Anda di halaman 1dari 9

POLA MAKAN DAN KEBIASAAN

MAKAN SUKU MANDAILING


Makalah ini ditujukan untuk memenuhi mata kuliah “Sosio Antropologi”

Dosen Pengampuh: Putra Apriadi Siregar, SKM, M.Kes

Oleh :
Fatimah Zahro Harahap
Muthia Salsabila Lubis
Selma Pertiwi Harahap
Silvia Amimma Chalida Lubis
Siti Kholijah Rambe

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karunia-Nya kami dapat
menyelesaiakan makalah ini, meskipun banyak hambatan yang penulis alami dalam proses
pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu
dan membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih
kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Medan, 23 Mei 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................1

DAFTAR ISI.......................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG......................................................................................3
1.2 RUMUSAN MASALAH..................................................................................3
1.3 TUJUAN MASALAH......................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 SEJARAH SUKU MANDAILING…………………………………………..4

2.2 WILAYAH SUKU MANDAILING………………………………………….4

2.3 POLA MAKAN SUKU MANDAILING…………………………………….4-5

2.4 KEBIASAAN MAKAN SUKU MANDAILING…………………………….5-6

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN.................................................................................................7

3.2 SARAN.............................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................8

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suku Mandailing adalah salah satu suku yang ada di Asia Tenggara. Suku ini lebih
banyak ditemui dibagian utara pulau Sumatera, Indonesia. Mereka datang dibawah pengaruh
kaum padre yang memerintah Minangkabau di Tanah Datar. Hasilnya, suku ini dipengaruhi
oleh budaya Islam. Suku ini juga tersebar di Malaysia, tepatnya di Selangor dan Perak. Suku
ini juga memiliki keterkaitan dengan suku Angkola.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah suku Mandailing?


2. Dimana saja wilayah suku Mandailing?
3. Bagaimana pola makan suku Mandailing?
4. Bagaimana kebiasaan makan suku Mandailing?

1.3 Tujuan Masalah

1. Menjelaskan bagimana sejarah suku Mandailing

2. Menjelaskan dimana saja wilayah suku Mandailing

3. Menjelaskan bagaimana pola makan suku Mandailing

4. Menjelaskan bagaimana kebiasaan makan suku Mandailing

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Suku Mandailing

Suku Mandailing bersamaan dengan suku batak lainnya, bermigrasi ke selatan sebelum
kedatangan Portugis dan Belanda di Sumatera menyebabkan Mandailing menjadi bagian dari
Suku Batak, berdasarkan aturan irisan yang dibuat untuk mengklasifikasi dan membuat tipologi.
Suku mandailing memiliki keterkaitan dengan suku batak toba, akibatnya Suku Mandailing
melebur di Indonseia dan suku Melayu Mandailing di Malaysia.

2.2 Wilayah Suku Mandailing

Suku Mandailing lebih banyak tersebar di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten


Padang Lawas Utara. Kelompok yang datang di wilayah tersebut adalah Pulungan dan Nasution.
15 marga yang secara sah diakui suku mandailing adalah pulungan, nasution, lubis, matodang,
rangkuti, batubara, harahap, dalimunthe, hutasuhut, siregar, hasibuan, daulay, pane, dan pohan.

2.3 Pola Makan Suku Mandailing

Suku Mandailing merupakan suku yang mata pencahariannya dengan bercocok tanam
atau bertani. Suku mandailing menghasilkan banyak tanaman yang mengandung karbohidrat,
seperti umbi-umbian, dll. Pada saat makan pun pola makan orang mandailing kurang efesien
seperti :

1. Orang mandailing sering mengkonsumsi karbohidrat yang menyebabkan orang


mandailing dikenal dengan tubuh gemuk dan pendek.
2. Saat makan orang mandaling lebih banyak makan nasi ketimbang lauk-pauk.

5
3. Pada saat makan, ayah suku mandailing lebih utama untuk makan daipada dimakan oleh
sang anak, pastilah karbohidrat yang bersisa banyak.
4. Pada saat mengemil, seperti makan ubi orang mandailing pasti mencampurnya dengan
gula atau garam yang banyak.

2.4 Kebiasaan Makan Suku Mandailing

 Makan dengan tangan kanan

Karena perkembangan agama di daerah mandailing (Tapanuli) cukup merata di


bagian selatan yaitu pengaruh agama Islam cukup kuat yang menganjurkan makan menggunakan
tangan kanan, sedangkan dibagian utara adalah penganut agama Kristen.

Makan bersama keluarga

Kebiasaan dalam suku mandailing ini adalah agar memperkuat dan mempererat
tali persaudaraan.

 Makan tidak boleh bersisa

Orang dahulu mengajarkan bahwa makan makanan adalah adalah suatu anugerah
dari Tuhan yang perlu disyukuri dan dihargai, karena makanan berasal dari kerja keras dan
keringat.

 Makan beralaskan tikar baik di rumah maupun di acara adat


Duduk bersama dalam sebuah acara makan, tidak menggunakan kursi adalah ciri
khas dalam budaya batak termasuk suku mandailing yang mana dalam suku mandailing
tidak mengenal perbedaan, yaitu sama dihadapan Tuhan.
 Makan sambil berbicara
Suku mandailing sangat kental dengan budaya bercerita atau barkombur
mengenai

agama, budaya, politik dan membahas kegiatan yang ada.

6
 Menunggu makanan dibagi
Patuh pada adat dapat membuat orang mandailing selalu ikut aturan adat
istiadatnya itu sendiri. Sehingga dalam setiap acara, momen acara makan adalah
yang paling ditunggu. Misalnya acara pernikahan, dll.

7
BAB III

PENUTUP

3. 1 KESIMPULAN

Suku Mandailing adalah salah satu suku yang ada di Asia Tenggara. Suku ini lebih
banyak ditemui dibagian utara pulau Sumatera, Indonesia. Mereka datang dibawah pengaruh
kaum padre yang memerintah Minangkabau di Tanah Datar. Hasilnya, suku ini dipengaruhi
oleh budaya Islam. Suku ini juga tersebar di Malaysia, tepatnya di Selangor dan Perak. Suku
ini juga memiliki keterkaitan dengan suku Angkola.

3.2 SARAN

Kami sebagai pemakalah berharap agar pembaca bisa memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada pemakalah demi sempurnanya makalah ini dan semoga bermanfaat bagi
pembaca.

8
DAFTAR PUSTAKA