Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

“INDUKSI ELEKTROMAGNETIK”

Pembimbing :

Nanik Mubiyati, SPd, MPd

Disusun Oleh :

Roy Dwi Prastyo (28 / XII MIA 1)

SMAN 4 BOJONEGORO
Jl.AKBP.M.Soeroko No.30, Kadipaten, BOJONEGORO
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

A. Tujuan
1. Untuk mengetahui arah penyimpangan jarum galvanometer saat disekitar
kumparan dipengaruhi oleh medan magnet
2. Untuk mengetahui besar penyimpangan jarum galvanometer terhadap
beberapa factor yang mempengaruhinya

B. Dasar Teori

Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak listrik di


dalam suatu kumparan/konduktor bila terdapat perubahan fluks magnetik pada
konduktor tersebut atau bila konduktor bergerak relatif melintasi medan
magnetik.

1. Gaya Gerak Listrik Induksi / GGL Induksi

Gaya gerak listrik induksi adalah timbulnya gaya gerak listrik di dalam
kumparan yang mencakup sejumlah fluks garis gaya medan magnetik,
bilamana banyaknya fluks garis gaya itu divariasi. Dengan kata lain, akan
timbul gaya gerak listrik di dalam kumparan apabila kumparan itu berada di
dalam medan magnetik yang kuat medannya berubah-ubah terhadap waktu.

1.1. Bunyi Hukum Faraday

Konsep gaya gerak listrik pertama kali dikemukakan oleh Michael


Faraday, yang melakukan penelitian untuk menentukan faktor yang
memengaruhi besarnya ggl yang diinduksi. Dia menemukan bahwa induksi
sangat bergantung pada waktu, yaitu semakin cepat terjadinya perubahan
medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar. Di sisi lain, ggl tidak
sebanding dengan laju perubahan medan magnetik B, tetapi sebanding dengan
laju perubahan fluks magnetik, ΦB, yang bergerak melintasi loop seluas A,
yang secara matematis fluks magnetik tersebut dinyatakan sebagai berikut:

Φ = B.A cos θ ....................................................... (1)

Dengan B sama dengan rapat fluks magnetik, yaitu banyaknya fluks garis gaya
magnetik per satuan luas penampang yang ditembus garis gaya fluks magnetik
tegak lurus, dan θ adalah sudut antara B dengan garis yang tegak lurus
permukaan kumparan. Jika permukaan kumparan tegak lurus B, θ
= 90o dan ΦB = 0, tetapi jika B sejajar terhadap kumparan, θ = 0o, sehingga:
ΦB = B.A................................................................. (2)

Hal ini terlihat pada Gambar 1, di mana kumparan berupa bujur sangkar bersisi
i seluas A = i2. Garis B dapat digambarkan sedemikian rupa sehingga jumlah
garis per satuan luas sebanding dengan kuat medan.

Jadi, fluks ΦB dapat dianggap sebanding dengan jumlah garis yang


melewati kumparan. Besarnya fluks magnetik dinyatakan dalam satuan weber
(Wb) yang setara dengan tesla.meter2 (1Wb = 1 T.m2).

Dari definisi fluks tersebut, dapat dinyatakan bahwa jika fluks yang
melalui loop kawat penghantar dengan N lilitan berubah sebesar ΦB dalam
waktu aktu Δt, maka besarnya ggl induksi adalah:

Yang dikenal dengan Hukum Induksi Faraday, yang berbunyi:

“gaya gerak listrik (ggl) induksi yang timbul antara ujung-ujung suatu loop
penghantar berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang
dilingkupi oleh loop penghantar tersebut”.

Tanda negatif pada persamaan (6.3) menunjukkan arah ggl induksi.


Apabila perubahan fluks (ΔΦ) terjadi dalam waktu singkat (Δt → 0), maka ggl
induksi menjadi:

dengan:

ε = ggl induksi (volt)

N = banyaknya lilitan kumparan

ΔΦB = perubahan fluks magnetik (weber)

Δt = selang waktu (s)

1.2. Bunyi Hukum Lenz


Apabila ggl induksi dihubungkan dengan suatu rangkaian tertutup
dengan hambatan tertentu, maka mengalirlah arus listrik. Arus ini dinamakan
dengan arus induksi. Arus induksi dan ggl induksi hanya ada selama perubahan
fluks magnetik terjadi.

Hukum Lenz menjelaskan mengenai arus induksi, yangberarti bahwa


hukum tersebut berlaku hanya kepada rangkaian penghantar yang tertutup.
Hukum ini dinyatakan oleh Heinrich Friedrich Lenz (1804 - 1865), yang
sebenarnya merupakan suatu bentuk hukum kekekalan energi. Hukum Lenz
menyatakan bahwa:

“ggl induksi selalu membangkitkan arus yang medan magnetnya berlawanan


dengan asal perubahan fluks”.

Perubahan fluks akan menginduksi ggl yang menimbulkan arus di


dalam kumparan, dan arus induksi ini membangkitkan medan magnetnya
sendiri.

1.3. Faktor Penyebab Timbulnya Gaya Gerak Listrik Induksi

Penyebab utama timbulnya ggl induksi adalah terjadinya perubahan


fluks magnetik yang dilingkupi oleh suatu loop kawat. Besarnya fluks
magnetik telah dinyatakan pada persamaan (1). Dengan demikian, ada tiga
faktor penyebab timbulnya ggl pada suatu kumparan, yaitu:

a. perubahan luas bidang kumparan (A),

b. perubahan orientasi sudut kumparan θ terhadap medan,

c. perubahan induksi magnetik.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Induksi_elektromagnetik

C. Alat dan Bahan


1. Galvanometer
2. 2 buah magnet. 1 magnet besar dan 1 magnet kecil
3. 2 kabel penghubung antara galvanometer dengan kumparan
4. Kumparan

D. Prosedur Kerja

 Prosedur : Mencari Arah Penyimpangan Jarum Galvanometer


1. Siapkan kumparan serta magnet
2. Lalu, gerakkan magnet disekitar kumparan
3. Sesuaikan dengan data yang akan dicari
4. Catat hasil dari percobaan yang dilakukan

 Prosedur : Mencari Besar Penyimpangan Jarum Galvanometer


1. Siapkan alat dan bahan
2. Hubungkan galvanometer dengan kumparan menggunakan kabel
penghubung
3. Gerakkan magnet didalam kumparan
4. Sesuaikan dengan data yang akan dicari
5. Catat hasil percobaan

E. Data Pengamatan

I. Arah Penyimpangan Jarum Galvanometer


 Ketika magnet diam maka jarumnya diam
 Ketika magnet digerakkan diluar bidang kumparan maka
jarumnya hanya bergetar dtempat (pada angka 0)
 Ketika magnet digerakkan didalam/memotong bidang kumparan
maka arah jarum menyimpang kekanan dan kekiri
 Arah Magnet :
Jika dari depan :
-Kutub utara : Jika masuk → ke arah kiri
Jika keluar → ke arah kanan
-Kutub selatan : Jika masuk → ke arah kanan
Jika keluar → ke arah kiri
Jika dari belakang :
-Kutub utara : Jika masuk → ke arah kanan
Jika keluar → ke arah kiri
-Kutub selatan : Jika masuk → ke arah kiri
Jika keluar → ke arah kanan

II. Besar Penyimpangan Jarum Galvanometer Terhadap :


 Jika ukuran besar magnet berbeda

Besar
Jumlah Kecepatan Perubahan
Besar magnet Penyimpangan
Lilitan Fluks Magnetik
Jarum
1200 Besar Lambat 400
1200 Kecil Lambat 300

 Jika Kecepatan perubahan fluks magnet berbeda

Besar
Jumlah Kecepatan Perubahan
Besar magnet Penyimpangan
Lilitan Fluks Magnetik
Jarum
1200 Kecil Cepat 400
1200 Kecil Lambat 350

 Jika jumlah lilitan berbeda

Besar
Jumlah Kecepatan Perubahan
Besar magnet Penyimpangan
Lilitan Fluks Magnetik
Jarum
600 Kecil Cepat 350
1200 Kecil Cepat 450
F. Analisa Data
 Pada percobaan mencari arah penyimpangan jarum galvanometer

Saat magnet diletakkan di atas kumparan dalam keadaan diam, jarum


amperemeter juga diam. Hal ini menunjukkan bahwa tidak medan magnet
yang mempengaruhi adanya arus listrik yang timbul dalam kumparan. Saat
magnet digerakkan masuk-keluar kumparan, jarum amperemeter juga ikut
bergerak. Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan medan magnet yang
menimbulkan arus listrik dalam kumparan. Lalu ketika magnet batang
digerakan lebih cepat dari sebelumnya, arus yang terlihat di galvanometer
naik, ini membuktikan bahwa kecepatan magnet batang berbanding lurus
dengan besar listrik yang ditimbulkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa penyebab timbulnya GGL induksi adalah perubahan garis gaya
magnet yang dilingkupi oleh kumparan.

 Pada percobaan mencari besar penyimpangan jarum galvanometer

Pada percobaan selanjutnya, galvanometer yang telah dirangkai diuji.


Pada percobaan pertama, jika ukuran magnet besar, maka besar
penyimpangannya juga semakin besar daripada magnet berukuran kecil.
Pada percobaan kedua, apabila kecepatan perubahan fluks magnetic lebih
cepaqt maka penyimpangannya juga semakin besar. Pada percobaan ketiga,
apabila jumlah lilitan lebih besar, maka penyimpangannya juga lebih besar
pula.

G. Kesimpulan

1. Magnet yang digerakkan didalam kumparan akan menimbulkan arus


listrik. Ini dikarenakan adanya perubahan medan magnetic yang terjadi.
Arus listrik yang ditimbulkan ini disebut gaya gerak listrik induksi (GGL).
Jika gaya magnet diperkuat maka tegangan yang ditimbulkan semakin
besar dan apabila laju perubahan medan magnet diperbesar maka
tegangan yang ditimbulkan semakin besar.

2. Melalui prinsip induksi elektromagnetik, ada beberapa factor yang


mempengaruhi besarnya penyimpangan, antara lain :
a. Jumlah lilitan pada kumparan
b. Kecepatan gerakan batang magnet
c. Besar kecilnya batang magnet
Jika semakin banyak lilitan, maka semakin besar pula besar
penyimpangannya. Hal ini terjadi serupa pada kecepatan yang cepat dan
juga besarnya magnet yang digunakan.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai