Anda di halaman 1dari 4

1

INTISARI

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENGGUNAAN


ANTASIDA DOEN TABLET DI PUSKESMAS BASIRIH BARU BANJARMASIN
Suhardi1, Mochammad Maulidie Alfiannor Saputra2, Akhmad Fakhriadi3
Penggunaan Antasida tablet di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin cukup tinggi.
Ketepatan tentang pelaksanaan terapi menggunakan antasida tablet mutlak diketahui oleh pasien.
Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian terdahulu maka perlu dilakukan penelitian
sejenis di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang
penggunaan obat antasida doen tablet pada pasien di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin.
Metode penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode observasional. Data
yang dikumpulan dalam penelitian ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk narasi dan grafik.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah
semua pasien yang mendapatkan Antasida doen. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan consecutive sampling. Prosedur cara pengumpulan data dilakukan dengan cara
memberikan lembar persetujuan (informed consent) dan membagikan kuesioner pada para pasien
yang menggunakan obat Antisida Doen di Puskesmas Basirih. Data dianalisis menggunakan
analisis deskriptif.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan pasien tergolong cukup karena
kemampuan mereka dalam mendapatkan informasi tentang antasida doen tablet masih kurang
terutama bukan kemampuan pasien, tapi informasi yang kurang efektif dari unit farmasi.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan hendaknya dapat lebih memberikan penjelasan
kepada pasien tentang penggunaan obat antasida yang benar.

Kata kunci: Pengetahuan Pasien, Antasida Doen Tablet


1
Akademi Farmasi Isfi Banjarmasin
2
Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin
2

ABSTRACT

DESCRIPTION OF PATIENT KNOWLEDGE ABOUT USING ANTASIDA DOEN


TABLET ON BASIRIH BARU PUBLIC HEALTH CENTER IN BANJARMASIN
Suhardi1, Mochammad Maulidie Alfiannor Saputra2, Akhmad Fakhriadi3,
The use of antacid doen tablets at basirih baru public health center is quite high. The
accuracy of therapy using antacid doen tablets should be understood by the patient. Based on the
results of previous research, it is necessary to conduct similar research at basirih baru public
health center in banjarmasin.
This research aims to know the description of patient's knowledge level about usage of
antacid doen tablets at basirih baru public health center in banjarmasin.
This research was non experimental and used observational method. The data collected
in the research is presented descriptively in the form of narration and graph. The study was
conducted in June – July 2017. The population in this study were patient who received antacid
doen therapy. Method of sampling in this study using consecutive sampling. The procedure for
collecting data was done by giving informed consent and distributing questionnaires to patients
who received antacid doen tablets medication at basirih baru public health center. Data were
analyzed using descriptive analysis.
From the results of the research note that the level of patient knowledge is sufficient
because their ability in obtaining information about antacid doen tablets is still less not the ability
of patients, but less effective information from pharmacies unit.
Based on the results of the study should be suggested to provide more explanation to the patient
about the correct use of antacid doen tablets.

Keywords: Patient Knowledge, Doen Antacida Tablet


1 Academy of Pharmacy Isfi Banjarmasin
2 Public Healty Center Basirih Baru Banjarmasin
3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan dunia kesehatan berbagai obat baru telah ditemukan

dan informasi yang berkaitan dengan perkembangan obat tersebut juga semakin banyak

(Depkes RI, 2008). Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus

diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam

pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 melalui pembangunan nasional yang

berkesinambungan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Daris, 2008).

Tujuan diselenggarakan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,

kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan

masyarakat yang optimal.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat yang

cenderung kurang memperhatikan kesehatan, maka berkembangnya penyakit di

masyarakat tidak dapat dielakkan lagi. Dewasa ini, banyak orang yang sering mengalami

sakit maag. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti diet yang tidak teratur, terlambat

untuk makan, stres fisik, dan lain-lain. Maag dapat muncul secara tiba-tiba dalam waktu

yang singkat (akut), waktu yang lama (kronik), atau karena kondisi khusus seperti adanya

penyakit lain. Kebanyakan orang mengkonsumsi obat maag ketika rasa sakit maag

terasa. Salah satu contoh obat untuk mengatasi rasa sakit maag yang disediakan di pasaran

adalah antasida doen. Antasida diberikan secara oral (diminum) untuk mengurangi rasa

perih akibat suasana lambung yang terlalu asam, dengan cara menetralkan asam lambung.

(Djunarko & Yosephine, 2011).


4

Terapi penyakit maag memerlukan ketepatan dalam pemilihan dan cara pakai obat.

Selain itu sedapat mungkin terapi obat harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang

rasional. Dalam prakteknya kesalahan penggunaan obat dalam swamedikasi masih sering

terjadi terutama ketidak tepatan cara pemakaian obat. Jika kesalahan tersebut terus

berlangsung dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan akan memberikan dampak yang

buruk pada kesehatan (Hermawati, 2012).

Penelitian sebelumnya tentang pengetahuan pasien terhadap penggunaan antasida

tablet dilakukan oleh Dharma (2012) di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Pada

penelitian terhadap 61 pasien tersebut dijelaskan bahwa pasien yang paham indikasi obat

antasida tablet sejumlah 51 pasien (83,61%), pasien yang tahu cara penggunaan antasida

tablet sebanyak 41 pasien (67,21%), pasien yang tahu waktu penggunaan antasida tablet

sebanyak 56 paien (91,80%), pasien yang tahu dosis antasida tablet sebanyak 47 pasien

(77,06%), pasien yang tahu interaksi obat sebanyak 46 pasien (75,41%), pasien yang tahu

kontra indikasi antasida tablet sebanyak 38 pasien (62,30%), pasien yang tahu tentang efek

samping antasida tablet sebanyak 43 pasien (70,49%).

Penggunaan antasida tablet di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin cukup tinggi.

Ketepatan tentang pelaksanaan terapi menggunakan antasida tablet mutlak diketahui oleh

pasien. Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian terdahulu maka perlu dilakukan

penelitian sejenis di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin.