Anda di halaman 1dari 2

Begitu banyak fenomena yang dapat kita temukan dalam dunia ini, entah di Indonesia maupun di

luar negeri. Sebagai remaja kita tahu bahwa maraknya kebudayaan Barat atau kebudayann non Islam
telah diikuti oleh umat Islam itu sendiri. Kita tahu bahwa agama Islam adalah agama yang menuntun
umatnya untuk menjadi makhluk insani yang menjadi manusia bermartabat tinggi . yang dpat
menuntun manusia jauh dari perilaku hewan.

Umat Islam zaman dahulu tentu juga banyak yang taat maupun yang munkar. Tapi dari banyaknya
yang taat mereka langsung bisa menjiwai apa itu islam. Berbeda sekali dengan umat islam jaman
sekarang yang tentu ada yang taat dan munkar, tapi dari banyaknya yang taat, mereka tidak
sepenuhnya taat . Mengapa demikian? Ini disebabkan oleh jaman Rasulullah dengan jaman sekarang
berbeda berabad- abad sehingga menjadikan umat islam jaman sekarang belum bisa atau belum
langsung menjiwai apa itu Islam, karena umat islam sekarang belum kenal secara detail bagaimana
sosok Nabi yang Agung yaitu Nabi Muhammad, sehingga kita sebagai generasi umat Islam yang
istilahnya mengetahui apakah agama islam itu sendiri walaupun itu sedikit, kita dapat berusaha
sekecil mungkin untuk mengajak ke jalan yang benar.

Yang pertama yang perlu dilakukan oleh umat kita adalah memperbaiki perilaku kita sebagai umat
islam yang sesungguhnya yang pertama menjalankan rukun islam , barulah kita menata hati rukun
iman, dan yang terakhir perbaiki persaudaraan sesama manusia dengan umat islam maupun non
islam.

Lalu, siapakahnya yang akan kita ajak atau target untuk dakwah kita?

Tentu saja dari yang seumuran atau sebaya. Mengapa alasannya? Ya, alasannya karena dari yang
sebaya kita paham satu sama lain sifatnya, karakternya, tingkat labilnya emosional, dsb. Kalau
umuran remaja atau umur yang produktif mendapatkan pencerahan atau nasehat dari orang tua
tentu akan efektif hanya didepan orang tua tersebut. Dakwah yang seperti itulah dakwah yang
monton, kenapa saya sebut monoton ? karena hanya nasehat dari yang tua ke yang muda sehingga
yang muda tidak bisa berkutik dan hanya bisa mengiyakan. Tapi lebih dahsyatnya dakwah akan
tersampaikan samapi menuju qolbu yang paling dalam apabila itu dilakukan dengan seumuran ,
karena dari situ kita saling enak mengeluarkan argumen, pendapat, saling share, sehingga tidak ada
kesenjangan umur dalam hal dakwah. Tentu kegiatan ini akan dilaksanakan dengan baik.

Target yang dapat menerima dakwah ini adalah saat-saat di kampus. Mengapa saya katakan
demikian? Karena orang yang sudah di perguruan tinggi saya katakan orang –orang yang dapat
berfikir kritis tidak dilihat dari segi umur tapi juga dari kedewasaan .

Banyak lembaga – lembaga dakwah kampus yang ada di indonesia , kalupun kita belum bisa
membentuk suatu lembaga maka kita dapat dakwah ke teman yang terdekat, kita juga bisa mengikuti
lembaga dakwah di kampus yang ada di fakultas maupun di universitas, di fakultas saya di FK
UNISSULA tentu ada BAI , (Badan Amalan Islam ) didalam tentu banyak program kerja yang bervisi
misikan untuk menjadi generasi dan mengajak orang menjadi generasi khaira ummah, program kerja
yang baru saya ikuti adalah kegiatan TPA di desa binaan dan buka bersama di masjid Abu Bakar As-
Segaff di kampus Unissula.

Banyak energi positif dan tanggapan positif dari warga masyarakat yang ada di desa binaan, karena
memang seorang mahasiswa
Sudah dianggap sebagai siswa yang tinggi, tinggi ilmunya pengalamannya, dan segalanya , tentu ini
akan angat mempermudah kita sebaga mahasiswa untuk menjalankan kegiatan dakwah. Terutama di
kampus banayk sekali kegiatan kajian – kajian .