Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil
dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi
tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.1

Undang – undang republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang


Aparatur Sipil Negara dalam Bab IV dijelaskan fungsi, tugas dan peran ASN.
Fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat
pemersatu bangsa. Jadi, untuk melaksanakan fungsi tersebut ASN sebagai
aparatur negara harus memiliki kekuatan dan kemampuan profesional,
berintegritas tinggi dalam melaksanakan tugasnya. 2 Adapun tugas ASN yaitu :

a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina


Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan;

b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan

c. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik


Indonesia.

Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas


penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui
pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi
politik, serta bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Berdasarkan hal

1
http://bem.law.ui.ac.id/fhuiguide/uploads/materi/pengertian-dan-ruang-lingkup-birokrasi-kepegawaian-
negeri.ppt
2
http://www.bpn.go.id/Publikasi/Peraturan-Perundangan/Undang-Undang/undang-undang-republik-
indonesia-nomor-5-tahun-2014-4212

1
tersebut, sebagai ASN harus mampu mengaplikasikan nilai – nilai dasar ASN,
khususnya di bidang pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan yang di Laksanakan di
Lembaga Pemasyarakatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 Tentang


Pemasyarakatan Pasal 2 berbunyi : Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam
rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya,
menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga
dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam
pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan
bertanggung jawab.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang adalah Unit Pelaksana Teknis


(UPT) Pemasyarakatan yang dibentuk sesuai Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI
Nomor : M.HH.04.OT.01.01 Tahun 2012 Tanggal 14 Agustus 2012 serta berada
dibawah pengawasan dan bertanggungjawab kepada Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur, yang menampung
Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan yang berada di wilayah Kota Bontang,
Kabupaten Kutai Timur dan sekitarnya.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang dibangun pada Tahun 2008 – 2011
dibangun dengan sumber dana APBN yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur kemudian sejak tahun 2013 sampai
dengan tahun 2014 Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang memperoleh bantuan
Pembangunan Sarana dan Prasarana Penunjang Lapas dari Pemerintah Kota Bontang
yang besumber dari APBD Kota Bontang dan Bantuan Keuangan Provinsi Kalimantan
Timur Tahun Anggaran 2013 dan Tahun Anggaran 2014 Lembaga Pemasyarakatan
Kelas III Bontang memperoleh APBN untuk Pembangunan Lanjutan Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III. Sampai pada tahun 2015 ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas
III Bontang memperoleh APBD Kota Bontang untuk Pembangunan Lanjutan. Lembaga
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang terletak di areal tanah seluas 4,36 Ha
milik Pemerintah Kota Bontang dengan status Pinjam Pakai, dengan alamat Jl. Prestasi,
Bontang Lestari Kota Bontang – Kalimantan Timur.3

3
Laporan Bulanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang Bulan Agustus 2015. Hal. 2
2
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang telah beroperasi sejak bulan
Nopember 2014 dan sampai saat ini, terhitung tanggal 15 Agustus 2015 Warga Binaan
Pemasyarakatan dan Tahanan Kelas III Bontang berjumlah 334 Penghuni.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang

Jumlah Bangunan : Sebelas (11) Bangungan

1. Gedung Kantor Utama


2. Gedung Kantor dan Ruang Kunjungan
3. Dapur dan Gudang BaMa
4. Blok Pria
5. Masjid
6. Blok Narkoba Pria
7. Blok Pria dan Staffsell
8. Workshop
9. Klinik
10. Blok Anak
11. Blok Wanita
12. Rumah Negara Golongan I Tipe C sebanyak 1 Unit
13. Rumah Negara Golongan I Tipe D sebanyak 3 Unit

3
14. Rumah Negara Golongan I Tipe E (Couple) sebanyak 1 Unit
15. Bangunan Menara Pengawas Sebanyak 4 Unit
16. Pagar Permanen sebanyak 1 Unit
17. Jaringan Listrik (Penerangan Pagar Ornames).

Jumlah Pegawai :

 Jumlah pegawai golongan IV : - Orang


 Jumlah pegawai golongan III : 5 Orang
 Jumlah pegawai golongan II : 22 Orang
 Jumlah pegawai golongan I : - Orang
Jumlah : 27 Orang

B. Visi, Misi dan Tujuan

Visi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang yaitu :

“Membentuk Narapidana yang sehat seutuhnya (Jasmani dan Rohani) sehingga


menjadi manusia pembangunan yang aktif dan produktif dalam menghasilkan karya
melalui tugas – tugas kedinasan yang ideal, disiplin, aktif dan dinamis dilandasi
semangat kebersamaan demi terwujudnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang
yang Gemilang”

Upaya untuk mewujudkan visi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang,


dilakukan dengan peningkatan mutu di bidang pelayanan, pembinaan dan perlindungan
terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan. Secara lebih terperinci, Misi Program
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang dapat diuraikan sebagai berikut :

Melaksanakan Pembinaan dan Mempersiapkan Narapidana agar siap kembali ke


Masyarakat serta menjadi manusia yang aktif dan produktif dalam melaksanakan
pembangunan melalui program :

1. Pembinaan Rohani
2. Pembinaan Keterampilan
3. Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia bagi Narapidana

4
4. Menjaga keamanan bagi Masyarakat, petugas dan Narapidana
5. Mejadikan Lapas Bontang yang Akuntabel dan memberikan pelayanan prima bagi
publik melalui kerjasama yang serasi dan selaras dalam pelaksaan tugas.
6. Menjadikan Lapas Bontang sebagai wilayah bebas dari korupsi (WBK), Bebas dari
Peredaran Uang (BPU) dan Wilayah yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran
gelap narkoba.
Adapun tujuan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang yaitu :
“Membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya,
menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga
dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam
pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan
bertanggung jawab.”

5
C. Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang

Gambar 1.1

6
D. Tugas dan Fungsi :

1. Organisasi yaitu Lapas Kelas III Bontang

a. Melakukan pembinaan narapidana/anak didik dan tahanan

b. Memberikan bimbingan , mempersiapkan sarana dan mengelola


hasil kerja

c. Melakukan bimbingan sosial/kerohanian narapidana/anak didik


dan tahanan

d. Melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib LAPAS

e. Melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga.

2. Unit Kerja yaitu Urusan Tata Usaha

Tata Usaha melaksanakan Pengelolaan terhadap urusan Rumah Tangga yaitu


kepegawaian dan Keuangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas Sub Bagian Tata Usaha
mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga LAPAS. Untuk
menyelenggarakan tugas tersebut Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :

a. Melakukan urusan kepegawaian

b. Melakukan urusan keuangan.

c. Melakukan urusan Kehumasan dan Pelaporan.

d. Melakukan urusan surat – menyurat, perlengkapan dan rumah tangga.

3. Pegawai.

Pegawai mempunyai Uraian Tugas Jabatan sebagai berikut :

- Melaksanakan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi


BMN dan Persediaan

- Membuat perencanaan kebutuhan perlengkapan kantor.

- Melaksanakan pemeliharaan inventaris kantor, gedung kantor, rumah


dinas dan kendaraan dinas agar selalu siap pakai.
7
- Menyiapkan berkas tagihan pemeliharaan alat perlengkapan kantor,
gedung kantor, dan rumah dinas untuk mendapatkan penyelesaian
pembayaran.

- Melaksanakan pengelolaan pemakaian listrik, air, dan telepon kantor


serta menjaga kebersihan ruangan agar dapat digunakan sebagaimana
mestinya;

- Menyiapkan dan melaksanakan penghapusan atau penjualan


perlengkapan kantor dan kendaraan dinas sesuai dengan aturan yang
berlaku.

- Melaksanakan pendistribusian, pengelolaan dan pengarsipan surat masuk


serta surat keluar.

- Melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Pejabat Penerima Barang dan


Jasa

E. Tujuan

Tujuan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN adalah setelah mengikuti diklat


prajabatan CPNS ini, mampu mengaplikasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi (ANEKA) pada instansi
masing-masing (Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang) yaitu :

1. Dapat menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga menjadi ASN yang


bertanggung dan memiliki integritas dalam memberikan pelayanan dengan
baik dan maksimal.

2. Dapat menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja dengan


menerapkan nilai-nilai Pancasila

3. Dapat menerapkan nilai-nilai etika publik sehingga menjadi ASN yang dapat
menjadi teladan baik dilingkungan tempat kerja maupun di masyarakat.

4. Dapat menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga mampu bertindak


efektif, efisiensi yang mengandung inovasi dan bekerja dengan berorientasi
pada mutu.

8
5. Dapat menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga dapat mewujudkan sikap
disiplin dan membentuk sikap yang amanah, jujur dan mampu mencegah
terjadinya korupsi.

9
BAB II

A. Landasan Teori
Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan kelima nilai dasar ANEKA
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
yang harus di tanamkan kepada setiap ASN, maka perlu diketahui indikator-indikator
dari kelima nilai dasar tersebut yaitu :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahmya. Amanah seorang PNS
adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.4
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil Negara untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi
mementingkan kepentingan publik, bangsa dan Negara.5
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standart/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.6
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi
pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang
menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara.7

4
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I dan II. Hal. 8
5
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I dan II. Hal. 3
6
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I dan II. Hal. 6
7
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I dan II.
10
5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas
segala tingkah atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan
memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari
kerugian keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang,
penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan
gratifikasi.8

B. AGENDA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Kegiatan / Sub : Melaksanakan Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar


Kegiatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
Tanggal : Tanggal 10 s.d 20 Agustus 2015
Indikator : Jumlah surat masuk yang telah didisposisi, didistribusikan,
Keberhasilan ditindak lanjuti dan dikirim.
Tingkat : 90 %
Capaian
Teknik : Teknik pengelolaan surat-menyurat dilaksanakan dengan cara
Aktualisasi disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab dan kepercayaan.
Deskripsi Proses : 1. Mencatat surat masuk ke buku agenda surat
masuk.
2. Mendisposisikan surat masuk kepada Kepala
Lapas Kelas III Bontang.
3. Menindaklanjuti disposisi surat masuk dari
Kepala Lapas Kelas III Bontang (Jika surat ditujukan
untuk Sub Seksi lain, maka Surat tersebut difotocopy
dan didistribusikan kepada Sub Seksi yang dituju).
4. Membuat Konsep surat jika surat tersebut
ditujukan untuk sub seksi Tata Usaha dengan meminta
koreksi dari Kaur Tata Usaha.

8
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I dan II. Hal. 15
11
5. Memberikan nomor surat keluar.
6. Melakukan pendistribusian surat keluar Lapas
Kelas III Bontang ke tempat tujuan.
7. Mengarsipkan seluruh surat masuk dan surat
keluar Lapas Kelas III Bontang.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1.Tempat asal surat masuk dan tempat tujuan surat keluar.
Bagi -Terselenggaranya tindak lanjut surat yang baik dan cepat
Stakeholders: sehingga baik surat yang diterima maupun surat yang dikirim
oleh Lapas dikelola dengan cepat dan tepat sasaran.
Exp : Surat masuk petikan putusan dan penetapan hari sidang
dari Pengadilan Negeri, surat ini bersifat penting dan segera
sehingga pengelola surat harus segera menindaklanjuti surat
tersebut .
Internal :
1. Kalapas
2. Kaur Tata Usaha
3. Ka. Subsi Kamtib
4. Ka. Subsi AO
5. Ka. Subsi Pembinaan
-Terselenggaranya dan terselenggaranya pengelolaan serta
pengadministrasian surat masuk dan surat keluar dengan tindak
baik dan cepat.
Exp : Surat Pemberitahuan 3 Hari, 7 Hari dan 10 Hari Habis
Masa Penahanan. Surat ini bersifat penting dan harus segera
ditindaklanjuti.
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya Pengelolaan dan Pengadministrasian Surat
Menyurat Lapas Kelas III Bontang yang berperan penting
dalam pelaksanaan Visi dan Misi Organisasi.

12
Hambatan : 1. Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM
di Sub Seksi Tata Usaha yang khusus mempunyai
Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) pengelolaan dan
pengadministrasian surat-menyurat lapas kelas III
Bontang. Hal ini yang menjadi hambatan dalam
penyelesaian pengelolaan dan pengadministrasian surat
dengan tepat waktu dan sesuai target yang diinginkan.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham
Kaltim segera ditambah pegawai untuk Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Dokumen (Exp : Surat masuk dan keluar tgl 10)
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pelaksanaan pengelolaan dan pengadministrasian surat-menyurat Lapas Kelas
III Bontang merupakan wujud dari Tanggung jawab dan Profesionalisme pegawai
pengelola surat dengan memelihara dan menjunjung tinggi kepercayaan dalam
menindak lanjuti surat yang diterima dan dikirim, khususnya untuk surat yang bersifat
rahasia dengan menindaklanjuti pengelolaan surat secara cepat dan akurat.
Pegawai yang melaksanakan pengelolaan dan pengadministrasian surat menyurat
sudah selayaknya mempunyai sikap disiplin, kerja keras dan respect yang tinggi
serta dapat membangun komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik dengan
stakeholders sehingga dalam penanganan surat menyurat Lapas tepat waktu dan
tepat sasaran.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Bekerja secara profesional dan bertanggung jawab
2. Disiplin dan jujur
3. Bekerja cepat dan tepat
4. Membangun komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang baik dengan semua
stakeholders.

13
Bontang, 10 Agustus 2015
Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

Kegiatan / Sub : Melaksanakan Konsultasi dan Koordinasi terkait Update


Kegiatan Aplikasi SIMAK-BMN dan Aplikasi Persediaan guna
penyesuaian nilai BMN Lapas kelas III Bontang dengan Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.

Tanggal : Tanggal 11 Agustus 2015


Indikator : 1. Keberhasilan Update Aplikasi SIMAK-BMN
Keberhasilan dan Update Aplikasi Persediaan.
2. Kesesuaian nilai neraca setelah melaksanakan
file kirim dari Persediaan ke SIMAK-BMN.
3. Kesesuaian nilai BMN Lapas Bontang dengan
data Kanwil Kemenkumham Kaltim.
Tingkat : 90 %
Capaian
Teknik : Teknik Pelaksanaan yaitu dengan meningkatkan komunikasi,
Aktualisasi konsultasi, koordinasi dan kerjasama yang baik serta loyalitas
dan ketelitian.
Deskripsi Proses : 1. Berkoordinasi dengan kanwil untuk
melaksanakan penyesuaian nilai BMN dengan data
Kanwil Kemenkumham Kaltim.
2. Meminta izin dan persetujuan kepada pimpinan
untuk melaksanakan konsultasi dengan Kanwil

14
Kemenkumham Kaltim.
3. Melakukan proses update aplikasi SIMAK-BMN
Versi 15.1.0 dan Update aplikasi Persediaan Versi
15.1.0.
4. Melakukan pengecekan kesesuaian nilai Neraca
Persediaan dengan nilai Neraca SIMAK-BMN.
5. Melakukan pengiriman dan penerimaan ADK
Persedian ke Aplikasi SIMAK BMN.
6. Melakukan update kesesuaian nilai BMN Lapas
Bontang dengan data Kanwil Kemenkumham Kaltim.
7. Membuat Laporan perjalanan dinas mengenai
hasil koordinasi Aplikasi SIMAK-BMN dan Aplikasi
Persediaan Lapas Bontang dengan Kanwil Kaltim.

Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
Bagi Kalimantan Timur.
Stakeholders: - Terselenggaranya update Aplikasi SIMAK-BMN dan Aplikasi
Persediaan sehingga setelah update aplikasi tidak ada selisih
antara nilai BMN Lapas Bontang dengan data nilai di Kanwil
Kemenkumham Kaltim yang selanjutnya menjadi data Laporan
Kanwil Kemenkumham Kaltim di Inspektorat Jenderal
Kemenkumham RI.
Internal :
1. Kalapas
2. Kaur Tata Usaha
-Terselenggaranya Update Aplikasi SIMAK-BMN dan Aplikasi
Persediaan sehingga setelah update aplikasi tidak ada selisih
antara nilai BMN Lapas Bontang dengan data nilai BMN di
Kanwil Kemenkumham Kaltim sehingga dapat ditindaklanjuti
dengan melakukan rekonsiliasi ulang dengan KPKNL(Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Kota Bontang.

15
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya Pengelolaan Barang Milik Negara di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga
pemenuhan kebutuhan BMN di Lembaga Pemasyarakatan
Kelas III Bontang dapat tercapai yang kemudian memberikan
kontribusi positif bagi perwujudan visi dan misi Lapas Kelas III
Bontang.
Hambatan : -Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga tugas pokok dan
fungsi sebagai Pengelola Barang Milik negara tidak dapat
dilaksanakan dengan maksimal.
-Update Aplikasi yang diberikan belum sempurna(matang)
sehingga masih sering terjadi selisih nilai dan kesalahan yang
disebabkan oleh Aplikasi yang belum sempurna tersebut.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham
Kaltim segera ditambah pegawai untuk Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
2. Meningkatkan Koordinasi dan konsultasi yang
baik dengan Kanwil Kemenkumham kaltim maupun
dengan KPKNL Kota Bontang, sehingga setiap
permasalahan BMN yang terjadi mendapatkan solusi
terbaik.
3. Mengikuti diklat atau pelatihan terkait
peningkatan kualitas dan pengetahuan mengenai
pengelolaan Barang Milik Negara pada Lembaga
Pemasyarakatan.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Dokumen

16
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Melaksanakan Konsultasi dan Koordinasi terkait Update Aplikasi SIMAK-
BMN dan Aplikasi Persediaan guna penyesuaian nilai BMN dengan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur merupakan kegiatan yang sangat
diperlukan dan penting bagi Pengelola Barang Milik Negara sebagai wujud tanggung
jawab dan profesionalisme dalam mengelola BMN Lapas Kelas III Bontang.
Kegiatan ini menuntut loyalitas dan kerja keras pegawai dalam mencari
solusi/pemecahan masalah yang terjadi baik pengelolaan barang di lapangan maupun
pengelolaan data barang pada aplikasi. Pengelola diharapkan mampu dan mempunyai
kualitas serta kemampuan yang tinggi sehingga BMN dapat dikelola secara efektif
dan efisien.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Membangun Komunikasi, Koordinasi, Konsultasi dan Kerjasama yang baik.
2. Loyalitas dan kerja keras terhadap Organisasi
3. Tanggung jawab dan Profesional.
4. Mengasah kemampuan dan menambah pengetahuan terkait dengan pengelolaan
BMN, khususnya dalam mempelajari Aplikasi-aplikasi baru.

Bontang, 11 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

17
Kegiatan / Sub : Melakukan Pengelolaan Barang Persediaan.
Kegiatan
Tanggal : 13 Agustus 2015
Indikator : Terselenggaranya pengelolaan dan Terpenuhinya kebutuhan
Keberhasilan barang persediaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
Tingkat : 75 %
Capaian
Teknik : Teknik melaksanakan pengelolaan barang persediaan yaitu
Aktualisasi dengan cara membangun komunikasi dan koordinasi yang baik,
kerja keras, loyalitas, kejujuran, kedisiplinan, menghargai
efisiensi dan efektivitas kerja.
Deskripsi Proses : 1. Membuat rencana kebutuhan Barang Persediaan
di Subsi Tata Usaha.
2. Merekap rencana kebutuhan dari Sub seksi
lainnya.
3. Menyerahkan daftar belanja barang persediaan
ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)
4. Melakukan pembelian atas perintah PPK.
5. Melakukan penginputan Barang Persediaan ke
dalam Aplikasi Persediaan sesuai dengan kwitansi yang
diperoleh dari pembelian.
6. Melakukan pendistribusian barang persedian dan
menandatangani Tanda Terima Barang Persediaan.
7. Melakukan pencatatan Barang Persediaan keluar
di Aplikasi Persediaan.
8. Melakukan pengarsipan berkas persediaan.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1. Toko tempat pembelian Barang Persediaan.
Bagi -Tersedianya Barang Persediaan yang dibutuhkan oleh
Stakeholders: pelanggan (Lapas Kelas III Bontang) yang kedepannya dapat
terjalin kerjasama yang baik dalam pemenuhan barang
persediaan berikutnya.

18
2. WBP.
-Terpenuhinya barang persediaan kebutuhan WBP.
Internal :
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
-Terselenggaranya pengelolaan barang persediaan yang baik
dan Terpenuhinya kebutuhan Barang Persediaan dengan
menggunakan prinsip Efektif dan Efisien sehingga kegiatan
Lapas Kelas III Bontang dapat terselenggara
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya pengelolaan dan Terpenuhinya kebutuhan
Barang Persediaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang sehingga memberikan kontribusi positif bagi
perwujudan visi dan misi Lapas Kelas III Bontang.
Hambatan : 1. Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM
di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang yang
berkompeten sehingga tugas pokok dan fungsi sebagai
petugas pengelola barang dapat dilaksanakan dengan
maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham
Kaltim untuk segera ditambah pegawai untuk
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan
dengan tugas pokok dan fungsi dimaksud.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Kuitansi Pembelian

19
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pelaksanaan pengelolaan barang persediaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan
secara profesional, dalam artian bahwa dalam pelaksanaannya sesuai dengan aturan
tanpa berusaha menguntungkan diri sendiri dengan merugikan negara. Kegiatan ini
menuntut pengelola barang persediaan untuk memiliki tanggung jawab dan disiplin
tinggi dalam melaksanakan tugas ini sehingga barang persediaan digunakan secara
efektif dan efisien sesuai dengan peruntukannya . Kegiatan pengelolaan ini juga
menuntut pengelola barang persediaan untuk menjalin komunikasi, koordinasi dan
kerjasama yang baik dengan semua sub seksi sehingga pelaksanaan pemenuhan
kebutuhan barang persediaan dapat terselenggara dengan baik.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Disiplin dan Konsisten dalam bekerja
2. bertanggung jawab dan profesional
3. Berani dan Jujur dalam melaksanakan tugas
4. Berkomunikasi, berkonsultasi dan bekerja sama yang baik.

Bontang, 13 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

20
Kegiatan / Sub : Melakukan Pendistribusian Barang Persediaan.
Kegiatan
Tanggal : Tanggal 14 Agustus 2015
Indikator : Terselenggaranya pendistribusian barang persediaan yang
Keberhasilan sesuai permintaan kebutuhan.
Tingkat : 100%
Capaian
Teknik : Teknik Pendistribusian ini dengan cara mengedepankan
Aktualisasi kejujuran, komunikasi, kerja keras dan berani.
Deskripsi Proses : 1. Membuat Tanda Terima barang persediaan.
2. Melakukan pendistribusian barang persediaan
3. Penandatanganan tanda terima barang persediaan
oleh yang menerima dan yang menyerahkan.
4. Pencatatan barang keluar pada Aplikasi
persediaan.
5. Mengarsipkan berkas-berkas pendistribusian
sebagai bahan laporan pertanggung jawaban.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1. WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)
Bagi -Terselenggaranya pendistribusian barang persediaan sehingga
Stakeholders: terpenuhinya kebutuhan barang-barang persedian WBP.
Internal :
1. Kalapas
2. Kaur Tata Usaha
3. Ka. Subsi
-Terselenggaranya pendistribusian barang persediaan secara
cepat dan sesuai dengan kebutuhan permintaan sehingga
kegiatan dalam menjalankan tupoksi masing-masing dapat
berjalan dengan lancar dan maksimal.
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggara Pengelolaan Barang Milik Negara dan Barang
persediaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang

21
sehingga Terpenuhinya Kebutuhan Barang Milik Negara dan
Barang Persediaan yang selanjutnya memberikan kontribusi
positif bagi perwujudan visi dan misi Lapas Kelas III Bontang.
Hambatan : Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang yang berkompeten sehingga
tugas pokok dan fungsi sebagai petugas pengelola barang dapat
dilaksanakan dengan maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim segera
ditambah pegawai untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dimaksud.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. BA Serah Terima Barang Persediaan.
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pendistribusian Barang Persediaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan
secara profesional, jujur, adil dan cepat sehingga permintaan kebutuhan dapat segera
terpenuhi dan memberikan kontribusi terselenggaranya kegiatan pada tupoksi masing-
masing. Indikator penting dalam melaksanakan pendistribusian disetiap Subsi dengan
cara menumbuhkan Komunikasi, Konsultasi dan Kerja sama yang baik diantara
Semua Subsi sehingga tujuan dapat tercapai dengan maksimal. Pendistribusian Barang
Persediaan seharusnya dijalankan dengan efektif dan efisien agar tidak menimbulkan
kerugian pada keuangan negara sehingga Petugas Pengelola Barang Persediaan harus
bekerja keras dan Disiplin dalam mengelola Barang Persediaan serta berani
menolak setiap penyalahgunaan Barang persediaan yang tidak sesuai dengan
peruntukkannya.

22
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Bekerja secara profesional dan bertanggung jawab
2. Disiplin dan jujur

Bontang, 14 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

Kegiatan / Sub : Membuat DBR-BMN (Daftar Barang Ruangan – Barang Milik


Kegiatan Negara) Lapas Kelas III Bontang
Tanggal : Tanggal 15 Agustus 2015
Indikator : Terdapat DBR-BMN pada setiap ruangan di Lembaga
Keberhasilan Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
Tingkat : 80 %
Capaian
Teknik : Teknik pelaksanaan pembuatan DBR-BMN ini dilakukan
Aktualisasi dengan cara jujur, efektif, disiplin dan berani.
Deskripsi Proses : 1. Melakukan pendataan BMN pada setiap ruangan
Lapas Kelas III Bontang
2. Mencetak Label BMN Per-Item
3. Mencetak Daftar DBR-BMN per-ruangan di
Aplikasi SIMAK-BMN menjadi dua rangkap.
4. Meminta penandatanganan oleh penanggung
jawab ruangan.
5. Menempelkan Label BMN pada barang yang
sesuai.

23
6. Menaruh hasil cetakan pertama yang telah
ditandatangani tersebut pada bingkai dan menempelkan
di ruangan yang sesuai dengan letak BMN.
7. Mengarsipkan hasil cetakan kedua.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1.Pengawas/Pemeriksa
Bagi -Terselenggaranya penempatan barang yang sesuai dengan
Stakeholders: jumlah barang yang terdapat di ruangan tersebut dan sesuai
dengan peruntukannya.

Internal :
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
-Terselenggaranya penempatan BMN sesuai dengan kebutuhan
ruangan sehingga Mempermudah penyerahan pertanggung
jawaban Barang Inventaris kepada setiap Ka. Subsi.
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya pembuatan DBR BMN sehingga
mempermudah pembagian tugas pengawasan dan perawatan
serta pertangungjawaban kepada penanggungjawab ruangan
sehingga dapat memaksimalkan penggunaan BMN pada setiap
sub seksi yang lebih lanjut memberikan kontribusi positif bagi
perwujudan visi dan misi Lapas Kelas III Bontang.
Hambatan : Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga tugas pokok dan
fungsi sebagai Pengelola BMN tidak dapat dilaksanakan
dengan maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim segera
ditambah pegawai untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dimaksud.

24
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Fotocopy DBR BMN Tata Usaha.
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pembuatan DBR-BMN merupakan tugas yang harus dilaksanakan dengan
profesional dan tanggung jawab yang tinggi, bukan hanya kepada petugas Pengelola
BMN namun juga untuk Ka. Subsi yang diserahkan Pertanggung jawaban untuk
melaksanakan Pengawasan dan Perawatan terhadap BMN. Pembuatan DBR-BMN
ini dilaksanakan dalam rangka memudahkan pengawasan dan kontrol terhadap BMN
di setiap ruangan. Petugas Pengelola Barang dan Ka. Subsie harus disiplin, jujur dan
berani jika dalam pelaksanaannya BMN digunakan tidak sesuai dengan
peruntukkannya.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja.
2. Membangun komunikasi dan koordinasi yang baik
3. Disiplin dan bekerja keras.

Bontang, 15 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

25
Kegiatan / Sub : Melaksanakan Penginputan data BMN pada Aplikasi SIMAN
Kegiatan
Tanggal : Tanggal 16 Agustus 2015
Indikator : Tercatatnya data BMN Lapas Kelas III Bontang pada aplikasi
Keberhasilan SIMAN.
Tingkat : 50 %
Capaian
Teknik : Teknik penginputan dilaksanakan dengan kedisiplinan ,
Aktualisasi kejujuran, kepedulian, ketelitian, keunggulan dan keberanian.
Deskripsi Proses : 1. Mendokumentasikan seluruh BMN Lapas Kelas
III Bontang
2. Mengumpulkan data dukung dokumen BMN
Lapas Kelas III Bontang
3. Melakukan penginputan data pada Aplikasi
SIMAN secara Online.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1.DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara)
Bagi 2.KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
Stakeholders: Kota Bontang)
-Diterimanya data BMN pada aplikasi SIMAN dari seluruh
Instansi terkait secara Online yang memudahkan Pengelolaan
administrasi BMN di seluruh satker terkait dengan DJKN.

Internal :
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
-Terselenggaranya pengadministrasian dan pelaporan SIMAN
dengan benar sehingga memudahkan pengelolaan administrasi
BMN Lapas Bontang kedepannya. Contohnya dengan
melakukan penginputan SIMAN, usulan penetapan status dan
penghapusan BMN yang tidak perlu lagi melampirkan data
dukung.

26
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya penginputan data BMN Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang pada Aplikasi SIMAN
sehingga memberikan kontribusi positif bagi perwujudan visi
dan misi Lapas Kelas III Bontang.
Hambatan : 1. Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM
di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang
sehingga tugas pokok dan fungsi sebagai Operator
SIMAN sehingga tupoksi tidak dapat dilaksanakan
dengan maksimal.
2. Jaringan internet yang masih kurang baik
mengingat Aplikasi SIMAN merupakan aplikasi yang
dioperasikan menggunakan jaringan internet (Online)
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham
Kaltim segera ditambah pegawai untuk Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan
dengan tugas pokok dan fungsi dimaksud.
3. Memperbaiki kualitas jaringan internet di Lapas
Kelas III Bontang.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Dokumen

27
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pelaksanaan penginputan data BMN pada Aplikasi SIMAN merupakan
kegiatan yang dilakukan secara profesional dan mempunyai integritas yang tinggi
karena penginputan data BMN pada aplikasi SIMAN tersebut merupakan bentuk
pertanggung jawaban pengelola BMN terhadap BMN Lapas Bontang dimana
Pengelola BMN disini harus memiliki sikap pekerja keras dan loyalitas terhadap
organisasi karena penginputan yang dilakukan membutuhkan waktu, ketelitian dan
dokumen yang cukup banyak sehingga Pengelola harus memiliki kemampuan dan
harus meluangkan waktu yang lebih dalam melaksanakan penginputan. Ditambah lagi
Aplikasi SIMAN ini merupakan Aplikasi Online yang membutuhkan disiplin tinggi
dan pengelola harus bekerja keras untuk penyelesaiannya. Lebih jauh manfaat yang
diberikan dalam Penginputan data BMN ini adalah terciptanya pengawasan atau
kontrol penggunaan BMN yang lebih baik dari DJKN (Diwakili KPKNL) Langsung
maupun dari Satker sendiri sehingga harus dibangun komunikasi, konsultasi dan
kerjasama yang baik dengan pihak KPKNL sebagai perpanjangan tangan DJKN.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
5. Disiplin
6. bertanggung jawab.
8. Kejujuran
9. Berkomunikasi, berkonsultasi dan bekerja sama yang baik.
10. Profesional.
11. Kepedulian

Bontang, 16 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

28
Kegiatan / Sub : Melaksanakan Rekonsiliasi Ulang SIMAK BMN (Sistem
Kegiatan Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara)
Semester I TA. 2015
Tanggal : Tanggal 18 Agustus 2015
Indikator : Terselenggaranya rekonsiliasi ulang SIMAK-BMN SMT I TA
Keberhasilan 2015.
Tingkat : 80 %
Capaian
Teknik : Teknik Rekonsiliasi ulang dilaksanakan dengan kedisiplinan ,
Aktualisasi kejujuran, kepedulian dan keberanian.
Deskripsi Proses : 1. Melakukan Penginputan Data SIMAK BMN
(Perangkat SDP) yang belum diinput ke dalam aplikasi
SIMAK BMN.
2. Melakukan Rekonsiliasi Internal dengan Operator
SAIBA.
3. Membuat surat rekonsiliasi ulang kepada KPKNL
yang diupload melalui Aplikasi SIMAN.
4. Melaksanakan rekonsiliasi ulang ke KPKNL
melalui Aplikasi SIMAN.
5. Mencetak BAR Eksternal.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1.KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang)
Bagi Kota Bontang
Stakeholders: Internal :
-Terselanggaranya rekonsiliasi dengan nilai yang telah sesuai
sehingga mendapatkan data yang dibutuhkan KPKNL dari
Instansi sebagai bentuk pengawasan dan sebagai bahan Laporan
KPKNL kepada DJKN.

29
- Internal
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
- Terselenggaranya rekonsiliasi ulang dengan nilai yang sesuai
sampai diterbitkannya BAR Eksternal Lapas Kelas III Bontang.
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya rekonsiliasi ulang SIMAK-BMN SMT I TA.
2015 Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga
memberikan kontribusi positif bagi perwujudan visi dan misi
Lapas Kelas III Bontang

.
Hambatan : Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga tugas pokok dan
fungsi sebagai Operator SIMAK-BMN tidak dapat
dilaksanakan dengan maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim segera
ditambah pegawai untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dimaksud.
Daftar : 3. Foto
Lampiran 4. Dokumen
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Dilaksanakannya Rekonsiliasi Ulang SIMAK-BMN SMT I TA. 2015
merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan secara profesional dan jujur.
Pelaksanaan Rekonsiliasi ini merupakan wujud dari pengawasan atau kontrol dari
KPKNL/DJKN terhadap Pengelolaan BMN Satker Lapas Kelas III Bontang dengan
menjalin komunikasi, konsultasi, dan kerjasama yang baik sehingga menjadi
kegiatan yang dapat meningkatkan kepercayaan Pimpinan terhadap Petugas Pengelola
BMN untuk mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja dalam mengelola
BMN

30
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Meningkatkan kemampuan dan keunggulan.
2. Bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja
3. Berkomunikasi, berkonsultasi dan bekerja sama yang baik.
4. Meningkatkan kedisiplinan untuk tertib administrasi.

Bontang, 18 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

Kegiatan / Sub : Memperbaiki CAL-BMN (Catatan Atas Laporan Barang Milik


Kegiatan Negara) Semester I TA.2015
Tanggal : Tanggal 18 Agustus 2015
Indikator : Terselenggaranya perbaikan CAL-BMN SMT I TA.2015
Keberhasilan
Tingkat : 100 %
Capaian
Teknik : Teknik Perbaikan CAL-BMN SMT I TA 2015 dilaksanakan
Aktualisasi dengan cara ketelitian, kejujuran, tepat waktu dan kedisiplinan.
Deskripsi Proses : 1.Mengumpulkan data dukung perbaikan CAL-BMN
2.Menginput data perbaikan CAL-BMN.
3.Mencetak Laporan CAL-BMN sebanyak 3 rangkap untuk
arsip Lapas, untuk KPKNL dan untuk Kantor Wilayah.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1.Kantor Wilayah Kemenkumham Kal-Tim
Bagi Terselenggaranya perbaikan CAL-BMN SMT I TA. 2015 dari

31
Stakeholders: setiap Satker yang telah disesuaikan nilai neraca dan telah
melaksanakan rekonsiliasi ulang SIMAK-BMN SMT I TA
2015.

Internal :
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
-Terselenggaranya rekonsiliasi ulang SIMAK-BMN SMT I TA
2015 dan perbaikan CAL-BMN SMT I TA. 2015 dengan nilai
neraca yang telah sesuai.

Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):


Terselenggaranya perbaikan CAL-BMN SMT I TA 2015
dengan nilai neraca yang telah sesuai dengan data Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.
Hambatan : Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga tugas pokok dan
fungsi sebagai sebagai operator dan pengelola BMN sehingga
tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim segera
ditambah pegawai untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dimaksud.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. CAL-BMN

32
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pembuatan CAL-BMN merupakan pertanggung jawaban terhadap
pengelolaan Barang milik Negara yang harus dilaksanakan secara konsisten sebagai
sikap Integritas Pengelola BMN. Pembuatan CAL BMN tersebut juga merupakan
pengawasan dan kontrol terhadap Penggunaan BMN pada Satker dimana Pembuatan
CAL-BMN harus memiliki keunggulan dalam penyusunan dan harus dituliskan secara
jujur dan sederhana sehingga dapat difahami dengan mudah baik oleh Pemeriksa
maupun Pembaca
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
1. Bertanggung jawab dan profesional
2. Jujur dan disiplin
3. Membangun komunikasi dan kerjasama yang baik
4. Bekerja tepat waktu dan tepat sasaran
5. Mengasah kemampuan dalam pengelolaan BMN

Bontang, 18 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

33
Kegiatan / Sub : Membuat laporan rekonsiliasi ulang kepada Kantor Wilayah
Kegiatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.
Tanggal : Tanggal 18 Agustus 2015
Indikator : Dilaksanakannya pembuatan laporan rekonsiliasi ulang kepada
Keberhasilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan
Timur.
Tingkat : 50 %
Capaian
Teknik : Teknik pembuatan laporan dilaksanakan dengan cara cepat,
Aktualisasi akurat, ketelitian, kerja keras, koordinasi, konsultasi,
komunikasi dan kerjasama.

Deskripsi Proses : 1. Melakukan rekonsiliasi ulang semester I TA 2015.


2. Memperbaiki CAL-BMN SMT I TA 2015 dan
menjelaskan terkait adanya perubahan pencatatan.
3. Menyampaikan BAR KPKNL yang baru, Back-up
Aplikasi SIMAK-BMN, Back-up Aplikasi Persediaan
4. Mengirim permintaan data ke alamat email ke
Bagian Perlengkapan dan Keuangan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.
Manfaat Eksternal :
Kegiatan 1. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan
Bagi Timur.
Stakeholders: -Terselanggaranya proses rekonsiliasi ulang dengan nilai neraca
yang telah sesuai dengan data Kanwil Kemenkumham Kaltim
sehingga mendapatkan data yang dibutuhkan sebagai bahan
pelaporan kepada Eselon I.

- Internal
1.Kalapas
2.Kaur Tata Usaha
- Terselenggaranya proses pelaporan terkait tindak Lanjut

34
rekonsiliasi Internal dengan Eselon I dengan melaksanakan
rekonsiliasi ulang dengan nilai yang sesuai sampai
diterbitkannya BAR Eksternal Lapas Kelas III Bontang serta
dilaksanakannya perbaikan CAL-BMN SMT I TA 2015.
Organisasi (Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Organisasi):
Terselenggaranya pelaporan terkait BMN Lapas Kelas III
Bontang sebagai tindak lanjut rekonsiliasi internal dengan
Eselon I sehingga memberikan kontribusi positif bagi
perwujudan visi dan misi Lapas Kelas III Bontang.
Hambatan : Masih sangat kurangnya jumlah pegawai / SDM di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas III Bontang sehingga tugas pokok dan
fungsi sebagai Operator SIMAK-BMN tidak dapat
dilaksanakan dengan maksimal.
Solusi : 1. Koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Kaltim segera
ditambah pegawai untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas III
Bontang.
2. Mengikuti Diklat dan Pelatihan yang berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dimaksud.
Daftar : 1. Foto
Lampiran 2. Dokumen
Pemaknaan nilai – nilai dasar terhadap kegiatan tersebut :
Pembuatan laporan kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur kepada
Kantor Wilayah terkait tindak lanjut rekonsiliasi internal dengan Eselon I merupakan
wujud dari pertanggung jawaban dan profesionalisme operator atau pengelola BMN
terhadap pelaporan yang telah dibuat sebelumnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa
operator BMN tertib dan disiplin administrasi dalam melaksanakan tugas.

35
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kegiatan ini mengajarkan saya untuk :
5. Meningkatkan kemampuan dan keunggulan.
6. Bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja
7. Berkomunikasi, berkonsultasi dan bekerja sama yang baik.
8. Meningkatkan kedisiplinan untuk tertib administrasi.

Bontang, 19 Agustus 2015


Disetujui oleh:
Mentor/Atasan Langsung

RIZA MARDANI
NIP. 19821108 200604 1 001

36
BAB III
PEMBIMBINGAN

37
BAB IV

KESIMPULAN DAN TESTIMONI

A. Kesimpulan
Kegiatan aktualisasi ini adalah melaksanakan Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi. Kegiatan ini diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja peserta diklat
dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai di bagian urusan tata usaha di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang yang profesional dan memiliki
integritas dalam mewujudkan pelayanan pendidikan berkualitas.

B. Testimoni
Dengan melaksanakan kegiatan aktualisasi nilai – nilai profesi PNS di tempat
kerja yaitu Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bontang menjadikan saya banyak
belajar mengenai bagaimana menerapkan nilai-nilai profesi PNS yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA) dalam menjalan tugas pokok dan fungsi saya. Kegiatan mempelajari dan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut akan terus saya terapkan
dan aktualisasikan selama saya menjadi Aparatur Sipil Negara untuk menjadi
pelayan masyarakat yang profesional.

38

Anda mungkin juga menyukai