Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Judul
“Analisa Spasial Untuk Mencari Kos, Rumah kontrakan Dan Rumah Dijual di
Perumahan Pondok Nirwana Surabaya”

1.2 Latar Belakang Masalah


Pesatnya pertumbuhan masyarakat kota di wilayah Surabaya banyak dipengaruhi
oleh kompleksnya fungsi yang dijalankan suatu kota. Perkembangan kota akan selalu
diikuti dengan meningkatnya pembangunan dimana akan membutuhkan rumah sebagai
tempat tinggal. Tidak bisa dipungkiri lagi masyarakat sekarang tidak hanya tinggal
bersama orang tua mereka, tapi ada yang memilih untuk pisah dari orang tua dengan kos,
kontrak, atau bahkan membeli rumah sebagai tempat tinggal. Oleh karena itu, perlu
sebuah informasi untuk mempermudah pencarian kos, kontrakan, atau rumah yang dijual.
Selain menguntungkan bagi pencari, sebagai pemilik rumah tentu juga akan merasakan
kemudahan dalam promosi untuk mencari pelanggan.
Selama ini, untuk mengumumkan bahwa rumah tersebut dijual, dikoskan, atau
dikontrakan hanya dengan memasang spanduk, stau hanya selembar kertas yang dipajang
di depan rumah sebagai alat promosi. Untuk menanyakan fasilitas, harga pun tidak dapat
secara langsung mendapatkan informasi, melainkan harus menghubungi pemilik rumah
terlebih dahulu, selain itu, informasi denah berupa banyaknya kamar, banyak kamar
mandi, luas tanah, luas bangunan pun tidak dapat kita peroleh jika kita tidak mengunjungi
dan mengamati keseluruhan rumah secara langsung.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dibuatkan Sistem Informasi Geografis
yang diharapkan dapat memandu dalam mencari informasi lokasi bisnis rumah pada
Perumahan Pondok Nirwana sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinginkan sehingga
membantu pemilik rumah dalam promosi dan membantu pencari tempat tinggal untuk
mendapatkan informasi yang cukup.
1.3 Rumusan Masalah
Bagaimana cara mengetahui tempat kos, rumah dikontrakkan, dan rumah dijual di
perumahan Pondok Nirwana Surabaya

1.4 Batasan Masalah


Batasan masalah pada analisa yang diambil antara lain :
1. Wilayah yang dianalisa yaitu perumahan Pondok Nirwana Surabaya.
2. Data yang diambil sebagian merupakan fakta, ada pula yang fiktif

1.5 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dalam analisa yang dibuat antara lain :
1. Dengan analisa yang dibuat diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat untuk
memberikan informasi tempat kos, rumah kontrakan, dan rumah dijual di perumahan
Pondok Nirwana Surabaya.
2. Dengan analisa yang dibuat diharapkan dapat mempermudah dalam pencarian tempat
kos, rumah kontrakan, dan rumah dijual di perumahan Pondok Nirwana Surabaya.
BAB II
METADATA

2.1 Studi Area/Wilayah


Lokasi : Perumahan Podok Nirwana Surabaya
2.2 File Manajemen
File yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut.

Tabel 2.1.File Digitasi .shp


No Nama File `Tipe Fiture Format Keterangan/Isi

Tabel 2.2.File Image(Sebagai contoh foto tempat) .JPG


No Nama File `Tipe Fiture Keterangan/Isi

Tabel 2.3.File Lain


No Nama File `Tipe Fiture Format Keterangan/Isi
BAB III
PROSEDUR PEMBUATAN
3.1 Peta Awal
3.1.1. Menggunakan Google Earth
Awal Pembuan menggunakan Google Earth dengan mencari peta yang ingin
diolah dari atas/satelit.
Dengan membuat point untuk batas area, kita akan mendapatkan titik longitude dan
attitude. Setelah membuat point dan mengetahui longitude dan attitude, koordinat
tersebut kita catat dan disimpan di notepad dalam format .txt.
Setelah itu gambar kita simpan dalam format .tif.
Cara penyimpanan peta tersebut melalui print screen dan diolah di dalam paint atau photo
shop, kemudian disimpan dalam format .tif.
Tampilan awal saat di Google Earth ini memiliki perincian sebagai berikut :
1. Skala : 1 : 200.000 s/d 1 : 300.000
2. Posisi ( X, Y)
• Kiri Atas :
Lattitude : -7,312188
Longitude : 112,7770002
• Kiri Bawah :
Lattitude : -7,3148796
Longitude : 112,776832
• Kanan Atas :
Lattitude : -7,313562
Longitude : 112,778682
• Kanan Bawah :
Lattitude : -7,312346
Longitude : 112,780144

3.1.2. Menggunakan R2V


Setelah melakukan digitasi menggunakan google earth, langkah kedua adalah
mengedit hasil capture dari Google Earth dengan membuka file .tiff ke R2V.
Kemudian memberi control point editor ke point yang telah ditandai pada Google Earth,
setelah menandai akan muncul control point dan dapat diketahui titik X dan Y pada peta
di Group Box From. Pada Group box To di titik X dan titik Y diisi koordinat longitude
dan attitude yang telah disimpan pada notepad. Lakukan dengan cara yang sama kepada
titik lainnya. Setelah diketahui titik X dan Y, lakukan export vector. Simpan ke dalam
format .mif
3.1.3. Editing Menggunakan Map Info
Setelah mendapatkan koordinat X dan Y pada R2V, convert file .mif menjadi .tab
menggunakan Map Info. Caranya, buka Map Info pada menu bar tabel klik dan pilih
import, kemudian cari file .mif yang akan di convert. Setelah terbentuk file .tab buka file
tersebut dan pilih register untuk mencocokkan titik koordinat longitude dan latitude yang
didapat dari Google Map dengan koordinat X dan Y yang didapat dari R2V.
Cara Registrasi yaitu buka file .tiff ke dalam Map Info pilh register, kemudian
tambahkan point sesuai dengan banyaknya koordinat X dan Y. Klik Add pada Image
Registration. Beri nama yang ingin ditambahkan pada text box label. Pada X dan Y,
masukkan koordinat longitude pada text box X dan Lattitude di koordinat text box Y dan
tambahkan titik X dan titik Y yang didapat dari R2V. Klik OK, ulangi sebanyak
koordinat yang elah dibuat lalu klik OK, untuk memastikan sudah teregrister atau belum
bisa ditunjukkan dengn mengganti combo box zoom pada kiri bawah dengan cursor
location. Setelah itu kita baru bisa mengedit dengan cara membuat new table dan beri
tanda Add To Current Mapper dan hilangkan tanda di Open New Mapper pada group box
Create New Table And.
Masukkan nama field yang diperlukan, kemudian pilih tipenya dan atur Width.
Bila ingin menambahkan lagi klik add field, bila ingin mengahapus pilih field yang akan
dihapus dan klik remove field. Jika sudah cukup klik create, simpan dan beri nama file
tersebut dengan nama file yang diinginkan.
Kemudian kita bisa mengedit tabel tersebut dengan memilih layar yang akan
diedit pada combo box editing. Jika ingin membuat jalan, sungai atau rel kereta api yang
berupa garis dapat kita gunakan line pada toolbox drawing. Jika kita ingin membuat
polygon untuk rumah, atau area yang memiliki ruang, dapat kita gunakan beberapa
fasilitas yang ada pada toolbox drawing seperti rectangle, rounded rectangle, ellipse, atau
polygon.
Jika selesai melakukan editing pada mapinfo, kita dapat melakukan translate ke
format file .shp menggunakanunversal translator. Fasilitas tersebut terdapat pada menu
tool, dan pilih menu universal translator.
Pada groupbox source, terdapat combobox format dan textbox file. Combobox
tormat dipilih format asal file, yang berasal dari mapinfo, yaitu mapinfo tab. Untuk
textbox file diisi lokasi / letak file tersebut. Pada groupbox destination terdapat
combobox format dan directory. Combobox format dipilih format yang diinginkan, yaitu
esri shape. Untuk textbox directory dipilih lokasi tujuan untuk penyimpanan
peta.kemudian hilangkan tanda pada checkbox log to file, dan klik ok. Setelah proses
translating selesai, file dengan format .shp akan terbentuk.

3.1.4. Editing Menggunakan Arc View


Setelah file .shp terbentuk, buka file tersebut menggunakan ArcView. Double klik
view atau klik new untuk membuat view. Masukan data .shp yang ingin ditampilkan.
Setelah semuanya masuk, pilih new theme pada menu view. Pilih type yang ingin di
tambahkan pada peta tersebut. Klik ok, dan simpan pada lokasi yang diinginkan setelah
memberi nama theme.
Setelah terbentuk, lalu dapat memulai editing theme. Tambahkan gambar yang
ingin ditambahkan dengan draw. Untuk mengganti symbol dapat dilakukan melalui edit
legend. Double klik pada symbol, Pilih Symbol yang ingin ditampilkan, jika sudah, pilih
close dan apply.

3.2 Data Menjadi Digital


Proses pembuatan dari data menjadi digital sudah selesai hanya saja banyak yang
belum paham tentang apa gunanya simbol – simbol yang kita gunakan.
Dibawah ini uraian dari data ke digital :
• Bangunan → Polygon →
• Jalan → Line →
• Block → Polygon →
• Tanah Kosong → Polygon →
• Batas Area → Polygon →
• Pohon → Point →

3.3 Hasil Akhir Peta Digital


Setelah Melewati beberapa tahap pembuatan tadi mulai dari Google Earth, R2V,
MapInfo, dan ArcView, maka selesailah proses pembuatan [eta secara digital
berextensi .shp.

3.4 Pembuatan Desain Aplikasi


Pembuatan aplikasi ini dengan menggunakan bahasa pemprograman Visual
Studio .NET 2005, karena selain bahasa pemprograman ini memiliki tampilan yang
bagus, bahasa pemprograman ini cukup populer dikalangan mahasiswa STIKOM.
Dengan komponen Dundas pada Visual Studio .NET 2005 dapat memudahkan
kita dalam pengolahan peta. Setelah file berformat .shp terbentuk, maka file siap untuk
diolah dalam Visual Studio .NET 2005 untuk menciptakan program yang dapat
menghasilkan informasi yang tepat.
Langkah awal untuk pembuatan Sistem Informasi Geografis ini adalah pembuatan
interface yang user friendly.

3.5 Coding Program


Setelah proses desain, dilanjutkan proses coding, adapun source code yang dibuat
ada didalam Lampiran.

3.6 Hasil Akhir Aplikasi


Setelah Melewati proses yang begitu panjang, akhirnya aplikasi yang dibuat
sudah terselesaikan. Adapun tampilan yang dihasilkan adalah sebagai berikut :