Anda di halaman 1dari 5

PEMBEKALAN COASS SAAT MASUK ILMU

KESEHATAN ANAK DI RSUD BANKINANG


rumah sakit, posyandu. Jenis penyakit yang dicegah akan
terus dikembangkan sesuai biaya departemen kesehatan. Jenis
IPROGRAM PENDIDIKAN ILMU KESEHATAN vaksin yang dibiayai oleh pemerintah/PPI adalah vaksin
ANAK BCG, vaksin polio, vaksin DPT, vaksin Hepatitis B, dan
Vaksin Campak yang diwajibkan untuk diberikan kepada
I. SISTEM PROGRAM KESEHATAN DI INDONESIA seluruh anak di Indonesia sebelum umur 1 tahun.
Sistem 4 program kesehatan dilaksanakan secara 2. NON-PPI (dianjurkan) artinya vaksinasi yang tidak
berjenjang mendapat dukungan dana dari pemerintah. Jenis vaksin yang
1.Kementerian Kesehatan: membuat 4 program tersebut. tidak dibiayai oleh pemerintah adalah vaksin Hib
2.Dinas Kesehatan Provinsi: merencanakan pelaksanaan 4 (Haemophilus Influenza type b), Pneumokokus (PCV),
program tersebut di atas untuk tingkat kabupaten. Influenza, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, dan HPV.
3.Rumah Sakit & Puskesmas: melaksanakan 4 program yang c. Kuratif yaitu pengobatan terhadap penyakit yang sudah terjadi
telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. d. Rehabilitative adalah mengembalikan kondisi tubuh akibat
I.1 Program Kesehatan pada Ilmu Kesehatan Anak sakit yang diderita
Mempelajari
a. Promotif adalah kegiatan penyuluhan. Contohnya 5 pelayanan II. KARAKTERISTIK SEORANG ANAK
dasar di posyandu adalah 1. Pertumbuhan dan perkembangan II.1 Ciri Khas Seorang Anak
anak (1.pemantauan dengan grafik KMS) 2. Imunisasi 3. 1. Seorang anak bukan dewasa dalam bentuk kecil atau mini
Makanan dan Gizi 4. Penanggulangan Diare 5. Pemantauan 2. Ia bertumbuh (fisik) dan berkembang (kepandaian) sesuai
Penyakit pada Anak. tahapan usianya
b. Prepentif (Pencegahan): antara lain kegiatan vaksinasi 3. Pertumbuhannya ada fase pertumbuhan cepat dan ada fase
Terdiri dari program PPI dan NON-PPI, yaitu: pertumbuhan lambat
1. PPI (Program Pengembangan Imunisasi) artinya program 4. Sangat tergantung kepada orang tua
ini dibiayai oleh pemerintah, diberikan secara gratis melalui
a. Masa mudigah/embrio: konsepsi – 8 minggu
II.2 Batasan Usia Anak b. Masa janin/fetus: 9 minggu – lahir
Ada Beberapa Pendapat 2. Masa bayi: usia 0-1 tahun
a. Masa neonatal: usia 0-28 hari
a. Depkes 2009
- Masa neonatal dini: 0-7 hari
Kategori umur - Masa neonatal lanjut: 8-28 hari
- Masa balita : 0-5 tahun b. Masa pasca neonatal: 29 hari-1 tahun
- Masa kanak-kanak : 5-11 tahun 3. Masa pra-sekolah: usia 1-6 tahun
- Masa remaja awal : 12-16 tahun 4. Masa sekolah: usia 6-18/20 tahun
- Masa remaja akhir : 17-25 tahun a. Masa pra-remaja: usia 6-10 tahun
b. Masa remaja:
1. Masa remaja dini
b. WHO, Hur lock
- Wanita, usia 8-13 tahun
- - : prenatall - Pria, usia 10-15 tahun
- 0-2 minggu : infancy 2. Masa remaja lanjut
- 2 minggu-2 tahun : bayi (babyhood) - Wanita, usia 13-18 tahun
- 2-6 tahun : anak-anak awal (early childhood) - Pria, usia 15-20 tahun
- 6-12 tahun : anak-anak akhir (late childhood)
- 12-14 tahun : pubertas (puberty)
- 14-17 tahun : remaja awal (early adolescene)
- 17-21 tahun :remaja akhir (late adolescene) III. Ruang Lingkup Pelayanan IKA di RSUD Bangkinang

c. Suci Ningsih Ada 6 ruangan yang perlu diketahui, yaitu:

III.1 Poliklinik spesialis anak:


Tabel 1Tahap-tahap tumbuh kembang anak
Melayani program promotif (penyuluhan), kuratif
1. Masa pranatal (pengobatan), dan rehabilitative (rehabilitasi).
III.2 Pelayanan IGD:
IV. JENIS-JENIS PENYAKIT YANG ADA DI RUANGAN
Melaksanakan pengobatan gawat darurat anak. ANAK DAN BAYI
III.3 PICU (pediatric intensive care unit) / HCU (high care unit)
 lantai 2 Penyakit utama yang perlu diketahui terlebih dahulu, yaitu:
10 penyakit sedangkan penyakit lainnya juga perlu
Melakukan perawatan terhadap pasien anak yang gawat dipelajari.
dan darurat yang memerlukan pemantauan secara
continue.
IV.1 10 Penyakit Terbanyak Ruang Anak dan Bayi
III.4 Ruang perinatologi (NICU NRT) Lantai 2

Melakukan perawatan terhadap bayi risiko tinggi (NICU) No. Nama Penyakit Terbanyak Ruang Anak
dan risiko sedang (NRT). 1. Diare akut ( Berat dan Sedang)
2. Infeksi Saluran Napas Atas: Rhinitis, Faringitis,
III.5 Ruang perawatan anak  lantai 3 Tonsilitis, Laringitis Akut.
3. Infeksi Saluran Napas Bawah: Bronkitis,
Melakukan perawatan untuk pasien anak yang tidak Bronkopneumonia, pneumonia.
memerlukan 4. Kejang Demam
pemantauan ketat 5. Epilepsi
6. Vomitus: TFA, Gastritis, Komotioselebri
III.6 Ruang rawat gabung  lantai 3 7. Demam Berdarah Dengue
8. Nefrotik sindrom
9. Thypoid
- Belum ada ruangan khusus rawat gabung 10. Penyakit yang dapat diceggah dengan imunisasi: TBC,
- Semua bayi dari persalinan: normal, sectio, dan vakum Difteri, Pertusis, (batuk rejan), Tetanus, Polio, Morbili
langsung dirawat gabung bersama ibunya (Campak)
Anak Gizi) dengan KMS dam CDC,
IV.2 Penyakit yang Ada di Ruang Perawatan Anak dan Bayi KEP, Penilaian perkembangan
dengan DDST dan Milestone,
Attention Depisit Hyperactivity
No. Kelompok Penyakit Nama Penyakit
Disorder (ADHD), Autisme,
1. Infeksi Meningitis, Ensefalitis, Parotitis
Gangguan perkembangan
Epidemika, Rabies, Varicela
10. Perinatologi BBLR, Asfiksia Neonatorum,
Zooster, Tetanus pada Anak,
Distress Respiration, Neonatal
Malaria, Cacing Tambang, Cacing
Infeksi & Sepsis, Ikterik
Gelang, dan Cacing Kremi
Neonatorum, Trofic Feeding,
2. Gastro-Hepatologi Hepatitis dan kolitis
Rawat Gabung, Foto terapi
3. Neurologi Cerebral palsy, Parase, Acute
11. THT OMA
parapase, DMP
4. Kardiologi Penyakit jantung bawaan, Penyakit
jantung rematik
5. Pulmonologi Asma + Status Asmatikus
6. Ginjal GNA (Glormerulonefritis Akut),
ISK (Infeksi Saluran Kemih),
Hipertensi pada Anak, Gangguan
Ginjal Akut, Gagal Ginjal Kronik,
dan Pielonepritis
7. Hematologi & Sel darah merah (Anemia,
Onkologi Thalassemia), Sel darah putih
(Leukemia), Trombosit (Idiopatik
trombositopenia purpura,
hemofilia)
8. Endokrinologi Struma dan Diabetes juvenile
9. Tumbuh Kembang Penilaian pertumbuhan (Status