barang dijual, perusahaan dapat pula
menerima pembayaran belakangan (di kemudian hari). Pendapatan seperti
ini disebut penghasilan jasa secara kredit (fees on account) atau penjualan
secara kredit (sales on account). Dalam keadaan seperti ini, perusahaan
mempunyai piutang dagang (account receivable), yang merupakan klaim
terhadap pelanggan. Transaksi 5 ini mendongkrak aktiva Piutang Dagang
dan Modal Cecep, masing-masing sebesar Rp.200.000. Transaksi ini juga
memekarkan bisnis.
Transaksi 6: Pembayaran Beban Secara Tunai Dalam memutar
rodabisnis persewaan komputernya, Cecep mengeluarkan beban-beban
operasi. Beban-beban yang dibayar secara tunai oleh Cecep adalah beban
gaji karyawan Rp 182.000, beban listrik bulan ini Rp. 24.000, beban sewa
kantor Rp88.000, dan beban pita printer Rp 30.000. Transaksi-transaksi di
atas akan dicatat dalam persamaan akuntansi dengan cara seperti ini:
Pengantar Akuntansi 1 | 41

Analisis transaksi. Suatu transaksi untuk membayar barang dan jasa


yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha akan mengakibatkan
penurunan ekuitas pemilik. Beban (expense) adalah penurunan ekuitas
pemilik yang terjadi dalam kegiatan-kegiatan usaha perusahaan. Karena
beban mempunyai imbasyang berlawanan dengan pendapatan, beban ini
menyebabkan perusahaan menciut, seperti yang diperlihatkan oleh jumlah
aktiva dan ekuitas pemilik yang semakin kecil. Dalam Transaksi 6 di atas,
pembayaran beban secara tunai mengakibatkan penurunan yang sama
dalam aktiva dan ekuitas pemilik. Kas menurun sebesar Rp324.000 dan
Modal Cecep juga merosot dalam jumlah yang sama.
Transaksi 7: Pelunasan Utang Dagang Cecep melunasi semua utang
dagangnya kepada Toko Angin Malam (lihat Transaksi 3) atas pembelian
keperluan kantor terdahulu. Utang yang dilunasi adalah sebesar Rp 120.000.
Transaksi ini akan dicatat dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

Analisis transaksi. Pengaruh transaksi ini atas persamaan akuntansi


adalah penurunan jumlah aktiva Kas dan kewajiban Utang Dagang. Besarnya
kedua penurunan tersebut masing-masing adalah Rp 120.000. Pelunasan
atas Utang Dagangperusahaan tidaklah mempunyai dampak atas Keperluan
Kantor dikarenakan pembayaran ini tidak meningkatkan ataupun
menurunkan keperluan yang tersedia untuk kegiatan usaha.
Transaksi 8: Kegiatan di Luar Usaha Cecep memperbaikimotornya
yang rusak. Beban reparasi di bengkel sebesar Rp.30.000 dan Cecep
membayarnya dari uang di kantongnya sendiri (bukan uang dari usahanya).
Peristiwa ini bukan merupakan transaksi bisnis sehingga tidak perlu dicatat
atau dimasukkan ke dalam persamaan akuntansi.
Transaksi 9: Penerimaan Pelunasan Utang C.V. Lintas melunasi
utangnya kepada Cecep (lihat Transaksi 5) sebesar Rp. 200.000. Transaksi
pelunasan utang oleh C.V. Lintas ini akan dicatat oleh Cecep dalam
persamaan akuntansinya dengan cara seperti ini:
42 | Pengantar Akuntansi 1

Analisis transaksi. Dalam Transaksi 5, Cecep memberikan jasa


fotokopiannya kepada C.V. Lintas secara kredit. Kini Cecep menagih piutang
nya dari C.V. Lintas sebesar Rp200.000. Cecep akan mencatat suatu
kenaikan pada aktiva Kas, dan melakukan pengurangan pada aktiva Piutang
Dagang (karena telah dilunasi oleh C. V. Lintas). Cecep tidak perlu lagi
mencatat kenaikan pendapatanjasa karena telah mencatat pendapatan ini
pada Transaksi 5 sebelumnya.
Transaksi 10: Penarikan Dana Usaha Cecep mengambil Rp. 270.000
dari usahanya untukdigunakan membayar biayaperawatan anaknya di rumah
sakit. Penarikan atau prive (withdrawal) ini akan dicatat dalam persamaan
akuntansi dengan cara demikian:

Analisis transaksi. Aktiva yang diambil dari perusahaan untuk


penggunaan pribadi pemilik disebut prive. Prive akan menurunkan ekuitas
pemilik. Kendatipun pemilik sebenarnya dapat menarik aktiva apapun dari
perusahaan, namun aktiva yang biasanya diambil oleh pemilik adalah aktiva
kas. Transaksi ini mengakibatkan penurunan pada aktiva Kas dan Modal
Cecep. Penurunan di kedua pos itu sama besarnya, yaitu Rp.270.000.
Dampakpenarikan atau prive ini berlawanan dengan pengaruh investasi oleh
pemilik. Pembayaran kas di sini bukanlah beban usaha, melainkan suatu
penarikan bagian dari ekuitas pemilik. Prive tidaklah menunjukkan adanya
aset yang dikonsumsi ataupun jasa yang digunakan dalam proses meraup
pendapatan. Penurunan modal ekuitas pemilik akibat prive ini akan tercantum
dalam persamaan akuntansi di bawah Modal Cecep karena prive dianggap
sebagai distribusi modal kepada pemilik.
Pengantar Akuntansi 1 | 43

Transaksi 11: Penjualan tanah Cecep menjual sebagian lahan


tanahnya dengan harga sebesar Rp.1.000.000. Pembayaran langsung
diterima tunai. Transaksi ini dicatat dalam persamaan akuntansi sebagai
berikut:

Analisis transaksi. Transaksi 11 inimengakibatkan aktiva Kas


bertambahK.pl.000.000, namun di lain pihak aktiva Tanah berkurang dalam
jumlah yang sama. Aktiva Kas bertambah karena adanya aliran masuk uang
ke dalam kas perusahaan yang diperoleh dari hasil penjualan tanah.
Sedangkan aktiva Tanah berkurang dalam jumlah yang sama karena
sebagian tanah ini dijual.
Transaksi 12: Peminjaman Dana Bank Untuk mempertangguh usaha
penyewaan komputernya, Cecep meminjam uang dari Bank BCA sebesar
Rp.600.000 dengan bunga 20 persen per tahun. Cecep bersedia
menandatangani surat promes atas pinjaman dari Bank BCA. Transaksi ini
akan dicatat dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

Analisis transaksi. Transaksi 12 ini mengakibatkan aktiva Kas


bertambah sebesar Rp.600.000. Pertambahan aktiva ini berasal dari dana
yang dipinjamkan oleh Bank BCA. Sebagai jaminan atas dana yang dipinjam
ini, Cecep menandatangani surat prores sehingga kewajiban perusahaan
(dalam bentuk Wesel Bayar) juga ikut melonjak sebanyak Rp.600.000.
Transaksi 13: Tagihan Rekening Telefon Cecep menerima tagihan
telefon untuk bulan ini sebesar Rp.38.000. Pembayaran tagihan telefon ini
ditunda sementara dan baru akan dibayar oleh Cecep minggu berikutnya.
Transaksi penundaan pembayaran beban telefon ini dicatat dalam
persamaan akuntansi dengan cara seperti ini:
44 | Pengantar Akuntansi 1

Analisis transaksi. Transaksi 13 ini mengakibatkan kenaikan


kewajiban Utang Dagang sebesar Rp.3.8000, namun penurunan pada
ekuitas pemilik (Modal Cecep) sebesar jumlah yang sama. Ekuitas pemilik
akan mengalami penurunan apabila terjadi pengeluaran beban-beban
kegiatan usaha (beban telefon). Beban tidakharus selalu dibayar tunai
manakala beban tersebut dikeluarkan. Apabila dilakukan pembayaran
terhadapnya di belakangan hari, maka kewajiban Utang Dagang akan
berkurang dan aktiva Kasjuga akan berkurang. Setelah transaksi terakhir ini,
kedua sisi persamaan akuntansi masih tetap seimbang pada jumlah masing-
masing Rp5.606.000.
Rangkuman Transaksi Bisnis
Transaksi-transaksi usaha yang dilakukan oleh Cecep Computer disajikan di
bawah ini dalam upaya memperagakan dampak kumulatifnya atas
persamaan akuntansi. Nomor transaksi, dampak-dampak spesifik transaksi,
dan saldo-saldo setelah setiap transaksi berlangsung disajikan dalam
paparan ini. Fakta-fakta signifikan yang dapat dilihat dari ilustrasi Cecep
Computer ini adalah:

 Setiap transaksi yang terjadi semestinya dianalisis dari segi pengaruhnya


terhadap:
A. Tiga komponen persamaan akuntansi dasar.
B. Jenis-jenis khusus dari unsur-unsur setiap komponen.

 Dua sisi persamaan akuntansi (sisi debit dan sisi kredit) haruslah selalu
sama. Sisi debitnya adalah aktiva, sedangkan sisi kreditnya adalah
kewajiban dan ekuitas pemilik.

 Penyebab setiap perubahan dalam klaim pemilik atas aktiva-aktiva usaha


haruslah ditunjukkan dalam kolom ekuitas pemilik.
Pengantar Akuntansi 1 | 45

Basis Akuntansi
Basis akuntansi merupakan himpunan dari standar akuntansi yang
menetapkan kapan dampak keuangan dari transaksi harus diakui untuk tujuan
pelaporan keuangan.
Basis akuntansi ini berhubungan dengan kapan pengukuran dilakukan.
Basis akuntansi pada umumnya ada dua, yaitu basis kas dan basis akrual.
Basis Kas (Cash Bases)
Basis kas berarti mengakui dan mencatat transaksi keuangan pada saat
kas diterima atau dibayarkan. Basis kas mendasarkan konsepnya pada dua pilar
yaitu: pertama berupa pengakuan pendapatan dan kedua berupa pengakuan
beban. Waktu pengakuan pendapatan dalam basis kas adalah pada saat
perusahaan menerima pembayaran secara tunai, sementara pengakuan beban
adalah pada saat sudah dilakukan pembayaran secara tunai. Basis ini tidak
46 | Pengantar Akuntansi 1
mengakui adanya pendapatan yang masih harus diterima (piutang pendapatan)
dan beban yang akan dibayar (utang beban). Kas yang diterima dari pendapatan
untuk lebih dari satu periode akuntansi akan diakui seluruhnya sebagai
pendapatan pada periode akuntansi di mana pendapatan tersebut diterima.
Begitu pula kas yang telah dikeluarkan untuk beban beberapa periode akuntansi
mendatang akan diakui sebagai beban pada periode akuntansi di mana kas
tersebut dikeluarkan.
Basis Akrual (Acrual Bases)
Basis akrual berarti mengakui dan mencatat transaksi atau kejadian
keuangan pada saat terjadi atau saat perolehan. Basis akrual mengakui
pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi, yaitu ketika
transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas
diterima atau dibayar.
Contoh:
Pada tahun 2009, diterima uang dari pendapatan sewa sebesar Rp.
9.000.000 untuk sewa tiga tahun mendatang. Pendapatan bunga yang masih
harus diterima untuk tahun 2009 adalah Rp. 500.000. Dikeluarkan kas senilai Rp.
3.000.000 untuk beban dua tahun mendatang dan beban yang masih harus
dibayar sebesar Rp. Jadi, pendapatan dan beban untuk tahun 2009 menurut dua
basis akuntansi adalah sebagai berikut:
Basis akrual:
Pendapatan sebesar:
Kas diterima senilai 1/3 x Rp. 9.000.000 = Rp. 3.000.000
Pendapatan yang masih harus diterima = Rp. 500.000
Total pendapatan = Rp. 3.500.000
Beban sebesar:
Kas yang dikeluarkan ½ x Rp. 3.000.000 = Rp. l.500.000
Beban yang masih harus dibayar = Rp. 300.000
Total beban = Rp. l.800.000
Basis kas:
Pendapatan sebesar uang yang diterima = Rp. 9.000.000
Pendapatan yang masih harus diterima = Rp. 0
Total pendapatan = Rp. 9.000.000

Beban sebesar kas yang dikeluarkan = Rp. 3.000.000


Beban yang masih harus dibayar = Rp. 0
Total beban = Rp. 3.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 47

Pertanyaan Evaluasi

Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
1. Persamaan akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukkan jumlah
harta kekayaan suatu perusahaan yang selalu sama dengan penjumlahan
dari hutang dan modal perusahaan tersebut. Sebutkan jenis-jenis transaksi
yang dapat menambah dan mengurangi modal suatu perusahaan di dalam
persamaan akuntansi!
2. Akuntansi menggunakan istilah-istilah khusus di dalam mencatat dan
melaporkan transaksi/ aktivitas keuangan yang dilakukannya. Sebutkan
istilah (akun) khusus yang digunakan, jika memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Untuk menampung alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap
digunakan, seperti cek kontan, uang tunai (uang kertas dan uang logam).
b. Untuk menampung hak perusahaan yang masih dibawa oleh pihak lain
seperti tagihan atas penjualan, tagihan kepada karyawan atas
pinjamannya ke perusahaan, dsb.
c. Untuk menampung barang/bahan pelengkap aktivitas perusahaan yang
biasanya berumur pendek (kurang dari satu tahun) serta dapat habis
karena pemakaian, seperti kertas, pulpen, tinta, dll.
d. Untuk menampung alat-alat yang dimiliki perusahaan dan digunakan
dalam operasi jangka panjang, seperti : meja, kursi, komputer, dsb.
e. Untuk menunjukkan setoran harta pemilik kepada perusahaan yang
sekaligus sebagai bukti kepemilikan, baik berupa uang tunai ataupun
harta lain seperti mesin, tanah, gedung, dsb.
f. Digunakan untuk menampung penarikan uang perusahaan oleh pemilik
perusahaan untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan.
g. Digunakan untuk menampung bagian dari laba usaha perusahaan yang
dibagikan kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) berbentuk
perseroan terbatas sebagai imbalan atas setoran modal pemilik.

Soal-Soal Latihan.
Latihan 3.1
Pada awal bulan Agustus 2006, Tamara mendirikan sebuah perusahaan
penelitian pasar (market research) yang berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini
diberi nama “Tamara Research”. Selama bulan Agustus 2006, perusahaan ini
48 | Pengantar Akuntansi 1
melakukan serangkaian transaksi, sejak pendiriannya sampai dengan transaksi
dengan pihak eksternal, seperti terlihat berikut:
3/8/2006Tamara menyetorkan ke perusahaan uang sebesar Rp 85.000.000.
sebagai setoranmodal.
5/8/2006“Tamara Research”membeli perlengkapan kantor sebesar Rp
2.500.000. secaratunai.
8/8/2006“Tamara Research”membeli peralatan kantor sebesar Rp 15.000.000.
secaratunai.
11/8/2006“Tamara Research”memperoleh “memperoleh kredit usaha dari Bank
Permata” sebesar Rp. 50.000.000
14/8/2006“Tamara Research”membeli kendaraan bekas untuk operasional
kantor sehargaRp 80.000.000. secara tunai.
17/8/2006“Tamara Research”menyediakan jasa penelitian produk untuk PT. KFC
sebesarRp.35.000.000. PT. KFC belum membayar atas jasa yang
dimintanya.
21/8/2006“Tamara Research”memperoleh jasa penelitian produk dari PT. ATM
sebesar Rp.15.000.000. PT. ATM membayar tunai.
26/8/2006 “Tamara Research”menerima sebagian pembayaran piutang dari PT.
KFC sebesarRp 25.000.000.
30/8/2006 “Tamara Research”membayar berbagai biaya operasional, mulai dari
gaji pegawai, biaya listrik, telepon dan sebagainya sebesar Rp
12.000.000. secara tunai.
Berdasarkan data transaksi tersebut, buatlah persamaan akuntansi yang
diperlukan oleh “Tamara Research”untuk bulan Agustus 2006!

Latihan 3.2
Transaksi yang dilakukan “Batavia Transport” , sebuah perusahaan angkutan
yang dimiliki oleh Marcelino dan berlokasi di Jakarta, pada bulan Mei 2006 adalah
sebagai berikut :
2/5/2006 Marcelino menyerahkan uang sebesar Rp 20.000.000. dan sebuah
bus seharga Rp.275.000.000. sebagai setoran modal perusahaan.
4/5/2006 “Batavia Transport” menjual jasa angkutan karyawan kepada PT.
Harapan Jayasebesar Rp 9.000.000. secara tunai.
6/5/2006 “Batavia Transport” membeli peralatan kantor secara kredit sebesar
Rp.16.000.000.
8/5/2006 “Batavia Transport” membeli perlengkapan kantor secara tunai
sebesar Rp.3.200.000.ke toko “ATK”
Pengantar Akuntansi 1 | 49

9/5/2006 “Batavia Transport” memperoleh kredit usaha dari Bank Permata


sebesar Rp.300.000.000.
10/5/2006 “Batavia Transport” membeli sebuah minibus baru seharga Rp
265.000.000. secaratunai.
11/5/2006 “Batavia Transport” menjual jasa angkutan karyawan kepada PT.
Java Raya sebesarRp 7.000.000. secara kredit.
13/5/2006 “Batavia Transport” membayar hutang usaha ke Toko “ATK” sebesar
Rp3.200.000.
17/5/2006 “Batavia “Transport” menerima pembayaran piutang dari PT. Jaya
Raya sebesarRp.7.000.000.
22/5/2006 Marcelino menarik uang dari “Batavia Transport” sebesar Rp
4.000.000. untukkeperluan pribadi.
26/5/2006 “Batavia Transport” membayar berbagai biaya operasi usaha, seperti
gaji karyawansebesar Rp 3.100.000. dan biaya listrik & telepon
sebesar Rp 625.000. tunai.
Dari seluruh transaksi yang dilakukan “Batavia Transport” pada bulan Mei 2006
tersebut, tentukanlah dampak dari masing-masing transaksi tersebut dengan
memilih satu dari lima kemungkinan di bawah ini:
a. Menambah salah satu aktiva dan mengurangi aktiva yang lainnya!
b. Menambah aktiva dan menambah hutang perusahaan!
c. Menambah aktiva dan menambah modal pemilik!
d. Menambah aktiva dan mengurangi hutang perusahaan!
e. Mengurangi aktiva dan mengurangi modal pemilik!

Latihan 3.3
Adinda seorang insinyur elektro, dia ingin mendirikan sebuah biro pengetikan dan
reparasi komputer di Bandung. Karena itu dia mempersiapkan segala sesuatu
yang berkaitan dengan keinginannya itu, mulai dari proses perizinan, pembelian
peralatan, teknisi, tempat dan sebagainya. Akhirnya pada awal bulan Juli 2006
berdirilah “Adinda Komputer”. Aktivitas yang dapat dicatat selama bulan Juli 2006
adalah sebagai berikut:
a. Adinda menyerahkan uang tunai sebesar Rp 50.000.000., dan sebidang
tanah beserta bangunannya, masing-masing senilai Rp 100.000.000. dan Rp
75.000.000. sebagai setoran modal.
b. Adinda membeli perlengkapan usaha, seperti : kertas, tinta, pita, pulpen, dsb
di Toko ABC seharga Rp 2.500.000. secara tunai.
c. Adinda membeli peralatan usaha dari Toko “ATeKa” seperti: komputer,
printer, meja, kursi, peralatan reparasi, dsb seharga Rp 35.000.000. Dari
50 | Pengantar Akuntansi 1
jumlah tersebut sebanyak Rp 10.000.000. dibayar tunai dan sisanya belum
dibayar dan baru akan dibayar dua bulan berikutnya.
d. Adinda memperoleh kredit usaha dari Bank Mandiri dengan jaminan tanah,
sebanyak Rp.100.000.000.
e. Adinda Komputer memperbaiki 40 unit komputer PT. Pelangi dengan ongkos
Rp 19.500.000. dan dibayar tunai oleh PT. Pelangi.
f. Adinda Komputer menerima jasa pengetikan berbagai macam dokumen dari
PT. NusaIndah dengan nilai total sebesar Rp 12.000.000. Sampai akhir bulan
Juli 2006 PT. Nusa indah baru membayar sebanyak Rp 4.000.000. dan
sisanya belum dibayar.
g. Adinda Komputer membayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp
950.000.
h. Adinda membayar gaji pegawainya sebesar Rp 2.800.000.
i. Adinda membayar biaya bunga bank sebesar Rp 2.000.000.
j. PT. Nusa Indah membayar hutang usahanya kepada Adinda Komputer
sebesar Rp.8.000.000.
k. Adinda membayar sebagian hutang usaha ke toko “ATK” sebesar Rp
6.000.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah persamaan akuntansi yang diperlukan oleh
“Adinda Komputer”!

Latihan 3.4
Pada awal Agustus 2006 Karenina mendirikan sebuah perusahaan biro
perjalanan yang diberi nama “Nusa Indah” yang berkedudukan di Jakarta
Selatan. Selama bulan Agustus 2006 transaksi yang dilakukan “Nusa Indah”
berkaitan dengan proses pendirian dan transaksi lainnya adalah sebagai berikut:
2/8/2006 Karenina menyerahkan uang tunai dan enam buah kendaraan,
masing-masingsebesar Rp 80.000.000 dan Rp 320.000.000. sebagai
setoran modal.
4/8/2006 “Nusa Indah” memperoleh kredit usaha dari BCA sebesar Rp
200.000.000.dengan jaminan BPKB kendaraan perusahaan.
6/8/2006 Dibeli dari Toko Mebelindo sejumlah peralatan kantor (kursi, meja,
komputer,dll) bekas seharga Rp 47.000.000. di mana sebanyak Rp
15.000.000. dibayar tunaidan sisanya akan dilunasi secepatnya.
8/8/2006 Dibeli perlengkapan kantor (kertas, tinta, dll) seharga Rp 12.500.000.
secara tunai
Pengantar Akuntansi 1 | 51

11/8/2006 Dijual satu paket wisata ke Ball untuk 20 karyawan PT. Panah Merah
senilai Rp.47.500.000. Sebanyak Rp 22.500.000. telah dibayar tunai
sebagai uang muka dansisanya akan dilunasi secepatnya.
14/8/2006 Dijual satu paket wisata ke Jawa Timur kepada karyawan PT. ABC
senilai Rp.28.000.000. PT. ABC melunasi seluruh biaya tersebut.
15/8/2006 Dijual satu paket wisata ke Yogyakarta ke SMA 786 Jakarta senilai
Rp 22.000.000.Panitia wisata SMA 786 membayar tunai sebanyak
17.000.000. dan sisanya akandilunasi dalam 3 minggu.
16/8/2006 Dibeli 1 kendaraan bekas (Suzuki Carry Pick Up) untuk operasi
perusahaanseharga Rp 18.000.000. di mana sebanyak Rp
7.000.000. dibayar tunai dan sisanyaakan dilunasi dalam 3 bulan.
18/8/2006 Diterima pelunasan uang dari PT. Panah Merah atas kekurangan
pembayarantransaksi tanggal 11/8/2006.
19/8/2006 Dibayar biaya telepon, listrik, air PAM sebesar Rp 4.200.000. tunai.
22/8/2006 Dibayar biaya penginapan di Hotel Bali Indah, Kuta, Denpasar
sebanyak Rp8.000.000. tunai.
23/8/2006 Dibayar biaya penginapan ke Hotel Nusantara, Malang sebesar Rp
6.000.000. dan .ke Hotel Melati, Yogyakarta sebesar Rp 4.000.000.
tunai.
24/8/2006 Dibayar biaya sewa kantor (sewa ruko) sebesar Rp 6.000.000. untuk
biaya sewa kantor selama sebulan. Jika cocok, akan diteruskan
pembayarannya bulan berikutnya.
27/8/2006 Dibayar gaji dan komisi pegawai sebesar Rp 9.500.000. tunai.
28/8/2006 Dibayar hutang usaha ke Toko Mebelindo sebesar Rp 5.000.000.
9/8/2006 Karenina menarik uang perusahaan untuk kepentingan pribadi
sebesar Rp 7.000.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah persamaan akuntansi Biro Perjalanan “Nusa
Indah” selama bulan Agustus 2006!

Latihan 3.5
Perusahaan “Eva Relations”, sebuah perusahaan konsultan hubungan
masyarakat yang didirikan dan dimiliki oleh Evalin, berlokasi di Jakarta.
Perusahaan ini didirikan pada awal bulan September 2006. Selama bulan
September 2006, perusahaan ini melakukan sejumlah transaksi, mulai dari
proses pendirian sampai dengan transaksi dengan pihak eksternal perusahaan.
Bagian akuntansi perusahaan menyusun ringkasan transaksi selama bulan
September 2006 dalam bentuk persamaan akuntansi sebagai berikut (dalam
ribuan):
52 | Pengantar Akuntansi 1

Perleng- Hutang Hutang


Tgl Kas Piutang Peralatan Kendaraan Modal
kapan Usaha Bank

2 120,000 120,000

4 175,000 175,000

5 (4,000) 4,000

8 (17,000) 26,000 9,000

10 25,000 25,000

18 5,000 25,000 30,000

19 100,000 100,000

22 25,000 (25,000)

24 22,000 22,000

25 (80,000)

29 (18,000) (18,000)

Jika sejak tgl 5 September 2006 tersebut tidak ada transaksi penambahan
setoran modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi pemilik, jelaskanlah hal-hal berikut ini:
a. Transaksi apakah yang terjadi pada setiap tanggal tersebut di atas!
b. Berapakah pendapatan usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus
2006?
c. Berapakah beban usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus 2006?
d. Berapakah laba usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus 2006?
Laba tersebut terlihat dari kenaikan pada akun apa?
Latihan 3.6
Perusahaan “LiMa Research”, sebuah perusahaan penelitian yang dimiliki oleh
Tamara dan berlokasi di Jakarta, pada bulan Agustus 2006. Enam bulan setelah
pendiriannya, menyusun ringkasan transaksi dalam bentuk persamaan akuntansi
sebagai berikut (dalam ribuan):
Jika selama bulan Agustus 2006 tersebut tidak ada transaksi penambahan
setoran modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi pemilik, jelaskanlah hal-hal berikut ini :
Pengantar Akuntansi 1 | 53

Perleng- Hutang Hutang


Tgl Kas Bangunan Peralatan Piutang Modal
kapan Usaha Bank

Saldo 15,000 3,450,000 5,000 15,000 60,000 12,000 200,000 228,000

2 16,000 10,000
(6,000)

5 48,000
48,000

7 (55,000)
55,000

9 (3,000)
3,000

11 (5,000)
(5,000)

12 40,000 40,000

16 100,000
100,000

17 90,000
90,000

22 (9,000)
(9,000)

26 4,000
4,000

Saldo 34,500 31,000 45,000 21,000 275,000 304,000


170,000 9,000

Total 600,000 600,000

a. Transaksi apakah yang terjadi pada setiap tanggal tersebut di atas!


b. Berapakah pendapatan usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus
2006?
c. Berapakah beban usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus 2006?
d. Berapakah laba usaha perusahaan tersebut selama bulan Agustus 2006?
Laba tersebut terlihat dari kenaikan pada akun apa?

Latihan 3.7
Empat perusahaan, yaitu perusahaan A, B, C dan D memiliki kekayaan, hutang
dan modal yang sama pada awal dan akhir tahun 2006. Ringkasan data
kekayaan, hutang dan modal keempat perusahaan tersebut adalah sebagai
berikut:
Total Aktiva Total Hutang
Awal Tahun 2006 350,000,000 120,000,000
Akhir Tahun 2006 410,000,000 155,000,000
54 | Pengantar Akuntansi 1
Berdasarkan data di atas dan informasi berikut ini, hitunglah laba usaha yang
diperoleh masing-masing perusahaan tersebut pada tahun 2006, jika:
 Perusahaan A : Pemiliknya tidak menyetorkan modal tambahan dan tidak
menarik kas perusahaan untuk kepentingan pribadi selama
tahun 2006.
 Perusahaan B: Pemiliknya tidak menyetorkan modal tambahan tetapi
menarik kas perusahaan untuk kepentingan pribadi
sebesar Rp 14.000.000. selama tahun 2006.
 Perusahaan C : Pemiliknya menyetorkan modal tambahan sebesar Rp
60.000.000. dan tidak menarik kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi selama tahun 2006.
 Perusahaan D : Pemiliknya menyetorkan modal tambahan sebesar Rp
60.000.000. dan menarik kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi sebesar Rp 14.000.000. selama tahun
2006.

Latihan 3.8
Terdapat beberapa data yang hilang dari keempat perusahaan dibawah ini,
berkaitan dengan total kekayaan, hutang dan modal dari perusahaan-
perusahaan tersebut pada tahun 2006:
Keterangan K L M N

Awal Tahun 2006

 Aktiva 200.000.000 60.000.000 97.000.000 ?

 Hutang 90.000.000 20.000.000 76.000.000 22.000.000

Akhir Tahun 2006

 Aktiva 240.000.000 95.000.000 94.000.000 69.000.000

 Hutang 110.000.000 20.000.000 77.000.000 38.000.000

Selama tahun 2006

 Setoran modal tambahan ? 8.000.000 5.000.000 31.000.000

 Prive 20.000.0000 13.000.000 ? 22.000.000

 Pendapatan 91.000.000 ? 82.000.000 100.0000

 Beban Usaha 74.000.000 41.000.000 86.500.000 89.000.000


Pengantar Akuntansi 1 | 55

Isilah bagian data yang kosong dari tabel data keempat perusahaan tersebut di
atas!
Latihan 3.9
Pada akhir November 2005 Aldrin mendirikan sebuah perusahaan percetakan
yang diberi nama “Pelangi Nusa” yang berkedudukan di Bogor. Pada awal tahun
2006, perusahaan ini memiliki neraca sebagai berikut:
Kas 82.000.000 Hutang Usaha 55.000.000

Piutnag Usaha 21.000.000

Perlengkapan Usaha 6.000.000

Peraltan Usaha 46.000.000 Modal, Aldrin 300.000.000

Bangunan 140.000.000

Tanah 60.000.000

Total Aktiva 355.000.000 Total Pasiva 355.000.000

Selama bulan Januari 2006 transaksi yang dilakukan “Pelangi Nusa” berkaitan
dengan proses pendirian dan transaksi lainnya adalah sebagai berikut:
3/1/2006 Aldrin menyerahkan lagi uang tunai sebesar Rp 37.000.000 sebagai
setoran modal tambahan.
4/1/2006 Percetakan “Pelangi Nusa” memperoleh kredit usaha dari BCA
sebesar Rp 100.000.000. dengan jaminan roko perusahaan.
5/1/2006 Dibeli lagi dari PT. Indoprint satu set peralatan cetak (mesin cetak,
foto kopi, dll) bekas seharga Rp 35.000.000. di mana sebanyak Rp
15.000.000. dibayar tunai dan sisanya akan dilunasi secepatnya.
7/1/2006 Dibayar tunai beban iklan selama seminggu di radio dan koran
sebesar Rp 3.200.000.
8/1/2006 Dibayar hutang usaha sebesar Rp 22.000.000.
11/1/2006 Diterima pesanan cetakan kalender tahun 2006 dari PT. Warna Warni
senilai Rp 42.500.000. Sebanyak Rp 18.000.000. telah dibayar tunai
sebagai uang muka dan sisanya akan dilunasi pada saat pesanan
tersebut selesai.
14/1/2006 Diterima pesanan cetakan formulir dan nota dari PT. ABC senilai Rp
26.000.000. Pemesan belum membayar sama sekali.
56 | Pengantar Akuntansi 1
15/1/2006 Dibeli perlengkapan cetak (kertas, cat, tinta, dll) dari Toko Niaga Jaya
sebesar Rp 12.000.000. di mana sebanyak Rp 3.000.000. dibayar
tunai, dan sisanya akan dilunasi dalam satu bulan.
16/1/2006 Dibeli kendaraan bekas (Suzuki Carry Pick Up) untuk operasi
perusahaan seharga Rp 18.000.000. dimana sebanyak Rp
7.000.000. dibayar tunai dan sisanya akan dilunasi dalam 3 bulan.
18/1/2006 Pesanan kalender dari PT. Warna Warni (transaksi tanggal
11/1/2006) telah selesai. Pesanan diambil pemesan dan kekurangan
pembayaran dilunasi.
19/1/2006 Dibayar beban telepon, listrik, air PAM sebesar Rp 3.200.000. tunai.
21/1/2006 Pesanan PT. ABC (transaksi tanggal 14/1/2006) telah selesai. PT.
ABC mengambil pesanannya dan membayar kewajibannya sebesar
Rp 15.000.000. dan sisanya akan dilunasi bulan Februari
mendatang.
22/1/2006 Percetakan Pelangi Nusa melunasi hutang usaha ke PT. Indoprint
atas transaksi tanggal 5/1/2006.
25/1/2006 Aldrin menarik uang perusahaan sebesar Rp 6.000.000. untuk
keperluan pribadi.
28/1/2006 Dibayar gaji dan komisi pegawai sebesar Rp 6.500.000. tunai.
30/1/2006 Dibayar beban bunga bank dengan sebesar Rp 4.800.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah persamaan akuntansi percetakan Pelangi
Nusa selama bulan Januari 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 57

BAB 4
AKUN DAN MANFAATNYA

Akun Dan Transaksi Perusahaan.


Dari ilustrasi penyusunan neraca (persamaan akuntansi) pada bab
sebelumnya, terlihat bahwa apapun transaksi yang dilakukan perusahaan,
semuanya akan berpengaruh ke neraca. Dan semua transaksi yang dilakukan
perusahaan dapat terlihat di dalam neraca perusahaan. Tetapi jika setiap kali
perusahaan melakukan transaksi dan staf akuntansi perusahaan harus membuat
neraca, hal itu akan sangat merepotkan. Padahal di prakteknya, dalam satu hari
bisa terjadi belasan sampai ratusan transaksi. Oleh karena itu diperlukan suatu
media penolong yang dapat membantu staf akuntansi untuk mencatat transaksi
perusahaan tanpa harus menyusun neraca setiap transaksi tersebut terjadi. Alat
penolong tersebut disebut perkiraan atau akun.

Akun adalah suatu media untuk mencatat transaksi-trasaksi keuangan


atau sumber daya yang memiliki perusahaan secara spesifik seperti
aktiva, hutang, modal, pendapata dan bebabn

Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data-data yang muncul


akibat transaksi perusahaan. la adalah dasar dari kegiatan penyusunan laporan
58 | Pengantar Akuntansi 1
keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi perusahaan dari hari ke
hari. Dari akun dapat diketahui beberapa informasi penting untuk perusahaan,
seperti jumlah tagihan pada salah satu langganan atau jumlah total tagihan,
jumlah beban tenaga kerja, jumlah pendapatan, atau beberapa informasi lain.

Bentuk Akun
Secara umum sebuah akun berupa sebuah tabel yang dibagi menjadi dua
bagian atau dua sisi. Bagian kiri disebut sisi Debet dan bagian kanan disebut
dengan sisi Kredit. Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun. Dan mencatat di
sisi kanan disebut mengkredit akun. Secara berkala, sisi debet harus dijumlahkan
dan dipertemukan (dikurangkan) dengan jumlah sisi kredit, sehingga diketahui
saldo dari akun tersebut pada suatu saat.
Akun T
Yang paling sederhana adalah akun yang berbentuk huruf T, yang biasa disebut
akun T. Akun T lebih banyak digunakan di dalam mekanisme belajar akuntansi
di lembaga pendidikan, bukan di dalam praktek. Akun ini terdiri dari dua sisi, yaitu
sisi kiri disebut sisi Debet dan sisi kanan disebut dengan sisi Kredit (Gambar 3.1).
Mencatat di sisi kiri disebut mendebet akun. Dan mencatat di sisi kanan disebut
mengkredit akun.

Nama Perkiraan
Sisi Debet Sisi Kredit

Gambar 4.1 : Bentuk Akun T

Akun Dua Kolom


Sebenarnya akun dua kolom tidak terdiri dari dua kolom saja, tetapi terdiri
dari beberapa kolom. Namun disebut dua kolom karena pada dasarnya akun ini
dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu kolom debet dan kolom kredit. Kolom
debet dibagi lagi menjadi kolom tanggal, kolom keterangan dan kolom referensi
serta kolom debet. Demikian juga kolom kredit, dibagi dengan kolom-kolom
seperti yang dimiliki kolom debet, seperti terlihat di bawah ini (Gambar 3.2.).
Kolom tanggal untuk mencatat waktu terjadinya transaksi, sehingga dapat
dikocokkan dengan bukti transaksinya. Kolom kedua berisi kolom keterangan,
berguna untuk mencatat keterangan-keterangan yang berkaitan dengan aktivitas
dalam akun tersebut. Misalnya, nama supplier, nama vendor, cara pembayaran
Pengantar Akuntansi 1 | 59

dan sebagainya. Kolom berikutnya, biasanya diisi dengan kolom referensi untuk
mencatat nomor atau halaman jurnal umum yang menjadi dasar pencatatan akun
tersebut. Sedangkan kolom berikutnya berisi kolom debet digunakan untuk
mencatat jumlah yang harus dicatat untuk transaksi tersebut. Demikian pula
sebaliknya dengan sisi kredit.
Nama Akun : Nomor Akun :
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2006 2006
1 Jan 2 Jan
2 4
3 5
4 7

Total Debet Total Kredit


Saldo Debet Saldo Kredit

Gambar 4.2 : Bentuk Akun Dua Kolom


Akun Empat Kolom
Sebagaimana halnya dengan akun dua kolom, akun empat kolom tidak
benar-benar dibagi menjadi empat kolom saja. Akun berbentuk empat kolom
dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu koloni tanggal, kolom keterangan dan
kolom debet serta kolom kredit (Gambar 3.3). Tambahan dua kolom berikutnya,
adalah untuk mengetahui saldo akun setiap kali terjadi pengisian pada akun
tersebut. Kelebihan dari akun empat kolom adalah saldo akun yang tersedia
setiap kali dibutuhkan, setidaknya setiap tanggal transaksi, karena bentuk akun
mengharuskan akuntan pencatatatnya untuk menghitung saldonya setiap saat.

Nama Akun : Nomor Akun


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
1 Jan
2
3
4
Gambar 4.3: Bentuk Akun Empat Kolom
60 | Pengantar Akuntansi 1

Pengelompokan Akun
Secara umum, seluruh perkiraan yang ada di dalam buku besar suatu
perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
1. Akun-akun neraca atau disebut juga akun riil, yaitu semua akun yang terdapat
di dalam neraca, seperti akun aktiva, akun hutang dan akun modal. Akun riil
terus dilanjutkan/ diakumulasikan dari waktu ke waktu. Jadi sepanjang
perusahaan tersebut masih beroperasi maka saldo dari setiap akun tersebut
akan terus ada atau terbawa dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi
berikutnya.
2. Akun-akun laba rugi atau disebut juga akun nominal, yaitu semua akun yang
terdapat di dalam laporan rugi laba, yang mencakup akun pendapatan dan
akun beban. Akun-akun nominal hanya dipertahankan selama satu periode
akuntansi. Pada awal periode berikutnya semua akun nominal harus dimulai
dari nol. Jadi setiap akun nominal hanya berumur satu periode akuntansi.

Buku Besar

Akun Riil Akun


Nominal

Akun Akun
Aktiva Pendapatan

Akun Akun
Hutang Beban

Akun
Modal

Dari klasifikasi akun tersebut, kemudian setiap kelompok akun tersebut dipisah
lagi menjadi beberapa golongan akun, seperti berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 61

Aktiva
Aktiva Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap Berwujud
Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva Lain-lain
Hutang
Hutang Jangka Pendek
Hutang Jangka Panjang
Modal Pendapatan
Beban Operasi
Beban Pemasaran
Beban Administrasi & Umum

Pedoman Pengisian Akun


Jika transaksi perusahaan dicatat dengan menggunakan akun, terdapat suatu
aturan baku di dalam proses pengisian dan pencatatannya. Aturan tersebut
menjadi pedoman yang digunakan di dalam pengisian akun untuk semua jenis
transaksi di semua jenis perusahaan. Pedoman dalam mencatat transaksi
perusahaan adalah dengan mengikuti aturan dibawah ini.

Aktiva Hutang Modal

+ + +

Penjualan Beban Prive / Dividen

+ + +

 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun aktiva, jika akun
tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang
nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit.
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun hutang/kewajiban,
jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika
berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet.
62 | Pengantar Akuntansi 1
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun modal, jika akun
tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang
nilainya maka dimasukkan di dalam sisi debet.
 Akun Pendapatan/penjualan, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di
sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet.
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun beban, jika
bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi kredit.
 Akun prive atau dividen, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di
sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit.
Dari keenam kelompok akun yang dimiliki suatu perusahaan, masing-
masing memiliki saldo normal yang berbeda, yaitu :

Kelompok Akun Saldo Normal


Aktiva Debet
Hutang Kredit
Modal Kredit
Pendapatan Kredit
Beban Debet

Buku Besar (General Ledger)


Setiap perusahaan yang memiliki pencatatan teratur, akan memiliki sekumpulan
akun atau perkiraan yang digunakan oleh perusahaan tersebut untuk menatat
sumber daya yang dimiliki perusahaan tersebut. Kumpulan dari semua akun
yang dimiliki suatu perusahaan itulah yang disebut buku besar.

Buku besar adalah kumpulan dari semua akun/perkiraan yang dimiliki suatu
perusahaan yang saling berhubungan satu sama lain dan merupakan suatu
kesatuan
Dalam kasus “Hilman Elektronik” di atas, jika seluruh transaksi dihentikan
pada akhir bulan April 2006 dan kemudian setiap akun yang ada dihitung dan
dicatat saldonya, maka akan terlihat buku besar perusahaan yaitu kumpulan dari
semua akun yang dimiliki “Hilman Elektronik” seperti berikut ini :
Pengantar Akuntansi 1 | 63

Nama Akun : Kas Nomor Akun : 110


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 2 Setoran Modal Hilman 15.000.000 15.000.000
5 Setoran Modal Hilman 10.000.000 25.000.000
7 Kredit Bank Mandiri 60.000.000 85.000.000
12 Pendapatan Tunai 9.000.000 94.000.000
17 Pengambilan Pribadi 8.000.000 86.000.000
28 Beban Gaji & Upah 3.500.000 80.500.000
28 Beban Perlengkapan 2.300.000 80.200.000
28 Beban bunga Bank 1.200.000 79.000.000
29 Pembayaran Hutang 10.000.000 79.000.000
30 Pembayaran Piutang 12.000.000 81.000.000

Nama Akun : Piutang Nomor Akun : 120


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 12 PT. Jaya Makmur 20.000.000 20.000.000
30 Pembayaran Sebagian 12.000.000 8.000.000

Nama Akun : Peralatan Nomor Akun : 140


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Pembelian Peralatan 17.000.000 17.000.000
Nama Akun : Bangunan Nomor Akun : 150
Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 5 Setoran Modal Hilman 50.000.000 50.000.000

Nama Akun : Tanah Nomor Akun : 160


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 2 Setoran Modal Hilman 125.000.000 125.000.000
64 | Pengantar Akuntansi 1
Nama Akun : Hutang Usaha Nomor Akun : 210
Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Pembelian peralatan 17.000.000 17.000.000
29 Pembayaran Sebagian 10.000.000 7.000.000

Nama Akun : Hutang Bank Nomor Akun : 230


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 7 Kredit Bank Mandiri 60.000.000 60.000.000

Nama Akun : Modal, Hilman Nomor Akun : 310


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 2 Setoran Modal Hilman 15.000.000 15.000.000
5 Setoran Modal Hilman 185.000.000 200.000.000

Nama Akun : Pendapatan Nomor Akun : 510


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 12 PT. Duta Niaga 9.000.000 9.000.000
12 PT. Jaya Makmur 20.000.000 29.000.000

Nama Akun : Beban Gaji & Upah Nomor Akun : 610


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 28 Gaji dan Upah ‘06 3.500.000

Nama Akun : Beban perlengkapan Nomor Akun : 620


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 28 Perlengkapan April 2.300.000 2.300.000
Pengantar Akuntansi 1 | 65

Nama Akun : Beban Bunga Nomor Akun : 630


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 28 Bunga Bank April 2006 1.200.000 1.200.000

Nama Akun : prive Nomor Akun : 410

Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 17 Pengambilan Pribadi 8.000.000 8.000.000

Neraca Percobaan
Buku besar yang dimiliki suatu badan usaha pada suatu saat akan menyertakan
pula saldo akhir dari setiap akun yang ada. Kemudian jika saldo setiap akun
tersebut kita susun dalam suatu daftar, itulah yang disebut dengan neraca saldo.
Jadi yang dimaksud dengan Neraca Saldo atau Neraca Percobaan adalah
suatu daftar yang berisi seluruh akun yang ada di dalam buku besar beserta
saldo akhirnya suatu periode akuntansi tertentu.
Dari kasus "Hilman Elektronik" tersebut di atas, jika pada akhir bulan April
2006 disusun suatu neraca percobaan, maka akan terlihat sebagai berikut:
66 | Pengantar Akuntansi 1
“Hilman Elektronik”
Neraca Percobaan
Per 30 April 2006
Nama akun Debet Kredit
Kas 81.000.000
Bangunan 50.000.000
Tanah 125.000.000
Modal, Hilman 200.000.000
Peralatan Usaha 17.000.000
Hutang Usaha 7.000.000
Hutang Bank 60.000.000
Piutang Usaha 8.000.000
Pendapatan 29.000.000
Beban Gaji/Upah 3.500.000
Beban Perlengkapan 2.300.000
Beban Bunga 1.200.000
Prive 8.000.000
Total 296.000.000 296.000.000

Laporan Keuangan
Berdasarkan neraca saldo yang telah kita miliki, kita dapat mulai menyusun
laporan keuangan "Hilman Elektronik". Penyusunan laporan keuangan tersebut
dimulai dengan pembuatan
Laporan Laba Rugi, kemudian disusul dengan Laporan Perubahan Modal, baru
kemudiandibuat Neraca.
Laporan Laba Rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dalam suatu periode akuntansi atau satu
tahun. Untuk mengetahui laba yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode,
dapat dihitung dengan cara mengurangkan mengurangkan beban yang
dikeluarkan perusahaan dalam satu periode dari pendapatan yang diperolehnya
dalam periode yang sama.
Laporan Perubahan Modal adalah suatu laporan yang menunjukkan perubahan
modal pemilik dalam suatu periode akuntansi akibat transaksi usaha selama
periode tersebut. Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk mengetahui
modal akhir pemilik pada akhir periode akuntansi tertentu, yang merupakan klaim
pemilik atas penyertaan modalnya di dalam perusahaan. Perhitungan yang
umum dari laporan perubahan modal adalah dengan menambahkan laba usaha
pada periode tersebut dengan modal awalnya, kemudian dikurangi dengan
Pengantar Akuntansi 1 | 67

pengambilan prive oleh pemilik. Selisihnya merupakan modal akhir pemilik pada
periode tersebut.
Neraca adalah suatu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang
dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh.
Neraca perusahaan ini dapat disusun dengan memasukkan semua akun aktiva
di dalam neraca saldo ke sisi kiri neraca dan memasukkan semua akun hutang
dan modal ke sisi pasiva neraca. Jumlah modal pemilik yang dicatat di dalam
neraca adalah saldo modal akhir seperti yang tertulis di laporan perubahan
modal.
Dalam contoh soal di atas, berdasarkan neraca saldo yang telah disusun,
maka laporan keuangan "Hilman Elektronik" adalah sebagai berikut:

Laporan Laba Rugi


Pendapatan 29.000.000
 Beban Gaji & Upah (3.500.000)
 Beban Perlengkapan (2.300.000)
 Beban Bunga (1.200.000)

 Beban Usaha Total (7.000.000)

 Beban Usaha 22.000.000

Laporan Perubahan Modal


 modal, hilman pada awal periode (1 april 2006) 200.000.000.
 laba usaha 22.000.000.

 modal, hilman total 222.000.000


 prive (8.000.000)

 modal, hilman pada akhir periode (1 april 2006) 214.000.000

Neraca
Kas 81.000.000 Hutang USaha 7.000.000
Piutang 8.000.000
Peralatan Usaha 17.000.000 Hutang Bank 60.000.000
Bangunan 50.000.000
Tanah 125.000.000 Modal, Hilman 214.000.000
Total Aktiva 281.000.000 Total Pasiva 281.000.000
68 | Pengantar Akuntansi 1
Pada periode tersebut "Hilman Elektronik" menghasilkan pendapatan
total sebesar Rp 29.000.000. dan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut sebesar Rp 7.000.000. Sehingga diperoleh laba usaha
sebesar Rp 21.000.000. Setelah diketahui laba usahanya, maka pada tahap
berikutnya harus disusun Laporan Perubahan Modal.
Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa modal awal Hilman
sebesar Rp 200.000.000. ditambah dengan laba usaha periode tersebut sebesar
Rp 22.000.000. (sesuai laporan laba rugi) dikurangi dengan pengambilan prive
yang dilakukan Hilman sebesar Rp 8.000.000. menjadikan modal Hilman pada
akhir periode tersebut sebesar Rp 214.000.000. Selanjutnya dapat disusun
neraca "Hilman Elektronik" pada akhir periode tersebut.
Neraca "Hilman Elektronik" pada akhir periode akuntansi (30 April 2006)
akan terlihat seperti tersebut di atas, dengan total aktiva dan total pasiva sebesar
Rp 281.000.000. Jika dibandingkan dan kita perhatikan dengan seksama, maka
akan terlihat bahwa neraca tersebut sama persis dengan neraca yang tercatat di
akhir Bab 3 (transaksi (i)).

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman Anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
1. Akun (account) adalah media untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan
atau sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti aktiva, hutang, modal,
pendapatan dan beban. Dari keseluruhan akun yang ada di buku besar suatu
perusahaan, dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar akun.
Sebutkanlah dua kelompok besar akun tersebut dan jelaskanlah artinya!
2. Secara umum bentuk akun yang dapat digunakan dibagi ke dalam 3 bentuk
akun. Sebutkan dan gambarkanlah 3 bentuk akun tersebut!
3. Untuk mengisi akun yang dimiliki perusahaan, terdapat pedoman yang dapat
digunakan oleh setiap orang yang belajar akuntansi. Sebutkanlah pedoman
untuk mengisi akun di dalam perusahaan tersebut!

Soal Latihan
Latihan 4,1
Pada awal bulan Maret tahun 2006, Reza mendirikan sebuah biro pengetikan
yang berlokasi di Jakarta Selatan. Usaha tersebut dilakukan di rumahnya.
Aktivitas yang dilakukannya berkaitan dengan investasi tersebut selama bulan
Maret adalah sebagai berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 69

a. Reza menginvestasikan uangnya di dalam biro pengetikan sebesar Rp


25.000.000
b. Reza membeli peralatan kantor (empat unit komputer seharga @ Rp
4.000.000. dan 2 unitprinter @ Rp 1.000.000.) di mana sebanyak Rp
10.000.000. dibayar tunai, sisanya akandibayar di bulan April 2000.
c. Reza membeli perlengkapan usaha, seperti kertas, tinta, dll seharga Rp
2.500.000. secaratunai.
d. Reza memperoleh pesanan jasa pengetikan sejumlah dokumen dari Togar
Law Firm senilaiRp 19.000.000. Dari jumlah tersebut langganan baru
membayar sejumlah Rp 11.000.000.
e. Reza membayar gaji pegawai sebesar Rp 2.250.000. tunai
f. Reza menarik uang sebesar Rp 750.000 untuk keperluan pribadi
g. Reza membayar tunai biaya listrik dan telepon sebesar Rp 1.250.000.
h. Berdasarkan data di atas:
1. Catatlah transaksi tersebut di dalam buku besar perusahaan dengan
menggunakan T!
2. Hitunglah saldo dari setiap akun yang ada dan kemudian buatlah
neraca percobaan atau neraca saldo!

Latihan 4,2
Pada pertengahan Agustus 2006 Doni merencanakan mendirikan sebuah
perusahaan transportasi, khususnya dalam angkutan barang, yang
berkedudukan di Surabaya. Karena itu segala sesuatu yang diperlukan berkaitan
dengan proses pendirian perusahaan tersebut dilakukannya. Perusahaan
tersebut diberi nama “Surabaya Transport”.
Aktivitas yang dilakukannya selama bulan September 2006 adalah
sebagai berikut :
2 /9/ 2006 Doni menyerahkan uang tunai sebesar Rp 75.000.000,- dan dua unit
truk, masing-masing bernilai Rp 200.000.000,- sebagai setoran
modal.
5/9/2006 Doni menyerahkan lagi sebuah bangunan dan tanah yang akan
digunakan sebagai kantor dan garasi kendaraan sebagai setoran
modal. Bangunan dan tanah tersebut memiliki harga pasar Rp
125.000.000. dan Rp 150.000.000. 7/9/2006 Surabaya Transport
membeli peralatan kantor (kursi, meja, komputer, lemari kabinet, dll)
seharga Rp 40.000.000. dari Toko “Indomebel”. Dari jumlah tersebut
sebanyak Rp 15.000.000. dibayar tunai dan sisanya belum dibayar.
70 | Pengantar Akuntansi 1
9/12/2006Surabaya Transport membeli perlengkapan kantor
seharga Rp 6.500.000. secara tunai.
12/9/2006 Surabaya Transport memperoleh pesanan jasa untuk mengangkut
100 unit lemari es dari Surabaya ke Semarang. Nilai penjualan jasa
ini sebesar Rp 18.000.000. dan dibayar tunai oleh pelanggan.
15/9/2006 Dibayar biaya bahan bakar sebesar Rp 3.500.000. secara tunai.
17/9/2006Surabaya Transport memperoleh pesanan jasa untuk
mengangkut 200 unit sepeda motor PT. Motorindo dari Surabaya ke
Bandung. Nilai kontrak penjualan jasa ini sebesar Rp 32.000.000.
dan pelanggan baru membayar sebesar Rp 15.000.000.
19/9/2006 Dibayar hutang usaha ke Toko “Indomebel” sebesar 8.000.000.
22/9/2006Diterima pembayaran piutang dari PT. Motorindo sebesar
Rp 10.000.000.
23/9/2006 Dibayar biaya bahan bakar sebesar Rp 4.000.000. secara tunai.
26/9/2006 Doni menarik uang sebesar Rp 1.400.000. untuk keperluan pribadi.
29/6/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 5.500.000.
30/9/2006 Dibayar biaya listrik dan telepon sebesar Rp 1.250.000.

Berdasarkan data tersebut di atas:


1. Catatlah setiap transaksi tersebut di dalam buku besar sesuai dengan akun
masing-masing (gunakan akun dua kolom)!
2. Setelah selesai, hitunglah saldo dari setiap akun dan masukkan di dalam
Neraca Percobaan!
3. Berdasarkan neraca percobaan, buatlah laporan keuangan (laporan rugi
laba, laporan perubahan modal dan neraca) perusahaan tersebut per 30
September 2006!

Latihan 4,3
“Mobilindo” adalah sebuah perusahaan jasa penyewaan kendaraan yang
berkedudukan di Bandung. Perusahaan yang dimiliki Pak Marcel ini,
menyewakan berbagai macam kendaraan, mulai dari sedan, minibus sampai bus
wisata. Untuk kebutuhan kantor dan parkir kendaraan, perusahaan ini masih
menyewa pada pihak lain. Pada awal tahun 2006 akuntan perusahaan tersebut
menyajikan neraca saldo sebagai berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 71

Nama Akun Debet Kredit


Kas 172.000.000
Piutang Usaha 26.000.000
Perlengkapan Kantor 12.000.000
Sewa Kantor dibayar dimuka 85.000.000
Peralatan Kantor 65.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor 15.000.00
Kendaraan 1.600.000.000
Akumulasi Depresiasi Kendaraan 300.000.000
Hutang Usaha 90.000.000
Hutang Bank 600.000.000
Modal Marcel 955.000.000

Sedangkan transaksi yang dilakukan “Mobilindo” selama bulan Januari 2006


adalah sebagai berikut:
2/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp 17.200.000. secara tunai.
3/1/2006 Diterima jasa penyewaan kendaraan dari PT. Alam Permai
senilai Rp 37.000.000. Sebanyak Rp 17.000.000. telah dibayar tunai
sisanya akan dilunasai dalam waktu 10 hari.
6/1/2006 Diterima jasa penyewaan bus dari PT. ABC senilai Rp 34.000.000.
tunai.
10/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari PT. Sumber Mas sebesar Rp
19.000.000.
13/1/2006 Dibayar hutang usaha ke Toko Formula sebesar Rp 21.000.000.
14/1/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. Alam Permai atas
transaksi tanggal 3Januari 2006 yang lalu.
15/1/2006 Dibayar beban BBM (bensin, solar, oli) sebesar Rp 6.600.000. tunai.
17/1/2006 Dibayar tunai beban perbaikan kendaraan sebesar Rp
5.200.000. 19/1/2006 Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar
Rp 4.500.000. tunai 21/1/2006 Dibeli peralatan kantor sebesar Rp
19.000.000. Dari jumlah ini yang dibayartunai sebesar Rp 9.000.000.
Sisanya belum dibayar.
22/1/2006 Pak Marcel menarik uang sebesar Rp 26.000.000. untuk kepentingan
pribadi
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 6.200.000. tunai.
29/1/2006 Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 5.100.000. tunai.
72 | Pengantar Akuntansi 1
Berdasarkan data transaksi di atas:
1. Catatlah transaksi tersebut di dalam buku besar “Mobilindo” dengan
menggunakan akundua kolom!
2. Hitunglah saldo dari setiap akun yang ada, kemudian susunlah Neraca
Percobaan “Mobilindo” per 31 Januari 2006!
3. Buatlah Laporan Keuangan “Mobilindo” per 31 Januari 2006!

Latihan 4,4
Transaksi dan pencatatan di buku besar yang dilakukan oleh “ZigZag
Advertising” sebuah biro iklan yang beroperasi di Surabaya, adalah sebagai
berikut:
a. Penjualan jasa sebesar Rp 16.000.000. secara tunai, didebet pada akun Kas
Rp 61.000.000.dan akun Pendapatan dikredit Rp 61.000.000.
b. Pembelian perlengkapan kantor sebesar Rp 7.000.000. secara tunai, didebet
pada akunPerlengkapan Kantor Rp 700.000. dan akun Kas dikredit Rp
700.000.
c. Pembelian peralatan kantor sebesar Rp 14.000.000. secara kredit, didebet
pada akun PeralatanKantor Rp 14.000.000. dan akun Kas dikredit Rp
14.000.000.
d. Penarikan kas untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan sebesar Rp
9.000.000., didebetpada akun Gaji Pegawai Rp 9.000.000. dan akun Kas
dikredit Rp 9.000.000.
e. Penjualan jasa sebesar Rp 17.000.000. secara tunai, didebet dua kali pada
akun PiutangUsaha Rp 17.000.000. dan akun Pendapatan dikredit Rp
17.000.000.
f. Pembayaran beban telepon dan listrik sebesar Rp 15.200.000. secara tunai,
didebet padaakun Gaji Pegawai Rp 1.520.000. dan akun Kas dikredit Rp
1.520.000.
Berdasarkan data transaksi dan pencatatannya tersebut :
Identifikasilah kesalahan pencatatan di buku besar yang terjadi dan jelaskanlah
pengaruhdari setiap kesalahan pencatatan transaksi (masing-masing berdiri
secara terpisah, bukandigabungkan) di laporan keuangan perusahaan pada
periode tersebut !
Buatlah catatan koreksi untuk memperbaiki kesalahan tersebut !
Pengantar Akuntansi 1 | 73

Latihan 4,5
“Peachtree Research”adalah sebuah perusahaan penelitian yang dimiliki
Karenina dan berlokasi di Jakarta. Buku besar perusahaan pada akhir bulan Juli
2006 adalah sebagai berikut ( dalam ribuan):

Perlengkapan
Kas Piutang Usaha
4.000 75.000 (3)
200.000 12.000 (4) 250.000 75.000 (3)
(6) 2.500
(1) 62.000 2.500 (6) (2) 46.000
(3) 75.000 17.000 (7)
(10) 150.000 44.000 (8)
105.000 (9)

Peralatan Kantor Kendaraan Bangunan


45.000 300.000 250.000
(5) 20.000 (9) 105.000

Modal, Karenina Prive Pendapatan


795.000

Beban Iklan Gaji Pegawai Beban Listrik & telepon

Hutang Usaha
20.000 (5)
(7) 17.000

Selama bulan Juli 2006, perusahaan tersebut melakukan 10 transaksi yang telah
tercatat di dalam buku besar perusahaan tersebut. Berdasarkan data di dalam
buku besar perusahaan:
a. Identifikasilah jenis transaksi apa yang telah terjadi satu demi satu!
b. Buatlah laporan keuangan “Peachtree Research”per 30 Juli 2006!

Latihan 4,5
“Red Arrow Consulting”adalah sebuah perusahaan konsultan sumber daya
manusia yang dimiliki Adindadan berlokasi di Jakarta. Selama bulan September
2006, perusahaan melakukan beberapa transaksi berikut:
74 | Pengantar Akuntansi 1
1) Dijual jasa konsultasi kepada PT. DoMiNo senilai Rp 87.000.000. dan dibayar
tunai.
2) Dijual jasa konsultasi secara kredit kepada PT. Niaga Jaya sebesar
Rp66.000.000.
3) Diterima pembayaran piutang usaha sebesar Rp 96.000.000. dari PT. Bina
Warga.
4) Adinda menarik uang perusahaan sebesar Rp 12.000.000. untuk merenovasi
rumahnya.
5) Dibeli 5 unit komputer dan printer (peralatan kantor) secara kredit seharga Rp
36.000.000.
6) Dibeli kertas, tinta, pulpen, tinta printer (perlengkapan kantor) secara tunai
seharga Rp 2.400.000.
7) Dibayar hutang usaha ke Toko “AteKa” sebesar Rp 17.000.000.
8) Dibayar beban iklan sebesar Rp 12.000.000., gaji pegawai sebesar Rp
32.000.000. dan beban listrik & telepon sebesar Rp 9.000.000. tunai.
9) Dibeli kendaraan baru secara tunai sebesar Rp 125.000.000.
10) Diterima kredit usaha dari Bank Permata sebesar Rp 175.000.000.
Seluruh transaksi tersebut telah dicatat di dalam masing-masing akun
yang ada di dalam buku besar perusahaan ini, seperti terlihat berikut ( dalam
ribuan):
Pengantar Akuntansi 1 | 75

Berdasarkan data tersebut di atas, perhatikanlah apakah proses pencatatan


transaksi di dalam buku besar perusahaan sudah tepat? Dan apakah dampak
dari setiap kesalahan pencatatan transaksi tersebut pada laporan keuangan
perusahaan, jika tidak dikoreksi?

Latihan 4,6
“Eva Relations”, sebuah perusahaan konsultan hubungan masyarakat yang
didirikan dan dimiliki oleh Evalin, berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini didirikan
pada awal bulan September 2006. Selama bulan September 2006, perusahaan
ini melakukan sejumlah transaksi, mulai dari proses pendirian sampai dengan
transaksi dengan pihak eksternal perusahaan.
Perleng- Hutang Hutang
Tgl Kas Piutang Peralatan Kendaraan Modal
kapan Usaha Bank

2 120.000 120.000
4 175.000 175.000
5 (4.000) 4.000
8 (17.000) 26.000 9.000
10 2.500 2.500
18 25.000 25.000
19 100.000 100.000
22 25.000 (25.000)
24 22.000 22.000
25 (80.000) 80.000
29 (18.000) (18.000)

Bagian akuntansi perusahaan menyusun ringkasan transaksi selama


bulan September 2006 dalam bentuk persamaan akuntansi pada halaman 59
(dalam ribuan):
Setelah tanggal 5 September 2006 tidak ada transaksi penambahan
setoran modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi pemilik.
Berdasarkan data transaksi dan keterangan tersebut di atas:
76 | Pengantar Akuntansi 1
1. Catatlah setiap transaksi tersebut di dalam buku besar sesuai dengan akun
masing-masing (gunakan akun T)!
2. Setelah selesai, hitunglah saldo dari setiap akun yang ada dan masukkan ke
dalam Neraca Percobaan!
3. Berdasarkan neraca percobaan tersebut, buatlah laporan keuangan (laporan
laba rugi, laporan perubahan modal dan neraca) perusahaan per 30 Agustus
2006!

Latihan 4,7
Akuntan “LiMa Research”, sebuah perusahaan penelitian yang dimiliki oleh
Tamara dan berlokasi di Jakarta, pada bulan Agustus 2006, enam bulan setelah
pendiriannya, menyusun ringkasan transaksi dalam bentuk persamaan akuntansi
sebagai berikut (dalam ribuan):
Perleng- Hutang Hutang
Tgl Kas Piutang Peralatan Piutang Modal
kapan Usaha Bank

Saldo 15.000 345.000 5.000 15.000 60.000 12.000 200.000 228.000


2 (6.000) 16.000 10.000
5 48.000 48.000
7 55.000 (55.000)
9 (3.000) (3.000)
11 (5.000) (5.000)
12 (25.000) (25.000)
16 40.000 40.000
17 100.000 100.000
22 (9.000) (9.000)
26 4.000 4.000
Saldo 170.000 345.000 9.000 31.000 45.000 21.000 275.000 304.000
Total 600.000 600.000

Selama bulan Agustus 2006 tersebut tidak ada transaksi penambahan setoran
modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk kepentingan
pribadi pemilik. Berdasarkan data transaksi dan keterangan tersebut diatas:
1. Catatlah setiap transaksi tersebut di dalam buku besar sesuai dengan akun
masing-masing
2. setelah saldo dari setiap akun yang ada dan masukkan ke dalam Neraca
3. buatlah laporan keuangan (laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan
neraca) perusahaan tersebut per 30 September 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 77

BAB 5
JURNAL UMUM

Jurnal Umum
Jurnal Umum atau jurnal transaksi adalah aktivitas meringkas dan mencatat
transaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar secara kronologis beserta
penjelasan yang diperlukan di dalam buku harian. Jurnal berfungsi mencatat dan
meringkas setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Sedangkan akun dan
buku besar berfungsi mengelompokkan transaksi perusahaan menurut jenis
transaksinya. Jadi jurnal bukan berfungsi menggantikan buku besar dan akun,
tetapi antara keduanya saling melengkapi satu dengan lainnya. Transaksi yang
telah dijurnal di buku harian, setiap beberapa waktu, misalnya seminggu sekali atau
sebulan sekali, diposting/dipindahkan ke buku besar sesuai dengan jenis akunnya.
Buku Jurnal adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi
perusahaan secara ringkas, permanen dan lengkap serta disusun secara kronologis
untuk referensi di masa mendatang. Secara umum buku jurnal berbentuk empat
kolom dengan manfaat yang saling menunjang satu dengan lainnya. Kolom
pertama (tanggal) berfungsi untuk mencatat tanggal transaksi. Kolom kedua
(keterangan) untuk mencatat aktivitas transaksi, dengan mencatatnya sesuai nama
perkiraan yang terkait dan penjelasan yang diperlukan. Kolom ketiga (ref) berguna
untuk mencatat referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat
(jumlah) dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit, berguna
untuk mencatat nilai transaksi.
78 | Pengantar Akuntansi 1
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit

Pedoman Menjurnal
Penjurnalan, yaitu mencatat transaksi perusahaan di dalam buku jurnal,
berpedoman pada transaksi di dalam buku besar atau akun-akun perusahaan.
Untuk kelompok akun aktiva, beban dan prive/dividen, jika bertambah di
masukkan di sisi debet, jika berkurang dimasukkan di sisi kredit. Untuk kelompok
akun hutang, modal dan pendapatan, jika bertambah dimasukkan di sisi kredit
dan jika berkurang dimasukkan di sisi debet. Setiap kata yang dijadikan dasar
untuk mencatat di dalam buku jurnal harus sama persis dengan nama akun yang
ada di buku besar. Keterangan tambahan di dalam mencatat transaksi berfungsi
untuk memperjelas jurnal yang telah dibuat.

 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun aktiva, jika akun
tersebut bertambahnilainya maka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang
nilainya dimasukkan di dalam sisikredit
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akunhutang/kewajiban,
jika akuntersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika
berkurang nilainyadimasukkan di dalam sisi debet.
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun modal, jika akun
tersebut bertambahnilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang
nilainya maka dimasukkan di dalamsisi debet.
 Akun pendapatan/penjualan, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi
kredit, jikaberkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi debet.
 Untuk semua akun yang termasuk dalam kelompok akun beban, jika
bertambah nilainyamaka dimasukkan di sisi debet, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi kredit.
Pengantar Akuntansi 1 | 79

 Akun prive atau dividen, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi
debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit.
Contoh kasus "Hilman Elektronik" pada bab terdahulu, mungkin dapat
memperjelas cam mencatat transaksi perusahaan di dalam buku harian.
Transaksi (a)
Pada tanggal 1 April 2006, Hilman, seorang sarjana teknik elektro yang
bertempat tinggal di Jakarta, mendirikan sebuah usaha perawatan dan
perbaikan peralatan elektronik di Jakarta Selatan. Rencananya, perusahaan
tersebut akan diberi nama "Hilman Elektronik". Untuk maksudnya itu, Hilman
menyediakan uang tunai sebesar Rp 15.000.000. sebagai setoran modal.
Berdasarkan transaksi ini, maka dapat dicatat di akun Kas pada sisi debet
sebesar Rp 15.000.000. dan di akun Modal Hilman pada sisi kredit sebesar
jumlah yang sama.
Buku Jurnal
Transaksi (b)
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 1 Kas 15.000.000
Modal, Hilman 15.000.000
(mencatat setoran modal hilman)

Empat hari kemudian, tanggal 5 April 2006, Hilman menyerahkan lagi uang
tunai sebesar Rp 10.000.000. dan sebuah bangunan ruko beserta tanahnya
seharga Rp 50.000.000. dan Rp 125.000.000. sebagai setoran modal
tambahan.
Transaksi ini mengharuskan kita mendebet akun Kas sebesar Rp
10.000.000. dan mendebet akun Bangunan sebesar Rp 50.000.000. serta
mendebet akun Tanah sebesar Rp 125.000.000. Pada saat yang sama akun
Modal Hilman .dikredit sebesar Rp 185.000.000.
Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 6 Kas 10.000.000
Bangunan 50.000.000 17.000.000
Tanah 125.000.000
Modal, Hilman 185.000.000
Transaksi (c)
80 | Pengantar Akuntansi 1
Keesokan harinya, tanggal 6 April 2006, Hilman mulai membeli berbagai
macam peralatan usaha seperti komputer, printer, obeng, solder dan
sebagainya, seharga Rp 17.000.000. Pembelian peralatan usaha ini
dilakukan secara kredit dari Toko ABC.
Transaksi ini mengharuskan kita mendebet akun Peralatan Usaha
sebesar Rp 17.000.000, dan mengkredit akun Hutang Usaha sebesar jumlah
yang sama.

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 1 Peralatan Usaha 17.000.000
Hutang Usaha 17.000.000

Transaksi (d)
Pada tanggal 7 April 2006, "Hilman Elektronik" memperoleh kredit usaha dari
Bank Mandiri sebesar Rp 60.000.000. dengan jaminan tanah.
Transaksi ini mengharuskan kita mendebet akun Kas sebesar Rp
60.000.000. dan mengkredit akun Hutang Bank sebesar Rp 60.000.000. juga.
Buku Jurnal

Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 7 Kas 60.000.000
Hutang Bank 60.000.000
Transaksi (e)
Tanggal 12 April 2006, "Hilman Elektronik" mendapat pesanan jasa untuk
memperbaiki 16 unit komputer dan printer PT. Duta Niaga, dengan ongkos
sebesar Rp 9.000.000. Untuk transaksi ini PT. Duta Niaga membayar secara
tunai. Pada saat yang sama "Hilman Elektronik" memperoleh pesanan jasa
perbaikan 27 unit komputer dan printer dari PT. Jaya Makmur, dengan
ongkos sebesar Rp 20.000.000. Untuk transaksi ini, PT. Jaya Makmur belum
membayar sama sekali kepada Hilman, bahkan sampai saat selesainya
perbaikan.
Transaksi ini mengharuskan kita mendebet akun Kas sebesar Rp
9.000.000. dan mengkredit akun Pendapatan dengan angka yang sama.
Pengantar Akuntansi 1 | 81

Kemudian akun Piutang Usaha didebet sebesar Rp 20.000.000. dan akun


Pendapatan dikredit sebesar jumlah yang sama juga.
Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 12 Kas 9.000.000
Piutang Usaha 20.000.000
Pendapatan 29.000.000

Transaksi (f)
Pada tanggal 17 April 2006 , Hilman menarik uang tunai dari kas "Hilman
Elektronik" sebesar Rp 8.000.000. untuk memperbaiki rumahnya yang rusak
(kepentingan pribadi).
Aktivitas pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi ini
menyebabkan kita harus mendebet akun Prive sebesar Rp 8.000.000. dan
mengkredit akun Kas sebesar angka itu juga.

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 17 Prive 8.000.000
Kas 8.000.000

Transaksi (g)

Tahap berikutnya, pada tanggal 28 April 2006, "Hilman Elektronik" membayar


berbagai beban usaha, mulai dari beban tenaga kerja (gaji 6- upah) sebesar
Rp 3.500.000. beban perlengkapan sebesar Rp 2.300.000. dan beban bunga
sebesar Rp 1.200.000.
Transaksi ini menyebabkan akun Beban Gaji & Upah didebet sebesar Rp
3.500.000. akun Beban Perlengkapan didebet sebesar Rp 2.300.000. dan
akun Beban Bunga didebet sebesar Rp 1.200.000. sementara akun Kas
dikredit sebesar Rp 7.000.000.
82 | Pengantar Akuntansi 1
Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 28 Beban Gaji & Upah 3.500.000
Beban Perlengkapan 2.300.000
Beban Bunga 1.200.000 7.000.000

Transaksi (h)

Pada tanggal 29 April 2006, "Hilman Elektronik" membayar sebagian hutang


usahanya sebesar Rp 10.000.000. kepada Toko ABC atas pembelian
peralatan usaha pada tanggal 6 April 2006.
Atas transaksi ini, akun Hutang Usaha didebet sebesar Rp 10.000.000.
dan akun Kas dikredit sebesar jumlah yang sama.
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 29 Hutang Usaha 10.000.000
Kas 10.000.000
Transaksi (i)

Pada tanggal 30 April 2006, "Hilman Elektronik" menerima pembayaran


sebagian piutang usaha dari PT. jaya Makmur sebesar Rp 12.000.000.
Atas transaksi ini, akun Kas didebet sebesar Rp 12.000.000. dan akun
Piutang sebesar jumlah yang sama.

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 30 Kas 12.000.000
Piutang Usaha 12.000.000

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman Anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
Pengantar Akuntansi 1 | 83

a. Apakah yang dimaksud dengan menjurnal? Apakah hubungan antara jurnal


dan akun (account) yang dimiliki suatu perusahaan? Jelaskan!
b. Dalam menjurnal, pedoman yang bisa digunakan adalah akun milik
perusahaan. Isilah kelompok akun (account) di bawah ini, dengan
memberikan tanda plus (+) untuk menambah dan tanda minus (-) untuk
mengurang, yang digunakan sebagai pedoman untuk menjurnal di dalam
buku jurnal perusahaan tersebut!

Soal- Soal Latihan


Latihan 5.1
Pada awal bulan April tahun 2006, Tommy mendirikan sebuah biro pengetikan
yang berlokasi di Jakarta Barat. Aktivitas yang dilakukannya berkaitan dengan
investasi selama bulan April adalah sebagai berikut:
2/4/2006Tommy menginvestasikan uangnya di dalam biro pengetikan sebesar
Rp.35.000.000.
4/4/2006Tommy membeli peralatan kantor (empat unit komputer seharga @ Rp
4.500.000. dan 2 unit printer @ Rp 1.250.000.) di mana sebanyak Rp
10.000.000. dibayartunai, sisanya dibayar akan dibayar di bulan Mei
2006.
11/4/2006Tommy membeli perlengkapan usaha, seperti kertas, tinta, dll seharga
Rp.3.500.000. secara tunai.
17/4/2006Tommy memperoleh pesanan jasa pengetikan sejumlah dokumen dari
Togar Law Firm senilai Rp 21.000.000. Dari jumlah tersebut pelanggan
baru membayar sejumlah Rp 12.000.000.
11/4/2006Tommy membayar gaji pegawai sebesar Rp 2.500.000. tunai.
22/4/2006Tommy mengambil uang sebesar Rp 1.250.000 untuk
keperluan pribadi.
26/4/2006Tommy membayar tunai biaya listrik dan telepon sebesar Rp
1.250.000.
Berdasarkan data diatas, buatlah jurnal umum dari transaksi tersebut!
84 | Pengantar Akuntansi 1

Latihan 5.2
Pada awal tahun 2006, Tamara mendirikan sebuah perusahaan biro perjalanan
yang diberi nama "Pelangi Indah" yang berkedudukan di Jakarta Selatan. Selama
bulan Januari 2006 transaksi yang dilakukan "Pelangi Indah" berkaitan dengan
proses pendirian dan transaksi lainnya adalah sebagai berikut :
2/1/2006 Tamara menyerahkan uang tunai dan 4 unit kendaraan, masing-
masing sebesar Rp.90.000.000 dan Rp.360.000.000. sebagai
setoran modal.
4/1/2006 "Pelangi Indah" memperoleh kredit usaha dari BCA sebesar Rp
250.000.000.dengan jaminan BPKB kendaraan perusahaan.
5/1/2006 Dibayar biaya sewa kantor (sewa ruko) sebesar Rp 6.000.000 untuk
biaya sewakantor selama sebulan. Jika cocok, akan diteruskan
pembayarannya bulanberikutnya.
6/1/2006 Dibeli dari Toko Mebelindo sejumlah peralatan kantor (kursi, meja,
komputer,dll) bekas seharga Rp 47.000.000. di mana sebanyak Rp
15.000.000. dibayartunai dan sisanya akan dilunasi secepatnya.
7/1/2006 Dibayar tunai biaya iklan selama seminggu di radio dan koran
sebesar Rp .6.600.000. 8/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor
(kertas, tinta, dll) seharga Rp 7.500.000 secaratunai.
11/1/2006 Dijual satu paket wisata ke Bali untuk 20 karyawan PT. ABC senilai
Rp.42.500.000.Sebanyak Rp.22.500.000. telah dibayar tunai
sebagai uang muka dan sisanyaakan dilunasi secepatnya.
14/1/2006 Dijual satu paket wisata ke Jawa Timur kepada karyawan PT. Niaga
Jaya senilaiRp 38.000.000. PT.Niaga Jaya melunasi seluruh biaya
tersebut. 15/1/2006Dibeli satu bis mini seharga Rp 180.000.000. dari
Niaga Motor. "Pelangi Indah"membayar sebanyak Rp 35.000.000.
secara tunai dan sisanya akan dilunasi dalamtempo 10 bulan.
16/1/2006 Dibeli 1 kendaraan bekas (Suzuki Carry Pick Up) untuk operasi
perusahaanseharga Rp 28.000.000. di mana sebesar Rp
17.000.000. dibayar tunai dan sisanyaakan dilunasi dalam 3 bulan.
18/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari PT. ABC atas kekurangan
pembayaran transaksitanggal 11/1/2006.
19/1/2006 Dibayar biaya telepon, listrik, air PAM sebesar Rp 4.700.000. tunai.
21/1/2006Dijual satu paket wisata ke Yogyakarta untuk program
liburan siswa-siswi SMA234 Jakarta senilai Rp 22.000.000. Panitia
wisata SMA 234 membayar tunaisebanyak Rp 15.000.000. dan
sisanya akan dilunasi dalam dua minggu. 22/1/2006Dibayar biaya
Pengantar Akuntansi 1 | 85

penginapan di Hotel Bali Indah, Kuta, Denpasar sebesar


Rp.7.500.000. tunai.
23/1/2006 Dibayar biaya penginapan ke Hotel Nusantara, Malang sebesar Rp
6.000.000.dan ke Hotel Melati, Yogyakarta sebesar Rp 4.000.000.
tunai. 24/1/2006"Pelangi Indah" membayar hutang usaha sebanyak
Rp 10.000.000. ke TokoMebelindo atas transaksi tanggal 6/1/2006
dan sisanya akan dilunasi bulanberikutnya.
25/1/2006 Tamara mengambil uang perusahaan sebesar Rp 7.500.000. untuk
keperluanpribadi.
28/1/2006 Dibayar gaji dan komisi pegawai sebesar Rp 9.500.000. tunai.
29/1/2006 Dibayar biaya bunga bank sebesar Rp 6.200.000.
Berdasarkan data diatas, buatlah Jurnal Umum atas transaksi yang dilakukan
Biro Perjalanan "Pelangi Indah" selama bulan Januari 2006!

Latihan 5,3
Pada awal tahun 2006 Karenina mendirikan sebuah perusahaan percetakan
yang diberi nama "Warna-Warni" yang berkedudukan di Bandung. Selama bulan
Januari 2006, transaksi yang dilakukan "Warna-Warni" berkaitan dengan proses
pendirian dan transaksi lainnya adalah sebagai berikut:
2/1/2006 Karenina menyerahkan uang tunai, tanah dan ruko masing-masing
sebesar Rp.35.000.000; Rp.45.000.000. dan Rp.65.000.000.
sebagai setoran modal.
4/1/2006 Percetakan "Warna-Warni" memperoleh kredit usaha dari BCA
sebesar Rp.65.000.000. dengan jaminan ruko perusahaan.
5/1/2006 Dibeli dari PT. Indo print satu set peralatan cetak (mesin cetak, foto
kopi, dll)bekas seharga Rp 38.000.000. di mana sebanyak Rp
18.000.000. dibayar tunaidan sisanya akan dilunasi secepatnya.
7/1/2006 Dibayar tunai biaya iklan selama seminggu di radio dan koran
sebesar Rp.3.750.000.
8/1/2006 Dibeli perlengkapan cetak (kertas, tinta, dll) seharga Rp 14.200.000.
secaratunai.
11/1/2006 Diterima pesanan cetakan kalender tahun 2006 dari PT. Pelangi
senilai Rp.38.500.000. Sebanyak Rp 18.500.000. telah dibayar tunai
sebagai uang mukadan sisanya akan dilunasi pada saat pesanan
tersebut selesai.
14/1/2006 Diterima pesanan cetakan formulir dan nota dari PT. ABC senilai Rp
26.000.000.Pemesan belum membayar sama sekali.
86 | Pengantar Akuntansi 1
15/1/2006 Dibeli perlengkapan cetak (kertas, cat, tinta, dll) dari Toko Niaga Jaya
sebesarRp.12.000.000. di mana sebanyak Rp 3.000.000. dibayar
tunai, dan sisanya akandilunasi dalam satu bulan.
16/1/2006 Dibeli kendaraan bekas (Suzuki Carry Pick Up) untuk operas!
perusahaan sehargaRp 18.000.000. di mana sebanyak Rp
7.000.000. dibayar tunai dan sisanya akandilunasi dalam 3 bulan.
18/1/2006 Pesanan kalender untuk PT. Pelangi (transaksi tanggal 11/1/2006)
telah selesai.Pesanan diambil pemesan dan kekurangan
pembayaran dilunasi.
19/1/2006 Dibayar biaya telepon, listrik, air PAM sebesar Rp 3.750.000. tunai.
21/1/2006 Pesanan PT. ABC (transaksi tanggal 14/1/2006) telah selesai. PT.
ABC mengambilpesanannya dan membayar kewajibannya sebesar
Rp 15.000.000. dan sisanyaakan dilunasi bulan Februari mendatang.
22/1/2006 Percetakan "Warna-Warni" melunasi hutang usaha ke PT. Indoprint
atas transaksitanggal 5/1/2006.
25/1/2006 Karenina mengambil uang perusahaan sebesar Rp 6.000.000. untuk
keperluanpribadi.
28/1/2006 Dibayar gaji dan komisi pegawai sebesar Rp 6.500.000. tunai.
29/1/2006 Dibayar biaya bunga bank sebesar Rp 4.800.000.
30/1/2006 Dari hasil perhitungan, diketahui bahwa perlengkapan cetak yang
tersisa bernilaiRp.12.200.000.
Berdasarkan data diatas, buatlah Jurnal Umum atas transaksi yang dilakukan
percetakan "Warna-Warni" selama bulan Januari 2006!
Latihan 5.3
"Peachtree Research" adalah sebuah perusahaan penelitian yang dimiliki
Karenina dan berlokasi di Jakarta. Buku besar perusahaan pada akhir bulan Juli
2006 adalah sebagai berikut (dalam ribuan):
Pengantar Akuntansi 1 | 87

Selama bulan Juli 2006, perusahaan menyelesaikan 10 transaksi yang telah


tercatat di dalam buku besar perusahaan tersebut. Berdasarkan data di dalam
buku besar perusahaan: buatlah jurnal transaksi yang diperlukan oleh
perusahaan!

"Red Dot Advertising" adalah sebuah biro iklan yang dimiliki oleh Tamara dan
berlokasi di Jakarta. Pada bulan Oktober 2006, perusahaan ini melakukan
beberapa Transaksi berikut:
2/10/06 Penjualan jasa sebesar Rp 17.000.000. secara tunai.
4/10/06 Pembelian perlengkapan kantor sebesar Rp 9.000.000. secara tunai.
6/10/06 Pembelian peralatan kantor sebesar Rp 14.000.000. secara kredit.
9/10/06 Penarikan kas untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan
sebesar Rp.7.500.000
11/10/06 Penjualan jasa sebesar Rp 14.000.000. secara tunai.
16/10/06 Pembayaran beban telepon dan listrik sebesar Rp sebesar Rp
12.200.000. secara tunai.
Staf akuntansi perusahaan yang baru mencatat transaksi tersebut di dalam buku
jurnal perusahaan sebagai berikut:

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
Okt 2 Kas 71.000.000
Pendapatan 71.000.000
4 Perlengkapan Kantor 900.000
Kas 900.000
6 Peralatan Kantor 16.000.000
Kas 16.000.000
9 Gaji Pegawai 7.500.000
88 | Pengantar Akuntansi 1
Kas 7.500.000
11 Piutang Usaha 14.000.000
Kas 14.000.000
16 Gaji Pegawai 12.500.000
Kas 12.500.000

Berdasarkan data transaksi dan buku jurnal tersebut di atas:


a. Identifikasilah jurnal transaksi yang salah! Di manakah letak kesalahannya?
b. Buatlah jurnal koreksi untuk memperbaiki kesalahan tersebut!
Latihan 5,5
"Red Arrow Consulting" adalah sebuah perusahaan konsultan sumber daya
manusia yang dimiliki Adinda dan berlokasi di Jakarta. Selama bulan September
2006, perusahaan melakukan beberapa transaksi yang telah dicatat di dalam
buku besar perusahaan, seperti terlihat berikut (dalam ribuan):
Pengantar Akuntansi 1 | 89

Selama bulan September 2006, perusahaan menyelesaikan 10 transaksi


yang telah tercatat di dalam buku besar perusahaan tersebut. Berdasarkan data
di dalam buku besar perusahaan: buatlah jurnal transaksi yang diperlukan oleh
perusahaan!

Latihan 5,6
Akuntan "Eva Relations", sebuah perusahaan konsultan hubungan masyarakat
yang didirikan dan dimiliki oleh Evalin, berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini
didirikan pada awal bulan September 2006. Selama bulan September 2006,
perusahaan ini melakukan sejumlah transaksi, mulai dari proses pendirian
sampai dengan transaksi dengan pihak eksternal perusahaan.
Bagian akuntansi perusahaan menyusun ringkasan transaksi selama bulan
September 2006 dalam bentuk persamaan akuntansi sebagai berikut (dalam
ribuan):

Perleng- Hutang Hutang


Tgl Kas Bangunan Peralatan Piutang Modal
kapan Usaha Bank

Saldo 15.000 345.000 5.000 15.000 60.000 12.000 200.000 228.000


2 (6.000) 16.000 10.000
5 48.000 48.000
7 55.000 (55.000)
9 (3.000) (3.000)
11 (5.000) (5.000)
12 (25.000) (25.000)
16 40.000 40.000
17 100.000 100.000
22 (9.000) (9.000)
26 4.000 4.000

Saldo 170.000 345.000 9.000 31.000 45.000 21.000 275.000 304.000


Total

Selama bulan September 2006 tersebut tidak ada transaksi penambahan


setoran modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk
kepentingan pribadi pemilik.Berdasarkan data transaksi dan keterangan tersebut
diatas, buatlah jurnal umum atas transaksi yang dilakukan oleh "Eva Relations"
selama bulan September 2006 !
90 | Pengantar Akuntansi 1

Latihan 5.7
Akuntan "LiMa Research", sebuah perusahaan penelitian yang dimiliki oleh
Tamara dan berlokasi di Jakarta, pada bulan Agustus 2006, enam bulan setelah
pendiriannya, menyusun ringkasan transaksi dalam bentuk persamaan akuntansi
sebagai berikut (dalam ribuan):

Perleng- Hutang Hutang


Tgl Kas Bangunan Peralatan Piutang Modal
kapan Usaha Bank

2 120.000 120.000
4 175.000 175.000
5 (4.000) 4.000
8 (17.000) 26.000 9.000
10 2.500 2.500
18 25.000 25.000
19 100.000 100.000
22 25.000 (25.000)
24 22.000 22.000
25 (80.000) 80.000
29 (18.000) (18.000)

Selama bulan Agustus 2006 tersebut tidak ada transaksi penambahan setoran
modal pemilik dan transaksi penarikan kas perusahaan untuk kepentingan
pribadi pemilik.
Berdasarkan data transaksi dan keterangan tersebut di atas, buatlah jurnal
umum atas transaksi yang dilakukan oleh "LiMa Research" selama bulan
Agustus 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 91

BAB 6
SIKLUS AKUNTANSI
PERUSAHAAN JASA
Urutan Pencatatan dan Pembahasan
Dalam pembahasan sebelumnya, dengan sengaja pembahasan
mengenai fungsi akun mendahului pembahasan mengenai jurnal. Hal itu
dilakukan bukan karena di dalam siklus akuntansi pencatatan transaksi dilakukan
di dalam akun dan buku besar terlebih dahulu baru kemudian diikuti jurnal.
Mendahulukan pembahasan mengenai fungsi akun dan metode pencatatannya
hanya suatu metode belajar yang dipandang lebih mudah. Dengan mempelajari
mengenai hal-hal yang terkait dengan akun dan buku besar terlebih dahulu, akan
mempermudah untuk mengerti bagaimana cara kerja dan pencatatan jurnal di
dalam buku harian. Setelah mengerti dan menguasai dengan baik segala
sesuatu yang berkaitan dengan cara pencatatan akun di dalam buku besar,
berkaitan dengan siklus akuntansi, maka cara kerja dan pengertian kita harus
dikembalikan pada urutan yang seharusnya. Di mana seharusnya, proses
pencatatan transaksi di buku harian mendahului pencatatan di dalam buku besar.
92 | Pengantar Akuntansi 1

Transaksi yang dilakukan perusahaan, apapun itu, harus disertai dengan


dokumen transaksi, baik berupa faktur, nota, kuitansi, invoice, bukti pengeluaran
uang, bukti penerimaan uang atau dokumen yang lain. Berdasarkan dokumen
yang telah dibuat dan diterima staf akuntansi, maka dimulailah pencatatan
transaksi di dalam media yang disebut buku jurnal. Aktivitas mencatat transaksi
perusahaan di dalam buku jurnal disebut dengan menjurnal. Setiap beberapa
waktu secara berkala, misalnya seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan
sekali, catatan transaksi di dalam buku jurnal tersebut dipindahkan dari buku
jurnal ke buku besar sesuai dengan transaksi dan nama akun yang sesuai.
Proses memindahkan catatan dari buku harian ke buku besar disebut dengan
mem-posting. Pada akhir periode akuntansi, setiap akun yang ada di buku besar
dihitung dan dicari saldo akhirnya. Berdasarkan saldo akun yang ada di buku
bepr tersebut disusun suatu daftar akun beserta saldo akhirnya yang disebut
dengan neraca percobaan. Neraca percobaan yang dibuat biasanya
didasarkanpada transaksi-transaksi yang telah dilakukan perusahaan selama
satu periode, belum mencakup penyesuaian dalam beberapa hal yang harus
dilakukan. Jika terdapat beberapa hal yang belum tepat dan harus disesuaikan,
maka perlu dibuat jurnal penyesuaian terlebih dahulu. Baru kemudian disusun
neraca percobaan yang telah disesuaikan. Berdasarkan neraca percobaan
tersebut maka disusunlah laporan keuangan perusahaan tersebut, yang dimulai
dengan membuat laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan baru
kemudian neraca.
Posting
Salah satu aktivitas di dalam siklus akuntansi yang cukup menyita waktu
dan tenaga adalah aktivitas mem-posting, yaitu proses memindahkan catatan
dari buku jurnal ke buku besar. Jika di dalam buku jurnal dicatat suatu akun
tertentu di sebelah debet dan akun lainnya di sebelah kredit, maka setiap jumlah
rupiah yang tercantum dalam setiap akun dalam jurnal tersebut harus disalin ke
akun yang sesuai di buku besar dengan jumlah yang sama dan sesuai posisinya
di sebelah debet atau kredit.
Misalnya, transaksi penyerahan kendaraan seharga Rp 160.000.000.
oleh Ali kepada perusahaan sebagai setoran modal pemilik, maka akan dicatat
Pengantar Akuntansi 1 | 93

di buku jurnal akun Kendaraan sebesar Rp 160.000.000. dan akun Modal, Ali di
sebelah kredit sebesar Rp 160.000.000. Pada saat di-posting, maka di akun
Kendaraan dicatat sebesar Rp 160.000.000. di sebelah debet dan di akun Modal,
Ali sebesar Rp 160.000.000. di sebelah kredit.

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 2 Kendaraan 160.000.000
Modal, Ali 160.000.000
(mencatat setoran modal Ali)

Buku Besar
Nama Aku : Kendaraan Nomor akun
Debet Jumlah
Tanggal Keterangan Ref Kredit
Debet Kredit
2006
April 2 Setoran modal Ali 160.000.000 160.000.000

Nama Akun : Modal Ali Nomor Akun :


Jumlah
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 2 Setoran modal Ali 160.000.000 160.000.000

Untuk memperjelas hubungan antara buku harian dan buku besar dan laporan
keuangan (siklus akuntansi yang seharusnya), contoh soal ("Hilman Elektronik")
diatas dapat diulas kembali agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas
dan sistematis.
Transaksi (a)
Pada tanggal 1 April 2006, Hilman, seorang sarjana teknik elektro yang
bertempat tinggal di Jakarta, mendirikan sebuah usaha perawatan dan perbaikan
peralatan elektronik di Jakarta Selatan. Rencananya, perusahaan tersebut akan
diberi nama "Hilman Elektronik". Untuk maksudnya itu, Hilman menyediakan
uang tunai sebesar Rp 15.000.000. sebagai setoran modal.
Transaksi (b)
94 | Pengantar Akuntansi 1
Empat hari kemudian, tanggal 5 April 2006, Hilman menyerahkan lagi uang tunai
sebesar Rp 10.000.000. dan sebuah bangunan ruko beserta tanahnya seharga
Rp 50.000.000. dan Rp 125.000.000. sebagai setoran modal tambahan.
Transaksi (c)
Keesokan harinya, tanggal 6 April 2006, Hilman mulai membeli berbagai macam
peralatan usaha, seperti komputer, printer, obeng, solder dan sebagainya,
seharga Rp 17.000.000. Pembelian peralatan usaha ini dilakukan secara kredit
di Toko ABC.
Transaksi (d)
Pada tanggal 7 April 2006, "Hilman Elektronik" memperoleh kredit usaha dari
Bank Mandiri sebesar Rp 60.000.000. dengan jaminan tanah.

Transaksi (e)
Tanggal 12 April 2006, "Hilman Elektronik" mendapat pesanan jasa untuk
memperbaiki 16 unit komputer dan printer PT. Duta Niaga, dengan ongkos
sebesar Rp 9.000.000. Untuk transaksi ini PT. Duta Niaga membayar secara
tunai. Pada saat yang sama "Hilman Elektronik" memperoleh pesanan jasa
perbaikan 27 unit komputer dan printer PT. Jaya Makmur, dengan ongkos
sebesar Rp 20.000.000. Untuk transaksi ini, PT. Jaya Makmur belum membayar
sama sekali kepada Hilman, bahkan sampai saat selesainya perbaikan.
Transaksi (f)
Pada tanggal 17 April 2006, Hilman menarik uang tunai dari kas "Hilman
Elektronik" sebesar Rp 8.000.000. untuk memperbaiki rumahnya yang rusak
(kepentingan pribadi).
Transaksi (g)
Tahap berikutnya, pada tanggal 28 April 2006, "Hilman Elektronik" membayar
berbagai beban usaha, mulai dari beban tenaga kerja (gaji & upah) sebesar Rp
3.500.000. bebatj perlengkapan sebesar Rp 2.300.000. dan beban bunga
sebesar Rp 1.200.000.
Transaksi (h)
Pada tanggal 29 April 2006, "Hilman Elektronik" membayar sebagian hutang
usahanya sebesar Rp 10.000.000. kepada Toko ABC atas pembelian peralatan
usaha pada tanggal 6 April 2006.
Transaksi (i)
Pada tanggal 30 April 2006, "Hilman Elektronik" menerima pembayaran sebagian
piutang usaha dari PT. Jaya Makmur sebesar Rp 12.000.000.
Dari keseluruhan transaksi yang dilakukan "Hilman Elektronik" di atas, jika dicatat
di dalam buku jurnal akan terlihat sebagai berikut :
Pengantar Akuntansi 1 | 95

Buku Jurnal
Jumlah
Tanggal Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
April 1 Kas 15.000.000
Modal, Hilman 15.000.000
(mencatat setoran modal hilman) (a)
2 Kas 10.000.000
Bangunan 50.000.000
Tanah 125.000.000
Modal Hilman 185.000.000
(mencatat setoran modal hilman) (b)
6 Peralatan Usaha 17.000.000
Hutang Usaha 17.000.000
(mencatat pembeli peralatan kredit) (c)
7 Kas 60.000.000
Bank 60.000.000
(mencatat kredit usaha dari BNI) (d)
12 Kas 9.000.000
Piutang Usaha 20.000.000
Pendapatan 29.000.000
(mencatat penjualan jasa tunai & kredit) (e)
17 Prive 8.000.000
Kas 8.000.000
(mencatat pengambilan pribadi hilman) (f)
28 Beban Gaji 3.500.000
Beban Perlengkapan 2.300.000
Beban Bunga 1.200.000
Kas 7.000.000
(mencatat berbagai beban usaha) (g)
29 Hutang Usaha 10.000.000
Kas 10.000.000
(mencatat pembayaran hutang usaha) (h)
30 Kas 12.000.000
Piutang Usaha 12.000.000
(mencatat penerimaan piutang (i)
pelanggan)
96 | Pengantar Akuntansi 1
Kemudian jika pada akhir bulan April 2006, seluruh catatan di dalam buku harian
tersebut di-posting ke buku besar, yaitu dipindahkan catatan transaksinya dari
buku harian ke buku besar sesuai dengan nama dari setiap akun yang ada, maka
akan menghasilkan Buku Besar seperti berikut ini:
Nama Akun : Kas Nomor Akun : 110
Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 1 Setoran modal Hilman 15.000.000 15.000.000
5 Setoran modal Hilman 10.000.00 25.000.000
7 Kredit Bank Mandiri 60.000.000 85.000.000
12 Pendapatan Tunai 9.000.000 94.000.000
17 Pengambilan Pribadi 8.000.000 86.000.000
28 Beban Gaji & Upah 3.500.000 82.500.000
28 Beban Perlengkapan 2.300.000 80.200.000
28 Beban Bunga Bank 1.200.000 79.000.000
29 Pembayaran Hutang 10.000.000 69.000.000
30 Penerimaan Piutang 12.000.000 81.000.000

Nama Akun :Piutang Nomor Akun : 120


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 12 PT. Jaya Makmur 20.000.000 20.000.000
30 Pembayaran sebagian 12.000.000 8.000.000

Nama Akun :Peralatan Usaha Nomor Akun : 140


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Pembelian Peralatan 17.000.000 17.000.000

Nama Akun : Bangunan Nomor Akun : 150


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 5 Setoran modal hilman 50.000.000 50.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 97

Nama Akun : Tanah Nomor Akun : 160


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Setoran modal hilman 125.000.000 125.000.000

Nama Akun :Hutang Usaha Nomor Akun : 210


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Pembelian Peralatan 17.000.000 17.000.000
29 Pembayaran sebagian 10.000.000 7.000.000

Nama Akun :Hutang Bank Nomor Akun : 230


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 7 Kredit Bank Mandiri 60.000.000 60.000.000

Nama Akun : Modal, Hilman Nomor Akun : 310


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 6 Setoran Modal Usaha 15.000.000 15.000.000
29 Setoran Modal Usaha 185.000.000 200.000.000

Nama Akun : Pendapatan Nomor Akun : 510


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 12 PT. Duta Niaga 9.000.000 9.000.000
12 PT. Jaya Makmur 20.000.000 29.000.000

Nama Akun : Prive Nomor Akun : 410


Saldo
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2006
April 17 Pengambilan Pribadi 8.000.000 8.000.000
98 | Pengantar Akuntansi 1
Dari Kasus “Hilman Elektronik” tersebut, jika pada akhir bulan April 2006 disusun
suatu neraca percobaan, maka akan terlihat sebagai berikut :

“Hilman Elektronik”
Neraca Percobaan
Per 30 April 2006
Nama Akun Debet Kredit
Kas 81.000.000
Bangunan 50.000.000
Tanah 125.000.000
Modal Hilman 200.000.000
Peralatan Usaha 17.000.000
Hutang Usaha 7.000.000
Hutang Bank 60.000.000
Piutang Usaha 8.000.000
Pendapatan 29.000.000
Beban Gaji & Upah 3.500.000
Beban Perlengkapan 2.300.000
Beban Bunga 1.200.000
Prive 8.000.000
Total 296.000.000 296.000.000

Neraca Lajur
Jika proses penghitungan saldo dari setiap akun yang ada di buku besar
telah selesai, maka seharusnya tinggal disusun laporan keuangan perusahaan
untuk periode yang bersangkutan. Tetapi sebelum menyusun laporan keuangan,
kita dapat mempergunakan media penolong untuk mempermudah penyusunan
laporan keuangan tersebut. Media penolong itu disebut dengan Neraca Lajur.
Neraca Lajur adalah selembar kertas berkolom-kolom yang dapat dipergunakan
dalam pekerjaan akuntansi secara manual untuk membantu menggabungkan
pekerjaan pada akhir periode akuntansi

Neraca lajur bukan merupakan alat akuntansi yang harus dibuat sebelum
menyusun laporan keuangan. Media ini sama sekali bukanlah suatu kewajiban
yang tidak boleh dihindari oleh akuntan dalam siklus akuntansi. Neraca lajur
hanya alat bantu untuk mempermudah akuntan dalam menyusun laporan
Pengantar Akuntansi 1 | 99

keuangan. Neraca lajur dapat terdiri dari 10 kolom ditambah satu untuk
keterangan atau 12 kolom ditambah satu untuk keterangan.
Kolom Keterangan berisi nama-nama akun yang ada di dalam buku besar suatu
perusahaan. Kolom pertama dan kedua berisi saldo akhir dari setiap akun yang
ada di dalam buku besar. Kolom ketiga dan keempat berfungsi untuk
menyesuaikan berbagai akun yang belum tepat karena adanya beberapa hal
yang belum dicatat di dalam buku harian dan buku besar. Kolom kelima dan
keenam berisi kumpulan saldo dari semua akun yang ada di buku besar yang
telah disesuaikan. Kolom ketujuh dan kedelapan, berisi saldo dari akun penjualan
dan semua akun beban yang ada, di mana selisihnya diakui sebagai laba usaha.
Kolom kesembilan dan kesepuluh, berisi saldo awal dari modal atau laba ditahan
dan laba usaha periode tersebut serta saldo akun prive atau dividen.
Penjumlahan antara saldo modal awal dan laba usaha dikurangi dengan prive
atau dividen dicatat sebagai modal atau laba ditahan akhir periode tersebut. Dan
kolom kesebelas dan keduabelas, berisi saldo dari semua akun neraca pada
akhir periode tersebut. Jika neraca lajurnya terdiri dari 10 kolom ditambah satu
untuk keterangan, maka kolom kesembilan dan kesepuluh (perubahan modal
atau laba ditahan) ditiadakan.
Dari contoh kasus "Hilman Elektronik", neraca saldo yang telah disusun
berdasarkan saldo dari semua akun yang ada tersebut, merupakan isi dari kolom
kedua dan ketiga dari neraca lajur. Ternyata setelah disusun neraca saldo,
akuntan "Hilman Elektronik" mengetahui terdapat beberapa hal yang belum
dicatat di dalam buku harian dan buku besar, yaitu :
a. Beban depresiasi peralatan usaha untuk bulan April 2006 sebesar Rp 50.000.
belum dicatat.
b. Beban depresiasi bangunan untuk bulan April 2006 sebesar Rp 200.000.
belum dicatat.
Beban Depresiasi Aktiva Tetap (bangunan, kendaraan, peralatan, mesin, dsb)
adalah bagian dari harga perolehan aktiva yang dibebankan pada suatu periode
akuntansi tertentu atas pemanfaatan suatu aktiva tetap yang dimiliki perusahaan.
Pembebanan beban tersebut terjadi untuk mengalokasikan pengorbanan
ekonomis perusahaan untuk memiliki aktiva tetap tertentu ke dalam periode-
periode akuntansi yang menikmati aktiva tetap tersebut. Lawan dari akun beban
depresiasi adalah akumulasi depresiasi.
Akun Akumulasi Depresiasidigunakan untuk menampung penjumlahan dari
semua beban depresiasi selama umur ekonomis aktiva. Akun ini di neraca akan
dikurangkan dari aktiva yang bersangkutan.
100 | Pengantar Akuntansi 1
Jurnal Penyesuaian
Untuk ketiga hal di atas (kasus "Hilman Elektronik"), perlu dilakukan penyesuaian
atas beberapa akun yang terkait. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan
membuat Jurnal Penyesuaian.

Ayat Jurnal Penyesuaian AJP adalah aktivitas untuk membetulkan akun/


perkiraan sehingga laporan yang dibuat berdasarkan akun tersebut dapat
menunjukkan pendapatan, aktiva dan kewajiban yang sesuai.

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak didasarkan pada aktivitas transaksi
tetapi didasarkan pada perhitungan atau keterangan tertentu. Misalnya, beban
penyusutan gedung, beban pemakaian perlengkapan, beban sewa gedung,
hutang gaji, dll.
Dari kasus "Hilman Elektronik", maka perlu dibuat ayat jurnal
penyesuaian sebanyak tiga jurnal. Catatan yang diperlukan untuk (a) dan (b)
adalah dengan mencatat beban depresiasi peralatan di sisi debet dan mengkredit
akumulasi depresiasi di sisi kredit.
Beban Depresiasi Peralatan 50.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan 50.000
Beban Depresiasi Bangunan 200.000
Akumulasi Depresiasi Bangunan 200.000

Neraca lajur dibuat hanya untuk menolong dan mempermudah akuntan


dalam menyusun laporan keuangan. Karena itu perlu diperhatikan urutan
penyusunan neraca lajur.
Setelah saldo dari semua akun yang ada di buku besar diketahui, maka
saldonya disusun di dalam kolom neraca saldo (kolom pertama dan kedua) yang
ada di neraca lajur. Neraca saldo ini belum memperhitungkan penyesuaian atas
beberapa hal yang belum tercatat. Jadi neraca saldo ini merupakan neraca
percobaan yang didasarkan hanya dari saldo akun-akun di buku besar yang telah
dicatat dan dibukukan berdasarkan transaksi telah dibuat perusahaan pada
periode tersebut.
Pengantar Akuntansi 1 | 101

Hilman Elektronik"
Neraca Lajur
(dalam ribuan)
Saldo
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 81.000
Piutang Usaha 8.000
Peralatan Usaha 17.000
Bangunan 50.000
Tanah 125.000
Hutang Usaha 7.000
Hutang Bank 60.000
Modal, Hilman (1
200.000
April 2006)
Pendapatan 29.000
Beban Gaji & Upah 3.500
Beban 2.300
Perlengkapan
Beban Bunga 1.200
Prive 8.000

Total 296.000 296.000

Kemudian hal-hal yang belum dicatat oleh akuntan, dibuat penyesuaiannya


dan dimasukkan ke dalam kolom penyesuaian (kolom ketiga dan keempat).
Kolom ini berfungsi untuk menyesuaikan akun pendapatan, akun biaya, akun
aktiva dan akun kewajiban agar sesuai dengan yang seharusnya. Penyesuaian
ini biasanya didasarkan pada data dan informasi internal yang menjadi bukti
internal, seperti bukti memorial yang dibuat oleh manajer akuntansi atau kepala
bagian akuntansi.
Akun beban depresiasi, pada periode tersebut dibebankan sebesar Rp
50.000 untuk beban depresiasi peralatan usaha dan sebesar Rp 200.000. untuk
beban depresiasi bangunan, belum dicatat di buku harian maupun buku besar.
Karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan depresiasi aktiva tetap harus dicatat
pada kolom ini.
102 | Pengantar Akuntansi 1
Hilman Elektronik"
Neraca Lajur
(dalam ribuan)
Saldo
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 81.000
Piutang Usaha 8.000
Peralatan Usaha 17.000
Bangunan 50.000
Tanah 125.000
Hutang Usaha 7.000
Hutang Bank 60.000
Modal, Hilman (1 April
200.000
2006)
Pendapatan 29.000
Beban Gaji & Upah 3.500
Beban Perlengkapan 2.300
Beban Bunga 1.200
Prive 8.000

Beban depresiasi
50
peralatan
Akumulasi depresiasi
50
peralatan
Beban depresiasi
200
bangunan
Akumulasi depresiasi
200
bangunan

Total 296.000 296.000 250 250

Jika Penyesuaian telah dibuat, maka neraca saldo yang sebelumnya telah
tersusun harus disesuaikan dengan informasi yang baru tersebut sehingga
tersusun neraca saldo yang telah disesuaikan (kolom kelima dan keenam.
neraca saldo yang telah disesuaikan ini telah menampung informasi tambahan
yang ada. akun beban depresiasi, pada periode tersebut dibebankan sebesar
Rp.50.000. untuk beban depresiasi peralatan usaha dan sebesar Rp.200.000.
untuk beban depresiasi bangunan. Sehingga kolom neraca saldo disesuaikan,
akun bersangkutan berubah nilainya dibanding neraca saldo sebelum
disesuaikan. dan akun beban depresiasi serta akumulasi depresiasi melengkapi
kolom ini.
Pengantar Akuntansi 1 | 103

Hilman Elektronik"
Neraca Lajur
(dalam ribuan)
Saldo
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 81.000 81.000
Piutang Usaha 8.000 8.000
Peralatan Usaha 17.000 17.000
Bangunan 50.000 50.000
Tanah 125.000 125.000
Hutang Usaha 7.000 7.000
Hutang Bank 60.000 60.000
Modal, Hilman (1 April
200.000 200.000
2006)
Pendapatan 29.000 29.000
Beban Gaji & Upah 3.500 3.500
Beban Perlengkapan 2.300 2.300
Beban Bunga 1.200 1.200
Prive 8.000 8.000

Beban depresiasi
50 50
peralatan
Akumulasi depresiasi
50 50
peralatan
Beban depresiasi
200 200
bangunan
Akumulasi depresiasi
200 200
bangunan
Laba Usaha
Total 296.000 296.000 250 269.250 269.250 269.250

Pada kolom berikutnya (kolom ketujuh dan kedelapan), disusun laporan rugi
laba, di mana dihitung selisih antara pendapatan dengan seluruh beban yang
dikeluarkan. Selisihnya diakui sebagai laba usaha. Saldo pendapatan
dimasukkan di sisi kredit sedangkan saldo dari semua akun beban dimasukkan
di sisi debet. Selisih antara jumlah sisi kredit dan sisi debet diakui sebagai laba
usaha periode tersebut. Pendapatan "Hilman Elektronik" (total kredit) pada
periode ini tercatat sebesar Rp 29.000.000. Sedangkan total beban (total debet)
yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut sebesar Rp 7.250.000.
Berarti diperoleh laba sebesar Rp21.750.000. yang merupakan selisih antara
pendapatan dengan beban yang dikeluarkan.
104 | Pengantar Akuntansi 1
"Hilman Elektronik"
Neraca Lajur
(dalam ribuan)
Saldo
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 81.000 81.000
Piutang Usaha 8.000 8.000
Peralatan Usaha 17.000 17.000
Bangunan 50.000 50.000
Tanah 125.000 125.000
Hutang Usaha 7.000 7.000
Hutang Bank 60.000 60.000
Modal, Hilman (1 April 2006) 200.000 200.000
Pendapatan 29.000 29.000 29.000
Beban Gaji & Upah 3.500 3.500 3.500
Beban Perlengkapan 2.300 2.300 2.300
Beban Bunga 1.200 1.200 1.200
Prive 8.000 8.000

Beban depresiasi peralatan 50 50 50


Akumulasi depresiasi
50 50
peralatan
Beban depresiasi bangunan 200 200 200
Akumulasi depresiasi
200 200
bangunan
Laba Usaha 21.750
Total 296.000 296.000 250 250 296.250 296.250 29.000 29.000

Pada kolom terakhir (kolom kesembilan dan kesepuluh), semua akun aktiva,
hutang dan modal di dalam kolom neraca saldo yang disesuaikan dipindahkan
ke kolom neraca. Laba usaha yang telah diketahui dari kolom sebelumnya,
dipindahkan ke kolom ini sebagai penambah modal pemilik. Pada saat yang
sama, akun prive dimasukkan sebagai pengurang modal pemilik.
Hilman Elehtronik
Neraca Lajur
(dalam ribuan)
Saldo
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas 81.000 81.000 81.000
Piutang Usaha 8.000 8.000 8.000
Peralatan Usaha 17.000 17.000 17.000
Bangunan 50.000 50.000 50.000
Pengantar Akuntansi 1 | 105

Tanah 125.000 125.000 125.000


Hutang Usaha 7.000 7.000 7.000
Hutang Bank 60.000 60.000 60.000
Modal, Hilman (1
200.000 200.000 200.000
April 2006)
Pendapatan 29.000 29.000 29.000
Beban Gaji & Upah 3.500 3.500 3.500
Beban Perlengkapan 2.300 2.300 2.300
Beban Bunga 1.200 1.200 1.200
Prive 8.000 8.000 8.000

Beban depresiasi
50 50 50
peralatan
Akumulasi depresiasi
50 50 50
peralatan
Beban depresiasi
200 200 200
bangunan
Akumulasi depresiasi
200 200 200
bangunan
Laba Usaha 21.750 21.750
Total 296.000 296.000 250 250 296.250 296.250 29.000 29.000 289.000 289.000

Setelah pekerjaan di dalam neraca lajur diselesaikan, maka berdasarkan neraca


lajur tersebut, dapat dibuat laporan keuangan perusahaan untuk periode yang
bersangkutan. Semua saldonya tinggal dipindahkan dari neraca lajur tersebut.
Berdasarkan catatan pada kolom rugi laba, akuntan perusahaan dapat
menyusun laporan laba rugi perusahaan, dengan hanya memindahkan dari
neraca lajur. Penjualan dikurangi dengan beban operasi akan menghasilkan laba
usaha sebelum pajak. Beban operasi dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
beban pemasaran dan beban administrasi dan umum.
Setelah laba usaha perusahaan diketahui, akuntan perusahaan dapat membuat
laporan perubahan modal. Di mana saldo akun Modal pada awal periode
ditambah dengan laba usaha yang diperoleh di dalam periode tersebut, seperti
yang tercatat di dalam laporan laba rugi, dikurangi dengan jumlah prive untuk
pemilik pada periode tersebut, sehingga menghasilkan saldo Modal pada akhir
periode.
Setelah Laporan Perubahan Modal diselesaikan sehingga diketahui jumlah saldo
laba ditahan pada akhir periode tersebut, akuntan perusahaan dapat menyusun
Neraca pada akhir periode tersebut. Pada sisi debet, dicatat seluruh harta
perusahaan, termasuk di dalamnya tiga jenis persediaan yang dimiliki
perusahaan. Dan pada sisi kredit dicatat seluruh hutang kepada kreditor, dan
saldo modal seperti yang tercermin di dalam laporan perubahan modal yang telah
dibuat sebelumnya.
106 | Pengantar Akuntansi 1
"Hilman llektronHT
Laporan Laba Rugi
Periode 1 - 30 April 2006
Pendapatan 29.000.000
Beban Operasi :
 Beban Gaji & Upah (3.500.000)
 Beban Bunga (1.200.000)
 Beban Perlengkapan (2.300.000)
 Beban Depresiasi Peralatan (50.000)
 Beban Depresiasi Bangunan (200.000)
Beban Operasi Total (7.250.000)
Laba Usaha 21.750.000

"Hilman Elektronik"
Laporan Perubahan Modal
Periode 1 - 30 April 2006

Modal, Hilman pada awal periode (1 April 2006) 200.000.000


Laba Usaha 21.750.000
Modal, Hilman Total 221.750.000
Prive (8.000.000)
Modal, Hilman pada Akhir periode (30 April 2006) 213.750.000

"Hilman Elektronik
Neraca
Per 30 April 2006

- Kas 81.000.000 - Hutang Usaha 7.000.000


- Piutang 8.000.000
- Peralatan Usaha 17.000.000 - Hutang Bank
Akumulasi Depresiasi Peralatan (50.000) 16.950.000 60.000.000
Peralatan Usaha bersih
- Bangunan 50.000.000
Akumulasi Depresiasi Bangunan (200.000)
Bangunan bersih 49.800.000 - Modal, Hilman
- Tanah 125.000.000 6.
213.750.000

Total Aktiva 280.750.000 Total Pasiva 280.750.000

Bandingkan antara neraca ini dengan kolom neraca di neraca lajur.


jumlah aktiva dan pasiva di neraca tersebut tidak sama dengan jumlah debet dan
Pengantar Akuntansi 1 | 107

kredit di neraca lajur. Hal itu terjadi karena akun akumulasi depresiasi peralatan
kantor dan akumulasi depresiasi bangunan di neraca lajur tercatat di sisi kredit
sedangkan di neraca dimasukkan di sisi aktiva tetapi mengurangi aktiva tetap
yang bersangkutan. Di samping itu, akun prive dan laba usaha telah dihilangkan
dari neraca di laporan keuangan.
Bentuk Neraca
Bentuk susunan neraca seperti terlihat sebelumnya disebut dengan
bentuk T. Di mana di sebelah kiri disusun deretan aktiva atau harta perusahaan
dan di sebelah kanan disusun deretan pasiva yang dibagi ke dalam dua
kelompok besar yaitu hutang dan modal.
Neraca dapat pula disusun dengan urutan dari atas ke bawah (vertikal)
yang disebut sebagai bentuk laporan. Neraca berbentuk laporan menyusun
aktiva dan pasiva dalam urutan dari atas ke bawah seperti terlihat berikut ini:

Hilman Elektronik"
Neraca
Per 30 April 2006
Aktiva Lancar
- Kas 81.000.000
- Piutang 8.000.000
Total Aktiva Lancar 89.000.000

Aktiva Tetap
- Peralatan Usaha 17.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan (50.000)
Peralatan Usaha bersih 16.950.000
- Bangunan 50.000.000
Akumulasi Depresiasi Bangunan (200.000)
Bangunan Bersih 49.800.000
- Tanah 125.000.000
Total Aktiva Tetap 191.750.000

Total Aktiva 280.750.000

Hutang Lancar
- Hutang Usaha 7.000.000

Hutang Jangka Panjang


- Hutang Bank 60.000.000

Modal, Hiilman 213.750.000

Total Pasiva 280.750.000


108 | Pengantar Akuntansi 1
Susunan Neraca
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyusun neraca adalah urutan
penyusunan akun. Akun-akun aktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya,
yaitu taksiran kecepatan aktiva tersebut dapat dicairkan menjadi uang tunai.
Semakin mudah dan semakin cepat suatu aktiva tertentu menjadi uang tunai,
maka semakin didahulukan posisi pencatatannya di dalam neraca.
Kelompok Akun
Aktiva Aktiva Lancar : Kas : Uang tunai dan setara uang
Adakah semua harta perusahaan Surat-Surat berharga : Investasi Jangka pendek
yang diharapkan dapat berubah Piutang Usaha dan Piutang Wesel
menjadi uang dalam tempo satu Piutang Karyawan
tahun Persediaan : barang dagangan atau bahan baku
Biaya-biaya yang dibayar dimuka : sewa, asuransi, dll
Perlengkapan Usaha
Dan lain-lain.
Investasi jangka panjang : Investasi dalam surat berharga
Adalah dana yang ditanamkan Investasi dalam anak perusahaan
pada berbagai jenis aktiva yang Investasi dalam aktiva tetap berwujud : tanah, dll.
diharapkan memberikan
penghasilan bagi perusahaan Dan lain-lain

Aktiva tetap berwujud Peralatan kantor


Adalah semua aktiva yang Kendaraan
berumur lebih dari satu tahun Mesin
dan memiliki wujud fisik Tanah
Aktiva tetap tidak berwujud : Goodwill
Adalah semua aktiva yang tidak Hak Paten
memiliki wujud fisik tetapi Merek Dagang
memiliki manfaat nyata bagi Hak cipta
perusahaan. Dan lain-lain
Aktiva lain-lain : Titipan kepada Penjual
Adalah aktiva yang tidak dapat Bangunan dalam pengerjaan
dikelompokkan pada kelompok
Dan Lain-lain
aktiva di atas.
Hutang Hutang Lancar : Hutang Usaha
Adalah kewajiban perusahaan Hutang Wesel
yang akan jatuh tempo dalam
Hutang Pajak
waktu setahun
Pendapatan Diterima dimuka Pendapatan Diterima dimuka
Hutang Jangka Panjang : Hutang Bank
Adalah kewajiban yang jatuh Obligasi
tempo lebih dari satu tahun Dan Lain-lain
Ekuitas Ekuitas Pemilik : Modal/ Modal Saham
Adalah semua kewajiban
perusahaan kepada pemilik
Laba Ditahan
perusahaan
Pengantar Akuntansi 1 | 109

Jurnal Penutup
Pada akhir periode akuntansi, akuntan perusahaan harus melakukan
penutupan buku akuntansi sebagai tanda telah berakhirnya pencatatan dan
pelaporan akuntansi untuk periode tersebut. Proses penutupan buku suatu
perusahaan adalah dengan memindahkan akun-akun nominal (semua akun rugi
laba) ke akun riil (semua akun neraca).

Jurnal Penutup adalah aktivitas memindahkan akun-akun nominal (semua


akun rugi laba) ke akun rilil (semua akun neraca).

Langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun jurnal penutup adalah


sebagai berikut:
1. Menutup semua akun pendapatan, dengan cara mendebet akun pendapatan
dan mengkredit akun ikhtisar rugi laba.
2. Menutup semua akun beban, dengan cara mendebet akun ikhtisar rugi laba
dan mengkredit semua akun beban.
3. Menutup akun Ikhtisar Rugi Laba, dengan cara mendebet akun ikhtisar rugi
laba dan mengkredit akun modal pemilik/laba ditahan sebesar selisih antara
pendapatan dengan beban.
4. Menutup akun Prive/Dividen, dengan cara mendebet akun modal atau laba
ditahan dan mengkredit akun prive dan dividen.
Dengan dibuatnya jurnal penutup, maka aktivitas pencatatan akuntansi untuk
periode yang bersangkutan dianggap selesai dan ditutup.
Jika dari kasus "Hilman Elektronik" dibuat jurnal penutupnya maka catatan yang
terlihat adalah sebagai berikut:
Pendapatan 29.000.000
Ikhtisar Rugi Laba 29.000.000
Ikhtisar Rugi Laba 7.250.000.
Beban Gaji & Upah 3.500.000
Beban Bunga 1.200.000
Beban Perlengkapan 2.300.000
Beban Depresiasi Peralatan 50.000
Beban Depresiasi Bangunan 200.000
Ikhtisar Rugi Laba 21.750.000
Modal, Hilman 21.750.000
Modal, Hilman 8.000.000
Prive 8.000.000
110 | Pengantar Akuntansi 1
Dengan dibuatnya jurnal penutup ini, maka aktivitas pencatatan transaksi
keuangan di "Hilman Elektronik" ditutup dan dianggap selesai untuk periode
tersebut.

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman Anda terhadap teori yang telah dibahas dalam bab
ini!
1. Apakah perbedaan antara jurnal umum, jurnal penyesuaian dan jurnal
penutup? Jelaskanlah!
2. Terdapat empat langkah yang hams dibuat untuk membuat jurnal penutup
sebagai tanda berakhirnya pencatatan transaksi perusahaan pada suatu
periode. Sebutkan dan Jelaskanlah empat langkah tersebut!
3. Apakah yang dimaksud dengan neraca lajur? Apakah hubungannya dengan
neraca saldo? Wajibkah suatu perusahaan membuat neraca lajur?
Jelaskanlah!
4. Sisi kiri dari neraca suatu perusahaan disebut sebagai aktiva. Pedoman di
dalam menyusun aktiva perusahaan di dalam neraca adalah berdasarkan
urutan likuiditasnya. Apakah maksudnya? Jelaskanlah!
5. Bagaimanakah pedoman di dalam menyusun hutang atau kewajiban di sisi
pasiva di dalam neraca? Jelaskanlah!
6. Sedangkan susunan baku dari neraca, baik sisi aktiva maupun sisi pasivanya
juga telah ditentukan oleh Standar Akuntansi Keuangan. Tulislah susunan
baku di dalam neraca suatu perusahaan!

Soal Soal Latihan


"Jakarta Transport" adalah sebuah perusahaan jasa penyewaan kendaraan yang
berkedudukan di Bandung. Perusahaan ini menyewakan berbagai macam
kendaraan, mulai dari sedan, minibus sampai bus wisata. Untuk kebutuhan
kantor dan parkir kendaraan, perusahaan ini masih menyewa pada pihak lain.
Pada awal tahun 2006 akuntan perusahaan menyajikan neraca saldo sebagai
berikut:
Nama Akun Debet Kredit
Kas 172.000.000
Piutang Usaha 26.000.000
Perlengkapan Kantor 12.000.000
Sewa Kantor dibayar dimuka 85.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 111

Peralatan kantor 65.000.000


Akumulasi Depresiasi alat Kantor 15.000.000
Kendaraan 1.600.000.000
Akumulasi Depresiasi Kendaraan 300.000
Hutang Usaha 90.000.000
Hutang Bank 600.000.000
Modal, Hilman 955.000.000
Sedangkan transaksi yang dilakukan Jakarta Transport selama bulan
Januari 2006 adalah sebagai berikut:
2/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp 16.700.000. secara tunai
3/1/2006 Diterima jasa penyewaan kendaraan untuk PT. Pelangi senilai Rp
4~.000.000.Sebanyak Rp 17.000.000. telah dibayar tunai sisanya akan dilunasi
dalam waktu10 hari.
6/1/2006 Diterima jasa penyewaan bus untuk PT. ABC senilai Rp 42.000.000.
tunai.
10/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari PT. Duta Niaga sebesar Rp
19.000.000.
13/1/2006 Dibayar hutang usaha ke Toko Formula sebesar Rp 22.000.000.
15/1/2006 Dibayar beban BBM (bensin, solar, oli) sebesar Rp 7.600.000. tunaL
17/1/2006 Dibayar tunai beban perbaikan kendaraan sebesar Rp 8.800.000.
18/1/2006 Nigel menarik kas perusahaan untuk memperbaiki kendaraan
pribadinya, sebesarRp 6.000.000.
19/1/2006 Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp 6.200.000. tunai
21/1/2006 Dibeli peralatan kantor sebesar Rp 24.000.000. Dari jumlah ini yang
dibayartunai sebesar Rp 8.000.000. sisanya belum dibayar.
22/1/2006 Dibeli kendaraan baru seharga, Rp 250.000.000. dimana sebesar Rp
50.000.000.telah dibayar tunai dan sisanya belum dibayar.
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 7.500.000. tunai. 29/1/2006
Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 5.200.000. tunai.
Berdasarkan data transaksi di atas:
1. Buatlah jurnal umum yang diperlukan!
2. Catatlah (posting-\ah) transaksi tersebut di dalam buku besar Jakarta
Transport!
3. Hitunglah saldo dari setiap akun yang ada, kemudian susunlah Neraca saldo
Jakarta Transport per 31 Januari 2006!
4. Berdasarkan neraca saldo tersebut, buatlah laporan keuangan Jakarta
Transport per 31 Januari 2006!
112 | Pengantar Akuntansi 1

Latihan 6.2
"Domino Printing" adalah sebuah perusahaan percetakan yang
berkedudukan di Jakarta. Sampai akhir tahun 2004 perusahaan ini belum
memiliki gedung sendiri dan masih menyewa bangunan kantor di daerah Jakarta
Selatan. Pada awal tahun 2005, akuntan perusahaan menyajikan neraca saldo
sebagai berikut:
Kas 102.000.000
Piutang Usaha 24.700.000
Perlengkapan cetak 16.700.000
Sewa Kantor Dibayar Dimuka 36.000.000
Peralatan Kantor 72.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor 4.000.000
Kendaraan 60.000.000
Akumulasi Depresiasi kendaraan 5.000.000
Hutang Usaha 72.200.000
Hutang Bank 120.000.000
Modal, hilman 111.000.000
Transaksi yang dilakukan perusahaan selama bulan Januari 2005 adalah
sebagai berikut:
2/1/2005 Dibayar hutang usaha ke toko Matahari sebesar Rp 16.500.000. atas
hutangtransaksi pembelian kertas bulan November 2004 yang lalu.
3/1/2005 Diterima pesanan cetakan kalender tahun 2005 dari PT. Pelangi senilai
Rp.48.000.000. Sebanyak Rp 15.000.000. telah dibayar tunai sebagai uang
muka . dan sisanya akan dilunasi pada saat pesanan tersebut selesai.
6/1/2005 Diterima pesanan cetakan formulir dan nota dari PT. ABC (langganan
tetap)senilai Rp 26.000.000. Pemesan membayar sebanyak Rp 8.000.000.
secara tunaidan sisanya baru akan dilunasi pada saat barang pesanan selesai
dicetak. 7/1/2005 Dibeli perlengkapan cetak (kertas, cat, tinta, dll) dari Toko
Niaga Jaya sebesarRp 12.000.000. dimana sebanyak Rp 5.000.000. dibayar
tunai dan sisanya akandilunasi dalam satu bulan. 10/1/2005 Diterima
pelunasan piutang dari Pak Timbul sebesar Rp 6.000.000. secara tunaiatas
kekurangan pembayaran pencetakan formulir toko bulan Desember 2004yang
lalu.
Pengantar Akuntansi 1 | 113

12/1/2005 Dibeli perlengkapan cetak seharga Rp 14.200.000. secara tunai.


13/1/2005 Dibeli mesin pemotong kertas seharga Rp 18.000.000. dari toko Sinar
Dominomembayar sebesar Rp 4.000.000. dengan uang tunai dan sisanya akan
dilunasibulan Februari mendatang.
16/1/2005 Dibeli kendaraan bekas (Suzuki Carry Pick Up) untuk operasi
perusahaan sehargaRp 26.000.000. di mana sebanyak Rp 7.000.000. dibayar
tunai dan sisanya akandilunasi dalam 3 bulan. 18/1/2005 Pesanan kalender
dari PT. Pelangi (transaksi tanggal 3/1/2005) telah selesai.Pesanan diambil
pemesan dan kekurangan pembayaran dilunasi pemesan.
19/1/2005 Dibayar beban telepon, listrik, air PAM sebesar Rp 3.200.000. tunai.
21/1/2005 Pesanan PT. ABC (transaksi tanggal 6/1/2005) telah selesai. PT. ABC
mengambilpesanannya dan melunasi kekurangan pembayarannya.
22/1/2005 Domino membayar hutang usaha ke PT. Sinar Cemerlang sebesar Rp
19.000.000.
23/1/2005 Domino membagikan dividen kas kepada pemegang sahamnya
sebesar Rp.35.000.000.
28/1/2005 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 8.500.000. tunai.
29/1/2005 Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 4.800.000. tunai.
30/1/2005 Tamara menarik uang kas perusahaan untuk keperluan pribadi
sebesar Rp.25.000.000.
Informasi lain yang diberikan akuntan pada akhir bulan Januari 2005
adalah sebagai berikut:
 Beban penyusutan kendaraan bulan Januari 2005 sebesar Rp 2.500.000.
 Beban penyusutan peralatan kantor bulan Januari 2005 sebesar Rp
3.600.000.
 Sewa kantor bulan Januari 2005 sebesar Rp 3.000.000.
 Perlengkapan cetak yang tersisa di akhir bulan Januari 2005 sebesar Rp
6.200.000.
Berdasarkan data tersebut, buatlah:
a. Jurnal transaksi yang diperlukan!
b. Buku besar yang diperlukan!
c. Neraca saldo yang diperlukan!
d. Laporan Keuangan Domino per 31 Januari 2005!

Latihan 6.3
Neraca percobaan Bengkel "Lintas Cepat", sebuah bengkel mobil yang berlokasi
di Bandung, pada akhir bulan Januari 2006 adalah sebagai berikut:
114 | Pengantar Akuntansi 1

Nama Akun Debet Kredit


- Kas 85.000.000
- Bangunan 50.000.000
- Tanah 125.000.000
- Modal, Toni 220.000.000
- Peralatan Bengkel 23.000.000
- Perlengkapan Bengkel 9.000.000
- Hutang Usaha 9.000.000
- Hutang Bank 60.000.000
- Piutang Usaha 20.000.000
- Pendapatan 36.000.000
- Beban Gaji & upah 3.500.000
- Prive 8.000.000
- Beban Bunga 1.500.000
Total 325.000.000 325.000.000
Keterangan lain:
a. Beban depresiasi peralatan bengkel untuk bulan Januari 2006 sebesar Rp
500.000 belumdicatat.
b. Beban depresiasi bangunan untuk bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.000.000
belumdicatat.
c. Perlengkapan bengkel yang tersisa pada akhir bulan Januari 2006 sebesar
Rp 5.100.000.belum dicatat.
d. Gaji pegawai untuk bulan Januari 2006 yang belum dibayar sebesar Rp
900.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah:
1. Neraca Lajur yang diperlukan!
2. Laporan Keuangan yang diperlukan!
3. Jurnal Penutup yang diperlukan!

Latihan 6.4
Elektris Jaya adalah sebuah perusahaan jasa perawatan dan perbaikan
peralatan elektronik yang berkedudukan di Jakarta Selatan. Langganan
perusahaan terdiri dari pengelola gedung perkantoran di Jakarta. Pada akhir
Pengantar Akuntansi 1 | 115

September 2005, akuntan perusahaan ini menyajikan neraca saldo sebagai


berikut:
Kas 16.800.000
Bank 67.000.000
Piutang Usaha 44.200.000
Perlengkapan 29.500.000
Sewa Kantor Dibayar Dimuka 46.000.000
Peralatan Kantor 92.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor 12.000.000
Kendaraan 160.000.000
Akumulasi Depresiasi kendaraan 32.000.000
Hutang Usaha 72.500.000
Hutang Bank 126.500.000
Modal, Aldrin 146.000.000
Pendapatan 126.000.000
Beban perjalanan 9.500.000
Gaji pegawai 8.300.000
Beban listrik, air dan telepon 6.700.000
Beban bunga 5.500.000
Komisi wiraniaga 6.500.000
Prive 23.000.000

Keterangan lain yang diberikan akuntan perusahaan adalah sebagai berikut :


a. Beban sewa kantor untuk bulan September 2005 sebesar Rp 4.000.000.
b. Perlengkapan yang tersisa pada akhir September 2005 sebesar Rp
8.500.000.
c. Beban depresiasi peralatan untuk bulan September 2005 sebesar Rp
2.500.000.
d. Beban depresiasi kendaraan untuk bulan September 2005 sebesar Rp
4.500.000.
e. Komisi wiraniga sebesar Rp 2.000.000. belum dibayar.
Berdasarkan data diatas, buatlah:

1. Neraca Lajur Elektris Jaya, per 30 September 2005!


2. Laporan Keuangan Elektris Jaya, per 30 September 2005!
3. Jurnal Penutup untuk periode tersebut!
116 | Pengantar Akuntansi 1
Latihan 6.5
"Indorental" adalah sebuah perusahaan jasa penyewaan kendaraan yang
berkedudukan di Bandung. Perusahaan ini menyewakan berbagai macam
kendaraan, mulai dari sedan, minibus sampai bus wisata. Untuk ruangan kantor
dan parkir kendaraan, perusahaan ini masih menyewa pada pihak lain. Pada
awal tahun 2006 akuntan perusahaan menyajikan neraca saldo sebagai berikut:

Kas 162.000.000
Piutang Usaha 26.000.000
Perlengkapan Kantor 22.000.000
Sewa Kantor Dibayar Dimuka 85.000.000
Peralatan Kantor 65.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor 15.000.000
Kendaraan 1.600.000.000
Akumulasi Depresiasi kendaraan 300.000.000
Hutang Usaha 90.000.000
Hutang Bank 600.000.000
Modal, Marcelino 955.000.000
Sedangkan transaksi yang dilakukan Indorental selama bulan Januari
2006 adalah sebagai berikut:
3/1/2006Diterima jasa penyewaan kendaraan untuk PT. Pelangi senilai Rp
45.000.000. Sebanyak Rp 8.000.000. telah dibayar tunai sisanya belum dibayar.
6/1/2006Diterima jasa penyewaan bus untuk PT. ABC senilai Rp 40.000.000.
tunai.
10/1/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. Duta Niaga sebesar Rp
16.000.000.
13/1/2006Dibayar hutang usaha ke Toko Formula sebesar Rp 19.000.000.
15/1/2006Dibayar beban BBM (bensin, solar, oli) sebesar Rp 6.200.000. tunai.
17/1/2006Dibayar tunai beban perbaikan kendaraan sebesar Rp 4.600.000.
19/1/2006Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp 4.600.000. tunai
22/1/2006Marcelino menarik uang perusahaan sebesar Rp 22.000.000. untuk
renovasirumah pribadinya.
28/1/2006Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 6.500.000. tunai. 29/1/2006
Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 4.800.000. tunai.
Informasi lain yang diberikan akuntan pada akhir bulan Januari 2006
adalah sebagai berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 117

o Beban penyusutan kendaraan bulan Januari 2006 sebesar Rp 6.000.000.


o Beban penyusutan peralatan kantor bulan Januari 2006 sebesar Rp
1.600.000.
o Sewa kantor bulan Januari 2006 sebesar Rp 6.500.000.
o Perlengkapan kantor yang tersisa di akhir bulan Januari 2006 sebesar Rp
20.500.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah:
a. Jurnal transaksi yang diperlukan!
b. Buku besar yang diperlukan!\
c. Neraca Lajur yang diperlukan!
d. Laporan Keuangan Indorental per 31 Januari 2006!
Latihan 6,5
"Indokargo" adalah sebuah perusahaan jasa angkutan barang yang berlokasi di
Surabaya. Perusahaan ini menjual jasa angkutan barang untuk berbagai macam
pelanggan, mulai dari perseorangan sampai dengan perusahaan besar. Untuk
kebutuhan ruangan kantor dan parkir kendaraan, perusahaan ini masih menyewa
pada pihak lain. Pada awal Mei 2006 akuntan perusahaan tersebut menyajikan
neraca saldo sebagai berikut:

Kas 262.000.000
Piutang Usaha 30.000.000
Perlengkapan cetak 22.000.000
Sewa Kantor Dibayar Dimuka 65.000.000
Peralatan Kantor 85.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor 15.000.000
Kendaraan 1.600.000.000
Akumulasi Depresiasi kendaraan 300.000.000
Hutang Usaha 194.000.000
Hutang Bank 600.000.000
Modal, Aldrin 955.000.000

Sedangkan transaksi yang dilakukan "Indokargo" selama bulan Mei 2006 adalah
sebagai berikut:
2/5/2006Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 4.200.000. tunai.
6/5/2006Dijual jasa angkutan barang kepada PT. Pelangi senilai Rp 37.000.000.
SebanyakRp 17.000.000. telah dibayar tunai sisanya belum dibayar.
118 | Pengantar Akuntansi 1
7/5/2006Dibayarhutang usaha ke Toko "Tunas Jaya" sebesar Rp 19.000.000.
9/5/2006Aldrin menarik untuk uang perusahaan sebesar Rp 22.000.000. untuk
renovasirumah pribadinya.
10/5/2006Diterima jasa angkutan barang untuk PT. Tiga Roda senilai Rp
24.000.000.tunai.
11/5/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. Niaga Jaya sebesar Rp
18.000.000.
13/5/2006Dibayar beban BBM (bensin, solar, oli) sebesar Rp 16.200.000. tunai.
19/5/2006Dibayar tunai beban perbaikan kendaraan sebesar Rp 6.600.000.
22/5/2006Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp 4.700.000. tunai
28/5/2006Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 8.700.000. tunai.
30/4/2006 Karenina menarik uang perusahaan sebesar Rp.28.000.000. untuk
renovasi rumah pribadinya.
Informasi lain yang diberikan akuntan pada akhir bulan Mei 2006 adalah
sebagai berikut:
 Beban penyusutan kendaraan bulan Mei 2006 sebesar Rp 6.500.000.
 Beban penyusutan peralatan kantor bulan Mei 2006 sebesar Rp 1.600.000.
 Sewa kantor bulan Mei 2006 sebesar Rp 6.000.000.
 Perlengkapan kantor yang tersisa di akhir bulan Mei 2006 sebesar Rp
19.800.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah:
a. Jurnal transaksi yang diperlukan!
b. Buku besar yang diperlukan!
c. Neraca Lajur yang diperlukan!
d. Laporan Keuangan "Indokargo" per 31 Mei 2006!

Latihan 6.6
"Karenina Relations" adalah sebuah perusahaan konsultan hubungan
masyarakat yang berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini menjual jasa konsultasi
hubungan masyarakat untuk berbagai macam perusahaan, mulai dari
perseorangan sampai dengan perusahaan besar. Untuk kebutuhan ruangan
kantor dan parkir kendaraan, perusahaan ini masih menyewa pada pihak lain.
Pada awal April 2006 akuntan perusahaan tersebut menyajikan neraca saldo
sebagai berikut:
Kas 292.000.000
Piutang Usaha 60.000.000
Perlengkapan kantor 22.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 119

Sewa Kantor Dibayar Dimuka 65.000.000


Peralatan Kantor 85.000.000
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor 15.000.000
Kendaraan 1.600.000.000

Sedangkan transaksi yang dilakukan "Karenina Relations'" selama bulan April


2006 adalah sebagai berikut:

Akumulasi Depresiasi Kendaraan 300.000.000


Hutang Usaha 194.000.000
Hutang Bank 660.000.000
Modal, Karenina 955.000.000

2/4/2006 Dibayar beban bunga bank sebesar Rp 3.600.000. tunai.


6/4/2006 Dijual jasa konsultasi kepada PT. Tiga Pilar Utama senilai Rp
42.000.000. Sebanyak Rp 22.000.000. telah dibayar tunai sisanya belum
dibayar.
7/4/2006 Dibayar hutang usaha ke Toko "Tunas Jaya" sebesar Rp 19.000.000.
10/4/2006 Diterima jasa konsultasi untuk PT. Tiga Roda senilai Rp 24.000.000.
tunai.
11/4/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. Niaga Jaya sebesar Rp
16.000.000.
13/4/2006Dibayar beban iklan di koran dan majalah sebesar Rp 6.500.000. tunai.
19/4/2006Dibayar tunai beban renovasi kantor sebesar Rp 6.200.000.
22/4/2006Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp 5.700.000. tunai
28/4/2006Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 17.600.000. tunai.
30/4/2006Karenina menarik uang perusahaan sebesar Rp 28.000.000. untuk
renovasi rumah pribadinya.
Informasi lain yang diberikan akuntan pada akhir bulan Januari 2006
adalah sebagai berikut:
a. Beban depresiasi kendaraan bulan April 2006 sebesar Rp 2.500.000.
b. Beban depresiasi peralatan kantor bulan April 2006 sebesar Rp 1.200.000.
c. Sewa kantor bulan April 2006 sebesar Rp 6.000.000.
d. Perlengkapan kantor yang tersisa di akhir bulan April 2006 sebesar Rp
20.200.000.
Berdasarkan data di atas, buatlah:
120 | Pengantar Akuntansi 1
a. Jurnal transaksi yang diperlukan!
b. Buku besar yang diperlukan!
c. Neraca Lajur yang diperlukan!
d. Laporan Keuangan "Karenina Relations" per 31 April 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 121

BAB 7
SIKLUS AKUNTANSI
PERUSAHAAN DAGANG
Siklus Operasi
Siklus operasi (operating cycle) adalah serangkaian transaksi melaluinya
perusahaan menghasilkan pendapatan dan penerimaan kasnya dari para
pelanggannya. Gambar 5-1 menyajikan siklus operasi perusahaan dagang.
Terdapat tiga transaksi pokok dalam siklus operasi perusahaan dagang yang
diperagakan dalam Gambar 5-1 tersebut. Jenis transaksi pertamaadalah
pembelian barang dagangan yang akan dijual kembali (dimasukkan ke dalam
persediaan). Jenis transaksi kedua adalah memindahkan barang dagangan dari
gudang persediaan dan mengirimkannya kepada pelanggan. Jenis transaksi
ketiga adalah menerima kas dari para pelanggan untuk membayar piutang
dagang. Transaksi-transaksi di atas berkaitan dengan tiga rekening aktiva: kas,
persediaan, dan piutang dagang. Kas dipakai untuk membayar barang dagangan
yang dibeli; barang dagangan menjadi bagian dari persediaan; piutang dagang
tercipta pada saat produk dikirimkan kepada pelanggan; dan kas diterima
manakala pelanggan membayar barang dagangan yang dibelinya.
122 | Pengantar Akuntansi 1

Gambar 5 - 2 menunjukkan perbandingan antara laporan laba rugi untuk


perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Untuk menentukan profitabilitas atau
laba bersih, perusahaan jasa mengurangkan semua beban yang dikeluarkan dari
pendapatan yang diraupnya. Perusahaan dagang lebih rumit lagi dan karenanya
mempunyai laporan laba rugi yang lebih kompleks.

Aktivitas-aktivitas yang menghasilkan pendapatan dari sebuah


perusahaan jasa (service business) melibatkan penyediaan jasa kepada para
pelanggan. Pada laporan keuangan untuk perusahaan jasa, pendapatan dari
jasa yang diserahkan akan dilaporkan sebagai penghasilan jasa yang diperoleh
(fees earned). Untuk mencari laba bersihnya (net income), beban-beban operasi
(operating expenses) yang dikeluarkan dalam menyerahkan jasa akan
dikurangkan dari penghasilan jasa yang diperoleh.
Di lain pihak, aktivitas-aktivitas yang menghasilkan pendapatan dari perusahaan
dagang (merchandisingbusiness) melibatkan pembelian dan penjualan
barangdagangan (merchandise). Perusahaan dagang mestilah terlebih dahulu
membeli barang-barang dagangannya untuk dijual kembali kepada para
pelanggannya. Pada saat barang dagangan ini dijual, pendapatan yang diperoleh
akan dilaporkan sebagai penjualan (sales), dan biaya perolehannya (cost) diakui
sebagai beban yang disebut biaya pokok penjualan (cost of merchandise sold
atau cost of goods sold).
Untuk mencari laba kotor (gross profit), biaya pokok penjualan dikurangkan dari
penjualan. Setelah laba kotor dihitung, beban-beban operasi dikurangkan dari
laba kotor untuk menentukan laba (rugi) bersih (netincome/loss). Beban operasi
adalah beban yang dikeluarkan dalam proses menangguk pendapatan
penjualan. Contoh-contoh beban operasi adalah gaji karyawan, beban
periklanan, dan beban asuransi.
Pengantar Akuntansi 1 | 123

Barang dagangan yang tidak terjual pada akhir periode akuntansi akan disebut
persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Persediaan barang
dagangan ini dilaporkan pada neraca sebagai aktiva lancar (current asset).
Sistem Persediaan Barang Dagangan
Persediaan barang dagangan merupakan faktor kunci dalam penentuan biaya
pokok penjualan (cost of goods sold, CGS). Akibatnya, setiap perusahaan
dagang membutuhkan sistem yang bermanfaat dan terandalkan untuk
penentuan kuantitas dan biaya pokok barang-barang yang ada di gudangnya.
Terdapat dua sistem untuk akuntansi persediaan barang dagangan: sistem
persediaan periodik dan sistem persediaan perpetual. Perbedaan antara sistem
persediaan periodik dan sistem persediaan perpetual adalah pada frekuensi
pemutakhiran rekening Persediaan Barang Dagangan guna merefleksikan
persediaan yang secara fisik ada di tangan perusahaan. Dalam sistem
persediaan perpetual, rekening Persediaan Barang Dagangan dimutakhirkan
secara terus menerus guna merefleksikan persediaan yang ada di tangan.
Sedangkan dalam sistem persediaan periodik, rekening Persediaan Barang
Dagangan hanya dimutakhirkan secara berkala setelah dilakukan penghitungan
fisik persediaan.
Sistem Persediaan Periodik
Dalam sistem persediaan periodik, tidak dilakukan upaya untuk membuat
catatan-catatan persediaan yang rinci dari jumlah barang dagangan yang ada di
gudang sepanjang periode akuntansi. Sebagai gantinya, perusahaan hanya
mencatat kuantitas dan biaya perolehan persediaan barang dagangan yang baru
dalam sebuah rekening temporer Pembelian (Purchase account). Pada saat
barang dagangan itu dijual, hanya pendapatan (revenue) yang dicatat. Pada
akhir periode akuntansi dipersiapkan suatu daftar rinci saldo persediaan (disebut
persediaan fisik). Daftar persediaan fisik (physical inventory) inilah yang dipakai
untuk menentukan biaya perolehan persediaan yang ada di gudang pada akhir
periode dan biaya pokok penjualan barang yang dijual selama periode.
Sistem Persediaan Perpetual
Perusahaan-perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual dalam
berbagai latar bisnis. Secara historis, perusahaan-perusahaan yang menjual
barang dagangan dengan masing-masing nilai per unit tinggi, seperti mobil,
perabotan rumah tangga, dan perlengkapan kantor, memakai sistem persediaan
perpetual. Dewasa ini, cash registeryang terkomputerisasi, mesin scanner, dan
program perangkat lunak akuntansi secara otomatis melacak arus masuk dan
keluar dari setiap jenis persediaan. Komputerisasi membuat lebih ekonomis bagi
124 | Pengantar Akuntansi 1
banyak toko eceran untuk memakai sistem persediaan perpetual untuk barang-
barang dengan nilai per unit yang rendah, seperti barang-barang kelontong.
Di bawah sistem persediaan perpetual, dibuat catatan-catatan perihal kuantitas
dan biaya perolehan masing-masing jenis persediaan pada saat barang
dagangan tersebut dibeli atau dijual. Data rinci yang tersedia dalam sistem
persediaan perpetual memberdayakan manajemen untuk merespon pertanyaan-
pertanyaan pelanggan menyangkut ketersediaan produk, untuk memesan
barang persediaan secara lebih efektif, menghindari kehabisan stok barang, dan
mengendalikan biaya-biaya finansial yang berhubungan dengan investasi pada
persediaan. Dalam sistem perpetual, pada saat pembelian, maka biaya
perolehan setiap jenis persediaan akan dicatat dalam rekening Persediaan
Barang Dagangan. Pada saat barang dagangan itu dijual, biaya perolehan
persediaan itu kemudian dipindahkan dari rekening Persediaan Barang
Dagangan ke rekening Biaya Pokok Penjualan. Dengan demikian, sepanjang
waktu saldo rekening Persediaan Barang Dagangan adalah sama dengan saldo
barang dagangan, dan saldo Biaya Pokok Penjualan adalah sama dengan biaya
perolehan barang dagangan yang dijual kepada pelanggan. Sistem perpetual
tidak memakai rekening Pembelian. Sistem persediaan fisik dan perpetual ini
akan dibahas lebih mendalam pada Bab 9.
Penciutan Persediaan Barang Dagangan
Sungguhpun sistem persediaan perpetual menelusuri semua barang dagangan
yang mereka masukkan dan keluarkan dari dalam perusahaan, sistem ini tidaklah
mampu secara langsung mengukur penciutan persediaan. Apa yang dimaksud
dengan penciutan persediaan barang dagangan? Dalam metode persediaan
perpetual, buku besar mengandung rekening persediaan barang dagangan yang
terpisah. Sepanjang periode akuntansi, rekening ini akan memperlihatkan jumlah
saldo persediaan barang dagangan. Kendatipun demikian, perusahaan dagang
bisa pula mengalami penciutan persediaan yang disebabkan pengutilan,
pencurian oleh karyawan, dan kesalahan dalam penghitungan persediaan.
Akibatnya, hasil perhitungan fisik persediaan yang dilakukan pada akhir periode
akuntansi bisa saja berbeda dari jumlah persediaan yang tampak dalam catatan
akuntansi persediaan. Karena itulah perbedaan ini kerap disebut penciutan
persediaan atau kekurangan persediaan (inventory shrinkage/shortage). Sistem
perpetual memungkinkan akuntan untuk menghitung penciutan persediaan
dengan cara membandingkan perhitungan fisik persediaan dengan kuantitas
yang tercatat dalam pembukuan perusahaan.
Sebagai umpama, catatan persediaan P.T. Komputasi Semesta memperlihatkan
jumlah saldo persediaan sebesar Rp 1.190.000. Sungguhpun begitu, hasil
Pengantar Akuntansi 1 | 125

perhitungan fisik yang dilakukan pada 31 Desember 2001 mengindikasikan


bahwa banyaknya persediaan barang dagangan hanyalah Rp 1.110.000.
Dengan demikian, penciutan persediaan per 31 Desember 2001 adalah
Rp8.0.000 (Rpl.190.000 - Rpl.110.000). Jumlah penciutan persediaan ini dicatat
dengan membuat entri jurnal penyesuaian sebagai berikut:
31 Des. Biaya Pokok Penjualan ................................................... 80.000
Barang Dagangan...................................................... 80.000
(Untuk mencatat penciutan persediaan)
Setelah dilakukan entri penyesuaian tersebut, maka catatan akuntansi akan
cocok dengan persediaan fisik sesungguhnya pada akhir periode. Karena tidak
adanya sistem prosedur dan penjagaan yang benar-benar dapat menghilangkan
penciutan persediaan ini, penciutan persediaan kerap dianggap lazim dalam
kegiatan usaha normal perusahaan. Apabila jumlah penciutan persediaan sangat
besar, maka jumlah tersebut dapat diungkapkan secara terpisah dalam laporan
laba rugi, tepat di bawah biaya pokok penjualan (cost of goods sold). Dalam
kasus seperti ini, penciutan persediaan dapat dicatat dalam rekening yang
terpisah, seperti Kerugian Penciutan Persediaan Barang Dagangan (Loss From
Merchandise Inventory Shrinkage).

Akuntansi untuk Pembelian Barang Dagangan


Perbedaan pokok antara akuntansi sistem persediaan periodik dan
sistem persediaan perpetual adalah bahwa dalam sistem persediaan perpetual,
rekening Persediaan Barang Dagangan secara terus-menerus disesuaikan
karena transaksi-transaksi pembelian, penjualan, dan persediaan lainnya
dimasukkan ke dalam rekening persediaan pada saat terjadinya transaksi.
Transaksi pembelian meningkatkan Persediaan Barang Dagangan, dan retur
pembelian menguranginya. Pada saat berlangsung penjualan barang dagangan,
biaya pokok barang dagangan yang dijual akan ditransfer dari rekening
Persediaan Barang Dagangan ke rekening Biaya Pokok Penjualan. Sedangkan
dalam sistem persediaan periodik, rekening Persediaan Barang Dagangan akan
senantiasa tetap seperti saldo awalnya sampai dilakukan perhitungan fisik pada
akhir periode akuntansi. Dalam sistem periodik ini dipakai rekening Pembelian
untuk mengumpulkan pembelian barang dagangan selama periode akuntansi,
dan rekening Retur dan Keringanan Pembelian dipakai untuk menghimpun retur
dan keringanan pembelian. Untuk mengilustrasikan kedua perbedaan tersebut,
berikut ini akan disajikan transaksi-transaksi pembelian pada sebuah
perusahaan.
126 | Pengantar Akuntansi 1
Pembelian Secara Tunai Sebagai contoh, P.T. Komputasi Semesta
adalah sebuah badan usaha yang bergerak dalam penjualan barang-barang
keperluan kantor dan alat tulis. Pada tanggal 12 Februari 2001, perusahaan ini
membeli secara tunai 40 kotak disket merek Verbatim yang masing-masing
harganya Rp. l5.000. Pada saat pembelian dilakukan secara tunai, maka
transaksi pembelian tunai ini akan dicatat sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
IS Feb. Persediaan Barang Dagangan.......................................... 600.000
(40 x Rpl5.000)
Kas........................................................................... 600.000
(Untuk mencatat pembelian secara tunai 40 kotak disket merek Verbatim)
Sistem Persediaan Periodik
12Feb. Pembelian ...................................................................... 600.000
(40 x Rp.15.000)
Kas........................................................................... 600.000
(Untuk mencatat pembelian secara tunai 40 kotak disket merek Verbatim)
Pembelian Secara Kredit. Pada tanggal 18 Februari, Komputasi Semesta
membeli secara kredit dari C.V. Mentari 10 unit ordner merek Gungyu yang
harganya Rp3.000 per buahnya. Transaksi pembelian secara kredit ini akan
dicatat seperti berikut ini:

Sistem Persediaan Perpetual


18 Feb. Persediaan Barang Dagangan.......................................... 30.000
(10 x Rp3.000)
UtangDagang (C.V. Mentari) ..................................... 30.000
(Untuk mencatat pembelian secara kredit 10 ordner merek Gungyu)
Data yang terkandung dalam entri- entri di atas akan dibukukan ke buku
besar (general ledger) dan juga ke buku pembantu (subsidiary ledger). Entri- entri
tersebut terlebih dahulu dibukukan ke rekening Persediaan Barang Dagangan
dan rekening kontrol Utang Dagang di buku besar. Debit terhadap Persediaan
juga dibukukan ke rekening kontrol disket Verbatim (untuk entri 1) dan rekening
kontrol ordner Gungyu (untuk entri 2) pada buku buku pembantu. Kredit ke Utang
Dagang juga dibukukan ke rekening yang terdapat pada buku pembantu utang
dagang C.V. Mentari.
Sistem Persediaan Periodik
18 Feb. Pembelian ..................................................................... 30.000
Utang Dagang (C.V. Mentari) ..................................... 30.000
(Untuk mencatat pembelian secara kredit 10 ordner merek Gungyu)
Pengantar Akuntansi 1 | 127

Dalam sistem persediaan periodik, rekening Pembelian (Purchase)


merupakan rekening temporer. Tujuan rekening ini adalah menghimpun jumlah
biaya perolehan barang dagangan yang dibeli untuk dijual kembali selama
periode akuntansi. Rekening Pembelian ini tidaklah menunjukkan apakah
persediaan barang dagangan sudah terjual ataukah masih berada di gudang
perusahaan. Dalam sistem persediaan perpetual, rekening Pembelian tidaklah
diperlukan karena pembelian barang dagangan langsung dicatat ke dalam
rekening Persediaan Barang Dagangan.

Biaya Transportasi atas Pembelian Barang


Pembeli kadangkala harus membayar biaya transportasi barang yang dibelinya.
Biaya transportasi (transportation cost) yang berkaitan dengan pembelian
persediaan atau aset lainnya tidaklah merupakan beban dalam periode berjalan;
alih-alih, biaya transportasi ini merupakan bagian dari biaya perolehan aset atau
barang dagangan yang dibeli tadi. Biaya transportasi merupakan bagian penting
dari biaya pokok penjualan. Terdapat beberapa istilah yang bertalian dengan
biaya transportasi, seperti yang tertera berikut ini:
 FOB shipping point istilah FOB shipping point (FOB titik pengiriman atau
pengapalan) berarti bebas biaya transportasi hingga ke titik atau tempat
pengiriman barang dagangan. Dalam syarat ini, pihak pembeli yang harus
mengeluarkan/menanggung biaya transportasi setelah barang dagangan
dimasukkan ke dalam kapal atau wahana transportasi lainnya untuk dikirim
ke alamat si pembeli. Dengan demikian, pihak pembeli bertanggung jawab
atas pembayaran akhir biaya transportasi. Biaya transportasi tersebut
merupakan bagian dari jumlah biaya perolehan persediaan dan harus
ditambahkan ke persediaan dengan mendebit rekening persediaan barang
dagangan.
 FOB destination: istilah FOB destination berarti bebas biaya transportasi
hingga ke tempat tujuan (destinasi). Dalam kondisi ini, pihak penjual
mengirimkan barang-barang ke tempat tujuan tanpa membebankan biaya
angkut kepada pembeli. Oleh karena itu, pihak penjual yang pada akhirnya
memikul semua biaya angkut. Jumlah yang dibayarkan oleh. penjual untuk
biaya pengiriman barang akan di debit ke rekening Biaya Pengiriman, Biaya
Transportasi, Biaya Angkut, atau istilah sejenis lainnya. Jumlah biaya sejenis
selama periode bersangkutan akan dilaporkan dalam laporan laba rugi
penjual sebagai beban operasi.
 Passage of title: istilah passage of title (penerimaan kepemilikan)
menunjukkan pengalihan kepemilikan yuridis atas barang dagangan.
128 | Pengantar Akuntansi 1
Kepemilikan atas barang dagangan biasanya beralih dari pihak penjual
kepada pihak pembeli pada saat FOB point. Dengan begitu, manakala
barang-barang dikirimkan dengan kondisi FOB shipping point, hak
kepemilikan hukum atas barang lazimnya beralih kepada pembeli pada
titik/tempat pengiriman barang. Apabila barang dagangan dikirimkan dengan
ketentuan FOB destination, hak kepemilikan barang biasanya beralih pada
saat barang tiba di tempat tujuan.
 Freight prepaid: istilah freight prepaid (biaya angkut dibayar di muka)
mengindikasikan bahwa penjual seyogyanya terlebih dahulu menalangi biaya
angkut pada waktu pengiriman barang.
 Freight collect istilah freight collect (biaya transportasi ditagih) menunjukkan
bahwa pembeli mesti terlebih dahulu menalangi biaya transportasi dari
barang-barang yang masuk.
Pada tanggal 22 Februari 2001, P.T. Komputasi Semesta (sebagai pihak
pembeli) menerima tagihan sebesar Rp.8.000dari C.V. Lintas Kota untuk biaya
transportasi atas pembelian barang dagangan pada 18 Februari 2001 silam.
Pada waktu itu pembelian dilakukan dengan syarat FOB shipping point sehingga
biaya angkut ditanggung oleh pembeli. Ayat jurnal yang dibuat oleh P.T.
Komputasi Semesta untuk mencatat biaya transportasi atas pembelian tersebut
adalah:
Sistem Persediaan Perpetual
28 Feb. Beban Transportasi Masuk 8.000
Utang Dagang (C.V. Lintas Kota). 8.000
(Untuk mencatat beban transportasi atas pembelian pada 18 Februari)
Sistem Persediaan Periodik
28Feb. Beban Transportasi Masuk 8.000
Utang Dagang (C.V. Lintas Kota) 8.000
(Untuk mencatat beban transportasi atas pembelian pada 18 Februari)
Karena sebagian besar pengiriman barang dari pemasok mengandung banyak
jenis persediaan yang berbeda, maka biasanya tidak praktis untuk
mengidentifikasi biaya spesifik pengiriman setiap jenis persediaan. Sebagai
gantinya, biaya transportasi atas pembelian barang umumnya dikumpulkan, baik
itu dalam sistem persediaan perpetual maupun periodik, dalam rekening Beban
Transportasi Masuk (Freight In). Nilai rupiah Beban Transportasi Masuk biasanya
terlalu kecil untuk disajikan secara terpisah dalam laporan keuangan. Oleh
karena itu, jumlah biaya ini umumnya cukup dimasukkan dalam laporan laba rugi
sebagai biaya pokok penjualan. Pada akhir periode akuntansi, rekening Beban
Pengantar Akuntansi 1 | 129

Transportasi Masuk ini akan ditutupbukukan ke rekening Ikhtisar Laba Rugi


dengan cara yang sama seperti halnya rekening Biaya Pokok Penjualan.
Potongan Dagang
Banyak perusahaan yang menerbitkan katalog (catalog) atau daftar harga (price
list) yang menyajikan jenis barang dagangan yang ditawarkan sekaligus dengan
harga-harganya. Harga bandrol (listprice) adalah harga rujukan dalam katalog
atau dalam daftar harga, dan tidak harus berarti harga yang harus dibayar oleh
pembeli. Sebagian besar penjual memberikan potongan dagang kepada pembeli
produk-produknya.
 Potongan dagang (trade discount) adalah persentase pengurangan, atau
diskon, dari harga bandrol atau harga katalog barang dagangan. Potongan
dagang ini dikurangkan oleh penjual dari harga bandrol untuk menentukan
harga faktur (invoice price) produknya. Besarnya potongan dagang ini pada
umumnya didasarkan pada kuantitas barang dagangan yang dibeli oleh
pembeli. Harga faktur adalah harga yang dibebankan oleh penjual kepada
pembeli. Perusahaan menggunakan potongan dagang untuk:
 Mengurangi biaya publikasi katalog. Penjual dapat memakai katalog untuk
jangka waktu yang lebih lama dengan mencetak harga-harga bandrol dalam
katalog dan memberikan lembaran diskon terpisah kepada wiraniaga
manakala terjadi perubahan harga.
 Memberikan diskon kuantitas.
 Memungkinkan kuotasi harga-harga yang berbeda kepada berbagai
pelanggan, seperti pengecer dan distributor.
Sebagai contoh, P.T. Batas Cakrawala sebagai distributor tunggal pita
printer Epson mematok harga bandrol untuk pita printer-nya. sebesar Rp. l1.200
per unitnya. Sungguhpun begitu, P.T. Batas Cakrawala bersedia memberikan
potongan dagang untuk pita-printer sebagai berikut:
Jumlah Pembelian Potongan Dagang
1 - 15 pita 10%
16- 30 pita 12%
31 - lebih " 14%
Apabila P.T. Komputasi Semesta memesan 12 unit pita printer, maka P.T. Batas
Cakrawala akan menentukan harga faktur sebagai berikut:
Harga Bandrol (Rp. l1.200 x 12 unit) . Rpl34.400
Dikurangi potongan dagang 10% . 13.440
Harga faktur Rp.l20.960
Dengan demikian, harga yang tertera pada faktur penjualan P.T. Batas
Cakrawala adalah Rpl20.000 (dibulatkan). Potongan dagang 10% diberikan
130 | Pengantar Akuntansi 1
karena P.T. Komputasi Semesta hanya membeli sebanyak 12 buah pita printer.
Setelah potongan dagang ini, maka harga faktur per pita printer yang, dibeli oleh
P.T. Komputasi Semesta adalah Rpl 0.000 (Rpl 20.000 + 12 pita), lebih murah
dibandingkan harga bandrolnya yang Rpl 1.200 per pita.

Potongan Pembelian
Syarat-syarat atau termin pembelian (purchase terms) lazimnya tertera pada
faktur (invoice), atau tagihan (bill), yang dikirimkan oleh penjual kepada pembeli.
Syarat-syarat yang disepakati oleh penjual dan pembeli mengenai kapan
pembayaran barang dagangan dilakukan disebut syarat-syarat kredit (credit
terms). Apabila pembayaran disyaratkan pada saat pengiriman, maka syaratnya
disebut tunai. Jika tidak, maka pembeli diberikan tenggang waktu untuk
membayar, yang disebut tenggang waktu kredit (creditperiod).
Tenggang waktu kredit biasanya bermula dari tanggal pembelian seperti
yang tercantum dalam faktur. Apabila jatuh tempo pembayaran kredit dalam
jumlah hari yang ditetapkan setelah tanggal faktur, misalnya 20 hari, maka
syaratnya disebut net 20 hari (net 20 days). Syarat ini bisa pula tertulis n/20.
Bilamana jatuh tempo pembayarannya pada akhir bulan di mana penjualan
terjadi, maka syaratnya tertulis n/eom (net end of month).
Sebagai alat menggalakkan pembayaran sebelum berakhirnya tenggang
waktu kredit, penjual bisa saja menawarkan potongan (discount) kepada pembeli
yang membayar lebih dini. Sebagai misal, penjual dapat menawarkan kepada
pembeli potongan 3% jikalau pembayaran diterima oleh penjual dalam jangka
waktu 10 hari dari tanggal faktur. Manakala pembeli tidak memanfaatkan
potongan ini, maka jumlah pembelian akan jatuh tempo dalam masa 20 hari.
Syarat ini dinyatakan dalam istilah seperti 3/10, n/20, yang artinya
mendapatpotongan 3%jika membayar dalam tempo 10 hari, jumlah bersih akan
jatuh tempo dalam waktu 20 hari. Periode di mana potongan tersebut berlaku
disebut tenggang waktu potongan (discountperiod).
Potongan yang dimanfaatkan oleh pembeli untuk pembayaran secara dini
sebuah faktur disebut potongan pembelian (purchase discount atau cash
discount). Potongan ini dipandang sebagai suatu pengurangan dalam biaya
perolehan barang dagangan yang dibeli. Sebagian besar perusahaan yang
dikelola dengan efisien menggariskan kebijakan untuk memanfaatkan semua
potongan pembelian yang tersedia atas pembelian barang dagangannya.
Perusahaan-perusahaan tersebut akan mencatat pembelian-pembelian barang
dagangannya pada biaya perolehan bersih (net cost), yakni harga faktur
dikurangi potongan pembelian yang tersedia.
Pengantar Akuntansi 1 | 131

Pencatatan Pembelian pada Harga Faktur Bersih. Perusahaan yang


mencatat pembeliannya pada harga faktur bersih (net invoice price)
mengantisipasi pemanfaatan potongan kas atas barang dagangan yang
dibelinya dan sedari awal mencatat pembelian tersebut pada harga bersihnya
(harga faktur dikurangi potongan kas). Gambar 5-3 melukiskan hubungan di
antara harga bandrol, harga. kotor, dan harga bersih.
GAMBAR 5-3
Hubungan di antara Harga Bandrol, Harga Kotor, dan Harga Bersih

Sebagai ilustrasi, pada 1 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta membeli


secara kredit dari P.T. Batas Cakrawala 12 buah pita printer merek Epson
seharga Rp 10.000 per buahnya. Syarat pembelian yang tertera pada faktur
adalah 3/10, n/30, yang berarti bahwa P.T. Komputasi Semesta akan
mendapatkan potongan pembelian sebesar 3% jika melunasi pembeliannya
dalam jangka waktu 10 hari. Pada 9 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta
melunasi semua pembeliannya tersebut kepada P.T. Batas Cakrawala. Entri
jurnal yang dibuat oleh P.T. Komputasi Semesta untuk mencatat kedua transaksi
tersebut adalah:
132 | Pengantar Akuntansi 1
Sistem Persediaan Perpetual
01 Mar. Persediaan Barang Dagangan.......................... 116.400
(Rpl20.000 - 3% x Rpl20.000)
Utang Dagang (P.T. Batas Cakrawala). .......................
116.400
(Untuk mencatat pembelian 10 buah pita printer merek Epson)
Sistem Persediaan Periodik
01 Mar. Pembelian ……………………………….. 116.400
(Rp120.000 - 3% x Rp 120.000)
Utang Dagang (P.T. Batas Cakrawala) ………………………….. 116.400
(Untuk mencatat pembelian 10 buah pita printer merek Epson)
Ayat jurnal untuk mencatat pelunasan pada 9 Maret:
Sistem Persediaan Perpetual
09 Mar. Utang Dagang ....................................... 116.400
Kas..................................................................... ……… 116.400
(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepada P.T. Batas Cakrawala')
Sistem Persediaan Periodik
09 Mar. Utang Dagang ....................................... 116.400
Kas..................................................................... ……… 116.400
(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepada P.T. Batas Cakrawala)
Karena pengelolaan yang kurang cermat, bisa saja sebuah perusahaan
gagal memanfaatkan potongan pembelian yang tersedia. Anggaplah P.T.
Komputasi Semesta gagal mengambil potongan pembelian karena baru
membayar pada tanggal 13 Maret 2001. Dalam kondisi seperti ini, P.T.
Komputasi Semesta harus membayar fakturnya pada harga penuh, yaitu Rp
120.000. Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran yang lewat periode diskon
adalah sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
13 Mar. Utang Dagang ....................................... 116.400
Potongan Pembelian yang Hilang ....................... 3.600
'Kas ....................................... ……………………. 120.000
(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepada P. T. Batas Cakrawala yang
melewati periode potongan)
Sistem Persediaan Periodik
13 Mar. Utang Dagang ....................................... 116.400
' Potongan Pembelian yang Hilang ....................... 3.600
Kas.................................................................... 120.000
Pengantar Akuntansi 1 | 133

(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepada P.T. Batas Cakrawala yang
melewati periode potongan)
Dari entri-entri jurnal di atas terlihat bahwa perusahaan harus membayar
tambahan sebesar Rp3.600 karena hilangnya potongan pembelian. Tambahan
pembayaran ini dimasukkan ke dalam rekening yang bernama Potongan
Pembelian yang Hilang (Purchase Discount Lost). Potongan Pembelian yang
Hilang ini merupakan rekening beban, dan dalam laporan laba rugi beban ini
diklasifikasikan sebagai beban nonoperasi (nonoperating expense).
Kenyataan bahwa potongan-potongan pembelian yang tidak diambil
(atau terlepas) dicatat dalam rekening beban yang terpisah merupakan alasan
utama mengapa perusahaan harus mencatat pembelian pada biaya perolehan
bersih. Penggunaan rekening Potongan Pembelian yang Hilang dengan segera
akan menarik perhatian manajemen kepada kegagalan memanfaatkan
potongan-potongan yang ditawarkan oleh para pemasok.
Pencatatan Pembelian pada Harga Faktur Kotor Sebagai alternatif
untuk pencatatan pembelian pada harga faktur bersih, beberapa perusahaan
mencatat pembelian barang dagangannya pada harga faktur kotor (gross invoice
price). Apabila pembayaran dilakukan masih dalam periode potongan, maka
perusahaan akan mencatat potongan pembelian yang diambil (purchase
discount taken).
Sebagai contoh, anggaplah PT. Komputasi Semesta di atas mengikuti kebijakan
pencatatan pembelian pada harga faktur kotornya. Entri untuk mencatat
pembelian pada 1 Maret 2001 akan terlihat sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
01 Mar. Persediaan Barang Dagangan.......................................... 120.000
UtangDagang............................................................ 120.000
(Untuk mencatat, pembelian 10 buah pita printer merek Epson pada harga faktur
kotor)
Sistem Persediaan Periodik
01 Mar. Pembelian ...................................... ............................... 120.000
UtangDagang............................................................ 120.000
(Untuk mencatat pembelian 10 buah pita printer merek -. • Epson pada harga
faktur kotor) '.
Apabila pembayaran dilakukan dalam periode potongan, maka P.T. Komputasi
Semesta hanya akan membayar sebesar Rp. l16.400, dengan membuat entri
jurnal sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
09 Mar. UtangDagang................................................................. 120.000
134 | Pengantar Akuntansi 1
Potongan Pembelian Yang Diambil ............................. 3.600
Kas........................................................................... 116.400
(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepadaP.T. Batas Cakrawala dengan
memanfaatkanpotongan pembelian)

Sistem Persediaan Periodik


09Mar. UtangDagang ................................................................ 120.000
Potongan Pembelian yang Diambil ………………………3.600
Kas........................................................................... 116.400
(Untuk mencatat pelunasan utang dagang kepada P.T. Batas Cakrawala dengan
memanfaatkan potongan pembelian)

Retur dan Keringanan Pembelian


Pada saat barang dagangan yang dibeli ternyata belakangan dikembalikan lagi
kepada penjual (purchase return) atau dimintakan adanya keringanan harga beli
(purchase allowance), maka pembeli biasanya memberitahukan perihal retur
tersebut kepada penjual secara tertulis. Walaupun penjual tidak membebani
pembeli atas barang yang dikembalikan atau memberikan keringanan untuk
barang-barang yang tidak sempurna, pihak pembeli mengeluarkan biaya-biaya
pada waktu menerima, memeriksa, mengidentifikasi, dan mengirimkan kembali
barang dagangan yang cacat tersebut. Pengeluaran biaya-biaya ini dapat
diinformasikan kepada manajer dengan mencatat biaya pokok barang dagangan
yang diretur atau keringanan harga beli dalam suatu rekening kontra pembelian
yang disebut rekening Retur dan Keringanan Pembelian (Purchases Returns and
Allowances). Sebagai contoh, pada 10 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta
membeli dari P.T. Mitra Pandawa 2 buah kalkulator yang masing-masingnya
berharga Rp.30.000 tanpa adanya ketentuan potongan pembelian pada
fakturnya. Pada 12 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta mengembalikan kedua
kalkulator tersebut karena produknya cacat sehingga tidak berfungsi. Entri jurnal
untuk mencatat retur pembelian oleh P.T. Komputasi Semesta adalah:

Sistem Persediaan Perpetual


12 Mar. Utang Dagang................................................................. 60.000
(2 x Rp30.000) ..............................................................
Persediaan Barang Dagangan .................................... 60.000
(Untuk mencatat retur pembelian kalkulator)
Pengantar Akuntansi 1 | 135

Sistem Persediaan Periodik


13 Mar. Utang Dagang ................................................................. 60.000
(2 x Rp30.000)
Retur dan Keringanan Pembelian ................................. 60.000
(Untuk mencatat retur pembelian kalkulator)
Dalam sistem persediaan periodik, jumlah retur dan keringanan
pembelian akan dicatat dalam rekening Retur dan Keringanan Pembelian
(Purchases Returns and Allowances). Rekening ini merupakan rekening lawan
pembelian dengan saldo normalnya adalah kredit dan nantinya pada laporan
laba rugi akan dikurangkan dari Pembelian. Dalam sistem persediaan perpetual,
persediaan barang dagangan yang diretur akan dikurangkan dari rekening
Persediaan Barang Dagangan. Pembeli akan mengirimkan memo debit (debit
memorandum) untuk memberitahukan kepada pihak penjual bahwa rekening
Utang Dagang penjual didebit pada pembukuan pihak pembeli dikarenakan
adanya retur dan keringanan pembelian. Contoh memo debit disajikan dalam
Gambar 5-4.

Apabila barang dagangan yang dibeli merupakan bagian dari potongan


pembelian, maka jumlah yang dicatat pada saat dilakukan retur pembelian
adalah harga bersih pembelian. Sebagai misal, pada 20 Maret P.T. Komputasi
Semesta membeli dari P.T. Solusi Bisnis 8 buah filter screen untuk monitor
komputer yang harganya per buah adalah Rp20.000. Syarat pembelian adalah
2/ 10, n/30. Dua hari kemudian P.T. Komputasi Semesta mengembalikan 2 filter
tersebut karena terbukti rusak. Pada 25 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta
melunasi utang dagang atas pembelian filter screen tersebut. Entri-entri jurnal
untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
20 Mar. Persediaan Barang Dagangan.............................. 156.800
[Rp.160.000 - (2% x Rp.l60.000)]
Utang Dagang................................................ 156.800
(Untuk mencatat pembelian filter screen dengan termin 8/10, n/30)
Ayat jurnal untuk mencatat retur pada 22 Maret:
Sistem Persediaan Perpetual
22 Mar. Utang Dagang ............................................................ 39.200
[Rp40.000 - (2% x Rp40.000)]
Persediaan Barang Dagangan ................................... 39.200
(.Untuk mencatat pengembalian 8 filter screen)
Entri jurnal untuk mencatat pelunasan utang dagang pada 25 Maret:
136 | Pengantar Akuntansi 1
Sistem Persediaan Perpetual
25 Mar. Utang Dagang.......................................................... 117.600
[Rpl56.800 - Rp39.000]
Kas..............................:....................................... 117.600
(Untuk mencatat pelunasan pembelian filter screen)
Sistem Persediaan Periodik
25 Mar. Utang Dagang.......................................................... 117.600
[Rpl56.800 - Rp39.200]
Kas...........'.......................................................... 117.600
(Untuk mencatat pelunasan pembelian filter screen)
tersebut. Pengeluaran biaya-biaya ini dapat di informasikan kepada manajer
dengan mencatat biaya pokok barang dagangan yang diretur atau keringanan
harga beli dalam suatu rekening kontra pembelian yang disebut rekening Retur
dan Keringanan Pembelian (Purchases Returns and Allowances). Sebagai
contoh, pada 10 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta membeli dari P.T. Mitra
Pandawa 2 buah kalkulator yang masing-masingnya berharga Rp.20.000 tanpa
adanya ketentuan potongan pembelian pada fakturnya. Pada 12 Maret 2001 P.T.
Komputasi Semesta mengembalikan kedua kalkulator tersebut karena
produknya cacat sehingga tidak berfungsi. Entri jurnal untuk mencatat retur
pembelian oleh P.T. Komputasi Semesta adalah:
Sistem Persediaan Perpetual
12 Mar. Utang Dagang................................................................. 60.000
(2 x Rp30.000) ...........................................................
Persediaan Barang Dagangan ...................................... 60.000
(Untuk mencatat retur pembelian kalkulator)
Sistem Persediaan Periodik
12 Mar. Utang Dagang ................................................................. 60.000
(2x Rp.30.000)
Retur dan Keringanan Pembelian ................................ 60.000
(Untuk mencatat retur pembelian kalkulator)
Dalam sistem persediaan periodik, jumlah retur dan keringanan
pembelian akan dicatat dalam rekening Retur dan Keringanan Pembelian
(Purchases Returns and Allowances). Rekening ini merupakan rekening lawan
pembelian dengan saldo normalnya adalah kredit dan nantinya pada laporan
laba rugi akan dikurangkan dari Pembelian. Dalam sistem persediaan perpetual,
persediaan barang dagangan yang diretur akan dikurangkan dari rekening
Persediaan Barang Dagangan. Pembeli akan mengirimkan memo debit (debit
memorandum) untuk memberitahukan kepada pihak penjual bahwa rekening
Pengantar Akuntansi 1 | 137

Utang Dagang penjual didebit pada pembukuan pihak pembeli dikarenakan


adanya retur dan keringanan pembelian. Contoh memo debit disajikan dalam
Gambar 5-4.
Gambar 5-4
Contoh Memo Debit

Apabila barang dagangan yang dibeli merupakan bagian dari potongan


pembelian, maka jumlah yang dicatat pada saat dilakukan retur pembelian
adalah harga bersih pembelian. Sebagai misal, pada 20 Maret P.T. Komputasi
Semesta membeli dari P.T. Solusi Bisnis 8 buah filter screen untuk monitor
komputer yang harganya per buah adalah Rp20.000. Syarat pembelian adalah
2/ 10, n/30. Dua hari kemudian P.T. Komputasi Semesta mengembalikan 2 filter
tersebut karena terbukti rusak. Pada 25 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta
melunasi utang dagang atas pembelian filter screen tersebut. Entri-entri jurnal
untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
20 Mar. Persediaan Barang Dagangan..................................... 156.800
[Rp.160.000 - (2% x Rpl60.000)]
Utang Dagang...................................................... 156.800
(Untuk mencatat pembelian filter screen dengan termin 8/10, n/30)
Ayat jurnal untuk mencatat retur pada 22 Maret:
138 | Pengantar Akuntansi 1
Sistem Persediaan Perpetual
22 Mar. Utang Dagang ........................................................... 39.200
Rp40.000 - (2% x Rp40.000)]
Persediaan Ba rang Dagangan .................................
39.200
(Untuk mencatat, pengembalian 3 filter screen)
Entri jurnal untuk mencatat pelunasan utang dagang pada 25 Maret:

Sistem Persediaan Perpetual


25 Mar. Utang Dagang ...............................................................117.600
[Rpl56.800-Rp39.200]
Kas................................................................. 117.600
(.Untuk mencatat pelunasan pembelian filter screen)

Sistem Persediaan Periodik


H25 Mar. Utang Dagang .......................................................... 117.600
[Rpl56.800 - Rp39.200]
Kas............................................................ 117.600
(Untuk mencatat pelunasan pembelian filter screen)

Akuntansi untuk penjualan barang dagangan


Pendapatan sebuah perusahaan dagang dihasilkan dari penjualan
persediaan barang dagangannya. Pendapatan dari penjualan barang dagangan
itu biasanya disebut penjualan (sales). Penjualan kotor (gross safes) adalah
jumlah harga semua barang dagangan yang dijual dalam periode tertentu.
Penjualan bersih (net sales) adalah penjualan kotor dikurangi retur dan
keringanan penjualan serta potongan penjualan.
Dalam transaksi penjualan, penjual mengalihkan hak kepemilikan barang
kepada pembeli. Pengiriman fisik barang biasanya berlangsung pada saat
penjualan barang. Setiap transaksi penjualan haruslah didukung oleh dokumen
bisnis yang memberikan bukti tertulis atas penjualan. Pita register kas (cash
register tapes) merupakan bukti penjualan tunai, sedangkan faktur penjualan
(sales invoice) merupakan bukti penjualan secara kredit. Faktur inilah yang
menjadi pijakan untuk melakukan pencatatan transaksi penjualan. Gambar 5-5
merupakan contoh faktur penjualan.
Pengantar Akuntansi 1 | 139

Gambar 5-5
Contoh Faktur Penjualan

Perbedaan utama dalam akuntansi untuk transaksi-transaksi yang


berkaitan dengan penjualan dalam sistem persediaan perpetual dan periodik
bersangkut-paut dengan rekening Biaya Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).
Dalam sistem persediaan perpetual, tatkala terjadi transaksi penjualan, biaya
perolehan barang dagangan akan ditransfer dari rekening Persediaan Barang
Dagangan (Merchandise Inventory) ke rekening Biaya Pokok Penjualan (Cost of
Goods Sold). Manakala terjadi retur pembelian, biaya perolehan persediaan
ditransfer kembali dari rekening Biaya Pokok Penjualan ke rekening Persediaan
140 | Pengantar Akuntansi 1
Barang Dagangan. Dalam sistem persediaan periodik, rekening Biaya Pokok
Penjualan tidak dipergunakan karena rekening Persediaan Barang Dagangan
tidak akan dimutakhirkan sampai akhir periode akuntansi (pada saat dilakukan
perhitungan fisik persediaan).
Sebagai misal, pada 25 Februari 2001 P.T. Komputasi Semesta menjual
secara kredit 30 kotak disket kepada C.V. Bintang Merah seharga Rp750.000.
Ayat jurnal untuk mencatat penjualan tersebut adalah:

Sistem Persediaan Perpetual


25 Feb. Piutang Dagang (C.V. Bintang Merah) ............................. 750.000
Penjualan.................................................................. 750.000
(Untuk mencatat penjualan kepada C.V. Bintang Merah)
Prinsip pengaitan (matching principle) mensyaratkan bahwa pendapatan
dikaitkan dengan semua biaya dan beban yang dikeluarkan untuk menghasilkan
pendapatan tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan ayat jurnal kedua untuk mencatat
penjualan barang kepada C.V. Bintang Merah tersebut. Sebagai misal,
anggaplah biaya pokok penjualan (cost of merchandise sold) 10 kotak disket
yang dijual tersebut adalah Rp450.000. Entri jurnal untuk mencatat biaya pokok
penjualan dan pengurangan persediaan adalah sebagai berikut:
25 Feb. Biaya Pokok Penjualan ................................................... 450.000
Persediaan Barang Dagangan ….................................. 450.000
(.Untuk mencatat biaya pokok penjualan pada 25 Februari)
Kedua entri jurnal yang berkaitan dengan transaksi penjualan tersebut
akan dibukukan ke buku besar P.T. Komputasi Semesta. Selain itu, pendebitan
sebesar Rp750.000 ke Piutang Dagang (entri 1) akan dibukukan ke rekening C.V.
Bintang Merah dalam buku besar piutang dagang. Pengkreditan ke Persediaan
Barang Dagangan (entri 2) juga dibukukan ke rekening disket Verbatim pada
buku pembantu persediaan.
Apabila transaksi penjualan tadi dicatat dalam sistem periodik, maka ayat
jurnalnya akan muncul seperti ini:

Sistem Persediaan Periodik


25Feb. Piutang Dagang (C.V. Bintang Merah) ............................. 750.000
Penjualan.................................................................... 750.000
(.Untuk mencatat penjualan kepada C. V. Bintang MeraK)
Pengantar Akuntansi 1 | 141

Potongan Penjualan
Penjualan barang dagangan secara kredit biasanya membantu
perusahaan mendongkrak volume penjualannya dengan memberikan lebih
banyak kenyamanan bagi pelanggan. Transaksi penjualan dapat dilakukan
melalui telefon ataupun pos. Barang dagangan dapat dikirimkan kepada
pelanggan manakala dicapai kesepakatan penjualan. Pelanggan lantas
membayar barang yang dibeli setelah barang tersebut diterimanya. Karena
kenyamanan seperti ini, banyak penjualan yang dilakukan secara kredit.
Pelanggan tentunya diharapkan membayar jumlah yang di utangnya dalam
periode kredit yang sudah disepakati sebelumnya.
Untuk mendorong pembayaran dini atas penjualan kredit, perusahaan
biasanya memberikan potongan dari harga yang tercantum pada faktur
penjualan. Potongan atas jumlah faktur guna mendorong pembayaran segera
disebut potongan penjualan. Potongan penjualan (sales discount) muncul hanya
pada saat penjualan dilakukan secara kredit dan umumnya berlaku hanya pada
penjualan yang dilakukan oleh pabrik kepada grosir. Potongan penjualan adalah
potongan tunai (cash discount) yang ditawarkan kepada para pelanggan yang
membeli barang-barang dagangan secara kredit. Potongan tunai merupakan
suatu persentase pengurangan dari harga faktur karena membayar faktur
tersebut dalam periode waktu yang ditetapkan. Penjual dapat menawarkan
kepada pembeli syarat-syarat kredit yang meliputi potongan untuk pembayaran
dini, seperti 2/ 10, n/30. Potongan penjualan merupakan alat untuk
menggalakkan pembayaran tepat waktu dalam siklus penagihan normal. Jumlah
spesifik potongan penjualan ini bervariasi antara satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya, tergantung pada tingkat suku bunga dan kompetisi bisnis.
Jika suku bunga rendah, maka perusahaan cenderung menawarkan diskon yang
lebih kecil; jika suku bunga tinggi, diskon yang ditawarkan juga ikut tinggi.
Sungguhpun begitu, apabila perusahaan tertentu menawarkan diskon penjualan
yang tinggi untuk memikat pembeli-pembeli kredit, pesaing perusahaan tersebut
bisa saja ikut pula melakukan hal yang sama, terlepas dari berapa pun tingkat
suku bunga yang berlaku. Pada saat pembeli memanfaatkan potongan penjualan
dengan membayar pembeliannya pada periode potongan, maka penjual akan
mendebit rekening potongan penjualan. Sebagai contoh, jikalau seorang pembeli
membayar dalam periode potongan (dibayar pada 14 Februari) kepada penjual
atas pembelian barang dagangan pada 6 Februari senilai Rp200.000 dengan
termin 2/10, n/30, maka transaksi ini akan dicatat oleh pihak penjual sebagai
berikut:
142 | Pengantar Akuntansi 1
Sistem Persediaan Perpetual
14 Feb. Kas ................................................................................ 196.000
Potongan Penjualan ................................................... 4.000
Piutang dagang...........................................................200.000
(.Untuk mencatat penagihan piutang dagang dikurangi potongan)

Sistem Persediaan Periodik


14 Feb. Kas................................................................................ 196.000
Potongan Penjualan .................................................. 4.000
Piutang Dagang ......................................................... 200.000
(.Untuk mencatat penagihan piutang dagang dikurangi potongan) t
Rekening potongan penjualan merupakan rekening lawan pendapatan
(contra revenue account) bagi rekening penjualan. Dalam laporan laba rugi,
penjual akan mengurangkan rekening lawan pendapatan ini dari penjualan kotor
(gross sales). Penjual memakai rekening Potongan Penjualan supaya
manajemen dapat memeriksa banyaknya potongan penjualan untuk
mengevaluasi kebijakan potongan penjualan perusahaan.

Retur dan Keringanan Penjualan


Perusahaan dagang biasanya membolehkan para pelanggannya
mengembalikan barang-barang yang cacat atau tidak memuaskan karena
beberapa sebab, seperti warna yang keliru, ukuran yang salah, kuantitas yang
tidak tepat, mutu yangburuk, atau sebab-sebab lainnya. Retur penjualan (sales
return) adalah barang dagangan yang dikembalikan oleh pembeli. Selain itu,
penjual bisapula memberikan pengurangan dari harga semula kepada pembeli
karena barang yang dibeli ternyata agak rusak, sudah ketinggalan zaman, atau
karena sebab lainnya; dengan catatan bahwa barang tadi tetap jadi dibeli oleh
pembeli. Kejadian ini disebut keringanan penjualan (sales allowance).
Dalam rangka memberikan retur dan keringanan penjualan kepada
pelanggan, pihak penjual biasanya membuat memo kredit (credit memorandum).
Formulir memo kredit ini menginformasikan kepada pelanggan bahwa telah
dilakukan pengkreditan (pengurangan) terhadap-piutang dagang pelanggan
untuk retur dan keringanan penjualan yang dilakukan.
Lembaran asli memo kredit ini dikirimkan oleh penjual kepada pelanggan
(pihak pembeli), dan 1 lembar salinannya disimpan oleh penjual sebagai bukti
transaksi retur. Salinan ini biasanya diserahkan kepada bagian piutang dagang
guna mengkredit atau mengurangi saldo pelanggan tertentu. Salinan memo
Pengantar Akuntansi 1 | 143

kredit inilah yang dijadikan dasar untuk melakukan entri jurnal atas transaksi
retur. Contoh memo kredit dilukiskan pada Gambar 5-6.

GAMBAR 5-6
Contoh Memo Kredit

Rekening Retur dan Keringanan Penjualan di debit sebesar retur atau


pengurangan yang diberikan oleh penjual. Jika penjualan dilakukan secara
kredit, maka rekening Piutang Dagang dikredit. Karena persediaan barang
dagangan dijaga supaya tetap mutakhir melalui sistem persediaan perpetual,
biaya pokok penjualan yang diretur ditambahkan ke rekening Persediaan Barang
Dagangan. Biaya pokok barang dagangan yang di retur juga mesti di kredit kan
dari rekening Biaya Pokok Penjualan.
Sebagai misal, pada 22 Maret 2001 P.T. Komputasi Semesta menerima retur
barang dagangannya yang dijual kepada P.T. Solusi Bisnis. Harga jual barang
yang diretur tersebut adalah sebesar Rp39.200, sedangkan biaya pokok
penjualannya adalah Rp20.000. Retur penjualan ini akan dicatat oleh P.T.
Komputasi Semesta sebagai berikut:

Sistem Persediaan Perpetual


22Mar. Retur dan Keringanan Penjualan ............................... 39.200
Piutang Dagang................................................... 39.200
(Untuk mencatat barang dagangan yang diretur berdasarkan memo kredit No.21)
144 | Pengantar Akuntansi 1
22 Mar. Persediaan Barang Dagangan.......................................... 20.000
Biaya Pokok Penjualan .............................................. 20.000
(.Untuk mencatat biaya pokok penjualan barang yang diretur)
Apabila retur penjualan tadi dicatat dengan sistem persediaan periodik,
maka entrinya akan tampak sebagai berikut:

Sistem Persediaan Periodik


22 Mar. Retur dan Keringanan Penjualan .................................... 39.200
Piutang Dagang......................................................... 39.200
(Untuk mencatat barang dagangan yang diretur berdasarkan memo kredit No.31)
Implikasi retur atau keringanan penjualan adalah mengurangi
pendapatan penjualan dan kas/piutang dagang. Untuk mengurangi pendapatan
penjualan, maka rekening penjualan haruslah di debit. Karena retur dan
keringanan penjualan ini dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan,
manajemen biasanya memantau secara cermat jumlah retur dan keringanan
penjualan ini. Karena itulah retur dan keringanan penjualan ini dicatat dalam
rekening terpisah yang disebut Retur dan Keringanan Penjualan (Sales Return
and Allowance). Saldo normal rekening Retur dan Keringanan Penjualan ini
adalah debit. Karena retur dan keringanan penjualan akan mengurangi jumlah
yang dicatat semula dalam penjualan, rekening Retur dan Keringanan Penjualan
merupakan rekening lawan (contra account) bagi rekening Penjualan.
Pengungkapan informasi dalam rekening kontra ini dalam laporan laba rugi
adalah penting bagi manajemen. Retur dan keringanan penjualan yang
berlebihan kemungkinan mengindikasikan rendahnya mutu barang, inefisiensi
pemenuhan pesanan penjualan, kekeliruan penagihan kepada pelanggan, atau
kekeliruan pengiriman atau pengapalan barang pesanan pelanggan.

Pajak Penjualan
Pajak pertambahan nilai dibebankan oleh negara atas penjualan barang
dagangan. Pajak penjualan sebenarnya dipikul oleh konsumen, bukan pihak
pembeli. Untuk penjualan tunai, pajak pertambahan nilai (PPN) dipungut dari
pelanggan pada waktu berlangsungnya transaksi penjualan. Seandainya
penjualan dilakukan secara kredit, PPN akan dibebankan oleh penjual kepada
pembeli dengan mendebit rekening Piutang Dagang. Penjual mengkredit
rekening Penjualan hanya sejumlah besarnya penjualan dan mengkredit PPN ke
Utang PPN. Sebagai contoh, penjualan barang, dagangan secara kredit senilai
Rp200.000 dengan tarif PPN 10% akan dicatat sebagai berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 145

(Tgl) Piutang Dagang .................................................................... 220.000


Penjualan…........................................................................ 200.000
Utang Pajak PPN …............................................................. 20.000
(10% x Rp.200.000) : (Untuk mencatat penjualan barang dagangan)
Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran utang pajak tersebut adalah:
(Tgl) Utang Pajak PPN................................................................... 20.000
Kas……................................................................................ 20.000
(Untuk mencatat pembayaran utang pajak PPN)

Biaya Transportasi atas Penjualan Barang


Perjanjian penjualan hendaknya menetapkan ketentuan-ketentuan
mengenai biaya transportasi barang kepada pembeli. Jikalau ketentuannya
adalah FOB destination, maka pihak penjual menanggung semua biaya
pengiriman barang tersebut. Jika syaratnya adalah FOB shipping point, maka
pembeli yang mesti memikul biaya transportasi barang yang dibelinya.
Manakala penjual yang bertanggung jawab atas pembayaran biaya
transportasi, maka jumlah yang dibayarkan kepada perusahaan angkutan,
maskapai penerbangan, atau kapal laut akan didebit ke rekening beban yang
disebut Beban Transportasi Keluar (Freight Out).
Sebagai contoh, pada 4 April 2001 P.T. Komputasi Semesta menjual
barang dagangan secara kredit kepada C.V. Prasasti seharga Rp400.000,
dengan syarat FOB destination, n/30. Dalam transaksi ini P.T. Komputasi
Semesta membayar biaya transportasinya sebesar Rp20.000. Biaya pokok
penjualan barang dagangan yang dijual tersebut adalah Rp240.000. Ayat-ayat
jurnal yang dibuat oleh P.T. Komputasi Semesta adalah sebagai berikut:
Sistem Persediaan Perpetual
04 Apr. Piutang Dagang .............................................................. 400.000
Penjualan.......................................................................... 400.000
(Untuk mencatat penjualan barang dagangan)
04 Apr. Biaya Pokok Penjualan .................................................... 240.000
Persediaan Barang Dagangan …………………………..240.000
(Untuk mencatat biaya pokok penjualan)
04 Apr. Beban Transportasi Keluar ............................................. 9.000
Kas.................................................................................. 9.000
(Untuk mencatat pembayaran biaya pengiriman barang) i
Sistem Persediaan Periodik
04 Apr. Piutang Dagang .............................................................. 400.000
Penjualan…………………………………………………400.000
146 | Pengantar Akuntansi 1
(Untuk mencatat penjualan barang dagangan)
04 Apr. Beban Transportasi Keluar ............................................. 9.000
Kas.................................................................................. 9.000
(Untuk mencatat pembayaran biaya pengiriman barang)

Laporan Laba Rugi Untuk Perusahaan Dagang


Laporan laba rugi (income statement) entitas perusahaan jasa dan entitas
perusahaan dagang sangatlah berlainan. Kendatipun kedua laporan tadi sama-
sama melaporkan laba bersih, namun munculnya rekening persediaan pada
perusahaan dagang menyebabkan terdapatnya beberapa modifikasi dalam
laporan laba ruginya. Gambar 5-7 dan Gambar 5-8 merupakan contoh-contoh
laporan laba rugi untuk perusahaan dagang. Laporan laba rugi ditata dalam
bentuk yang terklasifikasi (classified format); yakni, pendapatan, beban, aktiva,
dan kewajiban dibagi ke dalam kelompok-kelompok rekening yang serupa dan
dibuat subtotal untuk setiap kelompok. Terdapat dua format yang dipakai secara
luas untuk menyusun laporan laba rugi: multiple step dan single step.
Format Multiple Step
Laporan laba rugi dengan format multiple step mengandung beberapa
bagian, sub bagian, dan sub jumlah. Banyaknya rincian yang disajikan dalam
masing-masing bagian tersebut berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan
lainnya. Sebagai misal, alih-alih melaporkan penjualan kotor, retur dan
keringanan penjualan, dan potongan penjualan, beberapa perusahaan lebih
memilih memakai istilah penjualan bersih saja. Format multiple step memberikan
informasi yang lebih kaya tentang perihal perusahaan dengan membedakan
antara aktivitas-aktivitas operasi dan non operasinya. Keunggulan format
multiple step ini adalah memperlihatkan sejumlah subtotal yang tidak tampak
dalam laporan laba rugi dengan format single step. Sebagai contoh, untuk
mencari angka laba kotor, maka biaya pokok penjualan dikurangkan dari
penjualan bersih. Perbandingan laba kotor dari satu periode ke periode lainnya
akan berguna dalam menilai kinerja perusahaan dan memprediksi arus kas di
masa depan dari penjualan produk perusahaan. Identifikasi yang terpisah atas
pendapatan operasi juga bermanfaat untuk tujuan prediktif karena sifatnya yang
rutin.
Gambar 5-7 memperagakan contoh laporan laba rugi dengan format
multiple step untuk P.T. Komputasi Semesta.
Pengantar Akuntansi 1 | 147

Format Single-Step
Dalam laporan laba rugi dengan format single-step, semua data
diklasifikasikan dalam dua kategori: pendapatan dan beban. Semua
pendapatan—seperti pendapatan jasa, pendapatan penjualan, dan pendapatan
bunga—dikelompokkan bersama dalam bagian pertama laporan dan lantas
dijumlahkan untuk menghitung jumlah pendapatan. Semua beban, termasuk
biaya pokok penjualan, beban operasi, dan beban lainnya, dikelompokkan
bersama dan dijumlahkan untuk menghitung jumlah beban. Untuk menghitung
laba bersih, maka jumlah beban tadi kemudian dikurangkan dari jumlah
148 | Pengantar Akuntansi 1
pendapatan. Terdapat dua alasan atas pemakaian format single-step ini.
Pertama, perusahaan tidak merealisasikan laba atau pendapatan apapun
sampai jumlah pendapatan melebihi jumlah beban sehingga masuk akal
membagi laporan laba rugi ke dalam dua kategori. Kedua, format ini lebih
sederhana dan lebih mudah dibaca ketimbang format multiple-step. Karena
ramai pengguna awam laporan keuangan yang mungkin saja menjadi bingung
melihat bermacam-macam unsur pada laporan laba rugi, maka banyak
perusahaan yang menganut gaya penyajian single-step. Tujuannya adalah
supaya pembaca laporan lebih mudah menafsirkan laporan laba rugi yang
disajikan oleh perusahaan. Ilustrasi format single-step disuguhkan dalam
Gambar 5-8.
GAMBAR 5-8
Ilustrasi Laporan Laba Rugi Dengan Format Single-Step

Laporan Ekuitas Pemilik


Laporan ekuitas pemilik (statement of owner's equity) merangkum
perubahan pada rekening modal selama periode pelaporan. Laporan keuangan
ini identik antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Laporan ekuitas
pemilik untuk P.T. Komputasi Semesta dilukiskan dalam Gambar 5-9. Format
laporan ekuitas pemilik untuk perusahaan dagang adalah sama seperti halnya
untuk perusahaan jasa.
Pengantar Akuntansi 1 | 149

GAMBAR5-9
Laporan Ekuitas Pemilik untuk Perusahaan dagang

Neraca
Neraca untuk perusahaan dagang dan jasa juga menunjukkan
persamaan, kecuali bahwa pada perusahaan dagang terdapat pos persediaan
barang dagangan. Persediaan yang terdapat pada neraca perusahaan dagang
merupakan aktiva sehingga rekening Persediaan muncul pada bagian aktiva
lancar. Neraca untuk P.T. Komputasi Semesta dipaparkan dalam Gambar 5-10.
150 | Pengantar Akuntansi 1

Neraca Lajur, Jurnal Fenyesuaian, Dan Jurnal Penutup Untuk Perusahaan


Dagang Dengan Sistem Persepiaan Perpetual
Neraca lajur dalam Gambar 5-11 merupakan neraca lajur untuk P.T.
Komputasi Semesta dalam tahun pertama kiprahnya sebagai perusahaan
dagang yang menjual barang-barang untuk kepentingan perkantoran. Neraca
lajur ini memakai sistem persediaan perpetual, Dalam sistem perpetual, rekening
Persediaan Barang Dagangan dimutakhirkan pada akhir periode akuntansi dan
karena itu terlibat dalam proses penutup bukuan. Rekening ini dimutakhirkan
karena dalam .astern persediaan perpetual, pembelian barang dagangan dicatat
secara langsung dalam rekening Persediaan Barang Dagangan dan biaya
ditransfer dari rekening Persediaan Barang Dagangan ke rekening Biaya Pokok
Penjualan pada saat barang dagangan itu dijual.
Data untuk penyesuaian yang perlu dilakukan oleh P.T. Komputasi
Semesti adalah:
a. Pendapatan bunga piutang wesel yang diperoleh namun belum lagi diterima
adalah sebesar Rp24.000.
Pengantar Akuntansi 1 | 151

b. Penciutan persediaan barang dagangan sebesar Rp.80.000 (Rp 1.190.000 -


Rp 1.110.000).
c. Keperluan kantor yang dipakai adalah Rp.20.000 (Rp320.000 – Rp.300.000)
d. Asuransi yang sudah menjadi beban asuransi adalah Rp.40.000.
e. Penyusutan peralatan kantor Rp20.000.
f. Gaji wiraniaga yang terutang (terhimpun) namun belum dibayarkan Rp
100.000
g. Beban sewa kantor Rp62.000
Setelah semua penyesuaian di atas dimasukkan ke dalam neraca lajur,
kolom-kolom penyesuaian kemudian dijumlahkan untuk membuktikan ekualitas
sisi debit dan sisi kreditnya. Selanjutnya saldo-saldo neraca saldo dan
penyesuaian dijumlahkan untuk mencari neraca saldo disesuaikan. Kolom-kolom
neraca saldo disesuaikan lantas dijumlahkan untuk membuktikan ekualitasantara
sisi debit dan sisi kreditnya.
152 | Pengantar Akuntansi 1

Proses meneruskan saldo-saldo neraca saldo yang disesuaikan ke


kolom-kolom laporan keuangan biasanya dimulai dari Kas dan bergeser ke
bawah neraca lajur. Setelah semua pos diteruskan ke kolom-kolom laporan
keuangan, keempat kolom laporan tersebut kemudian dijumlahkan. Dari sini
selanjutnya dapat ditentukan laba (rugi) bersih. Bagi P.T. Komputasi Semesta,
Pengantar Akuntansi 1 | 153

perbedaan antara sisi debit dan sisi kreditnya dari bagian Laporan Laba Rugi
adalah Rp2.725.000, yang merupakan besarnya laba bersihnya. Perbedaan
antara sisi debit dan sisi kredit pada kolom neraca juga sebesar Rp2.725.000,
yang merupakan kenaikan ekuitas pemilik karena adanya laba bersih tadi.
Kecocokan antara kedua jumlah penyeimbang tersebut merupakan bukti
ekualitas debit-kredit dan akurasi matematis neraca lajur.
Kolom-kolom penyesuaian yang terdapat pada neraca lajur merupakan
dasar untuk membuat entri-entri jurnal penyesuaian. Entri-entri penyesuaian bagi
P.T. Komputasi Semesta dengan memakai sistem persediaan perpetual
dilukiskan dalam Gambar 5-12 berikut ini:
GAMBAR 5-12
Jurnal Penyesuaian
Jurnal JUS

Tanggal Nama Rekening dan Penjelasan Post. Ref. Debit Kredit

2001
31 Jurnal Penyesuaian Piutang Bunga 107 24.000
Des.
Pendapatan Bunga 405 24.000
(Untuk mencatat pendapatan bunga)
31 Biaya Pokok Penjualan 501 80.000
Persediaan Barang Dagangan 110 80.000
(Untuk mencatat penciutan
persediaan barang)
31 Beban Keperluan Kantor 604 20.000
Keperluan Kantor 115 20.000
(Untuk mencatat pemakaian
keperluan kantor)
31 Beban Asuransi 610 40.000
Asuransi Dibayar di Muka 121 40.000
(Untuk mencatat beban asuransi)
31 Beban Penyusutan Peralatan Kantor 601 20.000
Akumulasi Penyusutan 142 20.000
(JJntuk mencatat beban penyusutari)
31 Beban Gaji Wiraniaga 515 100.000
Utang Gaii 210 100.000
(Untuk mencatat gaji yang terutang)
31 Beban Sewa Kantor 612 62.000
Sewa Dibayar di Muka 120 62.000
(.Untuk mencatat beban sewa kantor)
154 | Pengantar Akuntansi 1

Entri- entri penutup untuk perusahaan dagang serupa bagaimana halnya


pada perusahaan jasa. Entri pertama untuk menutup rekening-rekening temporer
yang bersaldo kredit, seperti rekening Penjualan, ke rekening Ikhtisar Laba Rugi.
Saldo akhir rekening Penghasilan Penjualan ditutup dengan mendebitnya
sebesar Rp8.000.000. Begitu juga saldo akhir rekening Pendapatan Bunga
didebit sebesar Rp70.000 Lawan pendebitan kedua rekening pendapatan tadi
adalah pengkreditan rekening Ikhtisar Laba Rugi sebesar Rp8.070.000. Angka-
angka ini diambilkan langsung dari kolom kredit Laporan Laba Rugi dari Neraca
Lajur (Gambar 5-12).
Entri kedua untuk menutup rekening-rekening temporer yang bersaldo
debit, seperti rekening Retur dan Keringanan Penjualan, Potongan Penjualan,
dan Biaya Pokok Penjualan, dan beban-beban lainnya ke rekening Ikhtisar Laba
Rugi. Pendebitan saldo-saldo rekening temporer tadi diimbangi dengan
pendebitan rekening Ikhtisar Laba Rugi sebesar Rp.5.345.000, yang berasal dari
kolom debit Laporan Laba Rugi pada Neraca Lajur. Entri ketiga untuk menutup
saldo rekening Ikhtisar Laba Rugi ke rekening Modal Pemilik. Entri keempat
untuk menutup rekening Prive Pemilik ke rekening Modal Pemilik. Entri-entri
penutup untuk sistem persediaan perpetual P.T. Komputasi Semesta per 31
Desember 2001 adalah sebagai berikut:
Jurnal JUS
Post.
Tanggal Nama Rekening dan Penjelasan Debit Kredit
Ref.
2001 Des. 31 Jurnal Penutup Penghasilan Penjualan 401 8.000.000
Pendapatan Bunga 405 70.000
Ikhtisar Laba Rugi 800 8.070.000
31 Ikhtisar Laba Rugi 800 5.345.000
Retur dan Keringanan Penjualan 406 54.000
Potongan Penjualan 407 27.000
Biaya Pokok Penjualan 501 4.429.000
Beban Gaji Wiraniaga 515 410.000
Beban Iklan 520 60.000
Beban Penyusutan Peralatan Kantor 601 20.000
Beban Transportasi Keluar 602 30.000
Beban Gaji Karyawan Klerika 603 148.000
Beban Keperluan Kantor 604 20.000
Beban Asuransi 610 40.000
Beban Lain-lain 611 15.000
Beban Sewa Kantor 612 62.000
Pengantar Akuntansi 1 | 155

Beban Bunga 701 30.000


31 Ikhtisar Laba Rugi 800 2.725.000
Modal Maimunah Kidman 301 2.725.000
31 Modal Maimunah Kidman 301 225.000
Prive Maimunah Kidman 305 225.000

Neraca Lajur, Jurnal Penyesuaian, Dan Jurnal Penutup Untuk Perusahaan


Dagang Dengan Sistem Persediaan Periodik
Neraca lajur dalam Gambar 5-14 merupakan neraca lajur untuk P.T.
Komputasi Semesta apabila perusahaan ini memakai sistem persediaan
periodik, bukan sistem persediaan perpetual seperti yang tersaji pada Gambar
5-11 sebelumnya. Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan adalah sama
seperti yang ada pada ilustrasi sebelumnya. Rekening-rekening untuk
perusahaan dagang yang memakai sistem persediaan periodik pada umumnya
meliputi Penjualan, Retur dan Keringanan Penjualan, Potongan Penjualan, Biaya
Transportasi Masuk, Potongan Pembelian, dan Persediaan Barang Dagangan.
Semua rekening tadi, kecuali rekening Persediaan Barang Dagangan,
diperlakukan dengan cara yang sama seperti rekening beban dan pendapatan
pada perusahaan jasa. Pada neraca lajur, rekening-rekening tadi diteruskan ke
kolom-kolom Laporan Laba Rugi. Dalam proses penutup bukuan, rekening-
rekening tersebut ditransfer ke rekening Ikhtisar Laba Rugi.
Rekening Persediaan Barang Dagangan memerlukan perlakuan khusus
karena, dalam sistem persediaan periodik, pembelian barang dagangan
dihimpun dalam rekening Pembelian, dan tidak ada entri-entri yang dibuat pada
rekening Persediaan Barang Dagangan selama periode akuntansi. Akibatnya,
pada akhir periode akuntansi, saldo rekening Persediaan Barang Dagangan
sama seperti pada awal periode akuntansi.
156 | Pengantar Akuntansi 1

Kolom-kolom penyesuaian yang terdapat pada neraca jalur merupakan


dasar untuk membuat entri-entrijurnal penyesuaian. Entri-entri penyesuaian bagi
P.T. Komputasi semesta dengan memakai sistem persediaan periodik dilukiskan
dalam gambar 5- 15 berikut ini :
Pengantar Akuntansi 1 | 157

Jurnal JUS
Post.
Tanggal Wama Rekening dan Penjelasan Debit Kredit
Ref.
3001
31 Jurnal Penyesuaian Piutang Bunga 107
Des. 24.00
Pendapatan Bunga 405 24.00
(Untuk mencatat pendapatan bunga')
31 Penciutan Persediaan 510 80.00
Persediaan Barang Dagangan 110 80.00
(Untuk mencatat penciutan persediaan barang)
31 Beban Keperluan Kantor 604 20.00
Keperluan Kantor 115 20.00
(Untuk mencatat pemakaian keperluan kantor)
31 Beban Asuransi 610 40.00
Asuransi Dibayar di Muka 121 40.00
(.Untuk mencatat beban asuransi)
31 Beban Penyusutan Peralatan Kantor 601 20.00
Akumulasi Penyusutan 142 20.00
(Untuk mencatat beban penyusutan)
31 Beban Gaji Wiraniaga 515 100.00
Utang Gaji 210 100.00
(Untuk mencatat gaji yang terutang)
31 Beban Sewa Kantor 612 62.00
Sewa Dibayar di Muka 120 62.00
(Untuk mencatat beban sewa kantor)

Kolom-kolom laporan laba rugi yang ada didalam neraca lajur


memberikan data untuk pembuatan entri-entri penutup. Entri- entri penutup untuk
sistem persediaan periodik P.T. Komputasi semesta per 31 Desember 2001
disajikan pada gambar 5 – 16.
Jurnal penutup untuk sistem persediaan periodik.
Jurnal J2
Post.
Tanggal Nama Rekening dan Penjelasan Debit Kredit
Bef.

2001 Jurnal Penutup Persediaan Barang


31 110 1.110.000
Des Dagangan

Penghasilan Penjualan 401 8.000.000


Pendapatan Bunga 405 70.000
Retur dan Ker. Pembelian 503 16.000
Potongan Pembelian 504 12.000
Ikhtisar Laba Rugi 800 9.208.000
31 Ikhtisar Laba Rugi 800 6.483.000
158 | Pengantar Akuntansi 1
Persediaan Barang Dagangan 110 1.439.000
Retur dan Keringanan Penjualan 406 54.000
Potongan Penjualan 407 27.000
Pembelian 502 4.000.000
Beban Transportasi Masuk 506 48.000
Penciutan Persediaan 510 80.000
Beban Gaji Wiraniaga 515 410.000
Beban Iklan 520 60.000
Beban Penyusutan Peralatan Kantor 601 20.000
Beban Transportasi Keluar 602 30.000
Beban Gaji Karyawan Klerikal 603 148.000
Beban Keperluan Kantor 604 20.000
Beban Asuransi 610 40.000
Beban Lain-lain 611 15.000
Beban Sewa Kantor . 612 62.000
Beban Bunga 701 30.000
31 Ikhtisar Laba Rugi 800 2.725.000
Modal Maimunah Kidman 301 2.725.000
31 Modal Maimunah Kidman 301 2S5.000
Prive Maimunah Kidman 305 225.000

Rangkuman
Perbedaan pokok antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang
berkaitan dengan aktivitas-aktivitas pendapatan. Untuk menentukan profitabilitas
atau laba bersih, perusahaan jasa mengurangkan semua beban yang
dikeluarkan dari pendapatan yang diraupnya. Perusahaan dagang membeli
barang dagangan untuk dijual kembali kepada para pelanggan.
Aktivitas-aktivitas yang menghasilkan pendapatan dari sebuah
perusahaan jasa melibatkan penyediaan jasa kepada para pelanggan. Pada
laporan laba rugi perusahaan dagang, pendapatan dari penjualan barang
dagangan dilaporkan sebagai penjualan. Untuk mencari laba kotor, biaya pokok
dari barang dagangan yang dijual dikurangkan dari penjualan. Untuk
mendapatkan angka laba bersih, beban operasi dikurangkan dari laba kotor.
Pengantar Akuntansi 1 | 159

Persediaan barang dagangan merupakan faktor kunci dalam penentuan


biaya pokok penjualan. Terdapat dua sistem untuk akuntansi persediaan barang
dagangan: sistem persediaan periodik dan sistem persediaan perpetual.
Pembelian barang dagangan secara tunai maupun kredit dicatat dengan
mendebit rekening Persediaan Barang Dagangan. Untuk pembelian secara
kredit, perusahaan bisa saja memberikan potongan dagang apabila pembayaran
dilakukan oleh pedagang secara lebih dini. Manakala barang dagangan diretur,
maka pembeli mengkredit rekening Persediaan Barang Dagangan. Biaya
transportasi yang berkaitan dengan pembelian persediaan atau aset lainnya
tidaklah merupakan beban dalam periode berjalan; alih-alih, biaya transportasi
ini merupakan bagian dari biaya perolehan aset atau barang dagangan yang
dibeli tadi. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan biaya transportasi.
FOB shipping point (FOB titik pengiriman atau pengapalan) berarti pihak pembeli
yang harus mengeluarkan/menanggung biaya transportasi setelah barang
dagangan dimasukkan ke dalam kapal atau wahana transportasi lainnya untuk
dikirim ke alamat si pembeli. FOB destination berarti pihak penjual mengirimkan
barang-barang ke tempat tujuan tanpa membebankan biaya angkut kepada
pembeli. Oleh karena itu, pihak penjual yang pada akhirnya memikul semua
biaya angkut.
Penjualan barang dagangan secara tunai maupun kredit dicatat dengan
mengkredit rekening Penjualan. Biaya pokok barang dagangan yang dijual dan
pengurangan rekening persediaan barang dagangan juga dicatat pada saat
penjualan. Untuk penjualan barang dagangan secara kredit, syarat kredit
memungkinkan diberikannya potongan penjualan untuk pembayaran dini yang
dilakukan pembeli. Potongan penjualan ini dicatat oleh penjual dengan mendebit
Potongan Penjualan. Potongan penjualan dilaporkan oleh penjual sebagai
pengurang terhadap angka penjualan. Demikian pula, pada saat barang
dagangan diretur, maka penjual mendebit Retur dan Keringanan Penjualan.
Perjanjian penjualan hendaknya menetapkan ketentuan-ketentuan mengenai
biaya transportasi barang kepada pembeli. Jikalau ketentuannya adalah FOB
destination., maka pihak penjual menanggung semua biaya pengiriman barang
tersebut. Jika syaratnya adalah FOB shipping point, maka pembeli yang mesti
memikul biaya transportasi barang yang dibelinya.
Laporan laba rugi perusahaan dagang melaporkan penjualan, biaya
pokok penjualan, dan laba kotor. Laporan laba rugi ini dapat disusun dengan
format multiple step maupun single-step.
160 | Pengantar Akuntansi 1

Latihan – Latihan dan solusi -solusi


Latihan 5 -1
Di bawah ini adalah neraca saldo disesuaikan P.T. Pratama Karya:

Perhitungan fisik persediaan menunjukkan bahwa biaya pokok persediaan pada


akhir tahun adalah sebesarRp2 5.000.000.
Diminta:
A. Buatlah skedul yang membuat hasil perhitungan penjualan bersih
perusahaan dan biaya pokokpenjualan tahun ini.
B. Buatlah laporan laba rugi single-step untuk tahun 2002.
C. Buatlah jurnal penutup.

Solusi 5-1
A. Penjualan Rp. 160.000
Kurang: potongan penjualan penjualan bersih (10.000)
Persediaan awal Rp. 150.000
Pembelian Rp. 26.000
Kurang: potongan pembelian Rp. 73.500
Tambah: biaya pengangkutan masuk (6.000.000)
Pembelian bersih 5.500.000
Biaya pokok barang tersedia untuk dijual Rp. 73.000.000
Kurang: persediaan akhir Rp. 99.000.000
Biaya pokok penjualan 25.000.000
Rp. 150.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 161

B. Penjualan bersih
Beban operasi :
Biaya pokok penjualan Rp. 74.000.00
Beban penyusutan 2.750.000
Beban gaji Beban asuransi 30.000.000
Beban sewa 6.000.000
Beban keperluan kantor 12.000.000
Beban periklanan 3.000.000
Jumlah beban 10.500.000
Laba bersih Rp. 138.250.000
Rp. 11.750.000
Jurnal J2
Post.
Tanggal Nama Rekening dan Penjelasan Debit Kredit
Ref.
2002
31 Jurnal Penutup Persediaan Barang Dagangan 25.000.000
Des.
Penjualan 160.000.000
Potongan Pembelian 6.000.000
Ikhtisar Laba Rugi 191.000.000
(Untuk menutup rekening temporer
yang bersaldo kredit dan mencatat
persediaan akhir)
31 Ikhtisar Laba Rugi 179.250.000
Persediaan Barang Dagangan 26.000.000
Potongan Penjualan 10.000.000
Pembelian 73.500.00
Biaya Pengangkutan Masuk 5.500.000
Beban Penyusutan S. 750. 000
Beban Gaji 30.000.000
Beban Asuransi 6.000.000
Beban Sewa 12.000.000
Beban Keperluan Kantor 3.000.000
Beban Periklanan 10.500.000
(Untuk menutup rekening-rekening
temporer bersaldo debit dan menghapus
saldo persediaan awal)
31 Ikhtisar Laba Rugi 11.750.000
Modal Rubiyem Carlucci 11.750.000
(Untuk menutup rekening .ikhtisar
laba rugi)
31 Modal Rubiyem Carjucci 4.000.000
Prive Rubiyem Carlucci 4.000.000
162 | Pengantar Akuntansi 1

Latihan 5-2
RT. Lonceng Malam adalah sebuah perusahaan dagang yang memakai sistem
persediaan perpetual untuk mencatat transaksi-transaksi dagangnya. Berikut ini
adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Mei tahun 2001 di
perusahaan tersebut:
1. MeiMembeli secara kredit persediaan barang dagangan senilai Rp 1.800.000;
dengan syarat2/10,n/30.
3 MeiMembayar tunai Rp.60.000untuk biaya angkut atas pembelian barang pada
1 Mei lalu. 6 MeiMengembalikan barang dagangan senilai Rp90.000 (yang
berasal dari pembelian pada
1 Mei lalu).
10 MeiMelunasi pembelian pada 1 Mei silam.
12 MeiMenjual barang dagangan secara kredit seharga Rp3.000.000 yang biaya
pokoknya Rp2.400.000.
15 Mei Menerima barang dagangan yang dikembalikan oleh pelanggan senilai
Rp 120.000 yang dulunya dijual secara kredit Rp 150.000 (merupakan bagian
dari penjualan pada tanggal 12 Mei)
20 Mei Menerima pembayaran dari pelanggan untuk barang, dagangan yang
dijual pada 12 Mei kemarin.

Diminta:
A. Mencatat transaksi-transaksi di atas dengan metode harga faktur kotor.
B. Mencatat transaksi-transaksi di atas dengan metode harga faktur bersih.

Solusi 5-2
A. Metode Harga Faktur kotor
1 Mei Persediaan Barang 1.800.000
Utang Dagang 1.800.000
(Untuk mencatat pembelian barang dagangansecara kredit dengan
syarat 8/10, n/3O)
3 Mei Persediaan Barang 60.000
Kas 60.000
(Untuk mencatat pembayaran biaya angkut atas pembelian pada 1 Mei)
6 Mei Utang Dagang 90.000
Persediaan Barang 90.000
(Untuk mencatat pengembalian barang dagangan yang dibeli pada 1
Mei)
Pengantar Akuntansi 1 | 163

10 Mei Utang Dagang 1.710.000


Persediaan Barang 34.200
Kas 1.675.800
(Untuk mencatat pembayaran barang dagangan yang dibeli pada 1 Mei
dalam periods diskon [Rpl.800.000-Rp90.000] x2%)
12 Mei Piutang Dagang 3.000.000
Penjualan 3.000.000
(Untuk mencatat pendapatan dari penjualanbarang dagangan)
Biaya Pokok Penjualan 2.400.000
Persediaan 2.400.000
(Untuk mencatat biaya pokok penjualandan mengurangi persediaan)
15 Mei Retur dan Ker. Penj. 150.000
Piutang Dagang 150.000
(Untuk mencatat pendapatan yang hilang karena retur oleh pelanggan)
15 Mei Persediaan 120.000
Biaya Pokok Penjualan 120.000
(Untuk mencatat biaya pokok barang yang dikembalikan oleh
pelanggan)
20 Mei Kas . 2.793.000
Potongan Penjualan 57.000
Piutang Dagang 2.850.000
(Untuk mencatat penerimaan kas dari pelanggan dalam periode
potongan)
B. Metode Harga Faktur Bersih
Persediaan Barang 1.764.000
Utang Dagang 1.764.000
(Untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit dengan syarat
2/10, n/3O)
Persediaan Barang 60.000
Kas 60.000
(Untuk mencatat pembayaran biaya angkut atas pembelian pada 1 Mei)
Utang Dagang 88.200
Persediaan Barang 88.200
(Untuk mencatat pengembalian barang dagangan yang dibeli pada 1 Mei)
Utang Dagang 1.675.800
Persediaan Barang 1.675.800
(Untuk mencatat pembayaran barang dagangan yang dibeli pada 1 Mei
dalam periode diskon)
164 | Pengantar Akuntansi 1
Piutang Dagang 3.000.000
Penjualan 3.000.000
(Untuk mencatat pendapatan dari penjualan barang dagangan)
Biaya Pokok Penjualan 2.400.000
Persediaan 2.400.000
(Untuk mencatat biaya pokok penjualan dan mengurangi persediaan}
Retur dan Ker. Penj. 3.000.000
Piutang Dagang 3.000.000
(Untuk mencatat pendapatan yang hilang karena retur oleh pelanggan)
Persediaan 120.000
Biaya Pokok Penjualan 120.000
(Untuk mencatat biaya pokok barang yang dikembalikan oleh pelanggan)
Kas 2.793.000
Potongan Penjualan 57.000
Piutang Dagang 2.850.000
(Untuk mencatat penerimaan kas dari pelanggan dalam periode potongan)
Pada 31 Desember 2002 P.T. Sayap Perak Mempunyai Neraca Saldo
Disesuaikan sebagai berikut :
Pengantar Akuntansi 1 | 165

Perhitungan fisik memperlihatkan biaya pokok persediaan akhir adalah


Rp8.100.000.
Diminta:
a. Hitunglah penjualan bersih perusahaan selama tahun 2002.
b. Hitunglah biaya pokok barang yang dibeli selama tahun 2002.
c. Hitunglah biaya pokok penjualan selama tahun 2002.
d. Sajikanlah laporan larja rugi dengan format multiple-stepya.ng mendaftar
penjualan bersih, biaya pokok penjualan, dan laba kotor, serta komponen-
komponen beban penjualan dan administratif dan umum.
e. Sajikanlah laporan laba rugi dengan format single-step yang mendaftar
beban-beban berikut: biaya pokok penjualan, beban penjualan, dan beban
administratif dan umum.

A. Penjualan bersih: Solusi 5 - 3


Penjualan........................................................................
Rp63.000.000
Retur dan keringan penjualan……………………………… (4.500.000)
Potongan penjualan ......................................................... (675.000)
Penjualan bersih..............................................................
Rp57.825.000

B. Biaya pokok pembelian: -


Pembelian ................................ ...................................... Rp
87.000.000
Retur dan keringan pembelian ............. ........................... (1.290.000)
Potongan pembelian......................................................... (540.000)
Biaya angkut masuk........................................................ 950.000
Biaya pokok pembelian .................................................... Rp
26.100.000

C. Biaya pokok penjualan:


Persediaan awal.............................................................. Rp
7.500.000
Biaya pokok pembelian .................................................... 26.100.000
Persediaan akhir............................................................. (8.100.000)
Biaya pokok penjualan .................................................... Rp
25.500.000
166 | Pengantar Akuntansi 1
Pengantar Akuntansi 1 | 167

BAB 8
JURNAL KHUSUS
Pengertian Jurnal Khusus
Karena perusahaan dagang berfungsi menjembatani antara produsen dengan
konsumen, maka aktivitas perusahaan dagang yang memiliki frekuensi terjadi
paling tinggi adalah aktivitas :
1. Transaksi Pembelian
2. Transaksi Pengeluaran Kas (Pembayaran)
3. Transaksi Penjualan
4. Transaksi Penerimaan Kas
Dengan alasan efisiensi waktu dan tenaga, maka jurnal di dalam
perusahaan dagang dapat dipilah ke dalam empat kelompok jurnal tersebut.
Buku jurnal yang digunakan hanya untuk mencatat satu jenis transaksi saja
disebut dengan Jurnal Khusus atau Buku Harian Khusus. Karena perusahaan
dagang memiliki empat transaksi yang paling tinggi frekuensinya, maka jurnal
khusus di dalam perusahaan dagang dapat dibagi menjadi empat jurnal khusus,
yaitu :
1. Jurnal Khusus Pembelian
2. Jurnal Khusus Penerimaan Kas
3. Jurnal Khusus Penjualan
4. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
168 | Pengantar Akuntansi 1
Aktivitas perusahaan dagang yang tidak dapat ditampung dan dicatat
pada keempat jurnal khusus tersebut ditampung di dalam media yang disebut
Buku Harian Serba-Serbi.

Jurnal Khusus Penjualan


Jurnal Khusus Penjualan adalah buku harian yang hanya digunakan
untuk mencatat transaksi penjualan produk perusahaan secara kredit. Penjualan
produk perusahaan secara tunai tidak dicatat di buku harian ini. Demikian pula
aktivitas penjualan aktiva perusahaan selain produk perusahaan tidak dapat
ditampung di buku harian ini.
Transaksi penjualan secara kredit jika dicatat dengan jurnal umum adalah
dengan mendebet akun piutang usaha dan mengkredit akun penjualan sebesar
nilai transaksinya. Berapapun nilai transaksinya selama itu penjualan kredit, pasti
akan melibatkan akun piutang usaha di sebelah debet dan akun penjualan di sisi
kredit. Karena itu jika frekuensi terjadinya transaksi tinggi, dipandang tidak efisien
menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
Jurnal Khusus Penjualan
Debet
Tanggal Keterangan Ref
Piutang Lain-Lain

Penjualan secara kredit cukup dimasukkan di bawah kolom piutang


sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi sebesar nilai transaksinya. Kolom
piutang berada dalam posisi di bawah perkiraan debet. Itu artinya dengan
memasukkan nilai suatu transaksi di bawah kolom ini akuntan telah mendebet
sejumlah nilai tertentu pada akun piutang. Sementara itu, akun penjualan tidak
perlu dicatat secara tersendiri. Karena buku harian tersebut adalah buku hazian
khusus penjualan kredit, dengan memasukkan di bawah kolom piutang,
dianggap telah mencatatnya di akun penjualan juga. Jadi pada saat diposting ke
buku besar, nilai yang dipindahkan sekaligus dua akun, yaitu akun piutang dan
akun penjualan. Contoh jurnal khusus penjualan tersebut adalah jurnal khusus
penjualan untuk perusahaan yang menggunakan metode periodik/fisik di dalam
pencatatan transaksinya.
Pengantar Akuntansi 1 | 169

Jurnal Khusus Penerimaan Kas


Perusahaan dagang dapat memperoleh penerimaan dari beberapa
sumber yang terkait dengan operasi perusahaan. Sumber penerimaan yang
paling sering muncul adalah dari penjualan tunai dan dari penerimaan piutang.
Selain dari kedua sumber tersebut memang masih terdapat sumber penerimaan
dari transaksi lain, seperti penjualan aktiva tetap, pembagian dividen dari
investasi jangka panjang, penjualan surat berharga, dll. Tetapi dari manapun
sumber penerimaan perusahaan dan berapapun besarnya, dalam
pencatatannya akun kas akan selalu didebet sebesar jumlah yang diterima dan
sisi kreditnya dicatat akun yang sesuai dengan sumber penerimaan tersebut.
Karena frekuensi transaksi penerimaan kas di dalam perusahaan dagang cukup
tinggi, maka dipandang kurang efisien jika aktivitas penerimaan kas dicatat di
dalam buku harian umum. Frekuensi transaksi yang cukup tinggi mengharuskan
akuntan untuk menggunakan Buku Harian Khusus Penerimaan Kas, yaitu buku
harian yang digunakan hanya untuk mencatat aktivitas penerimaan kas dari
berbagai sumber penerimaan perusahaan.
Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Debet Kredit
Tgl Keterangan Ref
Kas Potongan Penjualan Piutang Lain-lain

Buku harian penerimaan kas dibagi menjadi dua kelompok kolom, yaitu
kolom debet dan kolom kredit. Di bawah kolom debet terdapat akun Kas dan
akun Potongan Penjualan. Sedangkan di bawah kolom kredit terdapat akun
Penjualan, akun Piutang dan lain-lain. Jika terjadi transaksi tertentu, akuntan
tinggal mencatat transaksi tersebut di bawah kolom yang diinginkannya sesuai
dengan nama akun yang terkait dengan transaksi tersebut. Contoh jurnal khusus
penerimaan kas di atas adalah jurnal khusus penerimaan kas untuk perusahaan
yang menggunakan metode periodik/fisik di dalam pencatatan transaksinya.

Jurnal Khusus Pembelian


Perusahaan dagang dapat melakukan penjualan jika perusahaan
tersebut telah membeli produk tersebut dari produsen atau dari supplier lain.
170 | Pengantar Akuntansi 1
Pembelian barang dagangan dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit.
Pembelian yang dilakukan secara kredit, mengharuskan akuntan perusahaan
mencatat transaksi tersebut di sisi debet akun pembelian dan di sisi kredit akun
hutang usaha. Tetapi jika frekuensi terjadinya transaksi tersebut cukup tinggi,
maka dapat dilakukan dengan membuat buku harian khusus yang mencatat
transaksi tersebut. Buku Harian Pembelian adalah buku harian yang digunakan
hanya untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara kredit. Buku
harian ini tidak digunakan untuk mencatat aktivitas pembelian perlengkapan
kantor, peralatan kantor, aktiva tetap, surat berharga, dll. Di dalam Buku Harian
Khusus Pembelian hanya terdapat kolom bersisi kredit, yaitu kolom akun Hutang
Usaha dan Lain-lain. Jika terjadi aktivitas pembelian barang dagangan secara
kredit, biasanya di jurnal umum akan dicatat akun Pembelian di sisi debet dan
akun Hutang Usaha di sisi kredit sebesar nilai transaksi.
Jurnal Khusus Pembelian
Debet
Tanggal Keterangan Ref
Hutang Lain-Lain

Karena sisi debetnya selalu menggunakan akun Pembelian, maka di


dalam buku harian ini tidak perlu lagi dicatat akun pembelian tersebut. Jika terjadi
transaksi pembelian secara kredit, cukup dimasukkan di bawah kolom Hutang
Usaha sebesar nilai transaksinya. Dengan memasukkan di bawah kolom Hutang
itu berarti pada saat yang sama akun Pembelian di debet sebesar nilai yang
sama. Sehingga pada saat di-posting ke buku besar, nilai transaksi tersebut
dimasukkan ke akun Pembelian di sisi debet dan pada saat yang sama dicatat
pula di akun Hutang Usaha di sisi kredit. Contoh jurnal khusus pembelian di atas
adalah jurnal khusus pembelian untuk perusahaan yang menggunakan metode
periodik/fisik di dalam pencatatan transaksinya.

Jurnal Khusus Pengeluaran Kas


Salah satu aktivitas yang harus dan selalu dilakukan perusahaan dagang
adalah aktivitas pengeluaran kas untuk berbagai alasan. Pengeluaran kas
tersebut dapat digunakan untuk membayar hutang, melakukan pembelian secara
tunai, membayar berbagai macam beban operasi, ataupun untuk berbagai
Pengantar Akuntansi 1 | 171

keperluan lain. Apapun alasan pengeluaran kas tersebut, akun Kas akan dikredit
sebesar nilai transaksi dan sisi debetnya disesuaikan dengan aktivitas transaksi.
Karena sisi kreditnya selalu tercatat akun Kas, jika frekuensi transaksi tersebut
semakin tinggi.
perlu dibuat buku harian khusus yang dapat lebih efisien dalam proses
pencatatannya. Buku Harian Khusus Pengeluaran Kas adalah buku harian yang
digunakan khusus untuk mencatat transaksi pengeluaran kas untuk berbagai
keperluan. Baik pengeluaran kas untuk membayar hutang, pembelian barang
dagangan secara tunai, membayar berbagai macam beban operas! maupun
untuk berbagai keperluan yang ada.
Buku harian khusus pengeluaran kas dibagi di dalam dua kelompok
kolom. Dibawah kelompok kolom debet terdapat beberapa kolom akun, yaitu
akun Hutang, Pembelian, Beban Operasi dan Lain-lain.

Jurnal Khusus Pengeluaran Kas


Debet Kredit
Tgl Keterangan Beban Lain- Pemotongan
Hutang Pembelian Kas
operasi Lain Pembelian

Sedangkan di bawah kelompok kolom kredit terdapat akun Potongan


Pembelian dan Kas. Jika terjadi transaksi pengeluaran kas, cukup dimasukkan
di bawah akun yang sesuai dengan transaksi di sisi debet, dan di sisi kredit
dimasukkan di bawah kolom kas. Contoh jurnal khusus pengeluaran kas di atas
adalah jurnal khusus pengeluaran kas untuk perusahaan yang menggunakan
metode periodik/fisik di dalam pencatatan transaksinya.

Buku Harian Serba- Serbi


Berbagai macam aktivitas yang dilakukan perusahaan dagang tidak
semuanya dapat ditampung di dalam keempat jurnal khusus tersebut. Terdapat
beberapa aktivitas yang memerlukan media tersendiri untuk mencatatnya,
seperti pencatatan beban depresiasi aktiva tetap, pembelian peralatan kantor
secara kredit, pembelian perlengkapan kantor secara kredit, dll. Transaksi
172 | Pengantar Akuntansi 1
semacam itu tidak dapat ditampung di dalam jurnal khusus. Transaksi tersebut
harus dicatat di Buku Harian Serba-serbi, yaitu buku harian yang digunakan
untuk mencatat berbagai macam transaksi perusahaan dagang yang tidak dapat
ditampung di keempat buku harian khusus. Contoh soal berikut mungkin dapat
digunakan untuk memperjelas pemanfaatan buku harian khusus di dalam
mencatat transaksi perusahaan dagang.
PT. Niaga Jaya adalah sebuah perusahaan distributor kalkulator yang berlokasi
di Jakarta. Perusahaan ini menggunakan metode periodik di dalam mencatat
transaksinya. Transaksi yang dilakukan perusahaan ini dicatat di dalam buku
jurnal khusus.
Transaksi yang dilakukan PT. Niaga Jaya, sebuah perusahaan distributor
kalkulator selama bulan Februari 2006 adalah sebagai berikut:
3/2/2006Diterima pelunasan piutang dari Toko Mifasol sebesar Rp 12.500.000.
4/2/2006Dijual barang dagangan secara tunai ke Toko ABC sebesar Rp
35.000.000 dengan i potongan tunai sebesar Rp 1.000.000. 6/2/2006 Dibayar
hutang usaha ke PT. BB sebesar Rp 4.000.000.
7/2/2006Dibeli barang dagangan secara tunai sebesar Rp 25.000.000 dengan
potongantunai sebesar Rp 1.000.000.
8/2/2006Dibayar beban telepon sebesar Rp 1.500.000. secara tunai. 9/2/2006
Dibagikan dividen kas sebesar Rp 9.000.000
11/2/2006Dibeli barang dagangan secara kredit sebesar Rp 25.000.000 dari PT.
Jaya Makmur
12/2/2006Dibeli barang dagangan secara kredit sebesar Rp 27.000.000 dari PT.
RodaNiaga
15/2/2006Dijual barang dagangan secara kredit kepada Toko DoReMi sebesar
Rp.29.000.000
16/2/2006Dijual barang dagangan secara kredit kepada Toko "Siswa" sebesar
Rp.22.000.000.
18/2/2006Dibeli peralatan kantor secara kredit dari Toko "ATeKa" sebesar Rp
19.000.000.transaksi tersebut di atas dicatat di dalam buku jurnal khusus, maka
akan terlihat sebagai berikut:
Pengantar Akuntansi 1 | 173

Jurnal Khusus Penjualan


Debet
Tgl Keterangan Ref
Piutang Potongan
2006
15/2 Penjualan Kredit ke toko Doremi 29.000
16/2 Penjualan Kredit ke toko “Siswa” 22.000
Transaksi tanggal 15 dan 16 Februari merupakan transaksi penjualan kredit,
karena itu dicatat di dalam buku jurnal khusus penjualan.
Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Debet Kredit
Tgl Keterangan Ref
Kas Potongan Penjualan Piutang Lain-lain
2006
3/2 Toko Mifasol 12.500 12.500
4/2 Ke Toko ABC 34.000 1.000 35.000

Transaksi tanggal 3 dan 4 Februari adalah transaksi penerimaan kas


yang berasal daripenerimaan piutang langganan dan penjualan tunai dengan
potongan penjualan. Karena itukedua transaksi ini dicatat di dalam buku jurnal
khusus penerimaan kas.
Jurnal Khusus Pembelian
Debet
Tgl Keterangan Ref
Hutang Potongan
2006
11/2 Penjualan Kredit ke PT. Jaya Makmur 25.000
12/2 Penjualan Kredit ke PT. Roda Niaga 27.000

Transaksi tanggal1 11 dan 12 Februari jelas merupakan transaksi


pembeliankredit, karena itu dicatat di dalam buku harian khusus pembelian.
Jurnal Khusus Pengeluaran Kas :
Debet Kredit
Tgl Keterangan Beban Lain- Pemotongan
Hutang Pembelian Kas
operasi Lain Pembelian
2006
6/2 Pelunasan 4.000 4.000
7/2 Pembelian Tunai 25.000 1.000 24.000
8/2 Beban Telepon 1.500 1.500
9/2 Dividen 9.000 9.000
174 | Pengantar Akuntansi 1

Sedangkan transaksi tanggal 6, 7, 8 dan 9 Februari dicatat di dalam buku


jurnal khusus pengeluaran kas, karena merupakan aktivitas pembayaran hutang
usaha, pembelian tunai barang dagangan, pembayaran beban telepon dan
pembayaran dividen.

Buku Harian Serba Serbi


Jumlah
Tgl Keterangan Ref
Debet Kredit
2006
18/2 Peralatan Kantor 19.000
Hutang Usaha 19.000

Sedangkan transaksi tanggal 18 Februari merupakan transaksi


pembelian peralatan kantor secara kredit, karena tidak dapat ditampung di dalam
keempat buku harian khusus tersebut diatas maka dicatat di dalam buku harian
serba serbi seperti jurnal umum biasa.

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman Anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
1. Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan oleh perusahaan dagang untuk
mencatat satujenis transaksi saja. Jelaskanlah kegunaan dari masing-masing
jurnal khusus di bawahini:
a. Jurnal khusus penjualan
b. Jurnal khusus pembelian
c. Jurnal khusus penerimaan kas
d. Jurnal khusus pengeluaran kas
e. Buku jurnal serba-serbi
2. PT. Niaga Jaya adalah sebuah perusahaan distributor AC yang berlokasi di
Jakarta Barat. Perusahaan ini menggunakan jurnal khusus untuk mencatat
transaksinya sehari-hari. Selama bulan April 2006, perusahaan ini melakukan
transaksi usaha dan penyesuaian beberapa akunnya. Dicatat di dalam buku
jurnal apakah setiap transaksi yang dilakukan PT. Niaga Jaya selama bulan
April 2006 berikut ini:
Pengantar Akuntansi 1 | 175

a. Perusahaan menjual 90 unit AC secara tunai kepada Toko "Sumber


Rejeki"Bandung.
b. Perusahaan menerima piutang usaha dari Toko "Suara Gembira"—
Semarang.
c. Perusahaan menjual 65 unit AC secara kredit kepada Toko "Guna
Elektro"Surabaya.
d. Perusahaan membayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp
6.800.000. tunai.
e. Perusahaan menjual kendaraan perusahaan (Suzuki - Pick Up) seharga
Rp 48.000.000.tunai
f. Perusahaan membeli 2 unit komputer & printer, seharga Rp 7.000.000.
per unit, secarakredit.
g. Perusahaan membeli kendaraan baru (Pick Up) seharga Rp 75.000.000.
tunai.
h. Perusahaan membayar hutang usaha kepada pemasok AC sebesar Rp
40.000.000.
i. Perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham sebesar Rp
400 per lembarsaham.
j. Perusahaan mencatat pembebanan depresiasi aktiva tetap bulan April
2006 sebesar Rp.2.600.000.
k. Perusahaan mencatat pembebanan pemakaian perlengkapan kantor, di
mana pada awalApril akun Perlengkapan Kantor bersaldo Rp 4.000.000.
dan pada akhir April bersaldoRp 1.400.000.
l. Perusahaan membayar gaji karyawan sebesar Rp 16.000.000. tunai.

Soal Latihan
Soal – Soal Latihan 8.1 .
PT. Prima Niaga adalah sebuah perusahaan distributor Kalkulator merk
"Zaff" yang berkedudukan di Surabaya. Perusahaan ini menggunakan metode
periodik di dalam mencatat transaksinya. Selama bulan Januari 2006,
perusahaan tersebut melakukan transaksi sebagai berikut :
3/1/2006Diterima pelunasan piutang dari Toko MiFaSol—Semarang
sebesarRp.12.500.000.
4/1/2006Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp.65.000.000
dariPT.Mashindo.
5/1/2006Dibayar biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 3.200.000. tunai.
6/1/2006Dijual barang dagangan ke Toko Siswa senilai Rp 95.000.000. tunai
denganpotongan tunai sebesar Rp 3.500.000.
176 | Pengantar Akuntansi 1
8/1/2006Dibeli barang dagangan dari PT. Mashindo secara tunai sebesar Rp
50.000.000.dengan potongan tunai sebesar Rp 2.500.000.
10/1/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. ABC sebesar Rp 45.000.000.
denganpotongan tunai sebesar Rp 2.000.000.
12/1/2006Dibeli peralatan kantor (3 buah komputer) senilai Rp 18.500.000.
secaratunai.
13/1/2006Dijual barang dagangan seharga Rp 75.000.000. di mana sebesar Rp
25.000.000.dibayar tunai dan sisanya dilunasi dalam waktu 2 bulan.
14/1/2006Dibeli peralatan kantor (meja, kursi dan rak buku) secara kredit senilai
Rp.15.000.000.
15/1/2006Dibeli perlengkapan kantor sebesar Rp 6.000.000. secara tunai.
16/1/2006Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Mashindo sebesar Rp
45.000.000.
17/1/2006Dibayar hutang usaha ke PT. LaSiDo sebesar Rp 35.000.000. dengan
potongansebesar Rp 2.500.000.
18/1/2006Dijual secara kredit barang dagangan senilai Rp 65.000.000. ke Toko
"Cerdas".
Dari jumlah tersebut Toko Cerdas membayar sebesar Rp 35.000.000.
secaratunai dengan potongan tunai sebesar Rp 2.000.000. dan sisanya dibayar
dalam2 bulan 19/1/2006Diterima pelunasan piutang dari Toko DoReMi-Bandung
sebesar Rp 25.000.000.dengan potongan sebesar Rp 500.000.
20/1/2006Dibayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp 4.500.000. tunai.
21/1/2006Dibayar biaya iklan di Harian Kompas sebesar Rp 4.200.000.
22/1/2006Dijual barang dagangan secara kredit senilai Rp 85.000.000. kepada
Toko"Intelejensia"—Yogyakarta.
23/1/2006Dijual secara tunai barang dagangan sebesar Rp 35.000.000. dengan
potongantunai sebesar Rp 1.500.000. kepada Toko "Maju Jaya"—Malang.
25/1/2006Dibeli barang dagangan senilai Rp 40.000.000. di mana sebesar Rp
15.000.000.dibayar tunai dengan potongan tunai sebesar Rp 500.000. dan
sisanya dibayarbulan depan.
28/1/2006Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 6.000.000.
29/1/2006Dibayar komisi salesman sebesar Rp 1.500.000. 30/1/2006 Dibayar
dividen sebesar Rp 35.000.000.
Catatlah transaksi PT. Prima Niaga selama bulan Januari 2006 tersebut
dengan menggunakan Jurnal Khusus!
Pengantar Akuntansi 1 | 177

Latihan 8.2
PTJaya Makmur adalah sebuah perusahaan distributor pompa air listrik (jet
pump) bermerek "Sonya" yang berkedudukan di Semarang. Perusahaan ini
menggunakan metode perpetual di dalam mencatat transaksinya.
Selama bulan Januari 2006, perusahaan tersebut melakukan transaksi sebagai
berikut :
3/1/2006Dibeli peralatan kantor (meja, kursi dan rak buku) secara kredit senilai
Rp.19.000.000.
4/1/2006Dibeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp 6.000.000.
5/1/2006Dibayar biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 4.700.000. tunai.
6/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 67.000.000. ke Toko
"Pembangunan Jaya" senilai Rp 78.000.000. tunai, dengan potongan tunai
sebesar
Rp 3.500.000.
8/1/2006Dibeli barang dagangan dari PT. Sonyindo secara tunai sebesar Rp
55.000.000.dengan potongan tunai sebesar Rp 2.500.000.
9/1/2006Diterima pelunasan piutang dari Toko "Bangun Persada" sebesar Rp
16.500.000.
10/1/2006Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp 65.000.000. dari PT.
Sonyindo.
11/1/2006Diterima pelunasan piutang dari PT. ABC sebesar Rp 67.000.000.
denganpotongan tunai sebesar Rp 2.000.000.
12/1/2006Dibeli peralatan kantor (3 buah komputer) senilai Rp 15.500.000.
secaratunai.
13/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 60.000.000. seharga
Rp.75.000.000. di mana sebesar Rp 25.000.000. dibayar tunai dan sisanya
dilunasi
dalam waktu 2 bulan.
16/1/2006Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Sonyindo sebesar Rp
72.000.000.
17/1/2006Dibayar hutang usaha ke PT. Sonyindo sebesar Rp 45.000.000.
dengan potongansebesar Rp 1.500.000.
18/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 52.000.000. seharga
Rp.65.000.000. ke Toko "Telaga Biru". Dari jumlah tersebut Toko "Telaga Biru" ,,
membayar sebesar Rp 45.000.000. secara tunai dengan potongan tunai sebesar
Rp 2.000.000. dan sisanya dibayar dalam 2 bulan.
19/1/2006Diterima pelunasan piutang dari Toko DoReMi-Bandung sebesar Rp
22.000.000.dengan potongan sebesar Rp 500.000.
178 | Pengantar Akuntansi 1
20/1/2006Dibayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp 6.400.000. tunai.
21/1/2006Dibayar biaya iklan di Harian Tempo sebesar Rp 4.600.000.
22/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 68.000.000. secara
kreditseharga Rp 85.000.000. kepada Toko "Merah Putih" - Yogyakarta.
23/1/2006Dijual secara tunai barang dagangan dengan HPP sebesar Rp
32.000.000.seharga Rp 40.000.000. dengan potongan tunai sebesar Rp
1.500.000. kepadaToko "Priangan" - Bogor.
25/1/2006 Dibeli barang dagangan dari PT. Sonyindo senilai Rp 42.000.000.
di mana sebesar Rp 17.000.000. dibayar tunai dengan potongan tunai sebesar
Rp 1.000.000. dan sisanya dibayar bulan depan.
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 7.500.000. ,
29/1/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 2.500.000.
30/1/2006 Dibayar dividen sebesar Rp 35.000.000.
Catatlah transaksi PT. Jaya Makmur selama bulan Januari 2006 tersebut
dengan menggunakan Jurnal Khusus!

Latihan 8.3
PT.Tinta Mas adalah sebuah perusahaan distributor pulpen merk "Mayashi" dan
kalkulator merek "Saeniki" yang berkedudukan di Jakarta-Barat. Perusahaan ini
menjual barang dagangannya secara kredit dan tunai. Demikian juga dalam
pembelian barang dagangan, sebagian dibeli secara tunai dan sebagian kredit.
Perusahaan ini menggunakan metode perpetual di dalam mencatat
transaksinya.
Selama bulan Januari 2006, perusahaan tersebut melakukan transaksi
sebagai berikut:

2/1/2006 Dijual barang dagangan (kalkulator) dengan HPP sebesar Rp


26.000.000. seharga

Rp 29.000.000. secara tunai, dengan potongan tunai sebesar Rp 500.000.


3/1/2006 Dijual barang dagangan (pulpen) dengan HPP sebesar Rp
17.000.000. secara

kredit kepada Pak Ali seharga Rp 19.500.000. 3/1/2006 Dibeli barang


dagangan (kalkulator) secara tunai dari PT. Saeniki sebesar Rp

22.500.000. dengan potongan tunai sebesar Rp 600.000. 4/1/2006 Dibeli


barang dagangan (pulpen) secara kredit senilai Rp 25.000.000. dari PT.
Mashindo.
Pengantar Akuntansi 1 | 179

5/1/2006 Dibayar beban perbaikan kendaraan sebesar Rp 3.200.000. tunai.


6/1/2006 Dijual barang dagangan (pulpen dan kalkulator) dengan HPP sebesar
Rp 31.000.000. ke Toko Siswa secara tunai senilai Rp 36.000.000. dengan
diskon sebesar Rp 1.000.000. 8/1/2006 Dibeli barang dagangan dari PT.
Mashindo (pulpen) secara tunai sebesar Rp22.000.000. dengan diskon sebesar
Rp 700.000.

10/1/2006 Diterima pembayaran piutang dari pak Ali (3/1/06) sebesar Rp


5.000.000. 12/1/2006 Dibeli peralatan kantor (meja, kursi dan mesin tik) senilai
Rp 14.500.000. secaratunai.

13/1/2006 Dijual barang dagangan (pulpen & kalkulator) dengan HPP sebesar
Rp 24.000.000. seharga Rp 28.000.000. di mana sebesar Rp 18.000.000.
dibayar tunai dan sisanya dilunasi dalam waktu 2 bulan.

14/1/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Saeniki sebesar Rp 15.000.000.


15/1/2006 Dibeli perlengkapan (kertas, tinta.dll) kantor sebesar Rp 6.000.000.
secara tunai.

16/1/2006Dibeli barang dagangan (pulpen) secara kredit dari PT. Mashindo


sebesar Rp18.000.000.

17/1/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Mashindo sebesar Rp 15.000.000.

18/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 40.000.000. seharga


Rp46.000.000. ke Toko "Cerdas". Dari jumlah tersebut Toko Cerdas membayar

sebesar Rp 21.000.000. secara tunai dengan potongan sebesar Rp 500.000. dan

sisanya dibayar dalam 2 bulan

19/1/2006 Diterima pembayaran piutang dari Toko Siswa sebesar Rp


25.000.000.

20/1/2006 Dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp 4.500.000. tunai.

21/1/2006 Dibayar beban iklan di Harian Kompas sebesar Rp 3.600.000.

22/1/2006Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 4.400.000. secara


kredit seharga
180 | Pengantar Akuntansi 1
Rp 5.000.000. kepada Pak Harto.

23/1/2006 Dijual secara tunai barang dagangan dengan HPP sebesar Rp


17.000.000. sehargaRp 19.500.000. dengan diskon sebesar Rp 600.000.

25/1/2006Dibeli barang dagangan senilai Rp 26.000.000. di mana sebesar Rp


10.000.000. dibayar tunai dengan diskon sebesar Rp 500.000. dan sisanya
dibayar bulandepan.

28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 6.000.000. tunai.


29/1/2006Dibayar beban angkut sebesar Rp 1.500.000. tunai.
Berdasarkan data tersebut, buatlah jurnal di buku harian khusus yang
diperlukan PT. Tinta Mas selama bulan Januari 2006!
Latihan 8.4
PT. Jaya Makmur adalah sebuah perusahaan distributor kompor gas bermerk
"Komgass" yang berkedudukan di Makasar. Perusahaan ini menggunakan
metode periodik di dalam mencatat transaksinya.

Pada awal tahun 2006, akuntan perusahaan menyajikan neraca saldo


sebagai berikut:
- Kas 200.000.000
- Piutang Dagang 178.000.000
- Persediaan
90.000.000
- Perlengkapan Kantor
- Aktiva tetap 12.000.000
- Depresiasi Aktiva tetap 438.000.000
- Hutang Dagang 64.000.000
- Hutang Bank 125.000.000
- Modal Saham
- Laba Ditahan 330.000.000
275.000.000
124.000.000

Selama bulan Januari 2006, perusahaan melakukan transaksi sebagai berikut:


3/1/2006 Dibeli barang dagangan dari PT. Kompor Jaya yang dibayar tunai
sebesar Rp 60.000.000. dengan diskon sebesar Rp 4.000.000.
4/1/2006 Dibeli 5 buah komputer (aktiva tetap) senilai Rp 26.000.000. secara
tunai.
5/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp 77.000.000. dari PT.
KomporJaya.
Pengantar Akuntansi 1 | 181

6/1/2006 Dibeli meja, kursi dan rak buku (aktiva tetap) secara kredit senilai Rp
16.000.000.
7/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp 17.000.000.
8/1/2006 Diterima uang dari pelunasan piutang dari Toko "Kompor Kita" sebesar
Rp32.000.000., dengan diskon sebesar Rp 2.000.000.
9/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko "Mentari"—Manado sebesar Rp
17.500.000.dalam bentuk uang tunai. ;
10/1/2006 Dibayar biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 5.600.000. tunai.
11/1/2006 Dijual barang dagangan ke Toko "Sinar Mas" seharga Rp 76.000.000.
yang langsungdibayar dengan tunai, dengan potongan penjualan sebesar Rp
3.000.000.
12/1/2006 Dibayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp 5.200.000. tunai.
13/1/2006 Dibayar biaya iklan di Koran Tempo sebesar Rp 6.500.000. tunai.
15/1/2006 Dijual barang dagangan secara kredit seharga Rp 85.000.000.
kepada Toko "SinarMas" - Makasar.
16/1/2006 Dibayar dividen sebesar Rp 26.000.000. secara tunai.
17/1/2006 Dijual barang dagangan ke Toko "Harapan Jaya" seharga Rp
65.000.000. di mana sebesar Rp 25.000.000. dibayar tunai dan sisanya dilunasi
dalam waktu 2 bulan.
19/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Kompor Jaya sebesar
Rp40.000.000. 20/1/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Kompor Jaya sebesar
Rp 65.000.000. denganpotongan sebesar Rp 4.500.000.
22/1/2006 Dijual barang dagangan ke Toko "Maju Terus" - Banjarmasin senilai
Rp72.000.000. Dari jumlah tersebut pelanggan membayar sebesar Rp
37.000.000.secara tunai dengan potongan tunai sebesar Rp 2.000.000. dan
sisanya dibayardalam 2 bulan
24/1/2006 Diterima uang dari pelunasan piutang dari Toko "Api Biru" -
Banjarmasin sebesarRp 26.000.000. dengan potongan sebesar Rp 500.000.
26/1/2006 Dijual barang dagangan secara tunai ke Toko "Dua Saudara" -
Makasar sehargaRp 55.000.000. dengan potongan tunai sebesar Rp 2.000.000.
27/1/2006 Dibeli barang dagangan senilai Rp 42.000.000. di mana sebesar Rp
17.000.000. dibayar tunai dengan diskon sebesar Rp 1.000.000. dan sisanya
dibayar bulan depan.
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 9.600.000. secara tunai.
29/1/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 3.800.000. secara tunai.
Keterangan lain:
a. Beban depresiasi kendaraan bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.800.000.
b. Beban depresiasi gedung bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.900.000.
182 | Pengantar Akuntansi 1
c. Perlengkapan kantor yang tersisa sebesar Rp 12.000.000.
d. Persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar Rp
64.000.000.
e. Beban depresiasi peralatan kantor bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.600.000.
Berdasarkan data dan keterangan tersebut di atas:
a. Catatlah transaksi dan penyesuaian tersebut di dalam jurnal khusus dan
buku jurnalserba-serbi yang diperlukan!
b. Postinglah catatan transaksi di dalam buku jurnal tersebut ke dalam buku
besarperusahaan! (Gunakan akun T).
c. Buatlah neraca saldo yang diperlukan! d. Buatlah laporan keuangan PT. Jaya
Makmur, per 31 Januari 2006! , ;,

Latihan 8.5
PT. Panah Merah adalah sebuah perusahaan distributor dispenser merek
"Banyu" yang berkedudukan di Surabaya. Dalam melakukan transaksi,
perusahaan tersebut selain menggunakan uang tunai juga menggunakan cek
dan giro. Jikamengeluarkan cek/giro, perusahaan langsung mencatatnya
sebagai pengeluaran bank di dalam jurnal pengeluaran kas. Demikian pula pada
saat menerima cek/giro dari langganan, perusahaan langsung mencatatnya
sebagai penerimaan bank di dalam jurnal penerimaan kas. Perusahaan ini
menggunakan metode periodik di dalam mencatat transaksinya.
Pada awal tahun 2006, akuntan perusahaan tersebut menyajikan neraca
saldo sebagai berikut:
- Kas 55.000.000
- Bank 100.000.000
- Piutang Dagang 178.000.000
- Persediaan 82.000.000
- Perlengkapan Kantor 12.000.000
- Peralatan Kantor 40.000.000
- Depresiasi Peralatan kantor 10.000.000
- Kendaraan 120.000.000
- Depresiasi Kendaraan 24.000.000
- Gedung 170.000.000
- Depresiasi Gedung 30.000.000
- Tanah 108.000.000
- Hutang Dagang 125.000.000
- Hutang Bank 330.000.000
- Modal Saham 250.000.000
- Laba Ditahan 96.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 183

Selama bulan Januari 2006, perusahaan tersebut melakukan transaksi sebagai


berikut:
3/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko MiFaSol-Semarang sebesar
Rp 14.500.000.dalam bentuk uang tuned.
4/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp 76.000.000. dari PT.
Mashindo.
5/1/2006 Dibayar biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 4.600.000. tunai.\
6/1/2006Dijual barang dagangan ke Toko "Hore" senilai Rp 89.000.000. yang
langsungdibayar dengan cek tunai, dengan potongan penjualan
sebesar Rp 2.500.000.
8/1/2006 Dibeli barang dagangan dari PT. Dispendo yang dibayar dengan cek
tunai sebesarRp 44.000.000. dengan diskon sebesar Rp 2.200.000.
10/1/2006 Diterima cek tunai dari pelunasan piutang dari PT. ABC sebesar Rp
45.000.000., dengan diskon sebesar Rp 2.000.000.
12/1/2006 Dibeli peralatan kantor (3 buah komputer) senilai Rp 22.500.000.
secaratunai.
13/1/2006 Dijual barang dagangan seharga Rp 78.000.000. di mana sebesar
Rp 25.000.000.dibayar dengan tunai dan sisanya dilunasi dalam
waktu 2 bulan.
14/1/2006 Dibeli peralatan kantor (meja, kursi dan rak buku) secara kredit senilai
Rp19.000.000.
15/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp 14.000.000.
16/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Mashindo sebesar Rp.
38.000.000.
17/1/2006 Dibayar hutang usaha dengan cek tunai ke PT. LaSiDo sebesar Rp
40.000.000.dengan potongan sebesar Rp 2.500.000.
18/1/2006 Dijual barang dagangan senilai Rp 72.000.000. ke Toko "Sinar". Dari
jumlahtersebut Toko Sinar membayar sebesar Rp 35.000.000.
melalui cek denganpotongan tunai sebesar Rp 2.000.000. dan
sisanya dibayar dalam 2 bulan
19/1/2006 Diterima cek tunai dari pelunasan piutang ke Toko DoReMi—
Bandung sebesarRp 28.000.000. dengan potongan sebesar Rp
500.000.
20/1/2006 Dibayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp 4.800.000. tunai.
21/1/2006 Dibayar biaya iklan di Harian Kompax sebesar Rp 6.800.000. tunai.
22/1/2006 Dijual barang dagangan secara kredit senilai Rp 85.000.000.
184 | Pengantar Akuntansi 1
23/1/2006 Dijual barang dagangan kepada Toko "Laris Jaya" secara tunai
sebesar Rp37.000.000. dengan potongan tunai sebesar Rp
1.500.000. Pelanggan membayar , dengan cek tunai.
25/1/2006 Dibeli barang dagangan senilai Rp 38.000.000. di mana sebesar Rp
15.000.000.dibayar dengan tunai dengan diskon sebesar Rp
500.000. dan sisanya dibayarbulan depan.
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 7.000.000. secara tunai.
29/1/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 2.500.000. secara tunai.
30/1/2006 Dibayar dividen sebesar Rp 38.000.000. dengan cek tunai.

Keterangan lain:
a. Beban depresiasi kendaraan bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.500.000.
b. Beban depresiasi gedung bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.250.000.
c. Persediaan barang pada akhir bulan Januari 2006 sebesar Rp 38.000.000.
d. Perlengkapan kantor yang tersisa sebesar Rp 14.000.000.
e. Beban depresiasi peralatan kantor bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.000.000.
Berdasarkan data dan keterangan tersebut di atas:
a. Catatlah transaksi dan penyesuaian yang diperlukan di dalam jurnal khusus
dan buku jurnal serba-serbi!
b. Postinglah catatan transaksi di dalam buku jurnal tersebut ke dalam buku
besar perusahaan! (Gunakan akun T).
c. Buatlah neraca saldo yang diperlukan!
d. Buatlah laporan keuangan PT. Panah Merah, per 31 Januari 2006!

Latihan 8.6
PT Maju Jaya adalah sebuah perusahaan distributor kompor gas bermerek
"Rinna" yang berkedudukan di Medan. Perusahaan ini menggunakan metode
perpetual di dalam mencatat transaksinya.
Pada awal tahun 2006, akuntan perusahaan menyajikan neraca saldo
sebagai berikut:
- Kas 180.000.000
- Piutang Dagang 178.000.000
- Persediaan 90.000.000
- Perlengkapan Kantor 12.000.000
- Peralatan Kantor 40.000.000
- Depresiasi Peralatan kantor 10.000.000
- Kendaraan 120.000.000
- Depresiasi Kendaraan 24.000.000
- Gedung 170.000.000
- Depresiasi Gedung 30.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 185

- Tanah 108.000.000
- Hutang Dagang 125.000.000
- Hutang Bank 330.000.000
- Modal Saham 275.000.000
- Laba Ditahan 104.000.000

Selama bulan Januari 2006, perusahaan melakukan transaksi sebagai


berikut:
3/1/2006 Dibeli barang dagangan dari PT. Rinna Jaya yang dibayar tunai
sebesar Rp49.000.000. dengan diskon sebesar Rp 3.000.000.
4/1/2006 Dibeli peralatan kantor (meja, kursi dan rak buku) secara kredit senilai
Rp13.000.000.
6/1/2006 Diterima uang dari pelunasan piutang dari Toko "Kompor Hidup"
sebesar Rp42.000.000., dengan diskon sebesar Rp 2.000.000.
7/1/2006 Dibeli peralatan kantor (5 buah komputer) senilai Rp 26.000.000.
secaratunai.
8/1/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko "Laris Manis"-Semarang
sebesar Rp 14.500.000. dalam bentuk uang tunai.
9/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp 77.000.000. dari PT.
RinnaJaya.
10/1/2006 Dibayar biaya perbaikan kendaraan sebesar Rp 5.600.000. tunai.
11/1/2006 Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 67.500.000. ke Toko
"Sinar Mas"seharga Rp 90.000.000. yang langsung dibayar dengan
tunai, dengan potonganpenjualan sebesar Rp 4.500.000.
12/1/2006 Dibayar biaya listrik, air dan telepon sebesar Rp 7.800.000. tunai.
13/1/2006 Dibayar biaya iklan di Harian Media Indonesia sebesar Rp 6.800.000.
tunai.
15/1/2006 Dijual barang dagangan dengan HPP sebesar Rp 82.500.000. secara
kredit sehargaRp 110.000.000. kepada Toko "Sinar Mas" - Semarang.
16/1/2006 Dibayar dividen sebesar Rp 38.000.000. secara tunai.
17/1/2006 Dijual barang dagangan ke Toko "Harapan Mulia" dengan HPP
sebesar Rp60.000.000. seharga Rp 80.000.000. di mana sebesar Rp
35.000.000. dibayar tunaidan sisanya dilunasi dalam waktu 2 bulan.
18/1/2006 Dibeli perlengkapan kantor secara tunai. sebesar Rp 17.000.000.
19/1/2006 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Rinna Jaya sebesar Rp.
38.000.000.
20/1/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Rinna Jaya sebesar Rp 46.000.000.
dengan potongansebesar Rp 2.500.000. 22/1/2006 Dijual barang
186 | Pengantar Akuntansi 1
dagangan dengan HPP sebesar Rp 52.500.000, ke Toko
"MajuTerus"—Surabaya senilai Rp 70.000.000. Dari jumlah tersebut
pelangganmembayar sebesar Rp 35.000.000. secara tunai dengan
potongan tunai sebesarRp 2.000.000. dan sisanya dibayar dalam 2
bulan.
24/1/2006 Diterima uang dari pelunasan piutang ke Toko "DoReMi"—Bandung
sebesarRp 22.000.000. dengan potongan sebesar Rp 500.000.
26/1/2006 Dijual barang dagangan secara tunai ke Toko "Nusa Dua"—Denpasar
denganHPP sebesar Rp 37.500.000. seharga Rp 50.000.000. dengan
potongan tunaisebesar Rp 2.500.000.

27/1/2006 Dibeli barang dagangan senilai Rp 38.000.000. di mana sebesar Rp


15.000.000.dibayar tunai dengan diskon sebesar Rp 500.000.- dan
sisanyadibayar bulandepan.
28/1/2006 Dibayar gaji pegawai sebesar Rp 8.200.000. secara tunai. \
29/1/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 3.700.000. secara tunai.
Keterangan lain:
a. Beban depresiasi kendaraan bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.700.000.
b. Beban depresiasi gedung bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.600.000.
c. Perlengkapan kantor yang tersisa sebesar Rp 11.000.000.
d. Beban depresiasi peralatan kantor bulan Januari 2006 sebesar Rp 1.200.000.
Berdasarkan data dan keterangan di atas:
1. Catatlah transaksi dan penyesuaian tersebut di dalam jurnal khusus dan
buku jurnal serba-serbi yang diperlukan!
2. Postinglah catatantransaksi di dalam buku jurnal tersebut ke dalam buku
besar perusahaan! (Gunakan rekening T).
3. Buatlah neraca saldo yang diperlukan.
4. Buatlah Laporan Keuangan PT. Maju Jaya, per 31 Januari 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 187

BAB 9
AKUNTANSI
PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Jenis Perusahaan
Agar dapat hidup dan bertahan di dalam percaturan bisnis, setiap
perusahaan harus memiliki produk untuk dijual kepada masyarakat. Dari hasil
penjualan produk tersebut, perusahaan akan memperoleh penghasilan yang
menjadi sumber utama pengembangan perusahaan. Tanpa memiliki produk
yang dapat dijual kepada masyarakat, perusahaan tidak akan dapat hidup dan
mempertahankan keberadaannya. Karena itu, memiliki produk yang dibutuhkan
dan akan dijual kepada masyarakat merupakan suatu keharusan bagi semua
perusahaan agar dapat mempertahankan kehidupan organisasinya.
Dilihat dari produk yang dihasilkan dan bidang usaha yang digeluti suatu
perusahaan, maka secara umum perusahaan dapat dibedakan menjadi 3 macam
perusahaan, yaitu:
1. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang produknya adalah yang bersifat
nonfisik. Produk utama dari perusahaan semacam ini adalah pelayanan
dalam bidang tertentu yang diberikan kepada langganannya. Seperti
perusahaan transportasi, biro wisata, bioskop, konsultan, akuntan, dsb.
188 | Pengantar Akuntansi 1
Perusahaan transportasi menjual jasa angkutan orang atau barang kepada
masyarakat. Perusahaan biro wisata menjual pelayanan wisata dan
perjalanan kepada masyarakat. Perusahaan konsultan menjual pelayananan
konsultasi kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti konsultasi
psikologi, konsultasi pajak, konsultasi hukum, konsultasi manajemen dan
sebagainya.
2. Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang membeli barang dari
perusahaan lain dan menjualnya kepada pihak yang
membutuhkan/konsumen. Perusahaan dagang membeli barang jadi yang
siap pakai dan menjualnya dalam bentuk yang sama kepada konsumen yang
membutuhkannya. Misalnya, pasar swalayan (Hero, Indomaret, Robinson,
dll), distributor elektronik, distributor suku cadang kendaraan, pengecer
bahan kebutuhan harian, dsb. Perusahaan dagang berfungsi sebagai
jembatan bagi produsen suatu produk dengan konsumen yang
membutuhkan produk tersebut.
3. Perusahaan Manufaktur adalah perusahaan yang membeli bahan mentah,
mengolahnya hingga menjadi produk jadi yang siap pakai dan menjualnya
kepada konsumen yang membutuhkannya. Misalnya, produsen mie instant
mengolah tepung terigu hingga menjadi mie instant dan menjualnya kepada
masyarakat, produsen pakaian mengolah kain menjadi kemeja dan
menjualnya kepada masyarakat. Jadi fungsi utama perusahaan manufaktur
adalah sebagai jembatan antara perusahaan penghasil bahan mentah
dengan konsumen yang membutuhkan barang yang memiliki nilai tambah
lebih tinggi dari bahan mentah tersebut. Berbeda dengan perusahaan dagang
yang membeli dan menjualnya dalam bentuk yang sama, perusahaan
manufaktur harus mengolah terlebih dahulu bahan baku atau bahan mentah
yang dibelinya sebelum menjualnya kepada masyarakat. Dalam proses
pengolahan tersebut, perusahaan manufaktur membutuhkan beban
tambahan dalam berbagai bentuknya, agar proses pemberian nilai tambah
dapat terjadi.

Perusahaan Manufaktur
Karena perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang membeli dan
mengolah bahan baku menjadi barang yang siap pakai, maka secara
keseluruhan transaksi diperusahaan manufaktur dapat diringkas ke dalam bagan
sebagai berikut :
Pengantar Akuntansi 1 | 189

Perusahaan manufaktur membeli bahan baku dari produsen bahan


mentah atau dari supplier bahan mentah. Bahan mentah tersebut diolah oleh
perusahaan sampai menjadi barang jadi yang siap pakai. Untuk mengolah bahan
baku menjadi barang jadi, perusahaan menambahkan bahan tambahan (bahan
penolong) kepada bahan mentah tersebut. Dan untuk mengolah bahan mentah
tersebut menjadi barang yang memiliki nilai tambah dibutuhkan bantuan tenaga
kerja yang secara langsung terlibat di dalam proses produksi. Dan dalam proses
pengolahan bahan baku tersebut dibutuhkan bantuan dari mesin, gedung pabrik,
pekerja tidak langsung, listrik, air, dsb.

Jenis Persediaan Di Perusahaan Manufaktur


Karena perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang
yang membeli dan menjualnya dalam bentuk yang sama, perusahaan
manufaktur harus mengolah terlebih dahulu bahan baku atau bahan mentah
yang dibelinya sebelum menjualnya kepada masyarakat, maka jenis persediaan
(stok) di dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi:
1. Persediaan Bahan Baku, yaitu bahan dasar yang menjadi komponen
utama dari suatu produk. Bahan baku merupakan elemen utama dari
suatu produk, walaupun di dalam suatu produk terdapat elemen yang lain.
Misalnya: kain adalah bahan baku dari pakaian, kayu adalah bahan baku
dari meja, kulit adalah elemen utama dari sepatu dan tas, dan
sebagainya.
2. Persediaan Barang Dalam Proses, yaitu bahan baku yang telah
diproses untuk diubah menjadi barang jadi tetapi sampai pada akhir suatu
periode tertentu, belum selesai proses produksinya. Misalnya: pakaian
yang belum ada lengannya didalam industri garmen, meja tulis yang
belum dihaluskan dan belum dicat di dalam industri mebel, sepeda motor
yang belum dipasang mesinnya di dalam industri otomotif, dan
sebagainya.
190 | Pengantar Akuntansi 1
3. Persediaan Barang Jadi, adalah bahan baku yang telah diproses
menjadi produk jadi yang siap pakai dan siap dipasarkan. Seperti pakaian
jadi, meja tulis, sepeda motor, televisi, dan lain-lain. Perbedaan antara
barang jadi dan barang dalam proses adalah pada kandungan biaya di
dalam setiap jenis persediaan tersebut. Di dalam barang jadi telah
terkandung 100%komponen biaya yang dibutuhkan, sedangkanbarang
dalam proses kandungan biayanya kurang dari 100% darikeseluruhan
biaya yang dibutuhkan.

Jenis Beban
Untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi, perusahaan
manufaktur memerlukan suatu proses produksi yang membutuhkan berbagai
macam beban tambahan selama berlangsungnya setiap fase produksi tersebut.
Akumulasi dari keseluruhan beban di dalam proses produksi menghasilkan
beban produksi, yaitu berbagai macam beban yang terkait secara langsung
dalam proses menghasilkan barang jadi tersebut.
Beban di dalam perusahaan manufaktur dikelompokkan menjadi
beberapa kelompok menurut spesifikasi manfaatnya, yaitu:
1. Beban Bahan Baku adalah beban yang dikeluarkan untuk membeli bahan
baku yang telah digunakan untuk menghasilkan suatu produk jadi dalam
volume tertentu. Misalnya, harga beli kain per potong pakaian, harga beli dari
kayu per unit meja, dsb.
2. Beban Tenaga Kerja Langsung adalah beban yang dikeluarkan untuk
membayar pekerja yang terlibat secara langsung dalam proses produksi.
Misalnya: tukang jahit di dalam perusahaan garmen, tukang kayu di dalam
perusahaan mebel, dll. Tidak semua pekerja yang terlibat di dalam proses
produksi selalu dikategorikan ke dalam beban tenaga kerja langsung. Hanya
pekerja yang terlibat secara langsung di dalam proses menghasilkan produk
perusahaan yang dapat dikelompokkan sebagai tenaga kerja langsung.
3. Beban Overhead adalah berbagai macam beban selain beban bahan baku
langsung dan beban tenaga kerja langsung yang juga dibutuhkan dalam
proses produksi. Termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. Beban Bahan Penolong (bahan tidak langsung) yaitu bahan
tambahanyang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk tertentu.
Misalnya, kain dan kancing dibutuhkan untuk menghasilkan pakaian,
paku dan cat dibutuhkan untuk menghasilkan meja tulis, dsb. Bahan
penolong merupakan elemen bahan baku yang tetap dibutuhkan oleh
Pengantar Akuntansi 1 | 191

suatu produk jadi, tetapi bukan merupakan elemen utama. Tanpa bahan
penolong, suatu produk tidak akan pernah menjadi produk yang siap
pakai dan siap dijual.
b. Beban Tenaga Kerja Penolong (tenaga kerja tidak langsung) adalah
pekerja yang dibutuhkan dalam proses menghasilkan suatu barang tetapi
tidak terlibat secara langsung di dalam proses produksi. Misalnya,
mandor dari para penjahit dan tukang kayu, Satpam pabrik, dsb. Tenaga
kerja penolong merupakan tenaga kerja yang tetap dibutuhkan, tetapi
bukan merupakan elemen tenaga kerja utama di dalam suatu produk.
Tanpa tenaga kerja penolong, proses produksi dapat terganggu.
c. Beban Pabrikasi Lain adalah beban-beban tambahan yang dibutuhkan
untuk menghasilkan suatu produk selain beban bahan penolong dan
beban tenaga kerja penolong. Seperti beban listrik dan air pabrik, beban
telepon pabrik, depresiasi bangunan pabrik, beban depresiasi mesin, dsb.
4. Beban Pemasaran digunakan untuk menampung keseluruhan beban yang
dikeluarkan perusahaan untuk mendistribusikan barang dagangannya hingga
sampai ke tangan. Beban ini mencakup: gaji salesman, komisi salesman,
beban iklan, dll.
5. Beban Administrasi dan Umum digunakan untuk menampung keseluruhan
beban operas! kantor. Beban ini mencakup gaji direktur, gaji sekretaris,
beban listrik, beban telepon, beban depresiasi bangunan, dll.
Biaya-biaya yang dimiliki perusahaan manufaktur tersebut tidak
digabungkan menjadi satu kelompok biaya. Kelima jenis biaya tersebut
dikelompokkan lagi ke dalam 2 kelompok besar biaya. Pengelompokan tersebut
berguna untuk memilah dengan jelas, biaya-biaya yang terakumulasi demi
membentuk suatu produk dan biaya-biaya yang berkaitan dengan aktivitas
operasional. Biaya-biaya tersebut dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar,
yaitu:
A. Beban Produksi
1. Beban Bahan Baku Langsung
2. Beban Tenaga Kerja Langsung
3. Beban Overhead
B. Beban Operasional/Komersial
1. Beban Pemasaran
2. Beban Administrasi dan Umum
192 | Pengantar Akuntansi 1
Arus Biaya
Karena perusahaan manufaktur harus mengubah bahan baku menjadi
barang dalam proses dan kemudian menjadi barang jadi, sedangkan biaya yang
dibutuhkan di dalam proses produksi tersebut terdiri dari biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead, maka hubungan antara setiap
komponen biaya tersebut dengan setiap jenis persediaanya, adalah sebagai
berikut:
Gabungan dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead membentuk biaya produksi. Jika ketiga komponen biaya tersebut
masing-masing belum mencakup 100% dari kebutuhan biaya produksi per unit
output maka gabungan ketiganya membentuk persediaan Barang Dalam Proses.
TABEL DI SINI

Jika gabungan ketiga komponen biaya tersebut masing-masing telah


mencapai 100% maka akan membentuk Barang Jadi. Itu berarti, perbedaan
antara barang jadi dan barang dalam proses adalah pada kandungan biaya di
dalam setiap jenis persediaan tersebut. Di dalam barang jadi telah terkandung
100% komponen biaya yang dibutuhkan, sedangkan barang dalam proses
kandungan biayanya kurang dari 100% dari keseluruhan biaya yang dibutuhkan.
 Ilustrasi berikut mungkin dapat memperjelas pemahaman tentang
pengelompokan biaya diperusahaan manufaktur.
PT. Sandang Indah adalah produsen pakaian jadi yang berkedudukan di
Jakarta. Bahan baku yang digunakan di dalam perusahaan ini adalah kain.
Sedangkan bahan penolongnya adalah kancing, benang dan beragam aksesoris.
Sedangkan tukang jahitnya adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam
proses produksi. Di dalam perusahaan ini, lokasi kantor administrasi, kantor
pemasaran dan pabrik terpisah satu sama lain.
Pengantar Akuntansi 1 | 193

Pada akhir bulan September 2006, staf akuntansi yang baru menyusun
suatu neraca saldo seperti berikut:
Beban pemakaian kain 97.000.000
Beban pemakaian kancing 4.700.000
Beban pemakaian benang 9.900.000
Beban pemakaian aksesori 6.600.000
Upah tukang jahit 27.000.000
Gaji mandor produksi 4.700.000
Gaji satpam pabrik 1.200.000
Gaji salesman 2.000.000
Komisi salesman 6.000.000
Gaji karyawan kantor pemasaran 8.200.000
Gaji karyawan administrasi 7.400.000
Beban listrik, air dan telepon pabrik 7.400.000
Beban listrik, air dan telepon kantor pemasaran 3.400.000
Beban listrik, air dan telepon kantor administrasi 4.700.000
Beban bunga 14.500.000
Beban depresiasi bangunan pabrik 2.600.000
Beban depresiasi gedung kantor pemasaran 1.200.000
Beban depresiasi gedung kantor administrasi 1.300.000
Beban depresiasi mesin pabrik 2.600.000
Beban depresiasi kendaraan pemasaran 900.000
Beban depresiasi kendaraan direksi 700.000
Beban angkut penjualan 2.900.000
Beban iklan 9.400.000

Berdasarkan data diatas, maka beban-beban tersebut dapat


dikelompokkan kedalam kelompok beban sebagai berikut:
194 | Pengantar Akuntansi 1
1. Beban pemakaian kain 97.000.000
2. Upah tukang jahit 27.000.000
3. Beban overhead :
a. Beban bahan penolong
- Beban pemakaian kancing 4.700.000
- Beban pemakaian benang 9.900.000
- Beban pemakaian aksesori 6.600.000
b. Beban tenaga kerja penolong :
- - Gaji mandor produksi 4.700.000
- - Gaji Satpam pabrik 1.200.000
c.
- Beban pabrikasi lain :
- - Beban air, listrik, telepon 7.400.000
- - Beban depresiasi bangunan 2.600.000
- - Beban depresiasi mesin 2.600.000
Beban
- produksi 163.700.000
4. Beban komersial
a. Beban pemasaran:
- Gaji salesman 2.000.000
- Komisi salesman 6.000.000
- Gaji karyawan kantor pemasaran 8.200.000
- Beban listrik, air dan telepon 3.400.000
- Beban depresiasi kantor
1.200.000
pemasaran
- Beban depresiasi kendaraan 900.000
- Beban angkut penjual 2.900.000
- Beban iklan 9.400.000
- 34.000.000
b. Beban admin, dan umum
- Gaji karyawan administrasi 7.400.000
- Beban listrik, air dan telepon 4.700.000
- Beban depresiasi kantor
1.300.000
administrasi
- Beban depresiasi kendaraan 700.000
- Beban bunga 14.500.000
28.600.000
Beban komersial total 62.600.000

Jurnal
Secara umum, metode pencatatan transaksi harian maupun pencatatan
jurnal penyesuaian di dalam perusahaan manufaktur tidak berbeda dengan
Pengantar Akuntansi 1 | 195

perusahaan dagang. Setiap transaksi atau keterangan yang ada, dicatat sesuai
dengan akun yang terlibat di dalam transaksi tersebut. Tetapi karena perusahaan
manufaktur memiliki struktur beban yang lebih kompleks dibanding perusahaan
dagang, maka diperlukan catatan yang lebih rinci berkaitan dengan transaksi
tersebut. Apalagi di dalam kelompok beban yang berbeda sering kali terdapat
beberapa akun yang memiliki nama yang sama. Misalnya, di dalam kelompok
beban pemasaran dan administrasi serta kelompok beban overhead, sering kali
ketiganya memiliki akun beban listrik, beban telepon dan beban air. Tetapi karena
berada di dalam kelompok akun yang berbeda, maka setiap akun tersebut harus
menggunakan nomor dan nama yang berbeda untuk memperkuat penjelasan
bahwa beban-beban itu berada di dalam kelompok beban yang berbeda.
 Ilustrasi berikut mungkin dapat memperjelas pemahaman tentang
pencatatan transaksi dan pengalokasian biaya di perusahaan manufaktur.
PT. DoMiNo adalah produsen pakaian anak-anak yang berlokasi di
Bandung. Perusahaan ini menggunakan kain dan kaos sebagai bahan baku
utamanya, serta menggunakan benang, kancing dan aksesoris pakaian sebagai
bahan penolongnya. Perusahaan ini memiliki lokasi gedung kantor administrasi,
kantor pemasaran dan pabrik yang terpisah satu dengan yang lain, tetapi berada
di dalam satu areal yang sama.
Beberapa aktivitas transaksi perusahaan ini yang memerlukan jurnal
yang lebih rinci adalah sebagai berikut:
Dibayar bebanlistrik total sebesar Rp 22.000.000. Dari total beban ini sebesar
60% dibebankan pada pabrik, sebesar 20% dibebankan pada kantor administrasi
dan sisanya dibebankan pada kantor pemasaran.
Untuk mencatat transaksi ini, sebenarnya cukup didebet beban listrik dan
mengkredit kas sebesar Rp 22.000.000. Tetapi karena beban listrik tersebut
dibagi ke dalam tiga kelompok beban yang berbeda, maka pencatatannya adalah
sebagai berikut:
Beban listrik - Overhead 13.200.000
Beban listrik - Pemasaran 4.400.000
Beban listrik - Administrasi 4.400.000
Kas 22.000.000

Dibayar gaji Pegawai Satpam sebesar Rp 36.000.000. Dari total beban gaji
tersebut, sebanyak Rp 16.000.000 dibebankan ke pabrik dan sisanya
dibebankan secara merata kepada kantor administrasi dan pemasaran (karena
menggunakan Satpam juga).
196 | Pengantar Akuntansi 1
Mirip dengan jurnal sebelumnya, sebenarnya untuk mencatat transaksi
ini cukup didebet gaji pegawai dan mengkredit akun kas sebesar Rp 26.000.000.
Tetapi karena gaji pegawai tersebut harus dialokasikan ke dalam kelompok
beban yang berbeda, maka jurnalnya adalah:
Gaji Pegawai - Overhead 16.000.000
Gaji Pegawai - Pemasaran 10.000.000
Gaji Pegawai - Administrasi 10.000.000
Kas 36.000.000
Pemberian keterangan yang lebih rinci di dalam jurnal transaksi,
berfungsi untuk mempermudah proses posting setiap transaksi ke dalam akun
dan kelompok akun yang tepat di dalam buku besar. Sehingga pada waktu
penyusunan neraca saldo, pengelompokan akun menjadi lebih mudah dan jelas.

Laporan Keuangan
Tidak berbeda dengan perusahaan dagang, perusahaan manufaktur
harus menyusun laporan keuangan setiap akhir periode akuntansi untuk
memberikan informasi tentang hasil usaha dan kondisi keuangan perusahaan
pada suatu periode tertentu, Sebagaimana umumnya perusahaan lainnya,
laporan keuangan yang disusun adalah: Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan
Laba Ditahan dan Neraca serta Laporan Arus Kas. Di antara keempat laporan
keuangan tersebut, tidak ada yang berbeda urutan maupun komposisinya
dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Hanya, di dalam laporan laba
rugi, terdapat satu komponen tambahan, yaitu laporan harga pokok produksi.

Laporan harga pokok produksi adalah laporan tentang beban total yang
dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk memproduksi sejumlah barang di
dalam suatu periode tertentu.

Itu berarti, di dalam laporan harga pokok produksi harus tercakup laporan
tentang total beban bahan baku, beban tenaga kerja langsung dan beban
overhead yang dikeluarkan di dalam suatu periode tertentu.
- Persediaan awal bahan baku xxx
- Pembelian bahan baku xxx +
- Persediaan total bahan baku xxx
- Persediaan akhir bahan baku xxx –
- Beban Bahan Baku xxx
- Beban tenaga kerja langsung xxx
- Beban overhead xxx +
- Beban Produksi xxx
Pengantar Akuntansi 1 | 197

Karena itu, di dalam menyusun neraca lajur, jika biasanya perusahaan


jasa dan dagang menggunakan neraca lajur 12 kolom, maka perusahaan
manufaktur memerlukan dua kolom tambahan untuk menyusun laporan harga
pokok produksi.
 Ilustrasi berikut mungkin dapat memperjelas pemahaman tentang
penyusunan laporan keuangan di perusahaan manufaktur.
PT. Kalkulasindo adalah sebuah produsen kalkulator yang berlokasi di
Bandung. Pada akhir bulan September 2006 akuntan perusahaan tersebut
menyajikan neraca saldo sebagai berikut:
Kas Dan Bank 144.000.000
Piutang Usaha 160.000.000
Persediaan Barang Jadi 158.000.000
Persediaan Bahan Dalam Proses 46.000.000
Persediaan Bahan Baku 72.000.000
Perlengkapan Kantor 52.000.000
Aktiva Tetap 321.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap 32.000.000
Hutang Usaha 162.000.000
Hutang Bank 300.000.000
Modal Saham 350.000.000
Laba Ditahan 51.000.000
Dividen 56.000.000
Penjualan 435.000.000
Pembelian Bahan Baku 129.000.000
Beban Tenaga Kerja Langsung 48.000.000
Beban Bahan Penolong 22.000.000
Beban Tenaga Kerja Penolong 28.000.000
Beban Pabrikasi Lain 31.000.000
Beban Pemasaran 34.000.000
Beban Administrasi & Umum 29.000.000
Total 1.330.000.000 1.330.000.000
198 | Pengantar Akuntansi 1
Keterangan lain:
a. Perlengkapan kantor yang tersisa pada akhir bulan September 2006 sebesar
Rp.44.000.000.
b. Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan September 2006 sebesar Rp
122.000.000.
c. Persediaan Barang Dalam Proses pada akhir bulan September 2006 sebesar
Rp.32.000.000
d. Persediaan Bahan Baku pada akhir bulan September 2006 sebesar Rp
47.000.000
e. Beban depresiasi aktiva tetap pada bulan September 2006 sebesar Rp
3.500.000.
Berdasarkan data di atas, jika dibuat neraca lajur dan laporan keuangan akan
menghasilkan kertas kerja laporan keuangan seperti berikut:

PT. Kalkulasindo
Neraca Lajur
(dalam Ribuan)

Harga Pokok
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Produksi
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas Dan Bank 144.000
Piutang Usaha 160.000
Persediaan Barang
158.000 122.000 158.000
Jadi
Persediaan BDP 46.000 32.000 46.000
Persediaan Bahan
72.000 47.000 72.000
Baku
Perlengkapan
52.000 8.000
Kantor
Aktiva Tetap 321.000
Akum. Depresiasi
32.000 3.500
AT
Hutang Usaha 162.000
Hutang Bank 300.000
Modal Saham 350.000
Laba Ditahan 51.000
Dividen 56.000
Penjualan 435.000
Pembelian Bahan
129.000
Baku
Beban TKL 48.000
Beban Bahan
22.000
Penolong
Beban TKP 28.000
Beban Pabrikasi
31.000
Lain
Beban Pemasaran 34.000
Pengantar Akuntansi 1 | 199
Beban Admin. &
29.000
Umum
Beban Pemakaian
8.000
perlengkapan
Ikhtisar HPP 46.000 32.000
Ikhtisar HPP 72.000 47.000
Ikhtisar Rugi Laba 158.000 122.000
Beban Depresi AT 3.500
Harga Pokok
Produksi
Laba Usaha

Total 1.330.000 1.330.000 488.500 488.500

BDP = Barang Dalam Proses


AT = Aktiva Tetap
TKL = Tenaga Kerja Langsung
TKP = Tenaga Kerja Penolong
HPP = Harga Pokok Produksi
Seperti dalam proses penyusunan laporan keuangan di dalam
perusahaan jasa dan dagang, berdasarkan neraca saldo yang telah disusun,
yang diperoleh dari saldo setiap akun yang dimiliki perusahaan pada akhir
periode tertentu, dicatat di kolom pertama di dalam neraca lajur.

PT. Kalkulasindo
Neraca Lajur
(dalam Ribuan)

Harga Pokok
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Produksi
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas Dan Bank 144.000
Piutang Usaha 160.000
Persediaan
158.000 122.000 158.000
Barang Jadi
Persediaan BDP 46.000 32.000 46.000
Persediaan Bahan
72.000 47.000 72.000
Baku
Perlengkapan
52.000 8.000
Kantor
Aktiva Tetap 321.000
Akum. Depresiasi 32.00
3.500
AT 0
162.0
Hutang Usaha
00
300.0
Hutang Bank
00
200 | Pengantar Akuntansi 1
350.0
Modal Saham
00
51.00
Laba Ditahan
0
Dividen 56.000
435.0
Penjualan
00
Pembelian Bahan
129.000
Baku
Beban TKL 48.000
Beban Bahan
22.000
Penolong
Beban TKP 28.000
Beban Pabrikasi
31.000
Lain
Beban Pemasaran 34.000
Beban Admin. &
29.000
Umum
Beban Pemakaian
8.000
perlengkapan
Ikhtisar HPP 46.000 32.000
Ikhtisar HPP 72.000 47.000
Ikhtisar Rugi Laba 158.000 122.000
Beban Depresi AT 3.500
Harga Pokok
Produksi
Laba Usaha

1.330.
Total 1.330.000 488.500 488.500
000

Kolom kedua, berupa kolom untuk menyesuaikan beberapa akun yang


belum dicatat atau perlu disesuaikan karena belum tepat. Dalam kasus PT.
Kalkulasindo hal itu mencakup beban pemakaian perlengkapan di dalam periode
tersebut, beban depresiasi aktiva tetap dan saldo persediaan bahan baku,
barang dalam proses dan barang jadi pada akhir bulan September yang menjadi
dasar perhitungan harga pokok produksi. Untuk mencatat dan menyesuaikan
saldo persediaan bahan baku dan saldo persediaan barang dalam proses
digunakan akun ikhtisar harga pokok produksi karena keduanya merupakan
komponen untuk menghitung harga pokok produksi. Sedangkan untuk
menyesuaikan saldo persediaan barang jadi digunakan akun ikhtisar laba rugi,
karena merupakan komponen harga pokok penjualan.
Pengantar Akuntansi 1 | 201

PT. Kalkulasindo
Neraca Lajur
(dalam Ribuan)
Harga Pokok
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Produksi
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas Dan Bank 144.000
Piutang Usaha 160.000
Persediaan Barang
158.000 122.000 158.000
Jadi
Persediaan BDP 46.000 32.000 46.000
Persediaan Bahan
72.000 47.000 72.000
Baku
Perlengkapan
52.000 8.000
Kantor
Aktiva Tetap 321.000
Akum. Depresiasi
32.000 3.500
AT
Hutang Usaha 162.000
Hutang Bank 300.000
Modal Saham 350.000
Laba Ditahan 51.000
Dividen 56.000
Penjualan 435.000
Pembelian Bahan
129.000 129.000
Baku
Beban TKL 48.000 48.000
Beban Bahan
22.000 22.000
Penolong
Beban TKP 28.000 28.000
Beban Pabrikasi
31.000 31.000
Lain
Beban Pemasaran 34.000
Beban Admin. &
29.000
Umum
Beban Pemakaian
8.000
perlengkapan
Ikhtisar HPP 46.000 32.000 46.000 32.000
Ikhtisar HPP 72.000 47.000 72.000 47.0000
Ikhtisar Rugi Laba 158.000 122.000
Beban Depresi AT 3.500
Harga Pokok
Produksi
Laba Usaha

Total 1.330.000 1.330.000 488.500 488.500 376.000 376.000


202 | Pengantar Akuntansi 1
Kolom ketiga, berbeda dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang,
berisi lajur harga pokok produksi. Di dalam lajur ini, terdapat daftar akumulasi
beban produksi yang terdiri dari beban bahan baku langsung, beban tenaga kerja
langsung dan beban overhead. Penjumlahan dari ketiga beban ini, kemudian
ditambahkan lagi dengan persediaan barang dalam proses pada awal periode
dan kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses pada akhir
periode. Hasilnya adalah harga pokok produksi yang dikeluarkan perusahaan
tersebut pada periode yang bersangkutan.
PT. Kalkulasindo
Neraca Lajur
(dalam Ribuan)
Neraca Saldo Penyesuaian Harga Pokok Produksi Laba Rugi Neraca
Keterangan
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas Dan Bank 144.000
Piutang Usaha 160.000
Persediaan Barang
158.000 122.000 158.000
Jadi
Persediaan BDP 46.000 32.000 46.000
Persediaan Bahan
72.000 47.000 72.000
Baku
Perlengkapan Kantor 52.000 8.000
Aktiva Tetap 321.000
Akum. Depresiasi AT 32.000 3.500
Hutang Usaha 162.000
Hutang Bank 300.000
Modal Saham 350.000
Laba Ditahan 51.000
Dividen 56.000
Penjualan 435.000 435.000
Pembelian Bahan
129.000 129.000
Baku
Beban TKL 48.000 48.000
Beban Bahan
22.000 22.000
Penolong
Beban TKP 28.000 28.000
Beban Pabrikasi Lain 31.000 31.000
Beban Pemasaran 34.000 34.000
Beban Admin. &
29.000 29.000
Umum
Beban Pemakaian
8.000 8.000
perlengkapan
Ikhtisar HPP 46.000 32.000 46.000 32.000
Ikhtisar HPP 72.000 47.000 72.000 47.0000
Ikhtisar Rugi Laba 158.000 122.000 158.000 122.000
Beban Depresi AT 3.500 3.500
Harga Pokok Produksi 297.000 297.000
Laba Usaha 27.500

Total 1.330.000 1.330.000 488.500 488.500 376.000 376.000 557.000 557.000


Pengantar Akuntansi 1 | 203

Pada kolom keempat, berupa laporan laba rugi, dari perusahaan yang
bersangkutan. Di dalam kolom ini, harga pokok produksi yang telah diketahui
pada kolom sebelumnya, ditambahkan dengan persediaan barang jadi pada awal
periode dan kemudian dikurangi dengan persediaan barang jadi pada akhir
periode tersebut. Hasil dari pengurangan tersebut dikurangi lagi dengan beban
operasi atau beban komersial, berupa kelompok beban pemasaran dan
kelompok beban administrasi dan umum. Selisih dari pengurangan tersebut
adalah laba usaha sebelum pajak dari perusahaan yang bersangkutan.
204 | Pengantar Akuntansi 1
PT. Kalkulasindo
Neraca Lajur
(dalam Ribuan)
Harga Pokok
Neraca Saldo Penyesuaian Laba Rugi Neraca
Keterangan Produksi
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Kas Dan Bank 144.000 144.000
Piutang Usaha 160.000 160.000
Persediaan Barang Jadi 158.000 122.000 158.000 122.000
Persediaan BDP 46.000 32.000 46.000 32.000
Persediaan Bahan Baku 72.000 47.000 72.000 47.000
Perlengkapan Kantor 52.000 8.000 44.000
Aktiva Tetap 321.000 321.000
Akum. Depresiasi AT 32.000 3.500 35.500
Hutang Usaha 162.000 162.000
Hutang Bank 300.000 300.000
Modal Saham 350.000 350.000
Laba Ditahan 51.000 51.000
Dividen 56.000 56.000
Penjualan 435.000 435.000
Pembelian Bahan Baku 129.000 129.000
Beban TKL 48.000 48.000
Beban Bahan Penolong 22.000 22.000
Beban TKP 28.000 28.000
Beban Pabrikasi Lain 31.000 31.000
Beban Pemasaran 34.000 34.000
Beban Admin. & Umum 29.000 29.000
Beban Pemakaian
8.000 8.000
perlengkapan
Ikhtisar HPP 46.000 32.000 46.000 32.000
Ikhtisar HPP 72.000 47.000 72.000 47.0000
Ikhtisar Rugi Laba 158.000 122.000 158.000 122.000
Beban Depresi AT 3.500 3.500
Harga Pokok Produksi 297.000 297.000
Laba Usaha 27.500 27.500

Total 1.330.000 1.330.000 488.500 488.500 376.000 376.000 557.000 557.000 926.000 926.000

Kolom kelima, berisi neraca perusahaan yang berupa daftar kekayaan


yang dimiliki perusahaan beserta sumber dari mana harta tersebut diperoleh.
Termasuk di dalam kolom ini dimasukkan akun Dividen yang merupakan jumlah
dividen yang dibagikan pada periode tersebut dan dicatat di sisi debet dan laba
usaha yang diperoleh pada periode tersebut dan dicatat di sisi kredit.
Setelah neraca lajur diselesaikan, berdasarkan catatan pada kolom harga
pokok produksi dan kolom laporan laba rugi, akuntan perusahaan dapat
menyusun laporan laba rugi perusahaan, dengan hanya memindahkan informasi
dari neraca lajur. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan akan
menghasilkan laba kotor. Dan laba kotor yang diperoleh dikurangi dengan beban
operasi akan menghasilkan laba usaha sebelum pajak. Tetapi sebelumnya,
Pengantar Akuntansi 1 | 205

untuk menghitung harga pokok penjualan harus dihitung dulu harga pokok
produksi.
Setelah laba usaha perusahaan diketahui, akuntan perusahaan dapat
membuat laporan perubahan laba ditahan. Di mana saldo akun Laba Ditahan
pada awal periode ditambah dengan laba usaha yang diperoleh di dalam periode
tersebut, seperti yang tercatat di dalam laporan laba rugi, dikurangi dengan
jumlah dividen yang dibagikan pada periode tersebut akan menghasilkan saldo
Laba Ditahan pada akhir periode.
Setelah Laporan Perubahan Laba Ditahan diselesaikan dan diketahui
jumlah saldo laba ditahan pada akhir periode tersebut, akuntan perusahaan
dapat menyusun neraca pada akhir periode tersebut. Pada sisi debet, dicatat
seluruh harta perusahaan, termasuk di dalamnya tiga jenis persediaan yang
dimiliki perusahaan. Dan pada sisi kredit dicatat seluruh hutang kepada kreditor,
saldo modal saham dan saldo laba ditahan seperti yang tercermin di dalam
laporan perubahan laba ditahan yang telah dibuat sebelumnya.
LAPORAN LABA DAN RUGI
- Penjualan 435.000
- Harga pokok penjualan :
- Persediaan bahan baku, awal 72.000.000
- Pembelian bahan baku 129.000.000
- Persediaan total bahan baku 201.000.000
- Persediaan bahan baku, akhir (47.000.000)
- Beban bahan baku langsung 154.000.000
- Beban tenaga kerja langsung 48.000.000
- Beban overhead
- Beban bahan penolong 22.000.000
- Beban tenaga kerja penolong 28.000.000
- Beban lain-lain 31.000.000 81.000.000
- Beban produksi 283.000.000
- Persediaan barang dalam proses, awal 46.000.000
- Persediaan barang dalam proses, total 329.000.000
- Persediaan barang dalam proses, akhir (32.000.000)
- Harga pokok produksi 297.000.000
- Persediaan barang jadi, awal 158.000.000
- Persediaan barang jadi, total 455.000.000
- Persediaan barang jadi, akhir (122.000.000)
- Harga pokok penjualan (333.000.000)
- Laba kotor 102.000.000
- Beban operasi komersial :
- Beban pemasaran 34.000.000
- Beban administrasi dan umum 29.000.000
206 | Pengantar Akuntansi 1
- Beban pemakaian perlengkapan 8.000.000
- Beban depresiasi aktiva tetap 3.500.000 (75.500.000)
- Laba usaha sebelum pajak 27.500.000

Laporan perubahan laba ditahan


Laba ditahan, awal 51.000.000
Laba usaha 27.500.000
Laba ditahan, total 78.500.000
Dividen (56.000.000)
Laba ditahan, akhir 22.500.000

NERACA
AKTIVA :
- Kas dan bank 144.000.000
- Piutang usaha 160.000.000
- Persediaan barang jadi 122.000.000
- Persediaan barang dalam proses 32.000.000
- Persediaan bahan baku 47.000.000
- Perlengkapan kantor 44.000.000
- Aktiva tetap 321.000.000
- Akumulasi depresiasi aktiva tetap (35.500.000)

Total aktiva 834.500.000


Pasiva
- Hutang usaha 162.000.000
- Hutang bank 300.000.000
- Modal saham 350.000.000
- Laba ditahan 22.500.000

Total Pasiva 834.500.000

Pertanyaan Evaluasi
Jawablah setiap pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas untuk
membuktikan pemahaman anda terhadap teori yang telah dibahas di dalam bab
ini!
1. Perusahaan manufaktur memiliki karakteristik yang berbeda dengan
perusahaan dagang. Berkaitan dengan aktivitas pembelian dan
Pengantar Akuntansi 1 | 207

penjualannya, apakah yang membedakan kedua jenis perusahaan tersebut?


Jelaskan!
2. Karena perusahaan manufaktur memiliki karakteristik khusus, akibatnya jenis
persediaan dan struktur biaya yang dimiliki perusahaan manufaktur juga
memiliki karakteristik tersendiri. Sebutkan dan jelaskan:
a. Jenis-jenis persediaan di dalam perusahaan manufaktur!
b. Klasifikasi biaya di dalam perusahaan manufaktur!
3. Melihat struktur biaya yang dimiliki perusahaan manufaktur dan kaitannya
dengan laporan laba rugi yang dimilikinya, terdapat beberapa kelompok biaya
yang memiliki kaitan erat di dalam membangun struktur biaya perusahaan
tersebut.
a. Bagaimanakah cara menghitung biaya produksi di dalam suatu
perusahaanmanufaktur?
b. Apakah yang membedakan biaya produksi dengan harga pokok
produksi? Jelaskan!
c. Bagaimanakah menghitung harga pokok penjualan di dalam perusahaan
manufaktur?
Apakah hubungan antara harga pokok produksi dengan harga pokok
penjualan?Jelaskan!
4. Jika suatu perusahaan manufaktur dapat memilah dengan jelas beban listrik
untuk kantor pemasaran, beban listrik untuk kantor administrasi dan beban
listrik untuk pabrik, apakah beban listrik tersebut dikelompokkan ke dalam
kelompok beban yang sama di dalam laporan laba rugi perusahaan tersebut?
Mengapa? Jelaskan manfaatnya!

Soal - Soal Latihan


Latihan 9.1
PT. Sandang indah adalah sebuah produsen pakaian jadi yang
berkedudukan di Jakarta. Bahan baku yang digunakan di dalam perusahaan ini
adalah kain. Sedangkan bahan penolongnya adalah kancing, benang dan
aksesoris. Sedangkan tukang jahitnya adalah tenaga kerja yang langsung terlibat
dalam proses produksi. Didalam perusahaan ini, lokasi kantor administrasi,
kantor pemasaran dan pabrik terpisah satu sama lain
Pada akhir bulan september 2006, staf akuntansi yang baru menyusun
suatu neraca saldo seperti berikut :
208 | Pengantar Akuntansi 1
- Beban pemakaian kain 97.000.000
- Beban pemakaian kancing 4.700.000
- Beban pemakaian benang 9.900.000
- Beban pemakaian aksesori 6.600.000
- Upah tukang jahit 27.000.000
- Gaji mandor produksi 4.700.000
- Gaji Satpam pabrik 1.200.000
- Gaji salesman 2.000.000
- Komisi salesman 6.000.000
- Gaji karyawan kantor pemasaran 8.200.000
- Gaji karyawan administrasi 7.400.000
- Beban listrik, air dan telepon pabrik 7.400.000
- Beban listrik, air dan telepon kantor pemasaran 3.400.000
- Beban listrik, air dan telepon kantor administrasi 4.700.000
- Beban bunga 14.500.000
- Beban depresiasi bangunan pabrik 2.600.000
- Beban depresiasi gedung kantor pemasaran 1.200.000
- Beban depresiasi gedung kantor administrasi 1.300.000
- Beban depresiasi mesin pabrik 2.600.000
- Beban depresiasi kendaraan pemasaran 900.000
- Beban depresiasi kendaraan direksi 700.000
- Beban angkut penjualan 2.900.000
- Beban iklan 9.400.000

Berdasarkan data tersebut hitunglah :


a. Beban produksi PT. Sandang Indah per 30 September 2006!
b. Beban operasi PT. Sandang Indah per 30 September 2006!

Latihan 9.2
PT. Mebelindo adalah produsen berbagai jenis mebel yang
berkedudukan di jakarta. Bahan baku yang digunakan didalam perusahaan ini
adalah kayu, sedangkan bahan penolongnya adalah paku, plitur, cat, pernis dan
melamin. Sedangkan tukang kayunya adalah tenaga kerja yang langsung terlibat
dalam proses produksi. Dialam perusahaan ini, lokasi kantor administrasi, kantor
Pengantar Akuntansi 1 | 209

pemasaran dan pabrik terpisah. Pada akhir bulan september 2006, staff
akuntansi yang baru menyusun suatu neraca saldo seperti berikut:
- Upah tukang kayu 54.000.000
- Gaji mandor produksi 9.600.000
- Gaji Satpam pabrik 2.400.000
- Gaji Wiraniaga 4.200.000
- Komisi Wiraniaga 12.200.000
- Gaji karyawan kantor pemasaran 16.500.000
- Gaji karyawan administrasi 15.100.000
- Beban listrik, air dan telepon pabrik 15.200.000
- Beban listrik, air dan telepon kantor pemasaran 6.900.000
- Beban listrik, air dan telepon kantor administrasi 9.600.000
- Beban bunga 29.500.000
- Beban depresiasi bangunan pabrik 4.900.000
- Beban depresiasi gedung kantor pemasaran 2.600.000
- Beban depresiasi gedung kantor administrasi 2.700.000
- Beban depresiasi mesin pabrik 4.900.000
- Beban depresiasi kendaraan pemasaran 1.900.000
- Beban depresiasi kendaraan direksi 1.500.000
- Beban pemakaian kayu 182.000.000
- Beban pemeliharaan gedung administrasi 6.700.000
- Beban pemakaian kayu 4.700.000
- Beban perbaikan komputer administrasi 4.800.000
- Beban pemakaian plitur, cat dan pernis 9.900.000
- Beban Pemakain Melamin 6.600.000
- Beban angkut penjualan 6.200.000
- Beban perbaikan mesin 8.400.000
- Beban ilan 18.300.000

Berdasarkan data diatas hitunglah:


a. Beban Produksi PT. Mebelindo per 30 September 2006!
b. Beban Operasi PT. Mebelindo per 30 September 2006!

Latihan 9.3
PT. Toisindo adalah produsen mainan anak-anak yang berkedudukan
disemarang. Untuk semua produknya, perusahaan ini menggunakan bahan baku
utama dari kayu. Sedangkan bahan tambahannya berupa cat, pernis, lem dan
karton. Keseluruhan proses produksi dikerjakan dengan tangan oleh para tukang
210 | Pengantar Akuntansi 1
kayu. Perusahaan ini memiliki lokasi bangunan kantor administrasi, kantor
pemasaran dan pabrik yang terpisah satu sama lain, tetapi berada didalam satu
areal yang sama. Berkaitan dengan aktivitas pembelian bahan penolong,
perusahaan menetapkan bahwa setiap pembelian bahan penelong langsung
dibebankan pada periode yang bersangkutan. Pada awal agustus 2006, neraca
perusahaan ini adalah sebagai berikut:
Kas 530.000.000 Hutang Usaha 528.000.000
Piutang Usaha 120.000.000 Hutang Gaji 18.000.000
Barang Jadi 106.000.000
BDP 66.000.000 Modal Saham 650.000.000
Bahan Baku 120.000.000 Laba ditahan 216.000.000
Mesin 270.000.000
Bangunan 200.000.000

Total 1.412.000.000 Total 1.412.000.000

Sedangkan transaksi yang dilakukan perusahaan selama bulan Agustus


2006 adalah sebagai berikut:
2/8/2006 Dijual produk perusahaan kepada Toko Grasindo senilai Rp
75.000.000. di mana sebesar Rp 36.000.000 dibayar tunai dan sisanya
akan dibayar dalam tempo duabulan. Atas pembayaran tunai tersebut
PT. Toisindo memberikan potongan tunai sebesar Rp 3.000.000.
4/8/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko ABC sebesar Rp 28.000.000.
Atas pelunasanpiutang ini PT. Toisindo memberikan diskon sebesar
Rp 1.500.000.
6/8/2006 Dibeli bahan penolong berupa: cat, pernis, karton dan lem seharga Rp
18.000.000.di mana sebesar Rp 11.000.000 dibayar tunai dan sisanya
akan dibayar di bulanMei 2006 mendatang. Pembelian bahan
penolong ini langsung dibebankan sebagaibeban bulan Agustus 2006.
7/8/2006 Dijual produk perusahaan seharga Rp 44.000.000. ke Toko Sinarmas,
Jakarta,secara tunai.
9/8/2006 Dibayar beban iklan di Koran Kompax dan Majalah Tempo sebesar Rp
17.000.000secara tunai.
10/8/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Kayumanis sebesar Rp 72.000.000. atas
hutang usahadari transaksi pada bulan Maret 2006 yang lalu. Atas
Pengantar Akuntansi 1 | 211

transaksi ini PT.Toisindomemperoleh potongan pembelian sebesar Rp


4.000.000.
12/8/2006 Dibeli kayu seharga Rp 80.000.000. di mana sebesar Rp 45.000.000.
dibayar tunaidan sisanya dibayar dalam tempo dua bulan. Atas
pembayaran tunai sejumlahtersebut, diberikan potongan tunai sebesar
Rp 3.000.000.
13/8/2006 Dibayar beban listrik total sebesar Rp 26.000.000. Dari total beban ini
sebesar60% dibebankan pada pabrik, sebesar 20% dibebankan pada
kantor administrasidan sisanya dibebankan pada kantor pemasaran.
14/8/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko Bintang Kejora sebesar Rp
39.000.000atas transaksi penjualan bulan Juli 2006 yang lalu. Atas
pelunasan piutang ini,PT. Toisindo memberikan potongan tunai
sebesar Rp 3.000.000.
16/8/2006 Dibayar beban telepon total sebesar Rp 16.000.000. Di mana sebesar
Rp 7.500.000dibebankan pada kantor pemasaran, sebesar Rp
4.700.000 dibebankan padakantor administrasi dan sisanya
dibebankan kepada pabrik.
18/8/2006 Dijual produk perusahaan kepada Toko Horizon senilai Rp 88.000.000.
Darijumlah tersebut Toko Horizon membayar sebesar Rp 48.000.000.
secara tunaidan sisanya akan dibayar di bulan Oktober 2006. Atas
pembayaran tunai tersebutPT.Toisindo memberikan potongan
sebesar Rp 4.000.000.
19/8/2006 Dibayar beban air PAM total sebesar Rp 9.800.000. Di mana sebesar
Rp 4.500.000dibebankan kepada pabrik, sebesar Rp 2.500.000.
dibebankan kepada kantor t administrasi dan sisanya dibebankan
kepada kantor pemasaran.
25/8/2006 Dibayar upah tukang kayu sebesar Rp 19.500.000. tunai. 26/8/2006
Dibayar beban angkut penjualan kepada perusahaan angkutan PT.
JakartaTransport sebesar Rp 16.400.000.
27/8/2006 Dibayar gaji Satpam dan Mandor sebesar Rp 19.000.000. Dari total
beban gajitersebut, sebanyak Rp 12.000.000 dibebankan ke pabrik
dan sisanya dibebankansecara merata kepada kantor administrasi dan
pemasaran (karena menggunakanSatpam juga).
28/8/2006 Dibayar beban bunga kredit bank sebesar Rp 7.700.000. 29/8/2006
Dibayar gaji karyawan sebesar dengan nilai total sebesar Rp
32.000.000. di manasebanyak 60% merupakan gaji karyawan
pemasaran dan sisanya gaji karyawanadministrasi.
30/8/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 9.400.000. secara tunai.
212 | Pengantar Akuntansi 1
Beberapa keterangan lain:
a. Beban depresiasi mesin untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp 2.200.000.
b. Beban depresiasi gedung untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp 6.600.000.
di mana dibagimerata untuk kantor administrasi, kantor pemasaran dan
bangunan pabrik.
c. Beban depresiasi kendaraan untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp
5.600.000. di manadibagi merata untuk kantor administrasi dan pemasaran.
d. Beban asuransi yang dibebankan untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp
7.400.000. di manasebanyak Rp 4.000.000 dibebankan untuk pabrik dan
sisanya dibagi merata untuk kantorpemasaran dan administrasi.
Berdasarkan data di atas, buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian
yang diperlukan PT. Toisindo untuk bulan Agustus 2006!

Latihan 9.4
PT. DoMiNo adalah sebuah perusahaan produsen pakaian anak-anak
yang berlokasi di Bandung. Perusahaan ini menggunakan kain dan kaos sebagai
bahan baku utamanya, dan menggunakan benang, kancing dan aksesoris
pakaian sebagai bahan penolongnya. Berkaitan dengan aktivitas pembelian
bahan penolong, perusahaan menetapkan bahwa setiap pembelian bahan
penolong langsung dibebankan pada periode yang bersangkutan. Perusahaan
ini memiliki lokasi gedung kantor administrasi, kantor pemasaran dan pabrik
terpisah satu sama lain, tetapi berada di dalam satu areal yang sama.
Aktivitas transaksi yang dilakukan perusahaan ini sepanjang bulan April
2006 adalah sebagai berikut:
2/4/2006 Dibeli kain seharga Rp 180.000.000. di mana sebesar Rp
70.000.000. dibayar tunai dan sisanya dibayar dalam tempo dua
bulan. Atas pembayaran tunai sejumlah tersebut, diberikan potongan
tunai sebesar Rp 3.000.000.
5/4/2006 Dibeli bahan penolong berupa: aksesoris, kancing dan benang
seharga Rp22.000.000. di mana sebesar Rp 9.000.000 dibayar tunai
dan sisanya akandibayar di bulan Mei 2006 mendatang. Pembelian
bahan penolong ini langsungdibebankan sebagai beban bulan April
2006.
7/4/2006 Dijual 200 lusin pakaian jadi seharga Rp 55.000.000. ke Toko
Matahati, Jakarta.Dan pihak pembeli membayar secara tunai dari
total nilai transaksi tersebut.
9/4/2006 Dibayar beban iklan di Majalah Mode dan Majalah Gadis sebesar Rp
14.000.000 secara tunai.
Pengantar Akuntansi 1 | 213

10/4/2006 Dibayar hutang usaha ke PT. Indotekstil sebesar Rp 64.000.000. atas


hutang usaha dari transaksi pada bulan Maret 2006 yang lalu. Atas
transaksi ini PT. DoMiNo memperoleh potongan pembelian sebesar
Rp 2.000.000.
11/4/2006 Dibayar beban listrik total sebesar Rp 22.000.000. Dari total beban
ini sebesar 60% dibebankan pada pabrik, sebesar 20% dibebankan
pada kantor administrasi dan sisanya dibebankan pada kantor
pemasaran.
14/4/2006 Diterima pelunasan piutang dari Toko Cahaya Sakti sebesar Rp
36.000.000 atas transaksi penjualan bulan Maret 2006 yang lalu.
Atas pelunasan piutang ini, PT. DoMiNo memberikan potongan tunai
sebesar Rp 2.000.000.
16/4/2006 Dibayar beban telepon total sebesar Rp 14.000.000. di mana sebesar
Rp 6.500.000 dibebankan pada kantor pemasaran, sebesar Rp
4.200.000 dibebankan pada kantor administrasi dan sisanya
dibebankan kepada pabrik.
18/4/2006 Dijual 300 lusin pakaian jadi kepada Toko Horizon senilai Rp
90.000.000. Dari jumlah tersebut Toko Horizon membayar sebesar
Rp 40.000.000. secara tunai dan sisanya akan dibayar di bulan Mei
2006. Atas pembayaran tunai tersebut PT.DoMiNo memberikan
potongan sebesar Rp 2.500.000.
19/4/2006 Dibayar beban air PAM total sebesar Rp 8.500.000. di mana sebesar
Rp 3.500.000 dibebankan kepada pabrik, sebesar Rp 2.500.000.
dibebankan kepada kantor administrasi dan sisanya dibebankan
kepada kantor pemasaran.
25/4/2006 Dibayar upah tukang jahit sebesar Rp 17.500.000. tunai.
26/4/2006 Dibayar gaji Satpam dan Mandor sebesar Rp 16.000.000. Dari total
beban gaji tersebut, sebanyak Rp 12.000.000 dibebankan ke pabrik
dan sisanya dibebankan secara merata kepada kantor administrasi
dan pemasaran (karena menggunakan Satpam juga).
27/4/2006 Dibayar beban bunga kredit bank sebesar Rp 6.200.000.
28/4/2006 Dibayar gaji karyawan dengan nilai total sebesar Rp 28.000.000. di
mana sebanyak 60% merupakan gaji karyawan pemasaran dan
sisanya gaji karyawan administrasi.
29/4/2006 Dibayar komisi salesman sebesar Rp 8.200.000. secara tunai.
30/4/2006 Dibayar beban angkut penjualan kepada perusahaan angkutan PT.
Jakarta Transport sebesar Rp 12.400.000.
214 | Pengantar Akuntansi 1
Beberapa keterangan lain:
a. Beban depresiasi mesin untuk bulan April 2006 sebesar Rp 2.700.000.
b. Beban depresiasi gedung untuk bulan April 2006 sebesar Rp 7.500.000. di
mana dibagimerata untuk kantor administrasi, kantor pemasaran dan
bangunan pabrik.
c. Beban depresiasi kendaraan untuk bulan April 2006 sebesar Rp 4.200.000.
di mana dibagimerata untuk kantor administrasi dan pemasaran.
d. Beban asuransi yang dibebankan untuk bulan April 2006 sebesar Rp
7.000.000. di manasebanyak Rp 4.000.000 dibebankan untuk pabrik dan
sisanya dibagi merata untuk kantorpemasaran dan administrasi.
Berdasarkan data di atas, buatlah jurnal umum dan jurnal penyesuaian
yang diperlukan PT. DoMiNo untuk bulan April 2006!

Latihan 9.5
PT. Saeniki adalah sebuah produsen pompa air listrik yang berlokasi di
Bandung. Pada akhir bulan September 2006 akuntan perusahaan tersebut
menyajikan neraca saldo sebagai berikut:

Kas Dan Bank 264.000.000


Piutang Usaha 260.000.000
Persediaan Barang Jadi 158.000.000
Persediaan Barang Dalam Proses 46.000.000
Persediaan Bahan Baku 72.000.000
Perlengkapan Kantor 52.000.000
Aktiva Tetap 400.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap 32.000.000
Hutang Usaha 262.000.000
Hutang Bank 379.000.000
Modal Saham 350.000.000
Laba Ditahan 171.000.000
Dividen 56.000.000
Penjualan 535.000.000
Pembelian bahan baku 169.000.000
Beban Tenaga Kerja Langsung 68.000.000
Beban Bahan Penolong 42.000.000
Beban Tenaga Kerja Penolong 48.000.000
Beban Pabrikasi Lain 31.000.000
Pengantar Akuntansi 1 | 215

Beban Pemasaran 34.000.000


Beban Administrasi & Umum 29.000.000
Total 1.729.000.000 1.729.000.000

Keterangan lain:
a. Perlengkapan kantor yang tersisa pada akhir bulan September 2006 sebesar
Rp.46.000.000.
b. Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan September 2006 sebesar Rp
127.000.000.
c. Persediaan Barang Dalam Proses pada akhir bulan September 2006 sebesar
Rp.36.000.000
d. Persediaan Bahan Baku pada akhir bulan September 2006 sebesar
Rp.87.000.000
e. Beban depresiasi aktiva tetap pada bulan September 2006 sebesar
Rp.4.000.000.
 Berdasarkan data dan keterangan di atas, buatlah:
a. Neraca Lajur PT. Saeniki per 30 September 2006!
b. Laporan Keuangan PT. Saeniki per 30 September 2006!

Latihan 9.6
PT. Alaskakindo adalah produsen sepatu yang berlokasi di Tangerang.
Pada akhir bulan Maret 2006 akuntan perusahaan tersebut menyajikan neraca
saldo sebagai berikut:

Kas Dan Bank 222.000.000


Piutang Usaha 242.000.000
Persediaan Barang Jadi 208.000.000
Persediaan Barang Dalam Proses 96.000.000
Persediaan Bahan Baku 122.000.000
Perlengkapan Kantor 102.000.000
Aktiva Tetap 371.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva
37.000.000
Tetap
Hutang Usaha 241.000.000
216 | Pengantar Akuntansi 1

Hutang Bank 300.000.000


Modal Saham 500.000.000
Laba Ditahan 132.000.000
Dividen 106.000.000
Penjualan 646.000.000
Pembelian bahan baku 142.000.000
Beban Tenaga Kerja Langsung 58.000.000
Beban Bahan Penolong 29.000.000
Beban Tenaga Kerja Penolong 37.000.000
Beban Pabrikasi Lain 41.000.000
Beban Pemasaran 42.000.000
Beban Administrasi & Umum 38.000.000
Total 3.712.000.000

Keterangan lain:
a. Perlengkapan kantor yang tersisa pada akhir bulan Maret 2006 sebesar Rp
86.000.000.
b. Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan Maret 2006 sebesar Rp
174.000.000.
c. Persediaan Barang Dalam Proses pada akhir bulan Maret 2006 sebesar Rp
78.000.000
d. Persediaan Bahan Baku pada akhir bulan Maret 2006 sebesar Rp 99.000.000
e. Beban depresiasi aktiva tetap pada bulan Maret 2006 sebesar Rp 7.400.000.
 Berdasarkan data tersebut, buatlah:
a. Neraca Lajur PT. Alaskakindo per 31 Maret 2006!
b. Laporan Keuangan PT. Alaskakindo per 31 Maret 2006!
Pengantar Akuntansi 1 | 217

DAFTAR ISTILAH AKUNTANSI (Indonesia – Inggris)

No. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris


1 Laporan Keuangan Financial Statements
2 Laporan Rugi Laba Income Statement
3 Laporan Perubahan Modal Statement of Owner’s Equity
4 Neraca Balance Sheet
5 Jurnal Journal
6 Akun/Perkiraan Account
7 Buku besar General Ledger
8 Jurnal Penyesuaian Adjusting Entries
9 Jurnal Penutup Closing Enteries
10 Neraca Lajur Work Sheet
11 Neraca Saldo/Neraca Percobaan Trial Balance
12 Iktisar rugi laba Income Summary

1 Kas Cash
2 Piutang Account recivable
3 Sewa kantor dibayar di muka Prepaid rent
4 Asuransi dibayar di muka Prepaid insurance
5 Perlengkapan Kantor Office supplies
6 Peralatan kantor Office equipment
7 Akumulasi depresiasi Peralatan Accumulated depreciation-equipment
8 Kendaraan Automobile
9 Gedung Building
10 Tanah Land
11 Hutang usaha Accounts payable
12 Modal Capital
13 Modal saham Capital stock
14 Prive Drawing/withdrawals
15 Dividen Dividends
16 Penjualan Sales/revenue
17 Beban operasi Operating expense
18 Beban gaji Salaries expense
19 Beban tulitias : listrik, air, telepon Utilities expanse
20 Beban depresiasi Depreciation expense
21 Beban macam-macam Miscellaneous expense
22 Beban bunga Interest expense
23 Beban sewa Rent expense
24 Laba bersih usaha Net income
25 Pajak Tax
218 | Pengantar Akuntansi 1
DAFTAR PUSTAKA

Anthony Robert. N, James S. Reece, Julie H. Hertenstein, Accounting : Text and


Cases, 9th ed. Chicago : Richard D Irwin, 1995

Bazley, John D, Loren A. Nikolai, Hugh D. Grove. Financial Accounting :


Concepts and Uses. 3rd ed. Ohio : South Western Collage Publishing,
1995

Fress & Warren, Accounting Principles, South Western Publishing, Cincinnati,


1989.

Garrison,Ray H. & Eric W. Noreen., Managerial Accounting : Concepts for


Planning, Controll, Decision Making, 7th ed. Illinois : Richard D. Irwin,
1994.

Horngren & Foster, Akuntansi Beban, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Horngren & Harrison & Harrison & Robinson, Akuntansi di Indonesia, Penerbit,
Salemba Empat, Jakarta, 1999

Hammer, Lawrence H, William K. Carter & Milton F. Usry, Cost Accounting, 3rd
New Jersey : Prentice Hall, Inc, 1996

Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akntansi Keuangan, Penerbit Salemba


Empat, Jakarta, 2004.

Ingram, Robert W. Financial Accounting : Informations for Decision, 2rd ed. Ohio,
South Western College Publishing, 1996

Meghs & Meighs, Accounting : The Basis for Business Decisions, McGrawHill
Publishing Co, 1990.

Matz & Usry & Hammer, Akuntansi Beban, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1993

Maher, Michael W & Edward B. Deakin, Cost Accounting, 4th ed. Boston : Richard
D. Irwin, 1994.

Pura, Rahman, Pengantar Akuntansi 1 : Pendekatan Siklus Akuntansi, Penerbit


Erlangga, Jakarta, 2012.

Rudianto, Akuntansi Manajemen : Informasi Untuk Pengambilan Keputusan


Manajemen, Penerbit Grasindo, Jakarta, 2006.

Rudianto, Pengantar Akuntansi. Penerbit Erlangga, Jakarta, 2008


Pengantar Akuntansi 1 | 219

Skousen, K. Fred, W. Steve Albercth & Harold QL, Financial Accounting, 5th ed.
Ohio : South Western College Publishing, 1994.

Skousen & Stice & Stice, Akuntansi Keuangan Menengah, Penerbit Salemba
Empat, Jakarta, 2001.

Skousen & Albercht & Stice & Stice, Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba
Empat, 2000.

Simamora, Henry, Akuntansi : Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, Penerbit


Salemba Empat, 2000.

Siegel, Joel G & Shim, Jae K. Kamus Istilah Akuntansi, Penerbit Elex Media
Komputindo, Jakarta, 1999.

Sumarsoni SR, Akuntansi Suatu Pengantar, Lembaga Penerbit Fakultas


Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta 1986.

Thacker, Ronald, Dasar-dasar Akunting, Penerbit Aksara Persada Indonesia,


Jakarta, 1987.

Warren, Carl S, James M Reeve & Phillip E. Fress, Financial & Managerial
Accounting, 4th ed. Ohio : South Western College Publishing, 1994.

Weygandt, Jerry J, Donald E. Kieso & Walter G. Kell, Accounting Principles, 4th
ed, New York : John Wiley & Sons, Inc, 1996.

Yusuf, Al Haryono, Pengantar Akuntansi, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi


Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1998.

Yunus Hadori & Harnanto, Akuntansi Keuangan Lanjutan, BPFE, Yogyakarta.

Zaki Baridwan, Intermediate Accounting, BPFE, Yogyakarta


220 | Pengantar Akuntansi 1
INDEKS

A K
Akun 34 Karyawan 8
Akuntan Manajemen/Akuntan Internal 8 Konsep dasar keuangan (Monetary
Akuntan Pemerintah 8 Principle) 10
Akuntan Pendidik 8 Konsep Entitas Usaha (Business Entity
Akuntan Publik/Akuntan Eksternal 8 Princple) 9
Aturan Debet dan Kredit 37 Konsep Harga Pokok (Cost Princple) 10
Konsep Kelangsungan Usaha (Continuity
B Principle) 10
Basis Akrual 27 Konsep Relisasi Penghasilan (Revenui
Basis Kas 27 Realization Principle) 10
Bentuk Buku Jurnal Khusus 44
Bentuk Buku Jurnal Sederhana 40 L
Bentuk Buku Jurnal Standar 40 Laporan aurs kas 13
Bentuk Laporan/Stafel 90 Laporan ekuitas pemilik 12
Bentuk Neraca Scontro (Bentuk T) 90 Laporan laba ditahan 92
Bukti Transaksi 19 Laporan laba rugi 12,88
Buku Bantu piutang 151 Laporan perubahan ekuitas 92
Buku besar bentuk T 45
Buku besar dua kolom 46 N
Buku besar empat kolom 49 Neraca 13, 89
Buku besar enam kolom 52 Neraca lajur 75
Buku besar (ledger) 44 Neraca saldo 54
Neraca saldo penutup 116
C
Cost, Freight, and Insurance (CFI) 133 P
Pekerjaan akuntan 8
F Pencatatan 26
Franco Gudang (Destination) 133 Pengakuan 26
Free on Board (FOB) 133 Pengertian Akuntansi 4
Pengukuran 26
I Pengungkapan 27
Investor 8 Penyajian 26
Perlakuan Akuntansi 25
J Perusahaan dagang 132
Jurnal 34 Potongan harga 132
Jurnal balik 118 Potongan langsung/potongan
Jurnal koreksi 122 perdagangan 132
Jurnal memorial 143 Potongan tunai/potongan bersyarat 132
Pengantar Akuntansi 1 | 221

Jurnal pembelian 140


Jurnal penerimaan kas 142 S
Jurnal pengeluaran kas 141 Shipping point 133
Jurnal penjualan 142 Siklus akuntansi 18
Jurnal penutup 108, 159 Syarat jual beli 133
Jurnal penyesuaian 64