Anda di halaman 1dari 4

Jawaban diskusi time value of money (kelompok 2);

1. pertanyaan (Sabrina Octaviani)

Kenapa bunga yang diterima dalam pengambilan satu kali lebih sedikit dibandingkan
penerimaan bunga yang didalam satu periode diambil 3 kali ? (dalam konsep future value )

Dijawab oleh (Raja Reno Setiawan)

Pertma konsep dari bunga satu periode yang di tampilan di slide merupakan bentuk bunga biasa,
yang mana ketika kita investasikan Rp. 10.000.000 dengan tingkat suku bunga 15%
perhitungannya;
10.000.000x 15%= Rp. 11.500.000
Sedangaka pada perhitungan pengambilan 3 kali pada slide itu menggunakan bunga majemuk
Yang mana :
Investasi Rp. 10.000.000, tingkat suku bunga 15%
Rumus :
FVn = PVo (1 + [i/m] )m.n
Dimana:
FVn = Future value tahun ke-n
PV = Nilai sekarang yang diinvestasikan
i = Tingkat suku bunga
n = Jangka waktu
m= Bila pembayaran bunga lebih dari sekali dalam setahun

FV1 = 10.000.000 x (1+0,15/3)3.1


= 11.576.250
Atau pencarian manualnya :
Bunga 15% dibagi 3 = 5% per pengambilan bunga
Pengambilan pertama = Rp. 10.000.000 x 5% = 500.000
Pengambilan kedua = 10.500.000x5%= 525.000
Pengambilan ketiga = (10.500.000+525.000) x 5%= 551.000
Jadi total bunga yang didapat= Rp.1.576.250
Total keseluruha didapat Modal + Total Bunga
Rp. 10.000.000 + Rp. 1.576.250= Rp. 11.576.250
Bisa kita bandingkan ketika bunga diambil 3 kali dalam satu tahun dengan investasi yang sama
Rp. 10.000.000 dengan bunga 15% tetapi menggunakan bunga biasa.
pencarian :
Bunga 15% dibagi 3 = 5% per pengambilan bunga
Pengambilan pertama = Rp. 10.000.000 x 5% = 500.000
Pengambilan kedua = 10.000.000x5%= 500.000
Pengambilan ketiga = 10.000.000 x 5%= 500.000
Jadi total bunga yang didapat= Rp.1.500.000
Total keseluruha didapat Modal + Total Bunga
Rp. 10.000.000 + Rp. 1.500.000= Rp. 11.500.000
Jadi inti jawabannya adalah banyak atau tidaknya bunga yang kita terima dari investasi yang kita
lakukan ialah berdasarkan ketetapan bunganya (bunga biasa/ bunga majemuk).
Bisa dilihat dan diperhatikan berdasarkan perhitungan diatas.

2. Pertanyaan (Ahmad Rabani)


Penyaji tadi menyampaikan bahwa nilai waktu uang merupakan suatu konsep yang
menyatakan nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang
atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan
waktu, pertanyaannya kenapa konsep tersebut tidak sesuai dengan uang senilai Rp.10.000.000
dimasa lalu bisa berlaku untuk berbagai jenis barang, tidak seperti dengan uang Rp.10.000.000
pada saat ini yang bisa dikatakan jauh lebih tidak berharga dibandingkan nominal tersebut
dimasa lalu? Jelaskan.
Dijawab oleh (Lativa Yuswanita)
Pertama Saya harus luruskan maksud dari konsep tersebut, nilai uang sekarang akan lebih
berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada
perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan waktu, maksudnya bagaimana kita
mengukur Nilai Sekarang (Present Value) dari satu jumlah uang atau satu seri pembayaran yang
akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu. Kemudian nilai yang akan
datang (Future Value) bisa kita hitung / evaluasi berdasarkan ketetapan tingkat suku bunga.
Contoh Future Value
Investasi Rp. 10.000.000, tingkat suku bunga 15%
Rumus :
FVn = PVo (1 + [i/m] )m.n
Dimana:
FVn = Future value tahun ke-n
PV = Nilai sekarang yang diinvestasikan
i = Tingkat suku bunga
n = Jangka waktu
m= Bila pembayaran bunga lebih dari sekali dalam setahun
FV1 = 10.000.000 x (1+0,15/3)3.1
= 11.576.250
Contoh Present Value
Rumus untuk Present Value :
P0= FVn [1/(1+i)n]
Dimana:
FVn = Future value tahun ke-n
i = Tingkat suku bunga
n = Jangka waktu
Contoh:
Kita akan menerima uang sejumlah Rp 12.000.000,00 satu tahun yang akan datang dengan bunga
20% per tahun, maka nilai sekarang (P0) dari penerimaan tersebut?
P0= 12.000.000 . [1/(1+0,2)]
= 10.000.000
Jadi, kenapa uang Rp. 10.000.000 dulu lebih berharga dari pada saat ini, pertanyaan ini lebih
mengarah ke makro ekonomi yang mana ini bisa terjadi akibat:
1. Kebijakan pemerintah
2. Inflasi
3. Politik, dan lain sebagainya

3. Pertanyaan (Dwi Mardaniati)


Bagaimana pendapat kelompok penyaji terhadap perbankan yang memberikan suku bunga
yang rendah (bisa dikatakan sangat rendah), dan juga dapat berubah-rubah setiap tahunnya.
Jawaban (Gunawan Hutomo)
Jika perbankan berani memberikan suku bunga yang rendah itu semata hanya permainan
marketing perbankan tersebut, hanya suatu bagian dari perencanaan promosi bang tersebut.
Batas terhadap pemberian suku bunga oleh perbankan sudah diatur oleh pemerintah nomor
17/2/PBI/2015. Tentang suku bunga penawaran antarbank. Jika perbankan tidak patuh
terhadap suku bunga yang telah diatur maka akan diberikan sanksi oleh Bank Indonesia.
Dibalik sebuah perbankan berani memberikan suku bunga yang bisa dikatakan sangat rendah,
memilik syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti pada tahun kedua menaikkan kembali
suku bunganya. Sehingga bunga yang dipakai oleh perbankan tersebut bukan suku bunga flat
yang dimana dari awal periode pinjaman, pokok pinjaman dan bunga yang dibayarkan
kembali sampai dengan akhir periode pinjaman adalah sama. Ini merupakan suku bunga
efektif yang melakukan perhitungan ulang kembali bunga setiap diakhir bulan.

4. Pertanyaan (Wadri Wahyu)


Apa keistimewaan dari anuitas maupun perpetuitas dari segi perusahaan dan dari nasabah itu
sendiri.
Jawaban (Gunawan Hutomo)
Dimulai dari anuitas itu, contoh produk yang ada di negara kita Indonesia salah satu nya yaitu
dana pensiun yang dikelola oleh asuransi, seperti BRIngin Life, BPJS Ketenagakerjaan dan
sebagainya.
Mereka memberikan manfaat pensiun seperti memberikan uang setiap bulan diakhir masa
produktifitas mereka (Masa Hari Tua). Dari segi perusahaan ini merupakan resiko yang
sedikit tinggi dengan hasil yang kurang sepadan. Ini dikarenakan perusahaan anuitas tersebut
harus memberikan manfaat nya seumur hidup hingga peserta tersebut meninggal dunia, tidak
hanya itu, peserta yang meninggal dunia dengan meninggalkan janda/duda juga akan dapat
menikmati manfaat tersebut dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di setiap perusahaan
anuitas tersebut. Kemudian, dikarenakan garansi imbal hasil aktuaria, biaya transfer, dan
biaya administrasi jangka panjang. Biaya tersebut dialokasikan untuk menjamin besaran uang
bulanan yang diterima pensiunan tetap sama, selama uang ini diberikan.
Dari segi nasabah ini merupakan suatu kepuasaan, karena pada usia yang produktif bergiat
membayar tiap bulan, dan ketika tidak lagi berproduktif dan tidak bekerja. Akan tetapi masih
dapat menghasilkan uang tiap bulan karena produk dari perusahaan anuitas tersebut.
Untuk produk dari perpetuitas itu sendiri, saya belum pernah mendengar dan melihat nya.
Sehingga saya tidak dapat memberikan pandangan dari kelompok kami.

Anda mungkin juga menyukai