Anda di halaman 1dari 1

MK: Ketidak efektifan MK: Resiko MK: MK: Nyeri akut

kekurangan volume Ketidakseimbangan MK: Ansietas


pola nafas (00032)
cairan Nutrisi kurang dari (00146)
1.
kebutuhan tubuh
(00002) NOC:
Control nyeri (1605)
NOC: NOC: NOC: 1. Mengunakan tindakan pencegahan
Status pernafsan (0415) Keseimbangan cairan (0601) Tingkat kecemasan (1211) 3,4,5
1. Frekuensi nafas 1. Tugor kulit NOC: 1. Tidak dapat beristirahat 2. Mengenali apa yang terjadi dengan gejala
2,4,5 2,4,5 Status nutrisi bayi (1020) 3,4,5 nyeri
2. Irama nafas 2. Kelembabpan membrane mukosa 1. Intake nutrisi 2. Berjalan mondar mandir 3,4,5
3,4,5 1,3,4,5 1,3,4,5 2,4,5 3. Menggunakan analgesic yang di
3. Kedalaman inspirasi 3. Bola mata cekung dan lembek 2. Intake cairan lewat mulut 3. Perasaan gelisah rekomendasikan
3,4,5 2,3,4,5 1,3,5, 2,3,5
4. Suaru askultasi suara nafas 4. Kehausan 3. Perbandingan berat atau tinggi 4. Tidak bias mengambil keputasan
1,2,4,5 3,4,5 2,3,4 1,2,3

NIC:
1. Observasi adanya petunjuk nonverbal
NIC: NIC: NIC: NIC: mengenai ketidaknyamanan terutama
1. Monitor kecepatan, kedalaman dan 1. Timbang berat setiap hari dan monitor 1. Tentukan status gizi pasien dan 1. bantu pasien dan keluarga dalam pada mereka yang tidak dapat
kesulitan bernafas. status pasien kemampuan [pasien] untuk memenuhi mengidentifikasi tujuan jangaka pendek berkomunikasi secara efektif.
2. Catat pergerakan dada, catat 2. Hitung atau timbang popok dengan baik kebutuhan gizi. dan jangka panjang
2. Patikan perawatan analgesic bagi
ketidaksimetrisan, penggunaan otot- 3. Jaga intek atau asupan yang akurat dan 2. Atur diet yang diperlukan. 2. sediakan informasi actual mengenai
cacat output (pasien) diagnosa, penanganan, dan prognasi
pasien dilakukan dengan pemantuan
otot bantu nafas dan retraksi pada 3. Identifikasi [adanya] alergi atau yang ketat
4. Monitor status hidrasi 3. dukung kemapuan mengatasi situasi
otot supraclavikulas dan interkosta. intoleransi makanan yang dimiliki 3. Bantu keluarga dalam mencari dan
5. Monitor tanda-tanda vitasl secara bengansur ansur
3. Monitor pola nafas. 6. Monitor indikasi kelebihan cairan atau pasien. 4. dukung penggunaan sumber spiritual menyediakan dukungan
4. Auskultasi suara nafas. retensi 4. Kolaborasi dalam penentuan jumlah jika dinginkan 4. Kendalikan faktor lingkungan yang
5. Pertahankan kepatenan jalan nafas. kalori dan jenis nutrisi yang dapat mempengaruhi respon pasien
6. Monitor aliran oksigen. dibutuhkan untuk memenhi terhadap ketidaknyamanan.
persyaratan gizi.
5. Ciptakan lingkungan yang pada saat
mengkonsumsi makan.
MK: Resiko MK: Gangguan pola tidur MK: Konstipasi
MK: Hipertermi 6. Timbang berat badan pasien.
Infeksi(0004) (000198) (00011)
7. Monitor adanya mual dan muntah.
8. Lakukan pengukuran antropometrik
pada omposisi tubuh.
NOC:
9. Monitor turgor kulit dan mobilitas. NOC:
NOC: NOC: Tidur (0004) Eliminasi usus (0501)
Termolugasi bayi baru lahir (0801) Keparahan infeksi (0708) 1. Jam tidur 1. Pola eliminasi
1. Merasa merinding saat dingin 1. Ketidakstabilan suhu 2,3,5 1,2,3
Daftar Pustaka:
2,3,4,5 2,3,4,5 2. Pola tidur 2. Control gerakan usus
2. Thermogulasi yang tidak mengigil 2. Takikkardi 2,3,4 1. Bulechek, Gloria M (et al). 2016. Nursing Interventions
2,3,4
2,3,4,5 2,3,4,5 3. Kualitas tidur 3. Warna feses Classification (NIC) Edisi 6. Terjemahan Intansari Nurjanah,
3. Mengambil posture retensi panas untuk 3. Kulit berbintik bintik 2,3,4 2,3,4 Roxsana Devi Tumanggor. Singapore: Eslevier.
hipotermia 2,3,4,5 4. Suhu ruangan yang nyaman 2. Betz, dkk. (2002). Buku Saku Keperawatn Pediatrik, Edisi 3.
2,3,4,5 3,4,5 Jakarta: EGC
3. Herdman, T. Heather. 2016. Nanda International Inc.
Diagnosis Keperawatan: Definisi & Klasifikasi 2015-2017
NIC: NIC: NIC: Edisi 10. Terjemahan Budi Anna Keliat (et al). Jakarta :
NIC: 1. Monitor adanya tanda dan gejala infeksi 1. Perkirakan tidur/siklus bangun pasien didalam EGC.
1. monitor suhu paling tidak setiap 2 jam
1. Lakukan enema atau irigasi, dengan
sistemik dan lokal. perawatan perencanaan tepat. 4. Moorhead, Sue (et al). 2016. Nursing Outcomes
2. monitor suhu bayi baru lahir sampai 2. Monitor kerentanan terhdap infeksi. 2. Monitor/catat pola tidur pasien dan jumlah jam Classification (NOC) Edisi 5. Terjemahan Intansari
stabil 2. Monitor [hasil produksi] pergerakan
3. Periksa kulit dan selaput lendir untuk tidur Nurjanah, Roxsana Devi Tumanggor. Singapore: Eslevier.
3. pasang monitor suhu inti secara kontinu, usus [feses], meliputi frekuensi,
adanya kemerahan, kehangatan ekstrim, 3. Monitor pola tidur pasien, dan catat kondisi fisik 5. Wong, L. (2004). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik,
seusai kebutuhan atau drainase. konsistensi, bentuk, volume, dan
4. Sesuaikan lingkungan Edisi 4. Jakarta: EGC
4. monitor suhu dan warna kulit 4. Periksa kondisi setiap sayatan bedah atau 5. Mulai/terapkan langkah-langkah kenyaman warna, dengan cara yang tepat.
5. monitor dan laporkan tanda genjala dari luka. seperti pijat, pemberian posisi, dan sentuhan 3. Evaluasi jenis pengobatan yang
hipertermi 5. Tingkatkan asupan nutrisi yang cukup. efektif memiliki efek samping pada
6. Kelompokan kegiatan perawatan untuk gastrointestinal.
menimimalkan jumlah jam terbangun