Anda di halaman 1dari 5

KONDISI ANGKUTAN UMUM DI KOTA AMBON

Laporan ini ditulis untuk memenuhi syarat tugas Mata Kuliah TS – 43341
Manajemen Angkutan Kota

Disusun oleh:

Kelly V Khoemarga (325150035)

Josia Marxalim (3251500)

Chandra Ismail (3251500)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TARUMANAGARA

JAKARTA

2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Lalu lintas sebagai bagian dari Sistem Transportasi Nasional yang dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena lalu lintas yang diatur dengan baik akan menjadi
pendorong terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi. Sebagai ibukota Provinsi Maluku, kota
Ambon merupakan pusat administrasi serta pusat aktivitas perdagangan dan jasa yang paling
berkembang di Provinsi Maluku.
Sebagai kota utama di provinsi Maluku, kota Ambon memiliki jaringan transportasi yang
cukup besar. Meskipun demikian, sebagian kecil dari infrastruktur bidang transportasi kota
dinilai masih kurang memadai.
Jalan di kota Ambon terdiri dari jalan Negara yaitu: ruas jalan Ambon-Laha sepanjang 40
Km, jalan Provinsi yaitu ruas jalan Passo-Hutumuri, Ambon-Air Besar dan Ambon-Soya
serta Ambon-Latuhalat dengan panjang 46,31 Km, sedangkan jalan kota Ambon sepanjang
169,992 Km. Sejak tahun 2016 terdapat jembatan merah putih yang memperpendek jarak
dari kota Ambon ke Bandar Udara Pattimura.
Meskipun demikian, karena pengaruh geografis kota Ambon, angkutan umum di kota
Ambon tidak hanya berupa transportasi darat. Untuk memperpendek jarak, ada angkutan
umum yang berupa transportasi laut seperti speed boat dan kapal feri yang biasa digunakan
saat menuju ke tempat-tempat tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Angkutan Kota


Angkutan kota merupakan kendaraan umum yang paling banyak di kota Ambon. Ada
sekitar 1800 angkutan umum dengan berbagai rute di kota Ambon. Mobil yang digunakan
biasanya berbentuk minivan berwarna kuning, merah, atau hijau. Dan tidak dilengkapi
dengan air conditioner. Umumnya kapasitasnya bisa memuat sekitar 13 orang dewasa.
Angkutan kota di kota Ambon memuat penumpang sesuai dengan tempat duduknya. Jadi
tidak ada penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Dan memiliki rute masing-
masing yang berbeda-beda. Tarif angkutan umum pun dibedakan untuk pelajar / mahasiswa
dan untuk umum, serta tergantung jarak yang ditempuh. Misalnya untuk pelajar / mahasiswa
tarif termurah adalah Rp. 1.000 dan tarif termahal adalah Rp. 3.500, sedangkan untuk umum
tarif termurah adalah Rp. 2.000 dan tarif termahal adalah Rp. 7.000.
Ada 2 terminal di kota Ambon, yaitu terminal Mardika yang terletak di pusat kota, dan
terminal Transit Passo. Tetapi karena fasilitas terminal yang kurang memadai dan dijadikan
tempat berjualan oleh masyarakat tertentu, banyak masyarakat yang memilih menunggu di
luar terminal seperti di pinggir jalan (di spot-spot khusus) yang sudah diketahui sebagai
tempat pemberhentian angkutan kota baik untuk memuat penumpang, maupun untuk
menurunkan penumpang.

Gambar 2.1 Angkutan Umum


Gambar 2.2 Angkutan Umum di terminal Mardika

2.2 Becak
Becak di kota Ambon adalah sebuah gengsi. Di kota Ambon becak merupakan kendaraan
yang memiliki nilai lebih tinggi dari angkutan umum biasa. Mungkin disebabkan karena tarif
becak yang lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif angkutan kota.
Becak bisa mengankut dua orang dewasa. Untuk menaiki becak, calon penumpang bisa
memberhentikan becak yang lewat di jalan raya asalkan kosong, atau berjalan kaki ke
pangkalan becak yang biasanya terdapat 7-15 becak. Selain itu, di depan pusat perbelanjaan
atau toko-toko tertentu, biasanya banyak becak yang berbaris rapi menunggu penumpang.
Tidak seperti di kota lainnya, di Ambon becak dilengkapi dengan penutup kepala, dan
penutup samping dan depan dari plastik bening yang digunakan pada saat hujan.
Becak bisa melewati seluruh jalan di pusat kota kecuali di daerah kawasan bebas becak.
Sesuai Peraturan Walikota Ambon No.06/2007, ditetapkan kawasan bebas becak di kota
Ambon yakni Jl. AY. Patty, Sam Ratulangi, Yos Sudarso, Jl. Pala, Jl. Slamet Riyadi (dari
depan Polsek Sirimau sampai Tugu Pattimura), Jl. Sultan Hairun, Jl. Mutiara (depan Hotel
Amans), Jl. Tulukabessy I (Masuk ke Terminal), Jl. Tulukabessy II (depan Gereja Bethel),
sekitar Terminal dan Pasar Mardika, sekitar terminal dan pasar Batu Merah.
Selain memberlakukan zona bebas becak, operasional becak di kota Ambon juga diatur
hari operasinya berdasarkan warna becak. Hari Senin dan Kamis khusus untuk becak
berwarna merah, Selasa dan Jumat untuk becak berwarna putih serta Rabu dan Sabtu untuk
becak berwarna kuning, sedangkan hari Minggu semua becak dibolehkan beroperasi.
Di kota Ambon terdapat sekitar 3750 buah becak dengan tarif yang bervariasi tergantung
jarak dan tarif yang disepakati oleh pengemudi becak dan penumpang. Untuk jarak yang
dekat misalnya, umumnya dikenakan tarif Rp. 7.000 hingga Rp. 10.000, tetapi jika
penumpangnya hanya seorang anak kecil, bisa saja tarif yang dikenakan sebesar Rp. 5.000.
Sedangkan untuk jarak yang jauh tarif yang dikenakan sekitar Rp. 15.000 hingga Rp. 30.000.
Gambar 2.3 Becak di kota Ambon

Gambar 2.4 Becak yang parkir di tempat-tempat tertentu untuk menunggu


penumpang

2.3 Ojek

2.4 Bus / Damri


2.5 Taksi
2.6 Transportasi Online