Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN REFLEKSI KASUS KOMPREHENSIF

Nama : Vivian Resiana


NIM : 20110310034
RSUD : RSU PKU Nanggulan

I. Rangkuman pengalaman
Berdasarkan hasil SMD (Survey Mawas Diri), penggunaan minyak jelantah dan
konsumsi banyak garam masih menjadi suatu kebiasaan dari masyarakat dusun
Grubug, padahal banyak masyarakat yang menderita hipertensi tidak terkontrol.
Masyarakat menggunakan minyak goreng yang telah digunakan berulang kali demi
mengirit biaya pengeluaran rumah tangga, tidak peduli minyak sudah berwarna
coklat tua sampai kehitaman serta menggunakan banyak garam agar makanan
menjadi lebih gurih.
Pada hari Selasa, 28 November 2017, kami melakukan baksos dan pada hari
Kamis, 30 November 2017 kami melakukan penyuluhan sekaligus musyawarah
dengan warga dusun Grubug mengenai hipertensi. Sebagian besar warga yang
berpartisipasi adalah lansia dan mereka megikuti kegiatan ini dengan antusias.
Namun dari hasil penyuluhan dan musyawarah ada pula beberapa warga yang
diberi edukasi tentang bahaya minyak jelantah dan bahay konsumsi banyak garam
untuk hipertensi tapi tetap saja mereka merasa bahwa menggunakan minyak goreng
lebih dari sekali sangat bermanfaat untuk menghemat pengeluaran dan
menggunakan bayak garam membuat makanan lebih gurih.

II. Perasaan terhadap pengalaman


Menurut saya, kasus ini menarik karena masyarakat dusun Grubug khususnya
ibu rumah tangga masih banyak yang menggunakan minyak goreng lebih dari satu
kali dan menggunakan banyak garam untuk memasak. Masyarakat menyadari
bahaya menggunakan minyak goreng jelantah dan emnggunakan banyak garam
beresiko terhadap kesehatahn mereka tapi mereka melakukan itu untuk menghemat
pengeluaran. Padahal pada kenyataanya ketika masyarakat melakukan gayan hidup
yang tidak sehat mereka akan menaikkan faktor resiko untuk terjadi hipertensi dan
harus mengeluarka biaya lebih untuk berobat rutin.
III. Evaluasi
Bagaimana kebiasaan para penderita hipertensi terhadap konsumsi garam dan
minyak jelantah yang dapat memperberat hipertensi menurut Islam? Apa manfaat
kegiatan SMD dan MMD?

IV. Analisis/pembahasan
Jelantah adalah minyak goreng yang sudah lebih dari satu kali digunakan untuk
menggoreng dan minyak goreng ini merupakan minyak nyang telah rusak.
Pengggunaan minyak sebagai media penggorengan bisa menjadi rusak karena tidak
tahan terhadap panas. Minyak gorteng yang tinggi kandungan asam lemak tidak
jenuhnya memiliki nilai tambah hanya pada gorengan pertama saja, selebihnya
minyak tersebut menjadi rusak.
Terdapat beberapa alasan mengapa sebagian masyarakat menggunakan minyak
goreng secara berulang, sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa minyak
tersebut masih layak pakai dan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi
kesehatan. Konsumsi minyak jelantah bisa meningkatkan kolesterol LDL, sehingga
mengakibatkan penumpukan LDL di dinding dalam arteri dan membentuk plak
yang mengakibatkan seseorang menderita tekanan darah tinggi.
Garam atau unsur natrium merupakan salah satu bahan pangan yang harus
dikurang oleh seseorang untuk menghindari meningkatnya resiko menderita
hipertensi. Banyak masyarakat yang paham akan hal ini namun konsumsi garam
oleh masyarakat masih terbilang tinggi. Perhimpunan Hipertensi Indonesia
mencatat konsumsi garam rata-rata orang Indonesia tiga kali lipat lebih besar dari
anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu maksimal 5 gram atau satu sendok
teh dalam sehari. Garam menyebabkan pengikatan cairan dalam tubuh dan karena
pengikatan tersebut akan meningkatkan volume dan tekanan darah.
Islam sebagai agama yang lengkap dan sempurna juga mengatur berbagai
makanan yang layak dikonsumsi, oleh karena itu dalam mengkonsumsi makanan
tidak semata ditinjau dari kehalalan semata tetapi juga kualitas makanan tersebut.
Halal dan bergizi menjadi syarat kebanyakan suatu makanan untuk dikonsumsi.
Mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi tubuh hukumnya adalah haram
karena dapat mengakibatkan kegagalan organ tubuh dalam menjalankan tugasnya.
Sesuai surat al- Maidah : 88 yang artinya :” dan makanlah makanan yang halal dan
baik (bergizi) dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu, bertaqwalah kepada
Allah rezeki kan kepadamu, bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman
kepada-Nya”.
Manfaat dilakukan SMD dan MMD adalah meningkatkan kesadaran,
kemampuan, dan kemauan hidup sehat bagi setiap masyarakat agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal secara mandiri. Masyarakat
diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatannya sendiri, dengan demikian masyarakat mampu menjadi subyek
dalam pembangunan kesehatan. SMD dilaksanakan dalam rangka identifikasi
masalah kesehatan maupun potensi yang ada di wilayah tersebut. MMD merupakan
tindak lanjut SMD yang bertujuan menentukan prioritas masalah, pemecahan
masalah dan kesepakatan tindak lanjut dengan memanfaatkan potensi yang ada.

V. Kesimpulan dan rencana tindak lanjut


- Minyak jelantah dan konsumsi garam merupakan faktor yang dapat
memperberat hipertensi
- Dalam agama Islam mengkonsumsi makanan berbahaya bagi tubuh
hukumnya haram
- SMD bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat
- MMD merupakan tindak lanjut SMD untuk menentukan pemecahan
masalah

VI. Referensi
Muhtadi, 2005 , Minyak Goreng,
http://www.indohalal.com/artikel.php?noid=
168.
http://wahdah.or.id/makanan-halal-dan-haram-dalam-islam-2/
Buku Paket Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat dalam Pengembangan Desa Siaga.
Dep Kes RI 2009, Jakarta