Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP

KELUAR MASUKNYA KARYAWAN (LABOUR TURN OVER)


PADA PT. PANIN SEKURITAS BATAM

EFFECT OF COMPENSATION, MOTIVATION AND GRATIFICATION OF


WORKING OUT ON ENTRY OF EMPLOYEES (TURN OVER LABOUR)
IN. PT. PANIN SEKURITAS BATAM

Oleh :
Shendy Zuliana
14.02.0.024
shendyzuliana@gmail.com

Dosen Pembimbing :
Dhenny Asmarazisa, SH., MM.

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Riau
Kepulauan Batam Jl. Batu Aji Baru, Batam, Kepulauan Riau

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi, Motivasi
dan Kepuasan Kerja Terhadap Keluar Masuknya Karyawan ( Labour Turn Over ) Pada PT.
Panin Sekuritas Batam. Guna mengetahui hal tersebut digunakan kuesioner yang disebarkan
kepada karyawan PT. Panin Sekuritas Batam. Jumlah responden yang diminta mengisi
kuesioner adalah 96 karyawan. Dalam penelitian ini digunakan model analisis linear
berganda dengan melihat goodness of fit yakni koefisien determinasi, nilai statistic nilai F
dan statistik T. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan untuk uji t ( Persial ) bahwa untuk
kompensasi (X1) berpengaruh namun tidak signifikan terhadap keluar masuknya karyawan (
labour turn over ) yang ditunjukan dengan langkah t hitung 1,880 > 1,661 t table dengan
signifikan sebesar 0,63 > 0,05. Motivasi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap keluar
masuknya karyawan ( labour turn over ) yang ditunjukan dengan langkah t hitung 2,930 >
1,661 t table dengan signifikan sebesar 0,04 < 0,05 dan kepuasan kerja (X3) berpengaruh
secara signifikan terhadap keluar masuknya karyawan ( labour turn over ) yang ditunjukan
dengan langkah t hitung 2,956 > 1,661 t table dengan signifikan sebesar 0,04 < 0,05. Untuk
uji f (simultan) kompensasi, motivasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap keluar masuknya karyawan ( labour turn over ) pada PT. Panin Sekuritas
Batam.

Kata Kunci: Kompensasi, Motivasi, Kepuasan Kerja, ( Labour Turn Over )

1
PENDAHULUAN oleh kinerja karyawan. Gejala labour
Latar Belakang turnover juga terjadi pada PT. Panin
Sekuritas Batam yang merupakan
Suatu perusahaan atau badan perusahaan bergerak dalam bidang
usaha merupakan sebuah organisasi yang investasi, jasa konsultasi bisnis, dan
berproduksi dengan manusia sebagai manajemen. Untuk mengetahui tingkat
tenaga penggerak yang paling dominan perputaran karyawan atau tenaga kerja
diantara berbagai faktor produksi didalam yang masuk ataupun yang keluar dari
mencapai suatu tujuan perusahaan yang tahun 2014 hingga 2016.
telah ditentukan terlebih dahulu yaitu
untuk memperoleh laba (profit) yang Tabel 1.1 Labour Turn Over pada PT.
maksimum. Berhasil tidaknya perusahaan Panin Sekuritas Batam
untuk mencapai tujuan bukan hanya Tahun 2014-2016
terlihat dari sarana yang di pakai, tetapi Tah Jumlah Karya Karya Persent
juga pada sumber daya manusia yang ada un Karyawan wan wan ase(%)
di balik sarana tersebut. Awal Masuk keluar
Untuk melaksanakan tugas tahun
perusahaan yang bersifat kompleks, 2014 101 12 13 20,%
diperlukan tenaga kerja yang berkualitas
yang sesuai dengan keahlian yang 2015 100 17 19 29.%
diperlukan. Dengan tenaga kerja yang 2016 102 20 22 31,%
berkualitas, dalam pelaksanaan tugasnya
dituntut untuk harus selalu mengutamakan
prinsip efisien dan efektif, sehingga dapat Berdasarkan dari tabel diatas terlihat
diciptakan kemajuan serta peningkatan labour Turn Over selama lima tahun
produksi perusahaan. terkahir, dari tahun 2014 sampai dengan
Kompensasi hal yang paling 2016. dimana pada tahun 2014 jumlah
penting dalam sumber daya manusia. karyawan yang keluar sebanyak 13 orang,
Namun ada juga perusahaan yang sedangkan jumlah rata rata karyawan
menganggap hal itu tidak berpengaruh di akhir tahun 100 dengan tingkat Labour
PT. Panin Sekuritas batam yang bergerak Tunr Over sebanyak 20%. pada tahun
dibidang investasi, jasa konsultasi bisnis, 2016 jumlah karyawan meningkat
dan manajemen. menjadi 17 orang, jumlah rata - rata
Keluar masuknya karyawan atau karyawan akhir menjadi 102 orang,
Labour turn over berakibat langsung mau sedangkan tingkat labour Turn Over
pun tidak langsung terhadap kontinuitas meningkat menjadi 29%. Pada tahun 2016
kegiatan perusahaan, Labour turn over jumlah karyawan yang keluar semangkin
menunjukan distabilitas tenaga kerja. meningkat menjadi 22 orang, Sedangkan
Dimana menggambarkan perbedaan Labour Turn Over meningkat menjadi 31
antara keluar dan masuknya karyawan %.
pada perusahaan. Jika terdapat tingginya Hal itu yang menyebabkan diduga
labour turn over dalam suatu perusahaan adanya pengaruh kuat antara Kompensasi,
merupakan suatu masalah yang akan Motivasi dan kepuasan kerja terhadap
merugikan materi yang tidak sedikit, labour turn over. Berdasarkan dari uraian
disamping menggangunya kegiatan diatas ketiga hal tersebut, Maka penulis
perusahaan yang bersangkutan. tertarik untuk melakukan penelitian yang
Pada perusahaan PT. Panin berjudul.
Sekuritas Batam, gejala labour tun over “Pengaruh kompensasi, motivasi dan
yang terjadi di perusahaan disebabkan kepuasan kerja terhadap keluar masuk
kurangnya faktor kompensasi yang sesuai

2
karyawan (labour Turnover) pada PT. Adapun tujuan pemberian gaji menurut
Panin Sekuritas Batam”. Suswanto, (2013) :
a) Ikatan Kerja Sama
LANDASAN TEORI b) Kepuasan kerja
c) Pengadaan efektif
Kompensasi d) Motivasi
Kompensasi merupakan sesuatu yang e) Menjamin Keadilan
diterima karyawan sebagai balas jasa f) Disiplin
kerja mereka. Beberapa Definisi g) Pengaruh Serikat Buruh
Kompensasi, Wibowo (2012) Didalam h) Pengaruh Pemerintah
Kompensasi terdapat system insentif yang
menghubungkan kompensasi dengan Motivasi
kinerja. Dengan kompensasi kepada Motivasi sebagai suatu kondisi yang
pekerja diberikan penghargaan menggerakkan manusia ke arah suatu
berdasarkan kinerja dan bukan tujuan tertentu. Anwar (2011). Suatu
berdasarkan senioritas atau jumlah jam Motif adalah kebutuhan yang
kerja. distimulasi yang berorientasi kepada
Sedarmayanti (2011) Kompensasi tujuan individu dalm mencapai rasa
merupakan segala sesuatu bentuk imbalan puas. Anwar (2011).
yang diterima oleh seseorang pekerja Motif didefinisikan sebagai suatu
sebagai bentuk imbalan atau balas jasa kecenderungan untuk beraktivitas,
atas kerja mereka. Kesimpulan dari dimulai dari dorongan dalam diri
pengertian di atas dapat di simpulkan (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian
bahwa kompensasi adalah segala sesuatu diri dikatakan untuk memuaskan motif.
berupa uang atau barang yang di berikan Anwar (2011)
oleh perusahaan kepada karyawan sebagai Beberapa definisi yang diuaraikan
konsekuensi perusahaan karena telah diatas, dapat disimpulkan bahwa motif
memperkerjakaanya. atau motivasi merupakan suatu
Bentuk Bentuk Kompensasi, Kompensasi dorongan kebutuhan dalam diri
terbagi dalam bentuk, Darsono dan pegawai yang perlu dipenuhi agar
Siswandoko (2011) yaitu : pegawai bias menyesuaiakan diri
1. Kompensasi financial langsung terhadap lingkungannya, sedangkan
(direct financial compensation) motivasi adalah kondisi suatu dorongan
terdiri dari gaji, upah, komisi dan pegawai agar mampu mencapai
bonus. tujuannya dari motifnya. Motivasi
2. Kompensasi finansial tidak dapat pula dikatakan sebagai energy
langsung (indirect financial untuk membangkitkan dorongan dalam
compensation) terdiri dari tunjangan diri.
– tunjangan, asuransi, fasilitas, uang Teori Kebutuhan Maslow (1908 –1970),
cuti liburan dan sebagainya. adalah sebagai berikut :
3. Kompensasi non finansial (non 1. Kebutuhan fisiologis
financial compencation), yaitu 2. Kebutuhan rasa aman
bentuk kompensasi yang merupakan 3. Kebutuhan sosial
imbalan kepuasan yang di terima 4. Kebutuhan akan harga diri
oleh pekerja atas pekerjaan itu 5. Kebutuhan mengaktualisasikan diri
sendiri atau dari lingkungan fisik
atau psikologis perusahaan.

3
Kepuasan Kerja c) Kurang adanya penghargaan
Kepuasan kerja adalah suatu perasaan terhadap prestasi
yang menyokong atau tidak menyokong d) Pekerjaan yang kurang menantang
diri pegawai yang berhubungan dengan e) Kurang adanya jaminan
pekerjaannya maupun dengan kondisi pengembangan karir.
dirinya. Anwar (2011) Kepuasan kerja Faktor-faktor yang mempengaruhi
merupakan salah satu factor penting yang Keluar Masuknya Karyawan
mempengaruhi kepuasan hidup, karena Labour turn over dipengaruhi oleh
sebagian waktu manusia dihabiskan beberapa factor seperti :
ditempat kerja. Kepuasan kerja akan a) Kompensasi
memberikan kontribusi yang besar b) Lingkungan kerja
terhadap kepuasan hidup seseorang, c) Kenyamanan dalam bekerja
apabila waktu yang dibutuhkan untuk d) Motivasi
pekerjaan semakin banyak, tingginya e) Beban kerja
tingkat sosial, banyaknya kesempatan f) Stres kerja
untuk dapat menunjukkan kemampuan g) Kepuasan kerja
dirinya dan sebagainya. Seorang yang h) Fasilitas kerja
tidak puas akan pekerjaannya atau yang Alasannya faktor-faktor yang
kurang berkomitmen pada organisasi akan disebutkan diatas adalah: lingkungan
terlihat menarik diri dari organisasi baik kerja yang kondusif, kompensasi yang
melalui ketidakhadiran atau masuk keluar sesuai, dan motivasi tepat yang sesuai
kerja. dengan keinginan karyawan.
Teori Kepuasan Kerja :
a) Teori Keseimbangan Pemikiran Kerangka :
b) Teori Perbedaan
c) Teori Pemenuhan Kebutuhan Kompensasi
d) Teori Pandangan Kelompok (x1) H1
e) Teori Dua Faktor Labur
f) Teori Pengharapan
Motivasi H2 Turn
Labour Turn Over (x2) Over
Labour Turn over adalah perbandingan (y)
H3
antara masuk dan berhentinya Karyawan Kepuasan
dari suatu perusahaan. Malayu (2012) Kerja (x3)
perputaran karyawan adalah masuk dan
keluarnya karyawan dari perusahaan H4
untuk bekerja diperusahaan lain. Dalam
arti luas, labour turn over diartikan Penjelasan Gambar 2.3
sebagai aliran para karyawan yang Variable X1 = Kompensai
masuk dan keluar perusahan. Semakin Variable X2 = Motivasi
tinggi tingkat labour turn over berarti Variable X3 = Kepuasan Kerja
sering terjadi penggantian karyawan. Variable Y = LTO (Labour Turn Over)
Adapun Karyawan yang memutuskan
untuk keluar dari perusahaan Hipotesis merupakan anggapan awal
disebabkan oleh : sebelum melakukan penelitian yang
a) Suasana pekerjaan yang kurang sebenarnya, Berdasarkan kerangka
menyenangkan Pemikiran teoritis, penelitian terdahulu,
b) Tingkat Kompensasi yang kurang dan rumusan masalah, maka penelitian ini
memadai dapat di rumuskan hipotesis sebagai
berikut:

4
1. H1: Diduga Variable Kompensasi dalam penelitian ini adalah probability
(X1) berpengaruh secara signifikan sampling. Dimana setiap anggota
terhadap Labour Turn Over di PT. memiliki kesempatan yang sama.
Panin Sekuritas Batam
2. H2: Diduga Variable Motivasi ( X2) Jenis Penelitian
berpengaruh secara signifikan Jenis penelitian ini menggunakan
terhadap Labour Turn Over di PT. metode kuantitatif, yang bertujuan
Panin Sekuritas Batam mengubah kumpulan data mentah
3. H3: Diduga Variable Kepuasan Kerja menadi bentuk yang mudah di pahami
(X3) berpengaruh secara signifikan dalam bentuk informasi.
terhadap Labour Turn Over di PT.
Panin Sekuritas Batam Jenis Data
4. H4: Diduga terdapat pengaruh yang Data primer dan data sekunder yang
positif dan signifikan Pengaruh digunakan dalam penelitian ini. Data
kompensasi (X1) motivasi (X2) dan primer yaitu data yang diperoleh
kepuasaan kerja (X3) terhadap keluar secara langsung dari objek pelitian
masuk karyawan (labour turnover ) dengan diperoleh langsung dari hasil
(Y) pada PT. Panin Sekuritas Batam. wawancara serta memberikan kuisioner
kepada karyawan. Data skunder yaitu
METODOLOGI PENELITIAN data yang diperoleh dari berbagai
sumber seperti buku, laporan, jurnal,
Lokasi Penelitian dan referensi lain.
Objek penelitian adalah PT. Panin
Sekuritas Cabang Batam yang beralamat Teknik pengumpulan Data :
Komplek Lumbung Rejeki, Jl. Teuku 1. Wawancara adalah proses tanya
Umar, Lubuk Baja Kota, Lubuk Baja, jawab antara 2 orang atau lebih
Kota Batam, Kepulauan Riau 29444. untuk mendapatkan informasi/data
tetentu.
Teknik Pengambilan Sampel 2. Penyebaran Kuisioner adalah
teknik pengumpulan data untuk
Populasi mendapatkan informasi yang
Populasi dari penelitian ini adalah sebenarnya.
seluruh karyawan pada PT. Panin
Sekuritas Batam yang berjumlah 96 Definisi Operasional Variable
0rang. Sugiono (2011) menerangkan Definisi Operasional Variable
populasi adalah wilayah generalisasi adalah unsur penelitian yang memberikan
yang terdiri atas objek atau subjek yang penjelasan tentang variable variable
memiliki kualitas dan karekteristik operasional. Definisi variable yang akan
tertentu yang diterapkan oleh peneliti dijelaskan penulis adalah, Kompensasi,
untuk dipelajari dan ditarik Motivasi, Kepuasan Kerja, labour Turn
kesimpulannya. Dalam penelitian ini Over.
subjek yang diteliti adalah semua
karyawan di PT. Panin Sekuritas Batam. Skala Pengukuran
Skala yang digunakan dalam
Sampel penelitian ini adalah skala likert.
Sampel adalah bagian dari Sugiono (2012) berpendapat , skala
populasi yang ingin diteliti. peneliti likert digunakan untuk mengukur sikap,
melakukan penelitian terhadap sampel pendapat, dan persepsi seseorang atau
yang mewakili populasinya. Metode sekelompok tentang fenomena sosial.
pengambilan sampel yang digunakan

5
Teknik Analisis Data Uji Multi Kolinearitas
Proses analisis data merupakan Uji ini dilakukan untuk menunjukan ada
kegiatan setelah seluruh data terkumpul tidaknya korelasi besar Diantara variable
dari koresponden meliputi bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya
pengelompokan data berdasarkan variable gejala Multikolinearitas dapat dilakukan
yang akan diteliti. Kuesioner merupakan dengan uji Colenearitas Statistik.
cara pengumpulan data secara tertulis
yang akan diteliti. Kuesioner merupakan Uji Heterokedastisitas
cara pengumpulan data secara tertulis Tujuanya adalah untuk menguji apakah
yang akan dijawab oleh responden. dalam modelregresi terjadi ketidak
samaan varians dari residual dari
HASIL DAN PEMBAHASAN satupengamat kepengamat lain, model
Langkah yang paling penting dalam regresi yang baik adalah tidak terjadinya
pengumpulan data adalah melakukan heterokedasitas. Pengujian ini dilakukan
pengujian terhadap instrument (alat ukur) dengan melihat ada tidaknya polatertentu
yang akan digunakan. Kegiatan pengujian pada grafik dimana sumbu Y adalah Y
instrumen penelitian ini meliputi 2 hal yang telah diprediksikan dan sumbu X
yaitu pengujian validitas dan reliabilitas. adalah residual (Y prediksi–
Ysesungguhnya) yang telah
METODE ANALISIS DATA distandardized.

Uji Validitas Pengujian Hipotesis (Uji F dan T)


Uji validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukan tingkat kevalidan suatu Uji T
instrument. Pengujian validitas di Uji ini digunakan untuk mengetahui
lakukan untuk menguji apakah hasil apakah masing masing variable
jawaban dari kuisioner oleh responden bebasnya secara sendiri-sendiri
benar benar cocok digunakan dalam berpengaruh secara signifikan terhadap
penelitian ini. Valid berarti instrument variable terikatnya.
tersebut dapat digunakan untuk t hitung >t table atau probabilitas
mengukur apa yang seharusnya diukur. kesalahan kurang dari 5% maka
membuktikan variable bebas secara
Uji Reliabilitas parsial berpengaruh signifikan terhadap
Uji relabilitas dilakukan dengan tujuan variable tidak bebasnya secara parsial
untuk mengetahui konsistensi dari berpengaruh signifikan terhadap
instrument sebagai alat ukur, sehingga variable tidak bebasnya, Ha diterima dan
suatu pegukuran dapat dipercaya. Ho ditolak.
Realabilitas merupakan salah satu cirri
atau karakter utama instrument UjiF
pengukuran yang baik. Uji-F digunakan untuk menguji pengaruh
variabel independen secara bersama-sama
Uji Normalitas terhadap variabel dependen dari suatu
Uji normalitas bertujuan untuk persamaan regresi. Pengambilan
mengujui apakah dalam model regresi, keputusan didasarkan pada nilai
variable penggangu atau residual probabilitas yang didapatkan dari hasil
memiliki distribusi normal. Seperti yang pengolahan data melalui program SPSS
diketahui bahwa uji T dan f Statistik Parametrik Santoso (2004:168)
mangasumsikan bahwa nilai residual Nilai probabilitas dari uji-f dapat dilihat
mengikuti distribusi normal. pada hasil pengolahan dari program

6
SPSS pada tabel ANOVA kolom sig atau
signifikan

Analisis Koefisien Determinasi (R2)


Uji R2 dimaksudkan untuk mengukur
kemampuan seberapa besarpresentase
variasi variable bebas pada model
regreasi liner berganda dalam
Tabel 4.4 Uji Validitas Variable
menjelaskan variasi variable terikat
Kompensasi (x1)
dependent (priyanto 2008).
Item-Total Statistic
Nilai R2 mempunyai interval mulai dari
Butir Nilai Probabil Keteran
0 sampai 1 (0 ≤ R2 ≤ 1). Semakin besar R2
Pernyat Korelasi itas gan
(mendekati 1), semakin baik model
aan
regresi tersebut. Semakin mendekati 0
K.1 0.389 0.000<0 Valid
maka variable independen secara
(Positif) ,05
keseluruhan tidak dapat menjelaskan
K.2 0,326 0.000<0 Valid
variabilitas dari variable dependen
(Positif) ,05
Sulaiman (2014)
K.3 0,497 0.000<0 Valid
(Positif) ,05
Hasil Penelitian dan Pembahasan
K.4 0,527 0.000<0 Valid
Responden Menurut Usia (Positif) ,05
Umur dalam keterkaitanya dengan prilaku K.5 0,459 0.000<0 Valid
individu dilokasi kerja biasanya adalah (Positif) ,05
sebagai gambaran pengalaman dan K.6 0,612 0.000<0 Valid
tanggung jawab individu (Positif) ,05
K.7 0,520 0.000<0 Valid
(Positif) ,05
K.8 0,284(Pos 0.000<0 Valid
itif) ,05
K.9 0,398 0.000<0 Valid
(Positif) ,05
Responden Menurut Jenis Kelamin Sumber : pengelolahan data SPSS V.16
Jenis Kelamin secara umum dapat Pada tabel 4.4 diatas menunjukan bahwa
memberikan perbedaan pada prilaku seluruh butir dinyatakan valid karena nilai
seseorang Dalam suatu bidang kerja jenis probabilitas r< taraf signifikan sebesar
kelamin seringkali dapat menjadi 0.005 (sig.2-tailed<a0.05)
pembeda aktivitas yang dilakukan oleh
individu. Tabel 4.5 Uji Validitas Variable
Motivasi (X2)
Item-Total Statistic
Butir Nilai Probabilit Keterang
Pernyata Korela as an
an si
M.1 0.492 0.000<0, Valid
Identifikasi Responden Berdasarkan (Positi 05
Tingkat Pendidikan f)
Pendidikan Seringkali dipandang sebagai M.2 0,640 0.000<0, Valid
satu kondisi yang mencermin kan (Positi 05
kemampuan seseorang dalam bekerja . f)

7
M.3 0,678 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) KK.7 0,706 0.000<0, Valid
M.4 0,496 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) KK.8 0,680 0.000<0, Valid
M.5 0,594 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) KK.9 0,327 0.000<0, Valid
M.6 0,622 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) Sumber : pengelolahan data SPSS V.16
M.7 0,601 0.000<0, Valid Pada tabel 4.6 diatas menunjukan bahwa
(Positi 05 seluruh butir dinyatakan valid karena nilai
f) probabilitas r< taraf signifikan sebesar
M.8 0,467 0.000<0, Valid 0.005 (sig.2-tailed<a0.05).
(Positi 05
f) Tabel 4.7 Uji Validitas Variable masuk
M.9 0,546 0.000<0, Valid karyawan (LabourTurn Over) (Y)
(Positi 05 Item-Total Statistic
f) Butir Nilai Probabilit Keterang
Sumber : pengelolahan data SPSS V.16 Pernyata Korela as an
Pada tabel 4.5 diatas menunjukan bahwa an si
seluruh butir dinyatakan valid karena nilai LTO.1 0.452 0.000<0, Valid
probabilitas r<taraf signifikan sebesar (Positi 05
0.005 (sig.2-tailed<a0.05). f)
LTO.2 0,487 0.000<0, Valid
Tabel 4.6 Uji Validitas Variable (Positi 05
Kepuasan Kerja (X3) f)
Item-Total Statistic LTO.3 0,630 0.000<0, Valid
Butir Nilai Probabilit Keterang (Positi 05
Pernyata Korela as an f)
an si LTO.4 0,422 0.000<0, Valid
KK.1 0.573 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) LTO.5 0,441 0.000<0, Valid
KK.2 0,375 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) LTO.6 0,445 0.000<0, Valid
KK.3 0,434 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) LTO.7 0,375 0.000<0, Valid
KK.4 0,689 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) LTO.8 0,427 0.000<0, Valid
KK.5 0,445 0.000<0, Valid (Positi 05
(Positi 05 f)
f) LTO.9 0,660 0.000<0, Valid
KK.6 0,652 0.000<0, Valid (Positi 05

8
f) diagonal maka model regresi memenuhi
Sumber : pengelolahan data SPSS V.16 asumsi normalitas. pengujian normalitas
Pada tabel 4.7 diatas menunjukan bahwa data dilakukan untuk melihat apakah
seluruh butir dinyatakan valid karena nilai dalam model regresi, variable dependen
probabilitas r< taraf signifikan sebesar dan independennya memiliki distribusi
0.005 (sig.2-tailed<a0.05). normal atau tidak. pengujian normalitas
dilakukan dengan meggunakan pengujian
Uji Reliabilitas grafik p-p plot untuk pengujian residual
Untuk mengukur suatu kuesioner model regresi yang tampak pada
yang merupakan indikator dari variable gambar.4.2
digunakan uji reliabilitas. Jika nilai
koefisien reliabilitas (Cronbach’s Alpha) Gambar 4.2 Uji Normalitas Grafik
>s 0,6 maka instrumen memiliki Histogram
reliabilitas yang baik atau dengan kata
lain instrumen adalah reliabel atau
terpercaya,berdasarkan hasil penelitian
dapat diketahui nilai reliabilitas dari
variable X1,X2,X3 dan Y sebagai berikut.

Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas


Kompensasi, Motivasi, Kepuasan Kerja
dan Labour Turn Over
Variabel ALPHA Keterangan
X1 0,711 Reliabel
X2 0,721 Reliabel
X3 0,696 Reliabel
Y 0,713 Reliabel
Sumber : Pengelolahan data SPSS V.16
Sumber : Pengolahan data SPSS V.16

Dari Hasil Pengelolahan data


Gambar 4.3 Uji Normalitas grafik p-p
dapat dilihat pada tabel 4.12 diatas
plot
variable x1 mempunyai nilai alpha
sebesar 0,711 variabel x2 mempunyai
nilai alpha sebesar 0,721 variabel x3
mempunyai nilai alph sebsar 0,696 dan
variael y mempunyai nilai alpha sebesar
0,713. maka seluruh data dapat
dinyatakan reliabel karena nilai >0,6.

Hasil Uji Normalitas


Uji normalitas bertujuan untuk
menuji apakah dalam model varibel
dependent dan independent mempunyai
distribusi normal atau tidak. Nilai residu
yang berdistribusi normal akan Sumber : penglolahan data SPSS V.16
membentuk suatu kurva, kurva tersebut
jika digambarkan akan berbentuk lonceng Jika melihat pada gambar 4.3
dalam tabel grafik histogram. Pada grafik kurva normal pada histogram memiliki
p-p plot jika data menyebar disekitar distribusi normal, hal ini diperlihatkan
garis diagonal dan mengikuti arah oleh bentuk kurva yang menyerupai

9
lonceng dan juga dapat dilihat pada Sumber : pengolahan data SPSS V.16
gambar 4.3, grafik p-p plot keberadaan
4.3 berada disekitar gais diagonal dan Dari tabel diatas terlihat bahwa
mengikuti arah diagonal. Hal ini variable kompensasi memiliki tolerance
menunjukan bahwa modal berdistribusi 0,823 >0,10 dan VIF sebesar 1.214 < 10 ,
normal. Variabel Motivasi memiliki tolan 0.806
>0,10 dan VIF sebesar 1.241 <10 ,
Hasil Uji Multikolonieritas Variabel Kepuasan Kerja memiliki
Suatu model dapat dikatakan baik bila tolerance 0,731 >0,10 dan VIF sebear
tidak terjadi Multkolinearitas, jika nilai 1,368 <10 dan dapat disimpulkan nilai
variance inflation factor (VIF)<10 dan tersebut sehingga dapat dinyatakan bebas
Tolerance>0,10. multikolinieritas.

Tabel 4.13 Uji Multikolinearitas Gambar 4.4 Uji heteroskedastisitan


Collinearity
Model Statistic
Tolerance
VIF
X1_Kompensasi 0,823 1.214
X2_Motivasi 0,806 1.241
X3_Kepuasaan kerja 0.731 1.368
Sumber : pengolahan data SPSS V.16
Sumber : Pengolahan data SPSS V.16
Dari tabel diatas terlihat bahwa
variable kompensasi memiliki tolerance Berdasarkan gambar 4.4 diatas dapat
0,823 >0,10 dan VIF sebesar 1.214 < 10 , dilihat seberas titik titik yag acak baik.
Variabel Motivasi memiliki tolan 0.806 dapat disimpulkan dari gambar tesebut
>0,10 dan VIF sebesar 1.241 <10 , dalam model regresi tidak terjadi
Variabel Kepuasan Kerja memiliki heteroskedastisitan.
tolerance 0,731 >0,10 dan VIF sebear
1,368 <10 dan dapat disimpulkan nilai Pembahasan Hasil Penelitian
tersebut sehingga dapat dinyatakan bebas
1. Terdapat pengaruh Kompensasi
multikolinieritas.
terhadap Keluar masuknya Karyawan
di PT. Panin Sekuritas
Hasil Uji Heteroskedastisitan
Berdasarkan analisis data dan pengujian
Suatu model dapat dikatakan baik bila
hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai
tidak terjadi Multkolinearitas, jika nilai
thitung >t tabel (1.880>1661) dan
variance inflation factor (VIF)<10 dan
signifikan < 0,005 (0,63 <0.5) maka Ho
Tolerance>0,10.
ditolak , Ha diterima jadi dapat
disimpulkan bahwa Kompensasi (X1)
Tabel 4.13 Uji Multikolinearitas
secara persial berpengaruh namun tidak
Collinearity
signifikan terhadap Labour Turn Over(Y)
Model Statistic
Tolerance VIF
2. Terdapat pengaruh Motivasi terhadap
X1_Kompensasi 0,823 1.214 Keluar masuknya Karyawan di PT.
X2_Motivasi 0,806 1.241 Panin Sekurita
Berdasarkan analisis data dan pengujian
X3_Kepuasaan 0.731 1.368 hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai
kerja thitung >t tabel (2.930>1661) dan

10
signifikan < 0,005 (0,004 <0.5) maka 2. Terdapat pengaruh Motivasi
maka Ho ditolak , Ha diterima jadi dapat terhadap Keluar masuknya karyawan
disimpulkan bahwa Motivasi (X2) secara pada PT. Panin Sekuritas
persial berpengaruh signifikan terhadap Berdasarkan analisis data dan pengujian
Labour Turn Over(Y). hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai
thitung >t tabel (2.930>1661) dan signifikan
3. Terdapat pengaruh Kepuasan Kerja < 0,005 (0,004 <0.5) maka maka Ho
terhadap Keluar masuknya Karyawan ditolak , Ha diterima jadi dapat
di PT. Panin Sekuritas disimpulkan bahwa Motivasi (X2) secara
Berdasarkan analisis data dan pengujian persial berpengaruh signifikan terhadap
hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai Labour Turn Over(Y).
thitung >t tabel (2.956>1661) dan
signifikan < 0,005 (0,004 <0.5) maka 3. Terdapat pengaruh Kepuasan
maka Ho ditolak , Ha diterima jadi dapat Kerja terhadap Keluar masuknya
disimpulkan bahwa Kepuasa Kerja (X3) Karyawan di PT. Panin Sekuritas
secara persial berpengaruh signifikan Berdasarkan analisis data dan pengujian
terhadap Labour Turn Over (Y). hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai
thitung >t tabel (2.956>1661) dan signifikan
4. Terdapat pengaruh Kompensasi, < 0,005 (0,004 <0.5) maka maka Ho
Motivasi, Kepuasan Kerja terhadap ditolak , Ha diterima jadi dapat
Keluar masuknya Karyawan di PT. disimpulkan bahwa Kepuasa Kerja (X3)
Panin Sekuritas secara persial berpengaruh signifikan
Dari hasil uji F Memperlihatkan nilai f terhadap Labour Turn Over(Y)
hitung =15.342 >2.70 (f tabel) dengan
signifikan terbesar 0,00 <0,05 yang 4. Terdapat pengaruh Kompensasi,
berarti Ha diterima dan Ho ditolak, Hal Motivasi, Kepuasan Kerja terhadap
ini berarti bahwa secara bersama sama Keluar masuknya Karyawan di PT.
atau simultan Kompensasi, Motivasi, dan Panin Sekuritas
Kepuasan Kerja mempunyai pengaruh Dari hasil uji F Memperlihatkan nilai f
yang positif dan signifikan terhadap hitung =15.342 >2.70 (f tabel) dengan
Keluar masuknya Karyawan (Labour signifikan terbesar 0,00 <0,05 yang berarti
Turn Over ) pada PT. Panin Sekuritas Ha diterima dan Ho ditolak , Hal ini berarti
Batam. bahwa secara bersama sama atau simultan
Kompensasi, Motivasi, dan Kepuasan
Berdasarkan hasil analisis dan Kerja mempunyai pengaruh yang positif
pembahasan pada bab sebelumnya , dapat dan signifikan terhadap Keluar masuknya
disimpulkan sebagai berikut : Karyawan (Laour Turn Over ) pada PT.
Panin Sekuritas Batam.
1. Terdapat pengaruh Kompensasi
terhadap Keluar masuknya karyawan Saran- saran yang dapat diajukan
pada PT. Panin Sekuritas dalam kesempatan ini yaitu :
Berdasarkan analisis data dan pengujian 1. Para pemimpin perusahaan
hipotesis diatas diperoleh bahwa nilai msupun unit organisasi dalam
thitung > ttabel (1.880>1661) dan signifikan < lingkungan PT. Panin Sekuritas
0,005 (0,63 0.5) maka Ho ditolak , Ha Batam hendaknya lebih
diterima jadi dapat disimpulkan bahwa memperhatikan aspek aspek
Kompensasi (X1) secara persial Kompensasi untuk karyawan,
berpengaruh namun tidak signifikan karena akan berdampak pada
terhadap Labour Turn Over (Y). Keluar masuknya karyawan

11
2. Para pimpinan di lingkup PT.
Panin Sekuritas Batam dalam
membuat keputusan untuk
memperhatikan dan
mempertimbangkan aspek
Kompensasi yang di harapkan
karyawan yan sesuai dengan basis
kinerja karyawan.

3. Dan para pemimpin di lingkup PT.


Panin Sekuritas Batam hendaknya
juga memperhatikan Motivasi dan
Kepuasan Kerja karyawan yang
bisa membuat karyawan untuk
bertahan di dalam perusahan untuk
bekerja.

12
DAFTAR PUSTAKA

A.A.Anwar Prabu Mangkunegara. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.


PT.Remaja Rosda Karya, Bandung
A.M. Sadirman, 2007, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Bandung, Rajawali Pers
Agung E. Wibowo (2012). Aplikasi praktis SPSS Dalam Penelitian .Yogyakarta.
Akhmadi, F. (2010). Pengaruh Kompensasi, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi
Terhadap Keinginan Untuk pindah kerja pada pada PT. Surya Sumber Daya
Energi Surabaya.
Darsono & Siswandoko, Tjatjuk. 2011. Sumber Daya Manusia Abad 21. Nusantara
Consulting: Jakarta.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Cetakan Kelima.
Universitas Dipon penogoro. Semarang.
Handoko, T. H. (2008). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
BPFE.
Hasibuan, Malayu S.P. (2012). “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta : PT Bumi
Aksara.
Irbayuni,S (2011). Pengaruh kompensasi, kepusan kerja,dan komeitmen organisasi terhadap
keinginan untuk pindah kerja.
John H. Jackson, Robert L. Mathis, (2006), Human Resource Management, (Manajemen
Sumber Daya Manusia), Edisi kesepuluh terjemahan Jana Angelica, Penerbit :
Salemba Empat, Jakarta
Kusuma A.A (2013), Pengaruh Motivasi terhadap kinerja karyawan Hotel Muria Semarang.
Mulyadi (2012). Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Kinerja karyawan PT.Balai
Pustaka
Priyanto, Dwi. 2011. Analisis statistik Data. Yogyakarta. Media com
Rohadi,W (2010). Analisis pengaruh keamanan kerja dan komitmen organisasi terhadap turn
over intention serta dampaknya terhadap kinerja karyawan pada PT.PLN
Persero APJ Yogyakarta
Safrizal,G (2011). Pengaruh kepuasan kerja, Terhadap turnover serta Dampaknya terhadap
Kinerja Karyawan .
Sedarmayanti, (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan
Manajemen Pegawaai Negeri Sipil (Bandung: Refika Aditama, 2011), 182.
Singgih Santoso. 2004. SPSS (Statistical Product and service Solutions). Jakarta: PT
ElexMedia Komputindo
S.P Hasibuan (2010). Manajemen Sumber daya Manusia, Jakarta : Bumi Aksara.
Sugiyono, (2012). Metode penelitian Bisnis, Bandung : Alfabeta
Tamami, S, ( 2012). Teknik Penulisan Skirpsi dan Pengolahan data Analisis jalur dengan
SPSS. Batam
Umar, Husein. 2004. “Riset Pemasaran Sumber Daya Manusia dan Organisasi’. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Veithzal Rivai. 2005. “Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan”. Bandung:
PT. Remaja Rosda Karya.
Wijaya, T (2015). Pengaruh motivasi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada
PT.Sinar jaya Abadi.

13
PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA
TERHADAP KELUAR MASUKNYA KARYAWAN (LABOUR TURN
OVER) PADA PT. PANIN SEKURITAS BATAM

JURNAL

SHENDY ZULIANA
NPM. 14.02.0.024

PROGRAM STUDIMANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
BATAM
2018

14