Anda di halaman 1dari 23

PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM MAKALAH

MAHASISWA

Laporan Penelitian

Disusun sebagai Persyaratan Untuk mengikuti Ujian Mata Kuliah


Bahasa Indonesia yang Diampu oleh Jafar Lantowa, S.Pd.,M.A.

OLEH

M. RIYANTO PULUHULAWA

NIM. 931 414 146

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
JUNI 2015
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................

1.1 Latar Belakang .....................................................................................


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................
1.3 Tujuan ..................................................................................................
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................
2.1 Pengertian Konjungsi ...........................................................................
2.2 Jenis – Jenis kata penghubung .............................................................
2.2.1 Konjungsi Koordinatif ...............................................................
2.2.2 Konjungsi Subordinatif .............................................................
2.2.3 Konjungsi Korelatif ...................................................................
2.2.4 Konjungsi Antarkalimat ............................................................
BAB III METODE PENELITIAN ...............................................................
3.1 Metode Penelitian ................................................................................
3.2 Data dan Sumber Data .........................................................................
3.3 Tehnik Pengumpulan Data ...................................................................
3.4 Tehnik Analisis Data ...........................................................................
3.5 Tehnik Penyajian Data .........................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................
4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................
4.2 Pembahasan ..........................................................................................
BAB V PENUTUP..........................................................................................
5.1 Kesimpulan ..........................................................................................
5.1 Saran ....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmat dan taufik-Nya sehingga proposal ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Proposal penelitian berjudul tentang penggunaan konjungsi dalam
makalah mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo. Penulisan proposal ini
merupakan salah satu syarat Persyaratan Ujian Mata Kuliah Bahasa Indonesia.
Penulis sangat berharap proposal ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan mengenai konjungsi atau kata
penghubung yang mana sangat berperan penting didalam membuat suatu
kalimat atau wacana dalam menyampaikan suatu Informasi. Penulis juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam proposal penelitian ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap
adanya kritik, saran, serta usulan demi perbaikan proposal penelitian yang telah
penulis buat untuk di masa yang akan datang. Mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun serta koreksi yang bermanfaat
dalam.
Semoga proposal mini sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya proposal yang telah disusun ini dapat berguna bagi
penulis sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Gorontalo , Juni 2015

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam
kehidupan manusia. Dalam berkomunikasi memerlukan sarana yang sangat
penting untuk menyampaikan informasi agar dapat dipahami oleh sesama
manusia. Sarananya yaitu bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan ide,
gagasan atau pendapat, perasaan, dan tujuan lainnya. Dengan bahasa juga
seseorang dapat menyampaikan informasi yaitu berupa ilmu pengetahuan baik
melalui lisan maupun tulisan. Informasi berupa tulisan seperti karya Ilmiah
yang biasanya kita kenal dengan makalah.
Makalah menurut KBBI (2008:408) adalah karya tulis pelajar atau
mahasiswa yang berisi laporan hasil tugas-tugas yang dibebankan, tulisan
ilmiah yang disajikan dalam sidang atau diskusi. Makalah merupakan salah
satu karya ilmiah yang sering kita buat dalam membuat suatu tulisan. Dalam
makalah memuat begitu banyak wacana/paragraf yang satu-kesatuan terpadu.
Dalam makalah tentu memiliki kata penghubung atau yang biasanya disebut
dengan konjungsi. Konjungsi adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-
satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata , antara frase dengan frase, antara
klausa dengan klausa, atau antara kalimat dengan kalimat Abdul chaer (2008 :
98). Tanpa kehadiran konjungsi, adakalanya pertalian makna yang dinyatakan
tidak jelas, sehingga informasi yang disampaikan kurang padu. Ketepatan
pemakaian bahasa menempatkan kata penghubung dalam kalimat yang dibuat,
akan memudahkan orang untuk memahami apa yang ingin disampaikan, baik
secara lisan maupun tertulis (Kridalaksana, 1986: 45).
Menurut Tjiptaji dan Negoro (1975: 90) kata penghubung ialah kata yang
menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase ataupun kalimat dengan
kalimat. Selanjutnya, Ambary (1983: 132) kata sambung atau kata penghubung
ialah kata yang bertugas menghubungkan kalimat, bagian kalimat atau kata
dengan sekaligus menentukan macam hubungannya.
Menurut Kridalaksana (1997:235) kata tugas yaitu yang menghubungkan
dua klausa atau lebih atau konjungsi merupakan kata sambung. Menurut
Moeliono (1996:235), mengatakan bahwa kata penghubung atau konjungsi
adalah kata untuk meluaskan satuan yang baru dalam konjungsi hipotaksis dan
selalu menghubungkan bagian-bagian ujaran baik yang setara maupun tidak
setara.
Berdasarkan definisi dapat disimpulkan bahwa kata penghubung atau
kata sambung atau konjungsi adalah kata yang dipergunakan untuk
menghubungkan antara satuan dengan satuan yang lain. Hubungan satuan
dengan satuan tersebut dapat berupa kata dengan kata, frase dengan frase,
klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragaf.
Abdul chaer (2008:98) menjelaskan bahwa berdasarkan sifat
hubungannya, konjungsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu konjungsi
koordinatif dan konjungsi subordinatif. Konjungsi koordinatif ialah konjungsi
yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) atau lebih yang
kedudukannya sederajat atau setara, sedangkan konjungsi subordinatif ialah
konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) atau lebih yang
kedudukannya tidak sederajat.Pada penelitian ini, penulis menitikberatkan
objek penelitian pada konjungsi koordinatif. Konjungsi ini digunakan dalam
kontruksi kalimat majemuk setara. Alwi (2003:297) menjelaskan bahwa
konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain karena konjungsi ini,
di samping menghubungkan klausa, juga dapat menghubungkan kata. Dalam
buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Anton Moeliono dkk (2003:297)
mengatakan bahwa konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang
menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya atau memiliki
sintaksis yang sama.
Penggunaan konjungsi terdapat pada bahasa tulis dan bahasa lisan. Pada
ragam bahasa tulis dapat ditemukan dalam surat kabar, majalah, tabloid, novel,
cerpen, karya ilmiah, dan sebagainya. Salah satu ragam bahasa tulis yang akan
dijadikan sumber data penelitian ini ialah ragam bahasa tulis pada karya ilmiah,
yaitu makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Univesitas Negeri Gorontalo. Makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi
khususnya kelas C Pendidikan Ekonomi, merupakan makalah salah satu tugas
mata kuliah Pengantar Bisnis. Salah satu tujuan pokok makalah adalah untuk
meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran
logis dan pengorganisasian yang sitematis memang perlu untuk diketahui
(Asna Ntelu,dkk). Tujuan tersebut membuat peneliti berinisiatif untuk
menganalisis atau melakukan penelitian apakah makalah mahasiswa telah
sesuai dengan tujuan ini atau tidak.
Dalam makalah mahasiswa, berdasarkan observasi penulis banyak
ditemukannya penggunaan konjungsi koordinatif bila dibandingkan dengan
konjungsi yang lain (konjungsi subordinatif). Selain itu, sepengetahuan penulis
yang mengambil konjungsi sebagai objek penelitian pada makalah Pengantar
Bisnis belum ada. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk memilih objek ini
dengan menggunakan sumber data dari kelas D S1 manajemen (salah satu
nama kelas). Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan konjungsi
koordinatif dan, atau, sedangkan dalam makalah mahasiswa khususnya mata
kuliah tentang Pengantar Bisnis.
1. Mereka ada yang berhasil mengembangkan dan memperbesar nilai
bisnisnya yang makin lama makin maju.
2. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat
dalam pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan
keuntungan.

Contoh data (1 dan 2) di atas merupakan kalimat majemuk setara. Masing-


masing kalimat majemuk setara tersebut menggunakan konjungsi koordinatif
dan,atau,sedangkan. Kalimat majemuk setara pertama adalah Mereka ada
yang berhasil mengembangkan dan memperbesar nilai bisnisnya yang makin
lama makin maju. Data (1) adalah kalimat majemuk setara yang terdiri atas dua
buah klausa. Klausa pertama merupakan klausa bebas, Mereka ada yang
berhasil mengembangkan dan memperbesar nilai bisnisnya yang makin lama
makin maju. Klausa bebas pertama dihubungkan oleh konjungsi koordinatif
dan dengan klausa bebas kedua. Artinya, gabungan antara klausa bebas
pertama dengan klausa bebas kedua membentuk sebuah kalimat majemuk
setara.

Pada data (2), konjungsi koordinatif sedangkan, atau terlihat dalam satu
kalimat yang membentuk satu klausa bebas. Pada klausa kedua terlihat
penggunaan konjungsi koordinatif sedangkan yang keliru karena terletak
diawal kalimat. Semua konjungsi atau kata penghubung tidak bisa terletak
diawal kalimat karena tidak akan membentuk suatu kalimat yang bermakna
setara.

( Gambar 1.1 Makalah Pengantar Bisnis)

Perubahan kalimat yang benar serta penggunaan konjungsi koordinatif yang


tepat sebagai berikut :

Menurut Skinner (1992), bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang
yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Menurut arti dasarnya
bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and services,
Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam
pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan keuntungan.
Dari penjelasan mengenai masalah penggunaan konjungsi yang akan
diteliti pada makalah Pengantar Bisnis mahasiswa kelas D S1 manajemen,
penulis akan mencoba untuk meneliti mengenai penggunaan konjungsi
koordinatif serta melihat kesalahan penggunaan konjungsi koordinatif pada
makalah mahasiswa.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, ada dua masalah yang dapat
dirumuskan terkait dengan penggunaan konjungsi koordinatif dalam makalah
Pengantar Bisnis, yaitu sebagai berikut.
1. Bagaimana penggunaan konjungsi koordinatif pada makalah Pengantar
Bisnis mahasiswa S1 manajemen ?
2. Bagaimana Kesalahan pengunaan konjungsi koordinatif pada makalah
Pengantar Bisnis mahasiswa S1 manajemen?

1.3 Tujuan
1. Mendeskripsikan konjungsi-konjungsi koordinatif yang digunakan dalam
makalah Pengantar Bisnis mahasiswa S1 manajemen.
2. Mendeskripsikan Kesalahan pengunaan konjungsi koordinatif pada
makalah Pengantar Bisnis mahasiswa S1 manajemen.
BAB II

LANDASAN TOERI

2.1Pengertian Konjungsi
Menurut Tjiptaji dan Negoro (1975: 90) kata penghubung ialah kata yang
menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase ataupun kalimat dengan
kalimat. Selanjutnya, Ambary (1983: 132) kata sambung atau kata penghubung
ialah kata yang bertugas menghubungkan kalimat, bagian kalimat atau kata
dengan sekaligus menentukan macam hubungannya.
Konjungsi adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis,
baik antara kata dengan kata ,antara frase dengan frase,antara klausa dengan
klausa,atau antara kalimat dengan kalimat (Chaer, 2008 : 98).
Menurut Djajasudarma (2010:51) Konjungsi disebut pula kata sambung,
berfungsi menghubungkan dua unsur atau lebih pada tataran sintaksis. Materi
penelitian konjungsi melibatkan kalimat dari tataran yang terkecilnya.
Konjungsi adalah hubungan dua unsur bahasa, baik antarklausa,
antarkalimat, maupun antarparagraf dengan menggunakan perangkat atau
peranti penghubung (Halliday dan Hasan, 1979:226).
Konjungsi adalah kata yang dipergunakan untuk menggabungkan kata
dengan kata, frasa dengan frase, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat,
atau paragraf dengan paragraf (Rusminto, 2009: 30).
Berdasarkan definisi dapat disimpulkan bahwa kata penghubung atau kata
sambung atau konjungsi adalah kata yang dipergunakan untuk menghubungkan
antara satuan dengan satuan yang lain. Hubungan satuan dengan satuan
tersebut dapat berupa kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan
klausa, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragaf.

2.2 Jenis kata penghubung dilihat dari perilaku sintaktiknya


Dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, konjungsi dibagi menjadi
lima kelompok: (1) konjungsi koordinatif, (2) konjungsi subordinatif, (3)
konjungsi korelatif, (4) a, konjugsi antarkalimat (Alwi, dkk., 2003: 297).
Dalam hal ini ditambahkan lagi b, konjungsi intrakalimat dan (5) konjungsi
antarparagraf oleh (Chaer 1993: 112).
1. Konjungsi Koordinatif
Konjugsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya
atau memiliki status yang sama dinamakan konjungsi koordinatif. Konjungsi
koordinatif menggabungkan dua klausa atau lebih yang masing-masing
mempunyai kedudukan yang setara dalam struktur konstituen kalimat.
Hasilnya adalah satuan yang sama kedudukannya. Hubungan antara klausa-
klausanya tidak menyangkut satuan yang membentuk hierarki karena klausa
yang satu bukanlah konstituen dari klausa yang lain (Alwi, dkk,2003: 297).
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur
atau lebih dari kedua unsur itu memiliki status sintaktik yang sama, sebagai
berikut:
a. Konjungsi dan, menandai hubungan penjumlahan.
b. Konjungsi atau, menandai hubungan pemilihan.
c. Konjungsi tetapi, menandai hubungan perlawanan.
d. Konjungsi sedangkan, menandai hubungan pertentangan.
Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena
konjungsi itu disamping menghubungkan klausa juga dapat menghubungkan
kata. Meskipun demikian, frase yang dihasilkan bukanlah frase proposional.
2. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi Subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua
klausa, atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama
(Alwi, dkk., 2003: 299).
Ditinjau dari perlakuan sintaksis dan semantisnya, konjungsi subordinat
dapat dibagi menjadi sepuluh kelompok dengan contoh sebagai berikut.

1. Konjungsi subordinatif waktu, misalnya: ketika dan sebelum


2. Konjungsi subordinatif syarat, misalnya: jika dan kalau.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian, misalnya: andaikata dan
seandainya.
4. Konjungsi subordinatif tujuan, misalnya: agar dan supaya.
5. Konjungsi subordinatif konsesif, misalnya: meskipun dan walaupun.
6. Konjungsi subordinatif pemiripan, misalnya: seolah-olah dan seakan-
akan.
7. Konjungsi subordinatif pengakibatan, misalnya: sehingga dan sampai.
8. Konjungsi subordinatif penyebab, misalnya: karena dan sebab.
9. Konjungsi subordinatif penjelasan, misalnya: bahwa.
10. Konjungsi subordinatif cara, misalnya: dengan.
3. Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata,
atau klausa kedua unsur memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi
korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frase
atau klausa yang dihubungkan. Misalnya:
a. Baik…, maupun …, (maupun) ….
b. Tidak hanya …, tetapi (…) juga ….
c. Demikian (rupa) … Sehingga ….
d. Apa (kah) … atau ….
e. Entah …, …, entah ….
f. Jangan …, …, pun ….
Contoh :
1) Baik anda, maupun istri anda, maupun mertua anda akan menerima
cindera mata.
2) Tidak hanya kita harus setuju, tetapi kita juga harus patuh.
3) Kita harus mengerjakan demikian rupa sehingga hasilnya benar-
benar baik.

4. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi antar kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan antar
kalimat yang satu dengan yang lain. Konjungsi ini terdiri atas beberapa
kelompok, yaitu:
a. Konjungsi yang menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu yang
berbeda ataupun yang bertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat
sebelumnya. Misalnya konjungsi biarpun begitu.
b. Konjungsi yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada
kalimat sebelumnya. Misalnya konjungsi sesudah itu.
c. Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain diluar
dari yang telah dinyatakan sebelumnya. Misalnya konjungsi selain itu.
d. Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain yang
mengacu kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya. Misalnya konjungsi
sebaliknya.
e. Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya. Misalnya konjungsi
sesungguhnya.
f. Konjungsi yang menyatakan penguatan keadaan yang dinyatakan
sebelumnya. Misalnya konjungsi bahkan.
g. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan yang
sebelumnya. Misalnya konjungsi akan tetapi.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif,
yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau
kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat,
1993:89).
Menurut Bogdan dan Taylor (1975) yang dikutip oleh Moleong (2007:4)
mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-
orang dan perilaku yang dapat diamati.
Selanjutnya dijelaskan oleh David Williams (1995) seperti yang dikutip
Moleong (2007:5) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah
pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode
alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah.
Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai
suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Penelitian kualitatif
berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat atau kepercayaan orang yang
diteliti dan kesemuanya tidak dapat diukur dengan angka.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriftif kualitatif yaitu
mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan konjungsi
koordinatif dalam makalah Pengantar Bisnis mahasiswa Pendidikan Ekonomi.
Metode ini digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada.

3.2 Data dan Sumber Data


a. Data
Adapun yang menjadi data dalam penelitian ini adalah keseluruhan
konjungsi koordinatif pada makalah Pengantar Bisnis mahasiswa Pendidikan
Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo.
b. Sumber data
Sumber data dalam penelitian ini adalah makalah mahasiswa Pendidikan
Ekonomi semester I tahun 2014. Alasan penulis memilih makalah mahasiswa
Pendidikan Ekonomi ini karena banyaknya penggunaan konjungsi koordinatif
yang ditemukan pada makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi.

3.3 Metode Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk
mendapatkan data dalam suatu penelitian. Pada penelitian kali ini peneliti memilih
jenis penelitian kualitatif maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas dan
spesifik. Selanjutnya dijelaskan oleh Sugiyono (2009:225) bahwa pengumpulan
data dapat diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan
gabungan/triangulasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik
pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan studi pustaka.
Dalam pengumpulan data penulis melakukan beberapa metode atau tehnik
sebagai berikut :
1. Dokumentasi
Dokumen menurut Sugiyono, (2009:240) merupakan catatan peristiwa yang
sudah berlalu. Dokumen yang digunakan peneliti disini berupa karya ilmiah
mahasiswa atau makalah pengantar bisnis mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka Yaitu Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
mempelajari buku-buku referensi, laporan-laporan, majalah-majalah, jurnal-jurnal
dan media lainnya yang berkaitan dengan obyek penelitian. Dengan menggunakan
metode studi pustaka ini sangat membantu penulis dalam menyelesaikan
permasalahan yang terkait dengan penelitian.
3.4 Tehnik Analisis Data
Dalam penelitian ini penulis melakukan beberapa tehnik dalam menganalisis
data yaitu sebagai berikut :
1. Tehnik Baca
Pada tehnik ini penulis akan membaca serta menganalisis bacaan didalanm
suatu paragrap yang terdapat pada suatu makalah.
2. Tehnik menyeleksi
Tehnik ini merupakan suatu tehnik yang dilakukan dengan cara menyeleksi
satu per satu kalimat yang mengandung konjungsi yang benar atau salah.
3. Pemberian Kode
Pemberian kode merupakan tehnik yang dilakukan dengan cara memberi tanda
garis merah pada suatu kata yang tidak benar.
4. Penyimpulan Data
Pada tahap ini merupakan tehnik yang penting dalam menganalisis data yaitu
dengan cara menyimpulkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan tahap-
tahap sebelumnya.

3.5 Metode Penyajian Hasil Analisis Data


Pada tahap ini, penulis menggunakan metode penyajian informal. Metode
informal adalah penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa
(Sudaryanto, 1993:145).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penggunaan konjungsi merupakan hal yang sering kita temukan baik dalam
suatu kata, frase, kalimat, maupun antarparagraf. Dalam penelitian ini penulis
mencoba untuk merumuskan suatu masalah yaitu “Bagaimana penggunaan
konjungsi dalam makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universita Negeri Gorontalo ?”. Dengan masalah ini tentunya akan
menjawab apa tujuan dalam penelitian yaitu Mendeskripsikan Kesalahan
pengunaan konjungsi koordinatif pada makalah Pengantar Bisnis mahasiswa
Pendidikan Ekonomi.
Konjungsi adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis,
baik antara kata dengan kata ,antara frase dengan frase,antara klausa dengan
klausa,atau antara kalimat dengan kalimat (Chaer, 2008 : 98).
Konjungsi adalah hubungan dua unsur bahasa, baik antarklausa,
antarkalimat, maupun antarparagraf dengan menggunakan perangkat atau
peranti penghubung (Halliday dan Hasan, 1979:226).
Dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, konjungsi dibagi menjadi
lima kelompok (Alwi, dkk., 2003: 297) :
1. konjungsi koordinatif
2. konjungsi subordinatif
3. konjungsi korelatif
4. konjugsi antarkalimat
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif,
metode kualitatif adalah Menurut Bogdan dan Taylor (1975) yang dikutip oleh
Moleong (2007:4) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis
atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Data dalam penelitian ini adalah penulisan kesalahan konjungsi koordinatif
pada makalah Pengantar Bisnis mahasiswa Pendidikan Ekonomi, sedangkan
sumber data dalam penelitian ini yaitu makalah pengantar bisnis mahasiswa
Pendidikan Ekonomi.
Dalam penelitian ini memiliki beberapa teknik penelitian yaitu tehnik
pengumpulan data dan analisis data. Dalam pengumpulan data tehnik yaitu dengan
cara observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Sedangkan dalam analisis data
digunakan beberapa tehnik yaitu tehnik baca, menyeleksi, kode, dan
menyimpulkan.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif
dengan teknik analisis data. Data yang dianalisis adalah data yang ada sebagai
berikut.
1. Penggunaan Konjungsi koordinatif sedangkan

Dalam paragraf diatas nampak bahwa penggunaan konjungsi koordinatif


sedangkan memiliki kekeliruan. Konjungsi koordinatif sedangkan digunakan
sebagai penghubung pada kata yang bermakna pertentangan atau
mempertentangkan, dan tidak digunakan pada awal kalimat setelah titik.
Perubahan kalimat yang benar serta penggunaan konjungsi koordinatif
sedangkan yang tepat adalah sebagai berikut :

“Menurut Skinner (1992), bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang
yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Menurut arti dasarnya
bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and services,
Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam
pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan keuntungan”.

Pada paragraf diatas terlihat bahwa konjungsi sedangkan digunakan setelah


tanda koma, dan memperbandingkan antarkalimat yang satu dan kalimat yang
lain. Sehingga membentuk suatu paragraf yang mengandung makna secara
terpadu.
2. Konjungsi koordinatif dan

Pada paragraf diatas terlihat bahwa terjadinya kesalahan dalam penggunaan


konjungsi dan, yang mana terdapat dua konjungsi dalam satu kalimat.
Konjungsi dan merupakan konjungsi koordinatif yang tergolong
menghubungkan penjumlahan. Konjungsi dan yang pertama merupakan
konjungsi yang salah digunakan pada tempatnya, pada kalimat “bisnis ialah
suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan
menjual” kalimat menghasilkan dan menjual bukanlah kata yang mengandung
makna penjumlahan akan tetapi mengandung makna memilih, yang mana
penggunaan konjungsi yang tepat pada kalimat ini yaitu konjungsi atau.
Adapun kalimat yang tepat pada paragraf ini yaitu sebagai berikut :
“Maksudnya bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi
untuk menghasilkan atau menjual barang dan jasa guna mendapatkan
keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat”.
3. Konjungsi koordinatif kemudian

Paragraf diatas merupakan penjelasan mengenai pengertian wirausaha yang


menggunakan konjungsi koordinatif dan kemudian. Konjungsi koordinatif
kemudian merupakan konjungsi yang digunakan pada kalimat yang
mengurutkan. Pada kalimat “Wirausaha adalah orang yang mampu
menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk
keseimbangan pasar” penggunaan konjungsi pada kalimat ini memiliki
kekeliruan sehingga membuat makna dari kalimat ini menjadi rancu.
Adapun kalimat yang tepat dengan penggunaan konjungsi yang benar
adalah sebagai berikut :
“Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan
pasar dan membentuk keseimbangan pasar yang kemudian mengambil
keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut”.
Pada paragaraf diatas terlihat bahwa penggunaan konjungsi kemudian
digunakan pada kalimat yang menghubungkan pengurutan, yang digunakan
setelah kalimat yang bermakna penjumlahan yaitu konjungsi dan. Sehingga
membentuk suatu kalimat yang padu dalam satu paragraf.
4.2 Pembahasan
Pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian tentang kesalahan
pengunaan konjungsi koordinatif pada makalah Pengantar Bisnis mahasiswa
Pendidikan Ekonomi. Dalam penelitian ini penggunaan konjungsi koordinatif
yang digunakan pada makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo mengalami beberapa
kesalahan pada penggunaan konjungsi koordinatif :
1. Kesalahan penempatan konjungsi koordinatif sedangkan pada kalimat,
sehingga membuat kalimat mengalami makna yang rancu. Konjungsi
koordinatif sedangkan digunakan pada kata penghubung yang bermakna
pertentangan atau mempertentangkan. Pada penelitian diatas ditemukan
bahwa penggunaan konjungsi koordinatif sedangkan digunakan tidak
sesuai pada tempatnya, karena digunakan setelah tanda titik sehingga
kalimat tersebut tidak terbentuk menjadi kalimat yang menggunakan
konjungsi koordinatif yang baik .
2. Kesalahan penggunaan konjungsi koordinatif dan yang berlebihan dalam
kalimat. Konjungsi koordinatif dan merupakan konjungsi sebagai
penghubung kata atau kalimat yang bermakna penjumlahan. Dalam
penelitian diatas ditemukan bahwa adanya penggunaan konjungsi
koordinatif dan yang tidak sesuai dalam kalimat serta penggunaan
konjungsi koordinatif dan lebih dari satu dalam kalimat.
3. Penggunaan konjungsi koordinatif kemudian yang tidak sesuai dalam
menghubungkan kata.
Dari beberapa poin diatas menunjukan bahwa penggunaan konjungsi
koordinatif dalam makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo masih memiliki kekeliruan penggunaan
konjungsi koordinatif khususnya penggunaan konjungsi koordinatif pada kalimat
atau kata.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil
penelitian tentang penggunaan konjungsi dalam makalah mahasiswa
Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri
Gorontalo, yakni :
1. Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang penggunaan konjungsi
koordinatif yang baik dan benar dalam kata, kalimat, maupun dalam suatu
paragraf. Sehingga membuat makna dalam kalimat tersebut menjadi rancu
dan susah dipahami.
2. Kesalahan penempatan konjungsi koordinatif dalam kata maupun kalimat,
sehingga kalimat tersebut terbentuk dengan penggunaan konjungsi yang
salah.
3. Penggunaan konjungsi koordinatif yang berlebihan dalam kalimat,
maksudanya bahwa adanya penggunaan konjungsi koordinatif yang sama
digunakan dalam satu kalimat. Sehingga kalimat tersebut menjadi ganjal
dibaca.

5.2 Saran
Berdasarka hasil penelitian diatas hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa
Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri
Gorontalo masih kurang paham akan penggunaan konjungsi didalam makalah.
Oleh karena itu, penulis mengemukakan beberapa saran yang sehubungan
dengan penggunaan konjungsi dalam makalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo khususnya
konjungsi koordinatif .
DAFTAR PUSTAKA

Kridalaksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:


Gramedia

Moeliono, Anton M. 1996. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.

Ramlan, M. 1985. Tata Bahasa Indonesia (Penggolongan Kata). Yogyakarta:


Balai Pustaka.

Chaer,Abdul.2008.Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).Jakarta :


Rineka Cipta

Ntelu,Asna.dkk.2015.Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi.Gorontalo : Idea


Publishing.