Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur dimana sesuatu
berubah menjadi bentuk lain dari yang biasanya menjadi lebih kompleks dan
rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik. Evolusi adalah proses
perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang sangat
lama. Terdapat tiga macam evolusi yang dapat terjadi, di antaranya adalah
Evolusi Biologis. Evolusi biologis adalah perubahan baik morfologis maupun
fisiologis yang terjadi pada makhluk hidup seiring dengan perjalanan waktu.
Dapat dikatakan bahwa makhluk hidup yang ada pada saat ini berasal dari
makhluk hidup sebelumnya yang masih sederhana. Pandangan Darwin
mengenai kehidupan memperkirakan bahwa transisi evolusioner harus
meninggalkan tanda-tanda dalam catatan fosil. Para ahli paleontology telah
menemukan banyak bentuk transisi yang menghubungkan fosil yang lebih tua
dengan spesies modern. Hal ini menyimpulkan bahwa spesies berasal dari
spesies lain yang sudah ada sejak dulu. Fakta langsung lain yang dapat menjadi
bukti adanya evolusi adalah adanya variasi makhluk hidup.
Variasi adalah keanekaragaman individu dalam suatu spesies. Variasi dapat
disebabkan oleh pengaruh genetis atau hereditas yaitu oleh faktor keturunan.
Selain itu, lingkungan juga merupakan faktor lain terjadinya variasi makhluk
hidup seperti makanan, suhu, tanah dan habitat. Keanekaragaman biologi
muncul dikarenakan munculnya spesies-spesies baru sebagai hasil proses dari
evolusi. Sedangkan variasi muncul dikarenakan, individu-individu yang lahir
dari induk yang sama sering memiliki morfologi yang berbeda. Misalnya saja
anak kampung yang baru menetas, setelah cukup umur akan nampak bahwa
anak ayam yang satu memiliki warna yang berbeda dengan yang lainnya. Hal ini
menunjukkan berbagai macam variasi dapat terjadi hanya dengan satu garis
keturunan saja walaupun perbedaan tidak signifikan.

1
Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler
didunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi. Sebagai
kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx.
Kucing seperti ini biasanya dibiakkan ditempat pemeliharaan hewan resmi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diambil suatu rumusan masalah
sebagai berkut:
1. Apa itu Evolusi?
2. Bagaimana organisme yang dianggap nenek moyang dari kucing?
3. Bagaimana sejarah domestika dari kucing?
4. Bagaimana mekanisme evolusi dari kucing?
5. Bagaimana perbandingan fosil kucing zaman dulu dengan sekarang?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Tujuan Umum
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Evolusi
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengertian evolusi
b. Untuk mengetahui bagaimana organisme yang dianggap sebagai nenek
moyang dari kucing
c. Untuk mengetahui bagaimana sejarah domestika dari kucing
d. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme evolusi kucing
e. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan fosil kucing zaman dulu
dengan sekarang

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Evolusi
Evolusi makhluk hidup merupakan salah satu teori yang dikaji atau dipelajari
oleh Biologi. Teori ini sebenarnya telah dipersoalkan sejak perkembangan ilmu
di masa Romawi dan Yunani kuno, namun secara ilmiah terori ini baru
dikemukakan oleh Charles Robert Darwin yang ditulis dalam buku yang
berjudul : The Origin of Species by Means of Natural Selection or the
Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life, yang edisi pertamanya
dengan judul The Origin of Species diterbitkan 24 Nopember 1859. Secara
garis besar teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang ada di dunia sampai
dengan saat ini merupakan hasil perkembangan dari makhluk yang telah ada
sebelumnya, baik yang menyangkut struktur maupun fungsi, secara
turun-temurun dari generasi ke generasi. Dengan demikian, perubahan yang
merupakan hasil perkembangan itu berlangsung dalam waktu yang amat
panjang, yaitu jutaan tahun seiring dengan evolusi alam semesta (Henuhili, 2012:
2).
Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup secara perlahan dalam
jangka waktu yang sangat lama. Perubahan itu akan menciptakan spesies baru
yang berbeda dari sebelumnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang
sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang
makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda
mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu
yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya
dan akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang (Churc,
2008).
Ada dua macam evolusi, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif. Evolusi
progresif merupakan proses evolusi yang menuju kemungkinan dapat bertahan
hidup sehingga menghasilkan spesies baru. Evolusi regresif merupakan evolusi
menuju kemungkinan mengalami kepunahan (Churc, 2008).

3
B. Organisme yang dianggap nenek moyang dari kucing
Kucing, dalam bahasa latinnya Felis silvestris atau, Felis catus, adalah
sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah
dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singa,
harimau, dan macan. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling
tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir
Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau
hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen (Dahlan, 2015).
Tak seorang pun tahu kapan kucing ini mulai muncul di bumi. Tapi, peneliti
dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis. Binatang liar
yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene, kira-kira
50.000.000 tahun silam. Miacis adalah seekor binatang Miacid yang mirip
dengan kucing. Ilmuwan percaya bahwa kucing, anjing dan beruang, dan
banyak keturunan miacis adalah semua keturunan dari Miacid. Miacis adalah
salah satu yang diketahui paling terbaik miakoida. Miacis adalah karnivora
mamalia awal. Seperti banyak karnivora awal lainnya, Miacis sangat cepat
beradaptasi dan tulang dan sendinya sama dengan karnivora modern. Miacis
mungkin predator lincah yang memburu binatang kecil, seperti mamalia kecil,
reptil, dan burung, dan mungkin memakan dan buah-buahan, membuat
Miacis omnivora. Walaupun Miacis sama sekali punah 63 juta tahun yang lalu,
fosil mereka masih ditemukan di Eropa, dan Amerika Utara (Irsyadam, 2015).

Gambar 1. Fosil Miacidae


Sumber: https://designeranimals2011.wikispaces.com/Miacis
Bulan Agustus 2008 tim peneliti kandungan minyak Venezuela berhasil
menemukan fosil kucing raksasa bertaring tajam di wilayah tenggara Caracas.

4
Ini merupakan temuan paling penting di Amerika Selatan selama kurun waktu
60 tahun, ujar paleontologis dari Institut Sains Venezuela Ascanio Rincon
(Irsyadam, 2015).
Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan
nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun.
Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya
sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya
di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama
terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk menerkam.
Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat
dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini. Karena memiliki kekerabatan
yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan
dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap
kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest
Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan dan berusaha mempertahankan suhu
tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing
tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van (Yunus, 2012).

C. Sejarah Domestika Kucing


Catatan paling awal tentang usaha domestikasi (penjinakan) kucing adalah
sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko
bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makam
di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing
yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus,
hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha
domestikas kucing (Haryo, 2013).
Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing
liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini. Karnivora pertama
muncul dari kelompok hewan yang dikenal sebagai miacoids sekitar 60 sampai
80 juta tahun lalu. Tentang ukuran kucing domestik, 1 sampai 3 kg (2 sampai 7
lb), miacoids adalah arboreal (penghuni pohon) dan telah mengembangkan

5
carnassials (pemotongan gigi tajam) yang mereka gunakan untuk memotong dan
menghancurkan. Miacoids adalah nenek moyang harimau tertua yang tercatat
sampai saat ini (Haryo, 2013).

Gambar 2. Ilustrasi dari Miacis


Sumber: https://designeranimals2011.wikispaces.com/Miacis
D. Mekanisme Evolusi Kucing
Harimau adalah anggota terbesar dari keluarga kucing dan dekat dengan
kucing besar lainnya, seperti leopard dan singa. Banyak ahli berasumsi bahwa
hewan inilah nenek moyang kucing yang ada sekarang. Hal ini diperkuat
dengan penelitian Bhak, seorang penemu sekuen gen baru dari harimau,
leopard salju dan singa, terhadap harimau berumur 9 tahun yang ada di Kebun
Binatang di Korea Selatan yang dibandingkan dengan kucing domestik dan
ternyata hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kedua hewan tersebut
memiliki 95.6% kesamaan gen (Wahyuni, 2015).
Sekitar Sembilan juta tahun yang lalu, terbentuk garis Bay cat atau
Bornean cat. Ukurannya lebih sedang. Kebanyakan berada di hutan. Kemudian
pada sekitar 8.5 juta tahun yang lalu, diperkirakan terbentuk garis keturunan
kucing Caracal yang terdiri atas Kucing emas yang merupakan hewan asli
Afrika. Hewan ini memiliki kaki dan telinga yang panjang. Selama waktu
perkembangan kucing, pada delapan juta tahun yang lalu, terbentuk garis
keturunan Ocelot. Garis keturunan ini diperkirakan berada di Amerika Tengah
dan Amerika Selatan, dimana Ocelot memiliki 36 kromosom, sementara
kucing lainnya memiliki 38 kromosom Sekitar tujuh juta tahun yang lalu,
terbentuk garis keturunan kucing Lynx di Amerika utara. Disamping ekornya
yang pendek, kucing Lynx mampu menyesuaikan diri dengan suhu

6
di berbagai daerah di Eropa. Berbagai garis keturunan kucing yang telah
terbentuk kemudian menyebar ke daerah baru. Seiring pertambahan usia dan
kematangan seksual, pejantan kucing berpindah ke teritori baru, seperti, dari
Asia ke Afrika, dari ke Amerika kemudian ke Amerika Selatan.
Penyebaran kucing ini menyebabkan perkawinan antar garis keturunan yang
berbeda dan menciptakan garis keturunan baru. Hal ini ditandai dengan
terbentuknya garis keturunan kucing Puma pada sekitar 6.5 juta tahun yang lalu.
Kucing yang termasuk garis keturunan Puma adalah puma, cheetah dan jaguar.
Kemudian terbentuk pula garis keturunan Leopard pada sekitar 6 juta tahun
yang lalu. Dimana yang termasuk kelompok garis keturunan leopard adalah
fishing cat, kucing berkepala rata, dan kucing bertotol karat. Akhirnya, sekitar
tiga miliar tahun yang lalu, garis keturunan kucing domestik terbentuk. Yang
dianggap jenis kucing yang menjadi pendahulu pembentuk garis keturunan
ini adalah kucing liar, kucing pasir, kucing berkaki hitam dan kucing rimba.
Sekitar sepuluh ribu tahun yang lalu, kucing mulai mengalami domestikasi
menjadi kucing yang lebih jinak dan familiar seperti yang ada di sekitar kita
(Churc, 2008).
Peneliti sebelumnya beranggapan bahwa orang Mesirlah yang pertama
memelihara kucing, yaitu sejak 3.600 tahun yang lalu, dimana kucing dianggap
sebagai dewa oleh rakyat mesir. Pada tahun 2004, Jean dari National Museum
of Natural History in Paris melaporkan bahwa, ditemukan bukti adanya
kuburan manusia dan disampingnya terdapat kuburan kucing yang dibaringkan
searah dengannya. Fosil tersebut diperkirakan berumur 9.500 tahun. Hal ini
mengungkapkan bahwa telah ada kedekatan antara manusia dan kucing sejak
10.000 tahun yang lalu (Driscoll, 2009)
Menurut Fiona Marshall, seorang profesor Anthropologi di Washington
University, bukti dimulainya hubungan antara kucing dan manusia mulai
terlihat jelas ketika agrikultur di China semakin berkembang. Sekitar 5.560
sampai 5.280 tahun yang lalu, di Sanghai, ibukota China, agrikultur menjadi
hal yang paling diminati. Hasil pertanian cukup melimpah dan berlebih.
Sehingga banyak penduduk yang menyimpan hasil pertaniannya di dalam

7
keramik. Masalah yang kemudian dihadapi adalah tikus. Tikus memakan
gandum dan beras yang disimpan. Hal ini dapat diketahui melalui fosil dari
tikus yang ditemukan oleh arkeolog tersebut. Dimana, pada fosil gigi tikus,
terdapat kandungan gabah, artinya tikus-tikus tersebut telah mengonsumsi
gandum atau padi tersebut. Ditempat yang sama, ditemukan pula 8 fosil gigi
kucing. Berdasarkan hasil pemeriksaan isotop pada gigi kucing diketahui
bahwa, kucing tersebut telah memakan hama petani tersebut. Sejak saat itu
diasusikan hubungan antara manusia dan kucing semakin dekat (Everding,
2013).

Gambar 3: Simbol pada dinding makam yang menandakan orang Mesirr menghormati
kucing, dan Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing di
Mesir kuno.

Sumber (https://www.biologimu.com/2015/12/evolusi-kucing.html)

Banyak ahli percaya bahwa varietas kucing rumahan yang ada sekarang
berasal dari satu jenis kucing liar, yaitu Felis silvestris. Tapi hal tersebut masih
diragukan. Sehingga, pada tahun 2000, Driscoll mengumpulkan sekitar 979
DNA dari kucing liar dan kucing domestic dari Afrika, Azerbaijan, Kazakhstan,
Mongolia dan Timur Tengah. Karena kucing liar tipe hewan yang cenderung
punya dan mempertahankan daerah territorial, dia memperkirakan bahwa DNA
kucing liar cenderung stabil dari waktu ke waktu. Diperkirakan pula bahwa,
semua kucing domestik yang ada merupakan hasil evolusi dari salah satu
populasi kucing liar, sehingga bukti domestikasi kucing dapat dibangun.
Ternyata berdasarkan hasil analisis genetika, menunjukkan bahwa DNA dari
semua kucing sangat mirip dan ternyata setelah dikelompokkan,
kebanyakan kucing yang berada digrup yang sama, berasal dari daerah

8
yang sama. Berdasarkan penelitian ini terungkaplah bahwa terdapat lima kelas
genetik dari kucing liar, yaitu Felis silvestris silvestris di Eropa, Felis silvestris
bieti di China, Felis silvestris ornate di Asia Tengah, dan Felis silvestris cafra
di Asia tenggara. Ditemukan pula subspecies dari kucing liar di Timur
Tengah yaitu Felis silvestris lybica. Diantara semua jenis kucing liar yang telah
dikelompokkan tadi, jenis Felis silveris lybica yang paling jinak. Sehingga
Driscoll menarik kesimpulan bahwa jenis Felis silvestris lybica telah lebih dulu
mengalami domestikasi. Sehingga, dapat ditarik asumsi bahwa jenis Felis
silvestris lybica menjadi pendahulu kucing domestik yang ada
sekarang (Driscoll, 2009).

E. Perbandingan kucing zaman dulu dengan sekarang


Kemiripan bentuk fisik anggota Felidae menyebabkan pada masa lalu
anggota-anggotanya dikelompokkan pada satu marga (Felis) atau dua marga
saja (Felis, kucing kecil, dan Panthera, kucing besar). Kajian filogeni dengan
menggunakan bantuan teknik molekular menunjukkan bahwa variasi di
dalam anggota Felidae cukup besar, sehingga klasifikasi berikut yang
sekarang mulai dianut oleh para peminat zoologi. Ada 37 spesies Felidae
yang diketahui di dunia saat ini. Moyang Felidae diduga berasal dari
daratan Asia dan menyebar ke benua lainnya lewat jembatan darat (Vella,
Carolyn et al. 2002. Robinson' s Genetics for Cat Breeders and
Veterinarians, 4th ed. Oxford: Butterworh Heinemann ISBN 0750640693
dalam wikipedia Felidae).
Fosil kucing besar tertua Asia ditemukan di Zanda Basin, barat daya Tibet.
Kesimpulan itu diambil setelah para peneliti menyelesaikan penelitian mereka
terhadap fosil yang mereka temukan enam tahun lalu. Pada Agustus 2010,
paleontolog Jack Tseng dari American Museum of Natural History dan timnya,
termasuk Xiaoming Wang and Juan Lui, menemukan lebih dari 100 serpihan
tulang hancur yang terpendam di longsoran tebing akibat erosi sungai,
termasuk tulang kucing besar itu. Di antara serpihan tulang-tulang itu, terdapat
tujuh fragmen tengkorak yang dimiliki setidaknya oleh tiga kucing besar,

9
termasuk satu tengkorak yang hampir lengkap. Usianya berkisar dari 4,1
hingga 5,95 juta tahun.
Penemuan tersebut mengejutkan peneliti karena di daerah Basin biasanya
hanya ditemukan fosil antelop dan badak, tetapi kemudian sejumlah hewan
karnivora seperti rubah, musang, dan badger telah ditemukan juga. Setelah
diteliti melalui pola geografis modern dan data molekul seperti
membandingkan DNA dari fosil kuno dengan tulang modern, peneliti melihat
fosil kucing besar Asia itu berumur sekitar empat juta hingga enam juta tahun
lalu. Jenis kucing besar itu diberi nama Panthera blytheae. Menurut Jack
Tseng, fosil kucing itu memiliki kekerabatan dengan leopard salju. Fosil
kucing itu memiliki dahi yang lebar dan wajah pendek. Ukuran badannya lebih
kecil, seukuran dengan macan tutul.

Gambar 3. Fosil kucing besar


http://rspb.royalsocietypublishing.org
Jenis kucing besar dalam subfamili Pantherinae ialah singa, jaguar, harimau,
macan, dan macan tutul. Mereka memiliki DNA yang berbeda dengan sepupu
dari subfamili, yaitu Felinae seperti lynx, cougar, dan kucing rumah (domestik),
fosil tertua dari subfamili itu ditemukan berumur sekitar 6,37 juta tahun lalu.
Namun, William Murphy, seorang ahli evolusi kucing besar dari Texas A&M
University, mempertanyakan fosil itu merupakan kerabat dekat dari macan
tutul salju. Menurut William, kemiripan fosil itu dengan macan tutul salju
sangat lemah. Hal itu berdasarkan karakter morfologi yang berbeda dengan

10
karakter kucing yang hidup di pepohonan. Adanya fosil yang lebih lengkap
akan bermanfaat untuk menguak sejarah baru.
Penemuan fosil itu mendukung evolusi kucing besar di Asia Tengah dan
penyebarannya. Penemuan tersebut juga mendukung hipotesis bahwa kucing
besar berasal dari Asia, tetapi ada pembagian antara data DNA dan catatan
fosilnya.

Gambar 4. Fosil kucing besar


http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/fosil-kucing-besar-tertua-ditem
ukan-di-himalaya

Kucing modern/domestik (yang sering kita lihat sekarang) adalah suatu


hewan berkaki empat yang merupakan keturunan dari kucing besar. Berbeda
dengan kucing besar, kucing modern memiliki tubuh yang lebih kecil, serta
fisik yang tidak menuntut, seperti contohnya cakar yang tidak seberbahaya
cakar harimau, atau taring yang tidak setajam singa. Kucing modern dapat
beradaptasi pada lingkungannya layaknya kucing besar lain, hal ini yang
menghasilkan banyaknya keturunan yang berbeda-beda. Sama seperti anjing,
kucing dapat melihat dalam gelap serta memiliki postur tubuh yang
memungkinkannya untuk jatuh dengan kaki dibawah.

11
Gambar 5. Kucing modern
https://tekoneko.net/merawat-kucing-anggora/

Perbedaan kucing zaman dulu dengan zaman modern berdasarkan fosil yang
ditemukan:
1. Smilodon
Kucing prasejarah yang pertama adalah Smilodon. Kucing ini adalah
kucing prasejarah yang terkenal paling kuat dan paling tangguh diatara jenis
lain. Kucing ini juga memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan kekuatan
yang lebih besar dibanding dengan jenis kucing modern saat ini. Smilodon
inimemiliki taring yang panjang dan kuat, memiliki kuku dan cakar yang
besar dan kuat, memiliki leher yang besar, meskipun tidak bisa bergeak
selincah jenis kucing modern namun memiliki kekuatan yang bisa membuat
luka bagi hewan purba besar lainnya seperti mamoth.

Gambar 6. Smilodon
Sumber: http://www.apakabardunia.com

12
2. Giant Cheetah
Cheetah raksasa atau yang memiliki nama Acinox pardinensis ini adalah
kucing purba yang memiliki bentuk mirip dengan cheetah modern saat ini.
Namun hal yang membedakannya dengan cheetah modern adalah bentuk
dan ukurannya yang lebih besar bahkan akan mencapai ukuran sekitar
120-150 kg yang membuatnya menjadi predator yang ganas dan bisa
memangsa mangsanya yang lebih besar dari dirinya. Namun ternyata ada
beberapa pendapat tentang keahlian berlari heetah raksasa ini dengan
cheetah modern. Ada yang berpendapat bahwa cheetah raksasa ini tidak bisa
berlari secepat cheetah modern karena berat tubuhnya yang tidak
memungkinkan. Namun ternyata setelah dilakukan penelitian, cheetah
raksasa ini juga memiliki kaki yang panjang dan juga jantung yang lebih
besar sehingga dapat memungkinkannya berlari dengan sangat kencang
bahkan bisa melebihi kecepatan cheetah modern.

Gambar 7. Giant Cheetah


Sumber: http://www.apakabardunia.com
3. Cave Lion
Singa Gua adalah subspesies singa raksasa, beratnya mencapai 300 kg
atau lebih. Ini adalah salah satu predator paling berbahaya dan kuat selama
Zaman Es terakhir di Eropa, dan ada bukti bahwa ia ditakuti, dan mungkin
disembah oleh manusia prasejarah. Banyak lukisan gua dan beberapa patung
telah ditemukan yang menggambarkan Singa Gua. Menariknya, ini
menunjukkan bahwa singa ini nyaris tidak memliki bulu leher, seperti pada
harimau modern. Hal ini membingungkan, beberapa lukisan gua juga

13
menunjukkan Singa Gua memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekor. Hal
ini menyebabkan beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa mungkin Singa
Gua sebenarnya lebih terkait dengan Harimau.

Gambar 8. Cave Lion


Sumber: http://www.apakabardunia.com
4. Giant Jaguar
Jaguar sekarang bertubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan singa atau
harimau, berat rata-rata mereka biasanya 60-100 kg. Namun pada zaman
prasejarah, bagian dari Amerika Utara dan Selatan adalah rumah bagi Jaguar
raksasa. Masih spesies yang sama dengan jaguar modern. Ia berukuran
melebihi singa dewasa atau harimau, dan mungkin beberapa kali lebih kuat
begitu pula dengan dengan gigitannya

Gambar 9. Giant Jaguar


Sumber: http://www.apakabardunia.com

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup secara perlahan dalam
jangka waktu yang sangat lama. Perubahan itu akan menciptakan spesies
baru yang berbeda dari sebelumnya.
2. Peneliti dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis.
Binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa
Eocene, kira-kira 50.000.000 tahun silam.
3. Usaha domestikasi (penjinakan) kucing awal terjadi sekitar
tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko
bahan pangan dari serangan tikus.
4. Banyak ahli berasumsi bahwa harimau adalah nenek moyang
kucing yang ada sekarang. Hal ini diperkuat dengan penelitian Bhak..
5. Fosil kucing besar tertua Asia ditemukan di Zanda Basin, barat daya
Tibet. Kucing modern atau domestik adalah suatu hewan berkaki empat
yang merupakan keturunan dari kucing besar. Berbeda dengan kucing
besar, kucing modern memiliki tubuh yang lebih kecil, serta fisik yang
tidak menuntut, seperti contohnya cakar yang tidak seberbahaya cakar
harimau, atau taring yang tidak setajam singa. Kucing modern dapat
beradaptasi pada lingkungannya layaknya kucing besar lain, hal ini yang
menghasilkan banyaknya keturunan yang berbeda-beda.

15