Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas keselarasan antara konsep dasar tinjauan teori dan
proses asuhan kebidanan pada Ny ”H” gestasi 38 minggu 4 hari dengan Partus lama di
ruang PONEK, RSUD Polewali Mandar tanggal 20 februari 2017.

Menurut tinjauan kasus, Ny “H” mengalami Partus lama yang diperoleh dari hasil
anamnesis ibu yang mengatakan bahwa dirinya mengalami nyeri perut tembus ke
belakang yang disertai dengan pelepasan lendir dan darah sejak pukul 02.00 wita.

Menurut Rohani dkk (2011) inpartu ditandai dengan keluarnya lendir bercampur
darah karena serviks mulai membuka dan mendatar.

Kemudian didukung oleh hasil pemeriksaan dalam yang di lakukan pada pukul
16.15 wita diperoleh hasil pembukaan serviks ibu yaitu 5 cm, yang berarti -+ 14 jam dari
pembukaan 0-5 cm.

Partus lama adalah fase laten lebih dari 8 jam. Persalinan telah berlangsung 12
jam atau lebih, bayi belum lahir. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan aktif
(Syaifuddin AB., 2002 : h 184).
Setelah dilakukan pengumpulan data dan pemeriksaan, di tegakkanlah diagnosa
Ny “H” GVII PVI A0, gestasi 38 minggu 4 hari, inpartu kala I fase aktif dengan
persalinan lama
Kemudian di lakukan penatalaksanaan sesuai dengan standar asuhan pelayanan
ibu dengan inpartu kala I fase aktif, dan dalam penatalaksanaan tidak di dapatkan
tanda-tanda yang kegawatdaruratan pada ibu maupun bayinya, sehingga observasi ibu
di lanjutkan. Pada VT kedua yang dilakukan setiap 4jam sekali diperoleh hasil Vulva
dan Vagina tidak ada kelainan, Pembukaan 8 cm, Ketuban merembes, Penurunan
hodge IV, Penumbungan tidak ada, Portio tipis, Kesan panggul cukup, Pelepasan
lendir dan darah, yang menunjukkan adanya kemajuan persalinan.
Jam 20.10 wita ibu mengatakan ada tekanan pada anus, merasa ingin BAB, sakit
perut tembus ke belakang bertambah sering dan kuat, ada dorongan kuat untuk
meneran sehingga di lakukan pemeriksaan dalam yang ke 3 dan di dapatkan
pembukaan sudah lengkap, kemudian dilakukanlah penatalaksanaan sesuai dengan
standar asuhan pelayanan ibu dengan kala II.
Jam 20.20 wita bayi lahir spontan, segera menangis, JK=Laki-laki, BB=3.600 gr,
PB=48 cm, LK=33 cm LD=30 cm.

Menurut Saifudin AB, (2007: h 185) Pada prinsipnya persalinan lama dapat
disebabkan oleh : Faktor janin (janin besar).

kemudian dilakukan peregangan tali pusat terkendali kemudian plasenta lahir


jam 20.25 wita sekitar 5 menit setelah lahirnya bayi. Kemudian di lakukan
penatalaksanaan sesuai dengan standar asuhan pelayanan ibu dengan kala IV, dan
melakukan pemantauan kala IV selama 2 jam, yaitu setiap 15 menit pada jam pertama,
dan setiap 30 menit pada jam ke dua. Dan dalam pemantauan tidak di dapatkan
kelainan. Lalu semua alat di bereskan.

Dalam setiap penatalaksanaan yang dilakukan tidak terdapat kesenjangan


antara teori dan kasus yang di dapatkan, dan kehawatiran terjadinya kegawat daruratan
pada ibu dan bayi tidak terjadi.