Anda di halaman 1dari 3

2.

Fungsi Luhur

b) Memori

Bagian otak yang berfungsi sebagai memori atau pengingat adalah Lobus temporal
(korteks medial limbic). Bila terjadi kerusakan pada daerah ini, dimungkinkan terjadi:

 Memori jangka pendek terganggu (lebih banyak yang verbal pada lesi kiri dan
visuospasial pada yang kanan).
 agresi berkurang atau meningkat.
 gangguan emosional
 depresi
 mania (biasanya pada lesi kanan)
 halusinasi /ilusi.

Bentuk pemeriksaan yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi luhur memori:

 Mengulang angka-angka (minimal 6 digit)


 Mengulang kalimat
 menyebut peristiwa-peristiwa dunia
 menanyakan nama anggota keluarganya

e) Visuospasial

Bagian otak yang berfungsi dalam pengelihatan dan pengenalan objek adalah Lobus
parietal hemisfer kanan dan Lobus temporal (korteks medial limbic) hemisfer kanan.
Bila terjadi kerusakan pada otak bagian tersebut, dimungkinkan terjadi:

 gangguan visuo spasial


 disorientasi geografik
 apraksia berpakaian
 tidak gigih
Bentuk pemeriksaan Visuospasial:

 mengenal obyek
 mengkopi gambar geometrik sederhana
 membaca jam

https://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2016/09/FUNGSI-
KORTIKAL-LUHUR.pdf. Diakses pada tanggal 17 Mei 2018 Pukul 21.05.

6. Proses Neurotransmitter

Neurotransmiter membawa sinyal menyebrangi sinap. Proses pelepasan


neurotransmiter sebagai berikut:

1. Ketika potensial aksi di neuron prasinaps telah menjalar ke terminal akson


(langkah 1) perubahan potensial lokal ini memicu terbukanya saluran Ca2.
berpintu voltase disynaptic knob.
2. Karena Ca2+ jauh lebih pekat di CES dan gradien listriknya mengarah ke dalam,
maka ion ini mengalir ke dalam synaptic knob melalui saluran-saluran yang
terbuka (langkah 2).
3. Ca2+ memicu pelepasan neurotransmiter dari sebagian vesikel sinaps ke dalam
celah sinaps (langkah 3). Pelepasa ini terlaksana dengan eksositosis.
4. Neurotransmiter yang dibebaskan berdifusi menyeberangi celah dan berikatan
dengan reseptor protein spesifik di membran subsinaps, bagian membran pasca
sinaps yang tepat berada di bawah synaptic knob (langkah 4).
5. Pengikatan ini memicu terbukanya saluran-saluran ion spesifik di membran
subsinaps, mengubah permeabilitas neuron pascasinaps terhadap ion (langkah
5). Ini adalah saluran-saluran berpintu kimiawi, yang berbeda dari saluran
berpintu voltase yang berperan dalam pembentukan potensial aksi dan influks
Ca2+ ke dalam synaptic knob.
Gambar 1. Struktur dan fungsi sinap

Sumber: Sherwood Lauralee. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. EGC: Jakarta.
2012