Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

ANATOMI FISIOLOGI PADA MANUSIA

DISUSUN OLEH:

1. Adhe Zulaila Syafitri


2. Elvira Fakhrana Razan
3. Tria Rahmawati

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

i
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan

karunia-Nya kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah sistem integumen

dan sensasi Kulit Seperti kita ketahui bahwa tujuan utama penyusunan makalah

ini untuk menambah wawasan bagi mahasiswa/i.

Dalam penyusunan makalah ini, kami mendapat dukungan, bimbingan,

dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih

kepada pihak-pihak yang telah membantu kami,

Kami sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

sempurna, karena masih terdapat berbagai kekurangan baik dari segi materi

maupun sistematikanya. Kami menerima saran, koreksi, dan kritik yang bersifat

membangun untuk perbaikan mutu dan isi makalah ini. Semoga makalah yang

sederhana ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaaat untuk para

pembaca.

Bandar Lampung, September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

ii
HALAMAN JUDUL......................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................. 1
B. Tujuan................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Anatomi dan Fisiologi Manusia disusun kedalam
beberapa bagian sistem tubuh........................................... 3
1. SISTEM RANGKA.................................................... 3
2. Sistem Otot.................................................................. 7
3. SISTEM PEREDARAN DARAH.............................. 12
4. SISTEM PERNAPASAN............................................ 13
5. SISTEM INDRA......................................................... 15
6. SISTEM PENCERNAAN.......................................... 17
7. SISTEM EKSKRESI.................................................. 19
8. SISTEM REPRODUKSI............................................ 21
9. SISTEM SARAF........................................................ 22
10. SUMSUM TULANG BELAKANG......................... 25

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan....................................................................... 28
B. Saran.................................................................................. 28

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anatomi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari ana yang artinya
memisah-misahkan atau mengurai. Dan tomos yang artinya memotong-
motong, jadi anatomi berarti mengurai dan memotong. Ilmu bentuk dan
susunan tubuh di peroleh dengan cara mengurai badan melalui potongan
bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lainnya
sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal fungsi
atau pekerjaan dari tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut
dan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit kita
harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat-alat dari
susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Makanisme
dan sifat khusus tubuh manusia hidup di luar pengendalian kita sendiri,
misalnya rasa haus dan lapar yang membuat kita mencari minum dan makan,
perasaan dingin membuat kita mencari kehangatan dan perlindungan.
Manusia sebenarnya bergerak secara otomatis karena kita mempunyai
perasaan, fikiran, dan pengetahuan yang merupakan suatu rangkaian
kehidupan yang otomatis memungkinkan kita hidup pada berbagai keadaan.
Pada manusia gugusan sel berfungsi khusus yang terdiri dari system saluran
pencernaan untuk mencerna dan mengabsorpsi makanan. System pernafasan
berfungsi untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida di
sebut tata cara kerja. Pada masing-masing system berperan dalam fungsi
tubuh secara keseluruhan, jadi ilmu fisiologi adalah ilmu yang berfungsi untuk
menjelaskan faktor-faktor fisik dan kimia yang bertanggung jawab terhadap
asal-usul perkembangan dan kemajuan kehidupan dari virus atau bakkteri
yang paling sederhana sampai manusia yang paling rumit.

1
B. Tujuan
1. Menyelesaikan tugas dari dosen
2. Menambah pengetahuan tentang anfis

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Anatomi dan Fisiologi Manusia disusun kedalam beberapa

bagian sistem tubuh, yaitu :


1. SISTEM RANGKA
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan
fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga
tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun
sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari
dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia
dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang
ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ
lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah
ini dapat bervariasi antara individu.
Fungsi kerangka antara lain:
 menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh
 melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
 tempat melekatnya otot-otot
 untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
 tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
 memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah
Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu:
a) Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan
memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher
dan badan.
Macam-macam skeleton aksial yaitu:

3
1) Tulang tengkorak bagian kepala dan wajah terdiri dari:

Gambar : Tulang tengkorak dan tulang wajah


Tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun
kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang
yang menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun
bagian wajah. tulang tengkorak bagian kepala merupakan bingkai
pelindung dari otak. Sendi yang terdapat diantara tulang-tulang
tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutura.
2) Tulang dada

Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah


dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat
dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan
perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar
dari kerusakan Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:

4
a) Tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang
dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan
kedua.
b) Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat
melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan
tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
c) Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah
dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan
3) Tulang Rusuk

Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-


sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk
melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas
tiga bagian yaitu:
a) Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang
rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas
tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan
dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan.
b) Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini
memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati.
Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang
belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan
disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu
titik di tulang dada

5
c) Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada
ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang,
sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya:
melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan, melindungi
lambung, limpa dan ginjal, dan membantu pernapasan.
4) Ruas –Ruas tulang Belakang

Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang


disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33
buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:
a) Tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari
tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang
pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan
kepala untuk melakukan gerakan.
b) Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-
ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya
merupakan tempat melekatnya tulang rusuk.
c) Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran
tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung.
Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh
dan banyak melekat otot-otot.

6
d) Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu,
berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.
e) Bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang
ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang
belakang yang menyatu.
Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan
dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan
tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ.
5) Skeleton apendikular
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari
skeleton axial. Skeleton apendikular terdiri dari :
a) Anggota gerak atas (extremitas superior)
b) Anggota gerak bawah (extremitas inferior)
c) Gelang bahu
d) Gelang panggung
e) Bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan
tulang coccyx

2. Sistem Otot
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti untuk alat
gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot
polos, otot jantung dan otot rangka.
Arti definisi / pengertian Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki
bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Jadi jaringan otot adalah sekumpulan
sel-sel otot. Untuk menggerakkan anggota tubuh kita, diperlukan sistem otot.
Sistem otot terdiri dari beberapa bagian yang saling terpisah yang disebut otot-
otot. Sebagian besar otot kita melekat pada kerangka tubuh. Otot dapat
mengerut dan dapat juga menegang. Oleh karena itu, susunan otot adalah
suatu sistem alat untuk menguasai gerak aktif dan posisi tubuh kita. Pada
setiap otot terlihat beberapa empal yang merupakan bagian yang aktif
mengerut.

7
Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit
dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan
khusus yaitu :
a) kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
b) Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari
gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
c) Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah
berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam
keadaan relaksasi
Menurut letaknya, otot dibedakan menjadi otot-otot batang badan, otot-
otot anggota gerak dan otot-otot kepala. Otot-otot batang badan terdiri dari
otot-otot perut, otot-otot punggung, otot-otot dada dan otot-otot leher. Otot
punggung tidak terlihat dari permukaan tubuh. Otot punggung berfungsi untuk
gerak-gerik tulang belakang. Otot perut terentang antara gelang panggul dan
rangka dada. Otot-otot tersebut dapat memendek secara aktif
a. Sedangkan Menurut jenis dasarnya otot terdiri dari :
1) Bagian-bagian otot:
a) Sarkolema : membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya
sebagai pelindung otot
b) Sarkoplasma : cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana
miofibril dan miofilamen berada
c) Miofibril merupakan serat-serat pada otot.
d) Miofilamen :benang-benang/filamen halus yang berasal dari
miofibril. Miofibril terbagi atas 2 macam, yakni : miofilamen
homogen (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen
(terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot
lurik).
Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut
aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot
kita berkontraksi (memendek)maka protein aktin yang sedang bekerja
dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang
sedang bekerja.

8
2) Jaringan otot terdiri dari:
a) Otot Polos (otot volunter)
 Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus
nonstriated / otot involunter
 Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan
ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann
tengah.
 Kontraksi : tidak menurut kehendaK atau diluar kendali sistem
saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
 Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang
polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak
sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang
terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran
pencernaan seperti:lambung dan usus.
b) Otot Lurik (otot rangka)
 Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated)
atau otot involunter
 Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang
dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak
dipinggir.
 Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem
syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak
beraturan
 Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh
rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya
memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus
banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan
c) Otot Jantung (otot cardiak)
 Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot
involunter

9
 struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang.
Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang
terletak di tengah
 Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan
tidak mudah lelah
 Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan
otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama
dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya
dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua
nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung
adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang
disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan
dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary
(tidak disadari).
Pada anggota gerak atas kita terdapat otot bahu, otot lengan
atas, otot lengan bawah dan otot tangan. Sedangkan otot-otot
anggota gerak bawah dapat dibedakan atas otot pangkal paha, otot
tungkai atas, otot tungkai bawah dan otot kaki.
Otot kepala terdiri dari otot-otot wajah dan otot kunyah. Otot
wajah pada satu atau kedua ujungnya menempel pada kulit
sehingga kita dapat menggerakkan kulit wajah (muka) kita. Otot ini
disebut juga otot mimik. Otot mimik terkumpul di sekitar mulut,
hidung, mata dan telinga, sebagian ke daerah leher dan ke daerah
kepala. Otot kunyah melekat pada rahang bawah, diantaranya yaitu
otot lidah yang berpangkal pada tulang lidah, rahang bawah dan
tengkorak. Otot ini menentukan gerakan lidah kita.
b. Jenis Dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia
Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada
otot yang terdapat pada tubuh yaitu :

10
1) Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi
melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot
atau kejang-kejang otot.
2) Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang
menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan
oleh penyakit poliomielitis.
3) Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada
anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak
lahir.
4) Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang
/ peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya
hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada
leher seseorang.
5) Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang
menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan
karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan
olahraga berlebih.
6) Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang
mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan
usus yang masuk ke dalam rongga perut.

11
3. SISTEM PEREDARAN DARAH
Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat
peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.
a. Jantung
Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi
(atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada
sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong
perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
lamina panistalis di sebelah luar dan lamina viseralis yang menempel
pada dinding jantung.
Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat
di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari
bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan
pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri
pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.
b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung
dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh
bagian endotheliumnya. Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding
arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena
mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari
endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat
elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah
dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler.
Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki
satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal.
Sistem peredaran darah manusia terdiri dari :
1) Peredaran darah Kecil
Melalui :
Ventrikel kanan  Arteri pulmonalis Paru - paru Vena pulmonalis Atrium
kiri.

12
Atau :
Jantung  Paru-paru  Jantung
2) Peredaran darah Besar
Melalui :
Ventrikel kiri  Aorta  Arteri  Arteriola  Kapiler  Venula  Vena 
Vena cava superior dan vena cava inferior  Atrium kanan.
Atau :
Jantung  Seluruh tubuh  Jantung

Gambar : Penampang jantung

4. SISTEM PERNAPASAN
Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses
respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah
beracun produk dari proses tersebut.
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar
proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses
respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas
oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam
tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia,
alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk
tempat pertukaran gas.
Jalannya Udara Pernapasan

13
 Udara masuk melalui lubang hidung
 Melewati nasofaring
 Melewati oralfarink
 Melewati glotis
 Masuk ke trakea
 Masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
 Masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
 Udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut
alveolus (jamak: alveoli) pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi
di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli,
dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar 1 kali luas lapangan
tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.
a. Mekanisme bernapas
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan
perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi,
demikian juga untuk pernapasan perut.
1) Mekanisme pernapasan dada
 Fase Inspirasi pernapasan dada. Mekanisme inspirasi
pernapasan dada sebagai berikut: Otot antar tulang rusuk
(muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi  tulang rusuk
terangkat (posisi datar)  Paru-paru mengembang  tekanan
udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan
tekanan udara luar  udara luar masuk ke paru-paru
 Fase ekspirasi pernapasan dada Mekanisme ekspirasi
pernapasan perut adalah sebagai berikut: Otot antar tulang
rusuk relaksasi  tulang rusuk menurun  paru-paru
menyusut  tekanan udara dalam paru-paru lebih besar
dibandingkan dengan tekanan udara luar  udara keluar dari
paru-paru.
2) Mekanisme pernapasan perut
 Fase inspirasi pernapasan perut. Mekanisme inspirasi
pernapasan perut sebagai berikut: sekat rongga dada

14
(diafraghma) berkontraksi  posisi dari melengkung menjadi
mendatar  paru-paru mengembang  tekanan udara dalam
paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar  udara
masuk
 Fase ekspirasi pernapasan perut. Mekanisme ekspirasi
pernapasan perut sebagai berikut: otot diafraghma relaksasi 
posisi dari mendatar kembali melengkung paru-paru
mengempis  tekanan udara di paru-paru lebih besas
dibandingkan tekanan udara luar udara keluar dari paru-paru.

5. SISTEM INDRA
a. Indera Penglihatan

Alat penglihatan terdiri atas bola mata, saraf penglihatan, dan alat-alat
tambahan mata.
Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya menyimpang dari
bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan. Ini
terjadi karena bagian ini lebih melengkung dari pada bagian lain bola
mata. Titik pusat bidang depan dan bidang belakang dinamakan kutub
depan dan kutub belakang. Garis penghubungnya adalah sumbu mata atau
sumbu penglihat.
Bola mata dapat dibedakan dinding dan isinya. Dindingnya terdiri atas
tiga lapis. Lapis luar adalah selaput keras, yang di depan beralih menjadi
selaput bening. Lapis tengah dinamakan selaput koroid yang melapisi
selaput keras dari dalam. Ke depan selaput koroid tidak mengikuti selaput
bening. Di tempat peralihan selaput koroid dan selaput pelangi terdapat

15
bentuk yang lebih tebal dan dikenal sebagai badan siliar. Di tengah selaput
pelangi ada lubang yang disebut manik mata.
b. Indera Pendengaran

Alat pendengaran terdiri atas pendengar luar, pendengar tengah dan


pendengar dalam. Pendengar luar terdiri atas daun telinga dan liang
telinga luar. Daun telinga adalah sebuah lipatan kulit yang berupa
rangka rawan kuping kenyal. Bagian luar liang telinga luar berdinding
rawan, bagian dalamnya mempunyai dinding tulang. Ke sebelah dalam
liang telinga luar dibatasi oleh selaput gendangan terhadap rongga
gendangan.
Pendengar tengah terdiri atas rongga gendangan yang berhubungan
dengan tekak melalui tabung pendengar Eustachius. Dalam rongga
gendangan terdapat tulang-tulang pendengar, yaitu martil, landasan dan
sanggurdi. Martil melekat pada selaput gendangan dan dengan sebuah
sendi kecil juga berhubungan dengan landasan. Landasan mengadakan
hubungan dengan sanggurdi melekat pada selaput yang menutup tingkap
jorong pada dinding dalam rongga gendangan.
c. Indera Peraba Kulit

Kulit terbagi atas kulit ari dan kulit jangat. Kulit ari terdiri atas
beberapa lapis, yang teratas adalah lapis tanduk yang terdiri atas sel-sel

16
gepeng, sedangkan lapis terdalam disebut lapis benih yang senantiasa
membuat sel-sel epitel baru.
Kulit jangat berupa jaringan ikat yang mengandung pembuluh-
pembuluh darah dan saraf-saraf. Tonjolan kulit jangat berupa jari ke dalam
kulit ari dikenal dengan papil kulit jangat. Di dalamnya terdapat kapiler
darah dan limfe serta ujung-ujung saraf dengan badan-badan perasa.

6. SISTEM PENCERNAAN
Sistem pencernaan adalah sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta
mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara
satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.
Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di
sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan
dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi
dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari
makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa
makanan melalui anus.

Gambar : Sistem Pencernaan Manusia


a. Tahap-Tahap Sistem Pencernaan Makanan
Anda ingin tahu bagaimana perjalanan makanan Anda? Berikut ini adalah
gambaran sederhana tentang suatu proses pencernaan yang terjadi dalam
tubuh kita.

17
 Mulut. Makanan yang padat harus terlebih dahulu dihancurkan agar
penyerapan nutrisi makanan bisa lebih mudah. Tak hanya proses
mekanik, di mulut pun terjadi proses kimiawi, karena mulut
mengandung kelenjar ludah. Kelenjar ludah tidak hanya berfungsi
membasahi rongga mulut, tapi juga mengandung enzim amilase yang
berguna untuk mencerna karbohidrat dalam makanan.
 Esofagus (kerongkongan). Setelah melalui proses pertama dalam
sistem pencernaan, makanan kemudian akan masuk kedalam
kerongkongan. Organ yang berbentuk panjang ini adalah saluran
makanan dari mulut ke lambung. Di dalam kerongkongan, terjadi
gerakan peristaltik agar makanan mengalir ke dalam lambung dan
tidak keluar lagi.
 Lambung. Organ sistem pencernaan makanan berikutnya adalah
lambung. Di sini terjadi pencernaan kimiawi . Ada 4 zat penting pada
lambung untuk memproses makanan
 HCL : membunuh mikroorganisme merugikan dan mengaktifkan
pepsinogen
 Pepsin : mencerna protein pada makanan menjadi pepton
 Lipase : mencerna lemak dalam makanan
 Renin : mengumpulkan/mengendapkan protein susu (kasein)
 Usus. Pencernaan terbagi dalam usus halus dan usus besar. Di usus
halus, zat-zat makanan yang sudah dicerna dalam lambung akan
diuraikan lagi sesuai kandungan nutrisinya (misal pepton diubah
menjadi asam amino, atau karbohidrat diurai lagi menjadi disakarida,
dll). etelah semuanya terurai, zat-zat makanan akan diserap usus
halus dan diedarkan ke seluruh bagian tubuh lewat darah. sus besar
bisa dibilang sebagai tempat pengumpulan sisa makanan (feses). Di
sini terjadi penyerapan air dan pembentukan vitamin (K, dan
H/biotin) berkat bantuan E.coli (bakteri baik dalam usus).
 Rektum dan Anus. rjalanan makanan di usus akan sampai pada
rectum dan dikumpulkan di organ ini. Bila sudah menumpuk dan

18
siap dibuang, sisa makanan/feses ini pun akan dikeluarkan melalui
anus.

7. SISTEM EKSKRESI
Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi
membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan
sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20),
amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan
harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.
Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:
a. PARU-PARU
 Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan
kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari
dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan
paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
 Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus
yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.
 Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan
manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam
Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan
KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).
 Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan
karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah
menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang
akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air
dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
b. HATI
 Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh
manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna
merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa.
Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri

19
 Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu
di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun
seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati
mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu
c. KULIT
 Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang
sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh
kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling
luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.
 Fungsi kulit antara lain sebagai berikut: megeluarkan keringat,
menyimpan kelebihan lemak, mengatur suhu tubuh dan tempat
pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar
matahari yang mengandung ultraviolet
d. GINJAL
Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Bentuknya
seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang.
Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur
ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan
rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang
berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan
Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi
tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya
terdapat Glomerolus.
FUNGSI GINJAL
 Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
 Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
 Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh
bagian tubulus ginjal
 Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
 Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan
sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang

20
8. SISTEM REPRODUKSI
a. Alat reproduksi laki-laki

Alat-alat reproduksi laki-laki dibagi atas bagian pembuat mani dan


bagian penyalur mani. Bagian pertama berupa kelenjar kelamin, yaitu
buah zakar yang membentuk sel-sel mani. Buah zakar kanan dan kiri
tergantung di dalam sebuah lipatan kulit yang berbentuk kantong dan
terletak di bawah tulang kemaluan yang dinamakan kandung buah
zakar (skrotum). Pada sisi belakang setiap buah zakar terdapat anak buah
zakar yang tergolong sebagai jalan penyalur.
Sel-sel mani keluar dari buah zakar dan masuk ke dalam anak buah
zakar. Di sini sel-sel mani melalui suatu saluran halus yang berliku-liku
dan di bagian bawah anak buah zakar beralih menjadi pipa mani, yang
berjalan di depan tulang kemaluan ke atas, diiringi oleh nadi buah zakar
dan anyaman pembuluh balik. Buah zakar, anak buah zakar dan tali
mani diselubungi oleh beberapa kerudung dan juga selapis otot yang
bernama otot pegantung yang dapat menarik buah zakar dan anak buah
zakar ke atas.

b. Alat reproduksi perempuan

21
Alat-alat reproduksi perempuan terdiri atas indung telur,
tabung rahim, rahim, liang senggama dan alat-alat kelamin luar. Indung
telur berjumlah dua, terletak pada dinding sisi panggul kecil di sebelah
kanan dan di sebelah kiri. Masing-masing indung telur tergantung pada
beberapa ikat dan lipatan salut perut. Indung telur adalah kelenjar
kelamin perempuan yang menghasilkan sel-sel kelamin, yaitu sel-sel
telur.
Sel-sel telur dalam indung telur diselubungi oleh oleh suatu
selubung yang terdiri atas sel-sel, keseluruhannya berupa bentuk yang
dinamakan folikel atau gelembung Graaf. Pada perempuan yang telah
masak kelamin, folikel yang berkembang merupakan tonjolan pada
permukaan indung telur, yang menyerupai permukaan buah srikaya.
Setelah folikel masak, maka akan pecah sambil melemparkan ke luar
sel telurnya yang kini terapung dalam rongga perut (kejadian ini
disebut ovulasi).

9. SISTEM SARAF
Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa
penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan
perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan
kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron
Cara Kerja Sitem Saraf
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
 Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
 Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
 Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
 Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
 Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf
lain.
Skema terjadinya gerak sadar
Rangsang -reseptor – sel saraf sensorik – otak-sel saraf motorik-efektor-
tanggapan

22
Bedasarkan peranannya, sistem saraf manusia dibedakan menjadi 2, yaitu,
sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar. Sistem saraf sadar berfungsi,
mengatur semua aktivitas tubuh yang kita sadari. sedangkan, sistem saraf tak
sadar berfungsi, mengatur semua aktiivitas tubuh yang tidak kita sadari.
 susunan saraf sadar : saraf pusat dan saraf tepi
 susunan saraf tidak sadar : saraf simpatik dan saraf parasimpatik
 susunan saraf sadar dan pusat terdiri : otak dan sumsum tulang belakang
 susunan saraf tepi : 12 pasang serabut saraf otak dan 31 pasang serabut
sumsum tulang belakang.
Sistem saraf secara umum, berfungsi:
 alat koordinasi ‘tuk mengatur dan mengendalikan kerja alat-alat tubuh
 alat komunikasi ‘tuk mengenali perubahan” yg terjadi d’luar tubuh
 pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.

a. SEL SARAF
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yg saling
b’hubungan. neuron memiliki bgyan” yg terdiri atas badan sel, neurit
(akson), dan dendrit (dendron). badan sel terdiri atas inti sel (nukleus) dan
sitoplasma. Dan dlm sitoplasma t’dpat mitokondria, badan golgi, lisosom,
dan badan niesel. Dendrit merupakan serabut pendek dari penjuluran
badan sel yg b’fungsi sbgi pnghantar impuls saraf ke badan sel, sedangkan
akson merupakan serabut panjang dari penjuluran badan sel yang
berfungsi sbgi pnghantar impuls saraf dari badan sel menuju ke neuron
lain atau jaringan lainnya. erusakan selubung mielin (selubung lemak)
dapat mengakibatkan korsleting ketika impuls saraf menjalar melalui
neuron shingga gerakan otot jd tak terkendali.
Neuron dibedakan m’jadi 3, neuron sensorik, neuron motorik, dan
interneuron:
Neuron sensorik : mengantarkan rangsangan dari penerima
rangsangan menuju ke sistem saraf pusat, yaitu, otak dan sumsum tulang
belakang. Penerima rangsangan disebut reseptor (alat-alat indera)

23
Neuron motorik : mengantarkan rangsangan dari didtem saraf pusat
menuju ke sasaran rangsang (efektor), yaitu, otot dan kelenjar.
Interneuron : mengantarkan rangsangan dari neuron sensorik ke
neuron motorik.
Bedasarkan strukturnya, sel saraf dibedakan menjadi sel saraf unipolar,
bipolar, dan multipolar.
Unipolar : satu neurit dan satu dendrit yg keduanya membentuk suatu
percabangan.
Bipolar : satu neurit dan satu dendrit.
Multipolar : sebuah neurit dan bberapa dendrit.

b. SISTEM SARAF PUSAT


fungsi : sebagai pusat koordinasi dari semua aksi yg akan dilakukan oleh
tubuh.
Selaput otak disebut meninges, penyakitnya meningtis.
Meninges terdiri dari tiga lapisan :
 Durameter : selaput terluar yg kuat n bersatu melekat dg tengkorak.
 Araknoid : lapisan tengh diantara selaput durameter dan piameter yg
b’bntuk mirip sarang laba”. Fungsinya, sebagai bantalan yg
meliundungi otak dari kerusakan mekanik.
 Piameter : lapisan pling dalam yg melekat ke permukaan sumsum n sgt
dekat dg permukaan otak. Fungsinya, memberi oksigen n zat makanan
ke otak serta mengangkut sisa metabolisme.
1) OTAK
ialah, organ terbesatr dan pling kompleks diantara seluruh sistem
saraf. Dilindungi oleh kranium, meninges, dan cairan serebrospinal
a) Otak Depan
 bagian utama : Otak besar (serebrum). terdiri dari korteks dan
medulla.
 apisan luar : bewarna kelabu, berisi badan sel.
 lapisan luar : bewarna putih, berisi sel” saraf.

24
 Otak besar memiliki 4 lobus. Frontal, Parietal, Temporal, dan
Oksipital.
 fungsi otak besar : pusat pengendalian semua kegiatan yg kita
sadari.
b) Otak Tengah
fungsi : menyampaikan impuls saraf antara otak depan dan otak
belakang, menyampaikan impuls saraf antara otak depan dan mata,
serta menjaga keseimbangan.
c) Otak Belakang
 terdiri : otak kecil (serebelum) dan sumsum lanjuttan (medula
oblongata).
 fungsi otak kecil : sebagai pusat keseimbangan gerak dan pusat
koordinasi gerakan otot serta posisi tubuh.
 Belahan kiri dan Belahan kanan otak kecil dihubungkan oleh
jembatan Varol.
 fungsi sumsum lanjutan : pengatur denyut jantung, pelebaran
dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin,
batuk, n bersendawa.

10. SUMSUM TULANG BELAKANG


Fungsi : penghantaran impuls saraf dari kulit dan otot menuju otak, serta
penghntaran impuls saraf dari otak meuju otot dan kelenjar. Selain itu juga
pusat gerak refleks.
a. SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran
(ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui
aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak
sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel
dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut
menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar
eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar
lain dalam saluran gastroinstestin.

25
Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut
sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah
menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam
aliran darah.
Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk
mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.
KELENJAR ENDOKRIN
Organ utama dari sistem endokrin adalah:
# Hipotalamus
# Kelenjar hipofisa
# Kelenjar tiroid
# Kelenjar paratiroid
# Pulau-pulau pankreas
# Kelenjar adrenal

26
# Buah zakar
# Indung telur.
Kelenjar Himofise

Kelenjar himofise adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak di


dasar tengkorak, di dalam fosa hipofise tulang spenoid. Kelenjar himofise
memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua organ-organ
endokrin karena hormon-hormon yang dihasilkannya dapat
mempengaruhi aktifitas kelenjar lainnya.

Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak di sebelah kanan
batang tenggorok diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi
batang tenggorok di sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar
yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding
pangkal tenggorok.

27
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Anatomi dan fisiologi Manusia adalah ilmu yang mempelajari struktur
tubuh manusia beserta fungsinya.
2. Sistem penyusun tubuh manusia terdiri dari :
 Sistem Gerak terdiri dari sistem rangka dan sistem otot
 Sistem Peredaran darah
 Sistem Pernapasan
 Sistem Indera
 Sistem Ekskresi
 Sistem Pencernaan
 Sistem Reproduksi
 Sistem Saraf
 Sistem Endokrin

B. Saran
Kami sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, karena masih terdapat berbagai kekurangan baik dari segi materi
maupun sistematikanya. Kami menerima saran, koreksi, dan kritik yang
bersifat membangun untuk perbaikan mutu dan isi makalah ini. Semoga
makalah yang sederhana ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaaat
untuk para pembaca.

28
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010.http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/sistem-
saraf-manusia/. Online 11 April 2011
Staff
LIPI.2010.http://www.bit.lipi.go.id/pangankesehatan/documents/artikel_kolesterol
/sistem peredaran_darah_dan_sistem_ekskresi.pdf Online 11 April 2011
http://grandmall10.wordpress.com/2010/03/02/sistem-saraf-manusia/ Online 11
April 2011
http://organisasi.org/definisi-pengertian-organ-sistem-organ-fungsi-serta-macam-
jenis-sistem-tubuh-manusia Online 11 April 2011
Atlas of Human Anatomy Interactive, Icon Learning Sistems, 2003.
Raven, P. Prof. dr, Atlas Anatomi, Jakarta, Djambatan, 2005.
Syaifudin, H. Drs. B.AC. Anatomi Fisiologi, EGC, 1997.
World Book Encyclopedia Deluxe 2005, Word Book Inc. Chicago.
http://athoenk46.wordpress.com/2010/02/26/anatomi-tubuh-manusia/

29