Anda di halaman 1dari 4

Bioteknologi dengan Menggunakan Kultur Jaringan

1. Pengertian Kultur Jaringan


Kultur jaringan pertama kali dilakukan oleh F.C. Steword, ahli tumbuhan Amerika
Serikat, pada tahun 1958. Kultur Jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan
tanaman secara vegetatif menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengan
tanaman asalnya. Teknik Kultur Jaringan memanfaatkan sifat totipotensi tanaman, yaitu
kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh dan menjadi tanaman yang sempurna
apabila berada dilingkungan yang sesuai. Prinsip teknik kultur jaringan adalah
menumbuhkan bagian jaringan tanaman yang disebut eksplan (misalnya potongan daun,
batang, akar atau bunga) di dalam medium buatan.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar kultur jaringan dapat berhasil baik, antara
lain sebagai berikut :
a. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya diambil dari jaringan
meristem.
b. Penggunaan medium yang cocok. Medium ini harus mengandung lima kelompok
senyawa, yaitu garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan
pelengkap organik.
c. Pencapaian keadaan aseptik, yaitu pengambilan eksplan secara steril.
d. Pengaturan udara yang baik.
2. Teknik Kultur Jaringan
Teknik kultur jaringan memerlukan syarat mutlak, yaitu keadaan steril pada alat,bahan,
lingkungan (ruang kerja), maupun seluruh rangkaian kerjanya. Secara umum, rangkaian
kerja teknik kultur jaringan meliputi :
a. Persiapan
Tahap awal dalam kultur jaringan adalah menyiapkan eksplan, yaitu bagian dari
tanaman (sel,jaringan atau organ) yang digunakan sebagai untuk memulai suatu
kultur. Proses yang diperlukan untuk menghasilkan keadaan steril (bebas hama) atau
terhindar dari mikroorganisme yang tidak diinginkan disebut sterilisasi. Sterilisasi alat
dan bahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut autoklaf. Alat-alat
dan bahan yang diperlukan dalam kultur jaringan tumbuhan antara lain : botol kultur,
pinset, scalpel (pisau kultur), cawan petri, Erlenmeyer, pipet, aquades, dan medium
kultur buatan. Seluruh alat dan bahan tersebut harus dalam keadaan steril sebelum
dipakai.
Berikut beberapa medium yang sering digunakan dalam kultur jaringan.
No Nama Medium dan Penemunya Keterangan
1. MS (Murashige dan Skoog) Untuk kultur kalus pada berbagai tanaman,
atau LS (Linsmajer dan skoog) banyak mengandung garam-garam mineral
dan senyawa nitrogen (amonium dan
nitrat).
2. BS (Gamborg) Untuk kultur suspense sel tanaman
Leguminosae (terung-terungan).
3. Nitsch dan Nitsch Untuk kultur microspora dan kultur sel
pada tembakau.
4. WPN (Lloyd dan Mc Cown) Untuk kultur jaringan tanaman berkayu
5. VW (Vancin dan Went) dan Untuk tanaman anggrek
Knudson C
6. Kao dan Michayluk Untuk kultur protoplas pada Cruciserae,
Gramineae, dan Leguminosae
7. N6 (Chu) Untuk serealia (padi)
8. White (W63) Untuk kultur akar yang mengandung
garam-garam mineral dalam konsentrasi
yang rendah.
Secara umum, medium yang digunakan dalam kultur jaringan harus mengandung
garam-garam anorganik (unsur makro dan mikro), zat-zat organik (zat pengatur
tumbuh), substansi organik yang kompleks (Air kelapa dan ekstrak buah-buahan),
bahan pemadat medium (agar-agar), pH tertentu, dan bahan tambahan (arang aktif).
Beberapa kelompok zat pengatur tumbuh yang digunakan dalam kultur jaringan
antara lain : auksin (IAA, 2,4 D, dan NAA), sitokinin (adenin, kinetin, zeatin, dan
BAP), giberelin, azam absisat, dan etilen. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) merupakan
factor yang mendukung proses pertumbuhan pada kultur jaringan tumnbuhna.
Hormone auksin memacu pembelahan sel, sehingga membentuk gumpalan atau massa
sel yang belum terdiferesiasi, disebut kalus. Sel-sel kalus ini dapat berkembang
menjadi tanaman baru.
b. Inokulasi
Inokulasi merupakan tahapan penanaman eksplan yang sudah steril kedalam atau
diatas medium buatan pada botol kultur. Teknik yang dilakukan untuk mendapatkan
eksplan yang steril disebut teknik aseptis, dengan mengambil atau mengiris bagian
tanaman. Entkas dan LAS (Laminar Air Flow) merupakan peralatan utama untuk
melakukan kerja secara aseptis.
c. Pemeliharaan
Tahapan setelah inokulasi adalah meletakkan atau menyimpan botol-botol kultur
secara rapi dan teratur pada ruang pemeliharaan (ruang inkubator), yaitu di rak-rak
pemeliharaan. Selama pemeliharaan, kultur diamati secara rutin untuk mengetahui
pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Ruang inkubator harus dalam keadaan
bersih dan dilengkapi dengan pengatur suhu ruangan serta sumber cahaya (lampu),
sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan eksplan.
d. Aklimatisasi
Tahapan setelah memelihara kultur yaitu menyesuaikan tanaman agar mampu
beradaptasi dengan lingkungan yang baru proses ini disebut aklimatisasi. Perlakuan
sebelum memindahkan atau menumbuhkan tanaman hasil kultur jaringan pada
lingkungan luar (lapangan), yaitu menumbuhkan kultur dalma suatu ruangan khusus
(green house),dengan mengatur faktor kelembaban, cahaya, dan suhu.

Gambar tahapan pembentukan tanaman baru pada wortel


(a) Wortel
(b) Potongan wortel bentuk bulat (+1cm)
(c) Dibuang bagian tepi sehingga berbentuk kubus
(d) Dimasukkan kedalam medium (mengandung zat pengatur tumbuh)
(e) Tumbuh kalus
(f) Tahapan perkembangan sampai terbentuk tanaman kecil
(g) Tanaman wortel dewasa
3. Manfaat Kultur Jaringan dan Keuntungan Kultur Jaringan
 Menghasilkan tanaman atau induvidu baru dalam jumlah besar dan cepat (waktu
relative singkat
 Mengahasilkan tanaman bebsa virus
 Menghasilkan tanaman yang persis dengan induknya, sehingga dapat melestarikan
sifat tanaman induk
 Mengahasilkan hibrid baru melalui persilangan somatis (melalui fusi atau
penggabungan protoplas)
 Menghasilkan tanaman haploid (melalui kultur mikrospora)
 Untuk pemuliaan tanaman
 Untuk menyimpan plasma nuftaf
 Untuk menyelamatkan embrio
 Hanya memerlukan tempat yang relative sempit
 Semua bagian tanaman dapat digunakan
4. Macam-macam Kultur Jaringan
 Kultur Embrio, Menggunakan embrio. Misalnya pada embrio kelapa kopyor yang
sulit dikembangbiakan secara alamiah
 Kultur sel atau kultur kalus, yaitu eksplan berupa sel. Contohnya pada perbanyakan
tanaman anggrek, kacang hijau, jagung, dan gandum.
 Kultur Meristem, Menggunakan jaringan (akar, batang, daun) yang muda atau
meristematik.
 Kultur Polen, Menggunakan serbuk sari sebagai eksplannya.
 Kultur Protoplas, Menggunakan sel jaringan hidup sehingga eksplan tanpa dinding.
 Kultur Kloroplas, Menggunakan kloroplas. Kultur ini biasanya untuk memperbaiki
atau membuat varietas baru.
5. Kelebihan dan Keuntungan Kultur Jaringan
Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan mempunyai kelebihan antara lain seperti
berikut.
 Kultur jaringan merupakan suatu cara menghasilkan jumlah bibit tanaman yang
banyak dalam waktu singkat.
 Kultur jaringan Tidak memerlukan tempat yang luas.
 Kultur jaringan Tidak tergantung pada musim sehingga bisa dilaksanakan sepanjang
tahun.
 Bibit yang dihasilkan Kultur jaringan lebih sehat.
 Kultur jaringan Memungkinkan dilakukannya manipulasi genetik.
Selain mempunyai kelebihan, kultur jaringan ternyata juga mempunyai kekurangan,
seperti berikut.
 Kultur jaringan Memerlukan biaya besar karena harus dilakukan di dalam
laboratorium dan menggunakan bahan kimia.
 Kultur jaringan Memerlukan keahlian khusus.
 Kultur jaringan Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan eksternal karena tanaman
hasil kultur biasanya berukuran kecil dan bersifat aseptik serta sudah terbiasa berada
di tempat yang mempunyai kelembapan udara tinggi.

Anda mungkin juga menyukai