Anda di halaman 1dari 13

JURNAL

KEMATIAN MENDADAK

Disusun oleh:

Nama: Dini Yuhelfi Nuryanto, S.Ked

NIM: G1A216049
Dosen Pembimbing: dr. M. Ainurrofiq, Sp.KF, MH

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER JAMBI

PERIODE 12 MARET – 14 APRIL TAHUN 2018

KEMATIAN MENDADAK KARDIOVASKULER


DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI –RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

Dini Yuhelfi *, M. Ainurrofiq**


*Mahasiswa Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Jambi
**Dosen Mahasiswa Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
Email : diniyuhelfinuryanto@yahoo.com

Abstrak. Kematian mendadak merupakan kematian yang terjadi pada 24 jam


sejak gejala-gejala timbul, namun pada kasus-kasus forensik sebagian besar
kematian terjadi dalam hitungan menit bahkan detik sejak gejala pertama timbul.
Dilaporkan laki-laki berusia 40 tahun meninggal secara mendadak setelah
mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan
oleh tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien dinyatakan Death on
Arrival (DOA). Dari hasil pemeriksaan luar dijumpai bintik kemerahan pada
kelopak mata bagian dalam serta warna kebiruan pada ujung jari tangan dan kaki
tanda-tanda terjadinya asfiksia. Sebab kematian adalah akibat kegagalan sistem
kardiovaskuler yang terjadi secara mendadak. (JMB 2018; 2: 112-118)

Kata kunci : Kematian mendadak, penyakit kardiovaskuler, aspek medikolegal

Abstract. Sudden death is a death that occurred in the 24 hour since symptoms
arise, but in cases of forensic most deaths occur within minutes if not seconds
since the first symptoms arise. Reported men aged 40 years died suddenly after
suffering convulsions and unconsciousness. After examination by medical
personnel in the emergency room, the patient is declared Death on Arrival (DOA).
From the results of external examination found red spots on the inside of the
eyelid and a bluish color on the tip of the fingers and toes signs of asphyxia.
Cause of death was due to failure of the cardiovascular system that occurs
suddenly. (JMB 2018; 2: 112-118)

PENDAHULUAN
Kematian merupakan keadaan sejak gejala-gejala timbul, namun
fitrah dalam kehidupan manusia. pada kasus-kasus forensik sebagian
Seseorang dinyatakan mati apabila besar kematian terjadi dalam
fungsi sistem jantung, sirkulasi dan hitungan menit bahkan detik sejak
sistem pernafasan terbukti telah gejala pertama timbul.3 Kematian
berhenti secara permanen, atau yang terjadi sering tanpa diduga dan
apabila kematian batang otak telah bersifat tiba-tiba yang sebelumnya
dapat dibuktikan.1 Kematian dapat orang tersebut tampak sehat. Dalam
terjadi secara perlahan menurut pandangan ilmu kedokteran forensik,
alamiah penyakitnya namun dapat setiap kematian mendadak harus
pula terjadi secara mendadak. diperlakukan sebagai kematian yang
Kematian mendadak adalah suatu tidak wajar sebelum dapat dibuktikan
proses yang berhubungan terhadap secara ilmiah. Kematian mendadak
waktu kematian yang seketika pada sering disamakan dengan sudden
suatu kejadian atau peristiwa.2 natural unexpected death, yaitu suatu
Kematian mendadak menurut World kematian yang disebabkan oleh
Health Organization (WHO) adalah karena penyakit bukan akibat trauma
kematian yang terjadi pada 24 jam atau keracunan.4
Kematian mendadak dapat sangat perlu diperhatikan bagaimana
disebabkan karena beberapa hal salah keadaan korban sebelum kematian,
satunya akibat penyakit pada jantung apakah korban baru saja menjalankan
dan pembuluh darah. Penyakit aktivitas, atau sewaktu istirahat
jantung dan pembuluh darah setelah melakukan aktivitas dan juga
menempati urutan pertama sebagai keadaan lingkungan tempat kejadian
penyebab kematian mendadak.2 Di perkara. 4
dunia, penyakit jantung menempati
Pada jurnal ini dipaparkan sebuah
urutan teratas sebagai penyakit yang
contoh kasus kematian yang terjadi
menyebabkan kematian diikuti
secara mendadak akibat kegagalan
dengan penyakit infeksi dan kanker. 3
sistem kardiovaskuler.
Pada tahun 2008 diperkirakan
sebanyak 17,3 juta kematian
disebabkan oleh penyakit LAPORAN KASUS

kardiovaskuler. Kematian yang Telah dilakukan pemeriksaan pada

disebabkan oleh penyakit jantung jenazah berjenis kelamin laki- laki,

pembuluh darah, terutama penyakit berusia 40 tahun. Pasien dibawa oleh

jantung koroner dan stroke rekan kerja ke Instalasi Gawat

diperkirakan akan meningkat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah

mencapai 23,3 juta kematian pada Raden Mattaher Provinsi Jambi

tahun 2030.5 Kematian mendadak setelah mengalami kejang-kejang

karena penyakit jantung merupakan dan tidak sadarkan diri. Keadaan

60% dari keseluruhan kasus.2 umum pasien saat berada di IGD


buruk, pasien ditemukan tidak
Penyebab penyakit jantung
bernafas, tekanan darah tidak dapat
bermacam-macam, antara lain
diukur, dan nadi tidak teraba. Setelah
kelainan pembuluh koroner, infark
dilakukan pemeriksaan oleh tenaga
miokard, miokarditis, kardiomiopati,
medis di IGD, pasien dinyatakan
kelainan katup jantung, dan akibat
Death on Arrival (DOA) Penyidik
kelainan genetik.3 Kecurigaan kasus
meminta untuk dilakukan
kematian mendadak sering
pemeriksaan luar dan dalam terhadap
menimbulkan pertanyaan, sehingga
jenazah tersebut, untuk mengetahui pola luka, ada tidaknya penyakit
sebab kematian. alamiah atau pengaruh obat dan
alkohol, dan memberikan kesimpulan
HASIL DAN PEMBAHASAN dari hasil pemeriksaan forensik.5
Menurut data Visum et Repertum
Hasil pemeriksaan luar
(VeR) di Bagian Ilmu Kedokteran
Forensik dan Medikolegal Fakultas Pemeriksaan luar dilakukan 2 jam
Kedoketran dan Ilmu Kesehatan setelah jenazah masuk rumah sakit.
Universitas Jambi - RSUD Raden Dari pemeriksaan luar didapatkan:
Mattaher Jambi terdapat satu pasien Jenazah berpakaian lengkap dan
mati mendadak selama bulan Maret tidak ditemukan adanya tanda- tanda
2018. kekerasan maupun perlukaan.
Jenazah mempunyai tinggi badan
Data sampel pada pemeriksaan
170 cm, berat badan 85 kg, kulit
ini diambil dari hasil dan temuan
bewarna kuning langsat, rambut
visum korban. Visum et Repertum
bewarna hitam dan tidak mudah
adalah keterangan yang dibuat oleh
dicabut. Kekakuan otot-otot tubuh
dokter atas permintaan penyidik yang
sudah mulai terjadi dan badan masih
berwenang mengenai hasil
terasa hangat. Terdapat lebam mayat
pemeriksaan medis terhadap
bewarna kemerahan pada bagian
manusia, baik hidup maupun mati.
punggung dan bokong yang hilang
Visum et Repertum menguraikan
dengan penekanan. Tidak terdapat
segala sesuatu tentang hasil
adanya tanda-tanda pembusukan.
pemeriksaan medis. Pada surat
Pada kelopak mata kanan dan kiri
permintaan harus jelas tertulis jenis
bagian dalam didapatkan bintik-
pemeriksaan yang diminta, apakah
bintik kemerahan (Tardeou’s Spot).
hanya pemeriksan luar atau
Bibir tampak bewarna kebiruan serta
pemeriksaan dalam (autopsi).
gigi- geligi berjumlah lengkap. Pada
Adapun tujuan dari Visum et
ujung-ujung kuku tangan dijumpai
Repertum adalah untuk menentukan
warna kebiruan (sianosis). Secara
identitas korban, sebab kematian,
umum tidak ditemukan adanya
kelainan dan tanda-tanda kekerasan dengan pembukaan dinding dada,
pada tubuh jenazah kemudian melepaskan tulang tulang
dada, lalu melepaskan isi rongga
Hasil pemeriksaan dalam
dada. Pada pengangkatan jantung
Pada kasus ini tidak dilakukan dimulai dengan bagian jantung yang
pemeriksaan dalam karena tidak tidak tertutup paru. Kemudian dijepit
adanya permintaan dari penyidik perikardium pada bagian tengahnya
untuk dilakukan otopsi. Apabila dengan pinset yang bersih lalu
dilakukan pemeriksaan dalam, maka bagian kaudal jepitan dibuat lubang
perlu diperhatikan beberapa hal yaitu yang diteruskan ke bawah
bagaimana proses (mekanisme) membentuk huruf “Y” terbalik
kematian, perjalanan penyakit dan (irisan ini dibuat jangan terlalu
sebab kematian. rendah agar cairan perikardium tidak
tumpah). Lalu perhatikan cairan
Pada orang-orang yang dicurigai
perikardium, normalnya berwarna
mengalami kematian secara
kuning jernih dengan volume 15 - 50
mendadak akibat penyakit
ml. Apabila volume cairan
kardiovaskular dapat dijumpai
perikardium lebih dari 250 ml, maka
beberapa kelainan dari pemeriksaan
4,5,6
dapat terjadi tamponade jantung.
dalam, diantaranya didapatkan
Setelah cairan perikardium diambil,
pembesaran jantung lebih dari
kemudian jantung dilepaskan lalu
ukuran normal (pada pria 300-350
diukur dan diperiksa. Secara umum,
gram dan pada wanita 250-300
ukuran jantung normal adalah satu
gram), berat jantung yang lebih dari
kepalan tangan atau kira-kira panjang
450 gram (kardiomegali), penebalan
12 cm, lebar 8 cm dan tebal 6 cm,
pada dinding-dinding otot jantung,
berwarna merah kecoklatan tertutup
hipertrofi sel otot dan infiltrasi sel
lemak kekuningan, konsistensi
lemak matur serta dijumpainya lesi
3
kenyal kadang agak lunak.6 Secara
pada aorta.
makroskopik adanya infark akan
Pemeriksaan dalam pada organ memberikan gambaran baji berwarna
jantung secara khusus diawali abu abu berbentuk kerucut.7
Pembukaan jantung dengan berakibat adanya sumbatan pada
mengikuti arah aliran darah mulai pembuluh darah arteri koronoria
dari vena cava superior sampai ke
(paling sering arteri koronaria
aorta. Muara vena cava superior dan
inferior di atrium kanan dibuka, sinistra). Pada beberapa kasus,
kemudian pisau panjang dimasukkan sumbatan sepertiga bagian pembuluh
lewat lubang muara tersebut sejajar
darah sudah dapat menyebabkan
septum interventrikularis menuju
apeks jantung, lalu iriskan ke infark miokard.7,8 Pada perabaan
samping maka terbukalah atrium dan bagian pembuluh darah yang
ventrikel kanan. Perhatikan ukuran,
ateriosklerosis teraba seperti kabel
konsistensi dan ketebalan lubang
atrioventrikular kanan dan valvula listrik.
trikuspidalis.6,7,8 Pembukaan arteri
pulmonalis melalui muaranya di (Gambar 1)
ventrikel kanan, perhatikan dinding
arteri pulmonalis melalui muaranya
di ventrikel kanan, apakah terdapat
penebalan. Kemudian dilanjutkan
membuka bagian kiri jantung.
Melalui muara vena pulmonalis pisau
panjang dimasukkan sejajar septum
interventikularis menuju apeks
jantung lalu iriskan ke samping maka
terbukalah atrium dan ventrikel kiri.
Perhatikan permukaan, ketebalan dan
kekakuan lubang atrio ventrikular Gambar 1. Artherosklerosis
kiri dan valvula mitral. Selanjutnya
buka aorta melalui muaranya di 2. Infark miokard: merupakan
ventrikel kiri. Setelah terbuka, nekrosis otot jantung akibat
perhatikan dinding aorta dan valvula insufisiensi aliran darah dapat terjadi
semilunaris adakah penebalan atau
karena spasme atau sumbatan akibat
tidak. 6,7,8
sklerosis maupun thrombus (Gambar
Pada autopsi jantung dicari beberapa
2). Pada infark yang bersifat dini
kelainan yang paling sering terjadi,
akan bermanifestasi sebagai daerah
diantaranya:
yang berwarna merah gelap atau
1. Arteriosklerosis: penebalan hemoragik, sedangkan infark yang
pembuluh darah arteri akibat yang lama tampak berwarna abu-abu.3,4,9
Gambar 2. Infark miokard
Gambar 4. Ruptur aneurysma arteri
3. Miokarditis : merupakan radang
5. Tamponade kordis : merupakan
pada miokardium yang ditandai oleh
keadaan gawat darurat dimana cairan
proses eksudasi. (Gambar 3).
terakumulasi di perikardium.
Diagnosis miokarditis pada kematian
(Gambar 5) pada kasus tamponade
mendadak hanya dapat ditegaskan
jantung dapat ditemukan cairan
dengan pemeriksaan histopatologi,
perikardium lebih dari 250 ml.3,4
pada kondisi ini akan tampak
peradangan pada interstisial atau
parenkim, edema, perlemakan,
nekrosis dan degenerasi otot hingga
miolisis.7

Gambar 5. Tamponade kordis

Diskusi

Kematian mendadak adalah kematian


Gambar 3. Miokarditis yang terjadi pada 24 jam sejak gejala
timbul, namun pada kasus-kasus
4. Penyakit arteri : penyakit arteri
forensik sebagian besar kematian
yang dapat menyebabkan kematian
terjadi dalam hitungan menit bahkan
mendadak adalah rupturnya
detik sejak gejala pertama timbul,
aneurisma arteri. 3,4 Seperti gambar 4
terjadi secara tiba- tiba dan tanpa
diduga. Kematian mendadak atau
sudden natural unexpected death
adalah suatu kematian yang
disebabkan oleh karena penyakit ada yang menyaksikan atau tidak
bukan akibat trauma atau racun.2,4 sempat mendapat pertolongan
Pada kasus ini pasien mengalami apapun. Kejadian dapat terjadi
gejala yang tiba-tiba dan pasien dimana saja, seperti lapangan
dibawa ke rumah sakit dalam olahraga, kantor, pasar atau tempat
keadaan sudah tidak sadarkan diri. umum lainnya.
Dari unsur-unsur definisi kematian Pada kasus ini jenazah berjenis
mendadak, maka dapat ditarik kelamin laki-laki dengan usia 40
beberapa hal penting yang harus tahun yang dibawa ke rumah sakit
dikaji lebih lanjut yaitu:2 karena tiba-tiba kejang dan tidak
1. Kematian terjadi pada 24 jam sadarkan diri saat sedang berada di
sejak timbulnya gejala atau terjadi kantor. Pasien dibawa ke rumah sakit
secara tibatiba.
oleh rekan kerja dalam keadaan tidak
2. Kematian tersebut disebabkan bernafas. Pasien kemudian
oleh penyakit dengan gejala yang dinyatakan DOA oleh dokter di
tidak jelas. rumah sakit.
3. Dikatakan kasus mati mendadak
jika kematian tersebut tidak ada Kematian mendadak 4 kali lebih
kaitannya dengan kondisi trauma dan sering terjadi pada laki-laki
keracunan. dibanding perempuan hal ini
Kematian mendadak dapat dikaitkan dengan angka kejadian
disebabkan akibat gangguan dari kardiovaskular yang lebih sering
sistem susunan saraf pusat, system terjadi pada laki-laki dibanding
kardiovaskular, sistem pernafasan, perempuan dengan perbandingan
sistem gastrointestinal, sistem 7:1.8 Mati mendadak tidak hanya
haemopoietik dan sistem endokrin. terjadi pada orang berusia lanjut
Sistem kardiovaskular merupakan namun dapat pula terjadi pada orang
penyebab kematian mendadak yang berusia dewasa.
paling tinggi dibandingkan penyebab
Kematian mendadak merupakan
lainnya. 7 Kematian mendadak sering
kematian yang tidak teduga, tidak
terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak
ada unsur trauma, tidak ada tindakan ada tanda tanda keracunan pada
yang dilakukan sendiri yang dapat pasien.perlukaan ini tidak spesifik
menyebabkan kematian dan menyebabkan kematian pasien.
kematian tersebut disebabkan oleh
Pada saat pemeriksaan, kekakuan
penyakit dengan gejala yang tidak
otot-otot tubuh sudah mulai terjadi,
jelas atau gejalanya muncul dalam
badan masih terasa hangat, terlihat
waktu mendadak kemudian korban
lebam mayat bewarna kemerahan
mati.7,10 Pasa kasus ini, muncul
yang hilang dengan penekanan yang
kejang-kejang secara tiba-tiba
terdapat pada bagian punggung dan
sebelum kematian. Kejang-kejang
bokong, serta tidak terdapat adanya
berlangsung selama beberapa saat
tandatanda pembusukan. Dari hal ini
sebelum pasien tidak sadar.
dapat disimpulkan bahwa perkiraan
Dikatakan kasus mati mendadak jika pasien meninggal adalah sekitar 1-3
kematian tersebut tidak ada jam sebelum sampai ke rumah sakit.9
kaitannya dengan kondisi trauma dan
Asfiksia merupakan penyebab
keracunan.7 Dari hasil pemeriksaan
kematian terbanyak yang ditemukan
luar didapatkan bintikbintik
dalam kasus kedokteran forensik.
kemerahan pada kelopak mata kanan
Tanda-tanda terjadinya asfiksia pada
dan kiri bagian dalam. Pada hidung,
kasus ini adalah ditemukannya
telinga dan mulut tidak ditemukan
bintik-bintik kemerahan (Tardeou’s
adanya kelainan. Pemeriksaan luar
Spot) pada kelopak mata bagian
pada dada dan perut juga tidak
dalam serta warna kebiruan pada
terdapat adanya kelainan. Pada
ujung-ujung jari tangan dan kaki.
lengan kiri bawah ditemukan 3 buah
Bintik-bintik kemerahan pada
bekas luka lama. Kuku-kuku jari
kelopak mata bagian dalam ini
tangan dan kaki bewarna kebiruan.
merupakan bintik-bintik perdarahan
Pada paha kanan atas juga ditemukan
yang timbul karena permeabilitas
bekas luka parut. Secara keseluruhan
kapiler meningkat dan kapiler mudah
tidak ditemukan adanya tandatanda
pecah.9,10
kekerasan maupun luka serta tidak
Pada kasus ini tidak dilakukan miokard jantung (kematian otot
pemeriksaan dalam pada pasien, jantung).4 Pada saat pembedahan
juga harus diperhatikan keadaan otot
hanya saja diuraikan bila
dan katup–katup jantung, apakah ada
pemeriksaan dalam dilakukan kekakuan atau penebalan.6 Sehingga
dengan bertujuan untuk mencari mungkin saja terdapat penyakit katup
jantung ataupun kardiomegali.
penyebab kematian pada korban
Tanda-tanda radang pada penyakit
(pasien). Penyakit arteri koronaria miokarditis otot jantung harus
merupakan penyebab paling banyak diperhatikan dan untuk menegakan
diagnosa dilakukan pemeriksaan
kematian mendadak. Penyempitan
histologi otot jantung.4,6 Adanya
dan oklusi koroner oleh atheroma aneurisma pembuluh darah arteri
adalah yang paling sering ditemukan. yang dapat menyebabkan pecah
Terjadinya sklerosis koroner rupture juga merupakan penyebab
kematian mendadak yang penting.
dipengaruhi oleh faktor-faktor Aneurisma paling sering terjadi di
makanan (lemak), kebiasaan aorta torakalis dan aneurisma
merokok, genetik, usia, jenis atheromatous pada aorta
abdominalis.4,5,6
kelamin, ras, diabetes mellitus,
hipertensi, stress psikis, dan lain-lain. Aspek Medikolegal

Kematian lebih sering terjadi pada Perlunya pemeriksaan pada kasus


4
laki-laki dibandingkan wanita. kematian mendadak adalah untuk
menyingkirkan adanya tindakan
pidana. Pada tindakan pidana, pelaku
Pada saat dilakukan autopsi,
biasanya akan melakukan suatu
sklerosis (penyumbatan) sering
didapatkan pada ramus descendens tindakan atau usaha agar tindak
arteri koronaria sinistra, pada kejahatannya tidak diketahui oleh
lengkung arteri koronaria dekstra, orang lain, baik oleh keluarga,
dan pada ramus sirkumfleksa arteri
koronaria sinistra. Sumbatan pada masyarakat atau pihak kepolisian.
pembuluh darah koroner merupakan Salah satu tindakan yang dilakukan
awal dari munculnya berbagai agar tidak diketahui adalah dengan
penyakit kardiovaskuler yang dapat
cara membawa jenazah tersebut ke
menyebabkan kematian. Sumbatan
pembuluh darah jantung pada rumah sakit dengan alasan
akhirnya akan mengakibatkan infark kecelakaan atau meninggal di
perjalanan ketika menuju ke rumah panjang badan 170 cm, berat 85 kg
sakit setelah mengalami serangan dan berkulit kuning langsat. Dari
suatu penyakit. Pada kondisi di atas, hasil pemeriksaan fisik dijumpai
sebagai seorang profesional yang bintik kemerahan pada kelopak mata
mempunyai kewenangan untuk bagian dalam, warna kebiruan pada
memberikan surat keterangan ujung jari tangan dan kaki serta
kematian dokter harus bersikap ditemukan lebam mayat pada
sangat hati-hati dalam mengeluarkan pungung dan bokong. Dari hasil
dan menandatangani surat kematian pemeriksaan dapat disimpulkan
pada kasus kematian mendadak bahwa penyebab kematian pasien
karena dikhawatirkan kematian (korban) adalah mati lemas akibat
tersebut merupakan kematian yang penyakit yang diderita oleh pasien
terjadi akibat tindak pidana. 6,10 yang terjadi secara mendadak.
Perkiraan waktu kematian korban
Pada kematian mendadak seseorang
yang terjadi di tempat umum, seperti berkisar 1-3 jam sebelum
di hotel, khususnya yang terjadi pada pemeriksaan.
orang penting, pelaku tindak pidana,
pelaku kejahatan atau seorang Kasus ini adalah kasus kematian
tahanan merupakan suatu peristiwa mendadak kardiovaskuler yang kerap
yang sensitive yang perlu dilakukan
terjadi. Pemeriksaan forensik pada
pemeriksaan lengkap, tuntas dan
cepat.10 Pada kasus ini berdasarkan kasus kematian mendadak diperlukan
hasil pemeriksaan luar dapat untuk menyingkirkan adanya tindak
disimpulkan bahwa penyebab
pidana. Pemeriksaan terbaik adalah
kematian korban adalah akibat
penyakit kardiovaskular yang terjadi dengan melakukan autopsy, bila
secara mendadak bukan akibat autopsi tidak dilakukan maka
tindakan kekerasan maupun penyakit alamiah tidak dapat
keracunan.
diketahui. Aspek medikolegal pada
Kesimpulan kasus ini adalah suatu kematian

Pada kasus ini, telah dilakukan akibat penyakit alamiah yang diderita

pemeriksaan pada jenazah berjenis selama hidupnya, dengan tidak

kelamin laki-laki, berusia 40 tahun,


ditemukannya tanda -tanda 7. Rahmawati MLA. Hubungan
kekerasan maupun keracuna antara usia dengan prevalensi dugaan
mati mendadak. Fakultas Kedokteran
Daftar Pustaka
Universitas Sebelas Maret. Surakarta
1. Republik Indonesia. Undang- : 2010.
Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang 8. Kristanto E, Winardi T. Kematian
Kesehatan. Pasal 117. mendadak (Sudden Natural
2. Singh S. Kematian Mendadak. Unexpected
Kedokteran forensik FK USU. Death).http://erwin_k.webs.com/kem
Medan. 2013. Available at: atia nmendadak.htm. 2006.
http://repository.usu.ac.id/bitstrea 9. Amir A. Rangkaian Ilmu
m/123456789/38686/5/Chapter kedokteran forensik edisi kedua.
%20I.pdf.(dikutip 12 Maret 2018). Bagian Ilmu Kedokteran Forensik
4. Rorora JD, Tomuka D, Siwu J. dan Medikolegal Fakultas Kedoktean
Temuan otopsi pada kematian USU: Medan. 2005.
mendadak akibat penyakit jantung di 10. Idries AM., Tjiptomartono AL.
BLU RSU Prof.DR. R.D.Kandou Penerapan Ilmu Kedokteran Forenik
Manado periode 2007- 2011. Jurnal dalam Proses Penyidikan. Sagung
e-Clinic (eCI).2014;2. Seto cetakan I edisi revisi. 2008.
5. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. Kematian mendadak.
Available at:
http://www.depkes.go.id/article/v
iew/201410080002/lingkungan-
sehatjantung-sehat.html. [dikutip
tanggal 12 Maret 2018].
6. Bagian Kedokteran Forensik FK
UGM. Pemeriksaan Jenazah
Forensik dan Medikolegal. Fakultas
Kedokteran UGM. Yogyakarta. 2013.