Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUHAN

A. Latar Belakang

Obat belakang ini menjadi salah satu baran wajib yang di bawah kemana-

mana saat beraktivitas oleh sebagian masyarakat. Pada dasarnya, obat adalah

bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral maupun zat kimia

tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses

penyakit dan menyembuhkan penyakit. Obat harus sesuai dosis agar efek terapi

atau khasiatnya bisa kita dapatkan. Obat seringkali diperdebatkan baik peredaran

maupun pengguaannya, mengingat obat tidak selamanya baik bagi kesehatan.

Sebab, ada obat yang tidak sesuai atau tidak cocok digunakan oleh orang-orang

tertentu. Untuk memudahkan dalam penggunaan, obat kemudian digolongankan

kedalam lima golongan yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat

narkotika, obat psikotropika.

B. Rumusan Masalah

1. Jelaskan penggolongan obat berdasarkan jenis ?

2. Jelaskan penggolongan obat berdasarkan mekanisme kerja obat ?

3. Jelaskan penggolongan obat berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian ?

4. Jelaskan penggolongan obat berdasarkan cara pemakaian ?

5. Jelaskan penggolongan obat berdasarkan asal obat dan cara pembuatan ?

Penggolongan Obat Page 1


C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan

Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bahasa

Indonesia dan menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah.

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan

penyusun dan pembaca tentang penggolongan obat dalam kehidupan manusia.

Penggolongan Obat Page 2


BAB II

PEMBAHASAN

A. Penggolongan Obat Berdasarkan Jenisnya

1. Obat Bebas

Obat bebas adalah obat yang digunakan tanpa resep dokter (OTC : over rhe

counter) dan dijual secara bebas karena aman pengobatan sendiri. Tanda

atau logo dari golongan obat ini adalah lingkaran berwarna hijau dengan

garis tepi berwarna hitam. Biasanya logo tersebut terletak pada kardus

ataupun kemasan obat. Contoh obat bebas adalah vitamin, obat diare, obat

batuk dan lain-lain.

2. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas adalah obat-obatan dalam daftar obat W (Waarschuwig

= Peringatan) dimana obat ini merupakan obat keras yang dapat diserahkan

kepada pasien tanpa resep dokter. Tanda atau logo dari golongan obat ini

adalah lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam. Biasanya

tanda obat ini terletak pada kardus ataupun kemasan obat. Contoh obat

bebas terbatas adalah CTM, antimo, dan obat flu, dan lain-lain

P.No. 1. Awas! Obat Keras. Bacalah aturan pemakaiannya

P.No. 2. Awas! Obat Keras. Hanya untuk obat kumur, jangan ditelan

P.No. 3. Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari badan

P.No. 4. Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar

P.No. 5. Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan

Penggolongan Obat Page 3


P.No. 6. Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan

3. Obat Keras

Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Tanda

atau logo dari golonggan obat ini adalah lingkaran berwarna merah dengan

garis tepi berwarna hitam dan terdapat huruf K di dalamnya. Contoh obat

keras adalah amoksilin.

4. Obat Psikotropika

Obat psikotropika adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak

atau merangsang susunan saraf posat dan menimbulkan kelainan perilaku.

Tanda atau logo dari golonggan obat ini adalah lingkaran berwarna merah

dengan garis tepi berwarna hitam dan terdapat huruf K di dalamnya.

Contoh obat psikotropika adalah dumolid, coditam, dan alprazolam.

5. Obat Narkotika

Obat narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan

tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menimbulkan

pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan

memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Tanda atau logo dari olongan

obat ini adalah lingkaran den gan garis berwarna merah dan ditengahnya

terdapat symbol “plus”. Contoh dari obat narkotika adalah morfin, tebain,

dan lain-lain.

Penggolongan Obat Page 4


B. Penggolongan Obat Berdasarkan Mekanisme Kerja Obat

Penggolongan obat ini dibagi menjadi 5 jenis antara lain :

1. Obat yang bekerja pada penyebab penyakit, misalnya penyakit akibat

bakteri atau mikroba. contoh antibioik.

2. Obat yang bekerja untuk mencegah kondisi patoligis dari penyakit, contoh

vaksin.

3. Obat yang menghilangkan simtomatik/gejala, meredakan nyeri, contoh

analgesic.

4. Obat yang bekerja menambah atau mengganti fungsi-fungsi zat yang

kurang, contoh vitamin.

5. Pemberian placebo adalah pemberian obat yang tidak mengamdung zat

aktif, khususnya pada pasien normal yang menganggap dirinya dalam

keadaan sakit, contoh aqua pro injeksi dan tablet placebo.

C. Penggolongan Obat Berdasarkan Tempat atau Lokasi

Pemakaian

Dibagi menjadi 2 golongan :

1. Obat dalam yaitu obat-obatan yang dikonsumsi peroral, contoh tablet

antibiotic dan lain-lain.

2. Obat luar yaitu obat-obatan yang dipakai secara tropical, contoh sulfur dan

lain-lain.

Penggolongan Obat Page 5


D. Penggolongan Obat Berdasarkan Cara Pemakaian

Pengolongan obat ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Oral

Oral adalah obat yang dikonsumsi melalui mulut kedalam saluran cerna,

contoh tablet, kapsul, serbuk dan lain-lain.

2. Perektal

Perektal adalah obat yang dipakai melalui rectum, biasanya digunakan

pada pasien yang tidak bisa menelan, pingsan, atau menghendaki efek

cepat dan terhindar dari pengaruh Ph lambung.

3. Sublingual

Sublingual adalah obat yang diletakkan di bawah lidah, contoh obat

hipertensi atau obat hisap.

4. Parenteral

Parenteral adalah obat yang disuntikan melalui kulit ke aliran darah.

E. Penggolongan Obat Berdasarkan efek yang ditimulkan

Dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Sistemik : Obat tau zat aktif yang masuk kedalam peredaran darah.

2. Lokal : Obat atau zat aktif yang hanya berefek atau menyebar atau

mempengaruhi bagian tertentu tempat obat tersebut berada, seperti pada

hidung, mata, kulit dan lain-lain.

Penggolongan Obat Page 6


F. Penggolongan Obat Berdasarkan Asal Obat dan Cara

Pembuatannya

1. Alamiah : Obat-obatan yang berasal dari alam (tumbuhan, hewan, dan

mineral). Untuk tumbuhan contohnya jamur (antibiotic), kina (kinin),

digitalis dan lain-lain. Untuk hewan contohnya plasenta dan sebagainya,

dan untuk mineral contohnya vaselin, parafin, talkum atau silikat.

2. Sintetik

Sintetik merupakan cara pembuatan obat dengan melakukan reaksi-reaksi

kimia, contohnya minyak gandapura yang dihasilkan dengan mereaksikan

methanol dan asam salisilat.

Penggolongan Obat Page 7


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil makalah ini saya dapat simpulkan bawah obat memiliki banyak

penggolongan, kenapa perlu ada penggolongan atau pembagian obat entah itu

berdasarkan jenis, berdasarkan mekanisme kerja obat, berdasarkan tempat atau

lokasi pemakaian, ataupun berdasarkan cara pemakaian. Semua itu dikelompokan

agar masyarakat mengetaui jenis obat yang dipakai, cara kerja obat dan

sebagainya.

Obat-obat di apotek bermacam-macam sekali jenisnya, sehingga kadang-

kadang kita merasa bingung untuk membelinya. Secara umum obat apotek di

golongan menjadi lima jenis yaitu : obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras,

obat psikotropika dan obat narkotika. Masyarakat akan lebih mudah mengetahui

jenis obat apa yang mereka konsumsi dengan melihat loga atau tanda pada

kemasan obat. Obat bebas (logo : lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna

hitam), obat bebas terbatas (logo : lingkaran biru dengan garis tepi berwarna

hitam), obat keras (logo : lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam dan

di dalamnya terdapat huruf K), obat psikotropika (logo : sama dengan obat keras),

dan yang terakhir adalah obat narkotika (logo : lingkaran dengan garis berwarna

merah dan ditengahnya terdapat symbol “plus”).

Penggolongan Obat Page 8


B. Saran

Saran saya adalah penggolongan obat sangatlah penting untuk dipelajari

oleh para mahasiswa karena sangat bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga dapat

menambah wawasan bagi kita, karena wawasan yang kita miliki akan bermanfaat

bagi kehidupan kita kelak. sebagai generasi mudah harus lebih banyak mengkaji

artikel-artikel tentang obat. Selain untuk menambah wawasan juga sebagai

pengetahuan agar kita lebih selektif dalam memilih obat.

Penggolongan Obat Page 9


DAFTAR PUSTAKA
Anief, M. 1996, Penggolongan Obat Berdasarkan Penggunaan Cetakan ke 5,
Mada Universitas Pttess, Yokyakarta

Hidayahsunar.lecture.ud.ac.id ˃2011/10

Skp.unair.ac.id ˃ repository ˃ web-pdf

Penggolongan Obat Page 10