Anda di halaman 1dari 13

Kapita Selekta I (Biologi)

SISTEM PEREDARAN DARAH

Oleh :
NI LUH GDE SRI PRATIWI (1723071003)

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
201

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen dan zat makanan serta
mengeluarkanzat sisa metabolisme. Berbagai proses metabolisme membutuhkan
materi dasar dan menghasilkan sampah (sisa) yang harus dikeluarkan oleh tubuh.
Peredaran materi berupa bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti oksigen dan
sari-sari makanan dilakukan oleh sistem peredaran atau sistem sirkulasi. Hasil
pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan ke seluruh jaringan
tubuh, sedangkan sisa-sisa metabolisme diangkut dari seluruh jaringan tubuh
menuju organ-organ pembuangan. Fungsi dari sistem peredaran darah pada
manusia diantaranya yaitu menyuplai oksigen dan sari makanan ke seluruh
jaringan tubuh, membawa gas sisa berupa karbondioksida ke paru- paru, dan
mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal untuk disekresikan. Sistem peredaran
darah juga dikenal dengan sistem transportasi. Darah dialirkandari organ primer
ke komponen selanjutnya sehingga mencapai setiap sel- sel tubuh. Sistem
peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup. Secara
lebih lanjut berkaitan dengan sistem peredaran darah pada manusia akan dibahas
dalam makalah ini
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja komponen dalam darah manusia?
2. Apa saja yang termasuk alat peredaran darah?
3. Bagaimana sistem peredaran darah pada manusia?
4. Bagimana pegolongan darah?
5. Apa saja kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah
1.3 Tujuan
1. Apa saja kandungan dalma darah darah?
2. Apa saja yang termasuk alat peredaran darah?
3. Bagaimana sistem peredaran darah pada manusia?
4. Bagimana pegolongan darah?
5. Apa saja kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah

2
BAB II
PEMBAHASAN

Sistem transportasi pada manusia terdiri dari sistem peredaran darah dan
sistem peredaran getah bening. Sistem peredaran darah pada manusia terdiri atas
darah dan alat-alat peredaran darah. Darah terdiri dari bagian yang berupa cairan
dan bagian yang berupa sel-sel darah. Alat peredaran darah terdiri dari jantung
dan pembuluh darah. Pembuluh darah meliputi pembuluh arteri, pembuluh vena,
dan pembuluh kapiler.

2.1 Komponen Darah


Apakah yang sebenarnya disebut dengan darah? Darah adalah cairan tubuh
yang terdapat di dalam pembuluh darah. Darah terdiri atas cairan atau plasma ±
55% dan sel-sel darah ± 45%. Umumnya volume darah manusia lebih kurang 8%
dari berat badannya. Para orang dewasa yang beratnya 65kg, volume darahnya
lebih kurang 5 liter.

1. Plasma Darah

Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah sehingga


dengan sendirinya jumlahnya dalam tubuh akan diatur, misalnya dengan proses
ekskresi. Plasma darah juga bertugas membawa sari-sari makanan,sisa
metabolisme, hasil sekresi, dan beberapa gas.
Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92% air, protein, dan
senyawa organik lainnnya. Selain itu terdapat juga garam anorganik, terutama
NaCL. Protein yang larut dalam darah disebut protein darah, terdiri atas albumin,
globulin, dan protein pembentuk darah. Molekul-molekul ini cukup besar
sehingga tidak dapat menembus dinding kapiler. Plasma darah yang tidak
mengandung protein pengumpal darah (misalnya fibrinogen dan protrombin)
disebut serum. Dalam serum terdapat antibodi, yaitu protein (dibahas dalam bab
sistem pertahanan tubuh) yang membantu melawan infeksi.

3
2. Sel-Sel Darah
Butiran darah terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit. Eeritrosit atau
sel darah merah berfungsi untuk mengaangkut oksigen. Leukosit atau sel darah
putih berfungsi untuk membunuh bibit penyakit. Trombosit atau keping darah
berfungsi untuk membekukan darah.

a. Sel darah merah (eritrosit)


Sel darah merah (eritrosit) berbentuk pipih dengan garis tengah 7,5μm.
eritrosit cekung dibagian tengahnya (bikonkaf) dan tidak berinti. Setiap 1mm³ (ml)
darah mengandung lebih kurang 5 juta sel darah merah. Sel daraah merah
mengandung hemoglobin (Hb). Hemoglobin atau zat warna darah adalah suatu
protein yang mengandung unsur zat besi. Fungsi utama Hb adalah mengikat
oksigen, oksigen tersebut diangkut dari paru-paru dan diedarkan di seluruh sel
tubuh. Hb yang telah mengikat oksigen membentuk oksihemogoblin. Hb yang
mengikat oksigen akan berwarna merah cerah. Sebaliknya jika mengikat
karbondioksida hb berwarna merah tua keunguan. Sel darah merah dibentuk oleh
sum-sum merah tulang pada tulang pipa dan tulang pipi. Pada saat fetus di dalam
kandungan, sel darah merah di bentuk di dalam hati dan limpa. Sel darah merah
berumur lebih kurang 120 hari dan kemudian menjadi usang.

b. Sel darah putih (leukosit)


Sel darah putih (leukosit) tidak mempunyai bentuk tetap, tidak mempunyai
Hb dan umumnya tidak berwarna. Sel darah putih ukuranya lebih besar dari pada
sel darah merah dan mempunyai inti sel . Garis tengahnya antara 9-15um, dalam
setiap mm darah terdapat sekitar 8.000 sel darah putih. Fungsi utama darah putih
adalah untuk melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan untuk membentuk
zat antibodi. Cara mengatasi kuman, sel darah putih ada yang bersifat fagosit dan
ada yang berupa limfosit.
a. Fagosit Yang di maksud fagosit adalah monosit, basofil, eosinofil,
neotrofil. Fagosit bergerak mirip amoeba dan dapat keluar melewati
dinding kapiler menuju jaringan sekitarnya. Fagosit menghancurkan
kuman dengan cara memakanya. Apabila kalah, fagosit, dan kuman yang
mati akan di keluarkan dalam bentuk nanah (abses).

4
b. Limfosit yang di bentuk di sum-sum tulang akan berpindah ke buku limfa.
Limfosit mempunyai nukleus besar yang hampir memenuhi seluruh sel.
Limfosit menyerang kuman dengan menghasilkan antibodi. Antibodi
adalah Zat pelawan benda asing yang masuk ke tubuh. Antibodi akan
beraksi dengan kuman sehingga membentuk gumpalan. Gumpalan
antibodi dan kuman akan di makan oleh fagosit. Beberapa kuman
menghasilkan racun. Untuk menetralkan racun tersebut. Limfosit akan
menghasilkan antibodi yang disebut anti toksin.

c. Keping-keping Darah (Trombosit)


Apabila tubuh terluka, sesaat kemudian darah akan membeku. Darah dapat
membeku karena di dalam darah terdapat keping darah atau trombosit. Trombosit
bukan merupakan sel, bentuknya tidak teratur dan tidak berinti, trombosit
berukuran kecil, dari setengahnya lebih kurang 2-4um. Dalam setiap mm darah
terdapat lebih kurang 25.000 – 300.000 darah. Umur trombosit sekitar 5 – 9 hari.
Trombosit berperan dalam pembekuan darah, apabila darah keluar karena
terluka, maka trombosit akan pecah karena bersentuhan dengan permukaan kasar
dari pembulu darah yang luka. Di dalam trombosit terdapat enzim yang di sebut
Trombokinase atau Tromboplastin. Enzim trombokinase akan mengubah
protombin (calon trombin) menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dalam
darah. Trombin akan mengubah protein darah (fibinogen) menjadi benang-benang
fibrin. Benang – benang fibrin akan menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup
dan tidak mengeluarkan darah. Setelah fibrinogen keluar dari plasma, plasma
hanya tinggal cairan kekuningan yang disebut serum. Darah yang membeku
kemudian kering dan membekas membentuk keropeng. Setelah terbentuk kulit
baru, teropeng akan lepas.
Protombin adalah senyawa protein yang dibentuk di hati. Pembentukan
senyawa ini dipengaruhi oleh vitamin K. Oleh sebab itu, seseorang yang
kekurangan vitamin K darahnya sukar membeku apabila terjadi luka. Berikut ini
disajikan bagan proses pembekuan darah .

5
Luka, trombosit pecah keluar trombokinase

Ion Ca+ dan vitamin K

Prototrombin menjadi trombin

Fibrinogen menjadi Fibrin

Proses perubahan promtombin menjadi thrombin dipengaruhi oleh suatu


pengaktif. Pembentukan ini di pengaruhi oleh protein antihemofilik, jika secara
genetic atau turunan seseorang tidak mampu membentuk protein hemofilik, maka
jika luka, darah akan susah membeku kelainan ini di sebut Hemofilia. Jadi
hemophilia merupakan kelaianan atau cacat menurun.

3. Fungsi darah
Seperti telah di uraikan di atas, darah terdiri atas banyak komponen. Setiap
komponen mempunyai fungsi tertentu sebagai berikut :
1. Sebagai alat pengangkut
a) Sel-sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung
dan ke seluruh sel-sel tubuh.
b) Plasma darah mengangkut :
(1) Sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh
(2) Karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.
(3) Urea dari hati ke ginjal untuk dikluarkan bersama urin.
(4) Hormon dari kelenjar hormon ke seluruh tubuh.
2. Alat pertahanan melawan infeksi
a) Fagosit melawan kuman.
b) Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh kuman. Limfosit dapat
pula menghasilkan anti toksin untuk menetralkan racun.
3. Melakukan pembekuan darah. Dalam proses pembekuan darah yang berperan
penting adalah trombosit.

6
4. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, berkisar 37°C,
walaupun suhu lingkungan berubah. Hal ini terjadi karena ada penyebaran
ada energy panas secara merata oleh darah. Peristiwa menggigil pada saat
kedinginan dan berkeringat pada saat kepanasan merupaka cara untuk
menjaga agar suhu tubuh tetap stabil.

2.2 Alat Peredaran Darah


1. Jantung
Jantung terletak didalam rongga dada agak ke sebelah kiri. Besar jantung
kira-kira sekepalan tangan masing-masing individu. Bagian dalam jantung
Jantung terletak didalam rongga dada agak ke sebelah kiri. Jantung manusia
terbagi menjadi 4 rongga, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, bilik
kiri.
Dinding rongga jantung tersusun atas otot jantung. Antara serambi dan
bilik di batasi oleh suatu sekat yang berkatup. Katup yang sebelah kanan disebut
kutub trikustripidalis yang terdiri atas 3 kelopak atau kuspa. Katub yang sebelah
kiri disebut katup bikuspidalis yang terdiri atas dua kelopak atau kuspa. Katup-
katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah dari bilik tidak mengalir
kembali ke serambi.

2. Pembuluh Darah
Darah kita berada dalam pembuluh darah. Berdasar fungsinya, pembuluh
darah di bedakan atas pembulu nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Arteri dan
vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.
 Pembuluh Nadi (Arteri)
Pembuluh nadi arteri adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari
jantung. Umumnya pembuluh nadi mengalirkan darah yang mengandung banyak
oksigen. Pembuluh nadi terletak agak dalam dari permukaan tubuh. Dinding
pembuluh nadi kuat dan elastis, terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan luar, tengah,
dan dalam. Laipsan luar tipis tetapi kuat. Lapisan tengah tersusun atas sel-sel otot
polos. Lapisan dalam tersusun atas satu lapis endothelium. Jika kita meraba nadi,
denyut jantung akan terasa. Jika nadi terluka, darah akan memancar. Pembuluh
nadi yang keluar dari bilik kiri jantung di sebut aorta. Aorta mengalirkan darah

7
kaya oksigen (O₂) kesuluruh tubuh. Aorta memilikisatu kutub dekat jantung.
Kutub tersebut menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke jantung. Aorta
disebut pula pembuluh nadi utama, aorta bercabang menjadi pembuluh nadi ke
seluruh tubuh.
Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan paru-paru di sebut arteri paru-
paru (arteria pulmonalis). Pembuluh nadi ini bercabang dua menjadi pembuluh
nadi paru-paru kiri dan pembuluh nadi paru-paru kanan. Pembuluh nadi ini
membawa membawa darah yang kaya karbin dioksida (CO₂). Jadi, semua arteri
mengalirkan darah yang kaya oksigen kecuali arteri paru-paru (arteria
pulmonalis). Karbon dioksida di lepaskan oleh darah di paru-paru, sedangkan
oksigen di tangkap oleh HB. Darah yang kaya oksigen di alirkan oleh vena paru-
paru (vena pulmonalis) menuju ke jantung melalui serambi kiri.
 Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju
jantung. Darah yang diangkut banyak mengandung karbondioksida. Umumnya,
pembuluh balik terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan.
Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. Denyut jantung tidak terasa.
Pembuluh balik mempunyai katup di sepanjang pembuluhnya. Katup ini brfungsi
agar darah tetap mengalir satu arah menuju jantung dan tidak berbalik.
Jika pembuluh balik terbuka, darah tidak memancar tetapi merembes.
Pembuluh balik dari seluruh tubuh bermuara menjadi satu pembuluh balik besar
yang di sebut vena cava. Pembuluh balik vena cava ini masuk ke jantung melalui
serambi kanan. Pembuluh balik mengalirkan darah yang banyak mengandung
karbon dioksida. Sebagai mana di singgung di atas, darah kaya karbon dioksida
ini akan di bawa oleh pembuluh nadi dari jantung ke paru-paru.
Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi
melalui pembuluh balik paru-paru vena pulmonalis. Pembuluh balik paru-paru ini
membawa darah yang kaya oksigen (O₂). Jadi, semua pembuluh balik darahnya
mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.
 Pembuluh Kapiler
Pembuluh kapiler menghubungkan pembuluh nadi dan pembuluh balik.
Pembuluh kapiler berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Oksigen dan sari-

8
sari makanan dari pembuluh kapiler dimasukan kedalam sel. Selanjutnya karbon
dioksida, uap air, dan sisa pembakaran dari sel diambil oleh pembuluh kapiler
untuk di angkut ke paru-paru dan alat pengeluaran lainnya untuk di keluarkan oleh
tubuh. Dinding pembuluh kapiler tersusun atas satu lapis sel endothelium.
Dinding kapiler yang sangat tipis ini berfungsi untuk mempertukarkan zat.
Ukuran lubang yang kecil menyebabkan aliran berjalan lambat. Hal tersebut
memungkinkan berlangsungnya proses difusi gas pernapasan dan pertukaran
makanan dengan zat sisa metabolisme. Ukuran pembuluh kapiler paling kecil
namun jumlahnya sangat besar dan dierkiran luas permukaannya mencapai 600
m².
2.3 Peredaran Darah
Peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup, karena darah
selalu mengalir di dalam pembuluh darah. Setiap kali beredar, darah melewati
jantung dua kali, sehingga disebut peredaran darah ganda. Pada peredaran darah
ganda dikenal sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.

Gambar 1. Sistem Peredaran Darah Manusia

9
1. Peredaran Darah Kecil
Peredaran kecil adalah peredaran yang di mulai dari jantung menuju paru-
paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Darah yang kaya karbon dioksida dari
jaringan tubuh menuju serambi kanan kemudian ke bilik kanan. Kemudian
bilik kanan memompa darah ke paru – paru melalui arteri paru-paru, sedangkan
oksigen dari paru-paru masuk ke darah. Kemudian, darah yang kaya oksigen
mengalir kembali ke jantung melalui vena paru-paru dan masuk ke serambi kiri
jantung. Perhatikan skema di bawah ini peredaran darah kecil.

Jantung Paru – paru Jantung


(Bilik kanan) (Serambi kiri)

2. Peredaran Darah Besar


Peredaran darah besar ialah peredaran darah dari bilik kiri jantung
keseluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung. Bilik kiri
jantung berkontraksi memompa darah kaya oksigen. Darah tersebut keluar dari
jantung melalui aorta kemudian ke seluruh tubuh, kecuali ke paru-paru.
Pertukaran terjadi pada saat darah sampai di kapiler organ. Setelah mengalir
melewati kapiler, darah menjadi kaya karbon dioksida. Darah tersebut di
angkut oleh vena cava masuk ke serambi kanan. Berikut ini skema peredaran
darah besar,

Jantung Seluruh tubuh Jantung


(Bilik kiri) (Serambi kanan)

2.4 Penggolongan Darah


Orang pertama kali menggolongkan darah menurut sistem ABO (baca: a,
b, dan nol) adalah karl Landsteiner (Austria, 1868 – 1947). Darah dapat di
golongkan ke dalam 4 golongan besar yaitu golongan darah A, B, AB, dan 0 (nol).
Penggolongan darah tersebut berdasarkan kandungan aglutinogen dan aglutinim
di dalam darah. Aglutinogen adalah protein di dalam sel darah merah yang dapat
di gumpalkan oleh aglutinim. Ada dua macam aglutinogen, yaitu aglutinogen A,
aglutinogen B. Aglutinium adalah protein di dalam plasma darah yang dapat

10
menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin merupakan zat anti bodi. Ada dua macam
agglutinin, yaitu aglutinin α dan aglutinin . aglutinin β disebut jug sebagai serum
anti B atau penggumpal aglutinogen B. Penggolongan darah sistem ABO
berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen dan aglutinin tertera pada tabel.

NO. Golongan Darah Aglutinogen Aglutinin


1 A A Β
2 B B Α
3 AB A dan B Tidak Ada
4 0 Tidak Ada α dan β

1. Golongan darah A mengandung aglutinogen A dan aglutinogen β.


2. Golongan darah B mengandung aglutinogen B dan aglutinogen 𝛼
3. Golongan darah A dan B mengandung aglutinogen A dan B tetapi tidak
mengandung aglutinin
4. Golongan darah 0 tidak mengandung aglutinogen, tetapi mengandung
aglutinin 𝛼 dan 𝛽

Orang yang banyak kehilangan darah, misalnya karena kecelakaan atau


sedang menjalani operasi, memerlukan tambahan darah melalui transfuse darah.
Sebelum transfuse darah, harus di ketahui terlebih dahulu goongan darahnya.
Dengan demikian dapat di ketahui golongan darah apakah yang cocok untuk di
transfusikan kepada orang tersebut. Orang yang mendonorkan darahnya di sebut
donor, sedangkan orang yang menerima darah di sebut resipien. Darah resipien
akan menolak darah donor apabila golongan darah donor tidak sesuai dengan
golongan darah resipien. Penolakan di tandai dengan terjadinya penggunmpalan
darah.
Golongan darah 0 di katakan sebagai golongan darah universal, karena dapat
di transfusikan ke semua golongan darah. Sebaliknya, golongan darah AB di
katakan sebagai resipien universal, karena dapat menerima semua golongan
darah. Namun harus di sadari, bahwa transfusi darah yang baik adalah transfuse
darah sejenis. Artinya golongan darah A untuk golongna darah A, golongan darah
B untuk golongan darah B, dan seterusnya. Hanya jika terpaksa, golongan darah 0

11
dapat dapat di berikan ke semua golongan darah, dan golongan darah AB dapat
menerima dari semua golongan darah
2.5 Kelainan Dan Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain:
1. Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangya kadar Hb atau kurangnya
jumlah eritrosit dalam darah.
2. Varises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.
3. Hemoroid (ambeien), adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur
(anus).
4. Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau
endapan kapur.
5. Atherosklerosis, ialah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
6. Embolus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang
bergerak.
7. Trombus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak
bergerak.
8. Hemofilia, yaitu kelainan darah sukar membeku karena faktor hereditas
atau keturunan.
9. Leukimia (kanker darah), ialah bertambahnya leukosit secara tak
terkendali.
10. Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria yang
mengangkut O2 ke jantung.
11. Talasemia, merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk
hemoglobin yang bersifat menurun.

12
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Darah terdiri atas cairan atau plasma ± 55% dan sel-sel darah ± 45%,
kandungan dalam darah yaitu plasma darah, sel darah dan keping darah.
2. Alat peredaran darah terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung
manusia terbagi menjadi 4 rongga, yaitu serambi kanan, serambi kiri,
bilik kanan, bilik kiri. Berdasar fungsinya, pembuluh darah di bedakan
atas pembulu nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
3. Peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup, karena
darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah. Setiap kali beredar,
darah melewati jantung dua kali, sehingga disebut peredaran darah
ganda. Pada peredaran darah ganda dikenal sistem peredaran darah kecil
dan sistem peredaran darah besar.
4. Darah dapat di golongkan ke dalam 4 golongan besar yaitu golongan
darah A, B, AB, dan 0 (nol). Penggolongan darah tersebut berdasarkan
kandungan aglutinogen dan aglutinim di dalam darah.
5. Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain:
Anemia, leukimia, varises dan lainnya.
3.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah sebagi beriku:
1. Bagi guru, guru diharapkan mampu menyajikan materi secara kreatif
dengan memanfaatkan fasilitas teknologi sehingga siswa dapat menerima
pelajaran lebih maksimal.
2. Bagi siswa, selatah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu
menjaga pola hidup sehat, sehingga terhindar dari kelainan atau penyakit
pada sistem peredaran darah.

13