Anda di halaman 1dari 31

Contoh Surat Wasiat

Ikhsan SHI Selasa, 05 April 2016 Surat Pernyataan Edit

Contoh Surat Wasiat ~ Selamat pagi Sahabat setia


Contohsurat123.com dimanapun Anda berada. Apa kabar Anda semua
di pagi ini? Semoga dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan suatu
apapun. Pagi ini saya kembali akan memberikan sebuah contoh surat,
namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu apa yang sudah
saya bagikan beberapa waktu yang lalu. Minggu lalu, saya sudah
membagikan informasi berkaitan dengan contoh surat pernyataan
jual beli tanah, surat ini digunakan sebagai bukti tertulis dalam
transaksi jual beli tanah. Jika dibutuhkan, silahkan langsung menuju
postingan tersebut. Sedangkan pada pagi ini, saya akan membagikan
contoh surat wasiat. Jadi jika Anda sedang mencari informasi atau
referensi untuk membuat surat wasiat, tetaplah dihalaman ini, karena
pada halaman ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai
surat wasiat berikut dengan contohnya.

Bagi Anda yang mempunyai beberapa harta dan meninggal dalam


keadaan tidak meninggalkan surat wasiat. Ini merupakan awal dari
munculnya konflik keluarga. Apalagi berkaitan dengan warisan yang
termasuk hak mereka. Maka sebelum hal itu terjadi, semasa fisik Anda
masih sehat, tidak ada salahnya untuk segera mengurus hal-hal yang
berkaitan dengan harta warisan tersebut, salah satunya seperti
pembuatan surat wasiat. Lalu apa itu surat wasiat? surat wasiat adalah
sebuah akta yang isinya adalah pernyataan seseorang tentang apa
yang dikehendakinya terhadap harta kekayaannya setelah ia
meninggal dunia. Syarat surat wasiat harus tertulis, dan jika tidak
dituangkan dalam bentuk tertulis, maka tidak dapat dikatakan sebagai
surat wasiat.

Lalu bagaimana cara membuat surat wasiat? membuat surat wasiat


memiliki dua cara, pertama adalah membuat surat wasiat yang
dinotariskan (otentik/pejabat berwenang) didaftarakan ke Balai Harta
Peninggalan atau ke Departemen Hukum dan Ham. Surat yang sudah
dibuat dan disetujui oleh Departemen Hukum dan Ham maka tidak
dapat diganggu gugat atau diganti lagi. Jika ingin membatalkan atau
mengganti, maka akan sangat sulit. Namun keuntungan dengan
membuat surat wasiat yang dinotariskan adalah surat wasiat yang
sudah dibuat benar-benar melindungi orang yang mengeluarkan wasiat
dan orang yang menerima wasiat secara hukum. Kedua, membuat
surat wasiat dibawah tangan, secara hukum tidak memiliki kekuatan
dan sering terjadi kasus pembatalan atau mengganti surat wasiat ini.
Contoh Surat Wasiat
Dari penjelasan di atas, sedikitnya Anda sudah mempunyai gambaran
bagaimana format surat wasiat bukan. Namun agar lebih jelasnya,
mari kita lihat contoh di bawah ini.

Contoh Surat Wasiat Oleh Notaris

SURAT WASIAT

Pada hari ini, Selasa tanggal 05 April 2016 bertempat di Banda


Aceh. Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Rubianto

Tempat/Tanggal Lahir : Banda Aceh/22 januari 1975

Alamat : Jln. Melati No. 24 Banda Aceh (tuliskan


secara lengkap)

No. KTP : xxxxxxxxxxxxxxxx

Bersama ini menerangkan hal-hal sebagai berikut :


1. Bahwa, saya adalah pemilik yang sah atas harta kekayaan
di bawah ini :

1. Sebuah Tanah Hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik


(SHM) Nomor 234/3456 atas nama Rubianto yang
bertempat di jalan Melati No. 24, Banda Aceh, Indonesia.
2. Sebuah Ruko Hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik (SHM)
nomor 1342/25643 atas nama Rubianto yang terletak di
jalan Mawar No. 30, Banda Aceh, Indonesia.
3. Sebuah kendaraan roda empat merek Toyota nomor
BPKB 54673825 nomor STNK 256743567812

2. Bahwa, harta kekayaan saya tersebut sebagaimana


dimaksud dalam angka 1 di atas, pada saat ini tidak sedang
terlibat dalam sengketa hukum apapun, tidak sedang dijadikan
jaminan jenis hutang apapun, dan tidak sedang berada dalam
penyitaan pihak Bank dan Instansi manapun.

3. Bahwa, saya bermaksud untuk menghibah wasiatkan harta


kekayaan saya tersebut sebagaimana dimaksud angka 1 di
atas kepada Andi Susanto anak kandung saya dan Julianto
keponakan saya. Berdasarkan surat wasiat ini, yang nama-
nama serta bagiannya masing-masing sebagaimana yang akan
saya nyatakan di bawah ini :

Agar melaksanakan wasiat di atas, maka dengan ini saya


mengangkat Andi Susanto anak saya dan Julianto keponakan
saya sebagai pelaksana surat wasiat ini. Kepadanya saya
berikan semua hak dan kekuasaan yang menurut undang-
undang diberikan kepada pelaksana wasiat, terutama hak
untuk memegang dan mengurus serta menguasai semua harta
peninggalan saya, sampai kepadanya diberikan pengesahan
dan pembebasan sama sekali.

Untuk melaksanakan surat ini, saya menitipkan surat wasiat ini


kepada notaris Abdul Kadir, S.H., Notaris di banda Aceh yang
saya kenal, dan kepadanya saya telah meminta dibuatkan akta
penitipan atas surat wasiat ini.
Demikianlah surat wasiat ini saya buat, dengan disaksikan oleh
saksi-saksi yang saya percaya.

1. Kamaruzzaman (Kepala Desa) (tanda tangan saksi)

2. Mulyono, S.H (Pegawai Notaris) (tanda tangan saksi)

Yang berwasiat
Notaris

Materai Rp. 6000-,

Rubianto Abdul
Kadir, S.H.,

Contoh Surat Wasiat Tanpa Notaris

SURAT WASIAT WARIS

Kami Yang Bertanda Tangan Di Bawah Ini :

Nama : Zulfahmi

Tempat Lahir : Banda Aceh

Tanggal Lahir : 23 Agustus 1960


Sebagai Ayah Angkat

Saya dengan sadar dan tidak ada paksaan membuat


Pernyataan Surat Wasiat Waris atau Hibah Harta Saya, kepada
anak – anak angkat saya, yang telah saya sebutkan yaitu :

Materai Rp.6000,-

1. Fajri (……………………)

2. Suhaimi (……………………)

Untuk menyerahkan sebagian harta saya kepada mereka yang


tertulis dibawah ini:

Rumah yang saya diami sekarang ini dan tanah perumahan


yang ada didepan rumah saya beserta Perkebunan yang ada
dibelakang rumah saya Apabila saya sudah tidak ada, dengan
ketentuan harta itu digunakan, untuk menyelesaikan semua
permesalahan utang piutang saya jika ada, 30 % saya
wakafkan dari sisa harta keseluruhan, Dan harta yang tersisa
dari penggunaan yang telah disebut, maka saya serahkan
dengan pembagian rata kepada anak angkat saya yang telah
saya sebutkan.

Demikianlah surat pernyataan Wasiat waris atau hibah harta


saya buat,dengan di saksikan oleh saksi-saksi yang saya
percaya.

Saksi dari keluarga saya:


1. Zulhilmi ( Adik kandung ) (tanda tangan)

2. Zulfajri ( Adik kandung ) (tanda tangan)

Banda Aceh, 05 April 2016

Yang Berwasiat Waris Ayah Angkat

Zulfahmi

Mengetahui
Mengetahui

Ketua RT. 05
Lurah/Kades

Subhan
Mukhlis

NIP. NIP.

Demikianlah contoh surat wasiat yang dapat saya bagikan pada


kesempatan pagi ini. Semoga bisa memberikan sedikit manfaat bagi
Anda, khususnya yang saat ini sedang mencari informasi berkaitan
dengan surat wasiat tersebut. Jika contoh surat di atas bermanfaat,
mohon kesedian Anda untuk like dan share kepada teman-teman lain
yang membutuhkan. Silahkan lihat juga contoh surat pernyataan
cerai yang mungkin juga akan berguna untuk Anda semua. Terima
kasih atas kunjungannya dan salam sukses dari
www.contohsurat123.com
Mohon jangan COPAS Sepenuhnya jika ingin dipublikasikan kembali. Copas
diperbolehkan, asalkan diedit kembali dan disertai sumber. Terima kasih atas
kerjasamanya: http://www.contohsurat123.com/2016/04/contoh-surat-
wasiat.html#ixzz4TSEzcHXv

Home » contoh surat kuasa » Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

Contoh Surat Kuasa Ahli Waris


di Kamis, Februari 12, 2015

Berikut ini adalah sebuah contoh surat kuasa yang merupakan


sebuah format surat kuasa ahli waris yang digunakan dalam kegiatan
pembagian hak ahli waris, dimana jika seseorang yang menjadi
penerima suatu warisan ingin membagikan warisan tersebut kepada
orang lain entah itu saudara atau sanak family.

Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

SURAT KUASA
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama :
Alamat :
No. KTP :

2. Nama :
Alamat :
No. KTP :

3. Nama :
Alamat :
No. KTP :

Selanjutnya secara bersama-sama sebagai “Pemberi Kuasa”.

Pemberi Kuasa dengan ini memberikan kuasa kepada:

Nama :
Alamat :
No. KTP :
Selanjutnya sebagai “Penerima Kuasa”.

———————– KHUSUS —————————-

Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa adalah para ahli waris dari saudara
___________ yang telah meninggal dunia pada tanggal _________ tahun
_________

Pemberi Kuasa sebagai ahli waris dengan ini memberikan kuasa kepada
Penerima Kuasa yang secara bersama-sama bertindak sebagai ahli waris,
untuk melakukan pembagian harta warisan saudara _____________.

Selanjutnya, untuk maksud tersebut diatas, Penerima Kuasa berhak untuk


melakukan pembagian harta warisan, melakukan tindak hukum dengan
pihak ketiga lainnya yang berkaitan dengan harta warisan, serta
melakukan tindakan lain yang dianggap perlu dan patut sehubungan
dengan diberikannya kuasa ini.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana


mestinya.

Jakarta, ___ ___________ _____

Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa,


____________ ______________

_____________

PUSAKA

Am

1. Mengapa apabila dirujuk dengan bank berkaitan harta pusaka, bank akan selalu
minta rujuk AmanahRaya? Apakah kaitan AmanahRaya dalam urusan harta
pusaka simati?
Amanah Raya Berhad (ARB) merupakan salah satu pihak yang mempunyai
bidang kuasa dalam mengeluarkan surat kuasa dan mengendalikan
pembahagian harta pusaka. Pada amnya, pihak bank memerlukan surat
kuasa iaitu Surat Akuan atau Arahan daripada AmanahRaya sebelum
pembayaran dapat dilakukan samada secara terus kepada waris atau
kepada AmanahRaya sebagai pentadbir kepada harta pusaka.

2. Adakah AmanahRaya boleh membuat pentadbiran bagi aset kenderaan yang


belum habis dibayar?
Pihak AmanahRaya tidak boleh membuat pentadbiran ke atas kenderaan
yang masih lagi mempunyai pinjaman dengan Bank / agensi kewangan
memandangkan hakmilik kenderaan tersebut masih menjadi milik Bank /
agensi kewangan sehingga baki pinjaman selesai. Namun yang demikian,
sekiranya terdapat aset lain yang mempunyai nilai untuk membayar baki
hutang kenderaan tersebut, maka AmanahRaya boleh mentadbir aset
kenderaan tersebut.

3. Saya mempunyai kepentingan dalam harta pusaka simati kerana simati berhutang
dengan saya. Bolehkah saya menuntut hutang daripada harta pusaka simati?
Pemiutang boleh menuntut hutang daripada harta pusaka simati semasa
proses pentadbiran harta pusaka simati dijalankan. Walau bagaimanapun,
pemiutang perlu mengemukakan bukti yang kukuh bagi menuntut hutang
simati tersebut.

4. Bagi pemilik harta yang telah meninggal dunia dan lantikan Penama telah dibuat
ke atas harta tersebut di agensi seperti KWSP, Tabung Haji dan Syarikat Insuran,
adakah bayaran tersebut akan dibayar terus kepada Penama atau Pentadbir harta
yang dilantik?
Harta tersebut akan dibayar terus kepada Penama.

5. Siapakah Penama dan apakah tanggungjawab Penama bagi kes pusaka orang
Islam?
Penama dalam pusaka orang Islam adalah WASI (Pemegang Amanah) dan
tanggungjawab Penama tersebut adalah untuk membuat pembahagian
berdasarkan faraid kepada waris – waris yang berhak selepas semua hutang
– hutang simati diselesaikan.

6. Adakah dengan pelantikan Pentadbir Pusaka, sebagai contoh AmanahRaya boleh


menghalang pembayaran dibuat kepada Penama yang dinamakan?
Tidak.

7. Jika Penama (simati beragama Islam) gagal menjalankan tanggungjawab sebagai


WASI dan tidak mengagihkan wang yang diterima melalui KWSP, Tabung Haji
atau Syarikat Insuran kepada waris yang sah, apakah tindakan yang boleh diambil
oleh waris – waris tersebut?
Tindakan undang – undang boleh diambil untuk menuntut wang tersebut
terhadap Penama atas kegagalannya menjalankan tanggungjawab sebagai
WASI. Tindakan ini boleh diambil sama ada oleh waris-waris sendiri atau
melalui Pentadbir Harta Pusaka yang telah dilantik.

8. Sekiranya penerima pencen meninggal dunia, adakah wang pencen yang masih
dimasukkan ke dalam akaun simati dianggap sebagai pusaka?
Wang pencen yang diterima oleh penerima pencen adalah terhenti bermula
daripada tarikh kematiannya. Oleh yang demikian, wang pencen yang
diterima semasa hayatnya adalah sebahagian daripada harta pusaka dan
wang pencen yang diterima selepas kematiannya adalah hak milik kerajaan
Malaysia.

Permohonan

1. Bila waktu yang sesuai untuk permohonan pentadbiran harta pusaka simati
dilakukan?
Tiada waktu khusus bagi membuat permohonan pentadbiran harta pusaka.
Namun dinasihatkan agar permohonan dilakukan secepat mungkin bagi
mengelak terjadinya kematian berlapis.
2. Siapa yang layak menjadi pemohon untuk kes-kes pentadbiran harta pusaka di
ARB?
Waris atau bukan waris kepada simati mempunyai kapasiti untuk bertindak
sebagai pemohon bagi kes-kes pentadbiran harta pusaka di Amanah Raya
Berhad.

3. Perlukah semua waris hadir untuk permohonan?


Tiada keperluan untuk semua waris hadir semasa membuat permohonan.
Hanya Pemohon yang perlu hadir ke Amanah Raya Berhad.

4. Mengapa sijil faraid diperlukan?


Sijil faraid yang dikeluarkan oleh Mahkamah Syariah adalah perlu bagi
menentukan siapa yang layak mendapat pusaka simati serta bahagian yang
berhak diterima.

Pembahagian

1. Waris-waris bersetuju untuk membuat pembahagian harta secara sama rata.


Dalam keadaan ini, bolehkah sijil faraid dikecualikan?
Sijil faraid tidak boleh dikecualikan walaupun telah mendapat persetujuan
waris-waris. Ini adalah kerana Sijil faraid yang dikeluarkan oleh Mahkamah
Syariah diperlukan untuk menentukan siapa yang layak mendapat pusaka
simati dan bahagian yang berhak diterima. Namun yang demikian,
pembahagian secara sama rata tersebut boleh dilaksanakan pada peringkat
pembahagian harta pusaka kelak.

2. Apakah tindakan Amanah Raya apabila terdapat waris yang tidak dapat dikesan di
dalam senarai waris pusaka ketika harta pusaka tersebut sedang ditadbir oleh
AmanahRaya? Ke manakah wang tersebut akan disalurkan?
Sekiranya waris tidak dapat dikesan semasa pentadbiran harta pusaka
sedang berlangsung, bahagian waris tersebut akan disimpan di AmanahRaya
sehingga waris yang berhak tersebut datang membuat tuntutan yang sah.

3. Bagaimana pihak Amanah Raya Berhad mengesan waris yang tidak dapat
dikesan?
Pihak Amanah Raya Berhad akan membuat semakan menggunakan Agency
Link-Up System (ALIS) Jabatan Pendaftaran Negara untuk mendapatkan
maklumat tentang waris yang tidak dapat dikesan.

4. Bolehkan saya menyemak harta yang ditinggalkan oleh simati di Amanah Raya?
Semakan hanya boleh dilakukan oleh waris sahaja kerana maklumat adalah
sulit.

AMANAH
Am

1. Berapakah jumlah minima untuk membuka akaun amanah?


Jumlah minima untuk pembukaan akaun Amanah Biasa adalah sebanyak
RM2,000.00 dan Amanah Safecare adalah RM50,000.00.

2. Bolehkah saya membuat amanah hartanah bagi rumah saya yang masih berhutang
dengan bank?
Amanah hartanah hanya boleh dilaksanakan ke atas hartanah yang bebas
hutang dan telah mempunyai geran. Ini adalah bagi tujuan pendaftaran
nama AmanahRaya sebagai pemegang amanah kelak.

3. Bolehkah penerima wang amanah enggan menutup akaun amanah dan diletakkan
di AmanahRaya sehingga satu masa tertentu atau sehingga penerima
memerlukannya kelak?
Akaun amanah tersebut perlu ditutup dan akaun yang baru boleh dibuka di
mana penerima akan bertindak sebagai penderma kepada akaun amanah
yang baru. Tempoh masa bagi penutupan akaun amanah berkenaan perlu di
nyatakan di dalam Surat Ikatan Amanah. Akaun Amanah tersebut akan
ditutup sebaik sahaja mencapai tempoh matang sepertimana yang
terkandung di dalam Surat Ikatan Amanah.

4. Jika saya menyimpan wang untuk anak saya di dalam Akaun Amanah, bila saya
meninggal dunia, adakah waris saya yang lain akan memperolehi wang tersebut?
Tidak. Wang yang tersimpan di dalam akaun Amanah tidak termasuk dalam
harta pusaka yang perlu diagihkan menurut Hukum Syarak atau secara
Faraid (bagi yang beragama Islam) atau mengikut Akta Pembahagian 1958
(bagi yang bukan beragama Islam).

Pengeluaran/Nafkah

1. Siapakah yang berhak untuk membuat permohonan pengeluaran wang amanah


bagi anak bawah umur?
Permohonan hanya boleh dibuat oleh penjaga yang dilantik samada oleh
Mahkamah, AmanahRaya atau melalui persetujuan / pakatan keluarga.
Permohonan daripada pihak lain tidak akan diterima.

2. Bagaimanakah cara untuk mengeluarkan wang amanah anak bagi tujuan


perbelanjaannya?
Wang amanah boleh dikeluarkan bagi tujuan pembayaran nafkah,
pendidikan, perayaan atau apa-apa perbelanjaan lain demi kebajikan anak
tersebut. Permohonan boleh dibuat dengan mengisi Borang Permohonan
Bayaran Nafkah dan Lain-Lain Perbelanjaan yang boleh didapati di mana-
mana kaunter AmanahRaya atau boleh juga membuat permohonan melalui
surat yang dialamatkan ke cawangan AmanahRaya yang berdekatan.
3. Bolehkah wang amanah anak bagi akaun amanah digunakan untuk pembelian
rumah bagi tempat tinggal sekeluarga?
Permohonan ini perlu mendapatkan kelulusan pihak pengurusan dan akan
diteliti mengikut keperluan pembelian, pendaftaran nama atas geran rumah
yang dibeli, jumlah keseluruhan wang amanah samada boleh menanggung
pembelian, kebajikan anak tersebut dan lain-lain pertimbangan mengikut
kes tertentu. Ini adalah bagi mengelak penyalahgunaan wang

Penutupan Akaun

1. Berapa lamakah tempoh yang diambil untuk penutupan akaun yang telah
mencapai tarikh matang?
14 hari bekerja dari tarikh permohonan lengkap diterima oleh AmanahRaya

WASIAT

Am

1. Apakah kelebihan membuat wasiat dengan AmanahRaya berbanding tempat lain?


AmanahRaya adalah syarikat milik penuh Kerajaan dan mempunyai
pengalaman dan kepakaran selama lebih 90 tahun dalam memberikan
perkhidmatan kepada masyarakat dalam hal penulisan, penyimpanan wasiat
dan pelaksanaan wasiat.

2. Berapakah bayaran yang dikenakan untuk membuat wasiat di AmanahRaya


sekiranya saya mempunyai lebih daripada satu aset?
Bayaran yang dikenakan untuk membuat wasiat di AmanahRaya adalah
sebanyak RM350.00 sahaja termasuk penulisan dan penyimpanan tanpa
mengambil kira jumlah asset yang akan dinyatakan di dalam wasiat.

3. Apa jenis harta yang boleh saya wasiatkan?


Semua jenis harta yang dimiliki oleh individu boleh diwasiatkan samada
harta alih atau harta tidak alih. Harta alih adalah seperti akaun bank,
saham, kenderaan, emas, insuran, saham perniagaan dan lain-lain.
Manakala, Harta tidak alih seperti tanah, rumah dan bangunan.

4. Sekiranya wasiat dibuat oleh pihak lain selain AmanahRaya, hanya penyimpanan
wasiat yang ingin dilakukan di AmanahRaya, berapakah kos penyimpanan yang
dikenakan?
Bayaran yang dikenakan bagi perkhidmatan penyimpanan wasiat di
AmanahRaya adalah sebanyak RM600.00 untuk seumur hidup.
5. Hutang dan liabiliti saya lebih daripada harta saya. Bolehkah saya menulis
wasiat?
Boleh, walaupun hutang melebihi asset.

Pendaftaran

1. Saya mempunyai beberapa akaun bank. Bagaimanakah cara untuk membuat


pembayaran fi bagi pendaftaran “Wills Online”?
Pembayaran fi bagi permohonan secara atas talian hanya boleh dibuat
sekiranya pelanggan mempunyai akaun Maybank2u sahaja.

2. Setelah membuat pendaftaran proses wasiat online, apakah langkah seterusnya?


Setelah pendaftaran, pelanggan hanya perlu menunggu pihak AmanahRaya
menghantar deraf wasiat dan sekiranya bersetuju dengan kandungan deraf
wasiat tersebut, pelanggan boleh membuat temujanji untuk menandatangani
wasiat atau pelanggan boleh menandatangani wasiat di tempat sendiri
dengan disaksikan oleh dua (2) orang saksi-saksi wasiat yang memenuhi
syarat . Pelanggan adalah dinasihatkan agar membawa semua dokumen
berkaitan semasa temujanji seperti salinan kad pengenalan pewasiat,
penerima dan salinan dokumen berkaitan aset.

3. Apakah kegunaan kad wasiat?


Sebagai dokumen pembuktian seseorang itu mempunyai wasiat di
AmanahRaya.

4. Adakah bayaran perlu dibuat untuk setiap pindaan wasiat?


Bayaran pindaan adalah:-
 PERCUMA bagi semua jenis Wasiat yang didaftarkan pada tahun
2009 dan sebelumnya untuk setiap pindaan yang dilakukan.
 Bagi Wasiat yang didaftarkan pada tahun 2010 dan seterusnya fi
pindaan sebanyak RM50.00 untuk setiap pindaan bagi semua jenis
wasiat.
5. Saya telah membuat wasiat sebelum saya berkahwin tetapi setelah berkahwin saya
tidak membuat pengemaskinian wasiat saya. Adakah wasiat tersebut masih sah?
Bagi wasiat muslim, wasiat yang terdahulu dikira sebagai wasiat yang sah
kecuali terdapat wasiat baru yang telah dibuat oleh pewasiat. Manakala bagi
wasiat bukan muslim, wasiat yang dibuat semasa belum berkahwin akan
terbatal secara automatik apabila pewasiat berkahwin.

Perlaksanaan

1. Bolehkah AmanahRaya menjadi pentadbir sekiranya wasiat ditulis oleh pihak luar
seperti peguam atau syarikat peramanahan yang lain?
AmanahRaya boleh mentadbir wasiat tersebut dengan syarat wasi asal yang
dilantik di dalam wasiat perlu membuat akuan Penolakan Pentadbiran dan
ditandatangani di hadapan Hakim Mahkamah Sesyen / Majistret atau
Pesuruhjaya Sumpah.

HIBAH

1. Apakah makna Hibah & Amanah Hibah?


Hibah adalah pemberian milikan harta seseorang kepada seseorang yang
lain, semasa hidupnya secara sukarela tanpa mengharapkan balasan.

Hibah AmanahRaya merupakan suatu akad/kontrak


pemberian milikan harta seseorang kepada seseorang
yang lain, semasa hidupnya secara sukarela tanpa
mengharapkan balasan dan harta tersebut diamanahkan
kepada Pemegang Amanah untuk suatu tempoh tertentu
berdasarkan kepada Surat Ikatan Hibah dan Surat Ikatan
Amanah. Surat Ikatan Hibah dipersetujui di antara
Penghibah dan Penerima Hibah manakala Surat Ikatan
Amanah dipersetujui oleh Penerima Hibah dan Pemegang
Amanah.

2. Apa yang dimaksudkan dengan Hibah al-‘Umra dan Hibah al-Ruqba?


Kedua-duanya merupakan Hibah bersyarat.

Al-‘Umra bermaksud pemberian semasa tempoh hidup


Penerima Hibah atau Pemberi Hibah dengan syarat harta
tersebut dikembalikan setelah kematian Penerima Hibah
kepada Pemberi Hibah (atau waris Pemberi Hibah jika
beliau telah meninggal dunia).

Al-Ruqba pula bermaksud suatu pemberian bersyarat


yang ditentukan oleh Pemberi Hibah, di mana harta Hibah
akan menjadi milik Penerima Hibah sekiranya Pemberi
Hibah meninggal dunia. Tetapi jika Penerima Hibah
meninggal dunia sebelum Pemberi Hibah maka harta
Hibah akan kembali kepada Pemberi Hibah.

3. Adakah AmanahRaya menawarkan Hibah al-‘Umra dan Hibah al-Ruqba?


Tidak.

4. Apakah rukun dan syarat Hibah?


Sesuatu akad Hibah tidak akan terbentuk melainkan setelah memenuhi
rukun dan syarat seperti berikut:
o Pemberi Hibah (al-Wahib)
Pemberi hibah hendaklah seorang yang berkeahlian seperti sempurna akal,
baligh dan rushd. Pemberi Hibah mestilah tuan punya barang yang
dihibahkan. Oleh kerana pemilik harta mempunyai kuasa penuh ke atas
hartanya, hibah boleh dibuat tanpa had kadar serta kepada sesiapa yang
disukainya termasuk kepada orang bukan Islam, asalkan maksudnya tidak
melanggar hukum syarak.

o Penerima Hibah(al-Mawhublahu)
Penerima Hibah boleh terdiri daripada sesiapa sahaja (Islam dan bukan
Islam) asalkan dia mempunyai keupayaan memiliki harta sama ada
mukallaf atau bukan mukallaf. Sekiranya penerima hibah bukan mukallaf
seperti masih belum akil baligh atau kurang upaya, penerimaan harta
Hibah boleh dibuat oleh Wali Mal atau Pemegang Amanah bagi pihaknya.
Penerima Hibah mestilah menerima harta yang dihibahkan dan berkuasa
memegangnya. Dengan kata lain, penguasaan dan kawalan terhadap harta
mestilah diberikan kepada Penerima Hibah.

o Barang atau harta yang dihibahkan (al-Mawhub)


Barang atau harta yang hendak dihibahkan itu perlu memenuhi syarat-
syarat berikut:
 Ia hendaklah barang atau harta yang halal samada harta alih seperti
wang tunai atau harta tak alih seperti bangunan, rumah dan tanah
yang tidak mempunyai sebarang cagaran;
 Ia hendaklah sejenis barang atau harta mempunyai nilai di sisi
syarak;
 Barang atau harta itu milik Pemberi Hibah;
 Ia boleh diserah milikkan;
 Ia benar-benar wujud semasa aqad (perjanjian); dan
 Harta itu tidak bersambung dengan harta Pemberi Hibah yang
tidak boleh dipisahkan.

o Sighah iaitu Ijab dan Kabul


Sighah hibah merupakan lafaz atau perbuatan yang membawa makna
pemberian dan penerimaan hibah. Ia tertakluk kepada syarat-syarat
berikut:
 Ada persambungan dan persamaan di antara ijab dan qabul;
 Tidak dikenakan syarat-syarat tertentu; dan
 Tidak disyaratkan dengan tempoh masa tertentu.
5. Apakah syarat untuk menjadi Penghibah?
Penghibah mestilah seseorang yang;
o Pemilik penuh harta hibah
o Mempunyai kapasiti untuk menguruskan harta;
o Berumur 18 tahun keatas; dan
o Tidak muflis dan juga tidak sakit yang boleh membawa kematian (maradh
al-maut).
6. Adakah Hibah boleh dibuat oleh orang bukan Islam?
Boleh.

7. Apakah syarat untuk menjadi Penerima Hibah?


Penerima hibah boleh terdiri daripada sesiapa sahaja (Islam dan bukan
Islam) yang boleh memiliki harta sama ada mukallaf (dewasa) atau bukan
mukallaf. Bagi yang bukan mukallaf, penerimaan harta hibah boleh dibuat
oleh wali, wasi atau penjaga.

8. Bolehkah Hibah dilakukan tanpa pengetahuan Penerima Hibah?


Tidak. Di antara syarat Hibah adalah terdapatnya akad di antara Penghibah
dan Penerima Hibah serta berlakunya qabd (penerimaan).

9. Bolehkah pembatalan Hibah dilakukan? Jika boleh, apakah situasinya?


Pembatalan Hibah tidak dibolehkan kecuali jika ianya melibatkan
pemberian Hibah di antara keluarga seperti dari ibu/bapa kepada anak atau
datuk/nenek kepada cucu.
Tetapi, pembatalan hibah adalah harus sekiranya ianya dilakukan secara
redha meredhai antara Pemberi dan Penerima Hibah.

Walau bagaimanapun ia terikat dengan syarat bahawa harta tersebut masih


lagi di dalam pemilikan anak/cucunya. Sekiranya harta itu terkeluar dari
kekuasaan dan pemilikan anak/cucunya seperti telah dijual, diwakaf atau
dihibah kepada orang lain dan harta itu telah diterima oleh Penerima Hibah
(orang lain), maka Hibah berkenaan tidak boleh ditarik balik lagi. Namun
jika di bawah pengawasan Pemegang Amanah, anak/cucu tidak boleh
menjual, mewakafkan atau menghibahkan harta tersebut sehingga waktu
yang telah dipersetujui.

10. Apakah kuasa Penghibah ke atas harta selepas dihibahkan?


Selepas harta dihibahkan, Penghibah tidak mempunyai kuasa ke atas harta
tersebut namun boleh meletakkan syarat tertentu untuk menikmati manfaat
daripada harta yang dihibahkan dengan persetujuan penerima hibah.

11. Apakah yang akan berlaku kepada harta Hibah sekiranya Penerima Hibah
meninggal dunia sebelum Penghibah?
Jika Penerima Hibah meninggal dunia sebelum Penghibah, harta yang
dihibahkan akan menjadi harta pusaka Penerima Hibah dan tidak akan
dikembalikan kepada Penghibah kecuali melalui kaedah-kaedah yang
dibenarkan oleh hukum syarak.

12. Bagaimanakah mekanisma Hibah itu berjalan ?


Seseorang yang ingin menghibahkan sesuatu hartanya kepada Penerima
Hibah, beliau perlu melengkapkan Borang Hibah AmanahRaya dan
seterusnya mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Amanah Raya Berhad.

13. Apakah dokumen/perkara yang diperlukan sekiranya saya ingin melanggan


produk Hibah AmanahRaya?
Dokumen-dokumen yang diperlukan adalah seperti berikut :
o Borang Permohonan Hibah AmanahRaya
o Salinan Kad Pengenalan Penghibah/Penerima Hibah/Wali
Mal/Penjaga/Saksi
o Bayaran Fi Hibah AmanahRaya
Bagi Harta Tak Alih
o Salinan Surat Hakmilik Tanah (Geran Tanah/ Hakmilik Strata)
o Salinan Polisi Insurans Kebakaran
o Resit Asal Cukai Tanah/ Cukai Taksiran Terkini
o Resit Asal Cukai Pintu
o Bayaran Wang Pendahuluan Perbelanjaan
o Fi Hibah AmanahRaya
o Anggaran jumlah setem duti ad valorem
Bagi Harta Alih
o Tunai/ Cek (sebagai harta hibah).
Prosedur tuntutan harta pusaka praktikal di mahkamah tinggi - ASI - Undang
undang harta pusaka

DALAM MAHKAMAH TINGGI MALAYA DI


DI DALAM NEGERI SELANGOR DARUL EHSAN
(BAHAGIAN SIVIL)
SAMAN PEMULA NO:___________________Dalam Perkara Harta Pesaka, ******Tarikh Mati:
********DANDalam Perkara Akta Probet dan Pentadbiran 1959.DANDalam Perkara Aturan 71
Kaedah-Kaedah Mahkamah 2012.

1. **********

2. ******************
(Pentadbir Bersama bagi Harta Pesaka
********, Si Mati) ... PEMOHON-PEMOHON

SAMAN PEMULA EX-PARTE

Benarkan semua pihak yang berkenaan hadir di hadapan Hakim/Timbalan/ Penolong Kanan
Pendaftar pada hari hb , pukul pagi/petang bagi mendengar Permohonan
************** ) dan **********************, memohon untuk suatu perintah pembahagian Harta
Pesaka Si Mati di atas mengikut Jadual yang diperihal di dalam Afidavit Sokongan Pemohon-Pemohon
tersebut.
Bertarikh hb
2……………………………………….Timbalan/Penolong Kanan Pendaftar mahkamah Tinggi
Saman Pemula Ex-Parte ini telah difailkan oleh Tetuan *******
(No.Tel: )
(No. Ruj: )
DALAM MAHKAMAH TINGGI MALAYA
DI DALAM NEGERI SELANGOR DARUL EHSAN
(BAHAGIAN SIVIL)
SAMAN PEMULA NO:___________________Dalam Perkara Harta Pesaka, *******, Si MatiTarikh
Mati:DANDalam Perkara Akta Probet dan Pentadbiran 1959.DAN

Dalam Perkara Aturan 71 Kaedah-Kaedah Mahkamah 2012.

1. ******************

2. ***********************
(Pentadbir Bersama bagi Harta Pesaka
**********, Si Mati) ... PEMOHON-PEMOHON

AFIDAVIT SOKONGAN

Kami, *************** (No. K/P:) dan ************ (No. K/P: ****************)


masing-masing adalah seorang warganegara Malaysia yang cukup umur dan beralamat di No.
*****************dengan sesungguhnya berikrar dan menyatakan seperti berikut:-

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Kami adalah Pemohon-pemohon dalam kes ini dan juga
Pentadbir Bersama bagi harta pesaka ***************, Si Mati mempunyai kuasa
sepenuhnya untuk mengikrarkan Afidavit Sokongan ini dan segala fakta yang dinyatakan di
sini adalah dalam pengetahuan kami dan dari pada rekod-rekod dalam simpanan kami kecuali
dinyatakan sebaliknya.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Waris-waris Si Mati telah melantik kami sebagai
Pentadbir Bersama bagi harta pesaka Si Mati dan Mahkamah yang Mulia ini telah
mengesahkan perlantikan kami sebagai Pentadbir bersama harta pesaka Si Mati.
Kini dikemukakan dan ditanda di hadapan kami sebagai Ekshibit “ZF-1” ialah
sesalinan Geran Surat Kuasa Mentadbir harta pesaka Si Mati.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Pemohon Pertama merupakan isteri yang sah disisi
undang-undang kepada ************, Si Mati.

<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Pemohon Kedua merupakan anak lelaki yang sah disisi
undang-undang kepada *****************, Si Mati.

<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->************, Si Mati adalah seorang warganegara


Malaysia yang beragama Islam dan bermastautin di No. telah meninggal dunia pada pukul
petang berdomisil di Malaysia mempunyai harta yang berada didalam bidang kuasa
Mahkamah ini pada setiap masa yang relevan dan material sebelum dan pada masa
kematiannya adalah pemilik berdaftar bagi harta yang berada dalam bidang kuasa Mahkamah
yang Mulia ini.
Kini dikemukakan dan ditanda di hadapan kami sebagai Ekshibit “ZF-2” ialah sesalinan
benar Sijil Kematian Si Mati.

<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Si Mati telah meninggal dunia dengan meninggalkan


waris-waris berikut:-

Bil Nama Persaudaraan Umur Sekarang

1. ************* Isteri Tahun


()
2. ******************* Anak Lelaki Tahun
()
3. ******************* Anak Lelaki Tahun
(No.)
4. ******************* Anak Perempuan Tahun
()
5. ******************** Anak Perempuan Tahun
()
6. Adik Lelaki Tahun
()
7. Si Mati telah meninggalkan harta pesaka berupa harta alih dan harta tak alih kepada waris-waris
Si Mati.
Kini dikemukakan dan ditanda di hadapan kami sebagai Ekshibit “ZF-3” ialah sesalinan
Senarai Harta Pesaka Si Mati.
8. Kesemua waris Si Mati bersetuju serta bermuafakat untuk membahagikan harta pesaka Si Mati
mengikut Borang Persetujuan waris-waris harta pesaka Si Mati.
Kini dikemukakan dan ditandakan di hadapan kami sebagai Ekshibit “ZF-4” ialah
sesalinan Borang Persetujuan waris-waris harta pesaka Si Mati.

9. Berikut ialah pembahagian harta pesaka Si Mati yang telah dipersetujui oleh kami mengikut
Afidavit Persetujuan waris-waris Si Mati dan dipohon perintah yang sewajarnya:-
Jadual 1

1. 1 / 2 Bahagian H.S.(M) kepada

2. Geran PN kepada

3. Lembaga Tabung Haji No.Akaun : kepada

4. Akaun CIMB Bank No. Akaun : kepada

5. Am Islamic Bank No. Akaun : kepada

6. Maybank No. Akaun : kepada

7. Unit Amanah Public Islamic OptimalGrowth Fund Public MutualNo. Akaun : kepada

8. Wang di dalam Insuran PrudentialAssurance Berhad No. Polisi : kepada

9. Wang di dalam Koperasi Unikeb Berhad kepada

10. Wang di dalam MOCCIS Berhad kepada

11. Kumpulan Wang Simpanan Pekerja No.Akaun: kepada


12. Keahlian di dalam Vacation Super Club No. Ahli : kepada

13. Legend Worldwide HolidaysNo. Ahli: kepada

14. Heritage Grand VacationNo. Ahli : kepada

15. Sijil Pelaburan AmIslamic Bank Berhad Nombor Akaun : kepada

16. Sijil Pelaburan AmIslamic Bank Berhad Nombor Akaun : kepada

17. Kereta Jenis Proton Gen2 1.3 Automatik No.Pendaftaran kepada

18. Kereta jenis Perodua MYVI 1.3 EZi Auto No. Pendaftaran kepada

19. Kereta jenis Nissan Teana 2.0 XE kepada

<!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]-->Waris-waris tersebut semuanya dewasa dan pembahagian


harta pesaka ini mengikut Borang Persetujuan waris-waris harta pesaka Si Mati adalah adil dan
melambangkan kasih sayang dan juga kesepakatan di antara waris-waris Si Mati.
<!--[if !supportLists]-->11. <!--[endif]-->Justeru itu, kami dengan rendah diri memohon supaya
Mahkamah yang Mulia ini membenarkan perintah seperti yang dipohon di dalam Saman
Pemula Ex-Parte yang difailkan di sini.

<!--[if !supportLists]-->12. <!--[endif]-->Kami membuat Afidavit Sokongan ini dengan penuh


kepercayaan bahawa segala yang terkandung di atas adalah benar.

Diikrarkan dan dibuat dengan sebenarnya )


Oleh *********** )
(No. K/P: )
Dan ***************** )
(No. K/P: )
Di ) ………………………………….........
Pada )
Jam pagi/petang )

……………………………………….
Di hadapan saya,

...........................................................
Pesuruhjaya Sumpah

AFIDAVIT SOKONGAN ini telah difailkan oleh Tetuan

Di atas permohonan harta melebihi rm 2 juta dibuat di mahkamah tinggi dengan persetujuan waris atau
Sijil faraid Dari mahkamah syariah

Pusaka kecil di Pejabat tanah

Mulai 1 September 2009, bidang kuasa untuk menguruskan pembahagian harta pusaka kecil
yang berjumlah kurang RM 2 juta telah dipinda dari jumlah sebelumnya bernilai RM 600,000 (Akta
Wasiat 1959). Akta Harta Pusaka Kecil (Pembahagian) Pindaan 2008 (Akta A1331) dan
peraturan-peraturan mula berkuatkuasa mulai 1 September 2009.
Sekiranya simati ada meninggalkan jumlah harta pusaka bernilai tidak melebihi RM 2 juta,
permohonan untuk pembahagian harta pusaka boleh dibuat di mana-mana Unit Pembahagian
Pusaka / Pejabat Tanah dengan syarat simati mempunyai harta tak alih (tanah) di mukim atau
daerah berkenaan.
PENGENALAN
1.1. Untuk memberi garis panduan yang ringkas tentang tatacara tuntutan pembahagian
pusaka kecil.
1.2. Untuk menyedarkan orang ramai betapa pentingnya pembahagian tuntutan pusaka itu
perlu dibuat secepat mungkin

2. UNIT PEMBAHAGIAN PUSAKA KECIL


2.1. Seksyen Pembahagian Pusaka Kecil mempunyai 36 unit di seluruh negara. Setiap unit
bertanggungjawab menerima permohonan,membicarakan serta mengeluarkan perintah
pembahagian terhadap dua atau tiga daerah jagaan
2.2. Bagi daerah di mana tiada unit pusaka kecil , urusan penerimaan permohonan ( Borang
A dan Borang P ) boleh dibuat melalui Pejabat Tanah di daerah-daerah berkenaan

3. APAKAH HARTA PUSAKA KECIL


3.1. Harta pusaka kecil ialah harta yang ditinggalkan oleh simati dan mempunyai ciri - ciri
berikut :-
a) Simati tidak meninggalkan wasiat ( bagi simati bukan Islam )
b) Harta itu terdiri daripada :
i) Harta Tak Alih (Tanah/Rumah) sahaja, atau ;
ii) Harta Tak Alih (Tanah/Rumah ) bersama-sama dengan harta alih seperti wang tunai,
saham, kenderaan, carumah KWSP/Insuran ( tanpa penama ), ASN/ASB dan sebagainya
c) Jumlah nilaian keseluruhan harta itu hendaklah tidak melebihi RM2 juta ( mulai 1
September 2009) pada tarikh permohonan dibuat

4. CARA MEMBUAT PERMOHONAN PEMBAHAGIAN PUSAKA KECIL (SEKSYEN 8) -


AKTA HARTA PUSAKA KECIL (PEMBAHAGIAN) 1955
4.1. Setiap permohonan untuk pembahagian pusaka kecil hendaklah dibuat dalam Borang A
4.2. Setiap permohonan mestilah disertakan dengan:-
a) Bukti Kematian
i) Sijil kematian/permit menguburkan; atau
ii) Surat Akuan Sumpah oleh 2 orang saksi bebas yang menyaksikan jenazah
dikebumikan, contohnya bagi kematian semasa pendudukan Jepun dan sebelumnya; atau
iii) Perintah Anggapan Kematian yang dikeluarkan oleh Mahkamah Tinggi dalam
keadaan seperti kematian tanpa kubur, hilang semasa pendudukan Jepun, tragedi 13 Mei
1969, tragedi Muassem, dan perintah ini hanya boleh didapati selepas 7 tahun dari tarikh
berlakunya kejadian.
b) Dokumen Harta Tak Alih - Salinan hakmilik yang diakui sah oleh Pejabat Tanah atau
Perakuan Carian Rasmi yang menunjukkan pegangan harta tak alih simati atau surat perjanjian
jualbeli bagi rumah yang belum ada hakmilik yang berasingan, salinan resit cukai pintu bagi
kediaman/bangunan Hak Milik Strata yang belum dikeluarkan dan resit cukai tanah (jika ada)
c) Salinan dokumen harta - harta alih seperti salinan sijil saham, salinan buku akaun
simpanan, salinan hak milik kenderaan, salinan penyata KWSP dan sebagainya yang terkini.

5. SIAPAKAH YANG BERHAK MEMOHON


5.1. Di antara mereka yang berhak memohon adalah seperti berikut:-
a) Waris - waris simati seperti balu lelaki atau perempuan, anak lelaki atau perempuan, ibu
atau bapa, Majlis Agama Islam ( Baitulmal ) dan sebagainya;
b) Pemiutang dan pengkaveat;
c) Pembeli di bawah surat perjanjian jual beli yang sah;
d) Pemegang gadaian atau pemegang pajakan tanah simati;
e) Penghulu atau Pegawai Petempatan yang diarahkan oleh Pentadbir Tanah;
f) Amanah Raya Berhad .

6. DI MANAKAH PERMOHONAN DIKEMUKAKAN


6.1 Di Unit Pembahagian Pusaka/Pejabat Tanah di mana harta tak alih simati terletak.
6.2 Sekiranya simati mempunyai harta tak alih ( tanah ) di banyak tempat sama ada di
dalam negeri yang sama atau negeri yang berlainan, permohonan pembahagian kesemua harta
tak alih itu hendaklah dikemukakan di salah satu daerah sahaja iaitu di mana harta tak alih itu
terletak.

7. MENGHADIRI PEMBICARAAN
7.1. Semua dokumen asal seperti bukti kematian, hakmilik tanah, kad pengenalan, surat
beranak, surat nikah, bukti-bukti harta alih dan lain dokumen yang difikirkan perlu hendaklah
dibawa semasa pembicaraan.
7.2. Semua pihak yang diminta hadir adalah dikehendaki hadir di hari pembicaraan .
7.3. Semua keterangan semasa pembicaraan hendaklah diberi secara bersumpah/berikrar.
7.4. Mana-mana waris yang tidak dapat hadir bolehlah mengemukakan Surat Akuan
Persetujuan yang ditandatangani di hadapan Pentadbir Tanah, Majistret , Pesuruhjaya Sumpah
atau Notaris Awam Sila nyatakan cara pembahagian yang dikehendaki dengan jelas. Surat Akuan
Persetujuan boleh didapati di semua Unit Pembahagian Pusaka, Pejabat Tanah atau di muatturun
melalui laman web jabatan iaitu www.kptg.gov.my

8. CARA HARTA PUSAKA KECIL DIBAHAGIKAN


8.1. Pembahagian adalah mengikut Hukum Syarak bagi orang Islam.
8.2. Bagi bukan Islam, Pembahagian adalah mengikut Akta Pembahagian 1958 (Akta 300).
8.3. Pembahagian secara muafakat boleh dilaksanakan jika semua waris yang berhak
mewarisi harta pusaka simati bersetuju.
8.4. Pembahagian bagi pegangan desa di bawah Akta Tanah (Kawasan - kawasan
Penempatan Berkelompok )1960 tidak boleh dibuat lebih dari dua orang. Jika lebih dari dua
orang yang berhak dan mereka tidak bersetuju secara muafakat memberi kepada dua orang
sahaja daripada mereka, Pentadbir Tanah boleh menjual pegangan itu dan hasil jualannya
dibahagikan di kalangan orang yang berhak.
8.5. Jika simati meninggalkan tanah di Daerah Jelebu, Kuala Pilah, Rembau , Tampin dan
Jempol dan ianya adalah ahli sesuatu suku di Negeri Sembilan, pembahagian pusakanya adalah
mengikut Bahagian III Akta.
8.6. Perintah jualan secara tender dalam keadaan tertentu mengikut peruntukan 15(4)(d)
Akta.

9. JANGKAMASA MEMPROSES SESUATU TUNTUTAN


9.1. Jangkamasa minima memproses sesuatu tuntutan kes biasa adalah dalam tempoh 5 ½
bulan bagi Permohonan Baru – Borang A Seksyen 8
9.2 Bagi kes yang melibatkan kematian berlapis dan harta berada didalam daerah yang
berlainan jagkamasa proses mungkin meelbihi dari tempoh di atas.

10. RAYUAN TERHADAP PERINTAH


10.1 Mana - mana pihak yang tidak puashati dengan perintah pembahagian yang telah dibuat
hendaklah membuat rayuan melalui Pentadbir Tanah ke Mahkamah Tinggi dalam tempoh 14 hari
dari tarikh perintah itu dibuat. (Seksyen 29 Akta & Peraturan 10, Peraturan Harta Pusaka Kecil
1955)

11. PENDAFTARAN PERINTAH PEMBAHAGIAN


11.1. Setelah perintah pembahagian dikeluarkan, pihak waris hendaklah mengemukakan
hakmilik tanah (Geran) ke Pejabat Tanah berkaitan untuk tujuan pendaftaran perintah
pembahagian tersebut.
11.2. Bagi maksud pembahagian harta alih, pihak waris hendaklah mengemukakan perintah
pembahagian ke agensi /institusi yang bertanggungjawab terhadap harta alih tersebut.

12. PERMOHONAN BERIKUTNYA (SEKSYEN 17 AKTA)


12.1. Ianya adalah satu permohonan yang dibuat selepas permohonan awal ( Borang A-
Seksyen 8 Akta ) telah diselesaikan.
a) Permohonan Berikutnya boleh dibuat dalam keadaan seperti:
i) Ada harta yang tertinggal di dalam permohonan awal;
ii) Apabila perlu melantik seorang pemegang amanah yang baru;
iii) Apabila perlu melantik seorang pentadbir yang baru;
v) Untuk membatalkan suratkuasa tadbir dan pembahagian dibuat secara terus
kepada waris simati;
iv) Untuk menarik balik sesuatu Kaveat Pendaftar ;
12.2. Setiap permohonan berikutnya hendaklah dengan menggunakan Borang P

13. MENGAPA PERMOHONAN PUSAKA PERLU DIBUAT SEGERA


13.1. Mengelakkan bilangan waris yang ramai akibat daripada kematian berlapis.
13.2. Memudahkan proses pembahagian pusaka.
13.3. Membolehkan harta pusaka dimanafaat dengan segera bagi faedah semua waris.
13.4. Mengelakkan berlakunya tanah terbiar.
13.5. Mengelakkan wang simpanan simati dalam mana-mana institusi kewangan, atau
koperasi, saham-saham, bon daripada dipindahkan kepada Pentaftar Wang Tak Dituntut.

14. BAYARAN
14.1. Bayaran Pendaftaran:
a) Percuma bagi permohonan baru (Borang A - Seksyen 8-Akta )
b) Percuma bagi Permohonan Berikutnya ( Borang P - Seksyen 17 Akta ).
14.2. Bayaran Selepas pembicaraan :
a) Bayaran perintah berdasarkan nilaian terkini harta simati ( seperti senarai harta simati di
Borang Permohonan- Borang A Seksyen 8 Akta). Jika nilaian keseluruhan harta simati:
● RM1.00 hingga RM1,000.00 bayaran perintah adalah RM10.00, jika RM1,001 hingga
RM50,000 bayaran perintah RM30.00 manakala jika nilaian adalah RM50,001 dan ke atas
bayaran perintahadalah 0.2% dari nilaian harta si mati.
b) RM30 bagi bayaran perintah permohonan berikutnya ( Seksyen 17 ) yang melibatkan
permohonan seperti membatalkan Pemegang Amanah, Kaveat Pendaftar ataupun membatalkan
Pentadbir. Jika melibatkan ketinggalan harta, bayaran perintah hendaklah mengikut nilaian harta
terkini yang diselesaikan di bawah Seksyen 17 Akta ( Permohonan Berikutnya ) sahaja
c) Jumlah bayaran bagi mendaftarkan perintah pembahagian dalam hakmilik tanah (geran)
adalah mengikut peraturan -peraturan tanah negeri;
d) Duti Harta Pusaka - (jika ada) akan ditentukan di akhir pembicaraan mengikut nilai harta
pada tarikh mati. Jumlah yang dikenakan tertakluk kepada peruntukan di bawah Akta Duti Harta
Pusaka 1941.
e) Salinan perintah pembahagian dibekalkan secara percuma bagi salinan pertama dan
bayaran RM 5.00 dikenakan bagi salinan kedua dan seterusnya.
f) Salinan perintah pembahagian yang diperlukan oleh mana-mana orang selain daripada
pentadbir/ waris dikehendaki membayar RM 30.00 bagi salinan pertama dan RM 10.00 bagi
salinan kedua dan seterusnya.
14.3. Sekiranya ada rayuan ke Mahkamah Tinggi bayaran yang akan dikenakan adalah
seperti berikut:
a) RM 50.00 bagi bayaran fee rayuan;
b) RM 1500.00 bagi bayaran deposit rayuan;
c) Bayaran menyediakan salinan dokumen yang dikehendaki bagi salinan pertama adalah
RM30. Bagi salinan kedua dan seterusnya adalah RM10;
14.4. Bayaran untuk mendapatkan salinan pertama Nota Pembicaraan RM30.00- bagi setiap
Folio 100 patah perkataan atau sebahagian daripadanya dan RM 10.00 bagi salinan
kedua/seterusnya setiap 100 patah perkataan atau sebahagian daripadanya

15. CIRI - CIRI ISTIMEWA PEMBAHAGIAN HARTA PUSAKA KECIL


15.1. Di antara ciri-ciri istimewa dalam pembahagian pusaka kecil ialah:
a) Borang permohonan ( Borang A ) boleh didapati di Unit Pembahagian Pusaka Kecil atau
Pejabat Tanah daerah;
b) Pembicaraan boleh diadakan di Balai Raya/ Balai Penghulu Dewan Orang Ramai yang
berhampiran dengan tanah peninggalan simati;
c) Perkhidmatan peguam tidak diperlukan;
d) Penyerahan/ penerimaan hak/ bahagian sesama waris boleh dibuat semasa pembicaraan
dan tidak dikenakan apa - apa bayaran;
e) Pembicaraan boleh dibuat di mana-mana daerah yang terdapatnya harta simati;
f) Pembahagian boleh dibuat secara terus kepada waris simati dan suratkuasa tadbir hanya
diberi dalam keadaan tertentu

PUAN WAN SUHAILA BINTI MOHD


Pengarah
Jabatan Bantuan Guaman Pahang
Tingkat 8, Wisma Persekutuan
Jalan Gambut
25000 KUANTAN
PAHANG
No Telefon : 09-5161135 / 09-5162639
No Faks : 09-5157120
E-mel : suhaila dot mohd at jbg dot gov dot my