Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kerja lapangan merupakan matakuliah dengan beban 2 sks dan sebagai syarat untuk
kelulusan. Kerja lapangan memiliki manfaat untuk belajar langsung dilapangan dan
melatih kemandirian serta mental pelaksana. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
memiliki program kerja lapangan di Negara Jepang khusus untuk program setudi
pertanian, program ini sangat bermanfaat terutama untuk pelaksana kegiatan, pelaksana
sangat mendapatkan banyak pengalaman yang tidak ada di indonesia seperti budaya,
sistem pertanian, musim, bahasa, dan lain sebagainya.
Jepang adalah salah satu negara maju di Asia. Selain terkenal dengan industri
otomotif dan animasinya, jepang juga sangat terkenal dengan industri pangan dan
pertaniannya.pertanian di jepang sudah tersohor mempunyai sistem kerja yang baik.
Selalu ada campur tangan pemerintah untuk setiap perkembangan pada industri suatu
negara. Pemerintah jepang menerapkan empat pilar pembangunan pertanian salah satunya
adalah farm size expansion. Kebijakan ini bertujuan agar kepemilikan lahan pertanian
semakin bertambah dari 4 Ha menjadi 15-20 Ha untuk setiap keluarga petani. Kemajuan
pertanian jepang juga dapat dilihat dengan berkembangnya sistem pertanian urban.
Bahkan pertanian urban di jepang kini menjadi andalan untuk memasok produk-produk
pertanian yang segar sehat dan cepat di seluruh dunia (agroteknologi 2015).
Negara jepang merupakan salah satu negara di asia yang memiliki iklim sub tropis
yaitu negara yang memiliki 4 musim diantaranya yaitu, musim semi, musim panas,
musim gugur, dan musim dingin, sehingga di negara ini tidak dapat melaksanakan
kegiatan pertanian terus menerus di lahan terbuka. Pelaksanan kerja lapangan yang saya
dapatkan bergerak pada tanaman sayur-sayuran yang merupakan kebutuhan dalam
pemenuhan gizi dalam tubuh manusia.
Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air
dan serat yang tinggi. Sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan
oleh tubuh. Manusia dapat mengambil banyak manfaat dari tanaman sayuran. Tanaman
sayur merupakan tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif.
Dalam pertanian budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber
daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat atau hasil
panennya. Kegiatan budidaya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani, budidaya itu
sendiri merupakan usaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda
ataupun makhluk hidup agar lebih besar atau tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
Usaha budi daya tanaman mengandalkan penggunaan tanah atau media lainnya di
suatu lahan untuk membesarkan tanaman dan kemudian memanen bagiannya yang

1
bernilai ekonomis. Kegiatan budi daya tanaman yang dilakukan dengan media tanah
dikenal pula sebagai bercocok tanam.
Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air
dan serat yang tinggi. Sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan
oleh tubuh. Manusia dapat mengambil banyak manfaat dari tanaman sayuran. Tanaman
sayur merupakan tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif.
Budidaya merupakan usaha untuk menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan
benda ataupun makhluk hidup agar lebih besar atau tumbuh dan berkembang biak dengan
baik.
Hampir tiap bagian dari tanaman sayuran dapat dimakan. Sayuran dikelompokkan
berdasarkan bagian yang dapat dimakan atau dimanfaatkan berasal dari daun, tangkai
daun, umbi, batang, akar, bunga, buah, ataupun biji.
Tanaman sayur ini tidak hanya dibudidayakan di Indonesia saja tetapi di berbagai
Negara salah satunya Negara Jepang dimana data-data yang ada diambil di Negara ini, di
Negara Jepang tanaman sayur dibudidayakan dengan sangat baik karena masyarakatnya
yang sangat peduli dengan pertanian sehingga pertanian di Negara ini sangat maju
terutama di bidang budidaya tanaman sayur.
Pelaksanaan kerja lapangan yang dilakukan di negara jepang terdapat beberapa
tanaman sayur yang dibudidayakan diantaranya yaitu, kubis (kyabetsu), sawi putih
(hakusai), green ball, dan selada (retasu), pada tanaman selada ini ada beberapa varietas
yang di budidayakan yaitu, selada merah (sani retasu), selada hijau (riffu retasu), selada
telur (green ball retasu).

B. Identifikasi Masalah
Mengetahui bagaimana membudidayakan tanaman sayur terutama tanaman selada telur
(gurin borru retasu) dan selada hijau (rifu retasu).

C. Tempat dan waktu pelaksanaan


1. Tempat pelaksanaan
Kerja Lapangan dilaksanakan di Nagano S.Farmer’s Naganoken, komoroshi, Hirabara
1124-4 Souru A203, Japan.
Prefektur Nagano ( 長 野 県 Nagano-ken) adalah prefektur Jepang yang berada di
wilayah Chubu pulau Honshu. Ibu kota prefektur ini adalah di kota Nagano. Pada
tahun 2003 luasnya adalah 13.585 km² dan jumlah penduduknya 2.215.973 jiwa
dengan memiliki angka kepadatan penduduk 163 jiwa/km². Berikut data dari komoro,
nagano, jepang:

2
Koordinat: 36°19′26″LU 138°25′45″BT

Negara Jepang

Wilayah Chūbu (Kōshin'etsu)

Prefektur Nagano Prefecture

Pemerintahan

• Walikota Tsutomu Serizawa


(since April 2004)

Luas

• Total 98,66 km2 (3,809 sq


mi)

Populasi (May 1, 2011)

• Total 44,270

• Kepadatan 448,71/km2 (116,220/

3
sq mi)

Zona waktu Waktu Standar


Jepang (UTC+9)

- Pohon Prunus mume

- Bunga Viola

Nomor telepon 0267-22-1700

Alamat 3-3-3 Aioi-chō,


Komoroshi,Nagano-
ken
384-8501

Situs web www.city.komoro.nag


ano.jp

.
2. Waktu pelaksanaan
Kerja lapangan dilaksanakan pada minggu 28 agustus (akhir musim panas) – senin 14
November (awal musim dingin) 2016. Keadaan alam yang ada di negara jepang ini
sangatlah berbeda di bandingkan dengan Indonesia. Pelaksana kerja lapangan saat di
jepang mendapatkan 3 musim yaitu musim panas, musim gugur, dan akan memasuki
musim dingin.
Setiap musim yang terjadi maka akan terjadi perbedaan perlakuan lapangan pula
karena setiap musim memiliki suhu dan kelembaban yang berbeda serta panjang
penyinaran.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim
sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia
diperkirakan sekitar 3 juta ton,yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan. Lactuca sativa
merupakan satu-satunya jenis Lactuca yang didomestikasi, merupakan tumbuhan asli lembah
dari bagian timur Laut Tengah. Bukti lukisan pada pemakaman Mesir kuno menunjukkan bahwa
selada yang tidak membentuk "kepala" telah ditanam sejak 4500 SM. Awalnya, tanaman ini
mungkn digunakan sebagai obat, dan untuk minyak-bijinya yang dapat dimakan. Beberapa ras
lokal selada, diketahui digunakan untuk diambil minyak-bijinya. Tipe selada liar sering memiliki
daun dan batang yang berduri, tidak membentuk kepala dan daunnya berasa pahit, serta
mengandung banyak getah. Pemuliaan tanaman ini mungkin ditekankan untuk memperoleh
tanaman yang tidak berduri, lambat berbunga, berbiji besar dan tidak menyebar, tidak bergetah,
dan tidak pahit. Aspek lain meliputi tunas liar lebih sedikit, daun lebar dan besar, dan
membentuk kepala. Selada yang membentuk kepala adalah tanaman yang dibudidayakan agak
lebih kini, yang pertama kali dinamakan sebagai "selada kubis" pada tahun 1543.

Untuk membudidayakan selada, dibutuhkan lingkungan atau tempat tumbuh beriklim


dingin atau sejuk dengan temperatur antara 15-20 ºC. Tanah yang ideal untuk tanaman ini adalah
tanah liat berpasir yang gembur dan subur dengan pH antara 5,0 – 6,8, tidak mudah tergenangi
air dan mengandung banyak bahan organik. Karena tanaman selada tidak tahan terhadap hujan
lebat. maka penanaman sebaiknya dilakukan pada akhir musim penghujan. (kebunpedia).
Tanaman selada memiliki beberapa jenis diantaranya selada merah, selada hiau dan selada telur,
berikut adalah klasifikasi tanaman salada telur

Dalam ilmu tumbuhan, tanaman selada diklasifikasikan sebagai berikut.


Divisi : spermatophyte (tanaman berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (biji berada di dalam buah)
Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua atau biji belah)
Ordo (bangsa) : Asterales
Famili (suku) : Asteraceae (Compositae)
Genus (marga) : Lactuca
Spesies (jenis) : Lactuca sativa

Selada jenis ini merupakan selada dengan varietas yang berkrop, yaitu yang membentuk
kumpulan daun – daun yang saling merapat membentuk bulatan menyerupai kepala dengan
beberapa helaian daun yang ada di sekitar bulatan selada tersebut. Selada jenis ini di Negara
Jepang sering di sebut dengan istilah gurin boru retasu yang bila di artikan keladam bahasa
Indonesia yaitu selada bola hijau.
Daun tanaman selada memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang beragam, bergantung
pada varietasnya. Misalnya, jenis selada yang membentuk krop memiliki bentuk daun bulat
5
atau atau lonjong degan ukuran daun lebar atau besar, daunnya ada yang berwarna hijau tua,
hijau terang, dan ada yang berwarna hijau agak gelap.
Tanaman selada memiliki batang sejati. Pada tanaman selada yang membentuk krop,
batangnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat dan terletak pada bagian dasar yang berada
di dalam tanah.
Tanaman selada ini memiliki perakaran serabut yang mengarah kesemua arah, akar
serabut pada tanaman selada ini memiliki kedalaman 20 cm – 50 cm atau lebih. Sedangkan akar
tunggangnya tumbuh lurus ke pusat bumi.
Perakaran tanaman selada dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang
subur, genbur, mudah menyerap air, dan kedalaman tanah (solum tanah) cukup dalam.
Sedangkan Klasifikasi selada hijau adalah sebagai berikut:

Kingdom : plantae
Divisi : spermathopyta
Sub divisi : magnoliophita
Kelas : magnoliopsida
Ordo : asterales
Family : acteraceae
Genus : lactuca
Spesies : lactuca sativa. Crispa L

Daun selada jenis ini memiliki bentuk daun yang lebar daun tumbuh keatas dan pada
pinggir-pinggir daun berbentuk bergerigi.
Batang pada selada merupakan batang sejati, batang tersebut pendek dan hampir tidak
terlihat pada bagian dasar di dalam tanah ada juga yang terlihat. batang yang dimiliki selada
jenis ini bersifat kokoh, tegap, serta kuat dan memiliki diameter sekitar 2-7 cm.
Akar yang dimiliki oleh tanaman selada jenis ini yaitu akar tunggang dan serabut. Akar
tunggang tersebut tumbuh kedalam tanah sedangkan pada akar serabut menempel pada batang
selada kemudian menyebar kesekitar tanaman, akar serabut ini dapat tumbuh sekitar 20-50 cm.
Warna bunga pada tanaman selada berwarna kuning, bunga ini memiliki panjag 80 cm
bahkan lebih.
biji yang dimiliki oleh selada adalah iji berkeping dua yang berbentuk lonjong pipih,
agak keras. Biji berbulu dan memiliki warna coklat tua serta berukuran sangat kecil sekitar 4
mm panjangnya sedangkan lebar sekitar 1 mm.

Sawi putih (Brassica rapa Kelompok Pekinensis; suku sawi-sawian atau Brassicaceae )
dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa; karena itu disebut juga sawi cina.
Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning
pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih dapat dilihat penggunaannya pada asinan
(diawetkan dalam cairan gula dan garam), dalam cap cai, atau pada sup bening. Sawi putih
beraroma khas namun netral.
Dalam ilmu tumbuhan, tanaman sawi putih diklasifikasikan sebagai berikut:

6
Divisi : Spermatophyta (tanaman berbiji)

Sub Divisi : Angiospermae (biji berada didalam buah)

Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua atau biji belah)

Ordo : Rhoeadales ( Brassicales)

Famili : Cruciferae ( Brassicaceae)

Genus : Brassica

Spesies : Brassica pekinensia L.

Sawi putih ( Brassica pekinensia L) termasuk jenis tanaman sayuran daun dan tergolong ke
dalam tanaman semusim ( berumur pendek). Tanaman tumbuh pendek dengan tinggi sekitar 26
cm-33 cm atau lebih, tergantung dari varietasnya. Tanaman sawi putih membentuk krop, yaitu
kumpulan daun-daun yang membentuk kepala.

Tanaman sawi putih berakar serabut yang tumbuh dan berkembang secara menyebar ke
semua arah di sekitar permukaan tanah, sehingga perakarannya sangat dangkal pada kedalaman
sekitar 5 cm. Tanaman sawi putih tidak memiliki akar tunggang. Perakaran tanaman sawi putih
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur, subur, mudah meyerap air,
dan kedalaman tanah ( solum tanah) cukup dalam.

Tanaman sawi putih memiliki batang sejati pendek dabn bersayap terletak pada bagian
dasar yang berada di dalam tanah. Batang sejati bersifat tidak keras dan berwarna keputih-
putihn. Batang sejat memiliki ukuran panjang 1,5 cm, dan diameternya 3,5 cm. Pada umumnya
batang sawi putih bercabang.

Daun tanamn sawi putih berbentuk bulat panjang (lonjong) dan agak lebar, kasar, berkerut-
kerut, berbulu halus sampai kasar ( namun ada yang berdaun halus dan tidak berbulu), berwarna
hijau muda sampai hijau tua. Daun memiliki tangkai daun yang panjang, berwwarna putih,, agak
lebar dan pipih, bersifat lemas dan halus. Pelepah-pelepah tersusun saling membungkus dengan
pelepah-pelepah daun yang lebih muda sehingga membentuk kepala (krop), akan tetapi pada
daun-daun tua (paling bawah) membuka. Di samping itu, daun juga memiliki tulang-tulang daun

7
yang menyirip dan bercabang-cabang. Daun tanaman sawi putih merupakan bagian tanaman
yang dikonsumsi dalam berbagai bentuk makanan, terutam bagian kropnya (kumpulan-kumpulan
daun yangmembentuk kepala).

Sawi putih tumbuh baik pada tempat-tempat sejuk, di Indonesia sendiri sawi dibudidaya
pada dataran tinggi dengan pH optimum 6,0-6,5.

Kubis (B. oleracea) merupakan sayuran daun utama di dataran tinggi bahkan merupakan
sayuran terpenting di Indonesia disamping kentang dan tomat. Kubis dwi-musim telah ada sejak
Perang Dunia II dan ditanam di daerah pegunungan dan benihnya selalu didatangkan dari luar
negeri, terutama dari Eropa, khususnya Nederland. Kelangkaan benih impor dari Nederland
menjadikan benih kubis didatangkan dari Taiwan, lalu menyebar dari daerah Tawangmangu ke
daerah Kopeng dan Ngablak di Salatiga serta di sepanjang jalur Kopeng-Wonosobo (Permadi dan
Sastrosiswojo, 1993).

Klasifikasi Kubis

Kingdom Plantae

Divisio Spermatophyta

Subdivisi
Angiospermae
o

Kelas Dicotyledonae

Ordo Papavorales

Cruciferae (Brassica
Famili
ceae)

Genus Brassica

Spesies Brassica oleracea L.


Tanaman memiliki akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang tumbuh ke pusat Bumi
(ke arah dalam), sedangkan akar serabut tumbuh kearah samping (horizontal), menyebar dan
dangkal (20 cm-30 cm). Dengan perakaran yang dangkal tersebut, tanaman akan tumbuh cukup
baik apabila ditanam pada tanah yang gembur dan poros.

Batang tanaman kubis bunga tumbuh tegak dan pendek (± 30 cm). Batang tersebut
berwarna hijau, tebal dan lunak namun cukp kuat. Batang tanaman tidak bercabang, batang

8
tanaman tersebut halus tidak berambut, dan tidak begitu tampak jelas karena tertutup oleh daun-
daun.
Daun kubis bunga berbentuk bulat telur (oval) dengan bagian tepi daun bergeri, agak
panjang seperti daun tembakau dan membentuk celah-celah yang menyirip agak melengkung
kedalam. Daun tersebut berwarna hijau dan tumbuh berselang seling pada batang tanaman. Daun
memiliki tangkai agak panjang dengan pangkal daun yang menebal dan lunak. Daun-daun yang
tumbuh pada pucuk batang sebelum masa bunga terbentuk, berukuran kecil dan melengkung
kedalam melindungi bunga yang sedang atau baru mulai tumbuh.
Bunga tanaman merupakan kumpulan massa bunga yang berjumlah banyak. Bunga
tanaman tersebut tersusun dari kuntum-kuntum bunga yang berjumlah dari 5.000 kuntum bunga
yang bersatu membentuk bulatan yang tebal serta padat (kompak). Pada kubis bunga (kol bunga),
bunga tersebut bervariasi sesuai dengan varietasnya. Ada yang memiliki masa bunga dengan warna
putih bersih, namun adapula yang memiliki warna putih kekuningan. Kubis bunga bunga memiliki
berat antara 0,5 kg-1,3 kg dengan diameter 20 cm atau lebih, tergantung pada varietasnya. Kubis
bunga memilki tangkai bunga yang berwarna hijau muda hingga hijau.Bunga pada kubis bunga
merupakan bagian yang paling penting dari tanaman, yang dikonsumsi sebagai sayuran yang
bergizi tinggi. Apabila dibiarkan tumbuh terus (tanpa dipanen), maka bunga pada tanaman kubis
tersebut memanjang menjadi tangkai bunga yang penuh dengan kuntum bunga. Setiap bunga
memiliki 4 helai daun kelopak, 4 helai daun mahkota, dan 6 helai benang sari.
Tanaman kubis bunga dapat menghasilkan buah yang mengandung banyak biji. Buah
tersebut terbentuk dari hasil penyerbukan sendiri ataupun penyerbukan silang dengan bantuan
serangga lebah madu. Buah berbentuk polong, berukuran kecil, dan ramping, dengan panjang
antara 3 cm-5 cm. Di dalam buah tersebut terdapat biji berbentuk bulatkecil, berwarna coklat
kehitam-hitaman. Biji-biji tersebut dapat dipergunakan sebagai benih perbanyakan tanaman.
Tanaman kubis bunga termasuk dalam golongan tanaman sayuran semusim atau berumur
pendek. Tanaman tersebut hanya dapat berproduksi satu kali dan setelah itu mati. Pemanen kubis
bunga dapat dilakukan pada umur 40-50 hari setelah pindah tanam,tergantung pada varietasnya.
Tanaman kubis bunga berbentuk perdu dan perakaran dangkal (Harjono, 1996).

9
BAB III

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

Budaya merupakan hal penting dalam suatu Negara, karena budaya dapat menjadikan
suatu karakteristik maupun identitas bagi negara. Kehidupan yang dialami di Indonesia sangat
berbeda dengan yang dialami di Jepang terutama dalam budaya kehidupan sehari-hari sehingga
kita harus pintar dalam menyesuaikan budaya ini.

Lapangan kerja merupakan suatu tempat untuk dilakukannya kegiatan KL, walaupun
hanya di lahan terbuka di tempat inipun beberapa adat istiadat yang ada di Jepang diterapkan
seperti sapaan, meminta bantuan, minta maaf, dan lain sebagainya.

Negara ini merupakan Negara dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, sehingga waktu
merupakan hal yang sangat penting untuk di hargai dan terbukti dari sistem kerja yang sangat
menekankan ketepatan waktu, bila karyawan melanggar maka akan mendapat sanksi.

Kerja lapangan yang dilaksanakan di jepang perfektur nagano, pelaksanaan kerja lapangan
ini memiliki aturan-aturan dalam bekerja termasuk perlengkapan kerja yang di pakai, berikut
perlengkapan dan aturan kerja di lapangan yaitu:

1. Memakai pakaian lapangan yang telah di sediakan (berupa jas hujan)


2. Memakai sepatu boot yang safety
3. Memakai kaos tangan saat bekerja
4. Membawa alat sesuai dengan pekerjaan yang akan di laksanakan
5. Jam kerja dimulai dari pukul 05.00 waktu jepang dan harus datang paling lambat
15 menit sebelum jam 05.00
6. Peserta KL membawa bekal makanan berat untuk sarapan di kebun.

Keadaan yang terjadi di Negara Jepang ini sangat banyak seperti kondisi lahan dan
kegiatannya, berikut pembahasannya:

A. Kondisi lingkungan
Lingkungan merupakan kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan
sumber daya alam seperti tanah, air, energy surya, mineral, serta flora dan fauna yang
tumbuh diatas tanah maupun di dalam larutan.
Lingkungan yang terdapat di Negara Jepang khususnya di Nagano S, Farmer’s
Naganoken, komoroshi, Hirabara 1124-4 Souru A203, Japan memiliki suhu udara yang
sejuk suhu udara ini di pengaruhi oleh musim yang ada karena merupakan Negara sub
tropis maka terdapat empat musim sehingga musim-musim ini sangat mempengaruhi
suhu, kelembaban dan kegiatan pertanian yang ada di Negara ini.
10
Iklim merupakan bagian dari lingkungan, di Negara ini merpakan Negara dengan
iklim sub tropis artinya memiliki 4 musim, musim-musim yang ada memiliki banyak
perbedaan dari suhu, udara, kelembaban, panjang penyinaran, dan lain sebagainya.
Musim yang ada diantaranya yaitu, musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim
dingin. Pada pelaksanaan KL (kerja lapangan) pelaksana hanya mengalami 3 musim
dalam pelaksanaannya yaitu musim panas, musim gugur dan musim dingin.
1. Musim semi (haru)
Musim semi yang dikenal dalam bahasa jepang yaitu haru merupakan musim yang
terjadi antara bulan maret-mei, pada musim ini pertanian di lahan terbuka akan mulai
dilakukan setelah lama beristirahat di musim dingin. Kegiatan yang sangat awal
dilakukan pada musim ini yaitu mulai menanam kembali komoditas yang biasa di
budidayakan di lahan.
2. Musim panas (natsu)
Musim panas atau natsu di Jepang berlangsung selama bulan juni hingga September.
Musim panas merupakan musim yang sangat disukai oleh orang jepang pada bidang
pertanian, karena pada musim inilah masyarakat jepang dapat melakukan kegiatan
pertaniannya dengan sangat maksimal. Pada musim panas sangat berbanding terbalik
dengan musim yang ada di Indonesia pada musim panas yang terjadi yaitu panjang
penyinaran matahari yang panjang yaitu mencapai 16 jam perhari tetapi walaupun
panjang penyinaran sangatlah panjang pada musim ini sering sekali terjadi hujan.
3. Musim gugur (aki)
Musim gugur atau dalam bahasa jepang di kenal dengan kata aki merupakan musim
ke tiga setelah musim panas, musim gugur terjadi pada antara bulan September
sampai November. Pada musim gugur ini sering terjadi badai terutama pada bulan
September pada bulan inilah badai sering terjadi dan hal inilah yang mengganggu
aktivitas pertanian di Jepang karena memiliki resiko jika bekerja di tengah-tengah
badai. Selain badai pada musim ini pula banyak hasil pertanian yang kurang baik
bahkan ada yang sampai gagal panen. Sisi lain dari negatifnya di bidang pertanian,
musim gugur sangat di sukai karena pada musim gugur inilah terlihat suasana Jepang
yang sangat cerah dengan terik matahari yang sedang suasana langit biru cerah
dengan warna dedaunan yang mulai berubah pada musim inilah jepang terlihat begitu
indah. Pada bulan terakhir di musim gugur semua tanaman yang ada di lahan di panen
semua baik tanaman tersebut belum saatnya untuk di panen karena setelah musim
gugur inilah akan ada pergantiaan musim yaitu musim dingin, di musim inilah
pertanian di lahan terbuka tidak dapat di laksanakan karena suasana yang begitu
dingin membuat tanaman tidak bisa bertahan hidup. Selain di lahan terbuka di green
house pun ada banyak kegiatan yang dilakukan pada saat akhir musim gugur ini
semua green house dan alat-alat pertanian di bersihkan dan di rapikan, green house
yang mudah di buat ini di bungkar dan di tata rapi di gudang bersama alat-alat
pertanian yang lain baik itu alat sederhana maupun alat dalam skala pertanian besar.
4. Musim dingin (fuyu)

11
Musim dingin jatuh pada bulan Desember sampai bulan February pada musim inilah
pertanian di lahan terbuka sudah tutup total. Pada awal musim dingin ini petani mulai
mengistirahatkan tanahnya, sebelum mulai di istirahatkan petani memberikan
perlakuan lebih kepada tanah yaitu dengan menabur pupuk dengan ditambahkan
bakteri yang dapat membantu dalam pengolahan tanah. Setelah proses penaburan
pupuk dan penambahan bakteri ini selesai tanah di biarkan selama 1-2 minggu setelah
itu tanaman di tutup dengan wara. Wara adalah batang-batang padi yang sudah di olah
sehingga lebih halus dari batang padi sebelumnya dan kemudian di sebar di lahan
hingga tanah tertutup dan tidak terlihat ini berfungsi agar proses pengistirahatan tanah
terjadi dengan baik dan salju tidak dapat langsung menyentuh tanah.

B. Budidaya tanaman
Budidaya tanaman yang dilakukan di Negara ini memiliki system yang sangat baik,
karena pertanian sendiri memiliki perhatian tersendiri bagi masyarakat di Negara ini,
banyak kegiatan yang dilakukan dalam upaya budidaya tanaman diantaranya yaitu:
1. Persiapan lahan
a. Pembajakan
Sebelum tanah digunakan lagi untuk ditanami, tanah diolah dengan cara di bajak
dengan menggunakan traktor. Pembajakan ini cukup dilakukan oleh satu orang
dengan traktor besar sehingga dapat mengurangi jumlah tenaga kerja dan lebih
efektif.
b. Pemberian pupuk
Pemberian pupuk ini biasanya dilakukan pada tanaman yang akan mulai di
istirahatkan atau pada saat memasuki musim dingin. Tetapi jika pada musim panas
dalam persiapan lahan tidak dilakukan pemberian pupuk ini tetapi unsur hara di
dapat dari sisa sayur atau bagian tanaman yang tidak di panen, biasanya setelah
panen selesai sisa-sisa dari tanaman yang tidak di ambil tersebut langsung ikut
diolah sehingga pembusukan yang terjadi dapat memberikan asupan unsur hara
didalam tanah.
c. Pemasangan mulsa
Sebelum penanaman di mulai terlebih dahulu dilakukan pemasangan mulsa,
pemasangan mulsa ini dilakukan dengan menggunakan mesin, setelah mesin
berjalan untuk memasang mulsa pada parit bedengan langsung di kubur dengan
tanah sehingga mulsa langsung merekat pada tanah.

2. Penanaman
Negara Jepang merupakan Negara yang terkenal dengan pola kerja yang ssangat
cepat. Pada proses penanaman ini di daerah komoro masih belum menggunakan alat
mekanis artinya sepenuhnya proses penanaman masih menggunakan tenaga manusia.

12
Perlakuan yang dilakukan pada saat penanaman yaitu menanam bibit yang telah
di semai pada pembibitan. Pertama membuat lubang tanam di kebun dengan
menggunakan alat modern yang telah disediakan, selanjutnya ambil bibit yang ada di
green house atau tempat penyemaian bibit yang telah di semai selama 40 hari.
Penanaman dilakukan pada pagi dan sore hari agar proses penanaman cepat dilakukan
penanaman dilakukan dengan menggunakan kereta dorong kecil yang khusu
digunakan dalam keguatan menanam. Dalam sekali jalan penanam langsung menanam
3 bedengan. Sebelum menanam bibit-bibit yang ingin di tanam di rendam terlebih
dahulu pada air yang telah dicampur oleh pestisida yang telah disiapkan. Pestisida
dicampur dengan perbandingan 2 tutup botol dengan 10 liter air dan tanaman di
rendam sekitar 30 detik atau lebih. Kemudian penanaman dilakukan dengan
menggunakan alat bantu kereta kecil untuk menaruh bibit-bibit tersebut kemudian
penanam dilakukan dengan cara duduk jongkok. Kemudian penanam menanam bibit
dengan cara mengambil bibit dan langsung dimasukkan ke dalam lubang tanam yang
telah ada sambil menutup lubang dan sambil mendorong kereta.

3. Perawatan
Perawatan pada tanaman merupakan suatu upaya untuk mendapatkan hasil yang
lebih baik. Pemupukan yang dilakukan oleh peserta KL (Kerja Lapangan) yaitu:
a) Pemupukan
Pemupukan merupakan upaya memberikan asupan unsur hara yang dilakukan untuk
tanaman. Pemupukan sendiri di berikan pada tanaman yang telah remaja
pemupukan ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman serta
memberikan asupan unsur hara yang lebih pada tanaman yang lambat dalam
pertumbuhannya (kerdil). Biasanya pemberian pupuk ini dilakukan satu minggu
sebelum tanaman di panenen.
b) Membersihkan gulma
Pembersihan gulma merupakan upaya untuk membentu pertumbuhan tanaman
karena gulma inilah yang bersaing dengan tanaman dalam berebut unsur hara di
dalam tanah. Kegiatan ini tentu sangat berguna karena tanaman tidak bersaing
dengan gulma dalam menyerap unsur-unsur yang di butuhkan. Pembersihan gulma
di lakukan di sekitar tanaman, gulma-gulma ini di bersihkan baik tanaman masih
kecil maupun sudah besar,
c) Penyelimutan tanaman
Kegiatan penyelimutan tanaman ini di lakukan pada musim gugur karena pada
musim inilah sering terjadi simo. Penyelimutan tanaman ini betfungsi agar butiran
es tidak mengenai langsung tanaman penyelimutan ini di lakukan pada tanaman
selada karena tanaman ini memiliki daun yang sangat tipis sehingga rentan terhadap
kerusakan, sedangkan untuk tanaman lain biasanya dilakukan pada tanaman yang
umur panennya masih panjang dalam artian tanaman masih lama untuk di panen.

4. Panen
13
Panen merupakan upaya untuk mengambil hasil dari tanaman untuk
dimanfaatkan. Pemanenan pada tanaman sayur keseluruhannya hampir sama,
pemanenan dilakukan dengan menggunakan pisau khusus yang dipergunakan untuk
memanen.
Pemanenan pada tanaman sayur keseluruhannya hampir sama, pemanenan
dilakukan dengan menggunakan pisau khusus yang dipergunakan untuk memanen.
Pemanenan ini biasanya dilakukan 1-2 bulan setelah tanam ataupun lebih terganttung
kebutuhan konsumen.

5. Sortir
Sortir adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memilih atau mengelompokkan
hasil panen di suatu tempat. Penyortiran pada tanaman ini dilakukan langsung pada
saat pemanenan. Pemanen saat memanen tanaman langsung memilih hasil yang layak
untuk di pasarkan ataupun tidak, di Negara Jepang ini sangat terkenal dengan kualitas
sayur yang sangat baik, jadi kerusakan sedikit pada hasil panenpun dianggap sampah,
tetapi lain halnya bila suatu lahan mengalami gagal panen maka hasil dengan kriteria
sedikit rusak tetap dipacking dan tanaman yang rusak parah lah yang dibuang.

6. Packing
Packing merupakan proses penataan dimana suatu barang dapat di kemas dengan
baik dan menarik agar memiliki nilai jual yang lebih.
Proses pemackingan dilakukan dilahan, pemackingan dilakukan setelah proses
pemanenan, hasil yang telah dipanen tersebut dilakukan langsung di proses dengan
penataan kembali di dalam tempat yang telah tersedia bisa memakai kardus. Pemeking
di jepang sendiri sering memakai Hako yang berarti kotak. Hako yang biasa dipakai
oleh orang jepang sendiri adalah kotak yang bersifat waterproof.
Sebelum pemackingan di hako, hasil panen dipilah dulu menurut berat dan besar
hasil panen yang telah diukur sebelumnya untuk dikelompokan agar mempermudah
pemackingan nantinya. Setelah melalui proses mengelompokan tersebut maka kita
dapatkan hasil yaitu Manpai, S, M, L. setelah proses pemackingan tersebut barulah
hasil-hasil tersebut dimasukan pada proses pengiriman melalui truk-truk yang telah di
sediakan. Sebelum pengiriman itu sendiri hasil-hasil tersebut di masukan pada k
egudang untuk proses selanjutnya.

7. Pengangkutan hasil panen


Pengangkutan hasil panen ini dilakukan setelah proses pemackingan. Setelah
proses pemackingan kerdus-kerdus tersebut di angkat ke dalam truck pengangkut dan
di susun rapi, setelah itu truck yang erisi kardus-kardus sayuran tersebut di bawa ke
gudang penyimpanan sebelum di kirim ke tempat-tempat yang telah memesan
sayuran-sayuran tersebut, dan di dalam gudang tersebut suhunya telah di sesuaikan
agar sayuran-sayuran tersebut tidak layu.

14
C. Permasalahan
Di bidang pertanian pastilah banyak permasalahan yang terjadi karena tanaman sayur
sangat rentan terhadap hama penyakit selain itu juga banyak kejadian alam yang
mengakibatkan kerusakan yang terjadi di bidang pertanian. Kejadian yang saya alami
dalam melaksanakan kerja lapangan di jepang yaitu:
1. Badai
Badai merupakan cuaca yang ekstrim. Badai ini sering tejadi pada musim gugur
terutama pada bulan September. Biasanya jika mulai terjadi badai pekerja di bidang
pertanian di liburkan saat badai itu terjadi. Informasi terjadinya badai sangat bepat
karena bila sudah ada perkiraan cuaca yang kurang baik biasanya sehari sebelumnya
sudah di umumkan.
2. Simo
Simo adalah bahasa jepang yang maksudnya dimana air embun yang berubah menjadi
butiran es. Hal ini sangat mengganggu sekali kegiatan pertanian yang ada, karena bila
terjadi hal semacam ini pemanenan sayur di tunda sampai butiran es meleleh karena
jika tidak sayuran yang di panen akan mudah rusak. Jadi bila terjadi simo jam kerja
petani berkurang dan hasil yang di panen pun ikut berkurang.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Tanaman selada memiliki beberapa jenis, setiap jenis tanaman selada
perlakuannya seluruhnya sama hanya terdapat sedikit perbedaan dalam morfologinya.
2. Upaya budidaya tanaman sayur di Jepang sangat di pengaruhi oleh musim, karena
tidak semua musim dapat digunakan untuk menanam. Menghargai waktu sangatlah

15
penting selain karena waktu tanam yang tidakbisa maksimal seperti di negara-negara
tropis tetapi hal ini juga sudah menjadi budaya di negara jepang ini.
3. Tanah perlu diberi unsur hara yang cukup untuk proses pertumbuhan tanaman,
pemupukan dilakukan sebelum tanam hal ini agar unsur hara di dalam tanah
tercukupi, selain itu di jepang terdapat musim dingin sehingga saat musim yang tidak
bisa dilakukannya proses menanam di lahan hal ini dimanfaatkan untuk masa
peristirahatan tanah dan perbaikan unsur-unsur di dalam tanah

B. Saran
Dalam pelaksanaan Kerja Lapangan di Jepang ini sebaiknya tidak hanya di lakukan tes
kemampuan berfikirnya saja tetapi tes kemampuan fisik juga di perlukan, hal ini perlu
dikarenakan agar peserta siap secara bahasa dan fisik, karena ditempat KL yang saya
lakukan fisik sangat diperlukan dari pada bahasa, dan antara laki-laki dan perempuan di
anggap sama sehinggan mental yang kuatpun harus sudah disiapkan.

16