Anda di halaman 1dari 3

Program Studi PPAk/Join Program

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BRAWIJAYA

UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Ujian : Manajemen Pajak Pengumpulan : 3 Juni ‘18


Dosen penguji : Drs Ali Irfan, MSA, Ak, CA, BKP Sifat : Take Home

SOAL I

1. Perencanaan pajak adalah langkah awal dalam manajemen pajak sebagai sarana untuk
memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar tetapi jumlah pajak yang dibayarkan dapat
ditekan serendah mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. Jelaskan
Aspek-aspek dalam perencanaan pajak!

2. (a) Apakah yang Saudara ketahui tentang tax management/tax planning?


(b) Secara umum tindakan tax management dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama.
Sebutkan dan jelaskanlah masing-masing kelompok tersebut!

3. Hal-hal apa sajakah yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan perencanaan pajak?
Sebutkan dan jelaskan!

4. Jelaskan, apa yang dimaksud dengan Tax Loopholes dan Grey Area serta kaitannya dengan
perencanaan pajak

5. Strategi apa saja yang bisa digunakan untuk efisiensi Pajak Penghasilan Badan, PPh pasal
21,dan PPN. Jelaskan dengan contoh kasus.

SOAL II

A.
Yasmin Rahmadhani dan Ghazi Bagaskara dua orang pengusaha yang ingin bersama-sama
mendirikian usaha di bidang bidang Industri alat-alat rumah tangga, dengan investasi kurang
lebih Rp 40 Milyar yang akan digunakan untuk membeli tanah, membangun gedung pabrik dan
kantornya kurang lebih Rp 15 M yang akan dimulai bln Juni tahun 2017 dan diperkirakan selesai
bulan November 2017. Di bulan November dia merencanakan membeli barang-barang modal
seperti mesin-mesin industri senilai Rp 15 M serta bahan baku dan bahan pembantu. Diperkirakan
usaha bisa operasional bulan Januari 2018. Dari operasinal usahanya ini diperkirakan menyerap
tenaga kerja sebesar 300 orang dengan komposisi 25% pegawai tetap dan 75% pegawai lepas. Tn.
Taufiq dan Nn. Zafira menginginkan pegawainya sejahtera dengan memberikan kesejahteraan
yang bisa berupa tunjangan atau natura (akan dipilih salah satu). Rata-rata pegawainya nanti
diharapkan menerima penghasilan kotor dalam satu tahun 60 jt. Berdasarkan rencana dia ingin
memilih bentuk usaha yang paling efisien dalam pembayaran pajaknya (CV atau PT). Di tahun 2018
dia menargetkan penjualan sebesar 25 Milyar dengan rata-rata net margin sebesar 10%, untuk
mencapai target tersebut dalam strategi pemasarannya dia menggunakan beberapa pilihan yaitu
dengan memberi potongan penjualan dan strategi beli satu produk dapat bonus satu produk
lainnya.
Dengan asumsi bahwa semua rencana tersebut bisa dicapai di tahun 2018, sebagai seorang
konsultan pajak anda diminta:
1. Memberikan saran berkaitan dengan perencanaan pajak yang menghasilkan pembayaran
pajak paling efisien, uraikan dengan membuat proyeksi hitungan pajaknya dengan
berbagai alternatif pilihan yang ada (anda boleh menambahkan beberapa asumsi lainnya).
2. Kewajiban pajak apa saja yang harus dipenuhi oleh entitas usaha tersebut di atas.

***

B.
PT N, sebuah perusahaan BUMN di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri gas,
berencana menyewa kapal pengakutan gas dari Inggris. Kapal tersebut diperuntukkan untuk
mengangkut gas dari pelabuhan khusus di Jayapura menuju pelabuhan khusus di Lampung. Harga
sewa kapal tersebut, untuk sekali angkut adalah USD 2 juta. Kapal itu berbendera Inggris,
berangkat dari pelabuhan di London dalam keadaan kosong.
Setelah memindahkan gas di Lampung, kapal tersebut berlayar kembali menuju London. Kapal
tersebut berada di perairan Indonesia selama 2 minggu. Perusahaan pemilik kapal memiliki bentuk
usaha tetap di Singapura dan bukan di Indonesia. Bagian perpajakan PT N menanyakan kepada
Anda seputar masalah perpajakan:
1. Jenis penghasilan apa yang harus dibayarkan oleh BUMN ini kepada perusahaan di Inggris?
2. Bagaimana pemotongan perpajakan berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku di
Indonesia?
3. Bagaimana pemungutan pajak berdasarkan ketentuan P3B yang berlaku?
4. Bagaimana cara mengatasi tarif pajak yang tinggi apabila BUMN tersebut dikenakan pajak
baik berdasarkan UU PPh ataupun P3B? Alasan apa yang mendasari BUMN itu diperbolehkan
menerapkan tarif pajak rendah?
5. Bagaimana perhitungan beban pajak yang ditanggung oleh BUMN itu?

***

C.
Drs. Arip bin Arap adalah Direktur Keuangan pada PT. ARAPATI GENAH, yang sedang
mempertimbangkan untuk membeli sebuah mesin seharga Rp 1.200.000.000,00. Mesin ini memiliki umur
ekonomis 5 tahun, tanpa nilai sisa. Di masa lalu, semua aset tetap milik perusahaan selalu diperoleh
melalui leasing. Arip sedang mempertimbangkan, apakah akan menyusutkan mesin tersebut dengan
metode garis lurus ataukah menggunakan metode saldo menurun ganda. Ia meminta advis Saudara
sebagai seorang konsultan pajak.

Diminta:

(a) Asumsikan bahwa laba fiskal sebelum beban depresiasi dan sebelum pajak diperkirakan sama,
sebesar Rp 1.000.000.000,00 tiap tahun, dan kedua metode penyusutan tersebut dapat
digunakan baik menurut komersial (standar akuntansi) maupun menurut fiskal. Faktor-faktor
apa yang akan Saudara sampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi PT ARAPATI GENAH dalam
memilih metode penyusutannya. (1) metode garis lurus dan (2) metode saldo menurun ganda.
(b) Berdasarkan jawaban Saudara untuk pertanyaan (a), metode penyusutan apakah yang akan
Saudara sarankan kepada dewan direksi berkaitan dengan tax planning yang dijalankan oleh
perusahaan!
(c) Jika menurut ketentuan fiskal PPN atas pembelian tersebut dapat dikreditkan, namun dapat
juga dibebankan sebagai biaya, manakah yang saudara sarankan untuk dilakukan oleh
perusahaan? Berikan argumen Saudara!

GOOD LUCK AND BE GOOD


KERJAKAN DENGAN PERCAYA DIRI DAN HARGA DIRI
SEMOGA MENJADI ILMU YANG MANFAAT