Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH EKONOMI BAHAN GALIAN

TEMBAGA

OLEH:

RUDI CAHYONO
DBD 113 160

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2017

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakan


Pada pemilihan judul makalah kali ini saya memilih dan membahas
tentang bahan galian industri mineral tembaga. Karena, tembaga menurut
saya adalah bahan galian yang sangat mernarik dibahas pada makalah kali ini.
Diharapkan sekaligus menambah pengetahuan tentang tembaga bagi saya dan
bagi pembaca pada khususnya.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dari penyusuan makalah ini adalah menguraikan dan
membahas tentang bahan galian mineral tembaga sesuai dengan latar
belakang diatas. Serta pengumpulan tugas individu mata kuliah
Ekonomi Bahan Galian.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari Penyusunan makalah sesuai judul makalah ini yaitu:
Mengetahui Keterdapatan bahan galian tembaga, Metode Eksplorasi
mineral tembaga, Metode Penambangan minera tembagal, Teknologi
Penambangan mineral tembaga; Pemanfaatan dan Nilai Jual Produk
mineral tembaga.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tembaga
a. Sifat-sifat Tembaga
Sifat Fisika
1. Tembaga memiliki warna kuning kemerah-merahan.
2. Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, sehingga mudahdibentuk
menjadi pipa, lembaran tipis, kawat.
3. Bersifat sebagai konduktor panas dan listrik yang bagusuntuk aliran
elektron.
4. Tembaga bersifat keras bila tidak murni.
5. Memiliki titik leleh pad 1084,62 °C, sedangkan titik didih pada 2562 °C.

Sifat Kimia
1. Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan
terhadap korosi.
2. Pada udara yang lembab, permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan
yang berwarna hijauyang menarik dari tembaga karbonat basa,
Cu(OH)2 𝐶𝑂3
3. Pada suhu sekitar 300°C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen
membentuk CuO yangberwarna hitam. Sedangkan pada suhu yang lebih
tinggi, sekitar 1000°C, akan terbentuk tembaga (I) oksida (𝐶𝑢2 𝑂)
yang berwarna merah.
4. Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam non-
oksidator encer seperti HCl encer dan 2𝑆𝑂4 encer, tetapi HCl pekat dan
mendidih menyerang logam tembaga danmembebaskan gas hidrogen.
5. Tembaga tidak bereaksi dengan alkali, tetapi larut dalam amonia oleh
adanya udara membentuklarutan yang berwarna biru dari kompleks
𝐶𝑢(𝑁𝐻3 )4 +

3
6. Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen.
Bereaksi dengan belerangmembentuk tembaga(I) sulfida dan tembaga(II)
sulfida dan untuk reaksi dengan halogenmembentuk tembaga (I) klorida.

b. Genesis Tembaga
Genesa endapan bijih tembaga secara garis besar dapat dibagi 2 (dua)
kelompok, yaitu genesa primer dan genesa sekunder.
1. Genesa primer: Proses genesanya berada dalam lingkungan magmatik,
yaitu suatu proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma.
2. Genesa sekunder: Proses genesanya melalui proses ubahan (alteration) yang
terjadi pada mineral-mineral urat (vein) terutama tembaga yang bersifat
tidak stabil bila terkena pengaruh air dan udara.

2.2 Keterdapatan Bahan Galian Mineral Tembaga

Tembaga ditemukan baik sebagai tembaga murni atau sebagai bagian


dari mineral. Tembaga sangat langka dan jarang sekali diperoleh dalam
bentuk murni. Tembaga mudah didapat dari mineralnya, seperti: cuprite
(Cu2O, 88,8% Cu), malachite (Cu2(OH)2CO3, 57,3% Cu), azurite,
chalcopyrite (CuFeS2), 34,5% Cu), chalcosite (Cu2S, 79,8% Cu), Covellite
(CuS), enargit (Cu3AsS4), dan bornite (Cu5FeS4), dan yang paling banyak
ditemukan adalah dalam bentuk sulfurnya yaitu kalkopirit.(Oxtoby, Gillis,
Nachtrieb,2003:206)

2.3 Metode Eksplorasi Mineral Tembaga


2.4 Metode Penambangan Mineral Tembaga
a. Sistim Penambangan
Sistim penambangan banyak dipengaruhi oleh kondisi batuan
badan bijih. Batuan dan kondisi badan bijih secara umum yang bisa
dilakukan penambangan secara block caving ialah :
 Batuan mempunyai karakter mudah ambruk.
 Cadangan atau badan bijih berukuran besar.
 Badan bijih mempunyai kemiringan lebih besar dari 60o.
 Tidak mudah dikotori oleh batuan samping.
 Perubahan kadar tidak terlalu besar.

4
b. Kegiatan penambangan dibagi dua, yaitu:
 Kegiatan development.
Adalah kegiatan untuk menyiapkan bijih mulai dari dalam
bentuk cadangan menjadi siap untuk dilakukan penambangan dan
pengangkutan. Kegiatan ini meliputi dari pembuatan lubang buka
(drift) dan peledakan (undercut blasting) untuk menciptakan
ambrukan pada badan bijih.
 Kegiatan penarikan dan pengangkutan bijih.
Pada penarikan bijih alat yang dipakai adalah slusher dan LHD
(muat-angkut-tuang). Dimana bijih berasal dari lombong amrukan
dialirkan melalui finger raise ke tempat draw point.
Keuntungan slusher :
- Waktu dan development lebih sedikit.
- Jumlah raise grizzly dan chute yang diperlukan sedikit.
Kerugian slusher :
- Diperlukan penggalian besar.
- Sulit menghitung bijih hasil penarikan.
- Diperlukan pekerja dengan skill baik.
- Diperlukan banyak peralatan tambahan.
Pada penarikan bijih dengan LHD (pemuatan, pengangkutran dan
pencurahan), ukuran rata-rata bijih yang bisa ditarik lebih besar
dibandingkan cara slusher sehingga pengontrolannya mdah. Cara ini
dibantu alat tambahan yang berupa pemecah batu (rock breaker).
Keuntungan LHD :
- Development lebih cepat.
- Produktivitas tinggi.
- Biaya rendah dan mudah menangani bongkahan.
Kerugian LHD :
- Memerlukan bukaan lebar
- Diperlukan operator dan bagian perawatan yang harus lebih
berpengalaman.

5
2.5 Teknologi Penambangan Mineral Tembaga
2.6 Pemanfaatan dan Nilai Jual Industri Mineral Tembaga