Anda di halaman 1dari 19

a.

Biaya pemboran eksplorasi dalam 2 bulan

Kegiatan pemboran eksplorasi membutuhkan biaya yang sangat banyak dan

mahal. Oleh karena itu, agar kegiatan pemboran berjalan dengan lancar dan sebaik

mungkin. maka perlulah diketahui berapa besar biaya yang dibutuhkan dalam

kegiatan tersebut. Biaya yang diperlukan adalah:

1. Rig

Untuk mendukung kegiatan pemboran, perusahaan menyewa sebuah mesin rig

baru lengkap beserta alat pendukungnya. Type mesin rig yang digunakan adalah

sonyc samp drill dengan estimasi harga sewa rig per meter berjumlah Rp.1.500.000

sudah termasuk biaya variabel.

Dengan rata-rata kedalaman yang diperoleh selama 1 bulan, yaitu 560 meter,

maka estimasi harga sewa rig selama 1 bulan adalah :

Tabel 5.2 Estimasi harga sewa mesin rig selama 2 bulan.

Bulan Kedalaman Harga sewa Harga sewa


(m) (Rp) perbulan (Rp)
1 560 1.500.000 840.000.000
2 560 1.500.000 840.000.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018.

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝑟𝑖𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑘𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 × ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎

= 6720𝑚 × 𝑅𝑝. 1.500.000

= 𝑅𝑝. 10.080.000.000
Dalam pengoperasian mesin rig, terdapat beberapa item yang mendukung

berlangsungnya kegiatan pemboran tersebut. Item- item yang menjadi tanggungan PT.

BAIT dikelompokkan menjadi 2 item klasifikasi biaya operasional yaitu biaya

variabel dan biaya tetap. Namun, biaya variabelnya sudah termasuk dalam biaya

penyewaan rig.

Biaya variabel

a. Air

Penggunaan air pada kegiatan pemboran sangat penting, dimana air berfungsi

sebagai campuran dengan tanah menjadi lumpur pemboran yang berfungsi untuk

mendinginkan pipa pemboran dan mata bor. Dan juga berfungsi untuk mengangkat

cutting ke permukaan.

Air yang digunakan ditampung dalam penampungan 5000 liter sebanyak. Dengan

harga pengisian Rp. 400.000. Penggunaan air pada bulan september sebanyak 14

kali pengisian, bulan oktober sebanyak 22 kali pengisian, bulan november

sebanyak 19 kali pengisian, dan bulan desember sebanyak 13 kali pengisian. Jadi

rata-rata pengisian air untuk 4 bulan tersebut adalah 17 kali pengisian tiap bulan.

Tabel 5.3. Penggunaan dan pembelian Air selama 1 tahun project

Bulan Penggunaan air Harga Total


satuan (Rp)
(Rp)
1 17 400.000 6.800.000
2 17 400.000 6.800.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 × ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛


= 204 × 𝑅𝑝. 400.000

= 𝑅𝑝. 81.600.000

b. Oli

Penggunaan Oli pada kegiatan pemboran sangat penting, dimana oli berfungsi

sebagai pelumas yang menjadikan mesin tetap awet. Oleh karena itu penggantian

dan penambahan oli merupakan hal yang sangat penting. Ada 2 mesin yang

mendukung berlangsungnya kegiatan pemboran yaitu Yanmar TF 85 dan Brendel

40. Dalam kegiatan operasinya kedua mesin tersebut menggunakan type oli 40

produksi pertamina. Selain 2 mesin itu terdapat juga pompa hidrolik yang

berfungsi untuk mentrasmisikan olo hidrolik ke panel sehingga dapat

menggerakkan mesin pemboran. Tipe oli hidrolik yang digunakan adalah hydraulic

oil 68.

 Penggunaan oli pada mesin Kubota V 3800 – TIEF 4B

Kapasitas tangki oli pada mesin Kubota sebesar oli 13,2 liter dan lamanya

waktu penggantian oli selama 150 jam.

 Penggunaan oli pada mesin Yanmar TF 65

Mesin Yanmar TF 85 memiliki kapasitas tangki oli sebesar 1,8 liter dan

lamanya waktu penggantian oli selama 100 jam.

 Penggunaan oli pada mesin Bredel 40

Kapasitas tangki oli pada mesin brendel 40 sebesar 2,5 liter dan lamanya

waktu penggantian oli selama 120 jam.

 Penggunaan oli hidrolik

Oli hidrolik yang digunakan ditampung dalam tangki hidrolik yang

memiliki kapasitas tangki sebesar 90 liter dan lamanya penambahan oli


selama 2 minggu. Pada awal pemboran pengisian oli diisi penuh 90 liter

dan akan mengalami pengurangan 15 liter tiap 2 minggu sekali. Sehingga

pada bulan I penggunaan oli sebanyak 105 liter dan 30 liter setiap

bulannya mulai bulan kedua dan seterusnya.

Tabel... Penggunaan Oli selama 2 bulan

Oli 40
Bulan Total Oli hidrolik 68
Yanmar TF65 Brendel 40
(l) (l)
(l) (l)
Oktober 3,6 5,4 9 30

November 5 5 10 30

Total 8,6 10,4 19 60

Sumber : Olahan Penulis, 2018

Dalam 2 bulan ini penggunaan oli 40 pada mesin Yanmar TF 65 dan

Brendel 40 sebanyak 8,6 liter dan 10.4 liter. Jadi total penggunaan oli 40

pada kedua mesin selama 2 bulan sebanyak 19 liter. Penggunaan oli

hidrolik selama 2 bulan sebanyak 60 liter. Kedua jenis oli ini memiliki

harga yang berbeda dimana oli 40 Rp 37.000/liter dan oli hidrolik 68

kyoso Rp 21.000/liter. Berikut biaya pembelian oli selama 2 bulan :

Tabel....biaya pembelian oli selama 2 bulan

Oli 40
Total oli 40 Oli hidrolik 68 Total biaya
Bulan Yanmar TF 65 Brendel 40 (Rp) (Rp) (Rp)
(Rp) (Rp)
Oktober 133.200 185.000 333.000 630.000 963.000

November 199.800 185.000 R370.000 630.000 1.000.000


Total (Rp) 1.963.000

Sumber : Olahan Penulis, 2018

c. Solar

Bulan Harga solar

(Rp)

Oktober 803 6.400 5.139.200

November 906 6.400


5.990.400

Total (Rp) 1739 11.129.600

d. Consumable fluida

Fluida yang digunakan antara lain :

1. Grease

Grease digunakan untuk melumasi besi atau mesin sehingga dapat berfungsi

dengan baik dan cepat. Dalam 1 pail terdapat 18 kg grease. Dengan 18 kg ini

dapat digunakan untuk 1 tahun pekerjaan pemboran.

2. Mama lemon ( value plus )

Dalam 1 pail terdapat 4 liter mama lemon. Dengan 4 liter ini dapat digunakan

hingga 4 hole pemboran.

Bulan Greaase Mama lemon


(l)

Oktober - 7

November - 9

Total (Pail) - 16

Dalam pemboran ini consumable fluida yang dibutuhkan untuk 2 bulan yaitu

Oktober dan November sebanyak 16 pail mama lemon.

Bulan Greaase Mama lemon

(Rp)

Oktober - 294.000

November - 378.000

Total (Rp) 672.000

e. Spare part

Kegiatan pemboran yang dilakukan seringkali menimbulkan kehausan, kerusakan,

atau kondisi tidak layak pakai pada mesin atau peralatan pemboran yang dapat

menghambat proses pekerjaan pemboran. Oleh karena itu alat yang rusak atau

tiddak layak pakai perlu diganti sehingga dapat memperlancar kegiatan pemboran.

Dari kegiatan pemboran yang diperkirakan kerusakan atau kondisi tidak layak

pakai terjadi pada berbagai komponen yaitu :

1. Mesin Yanmar TF 65
Kerusakan pada mesin merupakan suatu hal yang tidak diinginkan. Untuk

menghindari, menjaga serta merawat mesin Yanmar TF 65 agar tetap awet

maka perlu dilakukan penggantian filter solarnya sebulan sekali.

2. Mesin Brendel 40

Selain mesin Yanmar, mesin brendel juga perlu dirawat dan dijaga. Agar tetap

awet maka perlu dilakukan penggantian filter solarnya juga secara berkala

yakni sebulan sekali.

3. Mata bor

Mata bor yang digunakan adalah Tungsten Carbide Insert ( TCL ). Mata bor

yang digunakan terjadi 1x penggantian dengan total kedalaman 1000-1500

meter.

Spare part Bulan

Oktober November

Yanmar TF 65

Brendel 40

Biaya Tetap

a. Gaji Manpower

Dalam kegiatan pemboran, yang dibutuhkan bukan saja alat dan bahan tetapi

diperlukan manpower, yaitu tenaga yang dapat mengendalikan, mengoperasikan,


dan menjelaskan fungsi alat dan bahan tersebut. Dalam kegiatan pemboran dimana

peneliti melakukan penelitian, manpower yang digunakan antara lain :

 Driller

 Helper

 Geologis

Untuk kegiatan pemboran di PT. Bhakti Alam Indonesia Timur, mempunyai

tanggungan gaji untuk 7 orang karyawan, yakni 1 orang driller, 4 orang helper, dan 2

orang geologis. Tugas dari karyawan – karyawan tersebut antara lain :

 Driller

Di PT. BAIT, tugas seorang driller mencakup sebagai mekanik. tugas –

tugasnya antara lain :

 Mengoperasikan mesin bor, dan mesin pompa.

 Mengatur, mengawasi dan melaksanakan kegiatan pemeliharaan, perbaikan

mesin dengan efektif dan efisien, agar mesin yang digunakan tetap bertahan

dan kemampuan mekanismenya semakin meningkat dan rig selalu siap

dioperasikan tanpa hambatan apapun.

 Memeriksa semua perlengkapan alat dari mesin – mesin sebelum dan

sesudah pemboran berakhir.

 Memandu dan mengontrol helper untuk pekerejaan saat pemboran.

Tabel 5.4 Perincian gaji karyawan selama 1 tahun project

Bulan Driller Helper Geologis Total (Rp)


Oktober
100.440.000 153.440.000
13.000.000 80.000.000

November
117.060.000 170.060.000
13.000.000 80.000.000
Total (Rp)
323.500.000

Sumber : Olahan Penulis, 2018.

Maka total biaya pemboran eksplorasi selama 2 bulan project adalah Rp


7.896.234.300. Dengan rincian sebagai berikut :

1. Biaya pembelian 1 rig pemboran tipe SonicSampDrill sebanyak Rp

7.527.330.000

2. Biaya pembelian oli yang terdiri dari 19 liter oli 40 dan

3. Gaji karyawan yang terdiri dari 1 Driller, 2 Helper tetap, 2 Helper tidak

tetap dan 2 Geologis berjumlah Rp 1.980.000.000.

Tabel 5.5 Estimasi total biaya eksplorasi selama 1 tahun

Item Biaya Jumlah Biaya

Penyewaan mesin rig baru Rp 10.080.000.000

Pembelian air Rp 81.600.000

Gaji Rp 1.980.000.000

Total Rp12.141.600.000

Sumber : Olahan Penulis, 2018.

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑒𝑘𝑠𝑝𝑙𝑜𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

= ∑𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑤𝑎𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛 𝑟𝑖𝑔 + ∑𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟 + ∑𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑖𝑎𝑤𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 10.080.000.000 + 𝑅𝑝. 81.600.000 + 𝑅𝑝. 1.980.000.000

= 𝑅𝑝. 12.141.600.000

5.2 Estimasi Aliran Kas Pemboran Eksplorasi Dalam 1 Tahun.

Dasar dari perhitungan estimasi aliran kas dalam pemboran eksplorasi yaitu harus

dilakukan terlebih dahulu estimasi aliran kas keluar dan aliran kas masuk. Aliran kas
keluar dan aliran kas masuk didapatkan dari kegiatan investasi awal, kegiatan

operasional serta hasil penjualan jasa pemboran.

5.2.1. Estimasi aliran kas keluar pemboran eksplorasi

Estimasi aliran kas keluar diawali dengan adanya penyewaan alat dimana

harga sewanya sudah termasuk kegiatan operasional yaitu biaya variabel.

Estimasi aliran kas keluar pemboran eksplorasi adalah untuk penyewaan mesin

rig yang baru dan kegiatan operasional mesin rig.

5.2.1.1. Estimasi aliran kas keluar penyewaan mesin rig yang baru.

Agar mendukung kegiatan pemboran eksplorasi perusahaan menyewa

mesin rig pemboran yang baru dengan type sonyc samp drill. Estimasi

harga sewa rig dihitung berdasarkan kedalaman titik bor. Harga sewa

permeternya berjumlah Rp. 1.500.000 yang sudah termasuk biaya

variabelnya.

Tabel 5.6 Estimasi harga sewa rig


Bulan Kedalaman Harga satuan Total harga (Rp)
(m) (Rp)
1 560 1.500.000 840.000.000
2 560 1.500.000 840.000.000
3 560 1.500.000 840.000.000
4 560 1.500.000 840.000.000
5 560 1.500.000 840.000.000
6 560 1.500.000 840.000.000
7 560 1.500.000 840.000.000
8 560 1.500.000 840.000.000
9 560 1.500.000 840.000.000
10 560 1.500.000 840.000.000
11 560 1.500.000 840.000.000
12 560 1.500.000 840.000.000
Total 6720 10.080.000.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018.

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑘𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 × ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑤𝑎


= 6720𝑚 × 𝑅𝑝. 1.500.000
= 𝑅𝑝. 10.080.000.000
5.2.1.2. Estimasi aliran kas keluar kegiatan operasional

Biaya operasional dikelompokkan ke dalam 2 klasifikasi yaitu biaya

variabel dan biaya tetap.

a. Biaya variabel

Air

Penggunaan air pada kegiatan pemboran sangat penting,

dimana air berfungsi sebagai campuran dengan tanah menjadi

lumpur pemboran yang berfungsi untuk mendinginkan pipa

pemboran dan mata bor. Dan juga berfungsi untuk mengangkat

cutting ke permukaan.

Air yang digunakan ditampung dalam penampungan 5000

liter sebanyak. Dengan harga pengisian Rp. 400.000. Penggunaan

air pada bulan september sebanyak 14 kali pengisian bulan oktober

sebanyak 22 kali pengisian, bulan november sebanyak 19 kali

pengisian, dan bulan desember sebanyak 13 kali pengisian. Jadi

rata-rata pengisian air untuk 4 bulan tersebut adalah 17 kali

pengisian tiap bulan.

Tabel 5.7. Penggunaan dan pembelian Air selama 1 tahun project

Bulan Penggunaan air Harga satuan Total


(Rp) (Rp)
1 17 400.000 6.800.000
2 17 400.000 6.800.000
3 17 400.000 6.800.000
4 17 400.000 6.800.000
5 17 400.000 6.800.000
6 17 400.000 6.800.000
7 17 400.000 6.800.000
Bulan Penggunaan air Harga satuan Total
(Rp) (Rp)
8 17 400.000 6.800.000
9 17 400.000 6.800.000
10 17 400.000 6.800.000
11 17 400.000 6.800.000
12 17 400.000 6.800.000
Total 204 81.600.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018

𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 × ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛

= 204 × 𝑅𝑝. 400.000

= 𝑅𝑝. 81.600.000

b. Item yang termasuk dalam biaya tetap adalah :

Gaji manpower

Dalam kegiatan pemboran manpower yang dibutuhkan antara lain :

1. Driller

Driller yang bekerja sebanyak 1 orang dan gaji per meter Rp.

200.000, jadi gaji untuk 1 bulan adalah

𝐺𝑎𝑗𝑖 𝐷𝑟𝑖𝑙𝑙𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 = 𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 × 𝑘𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 200.000 × 560𝑚

= 𝑅𝑝. 112.000.000

Maka gaji Driller dalam 1 tahun adalah

𝐺𝑎𝑗𝑖 𝐷𝑟𝑖𝑙𝑙𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = 𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛


= 𝑅𝑝. 112.000.000 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 1.344.000.000

2. Helper

Helper yang bekerja sebanyak 4 orang yaitu 2 orang helper tetap

dan 2 orang helper tidak tetap. Dengan gaji per orang untuk

helper tetap dalam 1 hari Rp. 150.000, jadi gaji 2 orang helper

tetap untuk 1 hari adalah 2 × Rp. 150.000 = Rp. 300.000.

Sedangkan gaji per orang untuk helper tidak tetap dalam 1 hari

Rp. 100.000, jadi gaji 2 orang helper tidak tetap untuk 1 hari

adalah 2 × Rp. 100.000 = Rp. 200.000. Maka total gaji untuk 4

orang dalam 1 hari adalah Rp. 300.000 + Rp. 200.000 = Rp.

500.000.

𝐺𝑎𝑗𝑖 𝐻𝑒𝑙𝑝𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 = 𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 × ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑓 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 1 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 500.000 × 26 ℎ𝑎𝑟𝑖

= 𝑅𝑝. 13.000.000

Maka total gaji Helper dalam 1 tahun adalah

𝐺𝑎𝑗𝑖 𝐻𝑒𝑙𝑝𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = 𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 13.000.000 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 156.000.000

3. Geologis

Geologis yang bekerja sebanyak 2 orang dengan gaji per orang

dalam 1 bulan Rp. 20.000.000, jadi gaji 2 orang Geologis untuk 1

bulan adalah 2 × Rp. 20.000.000 = Rp. 40.000.000.

Maka gaji Geologis dalam 1 tahun adalah


𝐺𝑎𝑗𝑖 𝐺𝑒𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = 𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 40.000.000 × 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 480.000.000

Maka estimasi aliran kas keluar untuk menggaji manpower 7 orang

yang terdiri dari 1 orang Driller, 2 orang Helper tetap, 2 orang

Helper tidak tetap dan 2 orang Geologis selama 1 tahun project

dapat dilihat pada tabel ini.

Tabel 5.8. Estimasi aliran kas keluar gaji manpower selama 1 tahun project

Bulan Driller Helper Geologis Total (Rp)


1 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
2 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
3 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
4 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
5 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
6 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
7 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
8 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
9 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
10 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
11 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
12 112.000.000 13.000.000 40.000.000 165.000.000
Total (Rp) 1.344.000.000 156.000.000 480.000.000 1.980.000.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018.

𝐺𝑎𝑗𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑖𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑑𝑟𝑖𝑙𝑙𝑒𝑟 + ∑𝑔𝑎𝑗𝑖 𝐻𝑒𝑙𝑝𝑒𝑟 + ∑𝑔𝑎𝑗𝑖 𝐺𝑒𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖𝑠

= 𝑅𝑝. 1.344.000.000 + 𝑅𝑝. 156.000.000 + 𝑅𝑝. 480.000.000

= 𝑅𝑝. 1.980.000.000

Maka total estimasi aliran kas keluar pemboran eksplorasi selamaa 1

tahun terdiri dari penyewaan rig dimana harga sewa sudah termasuk
dengan kegiatan operasional yakni biaya variabel kecuali penggunaan air,

berjumlah Rp 10.080.000.000. Sedangkan untuk kegiatan operasional (

Biaya tetap ) berjumlah Rp 1.980.000.000.

Tabel 5.9 Estimasi aliran kas keluar selama 1 tahun project

Bulan Penyewaan Rig Pembelian air Gaji Kariawan Total(Rp)

1 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000


2 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
3 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
4 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
5 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
6 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
7 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
8 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
9 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
10 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
11 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
12 840.000.000 6.800.000 165.000.000 1.011.800.000
Total (Rp) 10.080.000.000 81.600.000 1.980.000.000 12.141.600.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018.

𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

= ∑𝑝𝑒𝑛𝑦𝑒𝑤𝑎𝑎𝑛 𝑟𝑖𝑔 + ∑𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟 + ∑𝑔𝑎𝑗𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑖𝑎𝑤𝑎𝑛

= 𝑅𝑝. 10.080.000.000 + 𝑅𝑝. 81.600.000 + 𝑅𝑝. 1.980.000.000

= 𝑅𝑝. 12.141.600.000

Gambar 5.1. Diagram aliran kas keluar selama 1 tahun project

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000


1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000 1.011.800.000
600.000
000

10.080.000.000
Dari semua estimasi aliran kas keluar yaitu dari penyewaan mesin rig dan

gaji karyawan maka total aliran kas keluar dalam 1 tahun adalah

Rp. 12.141.600.000.

5.2.2. Estimasi aliran kas masuk ( Cash Flow ) pemboran eksplorasi

Estimasi aliran kas masuk dihitung berdasarkan jumlah jasa yang dihasilkan

dari pemboran yang menggunakan mesin rig yang baru. Estimasi aliran kas

masuk dari rig yang baru berasal dari kegiatan pemboran inti saja, yang terjadi

saat kegiatan pemboran.

5.2.1.1 Estimasi aliran kas masuk pemboran inti

Jasa pemboran inti yang dilakukan diberi harga dengan permeternya

adalah Rp 2.000.000.

Berdasarkan data log rig sonyc samp drill dari pertengahan bulan

September sampai pertengahan bulan Desember, dengan banyak hole

yang di dapat adalah 102 hole dengan total kedalaman yang diperoleh

1729,45 meter dengan lama pekerjaan 78 hari. Berdasarkan data tersebut

didapat rata-rata per hole adalah 16,96 dengan lama pengerjaannya 0,78

hari. Rata-rata tersebut digunakan sebagai acuan dalam memperkirakan

meteran yang didapat dengan mesin rig yang baru. Dengan rig yang baru

ini setiap bulannya didapat 33 hole dengan kedalaman untuk 33 hole

tersebut 560 meter. Maka dalam jangka waktu 6 bulan dalam 1 tahun

didapat 198 hole dengan total kedalaman hole 3360 meter.

Maka aliran kas masuk perbulan adalah

𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 = 𝐾𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 × 𝑇𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑜𝑟𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑡𝑖


= 560𝑚 × 𝑅𝑝. 2.000.000

= 𝑅𝑝. 1.120.000.000

Tabel 5.10 Estimasi aliran kas masuk selama 1 tahun project

Bulan Kedalaman Tarif pemboran inti Aliran Kas Masuk


(meter) (Rp) (Rp)
1 560 2.000.000 1.120.000.000
2 560 2.000.000 1.120.000.000
3 560 2.000.000 1.120.000.000
4 560 2.000.000 1.120.000.000
5 560 2.000.000 1.120.000.000
6 560 2.000.000 1.120.000.000
7 560 2.000.000 1.120.000.000
8 560 2.000.000 1.120.000.000
9 560 2.000.000 1.120.000.000
10 560 2.000.000 1.120.000.000
11 560 2.000.000 1.120.000.000
12 560 2.000.000 1.120.000.000
13.440.000.000
Total 6720
Sumber : Olahan Penulis, 2018.

𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = ∑𝑘𝑒𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚𝑎𝑛 × 𝑡𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑜𝑟𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑡𝑖

= 6720𝑚 × 𝑅𝑝. 2.000.000

= 𝑅𝑝. 13.440.000.000

Dari tabel 5.8. didapat total estimasi aliran kas masuk pada project pemboran

eksplorasi yang terdiri dari pemboran inti (coring) selama 1 tahun. Total estimasi

aliran kas masuk pada kegiatan pemboran eksplorasi selama 1 tahun adalah Rp

13.440.000.000.
Gambar 5.2. Diagram aliran kas masuk selama 1 tahun project
1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000
1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000 1.120.000.000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

10.080.000.000

Berdasarkan estimasi aliran kas keluar dan estimasi aliran kas masuk maka dapat

dibuat aliran kas (cash flow). Aliran kas sendiri merupakan jumlah uang yang

masuk dan keluar dari kegiatan pemboran eksplorasi selama 1 tahun. Total

estimasi aliran kas keluar dalam 1 tahun project pemboran eksplorasi sebesar Rp

Rp. 12.141.600.000 dan total estimasi aliran kas masuk selama 1 tahun sebesar

Rp 13.440.000.000.

Tabel 5.11. Estimasi cash flow selama 1 tahun project

No Elemen Aliran Kas Sub jumlah Jumlah


1 Jumlah Penerimaan Kas Rp13.440.000.000
Pengeluaran
a. a. Penyewaan mesin rig Rp 10.080.000.000
b. b. Pembelian air Rp 81.600.000
c. c. Kegiatan Operasional Rp 1.980.000.000
d. (Biaya Tetap)
2 Jumlah Pengeluaran Rp 12.141.600.000
3 Pendapatan Terpajak Rp 1.298.400.000
4 Pajak (30%) Rp 389.520.000
5 Laba Bersih Rp 908.880.000
Sumber : Olahan Penulis, 2018.