Anda di halaman 1dari 2

Klasifikasi

Berdasarkan ESC guideline diagnosis and management of syncope tahun 2009, sinkop
dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian.

Tabel … Klasifikasi Sinkop berdasarkan ESC guideline diagnosis and management of syncope

Sinkop Reflek
Vasovagal
 Dipengaruhi distres emosional, ketakutan, nyeri
 Dipengaruhi stress ortostatik
Situasional
 Batuk, bersin
 Stimulasi gastrointestinal (menelan, defekasi, nyeri visceral)
 Berkemih
 Pascaolahraga
 Lainnya (tertawa, angkat beban)
Sinkop sinus karotis
Atipikal (tanpa pemicu yang jelas
Sinkop karena Hipotensi Ortostatik
Disfungsi otonom primer
 Kegagalan system saraf otonom, atrofi system multiple, penyakit parkinson dengan
gangguan otonom, demensia lewy
Disfungsi otonom sekunder
 Diabetes mellitus, amyloidosis, uremia, cedera tulang belakang
Hipotensi ortostatik diinduksi obat
 Alkohol, vasodilator, diuretik, fenotiazin, antidepresan
Deplesi volume intravascular
 Pendarahan, diare, muntah, dll
Sinkop Kardiak
Aritmia
 Bradikardia
 Disfungsi nodus sino atrial
 Penyakit system konduksi atrioventrikel
 Malfungsi pacu jantung
 Takikardia
 Supraventrikel
 Ventrikel (idiopatik, kanalopati, atau karena penyakit jantung structural)
 Aritmia terinduksi obat-obatan
Penyakit jantung structural
 Kardiak : penyakit katup jantung, infark miokard akut, kardiomiopati hipertrofik, massa
intrakardiak, penyakit perikard/tamponade, anomaly coroner kongenital, disfungsi katup
prostetik.
 Penyakit vaskuler lain : emboli paru, diseksi aorta akut, hipertensi pulmonal.

Daftar Pustaka

Kasim R, Sally AN. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I. 2009. Sinkop. Jakarta : Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. pp: 1315-1322