Anda di halaman 1dari 5

Kidneys

Kidneys excrete wastes, maintain


volume and composition of body fluids,
and secrete certain hormones.
They filter the blood, cleanse it of
waste products, and recycle other,
usable, substances so that the
necessary constituents of body fluids
are constantly available.
Diniyah Kholidah
1 2

Nephrosis / Nephritis :

peradangan pada ginjal

daerah yg terkena penyakit yg timbul

pembuluh darah vaskulitis

 glomerulonefritis akut
 glomerulonefritis progresif
glomeruli
 sindroma nefrotik
 sindroma nefritik kronik

 nefritis tubulointerstisialis akut


jaringan tubulointerstisial
 nefritis tubulointerstisialis kronis

3 4

Glomerulonephritis

Merupakan sindroma klinik yang terjadi oleh karena kegagalan


secara mendadak dari kemampuan ginjal untuk
mempertahankan homeostasis cairan tubuh berupa inflamasi
lengkung kapiler glomerulus, terjadi secara tiba-tiba,
berlangsung cepat dan hasilnya sembuh / menjadi NS

Manifestasi klinik GNA terjadi akibat gangguan


keseimbangan air dan elektrolit tubuh, gangguan
keseimbangan asam basa, eliminasi ‘waste product’.

1
ETIO PATOGENESIS GNA (Post Streptococcus / PSGA)
Adanya infeksi kuman steptococcus nefritogenik pada Glomerulonefitis yang sering dijumpai  GNA Post Streptococcus
tenggorokan/kulit diikuti fase latent 10 hari Merupakan jenis gangguan klasik dan tidak ganas, hampir
Sequel akibat infeksi kuman, merusak sel mesangeal selalu diawali oleh infeksi streptococcus dan berkaitan
ruang interkapiler dengan endapan kompleks imun pada GBM dan perubahan
Glomerulus mudah rusak dengan adanya komplek Ag-Ab proliferatif seluler.
dari hasil respon imun terhadap kuman
SYMPTOMS
Komponen C3 dan IgG atau sendiri-sendiri, dalam
COMPLICATIONS
bentuk granula pada bagian epitel membrana basalis/sub Edema (ringan/anasarka) Oliguria/Anuria
endotel Panas ringan/demam Encephalopathy
Glomerulonefritis dipakai sebagai istilah untuk berbagai penyakit ginjal Nausea, kejang, sesak nafas hypertension
yang etiologinya tidak jelas, akan tetapi secara umum memberikan Hipertensi Stage 1 Gangguan sirkulasi
gambaran histopatologi tertentu pada glomerulus. Laboratorium : anemia
hematuria
eritrosit ++,leukosit ++
azotemia, proteinuria,
 lekosit,  LED
7 8

DIETARY MANAGEMENT
DIETARY MANAGEMENT

Diberikan cukup atau tinggi bila


pasien malnutrisi terutama bila
BB/TB <70% standar baku

Memberikan energi yang cukup dengan pemberian


protein seimbang untuk proses metabolisme dan  0,6 – 1,2 gram/kgBB/hari
pertumbuhan, cairan dan elektrolit tanpa melampaui  Fase akut  1 gr/kgBB/hari
batas kemampuan ginjal.  Aman utk ginjal bila 1-2 gr/kgBB/hari
 Tidak dibatasi bila tidak terjadi sindroma uremia
 Bila albuminuria, protein diberikan sesuai dengan
kebutuhan + Protein Esbach

9 10

DIETARY MANAGEMENT

Lemak 20-25 % total energi


Karbohidrat 60-70% total energi
Natrium
 Dewasa : 2 – 2,5 gram/hari
 Anak : 50 mg/kgBB/hari
Kalium
 Dewasa : 1,5 – 2,5 gram/hari
 Anak : 50 mg/kgBB/hari
Cairan
bila oliguria dibatasi 400-500 ml + cairan
yang hilang melalui urine, diare dan
muntah 11 12

2
Nephrotic Syndrome Nephrotic Syndrome

Sekumpulan gejala akibat disfungsi ginjal • manifestasi klinis berasal dari penyakit ginjal
(glomerulus) dan peradangan ginjal yang perifer dan penyakit sistemik (diabetes,
disebabkan karena hilangnya protein tubuh amiloidosis, SLE)
(darah dan urin / proteinuria massif. • Merupakan tanda awal dari beberapa penyakit
yang menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.

13 14

Etiologi (Secondary Nefrotic Syndrome) :


penyakit metabolik (30% DM tidak terkontrol)
gangguan sirkulasi mekanik (trombosis vena renalis)
keganasan, toksin  SLE (sistemic Lupus Erimatosus)
infeksi
GNA pasca streptococcus (bakteri) pada anak-anak
Virus Hepatitis B, Plasmodium Vivac (parasit)
obat2an : trimetadion, penisilamin, fenidion, tolbutamid, probenesid
Obesitas  kenaikan tekanan vena renalis
Pre-eklampsia/eklampsia dengan manifestasi proteinuria,
hipertensi dan Penurunan faal ginjal.

15 16

Consequences
of Protein Loss
Symptoms
Proteinuria masif > 3,5 gram/hari
 berasal dari kebocoran glomerulus
Hipoalbuminemia (<3 g/100 ml)  malnutrisi protein
Edema (akumulasi cairan) dan peningkatan cairan ekstraseluler
Normotention
Dislipidemia (kolesterol, TG, lipoprotein, globulin)
Oliguria dan hematuria
Anemia gizi (Fe  transferin  keluar)
Defisiensi vitamin dan mineral  penurunan absorbsi vitamin-mineral
yang berikatan dengan protein
Keluhan :
Sembab menetap pada kelopak mata (Puffy face), dada, perut,
tungkai, genetalia, anasarka (seluruh tubuh) beberapa hari/ minggu
Sesak nafas, kaki berat dan dingin
© 2007 Thomson - Wadsworth
Acute abdomen : mual, muntah, dinding perut tegang
18

3
Protein Restricted
Diagnosis
1 1. Massive persistent >3.5 g/day (adult), Anamnesis
proteinuria: >100 mg/kg/day or 300 mg/dl (child) Riwayat penyakit, keluhan utama, riwayat gizi
Pemeriksaan fisik/klinis
2 2. Hypoproteinemia: <6.0 g/dl (adult), <5.5 g/dl (infant)
Keadaan umum, keluhan, anemis, efusi pleural, edema, tensi
or <3.0 g/dl (adult), <2.5 g/dl (infant)
TB, BB (edema/non edema), LLA, tebal lemak, komposisi tubuh
Hypoalbuminemia:
Pemeriksaan laboratorium
3 Hypercholesterolemia: >250 mg/dl (adult), >200 mg/dl (infant)
Hematologi : Hb, Ht, transferin, feritin, serum iron
4 4. Edema Fungsi hati :  SGOT,  albumin,  globulin,  alkali fosfatase
Profil lipid :  TG,  kolesterol total,  LDL,  HDL
Fungsi Ginjal : ureum, kreatinin, BUN, laju filtrasi glomerulus,
proteinuria 300-1000 mg/100ml (3+-4+)
Mineral/elektrolit : Na, K, Ca
Cairan : asupan dan keluaran urin
Urine Esbach  pada NS tidak adanya Esbach tdk dpt mengontrol BB
19 20

Proteinuria
Merupakan kadar albumin dan globulin urin dengan konsentrasi abnormal

Proteinuria  urin berbuih


kandungan protein 300-1000 mg/100 ml atau 3+ sampai 4+

Nilai Esbach (Protein yang hilang melalui urin selama 24 jam)


–  tetap jernih (normal) 5-10 mg/dl = 0,05-0,1 g
trace 10-20 mg/dl = 0,1-0,2 g
+  protein urin 0,01 – 0,05 gr % 30 mg/dl = 0,3 g
+2  protein urin 0,06 – 0,20 gr % 100 mg/dl =1g
+3  protein urin 0,21 – 0,50 gr % 300 mg/dl =3g
+4  protein urin > 0,50 gr % 1000 mg/dl = 10 g
Contoh :
skala esbach 0,7%, proteinurin 4+, urin tampung 600 cc
21 Protein loss  0,7/100 x 600 = 4,2 g/dl 22

Tujuan Diet

Dietary Management Dietary Management

Mengganti kehilangan protein (albumin) Prinsip Diet


Memperbaiki status protein (menurunkan protein urin dan 1917 : TINGGI PROTEIN
meningkatkan kadar protein darah)  menggantikan Cukup Energi Lemak, KH RENDAH
Pembatasan Garam/cairan
protein yang hilang melalui urin Cukup Protein
Mencegah /mengurangi edema Rendah Lemak
keseimbangan nitrogen positif dan cairan tubuh Saat ini :
Rendah Kolesterol PROTEIN CUKUP
Mengontrol hiperkolesterol dan hipertrigliserida Krn protein tinggi
Mengontrol hipertensi Rendah garam Memperburuk
Fungsi ginjal
Mengatasi anoreksia Pembatasan cairan
Mengurangi resiko kerusakan ginjal progresif dan
aterosklerosis 23 24

4
Dietary Management Dietary Management
Syarat Diet Syarat Diet

Kalori 35-40 kal/kg BBI untuk mencapai dan menjaga sampai


dengan bebas edema menuju BB ideal, mempertahankan NB Diutamakan karbohidrat kompleks bila ada hipertrigliserida
positif Natrium 1-3 g/hari sesuai dengan toleransi penderita dan
Protein 0,8-1,0 g/BBI/hari + Esbach (protein biologis tinggi) berat edema. Na dibatasi karena edema dan hipertensi.
Protein dibatasi karena sindroma uremia. Cairan sesuai dg cairan yg hilang + 500 cc pengganti dr
 Edema : 80% BBA kulit+nafas
 fungsi ginjal normal : 3-5 gr/kgBB/hari Kalsium 1200-1400 mg/hari
 ureum dan kreatinin meningkat : 1-2 gr/kgBB/hari Bentuk makanan : umumnya lunak / sesuai kondisi penderita
Lemak  25-30% total kalori (10% SAFA, 10% MUFA, 10 % Rasa makanan ditingkatkan dengan menambahkan bumbu-
PUFA) / 1 : 1 : 1 bumbu yang tidak mengandung natrium.
Kolesterol < 300 mg/hari
25 26

Diet Pada Penyakit


Nephrosis

27