Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR JAWABAN KEGIATAN PESERTA DIDIK

REFLEKSI / PENCERMINAN

Nama Anggota Kelompok . . .


Kompetensi Dasar 1.
3.5 Menjelaskan Transformasi Geometri (refleksi,
2.
translasi, rotasi, dan dilatasi) yang
3.
dihubungkan dengan masalah kontekstual.
4.
4.5 Menyelesaikan masalah kontekstual yang
berkaitan dengan transformasi geometri
(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi).

Tujuan : 3.5.4 Peserta didik dapat membedakan contoh dan bukan contoh refleksi
Pembelajaran : 3.5.5 Peserta didik dapat mendeskripsikan sifat-sifat refleksi
: 3.5.6 Peserta didik dapat menentukan bayangan hasil refleksi

Mengamati

A. Menentukan hasil pencerminan yang benar dari suatu gambar


1. Warnai / arsirlah gambar yang merupakan bentuk refleksi dari bangun aslinya

Kunci: Bayangannya

Kunci: Bayangannya
2. Hasil pencerminan huruf F terhadap
garis miring, yang benar adalah . . .

Kunci Jawaban : D
3. Tentukan pasangan pencerminan yang tepat dari gambar berikut
a. c.

b. d.

Kunci Jawaban: D

B. Menggambar bayangan dari sebuah bangun yang direfleksikan terhadap suatu garis
Gambarlah bayangan dari bangun berikut pada kertas petak, yang telah disediakan !
No Asli Bayangan
1.

2.

Kesimpulan

Setujukah kamu ?
Jika refleksi / pencerminan adalah
proses membuat bayangan suatu bangun
atau benda tepat sama dengan aslinya
Dari beberapa kegiatan di atas, sebutkan ciri / sifat dari suatu refleksi dilihat dari segi: a)
bentuk, 2) ukuran/besarnya, dan 3) jaraknya !
Jawab :
a) jarak bayangan terhadap cermin = jarak benda asli terhadap cermin
b) bentuk/rupa & ukuran bayangan = bentuk/rupa & ukuran aslinya
c) Posisi bayangan saling berhadapan dengan benda aslinya

Menanya

C. Menentukan refleksi pada bidang koordinat


1. Menentukan refleksi dari suatu titik terhadap suatu sumbu atau garis
Misal :
1. Jika koodinat titik A direfleksikan
terhadap sumbu X maka hasil
refleksinya adalah titik ....
Jawaban : B
2. Jika koodinat titik A direfleksikan
terhadap sumbu Y maka hasil
refleksinya adalah titik . . .
Jawaban : D
3. Jika koodinat titik A direfleksikan
terhadap titik pusat (0,0) maka hasil
refleksinya adalah titik . . .
Jawaban : C
4. Jika antara titik A(3,2) dan C(-3,2)
dihubungkan oleh sebuah garis
sebagai pencermin dari titik B(3,-2)
maka bayangannya adalah titik . . .
Jawaban: D
5. Sebaliknya, jika antara titik D(-3,2)
dan B(3,-2) membentuk suatu garis
sebagai pencermin dari titik A(3,2)
maka bayangannya adalah titik . . .
Jawaban: C
Dengan melihat letak koordinat bayangan dengan titik asalnya, maka soal refleksi di atas
dapat di gambarkan sebagai berikut:
2. Menentukan refleksi dari suatu bangun terhadap suatu sumbu atau garis
Pada bidang koordinat pencerminan suatu titik atau bangun dapat dilakukan oleh
beberapa sumbu yakni:
a. Pencerminan terhadap sumbu X
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap sumbu X :
Asli Bayangan
A(1,2) A’(1,-2)
B(3,2) B’(3,-2)
C(3,3) C’(3,-3)
D(1,3) D’(1,-3)
Karena nilai koordnat x tetap, dan nilai koordinat
y hanya berubah tanda opearsinya.
Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu x
𝑴𝑿
adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (𝒙, −𝒚)
b. Pencerminan terhadap sumbu Y
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap sumbu Y :
Asli Bayangan
A(1,2) A’(-1,2)
B(3,2) B’(-3,2)
C(3,3) C’(-3,3)
D(1,3) D’(-1,3)
Karena nilai koordnat x tetap, dan nilai koordinat
y hanya berubah tanda opearsinya.
Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu Y
𝑴𝒀
adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (−𝒙, 𝒚)
c. Pencerminan terhadap sumbu X = k
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap sumbu X = k,
dengan k = -1
Asli Bayangan Posisi (y’)
A(1,2) A’(-3,2) Akibat refleksi
B(3,2) B’(-5,2) dari x = k maka
C(3,3) C’(-5,3) x’= k+(k-x)
D(1,3) D’(-3,3) x’= 2k-x
Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu
𝑴𝑿=𝒌
X=k adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (𝟐𝒌 − 𝒙, 𝒚)
Penjelasan, tentang pencerminan terhadap sumbu X = k , merupakan pencerminan
terhadap sebarang titik-titik yang sejajar pada koordinat sumbu X, sehingga
membentuk suatu garis tegak lurus sejajar sumbu Y, lihat gambar berikut:
• Jarak titik P terhadap sumbu y adalah a.
• Jarak cermin x = h ke sumbu y adalah h.
• Jarak benda kecermin = h-a.
• Jarak bayangan kecermin = h-a.
• Jarak bayangan kebenda =2(h-a).
• Jarak bayangan ke sumbu y = 2(h-a)+a = 2h-a
Aturan tersebut juga berlaku pada pencerminan
terhadap sumbu Y = h, dengan letak posisi cermin
yang berbeda, yakni sejajar terhadap sumbu X
d. Pencerminan terhadap sumbu y = h
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap sumbu Y =
h, dengan h = -1
Asli Bayangan Posisi (x’)
A(1,2) A’(1,-4) Akibat refleksi
B(3,2) B’(3,-4) dari y = h maka
C(3,3) C’(3,-5) y’= h+(h-y)
D(1,3) D’(1,-5) y’= 2h-y
Sehingga rumus pencerminan terhadap sumbu
𝑴𝒀=𝒉
y=k adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (𝒙, 𝟐𝒉 − 𝒚)
e. Pencerminan terhadap titik pangkal (0,0)
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap titik
pangkal/pusat (0,0) :
A(1,2) A’(-1,-2)
B(3,2) B’(-3,-2)
C(3,3) C’(-3,-3)
D(1,3) D’(-1,-3)
Sesuai sifat cermin bayangan yang dihasilkan
akan sehadap dan berjarak sama dari cermin
Sehingga rumus pencerminan terhadap titik pusat
𝑴(𝟎,𝟎)
(0,0) adalah 𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (−𝒙, −𝒚)
f. Pencerminan terhadap garis y = x
Tentukan koordinat bayangan persegi panjang
ABCD yang dicerminkan terhadap
garis y = x, maka
A(1,2) A’(2,1)
B(3,2) B’(2,3)
C(3,3) C’(3,3)
D(1,3) D’(3,1)
Karena pencermin berada berimbit dengan
bangun maka banyangan yang dihasilkan juga
berimpit. Sehingga rumus pencerminan
terhadap sumbu Y = X adalah:
𝑴𝒚=𝒙
𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (𝒚, 𝒙)
g. Pencerminan terhadap garis y = -x
Tentukan koordinat bayangan persegi
panjang ABCD yang dicerminkan terhadap
garis y = -x, maka
A(1,2) A’(-2,-1)
B(3,2) B’(-2,-3)
C(3,3) C’(-3,-3)
D(1,3) D’(-3,-1)
Sehingga rumus pencerminan terhadap
sumbu Y = -X adalah: 𝑷(𝒙, 𝒚)
𝑴𝒚=−𝒙
→ 𝑷′ (−𝒚, −𝒙)

h. Pencerminan terhadap titik Q(a,b)


Tentukan koordinat bayangan persegi
panjang ABCD yang dicerminkan terhadap
garis terhadap sebarang titik (a,b), misal
Q(a,b) dengan a=-1, b= -2 maka:
A(1,2) A’(-3,2)
B(3,2) B’(-5,2)
C(3,3) C’(-5,1)
D(1,3) D’(-3,1)
Sehingga rumus pencerminan terhadap
sumbu X adalah:
𝑴(𝒂,𝒃)
𝑷(𝒙, 𝒚) → 𝑷′ (𝟐𝒂 − 𝒙, 𝟐𝒃 − 𝒚)