Anda di halaman 1dari 4

Mata Kuliah : Dasar Promosi Kesehatan

Dosen : Putra Apriadi Siregar, SKM, M. Kes

SOAL
Gempa tanggal 26 Desember tahun 2004 merusak berbagai fasilitas yang ada
di Kabupaten Simeulue tetapi bersyukurnya tidak menimbulkan korban jiwa yang
banyak. Masyarakat Kabupaten Simeulue sudah mengenal secara turun temurun
peristiwa gempa dan Tsunami yang dikalangan mereka disebut sebagai “smong”.
Untuk masyarakat Simeulue, smong berarti ombak besar yang datang bergulung-
gulung yang didahului oleh gempa yang sangat besar. Fenomena yang dikenal
masyarakat dunia dengan istilah tsunami. Pemahaman tentang “smong” ini tertanam
kuat dalam memori masyarakat Simeulue dari anak-anak sampai orang tua.
Masyarakat di Pulau Simeulue mengkonsumsi kopi hitam sebanyak 4-7 gelas
dalam sehari. Perilaku mengkonsumsi kopi sebanyak 4-7 gelas sehari merupakan
perilaku yang sangat berlebihan untuk kesehatan. Konsumsi kopi yang berlebihan ini
akan membuat jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga akan membuat
resiko terjadinya hipertensi semakin besar. Hal ini akan semakin diperparah dengan
konsumsi kopi untuk laki-laki biasanya akan berpasangan dengan menghirup rokok
sedangkan bagi beberapa kalangan yang tidak merokok maka akan menyandingkan
kopi hitam dengan makanan dan jajanan yang ada disekitar mereka. Bahkan terdapat
beberapa orang yang menyatakan kalau kopi dan rokok itu ibarat pasangan yang jika
salah satu hilang akan membuat yang satu lagi akan mencari-cari pasangannya.
Kebiasaan konsumsi kopi yang berlebihan dan perilaku merokok yang
dilakukan masyarakat di Pulau Simeulue membuat mereka akan semakin besar
terkena Hipertensi, Stroke, gangguan jantung dan gangguan kesehatan lainnya. masih
kurang memperhatikan Data BPS Kabupaten Simeulue mencatat bahwa penyakit
hipertensi yang terjadi pada 969 orang pasien rawat inap dan pasien rawat jalan
sebanyak 2333 orang di Rumah Sakit Umum Kabupaten Simeulue. Penyakit
Hipertensi masih kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat, padahal ini akan
meningkatkan resiko komplikasi lainnya seperti stroke ( pendarahan di jaringan otak)
yang kini sudah menjadi penyakit yang mulai sangat familiar dikalangan masyarakat
Pulau Simeulue.
Menampung air hujan menjadi pilihan yang paling realistis bagi masyarakat di
Kabupaten Simeulue untuk memenuhi kebutuhan air minum. Ketersediaan air bersih
yang kurang membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan, hal ini tidak terlepas
dari Pulau Simeulue yang kesulitan untuk mendapatkan air tanah dan mahalnya air isi
ulang sedangkan untuk curah hujan di Pulau Simeulue cenderung tergolong tinggi
dengan curah hujan 3.170 mm/tahun dan 234 hari hujan pada tahun 2014, hal ini akan
semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan air hujan sebagai sumber air
minum dibandingkan air tanah atau PDAM.
Air hujan yang diminum sejak kecil akan merusak gigi, hal ini tidak terlepas dari air
hujan yang memiliki mineral yang tidak sesuai standar air minum, PH yang
cenderung lebih asam hingga kandungan zat yang dapat mengganggu gigi anda.
Masyarakat di Pulau Simeulue menganggap bahwa air hujan tidak berbahaya karena
air yang diberikan Allah kepada kita sehingga tidak perlu dikhawatirkan jika
dikonsumsi. Untuk masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pada gigi
mereka maka mereka akan menambalkan gigi mereka atau menempah gigi palsu agar
senyuman dan tawa tidak menjadi penghalang.
Masyarakat Pulau Simeulue pada umumnya memiliki kebiasaan memiliki
aktifitas di luar rumah ketika sore dan malam hari khususnya kepala keluarga atau
remaja laki-laki yang tergila-gila dengan memancing di rawa ataupun di laut
sedangkan kelompok lainnya dilakukan oleh para nelayan yang sudah mulai pergi
bekerja pada sore hari ke laut untuk mencari ikan. Kegiatan yang dilakukan oleh
masyarakat ini sangat beresiko menimbulkan terjadinya gigitan nyamuk Anopheles
spp yang memiliki kebiasaan untuk mencari darah pada waktu senja dan malam hari.
Kebiasaan memancing dan menangkap ikan di rawa-rawa dan laut menjadi
sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan bagi masyarakat di Pulau Simeulue. Seorang
pemancing ikan akan mendapatkan sebuah kenikmatan yang luar biasa jika
mendapatkan ikan, dimana ikan yang didapatkan akan mereka bawa kerumah dan
diberikan kepada anak istri sebagai hasil perjuangan mengitari laut dari sore hingga
semalaman suntuk dan dimakan secara bersama-sama di rumah atau jika ikan terlalu
banyak untuk dikonsumsi mereka akan menjual ke tetangga mereka.
Demam tinggi dan menggigil menjadi salah peristiwa yang sudah biasa
dimiliki anak-anak dan remaja di Pulau Simeulue. Demam tinggi dan menggigil
menjadi salah satu gejala penyakit malaria. Jumlah penderita Malaria tanpa
pemeriksaan sediaan darah di Kabupaten Simeulue tahun 2012 sebanyak 759 orang
dan penderita Malaria dengan pemeriksaan sediaan darah sebanyak 5 orang. Penyakit
malaria ini terjadi karena adanya gigitan nyamuk Anopheles spp kepada manusia
pada rentang waktu sore hingga malam hari.
Banyaknya penderita Malaria di Pulau Simeulue tidak terlepas dari kebiasaan
masyarakat yang ada di Pulau Simeulue yang beraktifitas di sore hingga malam hari
seperti aktifitas memancing di rawa dan dilaut serta pekerjaan sebagai nelayan yang
sudah mulai pergi ketika senja hingga malam hari yang memiliki resiko digigit
nyamuk Anopheles spp .Masyarakat yang memancing dan melaut cenderung tidak
menggunakan berbagai peralatan yang dapat mencegah gigitan nyamuk dan mereka
hanya peduli terhadap pancing yang mereka bawa atau umpan yang akan digunakan
untuk memancing. Masyarakat yang pergi memancing atau melaut cenderung tidak
peduli dengan adanya ancaman gigitan nyamuk Anopheles spp terhadap mereka
ketika mereka memancing pada rentang waktu sore hingga malam hari.
Perilaku masyarakat yang pergi ngopi di kedai kopi juga turut berperan serta
terhadap banyaknya kejadian malaria di Pulau Simeulue.Jika warung kopi dekat dari
rumah maka bapak –bapak hanya akan menggunakan baju dan sarung sebagai
pakaian untuk ngopi sedangkan jika jaraknya jauh maka mereka akan menggunakan
pakaian rumahan saja.ketika ngopi di malam hari masyarakat di Pulau Simeulue
sangat jarang sekali menggunakan cairan anti nyamuk dan mereka hanya akan
membakar kertas atau sampah agar menghasilkan asap yang dipercaya dapat
mengusir nyamuk.
Kaum wanita di Pulau Simeulue juga tidak kalah beresiko terkena penyakit
malaria. Kaum wanita di Pulau Simeulue memilliki kebiasaan untuk mengobrol di
serambi depan rumah mereka sehingga mereka juga sangat rentan untuk terkena
gigitan nyamuk Anopheles spp. Ketika malam hari nyamuk Anopheles spp cenderung
bersifar eksofagik (mencari darah di luar rumah) dimana nyamuk akan mencari darah
diluar rumah namun jika tidak mendapatkan darah di luar rumah maka nyamuk
Anopheles spp akan masuk kedalam rumah untuk menggigit anggota rumah.
Masyarakat di Pulau Simeulue mayoritas memiliki rumah yang tidak memiliki
kassa pada ventilasi karena masyarakat menganggap pemasangan kassa pada ventilasi
bukanlah hal yang penting. Pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah akan
memyebabkan semakin kecilnya kontak nyamuk Anopheles spp yang berada di luar
rumah dengan penghuni rumah, dimana nyamuk Anopheles spp tidak dapat masuk ke
dalam rumah. Pemasangan kawat kasa pada ventilasi akan melindungi penghuni
rumah dari gigitan nyamuk. Rumah masyarakat yang mayoritas semi permanen
dengan dinding kayu atau papan menjadi suatu berkah tersendiri bagi nyamuk untuk
masuk kedalam rumah untuk menggigit anggota keluarga didalam rumah,resiko
gigitan akan semakin bertambah dengan masyarakat yang malas menggunakan
kelambu untuk tidur karena mereka merasakan panas jika menggunakan kelambu.

SOAL UJIAN
Jawablah 3 dari seluruh pertanyaan dibawah ini yang dianggap paling mudah untuk
diselesaikan
1. Menurut anda apa yang dimaksud dengan pendidikan kesehatan dalam
permasalahan diatas
2. Sebutkan dan jelaskan prinsip pendidikan kesehatan yang digunakan dalam
permasalahan kesehatan diatas
3. Jika anda diminta saran untuk memberikan pendidikan kesehatan, menurut
anda siapa sasaran pendidikan kesehatan yang harus diberikan
4. Sebutkan strategi promosi kesehatan yang dapat dilakukan
5. Sebutkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan ditempat
tersebut