Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODELOGI KEGIATAN

3.1 Tempat dan waktu Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 Januari 2017. Kegiatan ini dilakukan

di klinik SM Pet, jln Sisingamaraja No 445A Medan.

3.2 Alat dan Bahan Kegiatan

Alat-alat yang digunakan dalam kegiatan ini berupa hand gloves, masker,

baju bedah steril, infus set, spuit 1ml dan 3 ml, duk klem, lampu operasi, meja

operasi, tampon, wadah steril, stetoskop, termometer, alat pencukur, tali (handling),

skalpel, pinset anatomis, penset sirurgis, needle holder, jarum (canul) benang vicril

3.0, needle, tang arteri, towel clamp, gunting (lurus tumpul, lurus tajam, lurus

bengkok), bor tulang, pin cutter, bon pin, wire bon. Bahan yang digunakan dalam

kegiatan operasi ini berupa Ringer Laktat, Nacl Fisiologis, alkohol, iodin tinktur,

nebacetin®, atropin sulfat, ketamin, xylazin, dan penstrep.

3.3 Metode Kegiatan


3.3.1 Persiapan Pra Operasi

Dalam tahapan melakukan operasi ini terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan

secara umum yang dapat dilihat pada ambulator. Sebelum operasi pasien dilakukan,

amati gambaran fraktur femur terlebih dahulu sebelum dilakukannya operasi, hal ini

bertujuan untuk menentukan daerah sayatan yang akan dilakukan. Dengan bantuan

gambar x-ray yang ada, dokter akan lebih mudah dalam melakukan operasi. Sebelum

dilakukan penyuntikan anastesi, terlebih dahulu berikan cairan infus Ringer Laktat

11
12

(RL) yang bertujuan untuk membatu dalam pemberian anastesi dan obat yang

diberikan secara intravena (IV).

Kucing diberi obat premedikasi antrofin sulfat dengan dosis 0,02 mg/kgBB

secara subkutan, langkah ini dilakukan untuk membuat pasien menjadi tenang saat

diberikan anastesi umum dimana antrofin bertujuan untuk mencegah muntah,

hipersalivasi dan sebagai sedatif. Setalah sepuluh menit, berikan anastesi umum

dengan kombinasi Ketamin dan Xylazin dengan dosis 10 dan 1,1 mg/kgBB secara

intramuscullar. Setelah pemberian anastesi, frekwensi dan denyut jantung

dimonitoring setiap 5 menit sekali sampai pembedahan selesai (Tilley dan Smith,

2000).

- Persiapan Tempat Oprasi

Sebelum melakukan oprasi, pastikan terlebih dahulu ruangan oprasi telah steril

dan sudah di disinfeksi. Lalu perhatikan cahaya dalam ruangan agar oprasi berjalan

dengan lancar.

- Persiapan Operator dan Co-operator

Sebelum melakukan operasi, operator dan co-operator mencuci tangan dari

ujung jari sampai kesiku dengan sabun dan dibilas dengan air bersih. Tangan

dibersihkan dengan handuk bersih kemudian desinfeksi dengan alcohol 70 % lalu

operator dan co-operator mengenakan sarung tangan dan pakaian untuk

bedah. Keadaan asepsi tersebut dipertahankan hingga operasi selesai.


13

3.4.Teknik Operasi

Setelah kucing teranastesi, pasien diletakkan pada posisi lateral recumbency

sinister pada meja operasi, daerah yang akan diincisi terlebih dahulu dicukur dari

rambut yang ada pada kaki bagian sebelah kanan pasien lalu didensifeksi dengan

alcohol 70 % dan iodium tincture 3 %. Incisi pertama dilakukan pada permukaan

kulit sepanjang kranio lateral tulang yang segaris dari trochanter mayor ke patella,

demikian juga jaringan subkutannya. Kulit dan jaringan subkutan diretraksikan,

facia latae diiris pada sepanjang tepi cranial musculus biceps femoralis.

Setelah facia diiris akan tampak septum musculus, musculus biceps femoris

ditarik ke caudal dan musculus vastus lateralis ditarik ke depan sehingga tampak

bagian permukaan tulang femur. Demikian juga retraksi dilakukan untuk musculus

adductor magnus ditarik kebelakang dan vastus intermedius dipreparir dan ditarik

kedepan. Usahakan batang tulang terlepas dari muskulus disekitarnya. Hati-hati

dalam memisahkannya karena disana terdapat n. sciaticus dan a. glutea caudalis

pembuluh-pembuluh darah yang menuju ke bagian tulang femur diligasi. Setelah

daerah fraktur femur ditemukan, fraktur femur kemudian direposisi ke bagian semula

secara manual. Sesudah direposisi tulang-tulang yang terpisah terlebih dahulu

disatukan kemudian dibor dan diikat dengan mengguanakan wire bon kemudian

difiksasi atau distabilkan dengan pemasangan bone pin menggunakan alat bor ke

bagian sum-sum tulang untuk menyambung kedua bagian yang patah. Setelah selesai

pemasangan bone pin, gunakan kembali wire bon untuk menguatkan patahan tulang.

kemudian musculus bicep femoris, musculus vastus lateralis, musculus adductor

magnus dan musculus vastus intermedius dikembalikan ke posisi semula


14

menggunakan benang vicril 3.0 dengan pola jahitan simple continuous. Pada bagian

kulit dilakukan jaitan dengan menggunakan benang vicril dengan pola jahitan simple

continuous. Setelah operasi selesai daerah incisi diberi iodium tincture 3 % dan

dalam keadaan luka disemprotkan penstrep lalu ditaburkan nebacetin dan di balut

mengguanakan kain kasa steril.

3.5 Pasca Operasi

Hewan yang telah siap dioperasi ditempatkan pada kandang yang bersih

sampai hilangnya efek anastesi pada kucing tersebut. Lalu diberikan antibiotik

(Penstrep) untuk menjaga agar tidak terjadinya infeksi pada luka sayatan pada kucing

juga deiberikan vitamin B12, dan anti analgesik yang bertujuan untuk mengurangi

rasa sakit pada kucing tersebut. Tahapan berikutnya yaitu dilakukan kembali

pengambilan gambar X-ray setelah dilakukan operasi dan pemasangan pin

intramedular (bon pin) yang bertujuan untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah

dilakukannya operasi.