Anda di halaman 1dari 4

Pentingnya K3 Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja

Pendahuluan
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu faktor penting yang dapat
mempengaruhi produktivitas karyawan. Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering
terjadi karena program K3 tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat berdampak pada tingkat
produktivitas karyawan. Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu
manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja
melanggar peraturan keselamatan kerja yang diwajibkan atau kurang terampilnya pekerja itu
sendiri. Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang
menyangkut antara lain peralatan atau mesin-mesin.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga keselamatan dan kesehatan
karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang
dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan. Perlindungan tenaga kerja dari
bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh
karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga
kerja yang sehat akan bekerja produktif, sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan
meningkat. Memperhatikan hal tersebut, maka program K3 dan produktivitas kerja karyawan
menjadi penting untuk dikaji, dalam tujuannya mencapai visi dan misi perusahaan. Ravianto
(1990) menyatakan bahwa produktivitas sebagai efisiensi dari pengembangan sumber daya untuk
menghasilkan keluaran. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa produktivitas merupakan rasio yang
berhubungan dengan keluaran (output) terhadap satu atau lebih dari keluaran tersebut. Lebih
spesifik, produktivitas adalah volume barang dan jasa yang sebenarnya digunakan secara fisik
pula.

Keselamatan kerja menunjukkan pada kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan,
kerusakan atau kerugian di tempat kerja (Mangkunegara, 2000). Sedangkan menurut Suma’mur
(1996) keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, alat kerja, proses
pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan serta cara-cara melakukan pekerjaan.
Dalam hal ini, keselamatan kerja menyangkut peralatan yang dipakai oleh karyawan dalam
bekerja, guna melindunginya dari resiko-resiko tertentu agar terhindar dari kecelakaan kerja.
Menurut Mangkunegara (2000) Program kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas
dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan. Resiko
kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu
yang ditentukan. Lebih lanjut, Suma’mur (1996) menerangkan bahwa kesehatan kerja bertujuan
guna mewujudkan tenaga kerja sehat, produktif dalam bekerja, berada dalam keseimbangan yang
mantap antara kapasitas kerja, beban kerja dan keadaan lingkungan kerja, serta terlindungi dari
penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
merupakan kajian yang penting agar dapat meningkatkan produktifias kerja karyawan. Bila
perusahaan secara khusus memperhatikan K3 maka, karyawan dapat bekerja dengan aman,
tentram dan produktif dalam bekerja.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Tujuan Penerapan K3 pada dasarnya adalah untuk mencari dan mengungkapkan kelemahan yang
memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
mengungkapkan sebab-akibat suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat
dilakukan atau tidak.

Menurut Mangkunegara (2000), tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai
berikut:

a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik,
sosial, dan psikologis.

b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.

c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.

d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.

e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.

f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.

g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam meningkatkan Produktivitas Kerja

Suatu perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang
ada. Produktivitas sumber daya manusia ditentukan oleh sejauh mana sistem yang ada di
perusahaan mampu menunjang dan memuaskan keinginan seluruh pihak. Apabila suatu
perusahaan peduli dengan keberadaan dan kesejahteraan karyawan, maka karyawan akan
meningkatkan produktivitas kerjanya terhadap perusahaan. Salah satu faktor yang mempengaruhi
produktivitas karyawan adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menurut Hariandja (2007), K3 merupakan aspek yang penting dalam usaha meningkatkan
kesejahteraan serta produktivitas karyawan. Apabila tingkat keselamatan kerja tinggi, maka
kecelakaan yang menyebabkan sakit, cacat, dan kematian dapat ditekan sekecil mungkin.
Apabila keselamatan kerja rendah, maka hal tersebut akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan
sehingga berakibat pada produktivitas yang menurun. Penelitian Busyairini, Tosungku dan
Oktaviani (2014) membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif keselamatan dan kesehatan
kerja terhadap produktivita kerja karyawan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
semakin lengkapnya fasilitas dan perhatian yang serius akan keselamatan dan kesehatan kerja,
maka akan semakin mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Penelitian lain juga diperkuat
oleh Moniaga, Sompie dan Timboeleng (2012) mengenai analisis faktor yang mempengaruhi
produktivitas dari tinjauan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan kontraktor.

Hasil penelitiannya menunjukkan hubungan faktor variabel keselamatan kerja berpengaruh


langsung dan kesehatan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap produktivitas kerja.
Hubungan lingkungan kerja dari segi fisik berpengaruh langsung terhadap kesehatan kerja,
namun tidak berpengaruh pada keselamatan kerja, dan berpengaruh tidak langsung terhadap
produktivitas melalui keselamatan kerja. Hubungan lingkungan kerja dari segi psikologi dan
sosial, berpengaruh langsung terhadap keselamatan kerja, namun tidak berpengaruh terhadap
kesehatan kerja, dan tidak berpengaruh langsung terhadap produktivitas melalui kesehatan kerja.

Penelitian Ukishia, Astuti dan Hidayat (2013) menunjukkan hasil pengujian hipotesis bahwa
tidak terdapat pengaruh signifikan antara keselamatan kerja terhadap produktivitas karyawan.
Penelitian oleh Kaligis et al. (2013) menunjukkan hasil yang serupa bahwa secara parsial tidak
terdapat pengaruh signifikan antara keselamatan kerja terhadap produktivitas. Berdasarkan hasil
kuisioner dan pengamatan di perusahaan, 8.33% karyawan bagian instalasi mengungkapkan
bahwa keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas mereka. Keselamatan
kerja membuat beberapa karyawan dapat bekerja lebih cepat dan tepat waktu. Kesadaran
karyawan tersebut terhadap keselamatan kerja ditunjukkan dengan penggunaan alat pelindung
diri saat bekerja. Sebanyak 41.67% karyawan menyatakan hal yang berbeda bahwa keselamatan
kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas. Beberapa karyawan baru juga terlihat jarang
menggunakan alat pelindung diri saat bekerja karena karyawan merasa tidak nyaman/terganggu
ketika bekerja dengan menggunakan alat pelindung diri. Selajutnya, penelitian yang dilakukan
oleh Taiwo (2009) mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan
memberikan hasil bahwa lingkungan kerja yang kondusif dapat merangsang kreativitas dan
meningkatkan produktivitas karyawan.

Mengacu pada pendapat dan hasil-hasil penelitian di atas, dapat menguatkan kesimpulan bahwa
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu faktor kunci yang dapat
meningkatkan produktivitas kerja karyawan.