Anda di halaman 1dari 5

A.

IDENTITAS PASIEN
Nomor Rekam Medis : 01-29-78-75
Nama : An. S
Umur : 14 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pekerjaan : Belum Bekerja
Pendidikan : Sekolah Menengan Pertama (SMP)
Alamat : Jalan Gunung Sahari 5 Jakarta Pusat

B. ANAMNESIS (Autoanamnesis Tanggal 24 Maret 2017 Pukul 09.50 WIB)


KELUHAN UTAMA
Bercak merah disertai rasa nyeri dan perih di kulit bawah mata kanan sejak 3 hari lalu.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke Poliklinik Kulit & Kelamin Rumah Sakit Husada dengan keluhan bercak
merah yang disertai dengan rasa nyeri dan perih pada kulit di bawah mata kanan sejak 3 hari
lalu. Menurut bibi pasien, 3 hari yang lalu terdapat bercak kemerahan yang timbul pada malam
hari saat pasien menginap di rumah nenek. Bercak kemerahan tersebut, lalu dicuci oleh pasien
dengan air mengalir di kamar mandi. Pada pagi harinya, bercak kemerahan menjadi bengkak
disertai rasa perih. 2 hari lalu, pada awalnya bercak kemerahan kecil, semakin lama semakin
menyebar disertai benjolan kecil sebesar kepala jarum pentul di bagian tepi. Bercak kemerahan
dan benjolan terasa gatal sehingga pasien cenderung menggaruknya, dan tidak bertambah gatal
ketika berkeringat. 1 hari sebelum ke poliklinik, bercak kemerahan tersebut menjadi kering di
bagian tengah dan masih terdapat benjolan kecil di bagian tepi, serta terasa nyeri. Pasien tidak
memberikan apapun untuk keluhan kulitnya tersebut, sehingga pasien datang ke dokter.
Pasien mengatakan tidak terdapat lesi di tempat lain dan ini merupakan kali pertama pasien
mengalami seperti ini. Bibi pasien mengatakan pasien tidak mempunyai alergi obat maupun
makanan. Tidak memiliki riwayat demam, lemas dan lesu sebelum timbulnya keluhan. Nafsu
makan baik. Pasien tidak merasakan pernah digigit oleh serangga, tetapi pasien merasa kontak
dengan serangga pada daerah kelainan kulit tersebut pada saat pasien tidur malam hari.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Keluarga pasien mengatakan, pasien pernah menderita penyakit campak 6 bulan yang lalu.
Dan dirawat di rumah sakit selama 5 hari.

RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA


Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keluhan yang sama seperti pasien.

C. STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan Gizi : Cukup (BB: 45 Kg)
Tanda-Tanda Vital
Tekanan Darah : Tidak diperiksa
Nadi : 86 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : Afebris
Kepala : Normosefali
Mata : Konjungtiva tidak anemis, tidak ikterik
Leher : Kelenjar getah bening tidak teraba membesar
Thoraks : Tidak dilakukan
Abdomen : Tidak dilakukan
Genitalia : Dalam batas normal
Ekstremitas : Dalam batas normal

D. STATUS DERMATOLOGI
Distribusi : Bilateral
Regio : Pedis dextra-sinistra
Efloresensi Primer : Papula / nodul
Ukuran : Numular / lentikular
Jumlah : Multipel
Bentuk : Bundar teratur
Efloresensi Sekunder : Krusta
Sifat Lesi : Permukaan kasar, dasar nodul, keadaan sekitar hiperpigmentasi
lesi terpisah satu dengan yang lain

E. LABORATORIUM
Tidak dilakukan

F. RESUME

G. DIAGNOSIS KERJA
Prurigo Nodularis
H. DIAGNOSIS BANDING
Dermatitis Atopik
Liken Simpleks Kronik

I. PEMERIKSAAN ANJURAN
Pemeriksaan darah
Elektrolit
Kimia darah
Laju endap darah

J. PENATALAKSANAAN
1. Nonmedikamentosa
a. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien tentang penyakit ini adalah penyakit yang
disebabkan oleh bahan aktif dari serangga.
b. Menganjurkan pasien/keluarga pasien untuk sentiasa menjaga kebersihan diri, pakaian,
dan lingkungan sekitarnya.
a. Mencuci bagian yang terkena dengan sabun mandi dan air bersih dapat mencegah
munculnya dermatitis linearis atau bentuk yang lebih berat.
b. Menjaga pintu dan jendela tertutup. Tidur dengan kelambu. Periksa sebelum tidur
barang kali ada kumbang (terutama pada dinding dan plafon area sekitar lampu).
c. Jika kita melihat ada kumbang, bunuh kumbang tersebut. Alat untuk membunuh
kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan buang di tempat sampah.
2. Medikamentosa
a. Triamsinolon asetonida 5-10 mg/ml. Dosis 0,1-0,2 ml setiap tempat suntikan dengan
jarak suntikan 1 kali seminggu.
b. Talidomid 2 x 100 mg per hari dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 bulan

K. PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Quo ad sanationam : ad bonam
Quo ad kosmetikam : ad bonam