Anda di halaman 1dari 4

Nama : Arum Mawar W.

Kelas : XI MIA 1
No : 06

1. Tujuan Budaya Politik


1. Cara-cara Berpolitik dalam Masyarakat.
2. Penerapan Budaya Politik.
3. Menyelesaikan perselaisihan secara damai dan melembanga
4. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu
masyarakat yang sedang berubah.
5. Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara teratur.
6. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
7. Mengakui dan menanggap wajar adanya kenekaragaman.
8. Menjamin tegaknya keadilan.

Pengertian Budaya Politik


Merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara,
penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat
istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat
setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai
bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk
masyarakat seluruhnya.
2. Bentuk dan Wujud Budaya Politik

1. Budaya Subjek Parochial (The Parochial Subject Culture)


Pada masyarakat dengan bentuk budaya subjek parochial terdapat
sebagian besar yang menolak tuntutan-tuntutan ekslusif masyarakat. Pada
kegiatan politik hanyalah salah satu bagian yang penting.
2. Budaya Subjek Partisipan (Subject Participant Culture)
Masyarakat yang memiliki bidang prioritas peralihan dari objek ke
partisipan akan cenderung mendukung pembangunan dan memberikan
dukungan yang besar terhadap system politik demokrasi.
3. Budaya Parochial Partisipan (The Parochial Participant Culture)
Budaya politik ini banyak didapati di negara-negara yang relative masih
muda (negara-negara yang berkembang). Pada tatanan ini terlihat negara-
negara tersebut sedang giat melakukan pembangunan,termasuk didalamnya
ialah pembangunan kebudayaan.
Berdasarkan klasifikasi parochial, subjek, dan partisipan. Almond
membuat tiga model tentang kebudayaan politik dan disebut model orientasi
terhadap pemerintahan dan politik :
a. Masyarakat demokratis industrial
Kelompok ini selalu mengusulkan kebijaksanaan – kebijaksanaan baru
dan melindungi kepentingan khusus mereka.
b. System otoriter
Dalam model ini terdapat beberapa kelompok masyarakat yang memiliki
sikap politik berbeda. Mendiskusikan masalah-masalah pemerintahan dan aktif
dalam lobbying.
c. System demokratis praindustriil
Dalam negara dengan model seperti ini hanya sedikit sekali partisipan
yang terutama dari professional terpelajar, usahawan dan tuan rumah.
Tipe Budaya Politik

a. Budaya Politik Parochial (parochial political culture)


Yang menonjol dalam budaya politik ini adalah kesadaran anggota
masyarakat akan adanya pusat kewenangan/kekuasaan politik dalam
masyarakat.
b. Budaya Politik Kaula
Anggota masyarakat mempunyai minat perhatian, mungkin juga
kesadaran terhadap system sebagai keseluruhan terutama dalam aspek
outputnya. Kesadaran masyarakat dalam politik untuk memberikan input
politik boleh dikatakan nol.
c. Budaya Politik Partisipan
Anggota masyarakat memiliki kesadaran secara utuh bahwa mereka
adalah actor politik
d. Budaya Politik Campuran (mixed political culture)
Gabungan karakteristik tipe-tipe kebudayaan politik yang murni.

3. Kendala Budaya Politik

1.Terjadinya kebebasan tak bertanggung jawab dari segenap oknum


masyarakat dalam berpolitik baik dalam cakupan masyarakat ataupun
pemerintah.

2. Belum ada batasan dalam berpolitik secara organisasi seperti maraknya


partai politik di Indonesia sehingga menimbulkan kebingungan bagi
masyarakat dalam pemilihan umum. Di samping itu kerap terjadi
perselisihan antar kelompok politik dan perebutan kekuasaan.

4. Solusi Kendala Budaya Politik

1.Meberi tindakan yang tegas terhadap para oknum yang tidak bertanggung
jawab

2.Menyatukan seluaruh partai politik menjadi satu untuk dapat mencapai


satu tujuan
5. Sikap Yang Dapat Dipelajari

Berdasarkan pendapat Bapak Kavanagh bahwa pendekatan kebudayaan


politik menantang kemampuan kita untuk menerangkan dan menganalisis
interaksi antara sistem politik dan kebudayaannya. Dengan membeda-bedakan
antara perilaku-perilaku dan sikap sikap, kita dapat menguraikan perbedaan
perbedaan bentuk sistem sistem dan struktur politik ditinjau dari sudut
kebudayaan.

Bahwa dengan memahami jenis hubungan antara kebudayaan politik dan


bentuk sistem tersebut, kita dapat menghormati maksud maksud yang mungkin
akan menyebabkan pergeseran pergeseran politik yang bersifat progresif. Hal
ini sangat berhubungan dengan banyak ilmuwan politik yang ada dalam
lokalisasi kondisi kondisi pemerintahan demokratis yang stabil.

SIKAP-
PENGERTIAN
SIKAP
Radikal sikapseseorang yang menghendakiperubahanterhadapsesuatu yang adasecaracepat.
Sikapradikalmenghendakiperubahansemuatatananatausemuaaspekkehidupanmasyara
katsampaikeakar-akarnya, danjikaperludengankekerasan.
politik mereka yang berusahamempertahankanstaus quo danmendukungsistemitusecarautuh,
status quo sekaliguspelakunya. Merekalah yang
sebenarnyaterhanyutdalamkenikmatanpenguasaanasasekonomi, politik, hukum,
sosialdan lain sebagainya.
Status quo suatusikapdarisuaturezim yang berkuasaapabilaterjadiperalihankekuasaan agar
tetapdalamsaturezimitu, danberusahatidakadaperubahandenganmaksud agar
kesalahan-kesalahanrezimitudapatterungkap.
Konservatif sikap yang dipertahankanolehrezimnya agar
kelompokitutidakterusikdalamkehidupannyadanterhormatdalammasyarakatdanbangsan
ya, sertaseolah-olahsemuakeberhasilan yang
dicapaimerupakanperjuanganrezimnyasertatidakadakekuatan lain yang
mampumelaksanakanpemerintahan.
Politikmode sikapmenghindarkanperilakuataupengungkapan yang
rat ekstrematauberkecenderunganperilakukearahdimensiatautengahjalan.
Pandangannyacukupdanmampumempertimbangkanpandanganpihak lain.