Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Sistem perawatan dan keluarga telah berkembang menjadi model perawatan berpusat
pada keluarga ( family centered care ) (gruendmamn & fernsebner, 2006 ). Orang tua
banyak berperan dalam menerima informasi yang akurat dalam tindakan keperawatan dan
pengambilan keputusan dalam perawatan anak. Pada dasarnya setiap asuhan pada anak
yang dirawat di rumah sakit memerlukan keterlibatan orang tua (setiawan, 2014 ).
Hospitalisi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau
darurat, mengharuskan anak untuk tinggal dirumah sakit, menjalani terapi perawatan
sampai pemulangannya kembali ke rumah. Selama proses tersebut, anak dan orangtua
dapat mengalami kejadian yang menurut beberapa penelitian ditunjukkan dengan
pengalaman yang sangat traumatik dan penuh dengan kecemasan (supartini, 2014).
Cemas merupakan perasaan khawatir yang tidak jelas terhadap sumber yang seringkali
tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu ( mariyam et,al, 2013). Penyebab
kecemasan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari petugas ( perawat, dokter dan
tenaga kesehatan lainnya ), lingkungan baru dan biaya perawatan ( nursalam et, al, 2008 )
Berdasarkan data the national centre for health statistic, memperkirakan bahwa 3 – 5
juta anak di bawah usia 15 tahun menjalani hospitalisasi setiap tahun ( savero 2009 dalam
evi hudriyah, 2013).Perhimpunan nasional rumah sakit anak di amerika juga mencatat
sebanyak 6,5 juta anak / tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan usia
kurang dari 17 tahun (McAndrews, 2007 dalam yuli utami, 2014 ). Di indonesia, menurut
survei ekonomi nasional ( SUSENAS ) tahun 2010 diperkirakan 35 per 100 anak
menjalani hospitalisasi (sumaryoko, 2008 dalam weni febrina sari, 2014 )
Menurut penelitian Mariyam (2008) yang dilakukan disalah satu rumah sakit di
indonesia tepatnya di ruang cempaka BRSD RAA Soewondo pati diketahui bahea
sebagian besar anak yang dirawat di rumah sakit ( hospitalisasi ) sering rewel dan
menangis, bahkan meminta pada orang tuannya untuk pulang, sebanyak 1.507 anak yang
dirawat pada bulan januari 2008, ditemukan 30 kasus pulang paksa atau sebesar 3 % dari

1
jumlah seluruhnya dengan rata – rata durasi perawatan 3 x 24 jam. Sebanyak 945 anak
yang dirawat sejak bulan agustus sampai desember 2007, 17 diantaranya pulang dengan
kondisi meninggl dunia. Kondisi semacam ini yang dianggap sebagai pemicu
meningkatnya tingkat kecemasan orang tua.
Setiyawan (2014) dalam penelitiannya yaitu hubungan perilaku caring perawat
dengan tingkat kecemasan ibu akibat hospitalisasi anak ( 0 – 12 tahun ) di ruangan rawat
inap anak RSUD Ambarawa kabupaten semarang untuk variabel perilaku caring perawat
dipersepsikan ibu menunjukkan bahwa proporsi perawat dinilai sudah memiliki perilaku
caring yang baik yaitu sebanyak 49,1 %.
Selain itu, ditambahkan oleh Rinaldi, dkk ( 2013 ) dalam penelitiannya mengenai
hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu yang anaknya dirawat RSUP Prof.
DR.R. D kondou manado dengan jumlah sampel 71 responden. Presentase ibu yang
paling banyak yaitu ibu yang berpengetahuan sedang yaitu 54,93 % (39 ibu ) dan
berpengetahuan baik 45,07 % ( 32 ibu ). Sedangkan persentase ibu yang mengalami
kecemasan sedang paling banyak yaitu 83,10 % dan kecemasan berat yaitu 16,90 %. Dari
hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan
tingkat kecemasan yang anaknya dirawat RSUP Prof. Dr.R. D Kandou manado.
Di RSUD Dr. Muhammad zein painan selama periode bulan januari sampai juli 2017
jumlah pasien anak yang dirawat inap di ruanga anak adalah sebanyak 314 anak,
ditemukan 7 kasus pulang paksa dikarenakan anak menolak minum obat dan keluarga
menolak anaknya dipasang infus dan 4 diantaranya pulang dengan kondisi meninggal
dunia. Pada data 3 bulan terakhir yaitu agustus sampai oktober jumlah anak yang dirawat
yaitu 96 orang. Ditemukan 4 kasus pulang paksa karena menolak minum obat dna
keluarga menolak anaknya dipasang infus dan 4 anak pulang dengan kondisi meninggal
dunia ( Rekam medik RSUD Dr. M.Zein painan,2017 ).
Dari survey awal yang dilakukan pada tangal 8 april 2017, 6 dari 10 ibu tampak
cemas, gelisah, panik dan sedih dengan kondisi anak mereka yang dirawat, diperparah
dengan jika anak gelisah dan selalu menangis dikarenakan infus yang terpasang. Orang
tua mengatakan kadang ada petugas bersikap tidak ramah saat melakukan tindakan
keperawatan. Orang tua juga mengatakan perasaan tidak tenang, kurang istirahat, cepat
lelah serta anaknya merasa asing dengan lingkungan tempat ankanya dirawat. 2 orang ibu
mengatakan kuranngya informasi mengenai tindakan dan prosedur medis seperti
pemasangan infus, terapi melalui injeksi yang diberikan oleh perawat. Sebagian ibu tidak

2
mengetahui prosedur perawatan rawat inap di rumah sakit. Pendidikan terakhir mayoritas
ibu yang anaknya di rawat adalah tamatan SMP.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti telah melakukan penelitian lebih lanjut tentang
faktor – faktor yang berhubungan dengan kecemasan orang tua dalam hospitalilsasi anak
di ruanga anak RSUD Dr.M.zein painan tahun 2018.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “faktor – faktor yang berhubungn dengan
kecemasab orang tua dalam hospitalisasi anak di ruang anak RSUD Dr.M.zein painan
tahun 2018?”
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan umum
Diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kecemasan orang tua dalam
hospitalisasi anak di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.
1.3.2 Tujuan khusus
1.3.2.1 diketahui distribusi frekuensi kecemasab orang tua yang anaknya
mengalami hospitalisai di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun
2018.
1.3.2.2 Diketahui distribusi frekuensi sikap petugas dalam hospitalisasi anak di di
ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.
1.3.2.3 Diketahui distribusi frekuensi tingkat pendidikan orangtua dalam
hospitalisai anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.
1.3.2.4 Diketahui distribusi frekuensi tingkat pengetahuan orangtua dalam
hospitalisasi anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.
1.3.2.5 Diketahui hubungan antara sikap petugas dalam kecemasan orang tua
terkait hospitalisai anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun
2018.
1.3.2.6 Diketahui hubungan anatara tingkat pendidikan orang tua dalam
hospitalisasi anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.
1.3.2.7 Diketahui hubungan anatara tingkat pengethuan orang tua dalam
hospitalisasi anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.

3
1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Bagi institusi rumah sakit
sebagai bahan masukan bagi RSUD Dr. M . Zein painan diharapkan untuk lebih
meningkatkan muru pelayanan dalam memberikan asuhan keperawatan pada
setiap orang tua yang anaknya dirawat.
1.4.2 Bagi ilmu keperawatan
Sebagai bahan masukan untuk meminimalkan kecemasan orang tua ketika
melakukan tindakan keperawatan.
1.4.3 Bagi peneliti berikutnya
Sebagai masukan atau acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut khususnya
dalam hal kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada anak.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian.


Penelitian ini mengenai kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anaknya.
Penelitian ini dilakukan pada orang tua yang anaknya mengalami hopitalisai ( rawap inap
) sebanyak 32 orang. Jenis penulisan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitik. Sampel
dalam penelitian ini adalah total populasi sebanyak 32 orang. Penelitian ini bertujuan
untuk melihat ada atau tidaknya faktor yang berhubungan dengan kecemasan orang tua
terhadap anaknya yang di rawat inap ( hospitalisasi ). Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian dengan cross – sectional, dengan analisis dalam penelitian ini menggunakan uji
chi – square. Dimana penelitian dilaksanakan pada bulan april 2018 sampai mei 2018
pada ruang anak di di ruang anak RSUD Dr.M. zein painan tahun 2018.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep hospitalisasi anak


1. Defenisi anak
2. Pertumbuhan dan perkembangan
B. Hospitalisasi
1. Defenisi hospitalisasi
2. Stressor dan reaksi anak terhadap hospitalisasi
3. Stessor dan reaksi keluarga terhadap anak yang di hospitalisasi
4. Mencegah atau meminimalkan perpisahan
5. Meminimalkan kehilangan pengendalian
6. Mencegah atau meminimalkan ketakutan akan cedera tubuh
7. Memaksimalkan manfaat dari hospitalisasi anak
8. Bermain untuk mengurangi stress akibat hospitalisasi
C. Konsep orang tua
D. Konsep cemas (ansietas)
E. Cemas pada anak yang di hospitalisasi
F. Kategori tahapan pendidkan
G. Kategori sikap petugas
H. Kerangka teori
Adapun faktor – faktor yang berhubungan dengan kecemasan secara sistematis
adalah sebagai berikut :

5
Faktor yang berhubungan
dengan kecemasan :

- Petugas
(perawat,dokter,dan
- Keseriusan penyakitn tenaga kesehatan
- Perlunya perawatan lainnya)
intensif - Lingkungan baru
- Ketidakmampuan perawat - Perkembangan
dirumah keadaan anak
- Pengobatan
Anak sakit - Biaya perawatan
- Usia orang tua
Anak butuh orang
- Tingkat pendidikan
tua
dan status ekonomi
Orang tua terlibat - pengetahuan
dalam asuhan
keperawatan Hospitalisasi anak Kecemasan orang tua

Sumber : ( Supartini,2014), Nursalam,et.al,2008)


I. Kerangka konsep
Kerangka penelitian ini dibuat berdasarkan tujuan penelitian, peneliti ingin
mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kecemasan orang tua dalam
hospitalisasi anak di ruangan anak, untuk itu kerangka konsep dalam penelitian ini
dapat dilihat di bagian berikut :

Variabel independen Variabel dependen


Sikap petugas
Kecemasan orang tua
Tingkat pendidikan terhadap hospitalisasi

Pengetahuan

J. Hipotesis penelitian
Ha :ada hubungan antara sikap petugas dengan kecemasan orangtua dalam
hospitalisasi anak diruangan anak RSUD Dr.M.zein painan tahun
2017.
Ha :ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kecemasan orang tua
dalam hospitalisasi anak diruangan anak RSUD Dr.M.zein painan
tahun 2017.

6
Ha :ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan orang tua dalam
hospitalisasi anak diruangan anak RSUD Dr.M.zein painan tahun
2017.

K. Defenisi operasional

Variabel Defenisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala


operasional ukur
Sikap Perilaku perawat wawancara kusioner (1) Baik jika Ordinal
petugas dalam ≥median, 32
berinteraksi (0) Tidak baik
dengan responden jika median
ketika <32
memberikan
asuhan (Riyanto,2013)
keperawatan
Tingkat Tahapan wawancara kusioner (1) Pendidikan 0rdinal
pendidikan pendidikan tinggi : >
terakhir yang SMA
dilalui oleh (0) Pendidikan
responden baik jika
nilainya :≤
50%
(Yudistira,2009)
pengetahuan Sejauh mana Wawancara Kusioner (1) Baik jika Ordinal
responden nilainya
mengetahui >50%,
informasi tentang (0) Kurang baik
hospitalisasi jika nilainya
≤50%

(Arikunto, 2006)

7
Kecemasan Kondisi yang wawancara Kusioner (1) Skor <21 : Ordinal
dirasakan oleh tidak cemas
keluarga disaat (0) Skor ≥21 :
pasien harus cemas
dirawat
mendadak atau (Nurul
tanpa terencana Hidayah,2010)
dimana keluarga
tampak gelisah,
panik,sedih,takut

8
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik yaitu melihat kejadian yang
diteliti dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional
(Arikunto,2010). Adapun penelitian menggunakan variabel independen ( sikap
petugas, tingkat pendidikan dan pengetahuan) dan dependen (kecemasan orang tua)
dilaksanakan pada waktu bersamaan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilakukan di ruang anak, RSUD Dr. Muhammad Zein painan
kabupaten pesisir selatan dan waktu penelitian dilakukan pada bualan desember 2017
– januari 2018.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi yang menjadi objek penelitian adalah orang tua yang anaknya dirawat
berjumlah 32 orang.
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu 32 orang.kriteria
pengambilan sampel meliputi :
Kriteria inklusi :
1) Ibu yang menemani anaknya dirawat dalam rentang waktu lebih dari 3 hari
2) Ibu yang anaknya baru pertama kali dirawat
3) Ibu yang anaknya mendapat tindakan invasif
4) Ibu yang bersedia menjadi responden

Kriteria Ekslusi :

1) Ibu yang tidak bersedia menjadi responden


2) Anak yang ditemani oleh keluarga lain selain dari orang tua misalnya nenek,
kakek.paman.bibi dan anggota keluarga lainnya.
3) Orang tua yang tidak bisa baca tulis.
D. Etika Penelitian

9
Dalam melakukan penelitian, peneliti mendapatkan izin dari Stikes Syedza saintika
Padang untuk melakukan penelitian. Surat izin tersebut diserahkan ke bagian diklat
RSUD Dr.Muhammad zein painan. Penelitian dilakukan dengan menekankan etika
pada responden yang meliputi (Zaluchu,2010)
a. Lembar persetujuan ( informed consent)
Lembar persetujuan menajadi responden diberikan sebelum peneliti melakukan
penelitian. Tujuan lembar persetujuan adalah agar subjek mengerti maksud dan
tujuan penelti.
b. Tanpa nama (Anonimity)
untuk memberikan jaminan atau untuk menjaga kerahasiaan nama pasien, peneliti
tidak akan mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya
menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil peneliti yang akan
disajikan.
c. Kerahasiaan ( Confidentiality)
Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya
kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset atau penelitian.
E. Teknik Pengumpulan data
Menurut Candra (2008), teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah :
a. Jenis data
a) Data Primer
Data langsung yang diperoleh langsung dari responden menggunakan
kusioner.
b) Data Sekunder
Data sekuder yang diperoleh dari medical record anak yang dirawat di RSUD
Dr.Muhammad zein painan tentang jumlah anak yang dirawat, pulang paksa
dan menolak terapi.
b. Instrumen penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah kusioner dan melihat buku medical record
ruang anak.
c. Prosedur pengumpulan data
a. Surat persetujuan penelitian dari Stikes syedza saintika padang
b. Sebelum melakukan penelitian di RSUD Dr.Muhammad Zein painan,
meminta surat rekomendasi dari diklat.

10
c. Meminta izin pada instansi tempat penelitian
d. Mencari responden yang sudah ditentukan
e. Melakukan kunjungan ke ruang anak dan memberikan kusioner
F. Teknik pengolahan data
1. Editing
2. Coding
3. Entri data
4. Prosesing
5. Cleaning
G. Analisis data
Setelah data didapatkan dan hasil pengisian kusioner, kemudian data dimasukan ke
dalam komputer dan di analisis secara univariat dan bivariat.
1. Analisis univariat
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel
independen yaitu sikap petugas, tingkat pendidikan, pengetahuan maupun variabel
dependen yaitu kecemasan orang tua.
2. Analisis Bivariat
Uji statistik chi – square , dan untuk melihat hasil kemaknaan perhitungan statistic
digunakan batas kemaknaan 5% (0,05), bila p-value <0,05 berarti ada hubungan
yang bermakna antara variabel independen dengan variabel dependen sedangkan
p-value < 0,05 berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel
independen dengan varibel dependen.

11
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Tempat Penelitian


Rumah Sakit Umum Daerah muhammad zein painan adalah satu layanan
kesehatan milik pemerintah Pemkab Pesisir selatan yang bermodel RSU,dikelola oleh
PEMDA dan tercatat ke dalam Rumah Sakit Kelas C. Yang berada di kenagarian
painan utara kecamatan IV jurai kabupaten pesisir selatan. RSUD Dr.M.zein ini
memilik luas tanah 13.000 dengan luas bangunan 8.471 km2.
Rumah sakit umum daerah Dr.Muhammad zein painan merupakan rumah sakit
rujukan bagi pukesmas perawatan di kabupaten pesisir selatan dan kota painan serta
unit pelayanan kesehatan lainnya pelayanan kesehatan lainnya.RSUD Dr. Muhammad
zein painan saat ini meliputi pelayanan gawat darurat 24 jam, pelayanan jalan, kamar
operasi, serta rawat inap. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap anak. Ruang rawat
inap anak terdiri dari ruang 1 ruang kelas terdiri dari 3 bed. Kelas 2 terdiri 2 yang
masing masing terdapat 2 bed. Kelas 3 terdiri dari 5 ruangan yang masing – masing
terdapat 4 bed. Tenaga kesehatan di ruang anak sebanyak 16 orang terdiri dari 3 orang
tenaga perawat dengan pendidikan terakhir S1 ners dan 13 orang perawat.
B. Hasil penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang faktor – faktor yang
berhubungan dengan kecemasan orang tua dalam hospitalisasi anak di ruang RSUD
Dr.Muhammad zein painan dengan jumlah 32 orang responden didapatkan hasil
penelitian sebagai berikut :
1. Karateristik Responden
Pada karakteristik responden didapatkan umur, pendidikan dan pekerjaan. Berikut
tabel karakteristik responden yang didapat :
No Karakteristik Jumlah ( Persentase
Responden orang)
1 Umur 21-30 tahun 9 28%
31-40 tahun 22 68,8%
41-50 tahun 1 3,1%

12
2 Pendidikan SD 5 15,6%
SMP 12 37,5%
SMA 11 34,4%
D III 4 12,5%
3 Pekerjaan IRT 10 31,3%
Pedagang 9 28,1%
PNS 4 12,5%
Tani 9 28,1%

Pada karakteristik umur, didapat responden dengan rentang umur 31 – 40 tahun lebih
dominan yaitu sebanyak 22 responden (68,8%). Sedangkan responden dengan rentang umur
21- 30 tahun sebanyak 9 responden (28%) dan responden dengan rentang umur 41 – 50 tahun
sebanyak 1 responden (3,1%).

Pada karakteristik pendidkan, didapat responden pendidikan SMP lebih dominan yaitu
9sebanyak 12 responden (37,5%). SMA sebanyak 11 responden (34,4%), SD sebanyak 5
responden(15,6%) dan III sebanyak 4 responden (!2,5%).

Pada karakteristik pekerjaan, IRT lebih dominan yaitu sebanyak 10 responden


(31,3%) dari pada pedagang dan tani yang masing – masing sebanyak 9 responden (28,1%)
dan PNS sebanyak 4 Responden (12,5%).

2. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusikan frekuensi dari variabel
dependen dan variabel independen.
a. Kecemasan
Tabel 4.1
Distribusi frekuensi kecemasan orang tua cemas anaknya mengalami
hospitalisasi di ruang anak RSUD Dr.Muhammad Zein Painan.
No Kecemasan f %
1 Cemas 21 65,6%
2 Tidak cemas 11 34,4%
32 100

13
Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa lebih dari separuh : 21 responden
(65,6%) orang tua cemas anaknya mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD
Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
b. Sikap petugas
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi sikap petugas dalam hospitalisasi anak di Ruang anak
RSUD Dr.Muhammad zein paina tahun 2016.
No Sikap petugas f %
1 Tidak baik 15 46,9%
2 Baik 17 53,1%
Jumlah 32 100
Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan bahwa kurang dari separuh : 15 responden
(46,9%) menyatakan sikap petugas tidak baik dalam hospitalisasi anak di ruang
RSUD Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
c. Tingkat Pendidikan
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi tingkat pendidikan orang tua dalam hospitalisasi anak
di ruang anak RSUD Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
No Tingkat Pendidikan f %
1 Rendah 17 53,1
2 Tinggi 15 46,9
Jumlah 32 100

Berdasarkan tabel 4.3 didapatkan bahwa lebih dari separoh : 17 responden


terdapat (53,1%) berpendidikan rendah dalam hospitalisasi din ruang anak RSUD
Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
d. Pengetahuan
Tabel 4.4
Distribusikan frekuensi tingkat pengetahuan orang tua dalam hospitalisasi
anak di ruang RSUD Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
No Pengetahuan f %
1 Kurang baik 18 56,3%
2 Baik 14 43,8%

14
Jumlah 32 100

Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan bahwa lebih dari separuh : 18 responden


(56,3%) orang tua memiliki pengetahuan kurang baik di dalam hospitalisasi anak
di ruang RSUD Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
3. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen.
a. Hubungan sikap petugas dengan kecemasan orang tua
Tabel 4.5
Hubungan sikap petugas dengan kecemasan orang tua dalam hospitalisasi
anak di ruang anak RSUD Dr,Muhammad zein paina tahun 2016.
No Sikap Kecemasan orang Total % P
petugas tua Tidak value
Cemas cemas
F % F %
1 Tidak baik 13 86,7 2 13,3 15 100
2 Baik 8 47,1 9 52,9 17 100 0,048
Jumlah 21 65,6 11 34,4 32 100
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa proporsi responden yang cemas
anaknya yang di hospitalisasi lebih banyak ditemukan pada sikap petugas yang
tidak baik yaitu 13 responden (86,7%) dibandingkan dengan sikap petugas yang
baik yaitu 8 orang responden (47,1%) . berdasarkan hasil uji statistik dengan uji
chi – square menunjukkan p value = 0,048 (p <0,05) dengan demikian Ho ditolak
dan Ha diterima. Hal ini berarti ada hubungan antara sikap petugas dengan
kecemasan orang tua dalam hospitalisasi anak di ruang anak RSUD
Dr.Muhammad Zein painan tahun 2016.
b. Hubungan tingkat pendidikan dengan kecemasan orang tua
Tabel 4.6
Hubungan tingkat pendidikan dengan kecemasan orang tua dalam
hospitalisasi anak di ruangan anak RSUD Dr.Muhammad Zein Painan

15
No Tingkat Kecemasan orangtua Total % P
Pendidikan Cemas Tidak cemas value
F % F %
1 Rendah 16 94,1 1 5,9 17 100
2 Tinggi 5 33,3 5,9 66,7 15 100 0,001
Jumlah 21 65,6 6,9 72,6 32 100
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa proporsi responden yang cemas
anaknya yang di hospitalisasi lebih banyak ditemukan pada responden yang
berpendidikan rendah yaitu 16 responden (94,1%) dibandingkan dengan
responden yang berpendidikan tinggi yaitu 5 responden (33,3%). Berdasarkan
hasil uji statistik dengan uji chi – square menunjukkan p value = 0,001 (p<0,05)
dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada hubungan antara
tingkat pendidikan dengan kecemasan orang tua dalam hospitalisasi anak di
ruangan anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016.
c. Hubungan pengetahuan dengan kecemasan orang tua
Tabel 4.7
Hubungan pengetahuan dengan kecemasan orang tua dalam hospitalisasi anak di
ruang anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016.
No Pengetahuan Kecemasan orangtua Total % P
Cemas Tidak cemas value
F % F %
1 Kurang baik 17 94,4 1 5,6 18 100
2 Baik 4 28,6 10 71,4 14 100 0,000
Jumlah 21 123 11 77 32 100

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa proporsi responden yang cemas
anaknya di hopitalisasi lebih banyak ditemukan pada responden yang memiliki
pengetahuan kurang baik yaitu 17 responden (94,4%) dibnadingkan dengan
responden yang memiliki pengetahuan baik yaitu 4 responden (28,6%).
Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji chi- square menunjukkan p value =
0,000 (p<0,05) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada
hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan orang tua dalam hospitalisasi
anak diruangan anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016

16
BAB V
PEMBAHASAN
A. Analisis Univariat
1. Kecemasan orang tua
Berdaarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa lebih dari separuh responden
terdapat 65,6% orang tua cemas pada anak yang mengalami hospitalisasi
di ruang anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016.
Hospitalisasi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang
berencana atau darurat, mengharukan anak tinggal di rumah sakit,
menjalani terapi perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah.
Selama proses tersebut, anak dan orang tua dapat mengalami kejadian
yang menurut beberapa penelitian ditunjukkan dengan pengalaman yang
sangat traumatik dan penuh dengan kecemasan (Supartini,2014). Cemas
merupkan perasaan khawatir yang tidak jelas terhadap sumber yang
seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu.(Mariyam
et,al.2013)
Menurut asumsi peneliti dari 32 responden, 65,6% atau 21 responden
cemas anaknya mengalami hospitalisasi. Cemas disebabkan karna kondisi
anaknya dirawat, mendapat prosedur medis serta seriusnya penyakit yang
dialami oleh anaknya. Kecemasan yang dialami oleh orang itu juga
dipengaruhi oleh faktor petugas (perawat, dokter,dan tenaga kesehatan
lainnya). Lingkungan baru, perkembangan keadaan anak, pengobatan,
biaya perawatan, usia, pendidikan dan statu ekonomi pekerjaan orang tua
serta pengetahuan. Tingkat dan bentuk kecemasan yang dialami oleh
masing – masing orang tua berbeda. Perawat yang perhatian kepada orang
tua tersebut dapat mengurangi kecemasan.
2. Sikap Petugas
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa dari 32 responden
terdapat 46,9% orang tua menyatakan sikap petugas tidak baik pada anak
yang mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD Dr.Muhammad zein
painan tahun 2016.
Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.
Hal ini mencerminkan perasaan perasaan seseorang terhadap sesuatu.

17
Pengertian lain dari sikap menurut Notoadmojo (2007) adalah reaksi atau
respons yang masih tertutup terhadap stimulus dan objek.
Sikap yang ada dalam seseorang memerlukan unsur respons dan
stimulus.misalnya sikap yang berhubungan dengan kepuasaan pelayanan
kesehatan. Seseorang akan merasa puas jika pelayanan kesehatan yang
diterima berkualitas. Output sikap pada seseorang dapat berbeda, jika
tidak suka, maka seseorang akan mendekat, mencari tahu dan bergabung,
sebaliknya jika tidak suka, maka seseorang akan menghindar atau
menjauh (Riyanto,2013)
Hasil peneletian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Setiyawan(2013) tentang hubungan perilaku caring perawat dengan
tingkat kecemasan ibu akibat hospitalisasi anak (usia 0 -12 tahun) di
ruang rawat anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016.
Menurut asumsi peneliti,kurang dari separuh sikap petugas tidak baik
pada anak yang dihospitalisasi, disebabkan masih ada petugas kesehatan
bersikap tidak ramah pada saat memberikan pelayanan kesehatan seperti
memberi asuhan keperawatan. Tidak baiknya sikap pertugas juga karena
setiap anak yang di rawat memiliki karakter yang berbeda – beda, begitu
juga dengan orang tua masing – masing. Oleh karena itu, sikap perawat
yang hangat, bersahabat dan tegas membuat orang tua mendapatkan
pengalaman emosional yang baik. Dalam keperawatan, perawat
menggunakan kekuatan sugestif secara pasif untuk memberikan dukungan
pada orang tua untuk yakin akan mendapatkan kesembuhan. Hal ini
diawali dari keyakinan perawat itu sendiri,bahwa dengan sentuhan orang
tua merasa nyaman dan hendaknya perawat mengerti akan perasaan dan
kebutuhan orang tua tanpa membatasi ruang geraknya
3. Tingkat pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa dari 32 responden
terdapat 53,1 % orang tua berpendidikan rendah di ruang anak RSUD
Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok masyarakat sehingga
mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan
(Notoadmojo, 2007).

18
Hasil peneliian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh
sugihartiningsih (2016) tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap
hospitalisasi anak di RSUD Dr. Muhammad zein painan, dengan jumlah
sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ditemukan 40% orang tua
berpendidikan rendah.
Menurut peneliti, rendahnya tingkat pendidikan orang tua terlihat dari
hasil kusioner penelitian yaitu 15,6 % orang tua berpendidikan SD dan
37,5% orang tua berpendidikan SMP. Rendahnya pendidikan orang tua
membuat orang tua sulit dalam menerima informasi tentang cara
mengatasi kecemasan terhadap anak yang di hospitalisasi.
4. Pengetahuan
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa dari 32 responden
terdapat 56,3 % orang tua memiliki pengetahuan kurang baik di ruang
anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh
Lenawati (2008) tentang hubungan antara pengetahuan dengan tingkat
kecemasan ibu saat menghadapi hospitalisasi pada anak di ruangan anak
RSUD Pare- kediri, dengan jumlah sampel sebanyak 28 orang. Hasil
penelitian ditemukan 28,6% responden berpengetahuan kurang.
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu ini terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan
terjadi melalui pasca indera manusia, yakni indra penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba.(Notoadmojo,2012)
Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan kurang memberikan
pengaruh terhadap kecemasan. Menurut Supratini dalam Lenawati dkk
(2008) kecemasan orang tua akan meningkat jika mereka kurang
informasi terutama tentang prosedur dan pengobatan anak. Begitu juga
sebaliknya adanya atau banyaknya informasi yang tidak tepat atau bahkan
keliru dapat menyebabkan dirinya menjadi panik dan terjadi peningkatan
respon cemas.
B. Analisis Bivariat
1. Hubungan sikap petugas dengan kecemasan orang tua
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa proporsi responden yang
cemas pada anak yang di hospitalisasi lebih banyak ditemukan pada sikap

19
petugas yang tidak baik yaitu 13 (86,7%) dibandingkan dengan sikap
petugas yang baik yaitu 8 ( 47,1%) berdasarkan hasil uji statistik dengan
uji chi – square menunjukkan p value = 0,048 p (<0,05), ini berarti ada
hubungan antara sikap petugas dengan kecemasan orang tua pada anak
yang mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD Dr.Muhammad zein
painan tahun 2016
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
setiyawan (2013) tentang hubungan perilaku caring perawat dengan
tingkat kecemasan ibu akibat hospitalisasi anak (usia 0 – 12 tahun) di
ruang rawat inap anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016,
dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang. Hasil penelitian ditemukan
adanya hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan ibu
akibat hospitalisasi anak (usia 0 – 12 tahun ) dengan nilai p value = 0,000
Menurut asumsi peneliti, pada saat petugas kesehatan berinteraksi atau
memberikan informasi tentang kondisi kesehatan anaknya, petugas
seharusnya menujukkan sikap ramah, empati sehingga dapat
meminimalkan kecemasan pada orang tua. Karena sikap yang ditunjukkan
oleh perawat dapat menolong orang tua dalam meningkatkan perubahan
positif dalam segi fisik, psikologis, spritual dan sosial. Tetapi jika
sebaliknya sikap petugas dirasa kurang, maka hal ini cenderung menjadi
penyebab cemas.
2. Hubungan tingkat pendidikan dengan kecemasan orang tua
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa proporsi responden yang
cemas pada anak yang di hospitalisasi lebih banyak ditemukan pada
responden yang berpendidikan tinggi yaitu 5 (33,3%). Berdasarkan hasil
uji statistik dengan uji chi – square menunjukkan p value = 0,001 (p<
0,05), ini berarti ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan
kecemasan orang tua pada anak yang mengalami hospitalisasi di ruang
anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
Kecemasan orang tua akan meningkat jika mereka kurang informasi
tentang prosedur dan pengobatan anak serta dampaknya terhadap anak.
Selain itu, kecemasan juga terjadi pada mereka yang baru kurang
mendapat dukungan emosi dan sosial dari keluarga, kerabat, bahkan
petugas kesehatan.(Supratini,2004 dalam Lenawati, 2008)

20
Menurut asumsi peneliti, seiring dengan perkembangan zaman,
pendidikan yang diperoleh seseorang harusnya meningkat, tetapi pada
kenyataanya pendidikan seseorang masih ada juga yang tetap. Pendidikan
yang ringgi akan membentuk pola pikir yang adaptif dan koping yang
lebih baik, dan sebaliknya.
Menurut asumsi peneliti, terdapatnya hubungan pengetahuan orang tua
dengan kecemasan pada anak yang dihospitalisasi disebabkan kurangnya
informasi mengenai penyakit, rencana pengobatan dan kondisi yang
diderita serta prosedur hospitalisasi yang dijalani. Dalam menangani
kecemasan orang tua perlu dilakukan pemberian dukungan informasi
kesehatan, menjelaskan prosedur – prosedur yang dijalani anaknya, dan
membuka konseling bagi orang tua yang ingin mengetahui tentang
kesehatan anaknya. Oleh karena itu perawat merupakan salah satu petugas
kesehatan harus dapat berperan aktif dalam pemberian informasi
kesehatan yang tepat kepada orang tua yang memerlukan informasi lebih
lanjut tentang kesehatan anaknya untuk mengurangi kecemaan orang tua
anak yang menjalani hospitalisasi, sehingga orang tua anak mengetahui
cara mengatasi kecemasannya.

21
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dari hasil yang telah didapatkan tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan
kecemasan orang tua dalam hospitalisasikan anak di ruangan anak RSUD
Dr.Muhammad zein painan tahun 2016, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Lebih dari separuh (65,6%) orang tua cemas anaknya mengalami hospitalisasi
di ruangan anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
2. Kurang dari separuh(46,9%) orang tua menyatakan sikap petugas tidak baik
pada anak yang mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD Dr.Muhammad
zein painan tahun 2016
3. Lebih dari separuh (53,1%) orang tua berpendidikan rendah di ruang anak
RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
4. Lebih dari separuh (56,3%) orang tua memiliki pengetahuan kurang baik di
ruang anak RSUD Dr.Muhammad zein painan tahun 2016
5. Terdapat hubungan antara sikap petugas dengan kecemasan orang tua pada
anak yang mengalami hospitalisasi di ruang anak di RSUD Dr.Muhammad
zein painan tahun 2016
6. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kecemasan orng tua
pada anak yang mengalami hospitalisasi di ruang anak di RSUD
Dr.Muhammad zein painan tahun 2016 dengan nilai p = 0,001
B. Saran
1. Bagi RSUD Dr.Muhammad zein painan
Melalui Pimpinan RSUD diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi rumah
sakit dalam memberikan pelayanan kepada anak yang dirawat di rumah sakit
dengan sikap caring yang lebih tinggi agar tingkat kecemasan anak dan orang tua
berkurang.
2. Bagi Institusi Pendidikan

22
Sebagai bahan bacaan perpustakaan untuk menambah buku dan sarana
penyuluhan tentang tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi penelitian
lebih lanjut.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya.
Diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan
variabel yang beda .

23
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI
ANAK DI RUANGAN ANAK DI RSUD DR.MUHAMMAD.ZEIN
PAINAN TAHUN 2018

24
OLEH :

NOSEL TITIA VERMILA


NIM :1602277 / nr.10.b

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SYEDZA
SAINTIKA PADANG 2018

25