Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3
KOTA TEGAL
Jl. Gajahmada No. 72 D Tegal
Telpon (0283) 356081 Fax ( 0283 ) 357718 Kode Pos 52113 Email: smkn03tegal@yahoo.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER… (GANJIL/GENAP) TAHUN PELAJARAN ........
A Komponen Layanan Dasar
B Bidang Layanan Sosial
C Topik layanan Konflik sosial
D Fungsi Layanan Pemahaman dan pengembangan
Peserta didik dapat memahami tentang konflik, faktor
E Tujuan Umum penyebab, macam-macam, bentuk-bentuk, dampak dan
cara mengatasi konflik sosial
1. Peserta didik dapat memahami pengertian konflik
sosial
2. Peserta didik dapat memahami faktor penyebab
konflik
F Tujuan Khusus
3. Peserta didik dapat memahami macam-macam konflik
4. Peserta didik dapat memahami bentuk-bentuk konflik
5. Peserta didik dapat memahami dampak konflik sosial
6. Peserta didik dapat memahami cara mengatasi konflik
Sasaran layanan Kelas XII
G
1. pengertian konflik sosial
2. faktor penyebab konflik
3. macam-macam konflik
H Materi layanan
4. bentuk-bentuk konflik
5. dampak konflik sosial
6. cara mengatasi konflik
I Waktu 1 x 45 menit
http://forum.teropong.id/2017/10/23/pengertian-konflik-
J
Sumber sosial-penyebab-jenis-bentuk-dampak-dan-cara-
mengatasinya/
K Metode/ Teknik
Ceramah
L Media/Alat
Lcd, power point
N
Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
a. Pernyataan Tujuan 1. Guru Bimbingan dan Konseling menyapa peserta didik,
menanyakan kabar dan mengajak berdoa
2. Guru bimbingan dan konseling memberikan Ice
Breaking yaitu ikuti yang dilihat.
3. Guru bimbingan dan konseling menanyakan kesiapan
siswa
4. Guru Bimbingan dan Konseling menyampaikan tentang
tujuan tujuan khusus yang akan dicapai
b. Penjelasan tentang Guru Bimbingan dan Konseling menjelaskan langkah-
langkah-langkah langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab peserta
kegiatan didik.
c. Mengarahkan kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling memberikan penjelasan
(konsolidasi) tentang konflik sosial
Guru Bimbingan dan Konseling menanyakan kesiapan
d. Tahap Peralihan
peserta didik melaksanakan kgeiatan, dan memulai ke
(Transisi)
tahap inti
2. Tahap Inti
Peserta didik melakukan berbagai kegiatan sesuai
a. Kegiatan peserta didik langkah-langkah dan tugas serta tangggung jawab yang
telah dijelaskan.
b. Kegiatan guru
Bimbingan dan Guru Bimbingan dan Konseling memberikan materi
Konseling atau tentang konflik sosial yang telah disiapkan
konselor
3. Tahap Penutup
a. Guru Bimbingan dan Konseling memberikan
penguatan
b. merencanakan tindak lanjut.
O Evaluasi
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. Melakukan ice breaking bernyanyi sayonara
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan :
(contoh :semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
1. Evaluasi Proses 3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya : sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan
topik/ tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit
dipahami
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:
1. Merasakan suasana pertemuan: menyenangkan/
kurang menyenangkan/tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang penting/
tidak penting
2. Evaluasi Hasil
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan: mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang menarik/ tidak
menarik untuk diikuti
Mengetahui Tegal, ......................
Kepala Sekolah, Guru BK/ Konselor
Lampiran

A. Pengertian Konflik Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya terdapat interaksi sosial yang terjadi


baik antar perseorangan atau antar kelompok, maupun antara kelopok dengan individu.
Nah, di dalam interaksi tersebut, terdapat kemungkinan-kemingkinan untuk timbulnya
konflik. Maka dari itu, kita akan membahas apa itu konflik sosial. Kata konflik berasal
dari bahasa Latin “confegere” yang berarti saling memukul. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), konflik berarti pertentangan, percekcokan, atau perselisihan.
Dalam sudut ilmu sosiologi, konflik sosial dapat diartikan sebagai berbagai masalah
sosial yang menimbulkan pertentangan dalam kehidupan masyarakat atau bernegara,
yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat atau pandangan tertentu, akibat tidak
adanya rasa toleransi dan perasaan saling mengerti akan kebutuhan individu masing-
masing.

B. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial


1. Memiliki Perbedaan Pandangan
Perbedaan pandangan dan pendapat seringkali menjerumuskan kedua kelompok atau
lebih terlibat dalam konflik sosial. Perbedaan-perbedaan pandangan tersebut terjadi
karena adanya perbedaan cara berpikir serta tujuan akhir yang ada pada masing-
masing kelompok. Perbedaan ini sebenarnya dapat dihindari apabila di dalam
kelompok tersebut memiliki suatu perasaan saling menghormati dan rasa toleransi
yang tinggi
2. Saling Bergantung
Antara kelompok satu dengan yang lainnya pasti saling memiliki ketergantungan
untuk mencapai suatu tujuan. Hingga sikap saling ketergantungan tersebutlah dapat
menimbulkan konflik jika tidak adanya persatuan tujuan antara kedua kelompok
3. Masalah Komunikasi
Komunikasi merupakan modal utama dalam melakukan proses sosialisasi. Jika
komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka kemungkinan untuk timbulnya konflik
semakin besar, dikarenakan maksud dan tujuan yang disampaikan tidak sepenuhnya
didengar akibat komunikasi yang kurang baik
4. Adanya Struktur Organisasi
Dalam sebuah organisasi atau kelompok, pastilah memiliki structural dalam
menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mempermudah dalam mencapai
tujuan bersama. Namun, seringkali antara struktur yang satu dengan yang lain tidak
mencapai kata sepakat dalam menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga timbullah
konflik
5. Perbedaan Sifat Manusia
Kita semua mengetahui, bahwasanya terdapat berbagai macam kepribadian manusia
di lingkungan kita. Antara orang yang satu dengan yang lain tentunya memiliki
kepribadian yang berbeda. Ada yang memiliki rasa memahami yang besar, ada orang
yang egois, ada orang yang dictator, dan lain sebagainya
C. Macam-Macam Jenis Konflik Sosial
1. Konflik Sosial
Sebenarnya, konflik sosial merupakan suatu haris besar dari berbagai macam konflik
yang terjadi di dalam masyarakat. Baik antar kelompok, antar individu, dan lain
sebagainya, jika telah adanya konflik yang terjadi antara lebih dari satu orang, maka
dapat dikatakan konflik sosial
2. Konflik Antar Kelompok
Konflik ini terjadi antara kelompok yang satu dengan yang lainnya, bisa jadi antar
dua kelompok, atau lebih. Konflik antar kelompok umumnya disebabkan karena
perbedaan tujuan dan persaingan yang tidak sehat dalam mencapai tujuan kelompok
masing-masing
3. Konflik Antar Negara (Internasional)
Konflik ini terjadi antar dua negara atau lebih. Biasanya, konflik ini dipicu oleh
adanya satu pihak yang keberatan dengan kebijakan-kebijakan negara yang lainnya,
sehingga timbullah konflik
4. Konflik Antar Partai Politik atau Organisasi (Politik)
Konflik ini juga sama seperti konflik yang terjadi antar kelompok, dimana terjadi
perselisihan antara partai atau organisasi satu dengan partai atau organisasi yang
lainnya.
5. Konflik Antar Individu Dengan Kelompok
Konflik ini ditimbulkan oleh karena adanya kelompok-kelompok tertentu yang tidak
sependapat dengan individu atau perseorangan, sehingga timbullah konflik
6. Konflik Rasial
Merupakan konflik yang terjadi antara suku atau ras yang satu dengan yang lain,
yang disebabkan karena adanya perbedaan fisik
D. Bentuk-Bentuk Konflik Sosial
1. Berdasarkan Posisi Pelaku

 Konflik Horizontal, merupakan konflik yang terjadi antara ndividu atau


kelompok yang mempunyai kedudukan yang relatif sama
 Konflik Vertikal, yaitu konflik yang terjadi antar komponen masyarakat yang
memiliki structural
 Konflik Diagonal, Merupakan konflik akibat tidak meratanya pendistibusian
sumber daya ke setiap organisasi sehingga muncullah konflik yang ekstrem

2. Berdasarkan Sifatnya

 Konflik Destruktif, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perasaan dendam atau
benci kepada kelompok lainnya
 Konflik Konstruktif, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perbedaan
pandangan antar kelompok

3. Berdasarkan Sifat Pelakunya

 Konflik Terbuka, ialah konflik yang diketahui oleh semua pihak, seperti konflik
antara Israel dan Palestina
 Konflik Tertutup, yaitu konflik yang hanya diketahui oleh orang tertentu saja,
seperti konflik dalam keluarga

E. Dampak Konflik Sosial


1. Dampak Negatif

 Meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok yang berkonflik dengan


kelompok yang lain, karena memiliki pemahaman yang sama untuk menjatuhkan
pihak lawan
 Keretakan hubungan antar kelompok atau individu yang bertikai atau berkonflik
 Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
 Perbuahan kepribadian pada individu, misalnya timbul dendam, benci, dan saling
curiga

2. Dampak Positif

 Tuntasnya Permasalahan, maksudnya, jika misalnya terjadi perbedaan pendapat


dalam suatu diskusi atau forum, maka pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk
dijelaskan, sehingga akan tuntas
 Dapat berfungsi sebagai sarana-sarana untuk mencapai keseimbangan kekuatan-
kekuatan di dalam masyarakat
 Dapat menghidupkan kembali norma lamadan menciptakan norma baru
 Memungkinkan adanya penyesuaian kembali terhadap norma-norma lama yang
dianggap tidak bisa mewakili kehidupan sekarang

F. Cara Mengatasi Konflik Sosial


1. Paksaan (Koersi)
Cara ini dilakukan oleh pihak-pihak yang kuat secara fisik ataupun kekuatan dan
dayanya untuk menekan dan memaksa pihak-pihak yang berkonflik untuk
menyudahi perselisihan mereka. Paksaan ini dapat dilakukan secara psikologis
maupun secara fisik. Pihak yang memaksa pada dasarnya juga mengajukan syarat-
syarat perdamaian yang harus disetujui oleh kedua belah pihak
2. Arbitrasi
Arbitrasi merupakan proses mengatasi konflik dengan menggunakan jasa pihak
ketiga sebagai penengah dan pemngambil keputusan. Arbitrasi sendiri berarti
keputusan wasit. Pihak ketiga ini dipilih secara bebas oleh kedua belah pihak yang
bersengketa, dan ia berhak menentukan cara-cara penyelesaian konflik tanpa harus
terikat dengan hukum dan peraturan.
3. Mediasi
Proses mediasi ini juga menggunakan pihak ketiga dalam upaya menyelesaikan
konflik, akan tetapi bedanya dengan arbitrasi ialah, pada proses mediasi, pihak
ketiga yang digunakan ialah pihak yang memiliki hubungan baik dengan kedua
belah pihak yang bersengketa. Sang mediator mengusulkan syarat-syarat
perdamaian kepada kedua belah pihak, dan seterusnya keputusan akhir tetap
diputuskan oleh pihak yang berkonflik.
4. Negosiasi
Negosiasi merupakan proses penyelesaian masalah dengan menggunakan iktikad
baik dari kedua belah pihak dengan cara mengadakan musyawarah secara bersama-
sama dan menyampaikan pokok permasalahan dan upaya penyelesaian