Anda di halaman 1dari 64

Oleh:

Yohanes Kristianto, GradDipFoodSci, MFT

JURUSAN GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
VERSI 5.4 JUNI 2005
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI......................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... iii
UNTUK SIAPA BUKU INI? ................................................................................................1
MENCARI DAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN.........................................2
BIDANG-BIDANG PENELITIAN PANGAN .....................................................................4
RANCANGAN PERCOBAAN PENELITIAN PANGAN ...................................................7
Pengertian...........................................................................................................................7
Fungsi Desain Percobaan ...................................................................................................8
Rancangan Acak Lengkap (RAL)......................................................................................8
Penentuan Jumlah Unit Percobaan...................................................................................10
Rancangan Acak Kelompok.............................................................................................10
Percobaan Faktorial..........................................................................................................11
Uji Statistik Data Eksperimen Desain RAL dan RAK.....................................................13
PENGOLAHAN DATA PENELITIAN PANGAN DAN GIZI..........................................15
Pendahuluan .....................................................................................................................15
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis.............................................................................15
Memilih Tes Statistik yang Tepat ....................................................................................15
Menarik Kesimpulan dari Hasil Uji Statistik dengan SPSS ............................................17
Pengolahan Data dengan SPSS 7.5.1 ...............................................................................17
Uji One-way Anova dengan Uji Lanjut (Post Hoc Multiple Comparisons) ................17
Uji Two-way Anova dengan Uji Lanjut (Post Hoc Multiple Comparisons) ...............25
Uji Kruskall-Wallis untuk Pengolahan Data Sensorik.................................................31
Uji Mann-Whitney (Uji Lanjut Kruskal-Wallis)..........................................................35
Uji Friedman untuk Mengolah data Sensorik ..............................................................40
PENYAJIAN DATA PENELITIAN PANGAN DAN GIZI ...............................................44
Data Objektif....................................................................................................................44
Penggunaan Notasi dalam Penyajian Data.......................................................................45
Data Sensorik ...................................................................................................................46
TEKNIK REFERENSI ........................................................................................................47
Membuat Rujukan dalam Teks ........................................................................................47
Membuat Daftar Pustaka..................................................................................................48
FORMAT PROPOSAL DAN LAPORAN ILMIAH...........................................................51
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS ..............................................................................53
CONTOH JUDUL KARYA TULIS DAN ABSTRAKSI ...................................................56
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................61

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmatnya sehingga penulisan buku ini dapat disusun. Penyusunan buku ini ditujukan
untuk mengisi masih minimnya petunjuk praktis melakukan penelitian yang dikhususnya
untuk bidang pangan dan gizi.

Atas tersusunnya buku ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:


1. Direktur Politeknik Kesehatan,
2. Ketua Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan,
3. Kepala Perpustakaan beserta staff yang telah menyediakan sumber informasi,
4. Moh. Nurji Sampoerno, S.Si. atas dukungan software untuk pembuatan pedoman
versi elektronik,
5. Ir. Nanang Sulistyono, M.Eng. untuk masukan dalam penyusunan file-file hyper
text untuk versi elektronik,
6. Sonny dan Anis atas bantuan pengetikan absstrak dan editing paska pemindaian
dengan teknik optical character recognition,
7. Alumni dan mahasiswa yang telah berpastisipasi memberikan komentar yang
dimuat dalam versi elektronik.

Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Kritik, saran masukan
dapat disampaikan untuk perbaikan edisi mendatang.

Penulis,

iii
UNTUK SIAPA BUKU INI?

D
alam dekade akhir-akhir pangan. Selain itu pembaca juga
ini perkembangan ilmu dapat membaca abstrak-abstrak
kesehatan dan gizi penelitian yang pernah dilakukan oleh
sangat pesat sekali. Hal ini ditandai mahasiswa setingkat minimal DIII
dengan munculnya berbagai buku-buku dan mungkin dapat mengangkat
referensi baru maupun karya-karya masalah penelitian berdasarkan hal-
ilmiah hasil penelitian yang hal yang disarankan oleh peneliti
dipublikasikan di berbagai media ilmiah. sebelumnya. Penelitian tidak harus
memulai suatu hal yang baru sama
Perguruan tinggi sebagai salah satu sekali. Penelitian yang baik adalah
lembaga ilmiah perlu menyesuaikan diri penelitian yang dapat menghasilkan
dengan perkembangan tersebut. Salah penelitian lainnya. Adanya
satu upaya untuk itu adalah kesinambungan penelitian satu
meningkatkan aktifitas penelitian. Buku dengan yang lain justru sangat
ini disusun dalam rangka menyediakan diharapkan dalam pembentukan suatu
panduan melakukan penelitian terutama “knowledge” dalam suatu bidang
bagi peneliti pemula yang berkecimpung tertentu.
dalam bidang pangan dan gizi. Uraian
dalam buku ini lebih menonjolkan segi 2. Mahasiswa yang sedang melakukan
praktis sehingga mudah untuk diikuti. pengolahan dan analisis data juga
dapat memanfaatkan informasi disini
Untuk menyesuaikan dengan selera dengan melihat contoh-contoh
pembaca, buku ini juga tersedia dalam pemilihan dan penggunaan uji
bentuk elektronik yang disusun dengan statistik, serta penyajian datanya.
menggunakan HyperText Markup Contoh melakukan pengujian statistik
Language (HTML) sehingga pembaca dengan SPSS serta cara membaca out
mempunyai keleluasaan untuk melihat putnya diuraikan step by step secara
topik-topik yang saling terkait yang detail. Hal ini akan sangat menolong
diminati hanya dengan cara mengklik mereka yang sekalipun belum pernah
mouse saja. meggunakan SPSS untuk
menganalisis data penelitian.
Secara khusus informasi dalam buku ini
ditujukan untuk: 3. Siapapun yang ingin memanfaatkan
informasi disini baik sebagian
1. Mahasiswa yang sedang atau akan maupun secara keseluruhan.
mulai melakukan pembuatan proposal
penelitian terutama dengan fokus area
pangan dan gizi.

Mencari dan merumuskan masalah


penelitian merupakan langkah yang
kadang tidak terlalu mudah. Buku ini
membantu langkah tersebut dengan
menunjukkan pohon penelitan atau
kategori bidang-bidang penelitian gizi

1
MENCARI DAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN

penelitian dalam bentuk karya tulis,


Tujuan Instruksional: skripsi, dan lainnya dapat dilihat pada
Setelah mempelajari bab ini journal, majalah, atau internet yang
pembaca mengetahui sumber- memuat karya tersebut. Sedangkan
sumber untuk mencari masalah hasil penelitian yang tidak
penelitian pangan dan gizi dipublikasikan biasanya dikoleksi
oleh perpustakaan atau bagian
Litbang instansi. Berbeda dengan

M asalah adalah suatu abstraksi, dalam karya ilmiah ini


perbedaan dengan dimuat informasi yang lebih lengkap
keadaan seharusnya tentang proses dan hasil yang telah
sehingga perlu mendapatnya penanganan. dilakukan oleh peneliti.
Banyak sekali masalah di bidang pangan
dan gizi, namun tidak semua masalah Dengan mempelajari abstraksi atau
dapat dipecahkan denga penelitian. dalam bentuk full text suatu karya
Mencari dan merumuskan masalah ilmiah, selain dapat menilai penelitian
penelitian dapat dilakukan melalui tersebut kita juga dapat menemukan
berbagai macam cara. Untuk menghindari masalah penelitian baru berdasarkan
pencarian dan penemuan masalah yang apa yang disarankan oleh penulisnya.
berkepanjangan dan melelahkan, berikut Tidak jarang pula kita dapat
merupakan panduan umum yang dapat mengadopsi salah satu teknik yang
dijadikan sebagai sumber-sumber untuk digunakan dalam penelitian tersebut,
mendapatkan masalah penelitian. atau mungkin juga membuat suatu
penelitian lanjutan berdasarkan hasil-
1. Hasil penelitian orang lain hasil penelitian yang telah ada.

Hasil penelitian orang lain dilaporkan 2. Survai pendahuluan atau observasi


dalam bentuk abstrak, Karya Tulis
Ilmiah, Skripsi, Thesis ataupun dalam Survai pendahuluan juga dapat
bentuk lainnya baik yang membuahkan masalah penelitian.
dipublikasikan maupun yang tidak. Survai atau observasi dapat dilakukan
Abstrak penelitian merupakan dengan mengamati masalah yang
ringkasan pelaksanaan penelitian terkait dengan makanan di rantai
mulai awal hingga akhir. Umumnya peredaran makanan mulai tingkat
abstrak mencakup ringkasan latar produsen (home industri, pabrik
belakang masalah, tujuan, hipotesis, besar), tingkat penjual (retailer, super
metoda, hasil dan pembahasan, market, mini market, restoran,
kesimpulan dan saran secara ringkas. warung) dan di tingkat konsumen
Abstrak penelitian umumnya (rumah tangga, sekolah, rumah sakit,
disertakan dengan karya tulisnya, panti). Karena tujuan survai adalah
selain itu kadang diinformasikan menemukan masalah, maka fokusnya
secara terpisah dan dapat ditemukan adalah mengkai permasalahan-
di perpustakaan maupun di internet. permasalahan; mulai penggunaan
Untuk melihat beberapa contoh bahan, formulasi resep, teknik
abstrak yang disertakan dalam pengolahan, mutu produk akhir,
panduan ini lihat lampiran. Hasil sistem distribusi/penyimpanan, serta

2
pengetahuan dan perilaku konsumen
dalam memilih dan mengkonsumsi 4. Nara sumber dan peneliti
makanan. Penemuan masalah
dilakukan dengan membandingkan Nara sumber adalah orang yang
dengan kondisi teoritis atu idealnya, mempunyai latar belakang, keahlian
norma, kaidah, standard, atau aturan dan menekuni bidangnya. Nara
atau regulasi yang berlaku. sumber dalam hal ini dapat berarti
para praktisi dan ilmuwan yang
Pertanyaan-pertanyaan umum yang berkompeten pada bidangnya. Nara
dapat diajukan untuk menemukan sumber dan peneliti ada dimana-
masalah selama survey antara lain: mana, di pusat penelitian, pabrik
(1) Dapatkah salah satu bahan makanan, di Lembaga Departemen
makanannya diganti atau disubstitusi dan non departemen, institusi
untuk menghasilkan makanan yang pendidikan, dan di masyarakat.
lebih bermutu, lebih sesuai dengan Pencari masalah dapat memanfaatkan
prinsip-prinsip gizi, lebih tinggi nilai pengetahuan, keahlian mereka dengan
organoleptiknya?, (2) Apa yang harus bertanya, mengkonfirmasi dan atau
dilakukan untuk mempertahankan dengan berkolaborasi. Pakar yang ada
kehilangan zat gizi selama di virtual world, seperti ilmuwan dari
pengolahan, penyimpanan, universitas atau lembaga in internet
pengemasan, distribusi?, (3) yang mencantumkan alamat kontak,
Mungkinkah teknologinya diadopsi dapat dihubungi untuk mendapatkan
untuk membuat makanan baru? (4) informasi.
Apa yang diinginkan konsumen atau
produsen dari suatu produk gizi?. Masalah juga dapat ditemukan
Dari pertanyaan-pertanyaan itulah dengan menjadi anggota kelompok-
akhirnya kita dapat merumuskan kelompok diskusi di internet yang
suatu permasalahan penelitian. membicarakan topik-topik gizi
pangan. Anggota kelompok dapat
3. Badan Penelitian dan Pengembangan mengajukan pertanyaan untuk
ditanggapai ahli atau anggota
Lembaga penelitian merupakan pusat kelompok lain, atau mungkin akan
informasi tentang penelitian- mendapat respon personal jika
penelitian terkini. Termasuk lembaga permasalahannya sangat spesifik.
penelitian dalam hal ini adalah: Hasil-hasil komunikasi semacam ini
Research and Development (R & D) dapat dijadikan rujukan dalam
yang dimiliki oleh produsen penelitian. Di era dunia tanpa batas
makanan, badan-badan penelitian di sekarang ini, informasi semakin
bawah departemen dan non mudah didapat. Hasil dari pencarian
departemen, maupun lembaga informasi di internet ataupun
Litbang yang ada di institusi komunikasi personal tetap harus
pendidikan. didokumentasikan dalam daftar
pustaka, untuk lebih jelasnya lihat
Lembaga-lembaga tersebut lampiran cara membuat daftara
mendorong dilakukannya penelitian pustaka.
dan pengembangan yang dapat
dijadikan sumber masalah penelitian
dengan melakukan kontak, baik
langsung, melalui surat, telepon atau
email.

3
BIDANG-BIDANG PENELITIAN PANGAN

Landasan berfikir pembuatan produk


Tujuan instruksional: gizi adalah pemecahan masalah gizi
Setelah mempelajari bab ini pembaca dengan menyediakan makanan yang
mampu: sesuai dengan permasalahan yang
1. Menjelaskan bidang-bidang dihadapi. Sehingga tujuan umum
penelitian pangan penelitiannya adalah untuk membuat
2. Memberikan contoh-contoh suatu produk makanan yang bermutu
penelitian pangan menurut dengan memanfaatkan bahan-bahan
bidangnya makanan yang tersedia di suatu
tempat dimana makanan tersebut
diinginkan untuk dikonsumsi.

B
anyak pendapat Pembuatan produk tidak harus
mengatakan bahwa menciptakan suatu makanan baru,
penelitian gizi pangan tetapi dapat dilakukan dengan
harus dilakukan di laboratorium. meneruskan penelitian tentang
Pendapat tersebut tidak benar. Penelitian pembuatan produk yang pernah ada.
pangan dan gizi tidak harus dilakukan di
laboratorium dan tidak pula harus Produk gizi yang dibuat dapat
membuat suatu produk gizi. Membuat diklasifikasikan berdasarkan target
produk gizi hanya merupakan bagian dari konsumen yang mempunyai masalah
sekian banyak area penelitian yang dapat gizi, yaitu:
ditekuni. Penelitian yang tidak berupa
pembuatan produk mencakup penelitian- a. Penderita 4 masalah gizi utama
penelitian bidang pengawasan mutu dan dan golongan rawan gizi.
perilaku konsumen. Jadi penelitian b. Pasien rawat inap rawat jalan di
teknologi pangan dapat dilakukan di rumah sakit. Produk makanan
lapangan (masyarakat), rumah sakit, untuk kelompok ini lebih dikenal
institusi penyelenggaraan makanan dengan nama dietetic foods,
(seperti restoran, panti, pusat latihan), meskipun sebenarnya artinya
maupun kombinasi dari bidang-bidang sumir karena kata diet tidak hanya
tersebut. pengaturan makanan untuk orang
sakit saja, orang sehatpun
Untuk lebih jelasnya penelitian memerlukan diet agar kebutuhan
bidang pangan dan gizi dapat semua gizinya terpenuhi.
dikelompokkan menjadi: c. Kelompok masyarakat
1. Pembuatan Produk Makanan berdasarkan klasifikasi gizi dalam
(Product Developments) daur kehidupan, yaitu target
2. Pemanfaatan Teknologi Tepat spesifik mulai dari bayi, anak,
Guna remaja, dewasa, dan manula.
3. Pengawasan Mutu Makanan d. Masyarakat umum, yaitu jenis
4. Perilaku Konsumen produk yang berkaitan dengan
trend makanan yang berkembang
1. Pembuatan Produk Makanan di masyarakat seperti munculnya
berbagai macam fast foods,
Penelitian tentang pembuatan produk makanan baru, dan functional
merupakan area yang paling populer foods. Termasuk dalam kelompok
selama beberapa tahun terakhir. fast food dan makanan baru

4
adalah french fries (kentang keju), pelaksanaan fungsi-fungsi kontrol
burger, sausage (sosis), chicken mutu lebih bersifat observasional.
nugget, dan finger fish. Untuk meningkatkan bobot penelitian
Sedangkan yang tergolong dalam seringkali digunakan data-data
functional food (makanan tentang mutu makanan yang
fungsional) adalah kelompok diproduksi. Contoh penelitian dalam
produk gizi yang mengandung hal ini adalah evaluasi tentang
"zat bioaktif" atau "biologically penerapan higiene sanitasi, Cara
active ingredient" seperti serat Produksi Makanan yang Baik (GMP),
larut, antioksidan, prebiotik dan HACCP di suatu tempat pengadaan
probiotik, dan zat pengganti gula makanan dalam kaitannya dengan
(sugar substitute). mutu makanan yang diproduksinya.

2. Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Penelitian tentang penilaian mutu


makanan memfokuskan pada analisis
Jenis penelitian yang dapat tentang kualitas makanan secara
dikategorikan dalam kelompok ini objektif maupun subjektif (menurut
adalah penelitian-penelitian yang pendapat konsumen/pasien/kelompok
meskipun juga menghasilkan suatu tertentu sebagai target konsumen).
produk tetapi lebih menekankan pada Penelitian dapat dilakukan terhadap
kajian pemanfaatan teknologinya. makanan pada tingkat produsen,
Dengan demikian produk yang distributor, retailer, pedagang maupun
dihasilkan dapat merupakan produk tingkat konsumen. Sebagai contoh
setengah jadi atau produk yang tidak penelitian suatu produk makanan
dapat langsung dikonsumsi. pada tingkat penjual kaki lima, depot,
restoran, catering, food centre,
Fokus utama penelitian adalah instalasi gizi rumah sakit dan lembaga
mencari, menemukan, memperbaiki pelayanan serupa, serta industri
suatu aplikasi praktis teknologi makanan komersial. Hasil penilaian
pengolahan dan pengawetan pangan objektif (mutu gizi, mutu
mulai dari tahap paska panen, pre- mikrobiologi) dicocokkan dengan
treatment, pengolahan, penyimpanan standard-standard yang ada yaitu
dan pengemasan, sampai pada tahap peraturan-peraturan perundangan dan
distribusi suatu produk makanan. standard mutu nasional maupun
Sebagai contoh sederhana penelitian internasional atau nilai anjuran yang
di bidang ini adalah penelitian yang disebutkan dalam literatur. Contoh
bertujuan untuk mengetahui efek penelitian bidang ini antara lain
lama waktu pasteurisasi dan lama penelitian untuk menilai mutu
waktu penyimpanan pada suhu makanan jajanan yang beredar di
rendah terhadap perubahan protein lingkungan anak sekolah.
dan pH susu sapi.

3. Pengawasan Mutu Makanan 4. Perilaku Konsumen

Ruang lingkup penelitian di bidang Penelitian tentang perilaku konsumen


pengawasan mutu makanan bertujuan untuk menemukan pola
mencakup (1) kajian tentang berpikir dan bertindak konsumen
pelaksanaan pengawasan mutu dalam dalam memilih makanannya. Dengan
suatu sistem pengadaan makanan, dan semakin majunya teknologi
(2) penilaian mutu makanan. khususunya dalam bidang pangan,
Penelitian yang memfokuskan pada maka jenis makanan yang tersedia di

5
pasaran sangat banyak dan bervariasi.
Satu jenis bahan makanan dapat
tersedia dengan mutu, harga, dan
image yang berbeda.

Fokus dari penelitian bidang perilaku


konsumen menitikberatkan pada
kajian pengetahuan, hak dan
kewajiban sebagai konsumen.
Sebagai contoh adalah mengapa
konsumen memilih suatu jenis
makanan tertentu, tahukah hak-
haknya sebagai pembeli suatu produk
makanan. Bagi penyuluh gizi tentu
yang diharapkan adalah konsumen
memilih suatu jenis makanannya
sesuai dengan kebutuhan zat gizi,
kesukaan, ekonomi dan lain-lain.
Namun perilaku memilih produk
makanan belum tentu demikian dan
perlu dicari polanya.

Tren makanan fungsional dewasa ini


semakin kelihatan. Banyak sekali
makanan-makanan kemasan yang
dijual disertai dengan pesan-pesan
"gizi dan kesehatan" yang sangat
mencolok, misalnya makanan
pembangkit energi, pelangsing tubuh
dan makanan untuk sang juara.
Termasuk penelitian dalam bidang ini
adalah penelitian yang bertujuan
untuk mengevaluasi pengetahuan
iklan-iklan yang mengandung pesan-
pesan tersebut dan dampaknya pada
perilaku memilih dan membeli
makanan.

6
RANCANGAN PERCOBAAN PENELITIAN PANGAN

gizi pangan yang termasuk kategori


Tujuan instruksional: pengawasan mutu dan consumer
Setelah mempelajari bab ini pembaca preference umumnya tidak perlu
mampu: menggunakan rancangan percobaan.
1. Menjelaskan manfaat rancangan
percobaan dalam penelitan Membuat rancangan penelitian
pangan eksperimen biasanya menjadi bagian
2. Membedakan peneltian pangan yang ditakuti peneliti, terutama peneliti
yang memerlukan rancangan awal. Untuk memudahkan penyusunan
percobaan dan yang tidak rancangan penelitan eksperimen gizi
3. Menyusun rancangan percobaan pangan, berikut adalah ringkasan yang
acak lengkap (RAL) mudah difahami berturut-turut dimulai
4. Menyusun rancangan percobaan dari prinsip dan dasar-dasar pemilihan
acak kelompok (RAK) rancangan penelitian, step by step
5. Menyusun rancangan percobaan penyusunan desain eksperimen, serta
faktorial pengolahan data hasil percobaan
6. Memilih test statistik yang tepat eksperimen beserta interpretasinya.
untuk mengolah data sesuai
rancangan percobaan yang
digunakan Pengertian

Rancangan percobaan merupakan


kerangka perencanaan dan pelaksanaan

A
gar penelitian dapat percobaan yang meliputi urutan langkah-
dipertanggung jawabkan langkah menyeluruh yang dibuat sebelum
hasilnya maka harus melakukan percobaan dan cara
penelitian harus dirancang dengan benar. pelaksanaan percobaan (Nazir, 1988).
Semua penelitian memang memerlukan
rancangan, tetapi tidak semuanya Istilah-istilah yang digunakan
memerlukan rancangan percobaan. dalam mendesain percobaan adalah:
Rancangan percobaan (experimental a. Faktor, adalah variabel yang
design), sesuai dengan nama yang dilihat efeknya dalam eksperimen.
diimplikasikannya, hanya diperlukan Jadi faktor merupakan variabel
pada penelitian yang bersifat eksperimen. bebasnya.
Penelitian eksperimen memiliki ciri-ciri b. Treatment atau perlakuan,
yang mudah dilihat, yaitu adanya merupakan taraf-taraf (levels) dari
randomisasi, replikasi, kontrol lokal. faktor.
c. Replikasi, adalah banyaknya
Dalam bidang gizi pangan pengulangan suatu kondisi
rancangan eksperimen umumnya eksperimen (perlakuan) dalam
digunakan untuk bidang penelitian unit percobaan.
pembuatan produk dan aplikasi teknologi d. Unit percobaan atau unit
tepat guna. Untuk mengetahui bidang- eksperimen, adalah satuan
bidang penelitian gizi pangan lihat bab percobaan atau objek yang
Bidang-bidang Penelitian pada bahasan diamati dalam penelitian.
sebelumnya. Disain penelitian-penelitian
7
Fungsi Desain Percobaan menggunakan perlakuan atau tidak
menempatkan perlakuan kepada unit
percobaan, tidak perlu menyusun desain
Desain percobaan digunakan untuk eksperimen, yang harus dimiliki jenis
merencakan suatu pelaksanaan penelitian penelitian yang demikian adalah desain
eksperimen dengan tahapan yang benar. penelitian. Hal tersebut merupakan
Dengan membuat rancangan percobaan pengertian mendasar yang perlu dipahami
peneliti dapat memastikan bahwa prinsip- sebelum melakukan penelitian. Jadi tidak
prinsip percobaan, yaitu randomisasi, semua penelitian gizi pangan harus
replikasi dan kontrol kondisi lokal, telah menggunakan desain percobaan. Dalam
dilaksanakan. Desain percobaan juga kasus penelitian non-eksperimen peneliti
merupakan suatu rencana untuk dapat saja melakukan analisis
menempatkan perlakuan pada unit korelasional antara variabel bebas dan
percobaan secara random dan mengontrol terikat yang diamati sebagaimana analisis
sumber-sumber variasi sedemikian rupa dalam penelitian eksperimen.
sehingga analisis dapat dilakukan dengan
validitas yang tinggi.

Suatu penelitian termasuk kategori Rancangan Acak Lengkap (RAL)


eksperimen apabila satu atau lebih faktor
atau variabel independent dalam Salah satu dasar penggunaan RAL adalah
penelitian dikontrol sehingga apabila bahan percobaan yang akan
pengaruhnya dapat diukur dalam variabel dipakai sebagai unit percobaan homogen
outcome (dependent) yang diteliti. atau relatif homogen dan jika jumlah
Adanya perlakuan menjadi ciri khas dari perlakuannya terbatas (Gaspersz, 1995).
suatu penelitian eksperimen. Untuk
mengaplikasikan prinsip-prinsip Pengacakan dan Lay-out:
penelitian percobaan, maka dalam
penelitian eksperimen penempatan Percobaan dengan 3 perlakuan (A, B, C),
perlakuan kedalam unit eksperimen harus tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali,
dirandomisasi, direplikasi, dan harus ada sehingga dibutuhkan 3 x 5 = 15 unit
upaya pengontrolan variabel lain yang percobaan. Langkah-langkah pembuatan
berpengaruh yang tidak diteliti. Penelitian lay-out percobaan dengan pengacakannya
gizi pangan yang bersifat observasional adalah sebagai berikut:
atau studi non-experimental tidak ada
upaya untuk mengontrol variabel untuk 1. Berikan nomor urut kepada
diamati pengaruhnya pada variabel semua unit percobaan, yaitu 15
outcome. Dengan kata lain, besaran atau unit percobaan (Gambar 1,
nilai variabel outcome yang diamati ditulis dengan huruf tebal).
hanya merupakan pengaruh variabel 2. Ambil angka random sebanyak
independent terjadi secara alamaiah atau jumlah unit percobaan. Angka
hubungan variabel independen dan random dapat diperoleh dari
dependen terbentuk sebagimana berbagai sumber, misalnya
ditunjukkan oleh data yang terkumpul Tabel Angka Acak, kalkulator
tanpa ada upaya manipulasi variabel dan sebagainya. Dalam contoh
independen. Dalam kasus ini, nilai-nilai ini misalnya angka random
variabel independent yang diukur di yang diambil adalah 3 digit dan
sampel bukan direncanakan oleh peneliti. hasilnya seperti pada Gambar 1.
3. Beri ranking pada bilangan
Penelitian pangan yang obervasional random yang diperoleh
(studi non-eksperimen) atau yang tidak (Gambar 1, ditulis italic).

8
Gambar 1 Nomor Urut, Bilangan Random dan Rankingnya

1 2 3 4 5 No. urut
118 701 789 965 688 Angka random
1 8 9 15 7 Ranking

6 7 8 9 10
638 901 841 396 802
5 13 11 4 10

11 12 13 14 15
687 938 377 392 848
6 14 2 3 12

4. Dengan menggunakan prinsip percobaan yang mendapat


permutasi sederhana, nomor perlakuan A adalah nomor 1, 8,
rangking dianggap mewakili 9, 15, dan 7, satuan percobaan
nomor urut sesuai jumlah unit yang mendapat perlakuan B
percobaan. Letakkan perlakuan adalah nomor 5, 13, 11, 4, 10,
pertama (A) pada 5 (sesuai dan yang mendapat perlakuan
jumlah pengulangan) bilangan C adalah unit percobaan nomor
ranking (pangkat) pertama, 6, 14, 2, 3, 12.
perlakuan kedua (B) pada 5
bilangan pangkat kedua, 5. Masukkan jenis perlakuan pada
perlakuan ketiga (C) pada pada unit percobaan pada lay-out
lima bilangan pangkat ketiga. (Tabel 1).
Dengan demikian, satuan

9
Penentuan Jumlah Unit Percobaan desain RAK, kelompok adalah sebagai
pengulangan, sehingga dalam hal ini
Banyaknya unit percobaan dalam suatu jumlah kelompok adalah 4, dan jumlah
eksperimen perlu ditentukan dengan unit percobaan adalah 6 x 4 = 24.
seksama. Unit percobaan yang yang Pengacakan dilakukan pada tiap
terlalu sedikit menurunkan mutu data kelompok. Berikut adalah contoh untuk
yang dihasilkan, sebaliknya jika terlalu Kelompok I:
banyak menurunkan efisiensi penelitian.
Untuk percobaan yang dirancang dengan 1. Berikan nomor urut untuk semua
RAL disarankan untuk menggunakan unit percobaan pada Kelompok I
sejumlah unit eksperimen yang (Gambar 2).
mengasilkan derajad bebas atau db > (10
-15) (Nazir, 1983). Dengan demikian 2. Ambil angka random sebanyak
dalam penyusunannya perlu jumlah unit percobaan pada
dipertimbangkan jumlah taraf dan Kelompok I. Angka random dapat
pengulangannya. diperoleh dari berbagai sumber,
misalnya Tabel Angka Acak,
Banyak formula-formula yang dapat kalkulator dan sebagainya. Dalam
digunakan untuk menghitung jumlah unit contoh ini misalnya angka random
percobaan ideal. Namun, sebagaimana yang diambil 3 digit dan hasilnya
banyaknya rumus-rumus untuk seperti pada Gambar 2.
menghitung besar sampel dalam
penelitian survey, untuk menggunakan 3. Beri ranking pada bilangan random
salah satu diantaranya harus dipelajari yang diperoleh (Gambar 2).
dengan seksama terlebih dahulu dalam
hal peruntukannya. 4. Letakkan perlakuan pada unit
percobaan. Gunakan urutan
Rancangan Acak Kelompok munculnya angka acak sebagai
nomor perlakuan, dan ranking
Jika unit percobaan tidak homogen, maka sebagai satuan percobaan dalam
perlu dilakukan pengelompokan dengan kelompok. Sehingga, perlakuan A
cara tertentu sehingga satuan percobaan dikenakan pada satuan percobaan 6,
dalam satu kelompok menjadi relatif B pada nomor 4, C pada nomor 2, D
homogen. Inilah prinsip dasar pada nomor 1, E pada nomor 3 dan
penggunaan desain RAK, yaitu adanya F pada nomor 5.
upaya pengelompokan unit sampel.
Pengelompokan akan menurunkan 5. Masukkan jenis perlakuan pada unit
keragaman dalam kelompok, dan percobaan pada lay-out (Tabel 2).
menaikkan keragaman antar kelompok Dalam contoh ini kita hanya bisa
(Gaspersz, 1995). mengisi perlakuan untuk Kelompok
1, untuk kelompok 2 -4 lakukan
Pengacakan dan Lay-out langkah 1 - 5 di atas.

Suatu percobaan menggunakan 6


perlakuan (A, B, C, D, E, F) dan masing-
masing diulang 4 kali. Dalam percobaan

10
Gambar 2 Nomor Urut, Bilangan Random dan Rankingnya

1 2 3 4 5 6 No. urut
921 468 202 110 364 713 Angka random
6 4 2 1 3 5 Ranking

dan konsentrasinya dalam pembuatan


Percobaan Faktorial nasi instan. Faktor pertama adalah jenis
bahan perendam dan faktor kedua adalah
Desain percobaan sebagaimana konsentrasi perendam tersebut
dicontohkan di atas disusun untuk (Erywiyatno dan Kristianto, 2003).
mengetahui pengaruh satu faktor atau
satu variabel bebas. Seringkali Keuntungan desain faktorial:
percobaan dilakukan untuk - Informasi yang dihasilkan lebih
menyimpulkan adanya pengaruh lebih komprehensif.
dari satu faktor. Istilah faktorial - Lebih efisien dalam menggunakan
digunakan karena kondisi ekperimen sumber-sumber yang ada.
mencakup semua kemungkinan - Hasil percobaan dapat diterapkan
kombinasi faktor yang diamati. Sebagai dalam kondisi lebih luas
contoh, jika faktor A terdiri atas a taraf (Gaspersz, 1995).
dan faktor B memiliki b taraf, maka
pengumpulan data percobaan melibatkan
kombinasi perlakuan ab (Anderson, Pengacakan dan Lay-out
Sweeney, dan Williams, 1994). Jadi
percobaan faktorial adalah ekperimen Untuk melakukan pengacakan dan
yang melibatkan sekumpulan perlakuan pembuatan lay-out percobaan, berikut
yang terdiri atas semua kombinasi taraf adalah contoh yang diberikan oleh
beberapa faktor. Percobaan faktorial Gaspersz (1995). Suatu percobaan ingin
dapat menggunakan desain RAL maupun mengetahui pengaruh pemupukan
RAK. nitrogen dan varietas terhadap hasil
produksi. Faktor pemupukan terdiri atas 2
Suatu contoh aplikasi rancangan taraf, yaitu dosis 0 kg N/ha (N0), dan 60
faktorial dalam product develompent kg N/ha (N1). Faktor varietas tanaman
adalah penelitian yang bertujuan untuk terdiri atas 2 taraf, yaitu varietas X (V1)
mengetahui pengaruh bahan perendam dan Y (V2). Dengan desain RAL, tiap

11
perlakuan diulang 5 kali. Percobaan ditentukan seperti pada Tabel 3. Jumlah
tersebut merupakan percobaan faktorial 2 unit percobaan yang diperlukan adalah 4
x 2, sehingga perlakuannya dapat x 5 = 20 (jumlah petak tanah percobaan).

Dari Tabel 3, jumlah kombinasi perlakuan yang mungkin adalah 4, yaitu:


V1N0 = kombinasi perlakuan varietas X yang tidak dipupuk (P1)
V2N0 = kombinasi perlakuan varietasa Y yang tidak dipupuk (P2)
V1N1 = kombinasi perlakuan varietas X yang dipupuk dengan dosis 60 kg N/ha (P3)
V2N1 = kombinasi perlakuan varietas Y yang dipupuk dengan dosis 60 kg N/ha (P4)

Langkah-langkah untuk membuat lay- pangkat pertama, perlakuan kedua


out percobaan: P2 pada 5 bilangan pangkat
kedua, perlakuan kedua P3 pada 5
1. Berikan nomor urut kepada semua bilangan pangkat ketiga, dan
unit percobaan (1 - 20) (skematis perlakuan kedua P4 pada 5
disajikan pada Gambar 3). bilangan pangkat keempat.
2. Ambil angka random sebanyak Nomor rangking dianggap
jumlah unit percobaan. Angka mewakili nomor urut unit
random dapat diperoleh dari percobaan. Dengan demikian,
berbagai sumber, misalnya Tabel satuan percobaan yang mendapat
Angka Acak, kalkulator dan perlakuan P1 adalah nomor 20, 2,
sebagainya. Dalam contoh ini 10, 11, 15, yang mendapat
misalnya angka random yang perlakuan P2 adalah nomor 15, 5,
diambil 3 digit dan hasilnya 8, 9, 4, dan seterusnya (ikuti
seperti pada Gambar 3. kolom PERLAKUAN pada
3. Beri ranking pada bilangan Gambar 3).
random yang diperoleh (Gambar 5. Masukkan jenis perlakuan pada
3) unit percobaan pada lay-out
4. Letakkan perlakuan pertama P1 (Tabel 4).
sebanyak 5 kali (jumlah
pengulangan) pada lima bilangan

12
One-way Anova, untuk melihat
Uji Statistik Data Eksperimen Desain pasangan perlakuan yang berbeda
RAL dan RAK digunakan Uji Lanjut (Post Hoc
Test).
1. Data hasil percobaan yang dilakukan 2. Data hasil percobaan yang dilakukan
dengan desain RAL diolah dengan dengan desain RAK diolah dengan

13
Two-way Anova, dan Uji pas jika dipandang kuantitatif
Lanjutannya (Post Hoc Test). sebagaimana dipersyaratkan oleh Anova,
3. Uji-uji lanjut yang dapat dipakai dan yang lain adalah belum tentu dapat
setelah melakukan pengujian dengan terpenuhinya asumsi-asumsi tes Anova
Anova (baik one-way maupun two- (Kunert, 2000). Sehingga pengolahan
way) antara lain uji BNT (Beda Nyata data sensorik dilakukan dengan tes non-
Terkecil), Duncan, Tukey, parametrik.
Bonferroni, Waller-Duncan, Scheffe,
dan Gabriel.
4. Untuk percobaan yang menggunakan
desain RAL dan disertai dengan uji
organoleptik, data organoleptiknya
diolah dengan uji Kruskal-Wallis, dan
uji Lanjutannya (Multiple
Comparison Test/MCT). Uji lanjutan
yang dapat dipakai adalah Mann-
Whitney U, Kolmogorov-Smirnov Z,
Wald-Wofowitz runs.
5. Untuk percobaan yang menggunakan
desain RAK dan disertai dengan uji
organoleptik, data organoleptiknya
diolah dengan uji Friedman, dan uji
Lanjutannya (Multiple Comparison
Test/MCT). Uji lanjut yang dapat
digunakan untuk pasangan yang
dependen adalah Wilcoxon, Sign, dan
McNemar.

Pertanyaan yang sering muncul dalam


pemilihan tes statistik adalah, manakah
tes yang paling tepat untuk pengolahan
data tertentu. Untuk menjawabnya secara
umum lihat map tes stattistik pada Sub
Bab Pemilihan Uji Statistik pada Bab
Pengolahan data Penelitian Pangan dan
Gizi. Pertanyaan lainnya adalah apakah
Anova paling tepat untuk data hasil
percobaan RAL?

Setiap tes memiliki kekuatan dan


kelemahan. Tes Anova menjadi tidak
sensitif jika distribusi sampelnya tidak
normal dan persyaratan equivalensi tiap
group yang tidak dipenuhi. Namun jarang
penelitian yang menghasilkan data kecil
dapat memenuhi persyaratan tersebut.

Pengolahan data sensorik seringkali


dilakukan dengan Anova, namun hal ini
mendatangkan perdebatan. Masalahnya
pertama adalah skala data sensorik tidak

14
PENGOLAHAN DATA PENELITIAN PANGAN DAN GIZI

Tujuan instruksional: menentukan tes mana yang sesuai dengan


tujuan penelitian, sampai pada membaca
Setelah mempelajari bab ini pembaca hasil perhitungan yang dilakukan SPSS.
diharapkan mampu: SPSS yang digunakan sebagai contoh
1. Menyusun langkah-langkah adalah SPSS versi 7.5.1 for Windows.
pengujian hipotesis penelitian pangan Versi tersebut dapat dijalankan di
2. Memilih tes statistik yang cocok berbagai jenis komputer bahkan untuk
untuk pengujian data penelitian komputer pentium generasi awal
pangan sekalipun.
3. Memahami cara menarik kesimpulan
dari hasil Uji Statistik dengan SPSS
(SPSS Output)
4. Melakukan tes One-way anova untuk Langkah-langkah Pengujian Hipotesis
pengolahan data menggunakan desain
RAL Sebelum mulai melakukan pengujian
5. Melakukan tes Two-way anova untuk statistik, langkah awal yang harus
pengolahan data dengan desain RAK dilakukan adalah menyusun hipotesis.
6. Melakukan tes Kruskal-Wallis untuk Normalnya, hipotesis telah ditentukan
pengolahan data sensorik desain RAL jauh sebelumnya, yaitu pada saat
7. Melakukan tes Friedman untuk penyusunan proposal penelitian. Secara
pengolahan data sensorik desain RAK keseluruhan, langkah-langkah untuk
8. Menarik kesimpulan dari uji statistik menguji hipotesis adalah sebagai berikut:
dengan spss (SPSS output) 1. Tentukan Ho versus H1
2. Pilih jenis test statistik yang
paling tepat
3. Tentukan alpha
Pendahuluan 4. Masukan data ke dalam SPSS dan
lakukan pengujian

S
etelah data penelitian 5. Penarikan kesimpulan: tolak Ho
terkumpul, langkah jika p-value < alpha
berikutnya adalah
mengolah dan menganalisisnya untuk
menjawab tujuan penelitian. Pengolahan
data modern banyak dilakukan dengan Memilih Tes Statistik yang Tepat
menggunkan program komputer untuk
meningkatkan ketelitian perhitungan.
Salah satu software yang banyak Secara umum tes statistik
digunakan adalah SPSS. Melakukan uji diklasifikasikan menjadi 2 golongan
statistik dengan SPSS adalah tidak sulit, besar, yaitu tes parametrik dan non
tidak lebih dari sekedar "mengklik" parametrik. Untuk memilih tes statistik
mouse saja. yang paling tepat dalam pengujian data,
banyak faktor-faktor yang harus
Bab ini berisi penjelasan rinci dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut
disertai dengan contoh-contoh melakukan antara lain adalah skala data dan tujuan
prosedur statistik untuk menguji hipotesis penelitian.
penelitian pangan dan gizi dengan SPSS,
15
Tes statistik parametrik dan non- meliputi penilaian cita rasa dengan
parametrik digunakan untuk mengolah atribut: warna, rasa, aroma, tekstur.
data numerik berskala interval dan rasio.
Untuk data kategorikal berskala nominal Selain skala data, tujuan
dan ordinal, tes yang sesuai adalah tes-tes pengolahan dan analisis juga merupakan
statistik non-parametrik. (Siegel, 1994). faktor yang menentukan pemilihan uji
Contoh data berskala rasio atau interval statistik. Tujuan pengolahan data
dalam bidang teknologi pangan adalah: dibedakan menjadi dua yaitu, untuk
kadar zat gizi dalam satuan mg/g, mencari perbedaan dan mencari
kandungan air (%), tekstur bahan hubungan secara statistik. Untuk
makanan yang diukur dengan menentukan tes statistik yang sesuai
pnetrometer, viskositas, suhu (oC). Data selanjutnya dapat digunakan pedoman
kategorikal yang mempunyai skala pada Gambar 4 dan Gambar 5.
norminal atau ordinal antara lain adalah
data hasil pegukuran uji sensorik yang

Gambar 4 Pedoman Pemilihan Uji Statistik Parametrik

Contoh Kasus: sehingga kita pilih tes perbedaan bukan


Suatu penelitian bertujuan mengetahui tes hubungan (lihat Gambar 1). Karena
pengaruh penggunaan keluwih terhadap dalam hal ini kita mempunyai 3
kadar protein (dinyatakan dalam %) kelompok data, yaitu dari kelompok P1,
daging sintetis. Sebagai perlakuan yang P2, dan P3, maka kita pilih uji perbedaan
dilihat efeknya adalah perbandingan k sampel. Data yang dihasilkan dari ke-3
tempe : keluwih, yaitu P1, P2, dan P3 perlakuan adalah data independen
(Afiyati F, 2002). Dilihat dari skala (pengukuran satu data tidak dipengaruhi
datanya, kadar protein termasuk data atau mempengaruhi yang lainnya),
numerik, sehingga kita memilih tes sehingga tes yang sesuai adalah Anova.
parametrik. Pengaruh perlakuan terhadap
kadar protein dapat diketahui dengan
membandingkan kadar protein dari ketiga
kelompok perlakuan (P1, P2, P3),

16
Gambar 5 Pedoman Pemilihan Uji Statistik Non-parametrik

Menarik Kesimpulan dari Hasil Uji 3. Dalam pengujian hipotesis p-


Statistik dengan SPSS value digunakan untuk menolak
atau menerima Ho.
Hasil pengujian statistik dengan SPSS 4. Jika ditetapkan α = 0.05, maka
ditampilkan dalam window Output SPSS. tolak Ho bila p-value output <
Hasil perhitungan yang diberikan oleh 0.05
SPSS nampaknya ruwet, tapi kalau
diperhatikan sebenarnya sangat
sederhana. Kenapa? Kita tidak perlu Pengolahan Data dengan SPSS 7.5.1
melihat satu demi satu apa yang ada
dalam window SPSS Output, yang perlu Uji One-way Anova dengan Uji Lanjut
kita cari adalah nilai-nilai statistik (Post Hoc Multiple Comparisons)
penting misalnya rata-rata (mean), Contoh penggunaan One-way Anova
derajad bebas, statistik hitung, dan dalam hal ini menggunakan data
signifikansi atau p-value. penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh substitusi tepung
Makna dari p-value dalam analisis data: kedelai dan tepung tapioka terhadap
1. Merupakan besarnya probabilitas kadar protein roti. Penelitian
untuk membuat kesalahan type I, menggunakan design RAL, sebagai
yaitu menolak Ho pada saat Ho perlakuan adalah perbandingan tepung
kenyataannya benar terigu: tepung tapioka: tepung kedelai.
2. Semakin makin kecil p-value Replikasi dilakukan sebanyak 2 kali.
maka semakin kecil probalilitas Hasil penelitian disajikan pada Tabel
membuat kesalahan tersebut. berikut.

17
Tabel Data Hasil Analisis Kadar Protein

Kadar Protein (%)


Replikasi
Perbandingan tepung terigu : tapioka : kedelai
P1 (100:0:0) P2 (70:20:10) P3 (65:30:5)
1 9.731 10.529 9.009
2 9.325 10.840 8.807
Sumber: (Mangesti P, 2002)

Sebelum mulai mengolah data dengan SPSS, tentukan hal-hal berikut (lihat sub bab
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis):

1. Ho: Rata-rata kadar protein P1 = P1 = P3, H1: Minimal ada satu pasang perlakuan
yang rata-rata kadar proteinnya berbeda
2. Jenis tes yang sesuai adalah One-way Anova, karena datanya numerik, bertujuan
menguji perbedaan k sampel bebas, desain yang digunakan RAL. (untuk
memutuskan tes Anova lihat sub bab Teknik Pemilihan Tes Statistik yang Tepat).
3. Tentukan alpha = 5%

MEMASUKKAN DATA KE SPSS

1. Buka program SPSS.

Klik Start
Programs
SPSS 7.5 for Windows (tampilan data editor SPSS seperti Gambar berikut)

18
2. Dengan posisi kursor pada var 1 baris1

klik Data
Define Variable

3. Membuat variabel:

Pada kotak Variable Name ketik nama variabel misalnya perlakua


Klik Label
Pada kotak Value isikan 1
Pada Value Label ketik Perlakuan 1
Klik Add

Pada kotak Value isikan 2


Pada Value Label ketik Perlakuan 2
Klik Add
Pada kotak Value isikan 3
Pada Value Label ketik Perlakuan 3
Klik Add

Continue
OK

19
4. Untuk membuat variabel ke-2, geser posisi kursor ke kanan (posisi var 2 baris1)

Klik Data
Define Variable
Ketikan nama variable (dalam contoh ini protein)
OK

5. Masukkan data pada Tabel 1 ke dalam SPSS data Editor sehingga tampilannya
menjadi seperti pada Gambar berikut. Tampilan layar pada kolom kiri dan kanan
hanya berbeda pada tampilan variabel perlakua. Untun berpindah-pindah dari
tampilan kiri ke kanan atau sebaliknya:

Klik View
Value Label

20
6. Simpan data

Klik File
Save
Ketikkan nama file pada kotak File name (dalam contoh ini proteinpras)
Klik Save

LANGKAH-LANGKAH UJI ONE-WAY ANOVA

1. Setelah data dimasukkan dalam SPSS (dan disarankan sudah disimpan):

Klik Statistics
Compare Means
One-way Anova

21
2. Pada kotak Depependent List masukkan variabel "protein"

Pada kotak Factors masukkan variabel "perlakua"

3. Klik Options sehingga terbuka dialog box One-Way

Centang Descriptive
Klik Continue

4. Klik Post Hoc button untuk sekaligus melakukan uji lanjut Anova

Pilih salah satu uji lanjut dengan memberi centang di sebelah tes (contoh dalam hal uji
LSD/Least Significance Difference atau BNT)

klik Continue
OK

22
HASIL PERHITUNGAN ONE-WAY ANOVA

23
Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan hal-hal berikut:

1. Tabel Descriptives (lihat kolom Mean) menunjukkan bahwa perlakuan yang


menghasilkan kadar protein tertinggi adalah P2 (10.6845), kemudian berturut-turut
diikuti P1 (9.5280) dan P3 (8.9080).
2. Tabel Anova menunjukkan bahwa F-hitung = 32.265, p = 0.09. Berdasarkan
penjelasan dalam sub bab Cara Pembacaan SPSS Output , karena p < α maka Ho
ditolak, artinya rata-rata kadar protein pada perlakuan P1, P1, dan P3 secara
statistik berbeda.
3. Untuk mengetahui lebih lanjut perlakuan mana yang berbeda, lihat tabel Multiple
Comparisons. Perlakuan satu dengan yang lain yang menghasilkan perbedaan
signifikan ditunjukkan oleh tanda asterik (bintang) pada kolom Mean Difference.
Tanda bintang menunjukkan bahwa angka perbedaan pada perlakuan tertentu
(ditunjukkan pada kolom sebelah paling kiri) berbeda signifikan. Contoh,
perbedaan kadar protein akibat perlakuan P1 dan P2 adalah -1.1565 dan perbedaan
ini signifikan pada α = 0.05.

24
Uji Two-way Anova dengan Uji Lanjut (Post Hoc Multiple Comparisons)

Uji two-way Anova atau Anova dua faktor dalam analisis data, digunakan untuk mengolah
data yang diperoleh dari percobaan yang menggunakan rancangan RAK rancangan acak
kelompok (Steel dan Torrie, 1993).

Sebagai contoh suatu percobaan ingin mengetahui dampak penggunaan enzim papain dan
bromelin terhadap tekstur daging. Untuk itu didesain percobaan dengan menggunakan
daging sapi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK dengan perlakuan Po
(kontrol, penambahan papain dan bromelin. Sebagai ulangan (kelompok) digunakan
daging bagian roast beef dan paha. Data tekstur diukur dengan pnetrometer
(mm/50gr/detik), hasilnya disajikan pada tabel berikut.

Sumber: (Praktikum Mahasiswa 2003), data tidak dipublikasikan

Sebelum mulai mengolah data dengan SPSS, berdasarkan penjelasan dalam sub bab
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis, tetapkan hal-hal berikut:
1. Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata tekstur daging sapi akibat penambahan enzim
H1: Minimal ada satu pasang perlakuan yang menghasilkan perbedaan tekstur
Ho: Tidak ada perbedaan rata-rata tekstur daging sapi menurut kelompok
H1: Minimal ada satu pasang kelompok yang rata-rata teksturnya berbeda
2. Jenis tes yang sesuai adalah Two-way Anova, karena datanya numerik, bertujuan
menguji pengaruh lebih dari satu variabel (enzim dan kelompok).
3. Alpha = 5%

MEMASUKKAN DATA KE SPSS

Masukkan data pada Tabel di atas dalam SPSS Data editor, sehingga didapatkan tampilan
seperti pada Gambar berikut. Untuk melihat step by step memasukkan data penelitian ke
SPSS lihat poin Memasukkan Data ke SPSS pada sub bab Uji Anova dengan SPSS.

25
Tampilan SPSS Data Editor setelah Data Entry

LANGKAH-LANGKAH UJI TWO-WAY ANOVA

a. Klik Statistics

General Linear Model


GLM - General Factorial (sehingga tampilan seperti berikut)

26
b. Masukkan tekstur dalam kotak Dependent Variable

Masukkan perlakua dalam kotak Fixed Factor(s)


Masukkan blok dalam kotak Random Factor(s)

c. Klik Model
Pilih Custom
Klik anak panah ke bawah di bawah kotak Build Term(s), pilih Main effects
Sorot variabel perlakua
Klik anak panah kekanan di bawah kotak Build Term(s)
Sorot variabel blok
Klik anak panah kekanan di bawah kotak Build Term(s)
Hilangkan centang pada Include intercept in model
Klik Continue

27
d. Klik tombol Post Hoc
Sorot variable perlakua, masukkan dalam kotak Post Hoc Test for
Klik LSD (atau uji yang lain)
Klik Continue

e. Klik Option
Sorot (OVERALL) dan perlakua
Klik anak panah ke kanan sehingga keduanya masuk kotak Display Means for
Klik Descriptive Statistics
Klik Homogeneity tests
Klik Continue
Klik OK

28
Hasil Pengolahan Data Two-way Anova

Tabel diatas merupakan tabel deskriptif dari tiap variabel yang dianalisis. Pengaruh
penambahan enzim pada daging dapat dilihat dari kolom Mean, rata-rata tekstur dari ketiga
jenis perlakuan (kontrol, papain, bromelin) berbeda, yaitu 24.50, 29.58, dan 37.08. Efek
papain lebih besar dari bromelin baik pada roas beef maupn paha. Kolom berikutnya
adalah. Standard Deviasi, dimana besarnya bervariasi. Salah satu persyaratan umum dalam
menjalankan tes Anova adalah tiap kelompok variansinya relatif sama. Untuk
memastikannya, lihat pada hasil uji Levene's Test of Equality of Error Variances berikut.
Dari nilai signifikannya (0.768), menunjukkan bahwa persyaratan tersebut dipenuhi.

Tabel berikutnya adalah tabel Anova. Efek penambahan enzim terhadap tekstur dapat
dilihat pada nilai F untuk variabel PERLAKUA (7.886). Dalam hal ini efek tersebut
signifikan karena angka Sig yang lebih kecil dari 0.05 (alpha yang kita tetapkan).
Demikian juga dengan efek BLOK yang juga signifikan, artinya ada pengaruh
pengelompokan (bagian) terhadap tekstur daging sapi. Sebagaimana terlihat pada Tabel
Descriptive, terlihat bahwa roas beef lebih empuk (ditunjukkan oleh angka yang lebih
tinggi) dari pada daging paha.

29
Untuk mengetahui pasangan kelompok yang berbeda, lihat pada Tabel Multiple
Comparions. Amati kolom Mean Difference, tanda bintang menunjukkan pasangan
kelompok yang berbeda. Contoh, pengaruh enzim bromelin berbeda dengan papain
(perbedaannya 7.5 satuan).

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah:

1. Dari Tabel Anova terlihat bahwa angka F-hitung = 29.236, p = 0.00 dan
berdasarkan penjelasan dalam sub bab Cara Pembacaan SPSS Output , karena p <
alpha maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pemberian enzim pada tekstur daging
sapi (jawaban hipotesis 1). Efek bromelin lebih bagus dari papain (bromelin lebih
dapat mengempukkan daging). Lihat perbedaan mean tekstur pada Tabel
Descriptive.
2. Karena angka signifikansi BLOK < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada
pengaruh blok terhadap tekstur daging sapi. Hal ini berarti bahwa enzim terhadap
tekstur dipengaruhi oleh bagian daging, besar pengaruh enzim pada bagian daging
yang berbeda mengasilkan efek yang tidak sama (jawaban untuk hipotesis 2).
3. Untuk mengetahui lebih lanjut perlakuan mana yang berbeda, lihat tabel Multiple
Comparisons. Perlakuan satu dengan yang lain yang menghasilkan perbedaan
signifikan ditunjukkan oleh tanda asterik (bintang) pada kolom Mean Difference.

30
Tanda bintang menunjukkan bahwa angka perbedaan pada perlakuan tertentu
(ditunjukkan pada kolom sebelah paling kiri) berbeda signifikan. Dalam hal ini
terlihat jelas bahwa penambahan enzim papain maupun bromelin berpengaruh
nyata pada perubahan tekstur daging.

Uji Kruskall-Wallis untuk Pengolahan Data Sensorik

Sesuai dengan peruntukannya, tes Kruskal-Wallis dapat digunakan untuk mengolah data
kategorikal yang desain percobaannya menggunakan RAL (Steel dan Torrie, 1993). Suatu
percobaan dilakukan untuk mengetahui efek perbandingan kacang hijau dan tepung terigu
terhadap mutu organoleptik makanan pendamping ASI. Data yang diperoleh dari 15
panelis adalah sebagai berikut:

Sebelum mulai mengolah data dengan SPSS, berdasarkan Langkah-langkah Pengujian


Hipotesis, tetapkan hal-hal berikut::
1. Ho: Tidak ada perbedaan aroma antara ke-4 produk P1 = P1 = P3 = P4
H1: Minimal ada sepasang kelompok sampel yang aromanya berbeda.
2. Jenis tes yang sesuai adalah Kruskal-Wallis, karena datanya kategorikal, bertujuan
menguji perbedaan k sampel bebas dengan rancangan RAL. Untuk melihat peta
pemilihan tes statistik lihat sub bab Teknik Tes Statistik yang Tepat.
3. Tentukan alpha (dalam contoh ini kita tetapkan = 5%)

31
MEMASUKKAN DATA KE SPSS

Masukkan data pada Tabel di atas dalam SPSS Data editor, sehingga didapatkan tampilan
seperti pada Gambar berikut. Untuk melihat step by step memasukkan data penelitian ke
SPSS lihat poin Memasukkan Data ke SPSS pada sub bab Uji Anova dengan SPSS dalam
bab ini.

Gambar Tampilan SPSS Data Editor Window setelah Data Entry

LANGKAH-LANGKAH UJI KRUSKAL-WALLIS

a. Klik Statistics

Nonparametric Tests
K Independent Samples (perhatikan tampilan layar berikut)

32
b. Masukkan variable score dalam kotak Test Variable List

masukkan variable product ke kotak Grouping Variable,

33
c. Klik Define Range, isi Minimum 1, Maximum 4

Klik Continue
Klik OK

HASIL UJI KRUSKAL-WALLIS

Kruskal-Wallis tes mengukur seberapa besar rangking kelompok berbeda dengan rata-rata
semua kelompok. Kolom pertama menunjukkan jenis kelompok sampel yang diuji (dalam
hal ini ada 4 sampel), kolom kedua adalah jumlah panelis yang melakukan penilaian, dan
kolom ketiga adalah Mean Rank atau ranking dari skor tingkat kesukaan. Mean Rank yang
berbeda mengindikasikan adanya perbedaan skor.

Untuk memutuskan apakah ada perbedaan, lihat angka Asymp. Sig. Angka yang lebih
kecil dari 0.05 mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan. Untuk mengetahui
pasangan kelompok mana yang berbeda, lakukan uji Mann-Whitney tiap-tiap pasangan
kelompok. Dalam hal ini ada 4 kelompok data, jadi ada 6 kali pengujian.

34
Uji Mann-Whitney (Uji Lanjut Kruskal-Wallis)
a. Klik Statistics

Nonparametrik Tests
2 Independent Samples

b. Sorot variabel score, masukkan dalam kotak Test Variable List

masukkan variabel product, masukkan kotak Grouping Variable

35
c. Klik Define Variable

Isi kotak Group 1 dengan 1 (yaitu product ke-1 atau kelompok ke-1)
Isi kotak Group 2 dengtan 2 (product ke-2 atau kelompok ke-2)
Klik Continue
Klik OK

Sampai disini kita sudah menguji satu pasang kelompok data, untuk menguji pasangan
kelompok yang lainnya (1 vs 3, 1 vs 4, 2 vs 3, 2, vs 4, 3 vs 4), lakukan langkah pada point
a, b seperti di atas. Kemudian pada langkah point c isi dari kotak Group 1 dan dan Group 2
adalah sesuai dengan pasangan yang sedang diuji perbedaannya. Hasil dari keseluruhan
pengujian pasangan (Mann Whitney) ditampilkan pada SPSS output window seperti
berikut:

a. Pasangan ke-1 (kode sampel 564 vs 801):

36
b. Pasangan ke-2 (kode sampel 564 vs 781)

c. Pasangan ke-3 (kode sampel 564 vs 284)

37
d. Pasangan ke-4 (kode sampel 801 781):

e. Pasangan ke-5 (kode sampel 781 vs 284):

38
f. Pasangan ke-6 (kode sampel 801 vs 284):

Kesimpulan dari uji organoleptik di atas sebabai berikut:


1. Tabel Ranks menunjukkan bahwa sampel yang mendapatkan ranking terendah
(tidak disukai - skor kesukaan kecil ke besar semakin suka) adalah sampel pertama
(kode 564) dan produk yang paling disukai adalah 284.
2. Berdasarkan penjelasan dalam penjelasan dalam sub bab Cara Pembacaan SPSS
Output , karena p < a maka Ho ditolak, artinya perbedaan aroma antar produk
secara statistik signifikan (p < 0.05).
3. Untuk mengetahui lebih lanjut kelompok pasangan mana yang berbeda, lihat
signifikansi pada hasil uji Mann-Whitney. Perlakuan satu dengan yang lain yang
menghasilkan perbedaan signifikan ditunjukkan oleh angka signifikansi yang
kurang dari 0.05. Dalam hal ini adalah pasangan sampel 564 vs 284 (sig = 0.003)
dan pasangan 801 vs 284 (sig = 0.004).

39
Uji Friedman untuk Mengolah data Sensorik

Uji Friedman dalam analisis data, digunakan untuk mengolah data non parametrik yang
diperoleh dari percobaan yang menggunakan rancangan RAK (Rancangan Acak
Kelompok). Data hasil percobaan yang menggunakan desain RAK disajikan pada Tabel
berikut:

Hasil Uji Organoleptik Warna terhadap 6 Product


(dihasilkan dari eksperimen desain RAK 3 perlakuan 2 kelompok)
Panelis Product1 Product2 Product3 Product4 Product5 Product6
1 2 3 2 2 3 3
2 2 2 3 3 2 1
3 3 2 4 3 2 3
4 2 3 2 3 3 4
5 2 2 2 3 2 2
6 3 3 3 4 4 4
7 2 3 2 3 3 3
8 3 3 2 3 4 2
9 2 3 2 2 3 1
10 2 2 2 4 3 3
11 2 2 2 2 3 1
12 2 3 2 4 3 1
13 3 3 2 1 3 3
14 3 3 2 2 4 2
15 3 4 2 2 3 2
Keterangan: 1= sangat tidak suka, 2=tidak suka, 3=suka, 4=sangat suka

Sebelum mulai mengolah data dengan SPSS, berdasarkan penjelasan dalam sub
babLangkah-langkah Pengujian Hipotesis, tetapkan hal-hal berikut:

1. Ho: Tidak ada perbedaan tingkat kesukaan terhadap warna dari ke-6 produk
H1: Minimal ada satu produk yang lebih disukai warnanya
2. Jenis tes yang sesuai adalah Friedman, karena datanya kategorikal, bertujuan
menguji perbedaan dari lebih dari dua kelompok data dependen (1 produk diamati
oleh 15 panelis)
3. Alpha = 5%

MEMASUKKAN DATA KE SPSS

Masukkan data pada Tabel di atas dalam SPSS Data editor, sehingga didapatkan tampilan
seperti pada Gambar berikut. Untuk melihat step by step memasukkan data penelitian ke
SPSS lihat poin Memasukkan Data ke SPSS pada sub bab Uji Anova dengan SPSS dalam
bab ini.

40
Tampilan SPSS Data Editor setelah Data Entry

LANGKAH-LANGKAH UJI FRIEDMAN

a. Klik Statistics
Nonparametric Tests
K Related Samples (tampilan seperti berikut)

41
b. Masukkan product1 - 6 dalam kotak Test Variables
Pastikan Friedman dicentang

c. Klik Statistics
Centang Descriptive
Centang Quartiles
Klik Continue
Klik OK

Hasil pengolahan datanya dapat dilihat dalam SPSS Output window, seperti berikut:

Tabel diatas merupakan tabel deskriptif dari tiap produk. Nilai tengah penilaian warna
produk disajikan pada kolom Median (50th percentiles), sesuai dengan skor tingkat

42
kesukaan yang digunakan dalam penelitian, maka dari Tabel tersebut diatas dapat dilihat
bahwa produk yang warnanya lebih disukai adalah produk 2, 4, 5. Sedangkah perbedaan
rata-rata ranking (mean rank) tingkat kesukaan terhadap tiap produk disajikan pada Tabel
Ranks. Dari Tabel tersebut dapat diketahui adanya perbedaan tingkat kesukaan warna
keenam produk yang diuji. Produk dengan rata-rata ranking lebih tinggi menunjukkan
tingkat kesukaan yang lebih tinggi pula, dalam hal ini produk 5 mean ranknya lebih tinggi
dibanding dengan yang lainnya.

Tabel Test Statistics Friedman menunjukkan kemaknaan statistik terhadap adanya


perbedaan tingkat kesukaan warna keenam produk yang diuji yang ditunjukkan pada Tabel
Ranks. P-value (Asymp. Sig.) pada Tabel Statistics tersebut menunjukkan angka yang
lebih kecil dari alpha yang ditetapkan (0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan
tingkat kesukaan warna keenam produk adalah signifikan (p < 0.05). Prosedur multiple
comparison test yang dapat digunakan untuk mengetahui pasangan mana yang berbeda
antara lain adalah tes Wilcoxon, McNemar, dan tes Sign.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah:

1. Tabel deskriptif menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kesukaan terhadap


warna produk-produk yang diujikan. Produk ke-6 merupakan produk yang
warnanya paling disukai panelis.
2. Dari angka Chi-Square = 12.825, p = 0.025 di Tabel Statistics dan berdasarkan
penjelasan dalam sub bab Cara Pembacaan SPSS Output , karena p < alpha maka
Ho ditolak, artinya perbedaan tingkat kesukaan warna keenam produk yang diuji
secara statistik signifikan.
3. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan tingkat kesukaan terhadap warna
antara produk satu dengan yang lain perlu dilakukan uji lanjut (Multiple
Comparison Tes) yaitu dengan tes non-parametrik 2 sampel berhubungan.

43
PENYAJIAN DATA PENELITIAN PANGAN DAN GIZI

numerik/scale (interval atau rasio.).


Tujuan Instruksional: Untuk mengolah data numerik, teknik
Setelah mempelajari bab ini pembaca yang cocok adalah statistik parametrik,
mampu: seperti mean, variasi, t-tes, dan Anova.
1. Menyajikan data objektif hasil
penelitian Berikut adalah contoh penyajian
2. Mampu menggunakan notasi-notasi data objektif dari suatu penelitian yang
untuk menyajikan data penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh
3. Mampu menyajikan data sensorik konsentrasi garam terhadap kadar air dan
dengan menggunakan tabel dan grafik protein dalam pembuatan bekasang
(produk fermentasi berbentuk pasta
terbuat dari isi perut ikan). Penelitian
Data Objektif dirancang dengan menggunakan desain
RAL dengan 3 taraf perlakuan dan 3

D ata objektif adalah data replikasi. Taraf perlakuannya adalah


yang diambil dengan konsentrasi garam masing-masing 10, 20,
cara menggunakan alat- dan 30% (Setyaningsih, 1996). Hasil
alat ukur laboratorium atau instrument percobaannya dapat ditampilan secara
pengumpulan data yang lain. Data terpisah, untuk tabel kadar air sendiri
objektif pada umumnya dapat (Gambar 1) ataupun digabung kadar air
dimasukkan dalam kategori dan protein menjadi satu (Gambar 2).

Gambar 1 Contoh Penyajian Data Satu Variabel (Kadar Air)

44
Gambar 2 Penyajian Data Dua Variabel
(Kadar Air dan Kadar Protein disajikan dalam satu Tabel)

Penggunaan Notasi dalam Penyajian (65.70) pada alpha = 5% secara statistik


Data perbedaan tersebut tidak signifikan.
Sementara itu kadar air pada P1 berbeda
Notasi a, b, c ...... yang dituliskan nyata dengan pada P3, dan kadar air P2
disebelah angka rata-rata menunjukkan tidak berbeda dengan P3. Dengan kata
bahwa terdapat perbedaan yang nyata lain, penggunaan konsentrasi garam 15%
antara kedua rata-rata jika notasinya tidak mengakibatkan penurunan kadar air
berbeda. Pemberikan notasi tersebut secara bermakna.
dilakukan jika pada uji Anova Ho ditolak,
dan dilanjutkan uji lanjut (Post Hoc Data yang disajikan dalam tabel
Multiple Comparison). Selanjutnya diatas dapat juga dipresentasikan dalam
berdasarkan uji lanjut tersebut dua rata- bentuk grafis sehingga tampak lebih
rata yang berbeda diberi notasi yang menarik seperti Gambar 3.
berbeda. Contoh pada rata-rata kadar air,
P1 menghasilkan kadar air 67.90 yang
meskipun nilainya berbeda dengan P2

Gambar 3 Penyajian Grafis Data Kadar Air

45
Data Sensorik penggunaan tepung tapioka (T) dan
konsentrat protein kedelai (KPK) dalam
Data sensorik atau subjektif pembuatan sosis ikan. Rancangan
dilihat dari skalanya termasuk data percobaan yang digunakan adalah RAL
kategorikal (nominal atau ordinal). Untuk dengan 5 macam perlakuan. Untuk
mencari nilai tengah, penyebaran, mengetahui daya terima produk,
perbedaan kelompok, dan hubungan antar dilakukan uji kesukaan dengan skala: 1 =
data data kategorikal, teknik yang cocok sangat tidak suka, 2= tidak suka, 3 =
adalah statistik non-parametrik. biasa, 4 = suka, dan 5 = sangat suka.
Hasil ujinya disajikan pada Tabel berikut
Sebagai contoh, suatu penelitian (Dewi, Anwar, Yuliati, 2003). Data rata-
bertujuan untuk mengetahui pengaruh rata tingkat kesukaan ditunjukkan dengan
modus (Gambar 4).

Gambar 4 Contoh Penyajian Data Uji Sensorik

Selain menggunakan modus, data presentase panelis yang dapat menerima


organoleptik juga dapat disajikan dengan produk adalah panelis yang memberikan
menunjukkan presentase panelis yang penilaian dengan skala biasa (3), suka
menerima suatu produk hasil percobaan. (4), dan sangat suka (5). Kemudian
Sebagai contoh, pada percobaan tentang hasilnya dapat disajikan seperti Gambar
pembuatan sosis di atas dimana skala 5.
hedonik yang digunakan ada 5, maka

Gambar 5 Contoh Penyajian Grafis Hasil Uji Organoleptik

46
TEKNIK REFERENSI

Tujuan Instruksional:
Setelah mempelajari bab ini pembaca mampu:
1. Membuat rujukan dalam teks ilmiah
2. Membuat daftar pustaka dari berbagai media, cetak maupun elektronik

M erujuk merupakan cara yang spesifik untuk menyebutkan sumber


informasi atau pustaka yang digunakan dalam penulisan ilmiah. Teori,
ide, pernyataan, data, gambar, dan properti intelektual lainnya – baik
yang dipublikasikan maupun yang tidak -- yang dikutip dalam penulisan ilmiah harus
disebutkan sumbernya. Merujuk dilakukan untuk menghindari plagiarisme, menghargai
hasil karya orang lain, memudahkan pembaca untuk mengklarifikasi isi yang dikutip
maupun untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari sumber aslinya.

Ada beberapa cara membuat rujukan, salah satu yang umum adalah teknik Harvard
Referencing Systems. Oleh karena itu dalam buku ini akan diuraikan teknik merujuk
menurut sistem Harvard.

Membuat Rujukan dalam Teks

1. Untuk merujuk informasi dalam naskah gunakan hanya nama (surname) pengarang
diikuti tahun publikasi:

Winarno (1995) menyatakan bahwa pemanasan tidak mempengaruhi kadar serat.


atau
Pemanasan tidak mempengaruhi kadar serat (Winarno,1995).

2. Jika mengutip langsung dari sumber lain, tambahkan tanda petik dan dicantumkan
halamannya:

Muhilal (1971, p. 245) menyatakan bahwa "data tersebut perlu diklarifikasi".


atau
"Data tersebut perlu diklarifikasi" (Muhilal 1971, pp. 245-6).

3. Sumber tanpa pengarang

Jika sumber yang digunakan tidak ada pengarangnya (anonymous), lakukan sitasi
dengan mengambil beberapa kata dari sumber tersebut (biasanya judul, ditulis
miring) diikuti tahun publikasi.

Penyimpanan roti seharusnya dilakukan di ruangan beku (Teknologi Penyimpanan


Dingin, 1990).

47
4. Pengarang lebih dari satu

……………… (Larsen dan Green, 1987)


……………… (Larsen, Green dan Withers, 1987)
Larsen dan Green (1987) menyatakan....
Larsen, Green dan Withers (1987) menunjukkan....

5. Pengarang lebih dari tiga

Jika jumlah pengarang lebih dari tiga, tulis hanya nama (surname) pengarang
pertama diikuti kata "dkk" (translasi dari 'et al.). Contoh, tulisan oleh Larsen,
Green, Withers and Gonzales ditulis:

Larsen dkk. (1987) menyebutkan....


....... merupakan salah satu contoh (Larsen dkk., 1987).

6. Lebih dari satu rujukan


Rujukan lebih dari satu oleh dua pengarang atau lebih ditunjukkan oleh titik koma
(;)

…………… (Hadi, 2000; Nabila, 1997).

7. Sumber sekunder
Tuliskan pengarang yang merujuk tulisan orang lain tersebut, sementara itu nama
pengarang asli tetap dicantumkan.

………….. Aminah (dalam Prijadi 1995).

Membuat Daftar Pustaka

Sumber-sumber informasi dalam daftar rujukan dibuat urut alphabetis menurut nama
belakang pengarang. Dalam kasus tidak ada pengarang, judul digunakan sebagai
penggantinya. Dalam referensi sistem Harvard, baris ke-dua ditulis menjorok kedalam
untuk menonjolkan sitem urutan alphabetis pengarangnya.

1. Buku

Format:

Tanpa editor:
Pengarang, tahun publikasi, judul buku, edisi, penerbit, tempat terbit.
Dengan editor:
Pengarang, tahun publikasi, judul buku, edisi, editor, penerbit, tempat terbit.

a. Buku dengan pengarang tunggal:


Proudlove, R.K., 1989, The Science and Technology of Foods, Forbes Publication,
Great Britain.

48
b. Buku dengan 2 atau 3 pengarang:
Paine, F.A. and Paine, H.Y., 1983, A Handbook of Packaging, 2nd edition, Blackie
Academic and Professional, London.
c. Buku dengan lebih tiga pengarang:
Wills, R.B.H., McGlasson, W.B., Graham, D., Lee, T.H., Hall, E.G., 1989, Post
Harvest; An Introduction to the Physiology and Handling of Fruit and
Vegetables, Van Nostrand Reinhold, New York.
d. Buku tanpa pengarang:
The Australian Concise Oxford Dictionary, 1992, 2nd ed, Oxford University Press,
Melbourne.

2. Bab atau Artikel dalam Buku

Format:
Pengarang bab, tahun publikasi, ‘judul bab’, dalam judul buku, editor, penerbit,
tempat terbit, halaman artikel/bab
a. Pengarang jelas:
Brand-Miller, J., 1998, ‘Carbohydrates’, dalam Essential of Human Nutrition,
editor J. Mann dan A.S. Truswell, Oxford University Press, Oxford, pp. 10
– 27.
b. Jika tidak ada pengarang:
Solving the Y2K problem' 1997, dalam Technology Today and Tomorrow, editor.
D. Bowd, Van Nostrand Reinhold, New York, p.67.

3. Artikel Jurnal

Format:
Pengarang, tahun publikasi, judul artikel, judul jurnal, volume, nomor jurnal,
halaman.
Jika dalam bentuk data elektronik, tambahkan pernyataan “tanggal akses” diikuti
tanggal, bulan dan tahun dan nama data base atau URL.

a. Jurnal Edisi Cetak


Masoodi, F.A. and Chauman, G.S., 1998, ‘Use of Apple Pomace as A Source of
Dietary Fibre in Wheat Bread’, Journal of Food Processing and
Preservation, vol. 22, pp. 255 – 263.
Edisi Cetak tanpa pengarang
‘Capsicum Contents of Several Food’, 1969, British Medical Journal, 1, 529-530.

b. Jurnal elektronik
Full text dari CD-ROM

49
Nafisa, N, 1999, ‘Kandungan Isoflavones Buah Lokal Malang’, Jurnal Buah-
buahan, vol. 80, no. 236, pp. 11 – 21. Tanggal akses: 2 Maret 2003, Pusat
Dokumentasi Informasi Ilmiah Malang, CD-ROM.
Full tex dari internet
Anto, Y. 1995, ’Komparasi Bioavailabilitas Albumin Telur dan Ikan Gabus pada
Pasien Pasca Operasi di Rumah Sakit Bakti Husada’, Jurnal Gizi dan Diet,
11 Oktober 2000. Tanggal Akses 21 Maret 2003,
http://www.gizindiet.org/publikasi/jurnal/albava.html.

4. Surat Kabar

Format:
Pengarang, tahun publikasi, judul artikel, nama surat kabar, nomor jurnal, halaman.
Legge, K. 1987, 'Labor to cost the "Keating Factor"', Times on Sunday, 1 Februari,
p. 2.

5. Dokumen dari Web Page

Format:
Pengarang, tahun publikasi, judul artikel, [tipe media], pernyataan available disertai
alamat lengkap situs [tanggal akses]

a. World Wide Web page:


Beckleheimer, J. 1994, How do you cite URL's in a bibliography? [Online].
Available: http://www.nrlssc.navy.mil/meta/ bibliography.html [1995,
December 13]
b. World Wide Web page (tanpa pengarang):
Remaja Lesu, Remaja Kurang Darah, 2002, [Online], Available:
http://www.indomedia.com/intisari/2000/juni/remaja6.htm, [28 Agustus,
2002].
c. World Wide Web page (tanpa tanggal publikasi):
Prizker, T. J. n.d., An early fragment from central Nepal, [Online], Available:
http://www.ingress.com/~astanart/pritker/pritzker.html [1996, December
12].
6. Electronic Mail (email)

a. Email individu
Corliss, B. 1999, News from Seattle, E-mail to X.Li, [Online], 13 Jan., Available:
E-mail: xli@uvmvm.uvm.edu [1999, January 15].
b. Kelompok Diskusi
Berkowitz, P. 1995, April 3, 'Sussy's gravestone'. Mark Twain Forum [Online].
Available E-mail: TWAIN-L@yorkvm1.bitnet [1995, April 3]

50
FORMAT PROPOSAL DAN LAPORAN ILMIAH

Tujuan instruksional: FORMAT PROPOSAL PENELITIAN


Setelah mempelajari bab ini pembaca YANG MENGGUNAKAN RANCANGAN
mampu: PERCOBAAN
1. Mengetahui format proposal
penelitian yang menggunakan BAB
rancangan percobaan.
2. Mengetahui proposal penelitian yang HALAMAN JUDUL
tidak menggunakan rancangan LEMBAR PERSETUJUAN
percobaan. LEMBAR PENGESAHAN
3. Mengetahui format laporan KATA PENGANTAR
penelitian yang menggunakan DAFTAR ISI
rancangan percobaan. DAFTAR TABEL
4. Mengetahui format laporan penelitian DAFTAR GAMBAR
yang tidak menggunakan rancangan DAFTAR LAMPIRAN
percobaan I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah

P
roposal yang dimaksud C. Tujuan Penelitian
dalam buku ini adalah 1. Tujuan Umum
usulan penelitian, 2. Tujuan Khusus
sedangkan laporan ilmiah adalah laporan D. Hipotesis Penelitian
hasil penelitian. Secara teoritis, tidak ada E. Kerangka Konsep
format proposal maupun laporan F. Definisi Operasional Variabel
penelitian yang standard dan bersifat G. Manfaat Penelitian
universal. Oleh karena itu biasanya tiap II TINJAUAN PUSTAKA
institusi menetapkan format menurut
III METODE PENELITIAN
versinya masing-masing, dan itupun tidak
A. Desain Penelitian
jarang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Format proposal dalam buku ini disusun
C. Rancangan Percobaan
berdasarkan tradisi penulisan proposal
D. Bahan dan Alat
secara umum.
E. Jenis dan Cara Pengumpulan Data
F. Pengolahan dan Analisis Data
IV RENCANA PENELITIAN
A. Anggaran
B. Jadwal Pelaksanaan
V ORGANISASI PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

51
FORMAT PROPOSAL PENELITIAN
YANG TIDAK MENGGUNAKAN
RANCANGAN PERCOBAAN
Format laporan penelitian pada
prinsipnya sama dengan format proposal.
BAB Bab dan sub bab beserta isinya yang
terdapat dalam proposal penelitian ditulis
HALAMAN JUDUL kembali di dalam laporan penelitian
LEMBAR PERSETUJUAN dengan tambahan bab baru, yaitu bab hasil
LEMBAR PENGESAHAN dan pembahasan.
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI Isi dari bab hasil adalah data-data
DAFTAR TABEL hasil pengukuran yang dilakukan selama
DAFTAR GAMBAR penelitian, disajikan dalam bentuk tabel
DAFTAR LAMPIRAN deskriptif, grafik atau cara penyajian data
I PENDAHULUAN lainnya. Hasil-hasil perhitungan statistik
A. Latar Belakang umumnya disertakan disini untuk
B. Rumusan Masalah menunjukkan gambaran umum, trend,
C. Tujuan Penelitian hubungan ataupun perbedaan.
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus Sedangkan bab pembahasan berisi
D. Hipotesis Penelitian pendapat, sanggahan, komentar, maupun
E. Kerangka Konsep analisis peneliti tentang hasil
F. Definisi Operasional Variabel penelitiannya. Bab pembahasan dapat
G. Manfaat Penelitian dijadikan satu kesatuan dengan hasil.
II TINJAUAN PUSTAKA
Format laporan penelitian yang
III METODE PENELITIAN dilaporkan kepada penyandang dana
A. Desain Penelitian mengharuskan pertanggungjawaban
B. Tempat dan Waktu Penelitian penggunaan anggaran penelitian.
C. Bahan dan Alat
D. Teknik Sampling
E Jenis dan Cara Pengumpulan Data
F. Pengolahan dan Analisis Data
IV RENCANA PENELITIAN
A. Anggaran
B. Jadwal Pelaksanaan
V ORGANISASI PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

52
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

(periklanan, labelling), dan lain-lain.


Pertanyaan berikut sering muncul saat Untuk mendapatkan uraian lebih rinci
akan memulai menyusun proposal tentang bidang-bidang penelitian di
penelitian (pertanyaan-pertanyaan tekpang lihat bab Bidang-bidang
tersebut dicatat dari yang pernah Penlitian Pangan.
disampaikan oleh para mahasiswa):
1. Apakah penelitan pangan harus
dilakukan di laboratorium? 2. Apakah biaya penelitian pangan
2. Apakah biaya penelitian teknologi mahal?
pangan mahal?
3. Benarkan penelitian pangan hanya Mahal tidaknya biaya suatu penelitian
dilakukan mahasiswa ber"IP" tidak ditentukan oleh jenis bidangnya.
tinggi? Biaya suatu penelitian banyak
4. Haruskah penelitian pangan dipengaruhi oleh banyak faktor,
menggunakan rancangan antara lain besar sampel, metode
percobaan? pengumpulan dan analisis data, dan
5. Apakah uji statistiknya sulit? biaya-biaya operasional lain seperti
6. Benarkah pengolahan data harus honor enumerator, transportasi dan
menggunakan komputer? perijinan. Dengan demikian tidak
7. Apakah para pembimbingnya mudah untuk membuat generalisasi
"killer" ? kisaran biaya yang diperlukan untuk
suatu penelitian. Jadi bisa jadi
penelitian pangan lebih murah atau
lebih mahal dibanding penelitian
1. Apakah penelitan pangan harus bidang lainnya. Perhitungan perkiraan
dilakukan di laboratorium? biaya penelitian dapat dilakukan
sebelum pelaksanaan dengan
Penelitian pangan tidak selamanya memperhatikan masukan dari orang
harus dilakukan di laboratorium. yang sudah berpengalaman di
Tergantung dari bidang yang bidangnya. Analisis laboratorium
diminati, tidak semua penelitian yang menggunakan peralatan dan
pangan memerlukan analisis yang metode canggih berbiaya tinggi dapat
dilakukan di laboratorium. Pekerjaan dihindarkan atau diganti dengan
yang perlu dilakukan di lab hanyalah teknik yang lebih murah.
yang terkait dengan analisis zat gizi
dan non-gizi, uji mikrobiologi, serta
tes-tes organoleptik (cita-rasa). 3. Benarkan penelitian pangan hanya
Namun demikian, tidak semua dilakukan mahasiswa ber"IP" tinggi?
penelitian pangan menggunakan
analisis tersebut. Contoh penelitian Tidak benar. Semua mahasiswa dapat
ini antara lain adalah survey untuk melakukan penelitian pangan. Bekal
mengetahui faktor-faktor yang utama yang diperlukan untuk
mempengaruhi pemilihan suatu melakukan penelitian pangan sudah
produk makanan tertentu, tingkat diberikan melalui materi-materi
pengetahuan konsumen tentang perkuliahan seperti kimia analitik dan
materi iklan produk makanan, tingkat kimia makanan, ilmu bahan makanan,
kesesuaian iklan dengan peraturan ITP, PMM, mikrobiologi pangan,
53
mata kuliah metode penelitian, serta sekali jenis penelitian pangan yang
mata kuliah terkait lainnya. tidak menggunakan rancob, dalam hal
ini penelitiannya termasuk jenis
Jika mahasiswa yang tertarik untuk observasional (studi non-
membuat produk-produk gizi, ITP experimental). Sebagai contohnya
merupakan mata kuliah inti yang adalah penelitian pada bidang
menguraikan teknik dasar pengolahan pengawasan mutu makanan di
dan pembuatan produk makanan. masyarakat yang bertujuan untuk
PMM membuka wawasan tentang mengetahui penggunaan bahan
kontrol mutu makanan yang beredar tambahan makanan (BTM) terlarang
di masyarakat dan dapat menjadi pada suatu produk makanan, tinjauan
sumber inspirasi masalah penelitian pelaksanaan Good Manufacturing
bagi mahasiswa yang menyukai Practice (GMP), Hazard Critical
masalah pengawasan mutu dipandang Control Point (HACCP), dan sanitasi
dari aspek keamanan pangan dan makanan di suatu tempat produksi
hukum, atau bagi yang tidak makanan, dan lain-lain. (Lihat judul-
menyukai pekerjaan laboratorium. judul penelitian menurut bidangnya di
Sedangkan mereka yang menyukai bab Contoh Judul Penilitan). Rancob
analisis lab, teknik pengambilan data mungkin mengurungkan niat untuk
laboratorium untuk analisis zat gizi meneliti, sebenarnya jika tahu
dan non gizi tentunya sudah dipelajari bagaimana menyusunnya sebenarnya
dalam mata kuliah kimia makanan. rancob tidak perlu ditakuti.

Dengan demikian semua mahasiswa


yang telah menempuh mata kuliah- 5. Apakah uji statistiknya sulit?
mata kuliah di atas, dengan arahan
dari para dosen pembimbing, dapat Tidak. Uji statistik yang digunakan di
melakukan penelitian pangan dengan penelitian pangan sama dengan uji
baik. Tidak ada suatu persyaratan statistik yang digunakan pada
bahwa mahasiswa yang akan penelitian umumnya. Tes-tes statistik
mengambil penelitian tekpang harus yang sering dipakai adalah uji beda t-
mempunyai IP rata-rata ke atas. test, One-way Anova, Friedman,
Banyak mahasiswa yang mengaku Kruskal-Wallis yang dipelajari dalam
kemampuannya rata-rata, tetapi dapat mata kuliah Statistik dan banyak
menyelesaikan penelitian dengan diuraikan dalam buku-buku statistik
hasil memuaskan. standard. Prosedur perhitungan
statistik dapat dilakukan secara
manual (dengan bantuan kalkulator
4. Haruskah penelitian pangan sederhana) maupun dengan komputer
menggunakan rancangan percobaan? dengan menggunakan program-
program umum seperti Microsoft
Tidak. Beberapa jenis penelitian Excel maupun menggunakan software
memang menggunaan rancangan khusus untuk pengolahan dan analisis
percobaan (RANCOB), contohnya data seperti SPSS dan Minitab.
adalah penelitian yang tujuannya Program-program tersebut sangat
adalah untuk mengetahui efek suatu mudah digunakan bahkan bagi orang
proses pengolahan terhadap yang belum terbiasa
kandungan gizi atau penelitian untuk menggunakannyapun karena mereka
membuat produk gizi. Namun tidak didesain sedemikian rupa sehingga
semua penelitian tekpang bertujuan mudah digunakan dan "user friendly"
mengetahui efek perlakuan. Banyak

54
serta dilengkapi dengan panduan banyak faktor, antara lain intern
statistik. karakteristik individu dan faktor
ekstern lingkungan sosialnya.
Bagi yang memerlukan panduan step
by step mengolah data dengan Mahasiswa tidak perlu takut, karena
komputer lihat bab Pengolahan Data proses bimbingan penelitian adalah
Penelitian Pangan. mutualisme, dosen dan mahasiswa
saling memerlukan "Hak" mahasiswa
untuk mendapatkan bimbingan
6. Benarkah pengolahan data harus sebaik-baiknya adalah merupakan
menggunakan komputer? "kewajiban" yang harus dijalankan
oleh dosen pembimbing.
Tidak. Komputer hanya berfungsi
sebagai alat bantu untuk
memudahkan penghitungan data yang
dilakukan secara berulang-ulang dan
mengurangi kesalahan penghitungan
akibat "human errors". Pengolahan
data penelitian pangan yang
menggunakan rancangan percobaan
mudah dilakukan karena jumlah
datanya yang tidak terlalu besar.
Sedangkan penelitian yang tidak
menggunakan Rancob biasanya
cukup dengan penggunaan statistik
deskriptif seperti rata-rata, standard
deviasi, nilai tertinggi/terendah, yang
dalam hal ini meskipun hanya diolah
dengan bantuan kalkulator sederhana
(tidak menggunakan komputer) sudah
sangat memadai.

7. Apakah para pembimbingnya


"killer"?

Istilah "killer" dalam dunia


mahasiswa biasanya digunakan untuk
menyebut figur dosen yang
"menakutkan". Contoh dalam hal ini
antara lain adalah dosen yang
membentak-bentak saat konsultasi,
menciptakan rasa takut untuk
menghadap, tidak menyediakan
waktu yang cukup untuk bimbingan,
dan sebagainya. Hal itu dapat saja
terjadi tidak hanya di kalangan
pembimbing penelitian pangan.
Sebagaimana halnya manusia pada
umumnya tingkat keharmonisan
selama bimbingan dipengaruhi oleh

55
CONTOH JUDUL KARYA TULIS DAN ABSTRAKSI
1. Pembuatan Produk Makanan (Product Development)

a. Produk gizi untuk penderita 4 masalah gizi utama dan golongan rawan gizi

FERA AFIYATI. Pengaruh Penggunaan Berbagai Proporsi Tempe dan Keluwih


Terhadap Kadar Proksimat, Tekstur dan Mutu Orgnoleptik Daging Sintetis (di
bawah bimbingan THERESIA PUSPITA).

NUR CHOIRIYAH WENI. Pengaruh penambahan tepung Rumput Laut Terhadap


Kadar Iodium dan Daya Terima Biskuit (dibawah bimbingan MAIMUNAH
HINDUN PULUNGAN).

HASNAH ARIEF. Kadar Lodium dan Daya Terima Biskuit dari Campuran Tepung
Terigu, Aci Sagu dan Tepung Rumput Laut, (dibawah bimbingan Djamhari H.S.).

RINA YUNIATI. Variasi Proporsi Tepung Kacang Hijau, Tepung Beras dan
Tepung Belut pada pembuatan BMC Instan (dibawah bimbingan
SULISTIASTUTIK).

YEKTI PRASETYANINGSIH. Pengaruh Kombinasi Proporsi Tepung Terigu dan


Tepung Ubi Jalar terhadap Kadar Karoten dan Mutu Organoleptik Cokies (dibawah
bimbingan Theresia Puspita,STP).

IDA FATHURROHMI, Pengaruh Penambhan Wortel (Daucus carota L) pada jelly


pepaya (Carica pepaya L) terhadap kadar karoten dan daya terima masyarakat (di
bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU).

VANDIA IKAWATI. Studi Tentang Pembuatan Mie Wortel (Daucus carota L)


Kajian dari Penambahan Tepung Wortel dan Daya terima Masyarakat (dibawah
bimbingan Rr. ENDANG SUTJIATI).

YUYUN SRIWAHYUNI. Kadar Fe dan daya Terima Biskuit dengan Berbagai


Proporsi Tepung Teri (Stolephorus Commersoni) (dibawah bimbingan
DJAMHARI H. SUWANDONO).

b. Makanan untuk kelompok masyarakat berdasarkan klasifikasi gizi dalam daur


kehidupan

EMA DEWI YULIANTI MALA. Analisis Makanan Formula Dari Tepung Uwi.
Tepung Kacang Hijau dan Tepung Cakar Ayam sebagai Makanan Tambahan Untuk
Anak Sekolah Dasar. (dibawah bimbingan Rr. ENDANG SUTJIATI).

JAYANAH. Pembuatan Bahan Makanan Campuran Untuk Ibu Hamil (dibawah


bimbingan MAIMUNAH HINDUN PULUNGAN).

PRASETYANING MANGESTI, Pengaruh Substitusi Tepung Kedelai dan Tepung


Tapioka Terhadap Kadar protein. Kadar ,Air, dan Volume Pengembangan Serta
Mutu Organoleptik Roti (dibawah bimbingan YOHANES KRISTIANTO).

56
c. Produk-produk untuk terapi diet pasien di Rumah Sakit maupun pasien rawat jalan

ANIS FARIDA, Pengaruh penambahan kacang hijau pada tahu sutera (kajian
Kadar Protein dan sifat organoleptik) (di bawah bimbingan Rr. ENDANG
SUTJIATI)

SRI MAHARUSTIN. Studi Pengaruh Instanisasi terhadap Viskositas, Energi dan


Protein Nutrisi Enteral Polimerik (dibawah bimbingan ASTUTIK
PUDJIRAHAYU).

ENI KUSMIYANTI RAHAYU. Pengaruh Penambahan Mout Jagung pada Susu


kedelai (Kajian Mutu Protein, Daya Terima Masyarakat dan Analisis Ekonomi) (Di
bawah Bimbingan ENDANG SUTJIATI).

d. Makanan umum (jenis makanan baru, fast food, functional food)

NINA ERYWIYATNO. Pengaruh Bahan dan Konsentrasi Perendam Na2HPO4


dan Na5P3O10 terhadap Mutu Fisik, Kimia, dan Mutu Organoleptik Beras Instan
(dibawah bimbingan YOHANES KRISTIANTO).

NIA NOVITA WIRAWAN, Pemanfaatan Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis (L)
Osbeck) sebagai Sumber Pektin dalam Pembuatan Jelly Kesemek (Diospyros kaki
L.f) (dibawah bimbingan JAMHARI H.S.).

ROMI PURWANINGSIH. Mutu Cookies Dedak Padi (Kadar Serat dan Daya
Terima) dari Berbagai Proporsi dan Jenis Dedak Padi. (dibawah bimbingan
Tapriadi).

ENI ISKHANAH. Pengaruh Penambahan Bekatul Terhadap Mutu dan Daya


Terima Roti Tawar (dibawah bimbingan ENDANG SUTJIATI).

ANISATUL FARIDAH. Pengaruh Lama Fermentasi pada Minuman Sari Tempe


(Kajian Viskositas, Kadar Nitrogen Terlarut dan Mutu Organoleptik) (dibawah
bimbingan ASTUTIK PUDJI RAHAYU).

PUNJUNG EKO CAHYONO. Pengaruh Subtitusi Kacang Hijau (Vigna radia L).
terhadap Viskositas, Kadar Air, Energi dan Zat Gizi, serta Organoleptik Minuman
Sari Tempe. (dibawah bimbingan SULISTIASTUTIK).

GALUH ARDIANTI. Pengaruh Penambahan Tepung Bungkil Kacang Tanah


(Arachis hipogaea L) Terhadap Kadar Protein, Kadar Fe dan Kualitas Protein Mie
Basah (di bawah bimbingan SUKARDI).

LUXY EVA ANOM SARI. Pengaruh Penambahan Tepung Rebon Kering


Terhadap Kadar Protein. Kadar Fe dan Daya Terima Mi Instant (Dibawah
Bimbingan Ir. Endang Sutjiati, BSc).

57
NUR ELI ASOMAH. Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi Starter terhadap
Mutu Yoghurt Santan Kelapa (Tinjauan pH, Kadar Lemak dan Daya Terima)
(dibawah bimbingan SUKARDI).

SITI ASTHARINA. Pengaruh Penambahan Ekstrak Ampas Tape Terhadap Mutu


Brem Padat (Tinjauan Kadar Air, Nilai Ph, Kadar Abu dan Daya Terima
Masyarakat) (dibawah bimbingan TAPRIADI).

PIPIN PUSPITA SARI. Pemanfaatan Buah Semu Jambu Mete Dan Cakar Ayam
Dalam Pembuatan Abon Jambu Mete (Kajian Kadar Protein, Daya Terima dan
Analisis Biaya) (dibawah bimbingan ENDANG SUTJIATI).

PRIYADI SUGIHARTO. Pengaruh Penambahan Bumbu Pada Pembuatan Tempe


Kedelai Terhadap Kadar Protein dan Daya Terima Masyarakat (dibawah bimbingan
MIMUNAH HIDUN PULUNGAN).

RENY JOSEPHINE SITOMPUL, Pengaruh Penambahan Susu Kedelai terhadap


Kadar Laktosa dan Daya Terima Es krim (di bawah bimbingan MAIMUNAH
HINDUN PULUNGAN).

RIEN ARIYANI. Kadar Protein dan Daya terima Masyarakat terhadap Mie
Singkong Basah dengan Penambahan Daging ikan Cucut (Charcharinus Limbatus).
(dibawah bimbingan ENDANG SUTJIATI).

WIWIK RUSMI WIDARI. Pengaruh Konsentrasi Laru terhadap Kadar Protein dan
Daya Terima Tempe Biji Kecipir. (Phosphocarpus tetragonolobus) (di bawah
bimbingan JAMHARI H. SUWANDONO).

YAYUK SAKTI WIDAYATI M. Pemanfaatan Buah Apel (Malus Sylvestris Mill)


Sortiran Sebagai Tofi Apel (di bawah bimbingan JAMHARI H. SUWNDONO).

FARIDA WIDIYANTI. Pengaruh Substitusi Parsial Kacang Tunggak (Vigna


zrnguiczrluta) Terhadap Kadar Protein dan Daya Terima Tahu (dibawah bimbingan
DJAMHARI HS).

2. Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna

ENDANG YULIANTI, Pengaruh Suhu dan Lama Pengukusan Terhadap Kadar


Albumin, Rendemen, dan Total Padatan pada Ikan Belut (Monopterus albus
Zuieuw) dengan Metode Ekstraksi secara Pengukusan. (dibawah bimbingan NUR
RAHMAN).

LULUK MAS’ADAH. Pengaruh Metode Pasteurisasi dan Lama Pendinginan


Terhadap Mutu Mikrobiologi dan Nilai pH Susu Sapi (Dibawah bimbingan NUR
RAHMAN).

BURHAN SAMSUDIN SAID, Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap


Penurunan Kadar Karoten dalam Tepung Tape Ubi Jalar Kuning (Ipomea Batatas
(f)) (di bawah bimbingan Theresia Puspita).

58
ULFATUN CHASANAH. Pengaruh Umur Panen dan Konsentrasi Natrium
Metabisulfit terhadap Mutu Jamur Tiram Putih Kering (Pleurotus spp.) (Kajian
Mutu Fisik, Mutu Kimia dan Mutu Organoleptik), (Dibawah bimbingan NUR
RAHMAN).

SAHMIR. Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Kadar Asam Sianida dan Daya
Simpan Gadung (Dioscorea hispida, Dennst), ( di bawah bimbingan ASTUTIK
PUDJIRAHAJU ).

ERISKA PETTY HERDAMUKTI. “Pengaruh Metode Pemasakan Terhadap Kadar


Prolin, Rendeman dan Organoleptik Sari Cakar Ayam” (di bawah bimbingan
Djamhari HS).

HADI SADAR ATMADJA. Studi Pembuatan Kecap Bekicot (Achantina fulika)


Kajian Dari pH Hidrolisis Asam.(Dibawah Bimbingan Rr. Endang Sutjiati).

RAHMAWATI HIDAYAH. Pengaruh Konsentrasi Antioksidan Butil


Hidroksitoluen (BHT) Terhadap Intensitas Cita Rasa Langu (Beany Flavor) dan
Bilangan Iodin Susu Kedelai (dibawah bimbingan Djamhari HS)

ABDUL SAHD, Pengaruh Lama Fermentasi Terhadapa Berat, Tekstur Pelikel dan
Daya Terima Nata de Coco (di bawah bimbingan TANOE).

DEWI PURWANTI YULIANDRI. Pengaruh Cara Penyeduhan Teh terhadap


Kadar Tannin Minuman Teh (dibawah bimbingan ENDANG SUTJIATI).

ESTI WULANDARI. Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Kadar Garam, daya


Terima dan Daya Simpan Ikan Tongkol (Euthynnus sp) (Di bawah bimbingan
ASTUTIK PUDJIRAHAJU).

GALUH RATNAWATI ROFIQOH. Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap


Kadar Garam dfan Daya Simpan Telur Itik (Di bawah Bimbingan ASTUTIK
PUDJIRAHAYU).

HERI YULIANTO. Pengaruh Perkecambaan Terhadap Kadar Protein Kadar N-


Amino dan Daya Terima Tempe Kara Benguk (Mucuna Utilis) (dibawah
bimbingan HARIJONO).

3. Pengawasan Mutu Makanan

MARIANA ADAM, Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada


Tempat Pengolahan Makanan Instalasi Gizi RST Tk II dr. Soepraoen Malang (di
bawah bimbingan YOHANES KRISTIANTO).

NANDIKA CANDRA ERMYTASARI. Aspek Keamanan dan Nilai Gizi Makanan


Jajanan (Cilok/Pentol Saos) (Studi di Beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Sukun
Kota Malang) (Dibawah bimbingan SUGENG IWAN S.).

ANANG WAHYUDI. Analisa Keamanan Pangan dan Potensi Abon Ikan Tuna
(Thunnus sp) (Kajian pada Industri Rumah Tangga Nelayan Dusun Sendangbiru

59
Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang). (di
bawah bimbingan ASTUTIK PUDJIRAHAJU).

MARINA ARI PRATIWI. Identifikasi Formalin pada Tahu di Pasar Kota Malang
(Pasar Besar, Blimbing, Dinoyo, Gadang, Tawangmangu, Kebalen). (dibawah
bimbingan YOHANES KRISTIANTO).

YAYUK SRI RAHAYU. Tingkat Penyediaan Natrium dari susu formula Bayi Usia
0-6 Bulan (Complete Starting Formula) Didasarkan pada pentunjuk konsumsi pada
label. (di bawah bimbingan ENDANG SUTJIATI).

EDI PURWANTO. Identifikasi Eschericia coli pada Selada Tahu Campur yang
Dijual di Pasar Besar Malang (Ditinjau dari Higiene Sanitasi) (dibawah bimbingan
TAPRIADI).

4. Perilaku Konsumen

HENI TRIAS KUNTARI, Analisis Persepsi Kualitas dan Harga serta Hubungannya
dengan Konsumsi Berbagai Merek Minyak Goreng (Studi di Pasar Oro-oro Dowo
dan Pasar Klojen, Kota Malang) (Dibawah bimbingan ASTUTIK
PUDJIRAHAJU).

AMINASIH, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan lbu Balita Dalam


Penambahan MSG Untuk Masakan Keluarga di Posyandu Kelurahan Karangsari
Kecamatan Sukorejo Kota Blitar (di bawah bimbingan AGUS HERI SANTOSO).

60
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, DR, Sweeney, DJ, Williams, TA, 1994, Introduction to Statistics: Concepts and
Applications, 3rd ed, West Publishing Company, Minneapolist/St.Paul.
Dewi TQ, Anwar F, Yuliati LN, 2002, Pemanfaatan Belut (Monoptherus albus ZUIEUW)
dalam Pembuatan Sosis Ikan, Media Gizi dan Keluarga,
Erywiyatno, N, Kristianto, Y, 2003, Pengaruh Bahan dan Konsentrasi Perendam Na2HPO4
dan Na5P3O10 terhadap Mutu Fisik, Mutu Kimiawi, dan Mutu Organoleptik Beras
Instan, Media Gizi dan Keluarga, vol. 27, pp. 86 – 92.
Gaspersz, V., 1995, Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan 1, Tarsito, Bandung.
Harvard Referencing, 2001, [Online], Available:
http://startup.curtin.edu.au/library/harvard.html, [16 Sept 2001].
Kunert, J, 200, Workshop on The Statistical Analysis of Sensory Profiling Data:
Randomization/Permutation/ANOVA, Food Quality and Preference, vol. 11, pp.
141 – 143.
Nazir, M., 1988, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Siegel, S., 1994, Statistik Non-parametrik, (terjemahan oleh: Z Suyuti dan L Simatupang),
edisi keenam, Gramedia, Jakarta.
Steel, RGD dan Torrie, JH, 1993, Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan
Biometrik, Penerjemah: Bambang Sumantri, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Tumbaleka, AR dkk., 1995, Pengukuran, dalam Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Klinis, editor: S. Sastroasmoro dan S. Ismael, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK
UI, Jakarta, pp. 27 - 41.

61