Anda di halaman 1dari 1

1.

Apakah masih ada kemungkinan terjadi kesalahan walaupun ketika dilakukan agreed detail
payable listing tidak ditemukan ada perbedaan antara buku besar dan daftar total utang usaha
pada neraca saldo ?
Kemungkinan terjadi kesalahan masih ada. Contoh nya dalam kasus ini adalah auditor
menemukan adanya item yang tidak biasa (unusual item) berupa utang usaha pada debit
balance, serta kesalahan klasifikasi utang lain-lain (other payable) sebagai utang usaha.
Setelah melakukan tanya jawab dengan pihak klien, auditor memutuskan untuk membuat
jurnal penyesuaian terhadapnya.
2. Dokumen pendukung apa saja yang dibutuhkan dlm pencarian kewajiban yang belum tercatat
pada periode yang seharusnya ?
Dokumen pemesanan barang (purchase order), faktur, berita acara pengiriman barang, bukti
setoran bank, serta berita acara penerimaan barang diperlukan sebagai dokumen pendukung.
Dokumen pendukung ini membantu auditor untuk menentukan apakah item utang usaha telah
dicatat dan diakui sebagai utang usaha pada periode yang seharusnya atau tidak.
3. Apakah auditor tidak melakukan konfirmasi utang usaha kepada vendor atau supplier ? jika
memang tidak melakukan konfirmasi apa alasannya ?
Salah satu cara untuk memperoleh keyakinan terhadap saldo utang usaha supplier adalah
dengan mengirimkan konfirmasi mengenai utang kepada supplier-supplier tersebut namun
pengiriman konfirmasi di akun utang usaha memang tidak diwajibkan dan tidak sesering
digunakan seperti di akun piutang usaha.
Prosedur konfirmasi ini tidak dilakukan oleh auditor karena prosedur pengujian SURL
(Pencarian kewajiban yang belum tercatat ) telah dapat melihat dan menangkap semua
tagihan dan pembayaran kepada vendor setelah tanggal 31 Desember 2012. Pengujian SURL
dianggap lebih efektif dan efisien karena pengiriman konfirmasi membutuhkan banyak waktu
dan proses selama pengerjaannya. Ditambah lagi auditor harus melakukan prosedur audit
tambahan jika terdapat konfirmasi yang tidak kembali.