Anda di halaman 1dari 5

ICRC

Ismi Wardatun Naimah / 1516071030

Aktivitas Gerakan Dalam Sengketa Bersenjata Internasional dan


Noninternasional

A. Status dari Gerakan: Termasuk IGOs atau NGOs?

ICRC (International Committee of The Red Cross) merupakan bagian dari NGOs karena
anggotanya bukan Negara seperti PBB. ICRC memperoleh mandat International untuk
melindungi dan membantu korban konflik bersenjata sesuai dengan konvensi jenewa
1949. Hal tersebut yang membuat ICRC mempunyai kistimewaan dan kekebalan
diplomatik diantaranya kebal terhadap hukum tuan rumah baik hukum pidana maupun
perdata dan ICRC dijamin kemandirian serta kenetralannya dalam menjalankan tugas
tanpa campur tangan Negara.

B. Berbagai Aktivitas Gerakan: Sebuah Gerakan Global

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional hadir dan aktif di hampir
semua Negara dengan berlandaskan kepada tujuh prinsip dasar yaitu kemanusiaan,
kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan sebagai
standar tujuan universal. Gerakan tersebut mempunyai satu tujuan pokok yaitu mencegah
dan meringankan penderitaan, tanpa diskriminasi dan melindungi martabat manusia.

Komponen-komponen gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional:

1. International Committee of The Red Cross dibentuk tahun 1863.


2. Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang disebut dengan
Perhimpunan Nasional yang ada di setiap Negara diseluruh dunia.
3. Tb. International Federation of The Red Cross and Crescent yang kemudian disebut
federasi didirikan tahun 1919

Organisasi-organisasi tersebut bertemu dua tahun sekali dalam sebuah pertemuan yang
disebut Dewan Delegasi (The Council of Delegates). Mereka juga menyelenggarakan
Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah setiap empat tahun guna
membahas program kemanusaan serta implementasu dan perkembangan Hukum
Humaniter Internasional yang dihadiri oleh ICRC dan Negara-negara penanda tangan
konvensi jenewa.

1. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah


Federasi atau Liga Perhimpunan-perhimpunan Palang Merah dibentuk pasca Perang
Dunia I tahun 1919 atas prakarsa Henry Davidson. Federasi berfungsi sebagai badan
koordinasi antar perhimpunan nasional dan bertugas mempromosikan pembentukan
perhimpunan nasional baru serta pengembangan kapasitas anggotannya.
Markas besar Federasi semula terletak di Paris sejak tahun 1935 pindah ke Jenewa.
Sejak tahun 1998, Federasi juga mempunyai kantor di Indonsia.
2. Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Perhimpunan nasional adalah organisasi kemanusiaan yang ada disetiap Negara
peserta konvensi Jenewa tahun 1949. Anggaran dasar gerakan menetapkan bahwa
dalam satu Negara hanya dapat didirikan satu perhimpunan nasional. Di Indonesia
pembentukan dan perhimpunan nasional telah dilakukan berdasarkan Surat Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1959 dengan nama Palang Merah
Indonesia (PMI).
3. Komite Internasional Palang Merah (International Committee of The Red Cross)
ICRC selain dari tugasnya melaksanakan kegiatan operasional melindungi dan
membantu korban konflik , juga berperan sebagai promotor dan pemelihara Hukum
Humaniter Internasional. Dalam menjalankan tugasnya harus menjunjung tinggi
Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang secara resmi
dinyatakan dalam konferensi Internasional ke 20 di Wina tahun 1965. Prinsip-prinsip
dasar yaitu, kemanusiaan, ketidaberpihakan (dalam membantu korban), kenetralan
(dalam menghadapi konflik/kontraversi), kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan
kesemestaan.
Adapun fungsi ICRC yaitu berupa, monitoring, promosi, katalisator, melindungi,
pelaksanaan dan pengawasan.

C. Aktivitas Gerakan Dalam Konflik


1. Tindakan Preventif ICRC dalam Sengketa Bersenjata.
a. Mencegah melalui komunikasi
b. Menghormati dan menjamin Penghormatan
c. Mengubah keadaan
d. Mengamankan Masa Depan.
2. Keberadaan ICRC Dalam Situasi Sengketa Bersenjata
ICRC berupaya meningkatkan perlindungan bagi korban perang dengan cara
mendorong Negara-negara menyusun dan mengadopsi standar hokum baru dan
peraturan perundang-undangan yang memberlakukan HHI di tingkat nasional.
ICRC akan melakukan pendekatan rahasia apabila terjadi pelanggaran aturan
perang terhadap Negara bersangkutan. ICRC tidak berfungsi menangani
penyelidikan maupun memberikan kesaksian dalam pengadilan Internasional.
ICRC juga aktif mengupayakan standarisasi senjata agar sesuai dengan HHI.
a. Perlindungan ICRC Dalam Perang
- Memperkecil bahaya yang mengancam orang-orang dalam situasi semacam
itu
- Mencegah dan menghentikan perlakuan semena-mena terhadap mereka
- Mengupayakan agar hak-hak mereka diperhatikan dan suara mereka
didengar
- Memberi mereka bantuan

ICRC melakukan dua pendekatan, yaitu berada di dekat para korban konflik dan
kekerasan serta melalui pendekatan tertutup dengan pihak terlibat. Langkah
formal organisasi kemanusiaan ketika terjadi konflik adalah mengingatkan
pihak akan bertanggungjawab terhadap penduduk sipil, tahanan perang serta
prajurit yang terluka dan sakit.

b. Perlindungan Bagi Korban Sipil


ICRC seantiasa hadir di wilayah-wilayah yang penduduk sipilnya berada dalam
keadaan bahaya dan mengadakan dialog dengan semua pihak yang terlibat
dalam permusuhan. Dan memberikan pelayanan kepada para korban.
c. Perlindungan Bagi Perempuan
ICRC membantu perempuan korban sengketa bersenjata dengan
menitikberatkan kepada kebutuhan yang spesifik menyangkut perlindungan,
kesehatan, bantuan agar kebtuhan mereka ditanggapi secara emadai dalam
semua kegiatannya.
d. Perlindungan Bagi Anak
ICRC mendaftarkan anak-anak yang terpisah dari keluarganya akibat konflik
bersenjata dan mencarikan kerabat terdekat supaya hubungan dengan
keluarganya kembali pulih. Bila anak yang bersangkutan masih terlalu kecil dan
mengalami trauma, ICRC akan memotret dan menebarluaskan agar kerabat ada
yang mengenalinya. ICRC juga terlibat dalam perundingan perjanjian-
perjanjian internasional lain yang menyangut terhadap perlindungan anak.
e. Perlindungan Terhadap Tahanan Perang
- Mencegah atau mengakhiri kasus orang hilang dan eksekusi sumir,
penyiksaan dan perlakuan buruk.
- Memulihkan kontak antara tahanan dan keluarganya
- Memperbaiki kondisi penahanan sesuai dengan hokum yang berlaku

ICRC juga meminta kepada pihak berwenang untuk bisa:

- Menemui semua tahanan yang termasuk dalam mandat ICRC dan


mengakses semua tempat dimana mereka ditahan
- Mewawancarai tahanan yang dipilihnya, tanpa kehadiran saksi
- Membuat daftar tahanan yang termasuk dalam mandate ICRC
- Mengulangi kunjungan sesering yang mereka anggap perlu kepada tahanan
yang mereka pilih
- Memulihkan hubungan keluarga
- Memberikan bantuan materi dan medis yang mendesak sesuai kebutuhan

ICRC kunjungan ICRC jugan mencatat data mereka supaya kasus mereka dapat
terus ditindaklanjuti hingga saat pembebasan.

f. Memulhkan Hubungan Keluarga


Biro Pusat Pencairan (Central Tracing Agency) ICRC bekerja memulihkan
hubungan keluarga dalam semua situasi konflik bersenjata atau kekerasan
dalam negeri.