Anda di halaman 1dari 10

TEKNIK PONDASI II

Dibuat oleh :

RANGGA RAMADHANI
M1C114009

Dosen Pembimbing :
Dila Oktarise Dwina, S.T, M.T.
Alfira Silarukmi, S.T, M.Eng

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JAMBI
2018
METODE PELAKSANAAN PONDASI BORE PILE

0
Metode pelaksanaan pondasi bore pile ada 3 macam, yaitu metode kering,
metode basah, dan metode casing. Berikut penjelasan perbedaan metode yang
digunakan pada pelaksanaan pondasi bored pile.
A. Metode Kering
Metode bor kering menggunakan mata bore pile spiral untuk mengikis
tanah ,diputar sampai mata bor tersebut penuh terisi tanah biasanya per 0,5 meter
kemudian diangkat dan dibuang,begitu proses berjalan sampai dengan kedalaman
yang dibutuhkan.Terkadang juga diperlukan sedikit air untuk melunakan tanah
saat pengeboran.Perlu di ingat metode bore pile kering ini hanya bisa dilakukan
sampai dengan level air tanah ,jika sudah ditemukan air pada kedalaman tertentu
maka metode ini tidak bisa dilanjutkan karena tanah tidak bisa diangkat keatas.
Untuk proses selanjutnya seperti fabrikasi besi dan pengecoran sama
dengan metode wash boring,untuk pemasangan pipa tremi jika didalam lubang
bor tidak terdapat air tidak terlalu dibutuhkan,karena tidak terlalu berpengaruh.
1. Metode kering cocok digunakan pada tanah diatas muka air tanah yang ketika
di bor dinding lubangnya tidak longsor, seperti lempung kaku homogen.
2. Metode kering dapat dilakukan pada tanah dibawah muka air tanah, jika
tanahnya mempunyai permeabilitas rendah, sehingga ketika dilakukan
pengeboran, air tidak masuk ke dalam lubang bor saat lubang masih terbuka
3. Pada metode kering, lubang dibuat menggunakan mesin bor tanpa pipa
pelindung tanpa casing
4. Dasar lubang bor yang kotor oleh rontokan tanah dibersihkan, tulangan yang
telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor dan kemudian dicor.

1
B. Metode Basah (Wash Boring)
Metode ini menggunakan mata bore pile cross bit untuk mengikis
tanah,yang diputar menggunakan stang bor yang terhubung dengan selang air
yang berfungsi meneruskan dorongan air dari mesin alkon pompa sampai ujung
mata bor tersebut.Dorongan air tersebut berfungsi mempercepat pengeboran serta
mengangkat lumpur limbah bore pile keatas dari dasar lubang bor. Limbah lumpur
tersebut dialirkan kegalian sirkulasi yang sudah dibuat sebelumnya yang telah
diisi air ,begitulah proses pengeboran pondasi bore pile berjalan,air digalian
sirkulasi disedot menggunakan pompa alkon dan lumpur bor masuk kedalam
galian sirkulasi,sampai air bercampur lumpur menjadi pekat saatnya untuk
membuang limbah digalian sirkulasi untuk diganti dengan air yang baru.
Pengeboran bore pile jika sudah sampai kedalaman yang dibutuhkan,maka
proses selanjutnya adalah pemasangan rakitan besi kedalam lubang bor sesuai
dengan spesifikasi yang ditentukan.Pipa tremi dimasukan kedalam lubang
didalam lingkaran rakitan besi bor pile sampai kedasar lubang,ini berfungsi untuk
meneruskan beton pada saat pengecoran nanti supaya terjaga kualitas beton yang
dihasilkan.Proses selanjutnya tentu saja pengecoran sampai lubang penuh dan
lebih baik jika beton dilebihkan sedikit dari lubang agar hasilnya baik dan air
yang bercampur lumpur terbuang semua.
1. Metode basah umumnya dilakukan bila pengeboran melewati muka air tanah,
sehingga lubang bor selalu longsor bila dindingnya tidak ditahan.
2. Agar lubang tidak longsor, di dalam lubang bor diisi dengan larutan tanah
lempung atau larutan polimer, jadi pengeboran dilakukan dalam larutan
3. Jika kedalaman yang diinginkan telah tercapai, lubang bor dibersihkan dan
tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor yang masih
berisi cairanbentonite (Polymer)
4. Adukan beton dimasukkan ke dalam lubang bor dengan pipa tremie, larutan
bentonite akan terdesak dan terangkut ke atas oleh adukan beton
5. Larutan yang keluar dari lubang bor, ditampung dan dapat digunakan lagi
untuk pengeboran di lokasi selanjutnya.

2
C. Metode Casing
Metode ini digunakan bila lubang bor sangat mudah longsor, misal tanah
di lokasi adalah pasir bersih di bawah muka air tanah. Untuk menahan agar lubang
tidak longsor digunakan pipa selubung baja (casing). Pemasangan pipa selubung
ke dalam lubang bor dilakukan dengan cara memancang, menggetarkan atau
menekan pipa baja sampai kedalaman yang ditentukan. Sebelum sampai
menembus muka air tanah, pipa selubung di masukkan. Tanah di dalam pipa
selubung dikeluarkan saat penggalian atau setelah pipa selubung sampai
kedalaman yang diinginkan. Larutan bentonite kadang-kadang digunakan untuk
menahan longsornya dinding lubang, bila penggalian sampai di bawah muka air
tanah. Setelah pipa selubung sampai pada kedalaman yang diinginkan, lubang bor
lalu dibersihkan dan tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam pipa
selubung. Adukan beton dimasukkan ke dalam lubang dan pipa selubung ditarik
ke atas, namun kadang-kadang pipa selubung ditinggalkan di tempat.
1. Metode ini digunakan jika lubang bor sangat mudah longsor, misalnya tanah
dilokasi adalah pasir bersih di bawah muka air tanah.
2. Untuk menahan agar lubang bor tidak longsor digunakan pipa selubung
baja (Casing)
3. Pemasangan pipa selubung ke dalam lubang bor dilakukan dengan cara
memancang, menggetarkan atau menekan pipa baja sampai kedalaman yang
ditentukan.
4. Sebelum sampai menembus muka air tanah pipa selubung dimasukkan.
5. Tanah di dalam pipa selubung dikeluarkan saat penggalian atau setelah pipa
selubung sampai kedalaman yang diinginkan. Kemudian lubang bor
dibersihkan kemudian tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam
pipa selubung
6. Adukan beton dimasukkan ke dalam lubang (bila pembuatan lubang digunakan
larutan, maka untuk pengecoran digunakan pipa tremie)
7. Pipa selubung ditarik ke atas, namun kadang-kadang pipa selubung
ditinggalkan di tempat.

3
METODE PELAKSANAAN PONDASI TIANG PANCANG

Tiang pacang harus dirancang, dicor dan dirawat untuk memperoleh


kekuatan yang diperlukan sehingga tahan terhadap pengangkutan, penanganan,
dan tekanan akibat pemancangan tanpa kerusakan. Tiang pancang segi empat
harus mempunyai sudut-sudut yang ditumpulkan. Pipa pancang berongga (hollow
piles) harus digunakan bilamana panjang tiang yang diperlukan melebihi dari
biasanya.
Baja tulangan harus disediakan untuk menahan tegangan yang terjadi akibat
pengangkatan, penyusunan dan pengangkutan tiang pancang maupun tegangan
yang terjadi akibat pemncangan dan beban-beban yang didukung. Selimut beton
tidak boleh kurang dari 40 mm dan bilamana tiang pancang terekspos terhadap air
laut atau korosi lainnya, selimut beton tidak boleh kurang dari 75 mm.
Langkah pelaksanaan pondasi tiang pancang dapat dilihat pada Gambar 1.

Mengatur lalu lintas dan jalan akses Produksi tiang pancang


untuk mobilisasi alat pemancang

Membawa tiang pancang


Mengatur posisi tiang ke lokasi

Pemancangan tiang

Penyambungan tiang

Kepala tiang

Gambar 1 Langkah Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang

4
Pelaksanaannya akan dijelaskan seperti dibawah ini :
1. Persiapan Lokasi Pemancangan
Mempersiapkan lokasi dimana alat pemancang akan diletakan, tanah haruslah
dapat menopang berat alat. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang
berada di bawah permukaan tanah asli, maka galian harus dilaksanakan
terlebih dahulu sebelum pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar
dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian diluar batas-batas yang
ditunjukan oleh gambar kerja.
2. Persiapan Alat Pemancang
Pelaksana harus menyediakan alat untuk memancang tiang yang sesuai
dengan jenis tanah dan jenis tiang pancang sehingga tiang pancang tersebut
dapat menembus masuk pada kedalaman yang telah ditentukan atau mencapai
daya dukung yang telah ditentukan, tanpa kerusakan. Bila diperlukan,
pelaksana dapat melakukan penyelidikan tanah terlebih dahulu.
Alat pancang yang digunakan dapat dari jenis drop hammer, diesel atau
hidrolik. Berat palu pada jenis drop hammer sebaiknya tidak kurang dari
jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. Sedangkan untuk diesel hammer
berat palu tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang total beserta
topi pancangnya ditambah 500 kg dan minimum 2,2 ton.

Gambar 2 Alat Pemancang


3. Penyimpanan Tiang Pancang
Tiang pancang disimpan di sekitar lokasi yang akan dilakukan
pemancangan. Tiang pancang disusus seperti piramida, dan dialasi dengan

5
kayu 5/10. Penyimpanan dikelompokan sesuai dengan type, diameter,
dimensi yang sama.

Gambar 3 Penyimpanan Tiang Pancang

4. Pemacangan
Kepala tiang pancang harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel.
Tiang pancang diikatkan pada sling yang terdapat pada alat, lalu ditarik
sehingga tiang pancang masuk pada bagian alat.

Gambar 4 Tiang Pancang Ditarik dengan Sling

6
Gambar 5 Tiang Pancang Dimasukan pada Bagian Alat

Gambar 6 Tiang Pancang Diluruskan

7
Gambar 7 Kemiringan Dicek Dengan Waterpass

Setelah kemiringan telah sesuai, kemudian dilakukan pemancangan


dengan menjatuhkan palu pada mesin pancang.

Gambar 8 Pemancangan Tiang Pertama

8
Bila kedalaman pemancangan lebih dalam dari pada panjang tiang
pancang satu batang, maka perlu dilakukan penyambungan dengan tiang
pancang kedua, yaitu dengan pengelasan.

Gambar 9

Penyambungan Tiang Pancang dengan


Pengelasan

Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi


tertentu sesuai dengan perencana atau Direksi Pekerjaan. Selanjutnya dilakukan
pemancangan di titik berikutnya dengan langkah yang sama.