Anda di halaman 1dari 4

PERBEDAAN KADAR UREUM PADA SERUM PASIEN

HEMODIALISIS DENGAN DAN TANPA PENGENCERAN


Fariz Al Fauzi1, Subrata Tri Widada2, M. Atik Martsiningsih3
1,2,3
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta, Telp: (0274) 374200
email: farizzalfauzi@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Gagal ginjal merupakan penyakit yang ditandai dengan


penurunan fungsi ginjal. Salah Satu terapi yang diberikan pada pasien gagal ginjal
adalah hemodialisis. Pada pasien hemodialisis sering dijumpai kadar ureumyang
tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan laboratorium.
Menurut Hukum Lambert-Beer nilai absorbansi berbanding lurus dengan
konsentrasi zat. Hal ini tidak berlaku pada larutan dengan kadar yang tinggi,
akibatnya kadar yang didapat tidak akurat. Hasil yang tidak akurat dapat
merugikan pasien karena menyebabkan ketidaktepatan diagnosis, pengobatan dan
pemantauan penyakit. Salah satu penanganan serum dengan kadar yang tinggi
adalah dengan perlakuan pengenceran. Pengenceran dilakukan dengan
penambahan NaCl fisiologis perbandingan 1 : 1 dengan harapan memperkecil
tingkat kesalahan. Dilution was performed with the addition of a 1: 1
physiological NaCl ratio in the hope of minimizing the error rate.

Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan kadar ureum pada serum pasien


hemodialisis dengan dan tanpa pengenceran.

Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah pre-experimental design


dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah
serum pasien hemodialisis dengan kadar ureum lebih dari 256 mg/dL sebanyak 28
sampel.

Hasil Penelitian: Rata-rata kadar ureum yang tidak diberi perlakuan pengenceran
sebesar 309,38 mg/dL. Sedangkan rata-rata kadar ureum yang diberi perlakuan
pengenceran sebesar 295,88 g/dL. Selisih rata-rata hasil pemeriksaan kadar ureum
yang tidak diencerkan dan yang diencerkan sebesar 21,75 mg/dL atau sebesar
7,11%.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar ureum pada pasien hemodialisis dengan


dan tanpa pengenceran.

Kata Kunci: Kadar ureum, Hemodialisis, Tanpa Pengenceran, Pengenceran.


THE DIFFERENCES BETWEEN UREA LEVELS IN
HEMODIALYSIS PATIENTS SERUM WITH AND WITHOUT
DILUTION
Fariz Al Fauzi1, Subrata Tri Widada2, M. Atik Martsiningsih3
1,2,3
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta, Telp: (0274) 374200
email: farizzalfauzi@gmail.com

ABSTRACT

Introduction: Kidney failure is a disease characterized by decreased renal


function. Treatments for the disease may include hemodialysis. Patient of
hemodialysis is often found high urea levels. This condition may affect the quality
of laboratory results. According to The Beer-Lambert’s Law, the portion of the
light absorption will depend on how many molecules it interacts with. This does
not apply to high-grade solutions, resulting in inaccurate levels. This condition
can trigger inaccurate results which may be harmful to the patients because it
cause errors in diagnosis, treatment and disease monitoring. One of the high levels
of serum treatment is dilution treatment.
Purpose: To measure the difference in urea levels in serum hemodialysis patients
with and without dilution.
Method: The method used is pre-experimental design with One-Group Pretest-
Posttest research design. The study sample was serum of hemodialysis patient
with urea level more than 256 mg / dL of 28 samples.
Result: The average urea levels of untreated urea was 309.38 mg/dL. While the
average urea level treated with dilution amounted to 295.88 mg/dL. The average
difference between the untreated and treated test results was diluted by 21.75
mg/dL or 7.11%.
Conclusion: There is a difference in urea levels in hemodialysis patients with and
without dilution.
Keywords: Levels of urea, Hemodialysis, Dilution, Without Dilution.
PERBEDAAN KADAR UREUM PADA SERUM PASIEN
HEMODIALISIS DENGAN DAN TANPA PENGENCERAN
Fariz Al Fauzi1, Subrata Tri Widada2, M. Atik Martsiningsih3
1,2,3
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta, Telp: (0274) 374200
email: farizzalfauzi@gmail.com

ABSTRAK

Gagal ginjal merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal.
Salah Satu terapi yang diberikan pada pasien gagal ginjal adalah hemodialisis.
Pada pasien hemodialisis sering dijumpai kadar ureumyang tinggi. Hal ini dapat
mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan laboratorium. Menurut Hukum
Lambert-Beer nilai absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi zat. Hal ini
tidak berlaku pada larutan dengan kadar yang tinggi, akibatnya kadar yang didapat
tidak akurat. Hasil yang tidak akurat dapat merugikan pasien karena menyebabkan
ketidaktepatan diagnosis, pengobatan dan pemantauan penyakit. Salah satu
penanganan serum dengan kadar yang tinggi adalah dengan perlakuan
pengenceran. Pengenceran dilakukan dengan penambahan NaCl fisiologis
perbandingan 1 : 1 dengan harapan memperkecil tingkat kesalahan. Dilution was
performed with the addition of a 1: 1 physiological NaCl ratio in the hope of
minimizing the error rate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
kadar ureum pada serum pasien hemodialisis dengan dan tanpa pengenceran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design
dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah
serum pasien hemodialisis dengan kadar ureum lebih dari 256 mg/dL sebanyak 28
sampel. Hasil uji dianalisis deskriptif dan statistik menggunakan Uji Paired
Sample T-Test. Rerata selisih kadar ureum serum pasien hemodialisis dengan dan
tanpa pengenceran adalah 21,75 mg/dl (7,11%.). Hasil yang diuji dengan Uji
Paired Sample T-Test menunjukkan signifikan sebesar 0,004(<0,05) yang berarti
ada perbedaan kadar ureum serum pasien hemodialisis dengan dan tanpa
pengenceran.

Kata Kunci: Kadar ureum, Hemodialisis, Tanpa Pengenceran, Pengenceran.


THE DIFFERENCES BETWEEN UREA LEVELS IN
HEMODIALYSIS PATIENTS SERUM WITH AND WITHOUT
DILUTION
Fariz Al Fauzi1, Subrata Tri Widada2, M. Atik Martsiningsih3
1,2,3
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Ngadinegaran MJ III/62 Yogyakarta, Telp: (0274) 374200
email: farizzalfauzi@gmail.com

ABSTRACT

Kidney failure is a disease characterized by decreased renal function. Treatments


for the disease may include hemodialysis. Patient of hemodialysis is often found
high urea levels. This condition may affect the quality of laboratory results.
According to The Beer-Lambert’s Law, the portion of the light absorption will
depend on how many molecules it interacts with. This does not apply to high-
grade solutions, resulting in inaccurate levels. This condition can trigger
inaccurate results which may be harmful to the patients because it cause errors in
diagnosis, treatment and disease monitoring. One of the high levels of serum
treatment is dilution treatment.This study aims to determine the difference urea
levels in serum hemodialysis patients with and without dilution. The method used
is pre-experimental design with One-Group Pretest-Posttest research design. The
study sample was serum of hemodialysis patient with urea level more than 256
mg / dL of 28 samples.The test results were analyzed descriptively and
statistically using Paired Sample T-Test. Average difference of serum urea level
of hemodialysis patients with and without dilution was 21,75 mg / dl (7,11%). The
results tested with Paired Sample T-Test showed a significant 0.004 (<0.05)
which means there was a difference in serum creatinine levels of hemodialysis
patients with and without dilution.

Keywords: Levels of urea, Hemodialysis, Dilution, Without Dilution.