Anda di halaman 1dari 10

DAMPAK PEMBANGUNAN PERUSAHAAN WHW

TERHADAP LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT

Disusun Oleh
Deni H1081151028
Eka Oktapyani H1081151007
Hatib H1081131017
Maulana Hidayat H1081151033
Rahmat Khairul Saleh H1091151013
Rika Antonia H1081151044
Rita Dwi Ayu Lestari H1081151028
Siti lestari H1091141033

PROGRAM STUDI KELAUTAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018
BAB 1
PENDAHULUAN

Indonesia merupakan Negara berkembang dengan segala bentuk


pembangunan di berbagai bidang, bertujuan untuk kesejahteraan rakyat
termasuk diantaranya membangun sektor ketenagakerjaan. Globalisasi
ditandai dengan adanya keterbukaan investor asing dalam hal ketenagakerjaan.
Selain itu dengan mulai dicanangkannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
yang salah satunya membuka perdagangan bebas bagi barang dan jasa, salah
satu misi MEA adalah meliberalisasi perdagangan dalam bidang barang dan
jasa. Sehingga dengan berlakunya MEA, arus masuk tenaga kerja asing serta
professional asing ke Indonesia tidak dapat dihindari lagi.
Tujuan penggunaan tenaga kerja asing tersebut adalah untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan professional pada bidang tertentu
yang belum dapat diduduki oleh tenaga kerja lokal serta sebagai tahapan
dalam mempercepat proses pembangunan nasional maupun daerah dengan
jalan mempercepat alih ilmu pengetahuan dan teknologi dan meningkatkan
investasi asing terhadap kehadiran TKA sebagai penunjang pembangunan di
Indonesia walaupun pada kenyataannya perusahaan yang ada di Indonesia
baik itu perusahaan-perusahaan swasta asing ataupun swasta nasional wajib
menggunakan tenaga ahli bangsa Indonesia sendiri. Tujuan pengaturan
mengenai Tenaga Kerja Asing jika ditinjau dari aspek hukum ketenaga
kerjaan pada dasarnya adalah untuk menjamin dan memberi kesempatan kerja
yang layak bagi warga negara Indonesia di berbagai lapangan dan tingkatan.
Sehingga dalam mempekerjakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia harus
dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang ketat dimulai dengan seleksi
dan prosedur perizinan hingga pengawasan. Indonesia memiliki sumber daya
manusia yang banyak tetapi kebanyakan tidak memiliki skill dan kemampuan
yang dapat membantu dan menguntungkan perusahaan, sehingga saat ini
banyak perusahaan yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Barat
khususnya Ketapang memilih mempekerjakan tenaga kerja asing untuk
bekerja di perusahaannya. Ada banyak perusahaan di Indonesia khususnya di
Kalimantan Barat yang menggunakan dan mempekerjakan tenaga kerja asing
di dalam perusahaannya.
Pada penelitian ini penulis mengambil tempat penelitian di PT. Well
Harvest Winning Alumina Refinery, perusahaan tersebut mendatangkan dan
menggunakan jasa tenaga kerja asing yang berasal dari Negara Cina
(Tiongkok). Menurut Pasal 45 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan, bahwa pemberi kerja wajib menunjuk tenaga kerja Indonesia
sebagai pendamping tenaga kerja asing yang dipekerjakan untuk alih teknologi
dan alih keahlian dari tenaga kerja asing, maka dari itu PT. Well Harvest
Winning Alumina Refinery juga mempekerjakan tenaga kerja Indonesia.
Peta lokasi perusahaan whw

PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery merupakan perusahaan


gabungan antara perusahaan lokal dan perusahaan asal Cina (Tiongkok) yang
berdiri pada tahun 2013, perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha industri
logam dasar mulia dan logam dasar bukan besi di Dusun Sungai Tengar Desa
Mekar Utama Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Selain
itu PT. Well Harvest Winning mempunyai banyak anak perusahaan dan berada
di bawah perusahaan tersebut. Perusahaan yang berada di Ketapang ini
mempekerjakan banyak tenaga kerja asing yang kebanyakan didatangkan dari
Negara Cina (Tiongkok). Menurut Pasal 47 ayat 1 Undang-undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenaga kerjaan Pemberi kerja wajib membayar
kompensasi atas setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakannya, dana
kompensasi di sini biasa disebut dengan istilah Dana Pengembangan Keahlian
dan Keterampilan Kerja (DPKK), dana tersebut merupakan dana yang
dibayarkan perusahaan pengguna tenaga kerja asing setelah tenaga kerja asing
tersebut telah mendapatkan izin atau persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat. Dana DPKK dibayar perusahaan
yang berada di Indonesia dengan tujuan untuk dapat mempekerjakan tenaga
kerja asing.
Selain berdampak pada ekonomi masyarakat baik secara positif maupun
negative, juga ada dampak fisik dan sosial budaya pengolahan, bahan alumina
ini menggunakan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan. Diketahui
bahwa perusahaan tersebut berada di dekat sungai sehingga dapat merusak
ekosistem disekitarnya.
BAB II
PEMBAHASAN

Menurut Pasal 47 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenaga kerjaan Pemberi kerja wajib membayar kompensasi atas setiap
tenaga kerja asing yang dipekerjakannya, dana kompensasi di sini biasa
disebut dengan istilah Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan Kerja
(DPKK). Dana tersebut merupakan dana yang dibayarkan perusahaan
pengguna tenaga kerja asing setelah tenaga kerja asing tersebut telah
mendapatkan izin atau persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Provinsi Kalimantan Barat. Dana DPKK dibayar perusahaan yang berada di
Indonesia dengan tujuan untuk dapat izin mempekerjakan tenaga kerja asing.
Pasal 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 02 Tahun 2008 juga
dijelaskan bahwa Pemberi kerja yang akan mempekerjakan Tenaga Kerja
Asing harus memiliki RPTKA yang digunakan sebagai dasar untuk
mendapatkan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), untuk memperoleh
IMTA perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing harus membayar
dana DPKK sebagai syarat memperoleh IMTA. Dalam hal ini untuk
memperoleh IMTA terlebih dahulu pemberi kerja mengajukan RPTKA,
pemberi kerja atau perusahaan harus melampirkan permohonan tertulis dan
memberitahukan alasan penggunaan tenaga kerja asing di dalam perusahaan
tersebut.
Pada prakteknya banyak perusahaan di Indonesia khususnya PT. Well
Harvest Winning Alumina Refinery yang mempekerjakan tenaga kerja asing
tidak memenuhi kewajibannya dengan mengurus Izin Mempekerjakan Tenaga
Asing (IMTA) serta membayarkan dana kompensasi berupa pembayaran dana
DPKK, sehingga status tenaga kerja asing pada perusahaannya menjadi ilegal.
Pada kasus yang terjadi pada PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery
adalah saat proses penjaringan yang dilakukan kantor Imigrasi Pontianak
tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut, banyak tenaga kerja
asing yang bekerja pada perusahaan tersebut tidak memiliki dan tidak dapat
menunjukan dokumen resmi yang lengkap kepada petugas, dalam hal ini
pengawasan dilakukan di bawah tanggung jawab Kantor Imigrasi Pontianak.
Kewajiban yang seharusnya dibayarkan oleh perusahaan sebagai pihak
pemberi kerja tetapi tidak dibayarkan dan membuat status tenaga kerja asing
yang di pekerjakan di perusahaannya menjadi ilegal merupakan suatu bentuk
kelalaian. Jika dihubungkan dengan teori tanggung jawab yang didasarkan
oleh kesalahan, tanggung jawab yang dibebankan kepada subjek hukum atau
pelaku yang melakukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana
dalam hal ini adalah pihak pemberi kerja (PT WHW), karena adanya
kekeliruan atau kealpaannya (kelalaian atau kelengahan).
Jumlah tenaga kerja asing yang dipekerjakan PT Well Harvest Winning
Alumina Refinery adalah 213 orang, dengan jumlah tenaga kerja asing laki-
laki sekitar 208 orang dan tenaga kerja asing perempuan berjumlah 5 orang
dengan menempati struktur jabatan tertentu. Peraturan Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2015 mengatur mengenai kewajiban-
kewajiban pemberi kerja. Salah satunya kewajiban tersebut adalah
menerapkan rasio penggunaan tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia
yakni 1:10. Artinya setiap pemberi kerja mempekerjakan satu tenaga kerja
asing maka berkewajiban untuk mempekerjakan 10 tenaga kerja Indonesia.
Jadi jika tenaga kerja asing dikontrak 6 (enam) bulan maka tenaga kerja
Indonesia sekurang-kurangnya harus dikontrak selama 6 (enam) bulan.
Ada bebrapa aspek yang dibahas pada penulisan paper ini ,aspek tersebut
ialah meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya dan fisik, berdasarkan dampak
positif, negatif, langsung dan tidak langsung :

2.1 Aspek Ekonomi


Pembangunan perusahaan WHW didalam perencanaan memang sudah
bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kenyataan yang kita
jumpai tidak selalu demikian, masyarakat tentunya tidak hanya
merasakan dampak positif tetapi aka nada dampak negative, langsung dan
tidak langsung seperti berikut:
a. Dampak Positif
Dampak positif yang dirasakan masyarakat di Dusun Sungai Tengar Desa
Mekar Utama Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat
yaitu mengurangi jumlah penggangguran, bertambahnya lapangan
pekerjaan yang baru, akses transportasi yang makin mudah (perbaikan
jalan), terbukanya daerah yang dulunya terisolir sekarang mendadak
ramai serta yang paling penting adalah menambah Pendapatan Asli
Daerah (PAD) bagi Kabupaten Ketapang, serta setiap tahun setidaknya
Pemerintah Indonesia menerima royalti sekitar Rp.10 miliar dari
perusahaan pertambangan yang mempunyai lahan pengelolaan di
Kecamatan Kendawangan itu
b. Dampak Negatif
Dalam hal pemerataan ketenagakerjaan ini belum maksimal karena masih
banyak pekerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut yang bukan
merupakan tenaga ahli dan belum mendapatkan izin resmi, sehingga
berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, dampak
negatifnya ialah masyarakat setempat hanya menjadi tenaga kerja kasar
dan tenaga kerja asing menjadi tenaga kerja bagian ringan sementara gaji
yang didapat oleh masyarakat setempat lebih kecil dibandingkan dengan
dengan tenaga kerja asing. Walaupun dampak positifnya kecil dapat
dirasakan oleh masyarakat sekitar yang mendapatkan pekerjaan
diwilayahnya sendiri sehingga mengurangi angka pengangguran di daerah
tersebut.
c. Dampak Secara Langsung
Secara langsung dampak yang disebabkan ialah masyarakat akan
mendapatkan lapangan pekerjaan baru sehingga dapat meningkatkan
pendapatan masyarakat sekitar.
d. Dampak Tidak Langsung
Kemudian secara tidak langsung dari pembangunan dan pengambilan
barang tambang ditempat tersebut lama kelamaan akan habis dan dalam
jangka panjang pembuangan limbah secara terus menerus di sungai
dapat merusak kualitas air, air tidak dapat lagi digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari sehingga masyarakat sekitar harus membeli air
dengan harga yang mahal.

2.2 Aspek Sosial


Adanya pembangunan perusahaan WHW menimbulkan gejolak sosial
dari masyarakat. Aspek sosial merupakan muara dari seluruh kegiatan
pengelolaan lingkungan. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan dari sudut
pandang masyarakat merupakan aksi yang merupakan rangsangan dari
luar yang mempengaruhi persepsi. Sedemikian penting persepsi ini
karena merupakan awal pembentukan perilaku individu. Persepsi tidak
baik akan menimbulkan keresahan, dimana jika tidak dikelola dengan
baik akan menuju bentuk aksi protes, demonstrasi, dan aksi
kontraproduktif lainnya. Berdasarkan kajian AMDAL dapat diketahui
bahwa kondisi sosial pada awal pembangunan menunjukkan situasi
dimana ada kelompok yang setuju pembangunan dan ada kelompok yang
tidak setuju. Reaksi ini muncul akibat perbedaan persepsi yang diterima
masing-masing individu. Berikut ini adalah dampak-dampak aspek sosial:
a. Dampak Positif
Perubahan sosial tidak dapat dihindarkan ketika adanya perusahaan yang
masuk ke suatu wilayah, baik itu bersifat positif maupun negative. Pada
bidang sosial yang berdampak positif ialah pola kehidupan masyarakat
yang terus berkembang dari masyarakat tradisional ke modern.
Sedangkan,
b. Dampak Negatif
Dampak negative yang di alami masyarakat di daerah perusahaan yaitu,
kecemburuan sosial saat didirikannya perusahaan sampai saat ini
masyarakat yang bekerja diperusahaan tersebut merasa cemburu dengan
pekerja asing yang dibawa dari Tiongkok karena adanya perbedaan
tingkat keadilan dalam bidang pekerjaan warga setempat selalu
mendapatkan posisi paling bawah sementara pekerja asing selalu berada
di posisi yang paling atas.
c. Dampak Secara Langsung
Dampak secara langsung ialah ketika masyarakat yang dulunya bekerja
menggunakan sepeda sementara setelah bekerja di perusahaan tersebut
masyarakat dapat membeli motor bahkan mobil. Sedangkan,
d. Dampak Secara Tidak Langsung
Sementara secara tidak langsung dampak yang akan terjadi ialah terjadi
perubahan jumlah penduduk, sebelum didirikannya perusahaan jumlah
penduduk ditempat tersebut tidak terlalu ramai karena jauh dari kota
Ketapang setelah didirikannya perusahaan di tempat tersebut jumlah
penduduknya setiap tahun semakin meningkat dan perubahan pola cara
masyarakat semakin hari mulai berubah.

2.3 Aspek Budaya


Pembangunan perusahan WHW tentunya akan mengubah kebudadayaan
masyarakat setempat, apalagi jika adanya kebudayaan yang dibawa oleh
orang asing masuk. Kebudayaan merupakan keseluruhan cara hidup
masyarakat yang perwujudannya tampak pada tingkah laku para
anggotanya. kebudayaan tercipta oleh banyak faktor organ biologis
manusia, lingkungan alam, lingkungan sejarah, dan lingkungan
psikologisnya. Dampak budaya yang di timbulkan dari adanya
pembangunan perusahaan WHW adalah sebagai berikut:
a. Dampak Positif
Dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar ialah masyarakat
sekitar dapat mengenal lebih jauh kultur dan kebudayaan yang dibawa
oleh orang asing ketempat mereka.Sedankan,
b. Dampak Negatif
Dampak negative yang dirasakan masyarakat ialah dari adanya orang
asing yang masuk ke daerah mereka terhadap perkembangan budaya
tersebut dapat mengakibatkan kebudayaan masyarakat luntur, karena
budaya asing yang sangat berpengaruh besar di lingkungan tersebut dan
kurangnya antisipasi budaya dari daerah tersebut.
c. Dampak Secara Langsung
Secara langsung budaya asing langsung masuk ke daerah tersebut
sehingga sangat rentan terhadap kebudayaan daerah tersebut. Sedangkan,
d. Dampak Secara Tidak Langsung
Secara tidak langsung budaya yang masuk kedaerah tersebut akan
menghilangkan budaya asal daerah tersebut dan mengubah fashion serta
cara bergaul masyarakat setempat.

2.4 Aspek Fisik


Dampak pada aspek fisik dari pembangunan perusahaan WHW
dilingkungan dapat dibagi menjadi dampak kebisingan, dampak pada
kualitas air, dan dampak pada tanah. Berikut adalah dampak yang
muncul:
a. Dampak Positif
Dampak fisik yang secara positif yaitu lingkungan sekitar perusahaan
dapat tertata dengan baik dan rapi yang dibangun oleh perusahaan serta
sarana dan prasarana seperti jalan, jembatan dan pelabuhan yang sudah
sangat maju,dan tempat tersebut menjadi pusat kajian untuk melakukan
penelitian sehingga tempat tersebut banyak di datangi oleh peneliti-
peneliti baik yang dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
b. Dampak Negatif
Selain dampak positif juga terdapat dampak negative, adapun
dampaknya yaitu kebisingan, dampak pada kualitas udara, dampak pada
kualitas dan kuantitas air, dampak pada iklim atau cuaca dan dampak
pada tanah. Dampak pada kebisingan terjadi di daerah proyek
pembangunan berpengaruh terhadap masyarakat. Akibat dari kebisingan
pada manusia adalah perubahan ketajaman pendengaran, menggangu
kenyamanan dan menggangu pembicaraan. Dampak pada udara yaitu
debu, kabut dan asap yang dapat menngangu kesehatan manusia tanaman
dan binatang disekitarnya. Dampak pada kualitas dan kuantitas perairan
yaitu perubahan kualitas dan kuantitas yang disebabkan adanya
pembuangan bahan organik dan inorganik kedalam air, yang dapat larut
dalam air maupun yang tidak. Sehingga berpengaruh terhadap dampak
secara langsung maupun tidak langsung.
c. Dampak Secara Langsung
Secara langsung air yang sudah tercemar oleh limbah industri, akan
mengurangi kualitas air. Air yang sudah tercemar limbah tidak dapat
digunakan lagi, karenan jika digunakan akan mengakibatkan berbagai
macam penyakit.
d. Dampak Secara Tidak Langsung
Secara tidak langsung apabila air digunakan dalam jangka panjang yang
tercemar dapat menimbulkan berbagai penyakit menular. Salah satunya
penyakit Hepatitis A. folio, kolera, typus, dan cacingan.Pencemaran
tanah adalah keadaan dimana bahan kimia masuk dan mengubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena:
kebocoran limbah cair sehingga akan merubah tingkat kesuburan tanah.

2.5 Aspek pencemaran


Pembangunan perusahaan tentunya pasti akan menimbulkan danpak
pencemaran pada lingkungan, ternyata dari dampak pencemaran terdapat
dampak positifnya. Berikut akan dibahas dampak-dampak pencemaran:
a. Dampak positif
Dampak positif dari aspek pencemaran adalah kita sebagai mahasiswa
bias melakukan penelitian untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang
membantu proses penguraian bahan organik yang dibuang oleh
perusahaan tersebut.
b. Dampak negative
Dampak negative dari aspek pencemaran hamper sama dengan aspek
fisik yaitu pencemaran pada udara, tanah, air dan dampak kebisingan,
yang mengakibatkan menganggu kenyamanan dan pembicaraan,
menganggu kesehatan dan tanaman disekitarnya.
c. Dampak langsung
Dampak langsung yang dirasakan adalah perairan yang langsung
tercemar, kebisingan yang secara langsung menggangu kenyamanan dan
pembicaraan masyarakat sekitar.
d. Dampak tidak langsung
Dampak tidak langsung adalah menimbulkan berbagai macam penyakit,
misalnya kebisingan yang bias menyebabkan perubahan ambang
pendengaran atau bias jadi kehilangan pendengaran secara tetap
tergantung pada tingkat kebisingan dan pencemaran tanah akan
mengubah tingat kesuburan tanah.
BAB III
KESIMPULAN

Dari uraian di atas pada latar belakang dan pembahasan dapat disimpulkan
bahawa:
1. Masih banyak tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut
tidak memiliki dan tidak dapat menunjukan dokumen resmi yang
lengkap pada saat penjaringan oleh petugas Imigrasi sesuai Pasal 47
ayat 1 dan Pasal 45 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan yakni pemberi kerja yang wajib membayar dana
kompensasi (DPKK) terhadap TKA yang dipekerjakannya digunakan
untuk membiayai pelatihan-pelatihan yang diadakan Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia.
2. Perlunya pengaturan yang lebih jelas mengenai pembangunan yang
bersifat ramah lingkungan dan sesuai dengan dokumen AMDAL.
3. Perlunya pengaturan penempatan kerja yang baik untuk masyarakat
sekitar perusahaan sehingga adanya keadilan antara masyarakat sekitar
dengan tenaga asing.