Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTEK PENGELANTANGAN II

PROSES PERSIAPAN PENYEMPURNAAN PADA KAIN


POLIESTER SECARA SIMULTAN DAN PEMUTIH
OPTIK SECARA EXHAUST

Disusun Oleh:
Apriandi Anjas Kesuma
154001

AKADEMI TEKNOLOGI WARGA


SURAKARTA
I. Tujuan
Untuk menghilangkan kanji dan kotoran lainnya pada kasa poliester dengan waktu
yang singkat dan hasil yang memuaskan.
Untuk menambah kecerahan dan memberi arah warna baru pada kain Poliester.
Membandingkan kain hasil proses persiapan dengan kain yang telah diproses optik.

II. Dasar Teori


Serat Poliester

Serat Poliester adalah serat sintetik yang terbuat dari hasil polimerisasi etilen
glikol dengan asam tereftalat melalui proses polimerisasi kondensasi. Serat polister
dikembangkan pleh J.R Whinfield dan J.T Discon dari Calico Printers Association.
Serat ini merupakan pengembangan dari polyester yang telah ditemukan oleh
Carothers. I C I di Inggris memproduksi serat polyester dengan nama Terylene dan
kemudian Du Pont di Amerika pa da tahun 1953 juga membuat serat polyester
berdasarkan paten dari Inggris dengan nam Dacron, dari Jepang dengan nama
Tetoron, dan dari Jerman dengan nama Trevira.

A. Pembuatan polyester
Etilen glikol dan asam tereftalat dibuat dari hasil penguraian minyak tanah. Asam
tereftalat atau esternya dan etilen glikol dipolimerisasikan dalam tempat hampa udara
dan suhu tinggi. Polimer disemprotkan dalam bentuk pitadan kemudian dipotong-
potong menjadi serpih-serpih dan dikeringkan. Pemintalan dilakukan dengan cara
pemintalan leleh. Filament yang terjadi dalam keadaan pnas sampai 5 kali panjang
semula, kecuali filament kasar yang ditarik dalam keadaan dingin. Jika hendak dibuat
staple, filamennya dibuat keriting kemudian dipotong-potong dalam panjang tertentu.
B. Sifat polyester
1. Kekuatan dan mulur
Kekuatan dan mulur dalam keadaan basah sama dengan dalam keadaan kering.
2. Keelastisan
Polyester mempunyai keelastisan yang baik, sehingga kain-kain polyester tahan
kusut.
3. Moisture Regain
Dalam kondisi standard standard regain polyester hanya 0,4%. Dalam kelembapan
relative 100% moisture regainnya hanya 0,6%-0,8%.
4. Berat jenis polyester 1,38.
5. Sifat kimia
Polyester tahan asam lemah meskipun pada suhu mendidih, dantahan asam kuat dan
dingin. Polyester tahan basa lemah, tetapi kurang tahan dengan basa kuat. Polyester
tahan dengan zat oksidator, alcohol, keton, sabun dan zat-zat untuk pencucian kering.
Polyester larut dalam meta kresol panas dan asam triflouroasetat.
6. Sifat biologi
Polyester tahan terhadap serangga, jamur dan bakteri.

C. Penggunaan Polyester
Karena sifatnya yang baik, terutama karena sifat tahan kusut dan dimensinya yang
stabil, polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian dan dasi. Untuk pakaian tipis
polyester sangat baik dicampur dengan kapas dengan perbandingan 2:1 . Selain itu juga
banyak digunakan untuk kain tirai, karena ketahanannya terhadap sinar dibalik kaca baik.
Polyester banyak digunakan pula untuk tekstil industry. Juga kain polyester banyak
digunakan dalam mesin pencucian dan penyetrikaan secara industry dan juga kantong
pencelupan, misalnya dalam pencelupan kaos kaki wanita.

Pemasakan (Scouring)

Pemasakan adalah merupakan bagian dari proses persiapan pencelupan dan pencapan.
Dengan proses pemasakan bagian dari komponen penyusun serat berupa minyak-minyak,
lemak, lilin, kotoran-kotoran yang larut dan kotoran-kotoran kain yang menempel pada
permukaan serat dapat dihilangkan. Apabila komponen-komponen tersebut dapat dihilangkan
maka proses selanjutnya seperti pengelantangan, pencelupan, pencapan dan sebagainya dapat
berhasil dengan baik.

Serat-serat alam seperti kapas, wol dan sutera Mengandung komponen banyak sekali dan
merupakan bagian serat yang tidak murni, komponen yang tidak murni ini perlu dihilangkan
dengan proses pemasakan, sedangkan pada serat buatan, kemurnian seratnya lebih tinggi
sehingga fungsi pemasakan dapat disamakan dengan pencucian biasa, untuk mengilangkan
kotoran-kotoran pada kain.

Zat-zat Pemasak

Pada dasarnya proses pemasakan serat-serat alam dilakukan dengan alkali seperti natrium
hidroksida (NaOH), natrium carbonat (Na2CO3) dan air kapur, campuran natrium carbonat
dan sabun, amoniak dan lain-lain. Sedangkan pemasakan serat buatan (sintetik) dapat
dilakukan dengan zat aktif permukaan yang bersifat sebagai pencuci (detergen).
Pada proses pemasakan bahan dari serat kapas terjadi hal-hal sebagai berikut :
- Safonifikasi minyak menjadi garam-garam larut.
- Pektin dan pektosa berubah menjadi garam-garam yang larut.
- Protein akan pecah menjadi asam amino asam amonia.
- Mineral-mineral dilarutkan
- Minyak-minyak yang tidak tersafonifikasi diemulsikan oleh sabun yang terbentuk.
- Kotoran-kotoran lain disuspensikan oleh sabun yang terbentuk.
- Zat-zat penguat yang terdapat pada serat akan terlepas.
- Kotoran-kotoran yang disuspensikan oleh sabun yang terbentuk.
- Kotoran-kotoran luar, sisa daun, sisa biji dapat dihilangkan secara mekanik pada mesin-
mesin tertentu dengan menggunakan alkali kuat.

Proses Simultan
Perkembangan dalam hal zat kimia/zat pembantu dan permesinan mendorong
berkembangnya metoda proses simultan yang menguntungkan. Proses ini dapat dilakukan
pada mesin jenis kontinyu maupun batch. Kain yang diproses dapat berbentuk open
width (terbuka lebar) dan rope (seperti tambang), tergantung mesin yang tersedia.

III. Bahan Dan Peralatan Praktek


Bahan Alat
Kain Poliester
Na2CO3 Timbangan
ZPO Thermometer
Detergen Beker Glass
Squester-t Bunsen
Pembasah Pengaduk
Aquades Pipet Gondok

IV. Resep Dan Perhitungan


R1/SIMULTAN
Na2CO3 :3gr/l
Detergen : 5gr/l
Squester-t : 0,5gr/l
Pembasah :1cc/l
Waktu : 60 menit
Temperatur : 80-90℃
Vlot : 1:30
R2/PEMUTIH OPTIK
ZPO : 1cc/l
Pembasah : 1cc/l
Waktu : 30 menit
Temperatur : 70℃
Vlot : 1:30

R3/PENCUCIAN
Detergen :2gr/l
Waktu : 10 menit
Temperatur : 70-80℃
Vlot : 1:20

V. Fungsi Zat
Detergent : Mendispersikan kanji sehingga mudah dihilangkan dari serat
Pembasah : mengurangi tegangan perukaan dan meminimalkan tegangan
antar muka, sehingga larutan proses mudah terserap pada kain.
Sequester - T :Tidak mengaktifkan ion-ion logam, sehingga tidak menganggu
berlangsungnya proses.
Na2CO3 :-Menghidrolisa kanji pva menjadi molekul-molekul yang lebih
kecil sehingga mudah larut pada pencucian.

-Menghidrolisa kotoran luar dan mesdispersi sehingga kotoran-


kotoran tersebut mudah larut pada saat dilakukan pencucian.

ZPO :
1. Untuk menambah drajat putih pada kain
2. Untuk menambah kecerahan atau kilau pada kain.
3. Untuk memberi arah warna yang baru pada kain.
VI. Prosedur/Cara Praktek
Hitung kebutuhan air proses dan zat kimia yang akan digunakan sesuai dengan
resep.
Ambil dan hitung zat kimia kemudian siapkan larutan proses pada beker glas.
Masukkan larutan proses dan lakukan pengerjaan Simultan pada kain (sesuai waktu
dan suhu pengerjaanya pada resep).
Lakukan pencucian panas, sabun, panas
Lakukan proses pemutihan optik pada kain sesuai dengan resep.
Kemudian lakukan bilas.
Lalu keringkan, kondisikan dan lakukan evaluasi, mencakup :Tes HK, Kecerahan,
dan arah warna.
VII. Tahapan/Flow Proses

Kain Grey Simultan Pencucian Pemutih Optik


Poliester -panas
HK+Pemasakan -sabun
(Tes Kanji, PVA) -panas
Tes Kanji

Evaluasi Pengkondisian Pengeringan Bilas

-Tes Kanji (Di lab : 2jam)


Kecerahan
-Arah Warna

VIII. Hasil Praktek

1. Tes kanji
Sebelum persiapan Sesudah persiapan
Warna : coklat Warna = kuning
Hasil : Terdapat kanji PVA Hasil = Kanji PVA sudah
hilang

2.

3.
IX. Diskusi Analisa

X. Kesimpulan
Kain Hasil Praktek

1.

2.

3.

Anda mungkin juga menyukai