Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

Survei Tambang
(Individu)

Perhitungan Volume dari Data Total Station dan Foto

Disusun Oleh :

NAMA : Imam Ahmad Kodri


NIM : 14/366433/TK/42113
KELAS :A

DEPARTEMEN TEKNIK GEODESI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
MENGHITUNG VOLUMETRIK STOK PILE BATUBARA
MENGGUNAKAN ALAT TOTAL STATION DAN FOTO UDARA UAV

Tujuan : Mahasiswa dapat menghitung volume batubara dalam stokpile


menggunakan metode cut and fill dari data Total Station dan foto udara
UAV.

PLTU Jepara menggunakan bahan tambang batubara sebagai bahan bakar untuk
menggerakkan generator kelistrikan. Batubara ini didatangkan dari luar pulau jawa
menggunakan tongkang kemudian batubara disimpan pada area stockyard.

Per 1 September 2016 jumlah penerimaan batubara di PLTU Jepara dari tongkang
adalah 690.000 MT. Batubara ini disimpan pada 3 lokasi area stockpile (stok A, B dan
C). Selama bulan September penggunaan batubara yang tercatat pada coal feeder
adalah 2.899,20 MT/hari. Pada awal Oktober Anda diminta untuk melakukan “stock
opname” batubara yang ada pada area stockpile. Metode SO yang digunakan adalah dengan
Total Station dan Foto udara UAV.
1. Dari data pengukuran TS yang sudah dilakukan, hitunglah volume Batubara stok
A, B dan C.
Hasil perhitungan :
Volume stockpile A = 66.969 M3
Volume stockpile B = 507.291 M3
Volume stockpile C = 73.905 M3

Berikut merupakan DTM dan hasil perhitungan Cut and Fill dengan Software
Surpac :
a Stockpile A

Volume :

b Stockpile B
Volume :

c Stockpile C

Volume :
2. Dilakukan juga pengukuran densitas batubara dengan metode timbangan.
Didapatkan data ukuran timbangan seperti data terlampir. Hitunglah densitas
batubara stok A, B dan C.
Densitas Stockpile A (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.393
Densitas Stockpile B (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.434
Densitas Stockpile C (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.418

3. Hitunglah tonnage batubara stok A, B dan C


Tonnage Batubara :
Tonnage Stockpile A = Densitas x Volume Stockpile A (dari TS)
= 0.393 x 66.969 LCM
= 26.318,817 MT
Tonnage Stockpile B = Densitas x Volume Stockpile B (dari TS)
= 0.434 x 507.291 LCM
= 220.164,294 MT
Tonnage Stockpile C = Densitas x Volume Stockpile C (dari TS)
= 0.418 x 73.905 LCM
= 30.892,29 MT
4. Dari data foto UAV, lakukan pengolahan foto udara menggunakan Software
Agisoft. Terdapat 3 titik premark yang terpasang pada area stockpile, gunakan titik
premark untuk proses Triangulasi udara dan esktraklah data pointcloudnya. Hasil
dari proses ini adalah pointclouds yang sudah tergeoreference terhadap titik
premark tadi.

Koordinat titik Premark :

TITIK NORTHING EASTING ELEV


PM-1 9287733.646 471341.859 30
PM-2 9287743.186 471312.875 30.011
PM-3 9287783.343 471179.329 30.059

Hasil pengolahan dengan Agisoft :


Hasil Dense Cloud :
Hasil Perhitungan volume dengan Agisoft :
Stockpile A

Volume Stockpile A berdasarkan hitungan Agisoft adalah 71.439 M3

Stockpile B

Volume Stockpile B berdasarkan hitungan Agisoft adalah 514.928 M3

Stockpile C

Volume Stockpile C berdasarkan hitungan Agisoft adalah 84.650,6 M3


5. Lakukan hitungan volumetrik terhadap stock A,B dan C.
Hasil Perhitungan volume dengan Agisoft :
Stockpile A

Volume Stockpile A berdasarkan hitungan Agisoft adalah 71.439 M3

Stockpile B

Volume Stockpile B berdasarkan hitungan Agisoft adalah 514.928 M3

Stockpile C

Volume Stockpile C berdasarkan hitungan Agisoft adalah 84.650,6 M3


6. Hitunglah tonnage batubara A,B dan C.
Densitas Stockpile A (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.393
Densitas Stockpile B (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.434
Densitas Stockpile C (Loose) = Massa Batubara / Volume
= 0.418

Tonnage Batubara :
Tonnage Stockpile A = Densitas x Volume Stockpile A (dari data foto)
= 0.393 x 71.439 LCM
= 28.075,527 MT
Tonnage Stockpile B = Densitas x Volume Stockpile B (dari data foto)
= 0.434 x 514.928 LCM
= 223.478,752 MT
Tonnage Stockpile C = Densitas x Volume Stockpile C (dari data foto)
= 0.434 x 85.379,3 LCM
= 37.054,6162 MT

7. Bandingkan hasil tonnage 3 dan 5. Berapa % selisihnya? Coba anda cari standarisasi
selisih hitungan tonnage batubara antara 2 metode. Gunakan ASTM.

Tabel perbandingan hasil perhitungan tonnage dari data TS dan Foto UAV
Stockpile tonnage TS (MT) tonnage Foto Selisih (%)
UAV (MT)
A 26.318,817 28.075,527 6.459 (tidak
memenuhi toleransi)
B 220.164,294 223.478,752 1.49 6.459
(memenuhi
toleransi)
C 30.892,29 37.054,6162 18.13 6.459 (tidak
memenuhi toleransi)

Berdasarkan ASTM standar dalam tonnage adalah sebesar 2.95%

8. Terkait proses Foto udara jawablah pertanyaan berikut :


a. Sebutkan parameter kamera yang digunakan ; ukuran sensor, focal length,
dan paramater kalibrasi nya.
Ukuran sensor :1,56 x 1,56 µm
focal length : 3.61 mm
Parameter kalibrasi :

b. Berapa GSD foto tsb


Ground Resolution : 2,25 cm/pix

c. Berapa tinggi terbang rata-rata


Flaying altitude : 61,6 m

d. Bagaimana ketelitian ke 3 Premark tsb (tunjukkan dengan nilai RMS


nya). Jelaskan maksud dari nilai RMS tsb.

RMS merupakan nilai standar deviasi dari koordinat titik-titik GCP yang
dimasukkan ke dalam data foto, semakin kecil nilai RMS maka semakin bagus
dan baik hasil georeferencing data foto.

9. Dari hasil 3 coba anda analisa apakah coal feeder pada PLTU tersebut pembacaannya
benar dan akurat. Apa parameter yang anda gunakan dalam menentukan pembacaan
CF akurat atau tidak.

Pengecekan kinerja Coal Feeder


Tonnage batubara = 690.000 MT
Tonnage batubara per 1 Oktober berdasarkan data ukuran survei lapangan :
Data TS = Tonnage A + Tonnage B + Tonnage C
= 26.318,817 + 220.164,294 + 30.892,29
= 277.375,40 MT
Data Foto = Tonnage A + Tonnage B + Tonnage C
= 28.075,527 + 223.478,752 + 37.054,6162
= 288.608,90 MT

Tonnage Batubara keluar (1 Bulan) berdasarkan data ukuran survey


lapangan :
Data TS = Tonnage Batubara awal – Tonnage Batubara sisa
= 690.000 – 277.375,40
= 412.624,60 MT
Data Foto = Tonnage Batubara awal – Tonnage Batubara sisa
= 690.000 – 288.608,90
= 401.391,10 MT

Bacaan Coal Feeder (CF) = 2,899,20 MT/hari


Tonnage Batubara keluar (1 Bulan) dari Coal Feeder
Tonnage Keluar = CF x 30
= 2.899,20 x 30
= 86.976 MT

Selisih Tonnage keluar antara data lapangan dengan Coal Feeder


Data TS = Tonnage Batubara keluar lapangan – Tonnage Batubara
keluar CF
= 412.624,60 – 86.976
= 325.648,60 MT
Data Foto = Tonnage Batubara keluar lapangan – Tonnage Batubara
keluar CF
= 401.391,10 – 86.976
= 314.415,10 MT

Dari hasil analisis didapatkan bahwa pembacaan Coal Feeder pada PLTU
tersebut tidak benar dan tidak akurat, terlihat dari terdapatnya selisih tonnage
batubara keluar antara coal feeder dengan data hasil pengukuran lapangan
yang bernilai cukup besar. Parameter yang digunakan untuk menentukan
keakurasian pembacaan coal feeder adalah nilai densitas batubara yang
menentukan besaran tonnage.
Agisoft PhotoScan
Processing Report
01 December 2017
Survey Data

>9
9
8
7
6
5
4
3
2
1

100 m

Fig. 1. Camera locations and image overlap.

Number of images: 254 Camera stations: 254


Flying altitude: 61.6 m Tie points: 237,815
Ground resolution: 2.25 cm/pix Projections: 753,283
Coverage area: 0.184 km² Reprojection error: 1.29 pix

Camera Model Resolution Focal Length Pixel Size Precalibrated


FC300X (3.61 mm) 4000 x 3000 3.61 mm 1.56 x 1.56 μm No
Table 1. Cameras.
Camera Calibration

1 pix
Fig. 2. Image residuals for FC300X (3.61 mm).

FC300X (3.61 mm)


254 images

Type Resolution Focal Length Pixel Size


Frame 4000 x 3000 3.61 mm 1.56 x 1.56 μm

Value Error Cx Cy K1 K2 K3 P1 P2

F 2311.25

Cx -65.7958 0.22 1.00 0.00 0.07 -0.09 0.13 0.28 -0.01

Cy -40.5757 0.15 1.00 -0.09 -0.03 0.02 0.07 0.06

K1 -0.0146592 9.6e-05 1.00 -0.58 0.62 -0.24 0.27

K2 0.00996527 0.0001 1.00 -0.98 0.02 -0.03

K3 0.00530979 6.3e-05 1.00 -0.03 0.06

P1 -0.000567597 6e-06 1.00 -0.06

P2 -0.00089114 8.6e-06 1.00

Table 2. Calibration coefficients and correlation matrix.


Camera Locations

4m
3.2 m
2.4 m
1.6 m
0.8 m
0m
-0.8 m
-1.6 m
-2.4 m
-3.2 m
-4 m

x4

100 m

Fig. 3. Camera locations and error estimates.


Z error is represented by ellipse color. X,Y errors are represented by ellipse shape.
Estimated camera locations are marked with a black dot.

X error (m) Y error (m) Z error (m) XY error (m) Total error (m)
0.960426 2.94773 1.38776 3.10024 3.39667
Table 3. Average camera location error.
X - Longitude, Y - Latitude, Z - Altitude.
Ground Control Points
PM-3

PM-2
PM-1

200 m
160 m
120 m
80 m
40 m
0m
-40 m
-80 m
-120 m
-160 m
-200 m

x1

Control points Check points 100 m

Fig. 4. GCP locations and error estimates.


Z error is represented by ellipse color. X,Y errors are represented by ellipse shape.
Estimated GCP locations are marked with a dot or crossing.

Count X error (m) Y error (m) Z error (m) XY error (m) Total (m)
3 27.0963 7.21255 102.392 28.0398 106.162
Table 4. Control points RMSE.
X - Longitude, Y - Latitude, Z - Altitude.
Label X error (m) Y error (m) Z error (m) Total (m) Image (pix)
PM-1 -2.92218 2.78061 18.5771 19.01 0.090 (3)
PM-2 -4.40319 -5.81125 18.3046 19.7032 0.097 (6)
PM-3 -46.6337 -10.7033 -175.42 181.828 0.000 (1)
Total 27.0963 7.21255 102.392 106.162 0.090
Table 5. Control points.
X - Longitude, Y - Latitude, Z - Altitude.
Digital Elevation Model

68 m

41 m

100 m

Fig. 5. Reconstructed digital elevation model.

Resolution: 4.5 cm/pix


Point density: 494 points/m²
Processing Parameters

General
Cameras 254
Aligned cameras 254
Markers 3
Coordinate system W GS 84 (EPSG::4326)
Rotation angles Yaw, Pitch, Roll
Point Cloud
Points 237,815 of 261,212
RMS reprojection error 0.152649 (1.28616 pix)
Max reprojection error 0.461336 (27.8047 pix)
Mean key point size 8.07149 pix
Effective overlap 3.30706
Alignment parameters
Accuracy Medium
Generic preselection Yes
Reference preselection Yes
Key point limit 40,000
Tie point limit 4,000
Constrain features by mask No
Adaptive camera model fitting Yes
Matching time 7 minutes 42 seconds
Alignment time 5 minutes 5 seconds
Dense Point Cloud
Points 118,534,910
Reconstruction parameters
Quality High
Depth filtering Aggressive
Depth maps generation time 2 hours 59 minutes
Dense cloud generation time 56 minutes 53 seconds
Model
Faces 23,557,845
Vertices 11,784,970
Reconstruction parameters
Surface type Height field
Source data Dense
Interpolation Enabled
Quality High
Depth filtering Aggressive
Face count 23,706,982
Processing time 9 minutes 7 seconds
Orthomosaic
Size 16,349 x 25,012
Coordinate system W GS 84 / UTM zone 49S (EPSG::32749)
Channels 3, uint8
Reconstruction parameters
Blending mode Mosaic
Surface Mesh
Enable color correction Yes
Enable hole filling Yes
Processing time 40 minutes 3 seconds
Software
Version 1.3.3 build 4827
Platform W indows 64