Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DASAR II

Judul Percobaan : Rangkaian RL


Nama Lengkap : Skolastika Jumina
Nomor Pokok Mahasiswa : 160403070030
Kelas/kelompok Praktikum : 2016 A / IV
Tanggal Percobaan : 8 Mei 2018
Tanggal Penyerahan : 15 Mei 2018
Dosen Pembimbing : Kurriawan Budi Pranata, S.Si., M.Si.
Asisten Praktikum : Ulfa Syagita

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

2018
ABSTRAK

Telah dilakukana praktikum rangkaian RL-seri yang bertujuan untuk


mengetahui pengertian impedansi, mengetahui hubungan impedansi dengan
resistansi, dan reaktansi, mengetahui hubungan antara fasor tegangan dan fasor
arus. Praktikum ini dlakukan sebanyak tiga kali dengan sumber tegangan AC yang
berbeda-beda yaitu 6 V, 9 V, dan 12 V. Data yang diperoleh dari hasil percobaan
adalah besar tegangan tegangan berbanding lurus dengan kuat arus yang mengalir
sementara itu sudut fasenya dari ketiga teganagan tersebut hampir sama.
Sedangkan Besar tegangan total pada data hasil pengukuran dan tegangan total
pada hasil perhitungan memiliki perbedaan dimana pada data hasil pengukuran
dan tegangan total lebih besar daripada hasil perhitungan.

Kata kunci:Resistor, Induktorr, Rangkaian RC

ii
ABSTRACT

The RL-series series has been carried out in order to know the impedance,
to know the relation of impedance with resistance, and reactance, to know the
relationship between phasor voltage and current phasor. This practice is applied
three times with different AC voltage source that is 6 V, 9 V, and 12 V. The data
obtained from the experimental result is the voltage voltage is directly
proportional to the current strength flowing while the phase angle of the three
teganagan almost the same. While the total tension on the measurement data and
the total voltage on the calculation results have a difference where the data
measurement results and total voltage is greater than the calculation results.

Keywords: Resistor, Inductor, RC circuit

iii
DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................................. ii
ABSTRACT .......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Percobaan ................................................................................. 1
1.3. Tujuan Percobaan ..................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 2
2.1. Dasar Teori ............................................................................................... 2
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ........................................................... 4
3.1. Variabel Percobaan ................................................................................... 4
3.2. Bahan Percobaan ...................................................................................... 4
3.3. Alat Percobaan ......................................................................................... 5
3.4. Prosedur Percobaan .................................................................................. 5
3.5. Diagram Alir Percobaan ........................................................................... 6
3.5.1. Diagram Alir Prosedur ...................................................................... 6
3.5.2. Diagram Alir Perhitungan ................................................................. 7
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN .................................... 9
4.1. Hasil Percobaan ........................................................................................ 9
4.2. Pembahasan .............................................................................................. 9
BAB V KESIMPULAN ...................................................................................... 11
http://elektronika-dasar.web.id/analisa-rangkaian-r-l-seri/. .......................... 12
DAFTAR NOTASI .............................................................................................. 13
APENDIKS .......................................................................................................... 14
LAMPIRAN ......................................................................................................... 16
1. Data Percobaan........................................................................................... 16
2. Jawaban Tes Pertanyaan ............................................................................ 17

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.2.1. Modul Praktikum RC.......................................................................4


Gambar 3.2.2. Induktor 0 dan 1600 lilitan...............................................................4
Gambar 3.2.3. Resistor 10 Ω....................................................................................4
Gambar 3.2.4. Kabel Penghubung...........................................................................4
Gambar 3.3.1. Transformator...................................................................................5
Gambar 3.3.2. Digital multimeter AC......................................................................5
Gambar 3.3.3. Project board....................................................................................5
Gambar 3.4.1. Rangkaian RL.........................................................................5

v
DAFTAR GAMBAR

Tabe 3.2.1. Bahan Percobaan...................................................................................4

Tabel 3.3.1. Alat Percobaan.....................................................................................5

Tabel 4.1.1. Hasil Percobaan....................................................................................9

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah
rangakaian listrik. Rangkaian elektronik terdiri dari rangakain RC,
Rangkaian RLC dan rangkaian RL. Pada rangkaian listrik terdiri dari
berbagai macam komponen penyusunnya yang terdiri dari kuat arus,
tegangan, hambatan, Kapasitor dan resistor.

Induktor dan resistor sering dijumpai bersama-sama dalam suatu


rangkaian RL. Pada rangkaian RL dimanfaatkan sumber arus AC. Pada
rangkaian RL memanfaatkan Induktor yang merupakan rangkaian
sederhana. Rangkaian RL ini digunakan untuk menyaring signal dengan
cara menahan frekuensi signa tertentu dan meneruskan signal yang
lainnya. Untuk mengetahui tentang rangkaian RC maka selanjutnya akan
dilakukan praktikum.

1.2. Rumusan Percobaan


Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan percobaannya adalah
sebagai berikut:

1. Apa itu impedansi?


2. Bagaimana hubungan antara tegangan dan arus pada rangkaian RL?
3. Bagaimana perbedaan fasa tegangan dan fasa arus pada rangkaian RL?

1.3. Tujuan Percobaan


Dari rumusan percobaan di atas maka adapun tujuan dilakukannya
praktikum tersebut adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengertian impedansi


2. Untuk mengetahui hubungan antara tegangan dan arus pada rangkaian RL
3. Untuk mengetahui perbedaan fasa tegangan dan fasa arus pada rangkaian
RL.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Dasar Teori


Dalam arus bolak-balik gelombang sinus, impedansi didefinisikan sebagai
perbandingan antara fasor tegangan terhadap fasor arus. Dari hubungan tegangan
dan arus, terlihat bahwa pada:

R : Fasa tegangan adalah sefasa dengan fase arus

L : Fasa tegangan mendahului 90° terhadap fasa arus

C : Fasa tegangan tertunda ( tertinggal, delay ) 90° terhadap fasa arus (


Tim Lab ELIN : 2018).

Impedansi listrik tau lebih sering disebut impedansi, menjelaskan ukuran


penolakan terhadap arus bolak-balik Sinusoid. Impedansi listrik memperluas
konsep resistansi listrik ke sirkuit AC, menjelaskan tidak hanya amplitudo relatif
dari tegangan dan arus, tetapi juga fasa relatif. Secara dimensi impedansi sama
dengan resistansi; dan satuan SInya adalah Ohm. Istilah impedasi pertama kali
dikenal oleh Oliver Heaviside pada Juli 1886, Arthur Kennelly adalah yang
pertama kali menunjukan impedansi dengan bilangan kompleks pada 1893.
Kebalikan dari impedansi adalah admitansi. (Tipler, Paul A: 2001).

Rangkaian R-L seri, sifat rangkaian seri dari sebuah resistor dan sebuah
induktor yang dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik sinusioda adalah
terjadinya pembagian tegangan secara vektoris. Arus (i) yang mengalir pada
hubungan seri adalah sama besar. Arus (i) tertinggal 90 derajad terhadap tegangan
induktor (vL). Tidak terjadi perbedaan fasa antara tegangan jatuh pada resistor (vR)
dan arus (i). Gambar berikut memperlihatkan rangkaian seri R-L dan hubungan
arus (i), tegangan resistor (vR) dan tegangan induktor (vL) secara vektoris.
(http://elektronika-dasar.web.id/analisa-rangkaian-r-l-seri/).

Melalui reaktansi induktif (XL) dan resistansi (R) arus yang sama i = im.sin
ω t. Tegangan efektif (v) = i.R berada sefasa dengan arus (i). Tegangan reaktansi
induktif (vL) = i.XL mendahului 900 terhadap arus (i). Tegangan gabungan vektor

2
(v) adalah jumlah nilai sesaat dari tegangan resistor (vR) dan tegangan induktif
(vL), dimana tegangan ini juga mendahului sebesar φ terhadap arus (i).
(http://elektronika-dasar.web.id/analisa-rangkaian-r-l-seri/).

3
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Variabel Percobaan


a. Variabel Bebas : Resistor
b. Variabel Terikat : Tegangan Induktor dan Tegangan Resistor
c. Variabel Kontrol : Tegangan AC

3.2. Bahan Percobaan


Tabe 3.2.1. Bahan Percobaan

No Nama Bahan Jumlah


1. 1

Gambar 3.2.1. Modul Praktikum


RL
2. 1

Gambar 3.2. 2. Induktor 0 dan


1600 lilitan

3 1

Gambar 3.2.3. Resistor 100 Ω

4 2

Gambar 3.2.4 Kabel penghubung

4
5 2

Gambar 3.2.5. Kabel Penjepit

3.3. Alat Percobaan


Tabel 3.3.1. Alat Percobaan`

No Nama Alat Jumlah


1. 1

Gambar 3.2.1.1 Transformator


2. 1

Gambar 3.2.1.2 Digital multimeter AC


3. 1

Gambar 3.2.1.3 Project board

3.4. Prosedur Percobaan


1. Menyusun rangkaian RL seperti pada gambar dibawah ini

Gambar 3.4.1. Rangkaian RL-

2. Menghidupkan sumber tegangan 6 AC

5
3. Menjepit kedua kaki resistor menggunakan kabel penjepit untuk
menentukan nilai Vr, lalu membaca hasil pada digital multimeter AC
4. Menjepit lilitan Induktor (0 dan 1600 lilitan) menggunakan kabel penjepit
untuk menentukan nilai VL, lalu membaca hasil pada digital multimeter
AC
5. Menjepit salah satu kaki resistor dan salah satu lilitan pada induktor
menggunakan kabel penjepit untuk menentukan nilai VT, lalu membaca
hasil pada digital multimeter AC.
6. Mengganti sumber tegangan AC dengan 9 V, dan 12 V.
7. Mencatatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

3.5. Diagram Alir Percobaan


3.5.1. Diagram Alir Prosedur

Mulai

Menyusun rangkaian RL

ac V
Menghidupkan sumber tegangan 6 AC
ac V

Menjepit
ac kedua kaki resistor menggunakan kabel penjepit
acmenentukan
untuk V nilai Vr, lalu membaca hasil pada
ac V digital multimeter AC
ac V

acMenjepit lilitan Induktor (0 dan 1600 lilitan)


menggunakan kabel penjepit untuk menentukan nilai
ac V
aclalu
VL, V membaca hasil pada digital multimeter AC
ac V

ac V
ac V
Menjepit salah satu kaki resistor dan salah satu
ac ac
lilitan V
ac Vpada induktor menggunakan kabel penjepit
untuk menentukan nilai VT, lalu membaca hasil
ac pada digital multimeter AC.
ac V

ac ac V
ac (a)
ac

6
ac
(a)

Mengganti sumber tegangan AC dengan 9 V, dan 12 V.

Mencatatat hasil pengamatan pada tabel hasil


pengamatan.

Selesai

3.5.2. Diagram Alir Perhitungan

Mulai

Diketahui:

 Vac (6 V): 𝑉𝐿 = 4,2 V; 𝑉𝑅 = 0,3 V;


𝑉𝑇 = 4,7 V
 Vac (9 V): 𝑉𝐿 = 6,3 V; 𝑉𝑅 = 0,5 V;
𝑉𝑇 = 7,1 V
 Vac (12 V): 𝑉𝐿 = 8,2 V 𝑉𝑅 = 0,7 V;
𝑉𝑇 = 9,2 V

Ditanya: i, 𝑋𝐿 , 𝜃, 𝐿 , 𝑍 , 𝑉

Masukkan rumus :
𝑉𝑅 𝑉𝐿 𝑉
 ac𝐼 V
= ; 𝑋𝐿 = ; 𝜃 = 𝑉 𝐿 ; L = 1600 ; 𝑍 =
𝑅 𝐼 𝑅

𝑅 2 + 𝑋𝐿 2 ; 𝑉𝑇 = √𝑉𝑅 2 + 𝑉𝐿 2
ac√V

ac V

ac ac V (a)

ac

7
ac
(a)

 Vac (6 V): I = 0,03 A ; 𝑋𝐿 = 140; 𝜃 = 86° ;


Z =140,36 ; 𝑉𝑇 = 4,21 V
 Vac (9 V): I = 0,05 A ; 𝑋𝐿 = 126; 𝜃 = 85,5° ;
Z = 126,4 ; 𝑉𝑇 = 6,32 V
 Vac (12 V): I = 0,07 A ; 𝑋𝐿 = 117,1 ; 𝜃 = 85° ;
Z = 117,52 ; 𝑉𝑇 = 8,22 V

 Vac (12 Menemukan
V): 𝑉𝐿 = 8,2 Vhasil
𝑉𝑅 = 0,7 V; 𝑉𝑇 = 9,2 V

Selesai

8
BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Percobaan


Tabel 4.1.1. Hasil Percobaan

N Pengukuran Perhitungan
o Va VL VR VT I XL 𝜃 L Z VT
c
1 6 V 4,2 0,3 4,7 V 0,03 140 86° 0,45 140,3 4,21
V V A 6 V
2 9 V 6,3 0,5 7,1 V 0,05 126 85,5 0,4 126,4 6,32
V V A ° V
3 12 8,2 0,7 9,2 V 0,07 117,1 85° 0,37 117,5 8,22
V V V A 2 V

4.2. Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada praktikum
rangkaian RL dilakukan sebanyak tiga kali dengan seumber teganagan AC
6 V, 9 V dan 12 V.

Pada praktikum pertama dengan sumber tegangan AC 6 V,


diperoleh data pengamatan yaitu VL = 4,2 V, VR = 0,3 V, dan VT = 4,7
V. Sedangkan pada perhitungan besar arus yang mengalir adalah I= 0,03
A, XL = 140, 𝜃 = 86°, L = 0,45 , Z = 140,36, dan VT =4,21 V. Pada
praktikum kedua,dengan sumber tegangan AC 9 V, diperoleh data
pengamatan yaitu VL = 6,3 V, VR = 0,5 V, dan VT = 7,1 V. Sedangkan
pada perhitungan besar arus yang mengalir adalah I= 0,05 A, XL =126, 𝜃
= 85,5°, L = 0,4, Z = 126,4, dan VT = 6,32 V. Pada praktikum
ketiga,dengan sumber tegangan AC 912 V, diperoleh data pengamatan
yaitu VL = 8,2 V, VR = 0,7 V, dan VT = 9,2 V. Sedangkan pada
perhitungan besar arus yang mengalir adalah I= 0,07 A, XL =117,1 , 𝜃 =
85,°, L = 0,37, Z = 117,52, dan VT = 8,22 V.

9
Berdasrkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar
tegangan AC yang digunakan maka semakin besar pula arus yang
mengalir dalam rangkaian RL-Seri.

10
BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktiukum yang telah dilakukan dapat disimpulkan


bahwa semakin sumber tegangan yang digunakan maka semakin besar arus yang
mengalir pada rangkaiantersebut. Sehingga sumber tegangan berbanding lurus
dengan kuat arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://elektronika-dasar.web.id/analisa-rangkaian-r-l-seri/.
Tim , Lab Elin. 2018. Modul Praktikum Getaran Gelombang dan Optik. Malang

Tipler, A. P. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.

12
DAFTAR NOTASI

No Simbol Keterangan satuan


1 I Kuat arus A
2 V Tegangan V
3 Z Impedansi -
4 R Resistor/ Hambatan Ω
6 L Induktor H
7 𝑉𝑇 Tegangan total V
8 𝑉𝐿 Tegangan pada V
induktor
9 𝑉𝑅 Tegangan pada V
resistor

13
APENDIKS
𝑉𝑅 = i.R (Tegangan pada resistor)

𝑍 = √𝑅 2 + 𝑋𝐿 2 (menghitung impedansi)

𝑉𝑇= √𝑉𝑅 2 + 𝑉𝐿 2 (menghitung teganaga total)

𝑉𝐿 = i. 𝑋𝐿 (Tegangan pada kapasitor)

𝑉
𝑇𝑎𝑛 𝜃 = 𝑉 𝐿 (menghitung sudut fase antara 𝑉𝑇 dan 𝐿
𝑅

 Percobaan 1
Diketahui: 6 V; VL = 4,2 V; VR = 0,3 V,
dan VT = 4,7V
Ditanya : 𝐼 = ⋯ ? 𝑋𝐿 = ⋯ ? 𝜃 = ⋯ ? 𝐿 = ⋯ ? 𝑍 = ⋯ ? 𝑉𝑇 = ⋯ ?
Penyelesaian :
𝑉 0,3
𝐼= 𝑅= = 0,03 A
𝑅 10
𝑣𝐿 4,2
XL = = = 140
𝐼 0,03
𝑉 4,2
𝜃 = 𝐿 = = 14 𝑇𝑎𝑛−1 = 86°
𝑉𝑅 0,3
𝑋𝐿 𝑋𝐿 140 140
𝐿= = = = = 0,45
𝜔 2𝜋𝑓 2 . 3,14 . 50 314
𝑍 = √𝑅 2 + 𝑋𝐿2 = 𝑍 = √102 + 1402 = √100 + 19600 = √19700
= 140,36

𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,32 + 4,22 = √0,09 + 17,64 = √17,74


= 4,21 V.

 Percobaan 2
Diketahui: 9 V; VL = 6,3 V; VR = 0,5 V,
dan VT = 7,1 V
Ditanya : 𝐼 = ⋯ ? 𝑋𝐿 = ⋯ ? 𝜃 = ⋯ ? 𝐿 = ⋯ ? 𝑍 = ⋯ ? 𝑉𝑇 = ⋯ ?
Penyelesaian :
𝑉 0,5
𝐼= 𝑅= = 0,05 A
𝑅 10
𝑣𝐿 6,3
XL = = = 126
𝐼 0,05
𝑉 6,3
𝜃= 𝐿= = 12,6 𝑇𝑎𝑛−1 = 85,5°
𝑉𝑅 0,5
𝑋𝐿 𝑋𝐿 126 126
𝐿= = = = = 0,4
𝜔 2𝜋𝑓 2 . 3,14 . 50 314

14
𝑍 = √𝑅 2 + 𝑋𝐿2 = 𝑍 = √102 + 1262 = √100 + 158776 = √15976
= 126,4

𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,52 + 6,32 = √0,25 + 39,69 = √39,94


= 6,32 V.

 Percobaan 3
Diketahui:
Sumbe tegangan AC = 12 V; VL = 8,2 V; VR = 0,7 V,
dan VT = 9,2 V
Ditanya : 𝐼 = ⋯ ? 𝑋𝐿 = ⋯ ? 𝜃 = ⋯ ? 𝐿 = ⋯ ? 𝑍 = ⋯ ? 𝑉𝑇 = ⋯ ?
Penyelesaian :
𝑉 0,7
𝐼= 𝑅= = 0,07 A
𝑅 10
𝑣𝐿 8,2
XL = = = 117,1
𝐼 0,07
𝑉 8,2
𝜃= 𝐿= = 11,71 𝑇𝑎𝑛−1 = 85°
𝑉𝑅 0,7
𝑋𝐿 𝑋𝐿 117,1 117,1
𝐿= = = = = 0,37
𝜔 2𝜋𝑓 2 . 3,14 . 50 314
𝑍 = √𝑅 2 + 𝑋𝐿2 = √102 + 117,12 = √100 + 13712,41 = √13812,41
= 117,52

𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,72 + 8,22 = √0,49 + 67,24 =√67,73


= 8,22 V.

15
LAMPIRAN

1. Data Percobaan

16
2. Jawaban TesPertanyaan
1. Tuliskan persamaan tegangan dan arus pada masing-masing variasi
tegangan AC 6V, 9V dan 12 V.
Jawaban :
a. Tegangan AC 6 V
𝑉 0,3
𝐼= 𝑅= = 0,03 A
𝑅 10
𝑣𝐿 4,2
XL = = = 140
𝐼 0,03

𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,32 + 4,22 = √0,09 + 17,64 = √17,74


= 4,21 V.

b. Tegangan AC 9 V
𝑉𝑅 0,5
𝐼= = = 0,05 A
𝑅 10
𝑣𝐿 6,3
XL = = = 126
𝐼 0,05
𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,52 + 6,32 = √0,25 + 39,69 = √39,94
= 6,32 V.

c. Tegangan AC 12 V
𝑉 0,7
𝐼= 𝑅= = 0,07 A
𝑅 10
𝑣𝐿 8,2
XL= = = 117,1
𝐼 0,07
𝑉𝑇 = √𝑉𝑅2 + 𝑉𝐿2 = √0,72 + 8,22 = √0,49 + 67,24 =√67,73
= 8,22 V
2. Gambarkan persamaan tegangan dan arus jika terdapat perbedaan fase
antara tegangan dan arus pada setiap variasi tegangan AC 6 V, 9 V dan
12 V.
Jawaban:

17