Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH SISTEM MUSKULOSKELETAL

”KIFOSIS”

Di susun oleh :
1. Desi Ratna Sari 7. Lulu Apriyani
2. Desy Nurlita 8. M. Alif Anggoro
3. Dewi Nur Puspita sari 9. Muhamad Rizal
4. Elis Rustini 10. Neneng Yayu Mulyani
5. Imas Sartika 11. yulianawati
6. Indriyani Safitri

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YATSI


TANGERANG
( STIKes YATSI TANGERANG )
Jalan prabu siliwangi (Jln. Pasar Kemis Km.3) Tangerang Banten

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. Bahwa penulis telah
menyelesaikan tugas mata pelajaran yang berjudul “KIFOSIS”.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang
penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan
materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
Dosen matakuliahmuskuloskeletal, yang telah memberikan ilmu dan
pengetahuan kepada penulis.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran
bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Tangerang, 03 November 2016

penulis
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki
banyak fungsi untuk menunjang kehidupan manusia.Tanpa kondisi fit tulang
dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Tubuh manusia tersusun dari tulang-tulang yang menopangnya agar
bisa berdiri tegak, duduk, berjalan, berlari, dan beraktivitas. Pentingnya
fungsi tulang sebagai salah satu penopang hidup manusia membuat kelainan
dan penyakit pada .Jika kondisi tulang tidak dalam keadaan baik, segala
aktivitas manusia akan terganggu.
Kifosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang yang bisa
terjadi akibat trauma, gangguan perkembangan atau penyakit degeneratif.
Kifosis (berasal dari bahasa Yunani, kyphos yang berarti punuk). Kifosis
sering dihubungkan dengan skoliois, tulang belakang melengkung
menyamping. Baru disebut kifosis bila lengkungnya lebih dari 40.Jika lebih
dari 50 dianggap tak normal.
Kifosis yaitu penyimpangan postur dalam bidang sagital yang dapat
disebabkan oleh beberapa faktor yaitu terjadi secara kongenital, faktor sikap
tubuh yang salah pada saat bekerja dan berolahraga, serta akibat dari
kesalahan sikap tubuh saat beraktifitas seperti duduk atau berdiri dengan
tubuh membungkuk dalam waktu lama dan statis (M. Briggs et al, 2007)

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari kifosis ?
2. Apa etiologi dari kifosis ?
3. Apa klasifikasi dari kifosis ?
4. Bagaimana manifestasi dari kifosis ?
5. Apa saja komplikasi yang muncul dari kifosis ?
6. Bagaimana pemeriksaan penunjang dari kifosis ?
7. Bagaimana penatalaksanaan dari kifosis ?
8. Bagaimana asuhan keperawatan serta diagnose apa saja yang mucul ?

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui definisi dari kifosis
2

2. Mengetahui etiologi dari kifosis


3. Mengetahui klasifikasi dari kifosis
4. Mengetahui manifestasi dari kifosis
5. Mengetahui patofisiologi dari kifosis
6. Mengetahui Pathway dari kifosis
7. Mengetahui komplikasi dari kifosis
8. Mengetahui pemeriksaan penunjang dari kifosis
9. Mengetahui penatalaksanaan dari kifosis
10. Mengetahui asuhan keperawatan dan diagnose yang muncul.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Kifosis (berasal dari bahasa Yunani, Kyphos yang berarti punuk).
Kifosis juga disebut bungkuk, adalah kondisi umum dari lengkungan
punggung atas. Ini dapat berupa hasil dari penyakit degeneratif (penyakit
yang mengiringi penuaan). Bisa dari masalah perkembangan sejak lahir,
osteoporosis dengan fraktur kompresi tulang belakang dan trauma.
3

Kifosis adalah gangguan tulang belakang progresif dimana punggung


atas menunjukan sebuah kelengkungan kedepan abnormal. Mengakibatkan
kelainan tulang yang kadang-kadang digambarkan sebagai bungkuk kifosis
terdiagnosis jika kurvanya lebih dari 50 derajat menurut American Scademy
Of Ortopaedic Surgeons (AAOS).
Kifosis adalah salah satu bentuk kelainan tulang punggung dimana
punggung yang seharusnya berbentuk kurva dan simetrisan antara kiri dan
kanan ternyata melengkung kedepan melebihi batas normal, kelainan ini
dimasyarakat awam sering disebut sebagai bungkuk.

B. Klasifikasi
1. Congenital kyphosis, kelainan bawaan sejak dirahim ibu yang harus diatasi
sedini mungkin sebelum berusia 10 tahun.
2. Postura kyphosis yang paling banyak ditemui (pada remaja putri) dan bias
disebut “bungkuk udang” jarang menyebabkan nyeri dan tak menimbulkan
gangguan saat dewasa. Mengatasinya dengan memperkuat otot perut dan
lutut yang membuat tubuh lebih nyaman.
3. Scheueramnn’s kyphosis (diambil dari nama radiolog Denmark yang
pertama kali menandainya). Gerak tertentu bias memicu nyeri dan
akhirnya tak kuat duduk atau berdiri lama. Bisa diatasi dengan brace
(rompi penyangga batang tubuh), latihan memperkuat tulang belakang dan
pemberian obat anti radang pereda nyeri.

C. Etiologi
Penyebab Kifosis Penyebab kifosis tergantung pada jenis-jenis Kifosis:
1. Jenis Postural Kifosis. Jenis ini sering terjadi pada masa remaja.
a. Biasanya kebiasaan membawa barang berat.
b. Pembentukan penyakit ini terjadi secara lambat.
c. Lebih sering terjadi pada anak perempuan
d. Biasa disebut “bungkuk udang”
e. Postur tubuh yang buruk atau membungkuk dapat menyebabkan
peregangan pada ligament tulang belakang dan pembentukan
abnormal dari tulang belakang (vertebrae)
f. Kifosis Postural sering disertai dengan kurvake (Hyperlordosis /
tulang pinggang yang terlalu melengkung kedalam) dalam berlebihan
pada tulang belakang bagian atas.
4

g. Sepertiga dari kasus Hyperkhyphosis sebagian besar mengalami patah


tulang belakang (lebih dari 50 derajat)
h. Mengatasinya dengan cara memperkuat otot perut dan lutut yang
membuat tubuh lebih nyaman atau dengan cara memperbaiki ketidak
seimbangan otot.
2. Scheuermann’s Kifosis. Scheuerman (diambil dari nama radiolog Denmark
yang pertama kali menandainya).
a. Seperti Kifosis Postural, Khyphosis Scheuermann biasanya muncul
pada masa remaja, sering usia 10 dan 15, sedangkan tulang masih
tumbuh / tubuh terlalu kurus
b. Juga disebut penyakit Scheuermann, itu sedikit lebih sering terjadi pada
anak laki-laki.
c. Kifosis Scheuermann tidak teratur, sering hernia dan irisan berbentuk
lebih dari tiga tingkat berdekatan.
d. Penyebab Kifosis Scheuermann tidak diketahui, tetapi cenderung untuk
berjalan dalam keluarga (keturunan).
3. Kifosis Kongenital. A malformation of the spinal column selama
perkembangan janin menyebabkan kifosis di beberapa bayi.
a. Jenis kifosis yang dapat memperburuk pertumbuhan anak
b. Sebuah kifosis bawaan juga dapat tiba tiba muncul dalam masa
remaja, lebih sering pada anak dengan cerebral palsy dan gangguan
neurologis lainnya.

D. Manifestasi Klinis
1. Postur membungkuk / Slouching / Hunchback.
2. Baru disebut kifosis bila lengkuknya lebih dari 40 derajat.
3. Punggung terasa sakit, kaku dan nyeri sering terjadi.
4. Nyeri di leher
5. Kelelahan
6. Pada kifosis yang beratakan terjadi sesak napas karena paru-paru tidak
dapat mengembang sempurna.

E. Pathway
5

F. Penatalaksanaan Medis
Cara mengatasi dan pengobatan kifosis tergantung pada penyebab kondisi
dan gejala yang ada
1. Pengobatan medis
Dokter menyarankan untuk memberikan penghilang rasa sakit. Jika obat-
obatan seperti acetaminophen, ibuprofen atau naproxen, jika tidak cukup
mengatasi rasa sakit bisa meminta obat tulang berdosis tinggi tentunya
dengan resep. Obat osteoporosis, dalam banyak orang tua, kifosis adalah
petunjuk pertama bahwa mereka memiliki osteoporosis. Penguatan obat
tulang dapat membantu mencegah kifosis anda memburuk.
2. Terapi
Beberapa jenis kifosis dapat dibantu dengan :
a. Latihan, latihan peregangan dapat meningkatkan fleksibilitas tulang
belakangdan mengurangi sakit punggug. Latihan yang memperkuat
otot-otot perut dapat membantu memperbaiki postur tubuh
b. Bracing, anak-anak yang memiliki penyakit scheuermann mungkin
dapat menghentikan perkembangan kifosis dengan memakai penjepit
tubuh saat tulang mereka masih dalam tahap perkembangan.
6

c. Gaya hidup sehat, menjaga berat badan dan aktivitas fisik yang sehat
secara teratur akan membantu mencegah sakit punggung dan
meredakan gejala kifosis
d. Mempertahankan kepadatan tulang yang baik. Diet yang tepat dengan
kalsium dan vitamin D, terutama jika ada riwayaat keluarga
osteoporosis, dapat membantu orang dewasa menghindari tulang lemah
dan gejala kifosis.
3. Prosedur Bedah (Oprasi)
Jika kondisi kifosis sangat parah dokter mungkin menyarankan operasi
untuk mengurangi tingkat kelengkungan tulang, prosedur yang paling
umum, yang disebut fusi tulangb elakang, menghubungkan dua atau lebih
vertebra yang terkena kifosis secara permanen, ahli bedah memasukkan
potongan tulang antara tulang belakang dan kemudian mengencengkan
tulang belakang bersama-sama dengan batang logam dan sekrup sampai
tulang belakang dalam posisi yang benar.

G. Komplikasi
1. Body image problem untuk remaja khususnya. Dapat mengembangkan
citra tubuh yang buruk dan memiliki rounded back atau memakai penjepit
untuk memperbaiki kondisi tersebut.
2. Sakit punggung. Dalam beberapa kasus, misalignment tulang belakang
dapat menyebabkan rasa sakit, yang dapat menjadi parah dan
melumpuhkan.
3. Dalam kasus yang berat, kurva dapat menyebabkan tulang rusuk untuk
menekan paru-paru, menghambat untuk bernapas.
7

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

KASUS
Ny a berusia 58 tahun datang ke rsud kabupaten tangerang bersama dengan
anaknya. Klien mengeluh punggung dan lehernya sering terasa nyeri dan kaku.
Klien mengatakan nyerinya seperti tertekan benda berat, nyeri di rasakan pada
saat melakukan aktifitas. Dari hasil pengkajian di dapatkan dengan sekala nyari 6.
Tampak klien mengalami kelelahan, tampak kesulitan untuk tidur akibat tidak
nyaman, pasien tampak gelisah. Td: 140/70 n: 78x/menit rr: 26x/menit s: 37˚c.

No Data fokus Diagnosa nanda

1 Ds: Domain 12: kenyamanan


P: diagnosa kifosis Kelas 1: kenyamanan fisik
Q: seperti tertekan benda berat 00132 nyeri akut
R: di punggung dan leher
S: 6
T: pada saat melakukan aktifitas

Do:
8

Pasien tampak meringis kesakitan.

2 Ds: pasien mengeluh punggungya Domain 4: aktifitas/istirahat


merasa nyeri Kelas 2: altifitas/ olahraga
00085 hambatan mobilitas fisik
Do:
Kesulitan untuk tidur
Pasien tampak kelelahan
Pasien tampak kesulitan
melakukan aktivitas
3 Ds: pasien mengeluh punggung Domain 12: kenyamanan
dan lehernya terasa sakit Kelas 1: kenyamanan fisik
00214 gangguan rasa nyaman
Do: tampak kesulitan untuk tidur
akibat tidak nyaman
- Pasien tampak gelisah
Diagnosa nanda Noc Nic

Domain 12: Domain 4: pengetahuan Domain 1 : fisiologi dasar


kenyamanan tantang kesehatan dan
perilaku Kelas e: peningkatan
Kelas 1: kenyamanan kenyamanan fisik
fisik Kelas q : perilaku sehat
1400 menejemen nyeri
00132 nyeri akut 1605 kontrol nyeri
- Lakukan
Setelah di lakukan pengkajian nyeri
tindakan keperawatan secara
selama libih dari 1 jam komprehensip
termasuk lokasi
dengan kriteria hasil
karakteristik,
yang di harpkan: durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor
160502 mengenali
prtisifasi
kapan nyeri terjadi ( 3- - Observasi reaksi
4) nonferbal dari
ketidaknyamanan
160501 menggambarkan - Kurangi faktor
faktor penyebab ( 2-4) presifasi nyeri
- Tinggkatkan
9

160509 mengenali apa istirahat


yang terkait terkait - Epaluasi
dengan gejala nyeri (2- keefektipan kontrol
4) nyeri
- Ajarkan tentang
teknik
nonfarmakologi
Domain 4: Domain 1 : fungsi Domain 1: fisiologi dasar
aktifitas/istirahat kesehatan
Kelas a : memejemen
Kelas 2: altifitas/ Kelas c: mobilitas aktifitas dan latihan
olahraga
0206 pergerakan sendi 0224 terapi latihan :
00085 hambatan pergerakan sendi
mobilitas fisik Setelah di lakukan
tindakan keperawatan -
Monitor lokasi, dan
selama 16-30 menit lecendrungan
dengan kriteria hasil adanya nyeri dan
yang di harapkan: ketidaknyamanan
selama pergerakan/
020620 punggung (2-4) aktifitas
- Tentukan batasan
020602 leher (2-4) pergerakan sendi
dan efeknya
terhadap fungsi
sendi
- Bantu untuk
melakukan
pergerakan sendi
yang ritmis dan
teratur sesuai kadar
myeri yang bisa di
toleransi, ketahanan
dan pergerakan
sendi
- Lindungi pasien
dari teroma selama
latihan
Domain 12: domain 5: kondisi Domain 3: perilaku
kenyamanan kesehatan yang di ( latihan )
rasakan
Kelas 1: kenyamanan Kelas t: peningkatan
fisik kelas 5: setatus kenyamanan fisikologis
kesehatan
00214 gangguan rasa 5820 pengurangan
nyaman 2109 tingkat
10

ketidaknyamanan kecemasan

Setalah di lakukan - Intruksikan klien


tindakan keperawatan untuk
selama 31-45 menit menggunakan
dengan kriteria hasil tehnik relaksasi
- Bantu klien
yang di harapkan:
mengidentifikasi
210901 nyeri (2-3) situasi yang
memicu kecemasan
210902 cemas (2-4) - Berikan informasi
faktual terkait
210915 sindrom restless diagnosis,
legs ( kondisi di mana perawatan dan
tubuh tidak merasa prognosis
- Lakukan usapan
nyaman baik dalam
pada punggung
keadaan duduk maupun
atau leher dengan
berdiri) (2-4) cara yang tepat
11

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kifosis adalah gangguan tulang belakang progresif di mana punggung atas
menunjukan sebuah kelengkungan ke depan abnormal. Mengakibatkan
kelainan tulang yang kadang – kadang digambarkan sebagai bungkuk. Kifosis
terdiaknosis jika kurvanya lebih dari 50 drajat. Menurut America Academy Of
Orthopedic Surgeons ( AAOS ). Mayo elemic memberikan batas lebih rendah
ubtuj diagnosis kifosis yaitu kelengkungan 40 drajat atau lebih.

B. Saran
Perawat hendaknya melakukan tindakan keperawatan menggunakan proses
keperawatan yang koprehensif agar asuhan keperawatan yang bermutu sesuai
dengan apa yang di harapkan ada selalu mendokumentasikan setiap melakukan
tindakan.
Dalam pembuatab makalah ini perawat juga harus mengetahui langkah –
langkah asuhan keperawatan agar makalah yang di buat dapat sesuai dengan
apa yang di inginkan dan berguna bagi mahasiswa untuk masa kedepanya.
12

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kifosis adalah gangguan tulang belakang progresif di mana punggung atas
menunjukan sebuah kelengkungan ke depan abnormal. Mengakibatkan
kelainan tulang yang kadang – kadang digambarkan sebagai bungkuk. Kifosis
terdiaknosis jika kurvanya lebih dari 50 drajat. Menurut America Academy Of
Orthopedic Surgeons ( AAOS ). Mayo elemic memberikan batas lebih rendah
ubtuj diagnosis kifosis yaitu kelengkungan 40 drajat atau lebih.

B. Saran
Perawat hendaknya melakukan tindakan keperawatan menggunakan proses
keperawatan yang koprehensif agar asuhan keperawatan yang bermutu sesuai
dengan apa yang di harapkan ada selalu mendokumentasikan setiap melakukan
tindakan.
Dalam pembuatab makalah ini perawat juga harus mengetahui langkah –
langkah asuhan keperawatan agar makalah yang di buat dapat sesuai dengan
apa yang di inginkan dan berguna bagi mahasiswa untuk masa kedepannya.

Anda mungkin juga menyukai