Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN SISTEMATIK TUMBUHAN

PRAKTIKUM VI
TINJAUAN TAKSA
KELAS MONOCOTYIELEDONEAE

OLEH :
NAMA : ANDI ASRUL AMIR
STAMBUK : F1D115006
KELOMPOK : II (DUA)
ASISTEN PEMBIMBING : KURNIAWANTO

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tumbuhan merupakan kelompok yang terbesar yang ada di bumi ini.

Tumbuhan memegang peranan penting dalam aktvitas kehidupan yaitu

mampu menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan oleh mahluk hidup. Tumbuhan

terdiri dari tumbuahn tingkat tinggi dan tumbuhan tingkat rendah, yang kedua

ini bekerja sama dalam menghasilkan makanan buat konsumernya. Tumbuhan

tingkat tinggi seperti spermatophyta atau tumbuhan berbiji dikelompokkan

menjadi dua yaitu tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan

berbiji tertutup (angiospermae). Sedangkan pada tumbuhan berbiji tertutup

(angiospermae) dapat dibedakan menjadi 2 macam berdasarkan jumlah keping

bijinya, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu (monokotil) dan tumbuh

berbiji keping dua (dikotil).

Tumbuhan monokotil dan dikotil ditemukan pada subdivisi

gymnospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya. Perbedaan dari

kedua tumbuhan dikotil dan monokotil yaitu terlihat jelas pada jumlah keping

bijinya. Selain jumlah keping biji, kedua jenis tumbuhan ini yang

membedakannya adalah dari filogenetis lainya yaitu seperti pada bentuk akar,

pola tulang daun, tudung akar, kandungan akar dan batang, jumlah kelopak

bunga serta pertumbuhan akar dan batang.

Tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil) adalah salah satu dari

dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena

hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok tumbuhan ini diakui sebagai
takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai

nama. Kelompok pada tumbuhan ini contohnya terdapat pada suku anggrek-

anggrekan, suku padi-padian (graminae), suku pinang-pinangan (palmae),

suku bawang-bawangan (alliaceae), suku pisang-pisangan (musaceae).

Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan praktikum tinjauan taksa kelas

monocotyledonae.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana mengenal sifat dan ciri ordo, familia dari bahan praktikum

yang tersedia ?

2. Bagaimana mengenal sifat-sifat taksa?

3. Bagaimana mengemal sifat-sifat yang berkaitan dengan hubungan

kekerabatan filogenetia antara takson satu dengan takson lainnya ?

4. Bagaimana mengamalisis hubungan kekerabatan filogenetis antara taksa

berdasarkan sifat-sifatnya?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengenal sifat dan ciri ordo, familia dari bahan praktikum yang

tersedia.

2. Untuk mengenal sifat-sifat taksa.

3. Untuk mengenal sifat-sifat yang berkaitan dengan hubungan kekerabatan

filogenetia antara takson satu dengan takson lainnya.


4. Untuk menganalisis hubungan kekerabatan filogenetis antar taksa

berdasarkan sifat-sifatnya.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Dapat mengenal sifat dan cirri ordo, familia dari bahan praktikum yang

terssedia.

2. Dapat mengenal sifat-sifat taksa.

3. Dapat mengenal sifat-sifat yang berkaitan dengan hubungan kekerabatan

filogenetia antara takson satu dengan takson lainnya.

4. Dapat menganalisis hubungan kekerabatan filogenetis antar taksa

berdasarkan sifat-sifatnya.
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Taksonomi dan Tumbuhan Monokotil

Taksonomi tumbuhan selanjutnya tidak hanya melakukan klasifikasi

dan pemberian nama saja, tetapi lebih mengarah pada pengelompokan yang

menyatakan hubungan kekerabatan pada dunia tumbuhan. Hubungan

kekerabatan pada tumbuhan dapat dinyatakan dengan metode fenetik maupun

filogenetik. Metode fenetik didasarkan pada kesamaan karakter secara fenotip

(morfologi, anatomi, embriologi, fitokimia), sedangkan metode filogenetik

lebih didasarkan pada nilai evolusi dari masing-masing karakter (Nurchayati,

2010).

Tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil) adalah salah satu dari

dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang secara klasik diajarkan.

Kelompok yang lain adalah tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil. Ciri

yang paling khas adalah bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu

daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson (sebagai kelas maupun

subkelas) dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai

nama, seperti Monocotyledoneae, Monocotyledoneae, dan Liliidae

(Setyawan, dkk, 2000).

B. Tumbuhan Berbiji (spermatophyte)

Tumbuhan berbiji (spermatophyte) merupakan kelompok tumbuhan

yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji

merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan didalamnya mengandung
calon individu baru, yaitu lembaga.Spermatophyta diklasifikasikan lagi

menjadi 2 subdivisi yakni tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan

tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Berdasarkan jumlah keping bijinya,

Tumbuhan biji tertutup dibedakan menjadi 2, yaitu tumbuhan biji berkeping

satu (monokotil) dan tumbuhan biji berkeping dua atau dikotil (Hassanudin,

2009).

C. Tumbuhan Angiospermae

Angiospermae dibagi menjadi 2 subkelas yaitu dikotil dan

monokotil. Nama-nama ini diperoleh dari sejumlah kotiledon yang terdapat

dalam biji. Dikatakat dikotil jika terdapat dua kotiledon dan dikatakan dia

tumbuhan monokotil jika terdapat satu kotiledon. Dikotil dan monokotil juga

berlainan dalam beberapa hal. Tulang daun pada dikotil tersusun seperti

jaring-jaring sedangkan tulang daun pada monokotil tersusun sejajar. Ikatan

pembuluh pada dikotil tersusun dalam pola radial seperti jejari roda,

sedangkan pada monokotil berserakan secara acak diseluruh batang. Bagian

bunga pada monokotil berjumlah tiga atau kelipatannya (Kimball, 2000).

D. Kekerabatan Philognetik dan Fenetik

Kekerabatan dalam sistematik tumbuhan dapat diartikan sebagai pola

hubungan atau total kesamaan antara kelompok tumbuhan berdasarkan sifat

atau cirri tertentu dari masing-masing kelompok tumbuhan tersebut.

Berdasarkan jenis data yang digunakan untuk menentukan jauh dekatnya

kekerabatan antara dua kelompok tumbuhan, maka kekerabatan dapat


dibedakan atas kekerabatan fenetik dan kekerabatan filogenetik (filetik).

Kekerabatan fenetik didasarkan pada persamaan sifat-sifat yang dimiliki

masing-masing kelompok tumbuhan tanpa memperhatikan sejarah

keturunannya, sedangkan kekerabatan filogenetik didasarkan pada asumsi-

asumsi evolusi sebagai acuan utama (Stuessy, 2003).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 02 Mei 2017 pukul 11.30-

15.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Unit Botani, Jurusan Biologi, Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada tabel 1.

Tabel 1. Alat dan kegunaan


No. Nama Alat Kegunaan
1. Alat tulis Untuk menggambar hasil pengamatan
2. Buku gambar Untuk menggambar hasil pengamatan
3. Kamera Untuk mendokumentasikan hasil pengamatan

C. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada ini tercantum pada tabel 2.

Tabel 2. Bahan dan kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1. Nanas (Annas comosus L.), Adam Sebagai objek pengamatan
hawa (Rhoeo discolor), Eceng gondok
(Monochoria vaginalis), Bunga pedang
(Gladiolus sp., Padi (Oryza saliva L.),
Rumput teki (Cyperus rotundus L.),
Pisang (Musa paradisiaca L.),
Kembang tasbih (Canna hybrida),
Lengkuas (Alpinia malaccensis),
Anggrek (Arachnis sp.), Kelapa (Cocos
nucifera L.)
D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Menyediakan bahan yang akan diamati.

2. Menentukan nama jenis untuk bahan-bahan yang disediakan.

3. Menggambar objek yang diamati.

4. Mengamati sifat dan ciri bahan yang disediakan.

5. Mengklasifikasikan dan mendeskripsikan bahan yang diamati.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengamatan Kelas Monocotyledoneae


No. Nama Bahan Gambar Klasifikasi
Pengamatan Literatur
1. Genjer Regnum : Plantae
(Limnocharis Divisio : Magnoliophyta
flava) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Alismatales
Familia : Limnocharitaceae
Genus : Limnocharis
Species : Limnocharis flava

2. Nanas Regnum : Plantae


(Ananas Divisio : Magnoliophyta
comosus) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Bromiales
Familia : Bromiaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas comosus

3. Adam hawa Regnum : Plantae


(Rhoeo Divisio : Magnoliophyta
discolor) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Commelinales
Familia : Commelinaceae
Genus : Rhoeo
Species : Rhoeo discolor

4. Eceng Regnum : Plantae


gondok Divisio : Magnoliophyta
(Monochoria Classis : Monocotyledoneae
vaginalis) Ordo : Liliales
Familia : Pontederiaceae
Genus : Monochoria
Species : Monochoria
vaginalis
Tabel 3. Lanjutan
No. Nama Bahan Gambar Klasifikasi
Pengamatan Literatur
5. Bunga Regnum : Plantae
bakung Divisio : Magnoliophyta
(Lilium Classis : Monocotyledoneae
longiflorum) Ordo : Liliales
Familia : Liliaceae
Genus : Lilium
Species : Lilium longiflorum

6. Padi (Oryza Regnum : Plantae


sativa) Divisio : Magnoliophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Oryza
Species : Oryza sativa

7. Rumput teki Regnum : Plantae


(Cyperus Divisio : Magnoliophyta
rotundus) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Cyperales
Familia : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Species : Cyperus rotundus

8, Pisang (Musa Regnum : Plantae


paradisiaca) Divisio : Magnoliophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Familia : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa paradisiaca
Tabel 3. Lanjutan
No. Nama Bahan Gambar Klasifikasi
Pengamatan Literatur
9. Umbi tasbih Regnum : Plantae
(Canna Divisio : Magnoliophyta
hybrida) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Familia : Cannaceae
Genus : Canna
Species : Canna hybrida

10. Lengkuas Regnum : Plantae


(Alpinia Divisio : Magnoliophyta
malaccensis) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Familia : Zingiberaceae
Genus : Alpinia
Species : Alpinia
malaccensis

11. Kelapa Regnum : Plantae


(Cocos Divisio : Magnoliophyta
nucifera) Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Arecales
Familia : Arecaceae
Genus : Cocos
Species : Cocos nucifera

12. Bunga Regnum : Plantae


pedang Divisio : Magnoliophyta
(Gladiolus Classis : Monocotyledoneae
sp.) Ordo : Liliaes
Familia : Iridaceae
Genus : Gladiolus
Species : Gladiolus p.
Tabel 3. Lanjutan
No. Nama Bahan Gambar Klasifikasi
Pengamatan Literatur
13. Kacang- Regnum : Plantae
kacangan Divisio : Magnoliophyta
(Arachnis Classis : Monocotyledoneae
sp.) Ordo : Orchidales
Familia : Orchidaceae
Genus : Arachnis
Species : Arachnis sp.

B. Pembahasan

Tumbuhan biji atau Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, yakni

sperma artinya biji dan phyton artinya tumbuhan. Spermatophyta terdiri dari

dua subdivisi yaitu tumbuhan berbiji tertbuka (gymnospermae) dan tumbuhan

berbiji tertutup (angiospermae). Perbedaan sifat pada kedua subdivisi tersebut

salah satunya yaitu terdapat pada bunganya, diamana pada gymnospermae

tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya sedangkan pada

angiospermae mempunyai bunga yang sesungguhnya. Sedangkan pada

gymnospermae terdiri atas dua kelas yaitu tumbuhan berkeping biji satu

(Monocotyledoneae) dan tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledoneae).

Struktur tubuh tumbuhan monokotil berbeda dengan tumbuhan dikotil.

Perbedaan itu terletak pada akar, batang, daun, dan bunganya. Akar pada

tumbuhan berkeping satu atau monokotil merupakan akar serabut. Oleh karena

itu, tumbuhan monokotil tidak sekokoh tumbuhan dikotil. Batang tumbuhan

monokotil beruas-ruas dan tidak bercabang-cabang. Batang pada tumbuhan

jenis ini tidak dapat membesar karena tidak berkambium. Daun tumbuhan
monokotil umumnya berbentuk pita, sedangkan tulang daunnya sejajar atau

melengkung. Daun-daun ini menempel langsung pada bantangnya. Jumlah

kelopak bunga monokotil umumnya adalah kelipatan tiga.

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kelas monocotiledonea

terdapat 13 spesies yang digunakan dari 9 ordo. Sembilan ordo tersebut yaitu

alismates, bromiales, commelinales, liliales, poales, cyperales, zingiberales,

orchidales dan arales. Bahan dari 13 tersebut itu adalah genjer (Limnocharis

flava), nanas (Ananas comosus), adam hawa (Rhoeo discolor), eceng gondok

(Monochoria vaginalis), lili (Lilium longiflorum), Zephyranthes rosea, dan

Gladiolus sp, padi (Oryza sativa), rumput teki (Cyperus rotundus), pisang

(Musa paradisiaca), umbi tasbih (Canna hybrida), dan lengkuas (Alpinia

malaccensis), kacang-kacangan (Arachnis sp.) dan kelapa (Cocos nucifera).

Ordo Alismatales merupakan ordo yang memiliki karakteristik tumbuh

di daerah akuatik atau semi akuatik, contohnya yaitu tanaman genjer

(Limnocharis flava). Kelompok pada tanaman ini batangnya lunak serta

berair, biji tanpa endosperm, bunganya mempunyai kelopak dan mahkota,

bunga biasanya didukung oleh daun penumpu yang kecil, bakal buah diatas

apocarpus. Genjer (Limnocharis flava, spesies ini memiliki sifat dan ciri

batang yang lunak tidak berkayu atau sedikit sekali mengandung jaringan

berkayu, bentuk batang bulat, daun majemuk, pertulangan melengkung,

memiliki bunga yang bersifat tunggal, dengan perbungaannya kapitulum.

Corolla 3 helai, dan benang sari (stamen) banyak.


Ordo Bromiales adalah tumbuhan yang mempunyai benangsari yang

steril 6 buah, bunga radial simetris, daun tidak dapat dibedakan antara helai

daun dan tangkai, pertulangan daun sejajar. Anggota dari ordo ini yaiut nanas

(Ananas comosus). Nanas (Ananas comosus) memiliki daun berkumpul dalam

roset akar, bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah, bunga majemuk dan

bertangkai panjang, buahnya buni majemuk, bulat panjang berdaging

berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi warna kuning dan bijinya kecil

seringkali tidak jadi. Ordo Commelinales umumnya berupa herba, sangat

jarang yang berkayu, daun dengan pertulangan sejajar, duduk daun tersebar

atau roset akar contoh spesies dari ordo ini yaitu adam hawa (Rhoeo discolor)

Adam hawa (Rhoeo discolor) yaitu pada tumbuhan ini memiliki sifat serta ciri

yaitu duduk daun pada berupa roset akar serta memiliki pertulangan daun

sejajar, batangnya berupa batang herba.

Ordo dari Liliales memiliki sifat serta ciri terdiri dari daun tunggal,

tersebar pada batang atau terkumpul menyerupai akar. Memiliki bunga yang

kecil sampai sangat besar dan berwarna terang serta menarik. Spesies dari

ordo ini yaitu eceng gondok (Monochoria vaginalis), Lili (Lilium

longiflorum), Zephyranthes rosea, dan Gladiolus sp. Ordo pada pengamatan

selanjutnya yaitu ordo poales, ordo ini memiliki sifat serta ciri batang beruas-

ruas dan berongga serta tumbuh tegak, daun berbentuk pita dengan

pertulangan daun sejajar, bunga tumbuh diujung batang yang tersusun

membentuk malai atau bulir majemuk. Salah satu spesies yang diamati dari

ordo ini yaitu padi (Oryza sativa), tumbuhan ini berakar serabut, batang sangat
pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang

saling menopang, daun sempurna dengan pelepah tegak, daun berbentuk

lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berdaun sejajar, bunga tersusun

majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut floret, buah tipe bulir

atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya, bentuk

hampir bulat hingga lonjong.

Ordo Cyperales memiliki sifat serta ciri sama seperti ordo poales,

hanya saja yang mebedakan yaitu bila pada poales bentuk batangnya bulat

sedangkan pada ordo Cyperales bentuk batangnya segitiga serta dalam satu

buku terdapat tiga daun. Anggota dari ordo ini yaitu rumput teki (Cyperus

rotundus), ciri serta sifatnya yaitu memiliki daun yang tunggal, bentuk

batangnya segitiga, bunga berkelamin 1 atau 2 yang tersusun dalam anak

bulir yang kemudian terkumpul lagi menjadi karangan bunga, dan bunganya

berdiri sendiri dalam ketiak daun serta tidak memiliki tenda bunga.

Ordo Zingiberales memiliki ciri-ciri umum yaitu kebanyakan

anggotanya berupa tumbuhan herba. Daunnya berseling atau basal dan

mempunyai pelepah di pangkalnya, daunnya berbentuk pita atau berbentuk tali

dengan tangkai dan helaian daun yang tidak dapat dibedakan antara satu

dengan yang lainnya dan memiliki sistem pertulangan daun sejajar. Ordo

Zingiberales, daunnya terdiri dari tangkai daun yang kuat dan mendukung

helai daunnya, pertulangan daun seperti jala, bunganya berkelipatan 3 dan 4.

Kelopak dan mahkotanya berbeda jelas dan kadang-kadnag mahkota tidak

beraturan atau bilateral simetris (zygomorphic). Spesies dari ordo ini yaitu
pisang (Musa paradisiaca), umbi tasbih (Canna hybrida), dan lengkuas

(Alpinia malaccensis).

Ordo Orchidales merupakan tumbuhan yang memiliki sifat serta ciri

hidup ditanah, epifit atau saprofit, kadang–kadang merambat. Batang

disebelah bawah atau seluruhnya terutama pada jenis–jenis epifit sering

menebal membentuk umbi semu, tetapi jenis–jenis teresterial umumnya

mempunyai rhizoma, kormus atau tuber dengan pertumbuhan simpodial atau

monopodial. Daun tersebar jarang berhadapan atau berupa karangan. Buah

pada ordo ini adalah buah kapsul yang sewaktu-waktu akan pecah karena

kering. Biji sangat banyak dan sangat kecil. Spesies dari ordo ini salah satunya

yaitu kacang-kacangan (Arachnis sp.).

Ordo Arecales adalah tumbuhan yang memiliki sifat serta ciri batang

berkayu (palm) serta berbuku-buku dan terkadang batangnya beroset,

bunganya trimerous dan memiliki buah kecil yang kebanyakan berupa tongkol

majemuk yang terdiri dari rachilla yang tunggal atau bercabang, karangan

bunga biasanya ditutupi seludang bunga 1 atau lebih ini terjadi pada waktu

kuncu, ovarium superus, memiliki 3 karpel, serta memiliki 3 bakal biji atau

lebih, dan terkadang hanya satu yang berkembang, buah berupa berry atau

drupa, biji mempunyai endosperm. Spesies dari ordo Arecales ini adalah

kelapa (Cocos nucifera).


V. PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu sebagai

berikut:

1. Ordo merupakan suatu tingkatan takson, gabungan dari beberapa familia

yang sifatnya mirip, hasil pengamatan yang terdiri dari 9 ordo. Sedangkan

familia merupakan gabungan beberapa marga yang memiliki sifat yang

mirip membentuk suatu kategori, sehingga untuk mengelompokkan suatu

tumbuhan dalam kategori ordo maka dilihat dari familia tumbuhan

tersebut.

2. Sifat-sifat taksa dari berbagai spesies pada bahan memiliki perbedaan serta

persamaan. Bila dilihat dari tingkatan ordo memiliki banyak persamaan,

namun bila dilihat dari tingkatan familii akan banyak perbedaan.

3. Sifat-sifat yang berhubungan dengan kekerabatan filogenetis antara satu

takson dengan takson lainnya yaitu sifat filetik dan sifat kladistik

4. Hubungan kekerabatan antar taksa berdasarkan sifat-sifatnya, yaitu

semakin tinggi tingkatan takson suatu tumbuhan, maka semakin jauh

hubungan kekerabatannya, sebaliknya semakin rendah tingkatan suatu

takson maka akan semakin dekat kekerabatan di antara tumbuhan.

B. Saran

Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini yaitu semoga sukses atas

pekerjaan yang kita lakukan.


DAFTAR PUSTAKA

Arrijani, 2013, Kekerabatan Fenetik Anggota Marga Knema, Horsfieldia, dan


Myristica di Jawa berdasarkan Bukti Morfologi Serbuk Sari, jurnal
Biodiversitas 4(2); 3

Hassanudin, 2009, Jenis Tumbuhan Anggrek Epifit di Kawasan Cagar Alam


Jantho Kabupaten Aceh Besar, Jurnal Hayati, 1(2): 20

Kimball, J.W., 2000, Biologi Jilid 3 Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.

Nurchayati. N., 2010, Hubungan Kekerabatan Beberapa Spesies Tumbuhan Paku


Familia Polypodiaceae Ditinjau dari Karakter Morfologi Sporofit dan
Gametofit, Jurnal. Ilmiah Progressif, 7(19); 9-10

Setyawan, D, A, dan Etikawati, N., 2000, Studi Sitotaksonomi Pada Genus


Zingiber, Jurnal Biodiversiti, 1(1); 8-13

Anda mungkin juga menyukai