Anda di halaman 1dari 42

1.

Kewajiban lancar jangka pendek / utang lancar


Kewajiban lancr jaga pendek adalah, kewajiban pada pihak ke 3 yang harus di bayar
jangka waktunya kurang lebih 1 tahun.
- Utang usaha
- Utang gaji timbul Karena pembayaran gaji di lakukan pada bulan berikutnya :
Contoh: pembayaran gaji setiap tanggal 1
Gaji bulan oktober 1 november
Gaji bulan november 1 desember
Gaji bulan desember 1 januari

1 november di bayar oktober = beban gaji (okt) xxx


Kas xxx

1 desember di bayar November = beban gaji (nov) xxx


Kas xxx
Ajp
3/12 = beban gaji (des) xxx
Utang gaji xxx
Bayar gaji desember
Utang gaji xxx tidak melakukan jurnal pembalik
Kas xxx
Atau
Jurnal balik 1-1-16 = utang gaji xxx
b. gaji xxx
saat bayar 1-1-16 = beban gaji xxx
kas xxx
- Utang usaha
a. Saat pinjam
Contoh : 1-1-15 pinjam uang 120 juta bunga 12% dibayar setelah jatuh tempo 1
tahun 31-12-15
Kas 120.000.000
Utang bank 120.000.000
b. Saat angsuran ( sampai 12 kali angsuran)
Utang bank 10.000.000
Kas 10.000.000
c. Saat bayar pelunasan dan bayar bunga
Utang bank 10.000.000
Beban bunga 14.400.000 (120 jt x 12% x 12/12)
Kas 24.400.000

- Utang bunga
Contoh: 1-4-15 pinjem uang 120.000.000 bunga 10% jatuh tempo 1 tahun. Bunga di
bayar setelah jatuh tempo berikut pinjaman.
1-4-15 -------------------- 31-12-15 --------------------1-4-16
Utang bunga 9 bulan jatuh tempo
31/12/15 120.000.000 x 10% x 9/12 = 9.000.000
AJP = beban bunga 9.000.000
Utang bunga 9.000.000 (beban bunga yang harus di bayar)
Saat bayar bunga 1/4/16 = utang bunga 9.000.000
Kas 9.000.000
1/4/16 = beban bunga 3.000.000 (120 jt x 10% x 3/12)
Kas 3.000.000

- Utang pajak
Beban pajak xxx
Utang pph xxx
Pajak penghasilan 2015 di bayar periode 2016
- Utang deviden
Deviden: keuntungan yang di proleh atas kepemilikan surat berharga berupa saham.
1. Tahap pengumuman deviden
Saldo laba/ laba di tahan xxx
Utang deviden xxx
2. Tahap pendaftaran
Tidak di jurnal hanya mencatat para pemegang saham dan jumlah lembar saham
yang di miliki.
3. Tahap bayar
Utang deviden xxx
Kas xxx
- Utang bonus
Bonus 100.000
Utang bonus 100.000
Di bayar setelah tahun berikutnya laba 2015 di bayar 2016
a. Contoh: laba perusahaan thn 2016 5.000.000 bonus 2% & dari laba bonus 2% x
5.000.000 = 100.000
b. Jika bonus 2% dari laba sebelum pajak
Pajak 15% laba setelah pajak 5.000.000
EBT = 100% (100/85 x 5.000.000 = 5882)
Pajak 15 % = 15% (15% dari 5882 = 882)
Laba setelah pajak 5.000.000 = 85% 5.000.000
Bonus 2% x 5882 = 117,64
Bonus 117,64
Utang bonus 117,64
- Pendapatan di terima di muka
Pendapatan yang belum jadi hak kita tapi telah di terima lebih dahulu
Contoh: diterima 1/3/15 pendapatan sewa 1 thn 36.000.000
Saat terima uang sewa (di bukukan utang)
1/3/15 kas 36.000.000
Pendapatan di terima di muka (utang sewa) 36.000.000
31/12/15 hak kita = 10/12 x 36.000.000 = 30.000.000
31/12/15 -1/3/16 = 2 bln --------- 2/12 x 36.000.000 = 6.000.000
AJP
Pendapatan diterima dimuka 30.000.000
Pendapatan sewa 30.000.000
(saat tutup buku 1/3/15-31/12/15)

Saat Pelunasan
1/3/16 kas 36.000.000
Pendapatan diterima dimuka 6.000.000
Pendapatan sewa 30.000.000
Saat terima sewa
1/3/16 Kas 36.000.000
Pendapatan sewa 36.000.000
AJP
31/12/16 Pendapatan sewa 6.000.000
Pendapatan sewa diterima dimuka 6.000.000
Kas 36.000.000
Pendapatan sewa 30.000.000
Pendapatan diterima dimuka 6.000.000
- Wesel Bayar (notes payable kurang dari 1 thn)
Adalah janji tertulis/promes untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu
dengan bunga/tanpa bunga. Contoh: 1/4/15 dibeli barang 100.000 dengan syarat 2/10,
n/30 kepada tuan A sedangkan tgl 5/4 diserahkan promes 8% kpd A jatuh tempo 3
bulan
tgl TRANSAKSI Wesel Bayar berbunga Wesel Bayar tidak
berbunga
1/4 Saat beli Pembelian 100.000 Pembelian 100.000
Utang Dagang 100.000 Utang Dagang 100.000
5/4 Penyerahan promes 8% Utang dagang 100.000 Utang dagang 100.000
3bln Wesel bayar 100.000 Wesel bayar 100.000
5/7 Saat bayar pelunasan Wesel bayar 100.000 Wesel bayar 100.000
Beban bunga 2.000 Kas 100.000
Kas 102.000
(100.000 x 8% x 3/12)

- Utang kontijensi
Adalah utang yang timbul Karena adanya transaksi yang tidak diduga sebelumnya.
Missal: berkaitan dengan masalah hukum (menang/kalah dengan pengadilan. Contoh
: supir perusahaan menabrak seseorang sehingga orang tsb menuntut sampai
kepengadilan
a. Saat terjadinya terjadi kontijensi
Beban hukum 50.000.000
Utang kontijensi 50.000.000
b. Saat pengadilan (kalah dan perusahaan harus seluruhnya tanggung jawab)
Utang kontijensi 50.000.000
Kas 50.000.000
JIKA MENANG
Utang kontijensi 50.000.000
Beban hukum 50.000.000
JIKA MENGGANTI RUGI (JIKA MENANG DAN MEMBAYAR 20JT)
Utang Kontijensi 20.000.000
Kas 20.000.000
Utang kontijensi 30.000.000
B. kontijensi 30.000.000

- Utang Garansi
Adalah utang yang timbul karen perusahaan meberikan garansi kepada pelanggan
dalam penjualan produknya contoh: pt yarsi tgl 1/6/15 menjual 500.000 unit kipas
angin dengan harga 200.000 per unit garansi 1 thn jika produk rusak dpt di perbaiki,
biaya untuk memperbaiki per unit 40.000, jika pada tahun tersebut pelanggan yang
klaim adalah 150 unit di minta catat transaksi di atas jika perusahaan menextimasi
40% dari produk yang di jual ada klaim.
Jawab: di ketahui 1/6/15 menjual 500 unit 200.000, garansi 1 thn, biaya garansi per
unit 40.000. ada yang yang 150 unit yang di taksir 40% dari penjualan ada klaim dari
pelanggan (40% x 500 = 200).
1/6/15 saat jual
a. Saat terima uang = kas 100.000.000 (500x200)
Penjualan 100.000.000
b. Saat taksir dan klaim = garansi 8.000.000 (40% x 500) x 40.000
Utang garansi 8.000.000

Sampai dengan 31/12/15 yang klaim 150 unit


Utang garansi 6.000.000 (150 x 40.000)
Kas 6.000.000
AJP
Utang garansi 2.000.000 (8 jt- 6 jt)
B.garansi 2.000.000

1/6 jika ada klaim 35 unit


B. garansi (35 unit x 40.000) 1.400.000
Kas 1.400.000

Jika tidak di estimasi


Kas 100.000.000
Penjualan 100.000.000
31/12 ada klaim
B. garansi 6.000.000
Kas 6.000.000
(150 unit x 40.000)
AJP
B.garansi 2.000.000
Utang garansi 2.000.000

1/6/16 jika sampai akhir biaya klaim 35 unit


Uang garansi 1.400.000
Kas 1.400. 000
(35x 40.000)
Sisah klaim tidak terealisasi
Utang garansi 600.000
B. garansi 600.000

2. Kewajiban jangka panjang (long trem liabilities)


Yaitu kewajiban atau utang yang harus di bayar jangka waktunya lebih dari 1 tahun
Contoh:
a. Uang bank jatuh tempo lebih dari 1 tahun
b. Uang bayar jatuh tempo lebih dari 1 tahun
c. Utang hipotek/ mortage payable:Utang yang jaminanya aktiva tidak bergerak
d. Utang obligasi (bonds payable): utang dimana perusahaan menerbitkan surat utang
obligasi yang akan di bayar setelah jatuh tempo dan akan memberikan bunga kupon
setia tanggal jatuh tempo kupon dapat 6 bulan/ 1 tahunan

- Perbedaan saham vs deviden


Saham = deviden di berikan ketika perusahaan laba
Obligasi = bunga (kupon) setiap jatuh tempo kupon

- Perhitungan bunga obligasi dengan sama dengan bunga bank


Bunga: normal X persen (%) X lama
Σ lama (jumlah lama)
Catatan: jika terdapat efektif selain bunga obligasi nama perhitungan jumlah yang di
terima termasuk bunga. Harus mengunakan nilai waktu uang untuk memperhitungkan
nilai tunainya.
Jika % bunga efektif ≤ % bunga obligasi maka terjadi premium obligasi
Jika % bunga efektif ≥ % bunga obligasi maka terjadi diskon
Jika sama maka terjadi premium

Contoh: PT. yarsimenerbitka / menjual 400 lembar 6% obligasi. PT.yarsi nominal


20.000 per lembar, pada tgl 1/4 . kupon 1/4/15 ---- 1/10/15. Jatuh tempo obligasi 20
bulan kemudian (1/4/15--- 1/12/15)
Di minta: catat transaksi dia atas
a. Saat di terbitkan degan kurs (nilai pasaran) 105 105/100 x 20.000
b. Di terbitkan dengan harga kurs berarti (18.000/ 20.000 x 1000% = 90)
Catatan = premium & diskon obligasi harus diamortisasi sampai dengan jatuh
tempo / umur obligasi.
Catatan: HJ = harga jual
NN = nilai nominal
HK = harga kupon

a. HJ = 105/100 x 20.00 = 21.000 (400 lembar) = 8.400.000


NN = 400.000 (20.000) = (8.000.000)
Laba / premium 400.000

Saat jual
1/4/15 saat di terbitkan obligasi
Kas 8.400.000
Yang obligasi 8.000.000
Premium obligasi 400.000 (20 bulan)
1/10/15 tgl jatuh tempo kupon (1/4 – 1/10 = 6 bulan)
B. bunga 240.000
Kas 240.000
(8.000.000 x 6% x 6 bln)
12
31/12/15 AJP (1/10- 31/12)
B. bunga 120.000
Utang bunga 120.000
(8.000.000 x 6% x 3 bln)

Amortasi premium (1/4- 31/12) = 9 bln


Premium obligasi 180.000
Pend. Bunga / bunga 180.000
(9/20 x 400.000)

1/4/16 jatuh tempo kupon


Utang bunga 120.000
B.bunga (1/4-1/10) 120.000
Kas 240.000

1/10/16 jatuh kupon (1/4 – 1/10)


B. bunga (6 bulan) 240.000
Kas 240.000

1/12/16 jatuh tempo obligasi


a. Bunga kupan (1/10 – 1/12)
B.bunga 80.000
Kas 80.000
(8.000.000 x 6% x 2 / 12)

b. Amortitasasi premium (1/1 - 1/12) = 11 bulan --- 20 bln – 9 bln = 11


bln
Premium obligasi 220.000
Pend bunga/ B. bunga 220.000
c. Pelunasan
Utang obligasi 8.000.000
Kas 8.000.000

b. HK = 90/100 X nilai (90/100 x 20.000) 400 lembar = 7.200.000


NN = 20.000 (400 lembar) = (8.000.000)
Diskon 800.000

1/4/15 saat di terbitkan


Kas 7.200.000
Diskon obligasi 800.000 (20 bln)
Utang obligasi 8.000.000

1/10/15 jatuh tempo kupon = 6 bln = 1/4 - 1/10


B. bunga 240.000
Kas 240.000

31/12 AJP
a. Beban kupon (3 bln)
B. bunga 120.000
Utang bunga 120.000

b. Amortisasi diskon (1/4 – 31/12) 9 bln


B. bunga 360.000
Diskon obligasi 360.000
(9/20 x 800.000)
1/4/16 jatuh tempo kupon
Utang bunga 120.000
Beban bunga 120.000
Kas 240.000

1/10/16 jatuh tempo kupon


Beban bunga 240.000
Kas 240.000
1/12/16
a. Biaya kupon (1/10 – 1/12)
B.bunga 80.000
Kas 80.000

b. Amortisasi diskon
B.bunga 440.000
Diskon bobligasi 440.000
(11/20 x 800.000)
c. Pelunasan
Utang obligasi 8.000.000
Kas 8.000.000

Catatan = wesel perhitugan & pecatannya sama dengan utang obligasi

Soal hal 78 12.2


PT.wadur memberi mesin pada tgl 1 juli 2015 dengan membayar uang
muka 200.000.000 dn selanjutnya membayar cicilan sebesar 150.000.000 selama
5 kali dalam 5 thn (tiap tgl 1 juli) tingkat bunga implist dalam transaksi tsb
adalah 9%
Diminta:
1. Hitung berapa nilai kini dari pembayaran yang di lakukan peusahaan
untuk pembelian mesin tsb
2. Buat ayat jurnal yang di catat perusahaan pada tanggal pembelian (1
juli 2012) di tiap tgl juli berikutmya selama 5 thn
1 1 1
1. Nilai kini = PVif = (1+𝑖)𝑛 = (1+9%)5
= = 0,6499
1.5386
0,6499 x 950.000.000 (150.000.000 x 5) +200.000.000
= 617.405.000
2. Saat pembeliin

1/7/12 mesin 950.000.000


Kas 200.000.000
Utang 750.000.000 (950.00.000 – 200.000.000)

1/7/12 utang 150.000.000


Kas 150.000.000

1/7/13 utang 150.000.000


Kas 150.000.000

1/7/14 utang 150.000.000


Kas 150.000.000

1/7/15 utang 150.000.000


Kas 150.000.000

1/7/16 utang 150.000.000


Kas 150.000.000

Soal 12.3
Pada tanggal 1 jan 2012 PT.sakura menerbitkan obligasi dengan nilai
nominal 300.000.000 dengan jangka waktu 5 thn & tingkat bunga teruntang tiap
tgl 1 jan & 1 juli. Tingkat bunga efektif adalah 6% pada tgl 1 maret 2016 PT.
sakuran melunasi sepertiga dari obligasi tsb dengan membayar sebesar
220.000.000
Diminta:
1. Hitung jumlah obligasi tsb
2. Buat table amortisasinya
3. Catat ayat jurnal pada saat penerbitan obligasi serta pada
tanggal 30 juli dan 31 des
4. Buat ayat jurnal untuk mencatat pelunasan sebagai obligasi
pada tanggal 1 maret 2016
1. Harga obligasi
Nilai sekarang dari pokok utang
1 1 1
PVif = (1+𝑖)𝑛 = (1+3%)10 = = 0,744
1.3439
6%
300.000.000 𝑥 ( 2 𝑥 5 𝑡ℎ𝑛 𝑥2) → 3% 𝑥 10𝑡ℎ𝑛 = 0,7441
300.000.000 𝑥 0,7441 = 223.230.000

Nilai sekarang dari bunga


1−+𝑖 𝑛 1−(1+3%)10 0.2559
FVif = = = = 8,5300
𝑖 3% 3%
300.000.000 𝑥 (8% 𝑥 6⁄12) 𝑥 8,5300 = 102.360.000
Harga jual = 325.590.000
Nilai nominal = (300.000.000)
Premium = 25.590.0000
2.
1 2 1-2 4-3
Periode Bunga di bayar Beban bunga Amortisasi Nilai tercatat
8% x 6/12x 300 6% x 6/12x nilai premium
jt catatat
1 jan 2012 325.590.000
1 jul 2012 12.000.000 9.767.700 2.232.300 323.357.700
1 jan 2013 12.000.000 9.700.713 2.299.269 321.058.431
1 jul 2013 12.000.000 9.631.752 2.368.248 318.690.183
1 jan 2014 12.000.000 9.560.705 2.439.295 316.250.888
1 jul 2014 12.000.000 9.487.526 2.512.474 313.738.414
1 jan 2015 12.000.000 9.412.152 2.587.848 311.150.566
1 jul 2015 12.000.000 9.334.516 2.665.484 308.485.082
1 jan 2016 12.000.000 9.254.552 2.745.448 305.739.634
1 jul 2016 12.000.000 9.172.189 2.827.811 302.911.823
1 jan 2017 12.000.000 9.087.354 2.911.823 300.000.000

Pembualatan:
 12.000.000 - 9.087.354 = 2.912.646
 302.911.823 - 2.912.646 = 299.999.177

3. Saat di terbitkan obligasi


1/1/15 kas 325.590.000
Utang obligasi 300.000.000
Premium obligasi 25.590.000 (60 bulan)
Tanggal jatuh tempo kupon
1/7/15 beban bunga 12.000.000
Kas 12.000.000
(300.000.000 x 8% x 6/12)

30/12/15 AJP (1/7/15 – 31/12/15) 6 bulan


Beban bunga 12.000.000 300.000.000 x 8% x 6 bln
Utang bunga 12.000.000
Amortisasi premium (1/1/15 – 31/12/15) 12 bulan
Premium obligasi 5.118.000 12/60 x 25.590.000
Beban bunga 5.118.000

Pelunasan (1/1/16 – 1/3/16) 2 bln


Biaya kupon = beban bunga 4.000.000 300.000.000 x 8% x 2 bln
Kas 4.000.000

Pelunasan 1/3/16 = utang obligasi 220.000.000


Kas 220.000.000

3. EKUITAS PEMEGANG SAHAM


Berdasarkan kepemilikan perusahaan menjadi 3 jenis yaitu:
1. Perusahaan perorangan : perusahaan yang didirikan oleh satu orang dengan
tanggung jawab tidak terbatas (kekayaan pribadi diikut sertakan perusahaan
menderitakan kerugian atau bangkrut)
2. Perusahaan persekutuan : perusahaan yang didirikan minimal 2 orang dan
tanggung jawab tidak terbatas
3. Perusahaan perseorangan : perusahaan yang kepemilikannya berdasarkan atas
saham yang dimiliki pemegang saham
Macam-macam saham ada 2, yaitu:
- Saham biasa : saham yang tidak mempunyai ketidakistimewaan seperti saham
preferen
- Saham preferen : saham yang mempunyai keistimewaan antara lain
a. Didahulukan dalam hal pembagian laba
b. Dibayar haknya terlebih dahulu jika perusahaan mengalami kebangkrutan setelah
membayar kewajiban kepada pihak ketiga
c. Mendapat bagian deviden walaupun perusahaan rugi khususnya untuk saham
preferen komulatif
d. Mendapatkan bagian setelah pemegang saham memperoleh bagian saham (hak
bagian partisipasi)
e. Didahulukan dalam pembelian saham atau menukar saham
Macam-macam preferen:
1. Saham preferen non komulatif non partisipasi: saham preferen hanya dapat bagian
jika perusahaan laba (tidak komulatif dan mendapat hak bagian partisipasinya)
2. Saham preferen komulatif non partisipasi: saham preferen yang akan mendapatkan
bagian laba walaupun perusahaan rugi tetapi dirapel atau komulatif saat perusahaan
memperoleh laba dan tidak mendapat bagian partisipasi
3. Saham preferen komulatif berpartisipasi: saham preferen yang akan mendapat bagian
walaupun perusahaan rugi tetapi dirapel atau komulatif saat perusahaan memperoleh
laba.
menghitung bagian partisipasi
% bagian partisipasi = sisa laba/ Σnominal x 100%
4. Saham non komulatif berpartisipasi

Contoh
Berikut ini adalah ekuitas PT. makmur abadi per tgl 31 des 2014, untuk bagian modal
di setor.
Saham preferen 5% nilai nominal 10.000 500.000.000→50.000lb 500.000.000/10.000
Sham biasa. Nilai nominal 500 1.000.000.000 →2.000.000 1.000.000.000/500

Pada thn 2015, perushaan mengumumkan pembagian deviden tunai sebesar 500.000.000 selama
thn 2013 dan tahun perushaantidak membagikan deviden Karena alesan operasional.
Diminta: tentukan besarnya deviden yang du alokasikan kepada pemegang saham preferen dan
pemegang saham basa jika:
1. Sifat deviden adalah non kumulatif & no partisipasi
2. Sifat deviden adalah kumulatif & non partisipasi
3. Sifat deviden adalah non kumulatif & partisipasi penuh
4. Sifat deviden adalah kumulatif & partisipasi penuh
2013 rugi sitem preferen 500.000.000
2014 rugi modal
2015 laba sistem biasa 1.000.000.000

1. Saham orefen non kumulatif & non partisipasi


Bagian saham preferen Bagian saham biasa Total
Bgian laba 5% x 500.000.000 = Laba bagian saham
25.000.000 preferen 5000.000.000 –
25.000.000 = 475.000.00
25.000.000 475.000.000 500.000.000

Saldo / RE 500.000.000
Utang deviden 475.000.000
Utang deviden 25.000.000
2. Saham preferen kumulatif & non partisipasi
Bagian saham preferen Bagian saham Total
biasa
Bagiam 5% x500.000.000 500.000.000-
laba = 250.000.000+25.000.000+25.000.000 75.000.000
= 75.000.000 = 425.000.000 500.000.00
Saldo laba 500.000.000
Utang deviden sp 75.000.000
Utang deviden sb 425.000.000

3. Saham preferen non kumulatif & partisipasi penuh


Bagian saham preferen Bagian saham biasa Total
Bagian laba 5% x500.000.000 x 1 5% x 1.000.000 = 75.000.000
kali = 25.000.000 5000.000.000
Bagian partisipasi 141.650.000 283.350.000 425.000.000
Jumlah 166.650.000 333.350.000 500.000.000
Ket:
Deviden yang di bagikan 5000.000.000
Bagian laba sp & sb 75.000.000
Sisa laba 425.000.000

Jurnal:
Saldo laba 5000.000.000
Utung deviden sp 166.650.000
Untung deviden sb 333.350.000
% partipasi = sisal laba / Σ nominal x 100% = 425.000.000 / 1.500.000 x 100% = 28,33%

Bagian partisipasi Sp = 28,33% x 500.000.000 = 141.650.000


Sb = 425.000.000 – 141.650.000 = 283.350.000

4. Saham preferen non kumulatif & partisipasi penuh


Bagian saham preferen Bagian saham biasa Total
Bagian laba 5% x 500.000.000 x 5% x 500.000.000 125.000.000
3kali = 75.000.000 x 1kali =
50.000.000
Bagian partisipasi 125.000.000 250.000.000 375.000.000
Jumlah 200.000.000 300.000.000 500.000.000
Ket:
Deviden yang di bagikan 5000.000.000
Bagian laba sp & sb 125.000.000
Sisa laba 375.000.000
% partipasi = sisal laba / Σ nominal x 100% = 375.000.000 / 1.500.000 x 100% = 25%

Bagian partisipasi Sp = 25% x 500.000.000 = 125.000.000


Sb = 325.000.000 – 125.000.000 = 250.000.000
Saldo laba 500.000.000
Utang deviden sp 200.000.000
Utang deviden sb 300.000.000

4. pencatan penerbitan saham


Saham yang telah di otoritaskan artinya yang telah mendapat hak untuk mencetak saham
kemudian sebagian / seluruhnya dapat di terbitkan / di jual. dalam penjualan tersebut bisa
di atas nominal, sebesar nominal, dibawah nominal, dsb yang akan menimbulkan agio
atau disagio saham. Atau dapat di bukukan dalam pemikiran tambahan dalam pikiran
tambahan modal di setor paid in capital (pic) penerbitam di lakukan dengan:
a. Dengan nominal
b. Tanpa nominal
c. Dengan nilai yang di tetapkan
d. Tidak di terima tunai
e. Di terbitkan secara lump sum
Contoh:
a. ada nilai nominal.
PT.yarsi menerbitkan 500 lembar saham biasa nominal 1000 lembar dengan kurs 120, di
minta :
a. Catat transaksi di atas
b. Jika di jual harga 950
Ada nominal
Nilai nominal = 500 lembar x 100 = 5.000.000
Harga jual dengan kurs 120 = 120/100 x 5.000.000 = 6.000.000
Laba (agio saham) 1.000.000
Kas 6.000.000
Modal saham biasa 5.000.000
Agio saham / pic 1.000.000
Jika di jual dengan harga 950/lembar neraca
Nilai nominal = 500 x 100 = 5.000.000 AL UL
Nilai jual = 500 x 950 = 4.750.000 kas 6 jt9 + 4,75jt9
Rugi (disagio saham) = = 250.000 10.750

Kas 4750.000
Disagio saham / pic 250.000 AL UJP
Saham biasa 5.000.000
10.750 0
Equitas modal
b. contoh tanpa nilai nominal =
PT.yarsi menerbitkan 500 lembar saham bias ajika tidak mempunyai nilai
nominal dan jika saham di jual langsung 11.000

Tanpa nilai nominal


Nilai nominal = 0 = 0
Harga jual = 500 x 11.000 = 5.500.000
Kas 5.500.000
Modal saham biasa 5.500.000
c. Cotoh dengan nilai di tetapkan
PT.yarsi menerbitkan 500 lembar saham biasa nilai nominal 1000/ lembar
Dan saham di terbitkan dengan harga yang di tetapkan 1.150 per lembar

Nilai nominal = 500 x 1000 = 5.000.000


Harga jual = 500 x 1150 = 5.750.000
Laba (agio saham) 750.000

Kas 5.750.000
Modal saham biasa 5.000.000
Agio / PIC 750.000

Jika nilai di tetapkan 900/ lembar


Nilai nominal = 5000 x 1000 = 5.000.000
Harga jual = 500 x 900 = 4.500.000
Rugi (disaio) 500.000

Kas 4.500.000
DIS Agio /PIC 500.000
Saham biasa 5.000.000
d. Di terbitkan untuk mendapat aktiva lancer selain kas (non tunai)
Contoh: di terbitan 500 lembar saham biasa, nilainominal 100 lembar untuk
memperoleh mesin yang harganya 4.800.000
- Nilai nominal = 500 x 100 = 5.000.000
Harga jual = = 4.8000.00
Rugi (disagio saham) 200.000

Mesin 4.800.000
Dis Agio/ pic 200.000
Saham biasa 5.000.000
- Jika harga pasar mesin 5.3000.000
Nilai nominal = 5.000 x 1000 = 5.000.000
Harga jual = = 5.300.000
Laba (Agio saham) 300.000

Mesin 5.300.000
Saham biasa 5.000.000
Agio saham / PIC 300.000

e. Di terbitkan secara sum / system gabungan


Contoh: PT.yarsi menerbitkan 500 lembar saham biasa. Nilai nominal 1.000 &
2.000
Lembar 8% saham biasa & saham oreferen nilai nominalnya 1.500
perlembar denga harga 12.000.000 harga pasaran saham biasa & saa
preferen masing-masing 1.200 & 2.000
Di minta: catat transaksi diatas
a. Perhitungan secara proposal / metode proposional
Harga Saham biasa = 500 lb x 1.200 = 6.000.000
Saham preferen = 200 lb x 2.000 = 4.000.000
10.000.000
HJ saham biasa = 6.000.000 / 10.000.000 x 12.000.000 = 7.200.000
Saham preferen = 4.000.000 / 10.000.000 x 12.000.000 = 4.800.000
12.000.000

Saham biasa Saham preferen


- Nilai nominal 5.000 Lb x 1000 = 5.000.000 2.000 Lb x 1.500 = 3.000.000
- Harga jual = 7.200.000 = 4.800.000
- Laba (Agio saham) = 2.200.000 = 1.800.000

4.000.000
Kas 12.000.000
Saham biasa 5.000.000
Agio saham biasa 2.200.000
Saham preferen 3.000.000
Agio saham preferen 1.800.000

Saham biasa Saham preferen


- Nilai nominal 5.000 x 1000 = 5.000.000 2.000 Lb x 1.500 = 3.000.000
- Harga jual 5.000 x 1.200 = 7.200.000 5.000 x 12.000 = 6.000.000
- Laba (Agio saham) = 1.000.000 = 3.000.000

Kas 12.000.000
Saham biasa 5.000.000
Agio saham biasa 1.000.000
Saham preferen 3.000.000
Agio saham preferen 3.000.000
Metode incremental
Contoh soal no.5 hanya harga pasar saham preferen tidak ada
Harga jual total (sp + sb)= 12.000.000
Harga jual saham biasa = 6.000.000 - (5000lb x 1200)
Sisa harga jual saham preferen 6.000.000
Latihan 13.1 hal 98
PT. Baku Bumi menerbitkan 2.000.000 lbr saham biasa dan 400.000 lembar saham preferen
secara lumsum deengan total nilai sebesar 7.200.000.000 yang dibayar oleh investor secara tunai.
1. Buatlah ayat jurnal untuk mencatatpenerbitan saham dengan kondisi bahwa nilai nominal
saham biasa adalah Rp 500 dan nilai wajar Rp 3000 serta nilai nominal saham preferen adalah
Rp 4000 dan nilai wajar Rp 5000
2. buatlah ayat jurnal untuk penerbitan saham, dengan kondisi seperti point 1 diatas hanya saja
saham preferen perusahaan tidak diperdagangkan dan nilai wajar saham biasa Rp 2.500
Jawaban:
1. harga pasar saham biasa = 2.000.000lb x 500 = 6.000.000.000
Harga pasar saham preferen = 400.000lb x 4.000 = 2.000.000.000
8.000.000.000
Harga jual saham biasa = 6.000.000.000 x 7.200.000.000 = 5.400.000.000
8.000.000.000
Harga pasar saham biasa = 2.000.000.000 x 7.200.000.000 = 1.800.000.000
8.000.000.000 7.200.000.000
Saham biasa Saham preferen
Nilai nominal 2.000.000x500 = 1.000.000.000 400.000x400 = 1.600.000.000
Harga jual = 5.400.000.000 = 1.800.000.000
Disagio 4.400.000.000 200.000.000
Jurnal
Kas 7.200.000.000
Saham biasa 1.000.000.000
Disagio saham preferen 4.400.000.000
Saham preferen 1.600.000.000
Disagio saham preferen 200.000.000
2. saham preferen tidak diperdagangkan & nilai wajar saham biasa 2.500
Harga jual total ( SB + SP) = 7.200.000.000
Harga jual SB (2.000.000lb x 2.500 = 5.000.000.000
Sisa harga jual SP 2.200.000.000

Saham biasa Saham preferen


Nominal 2.000.000 x 500 = 1.000.000.000 400.000 x 4000 = 1.600.000.000
Harga jual = 5.000.000.000 = 2.200.000.000
Agio 4.000.000.000 600.000.000
Jurnal
Kas 7.200.000.000
Saham biasa 1.000.000.000
Agio saham biasa 4.000.000.000
Saham preferen 1.600.000.000
Agio saham preferen 600.000.000
Latihan 13.2 hal 98
PT. dadi wijaya menerbitkan 4.000.000 lbr saham biasa dengan nilai nominal 500 dan nilai wajar
2.500 selain itu perseroan juga menerbitkan 6.000.000 lembar saham preferen yang bernilai
nominal 1.500 dengan nilai wajar 2.000
Diminta : 1. Buatlah jurnal untuk transaksi penerbitan saham diatas
2. jika kedua jenis saham tersebut diterbitkan secara gabungan (lumpsum) dengan
total nilai sebesar 19.200.000.000 buat jurnal yang harus dicatat
1. jurnal saat penerbitan
Kas 22.000.000.000
Modal SB 2.000.000.000
Agio SB 8.000.000.000
Modal SP 9.000.000.000
Agio SP 3.000.000.000
2. harga pasar SB = 4.000.000 x 2.500 = 10.000.000.000
Harga pasar SP = 6.000.000 x 2.500 = 12.000.000.000
22.000.000.000
Harga jual SB = 10.000.000.000 x 19.200.000.000 = 8.736.000.000
22.000.000.000
Harga jual SP = 12.000.000.000 x 19.200.000.000 = 10.464.000.000
22.000.000.000 19.200.000.000
Saham biasa Saham preferen
Nilai nominal 4.000.000lb x 500 = 2.000.000.000 6.000.000lb x 1.500 =
9.000.000.000
Harga jual 8.736.000.000 10.464.000.000
6.736.000.000 1.464.000.000
Jurnal
Kas 19.200.000.000
Saham biasa 2.000.000.000
Agio saham biasa 6.736.000.000
Saham preferen 9.000.000.000
Agio saham preferen 1.464.000.000
Latihan 13.3 hal 99
Anggran dasar PT kerta abadi menunjukan modal dasar yang dapat diterbitkan perusahaan
adalah hingga 50.000.000 lembar dengan nilai nominal perlembar 100 selama tahun 2015 tahun
pertama beroperasinya perusahaan terdapat dua transaksi yang terjadi berkaitan dengan ekuitas
1. menerbitkan 5.000.000 lembar saham dengan nilai 180 kepada salah satu investor regional
2. menerbitkan 5.000.000 lembar saham sebagai ganti tanah milik salah satu investor yang
diserahkan kepada perusahaan tanah tersebut diestimasika 1.000.000.000

Diminta : 1. Catat transaksi jurnal diatas


2. tentukan berapa nilai modal disetor perusahaan pada akhir tahun 2015
Jawab : 1. Menerbitkan 5.000.000 lembar saham nilai 180 = 900.000.000
Nilai nominal = 5.000.000 x 100 = 500.000.000
Harga jual = 5.000.000 x 180 = 900.000.000
Agio 400.000.000
Jurnal = Kas 900.000.000
Agio SB 400.000.000
Modal SB 500.000.000
- Menerbitkan 5.000.000 lbr saham sebagai ganti tanah senilai 1.000.000.000
Nilai nominal = 5.000.000 x 100 = 500.000.000
Harga jual = = 1.000.000.000
Agio 500.000.000

Jurnal = Tanah 1.000.000.000


Modal SB/SP 500.000.000
Agio SB 500.000.000
2. modal disetor pada tahun 2015
500.000.000 + 500.000.000 = 1.000.000.000
40.000.000 x 100 = 4.000.000.000
5.000.000.000
Latihan 13.5 hal 99
Pada tgl jan 2015 PT. perwira menerbitkan 1.000.000 lbr saham biasa dengan nilai
nominal 50 dan niali tukar 150 pada tanggal 3 januari perusahaan menerbitkan
500.000 lembar saham biasa yang ditukarkan dengan hak paten yang bernilai
100.000.000
Diminta: buatlah jurnal yang terkait dengan penerbitan saham tsb.
Jawaban : nilai nominal = 500.000 lb x 50 = 25.000.000
Harga jual = 100.000.000
Agio 75.000.000
Jurnal = hak paten 100.000.000
SB/ modal SB 25.000.000
Agio SB 75.000.000
Latihan 13.4 hal 99
PT. Gaja Sakti menerbitkan 6.000.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp
500, sementara nilai pasar sebesar Rp 2.500. selain itu, perusahaan juga menerbitkan
9.000.000 lembar saham preferen dengan nilai nominal Rp1500 dan nilai wajar Rp
2000 PT. Gaja Sakti memutuskan menerbitkan kedua jenis saham tsb dilakukan
secara lumsumdengan nilai Rp 30.000.000.000
Diminta: 1. Tentukan nilai penerbitan saham biasa
2. buatlah jurnal yang terkait dengan penerbitan saham
Jawab : 1. Nilai penerbitan saham biasa
Kas 15.000.000.000
Saham biasa 3.000.000.000
Agio SB 12.000.000.000
2. jurnal yang terkait dengan penerbitan saham
Secara proposional
SB = 6.000.000 x 2.500 = 13.000.000.000
SP = 9.000.000 x 2.500 = 18.000.000.000
33.000.000.000
Harga pasar SB = 19.000.000.000 x 30.000.000.000 = 13.636.363.636
33.000.000.000
Harga pasar SP = 18.000.000.000 x 30.000.000.000 = 16.363.636.364
33.000.000.000 30.000.000.000
Jurnal = kas 30.000.000.000
Modal SB 3.000.000.000
Agio SB 10.636.363.636
Modal SP 13.500.000.000
Agio SP 2.363.636.364

5. Ekuitas = saldo laba, deviden, saham treasuri & penghasilan komprensif lainnya
Saldo laba (laba di tahan)
Saldo laba yang tidak di bagikan kepemegang saham (berupa) deviden
Di tahan untuk menutup kerugian perusahaan jika terjadi.
Laba 1.000 = - 70% deviden
 30% laba di tahan
Pt yarsi.
Laporan saldo laba / laba di tahan
untuk tahun yang berakhir 31. Des. 2015
Saldo laba / laba di tahan (awal) 500
Laba bersih yhn 2015 100
1.500
Bagian deviden 700
Saldo laba (akhir) 800

- Deviden
Bagian laba perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham deviden ada
beberapa macam
a. deviden harta (property deviden): deviden yang dibagikan kepada pemegang saham
berupa selain uang tunai. Misal: peralatan, persediaan barang, aktiva lancer lain
perusahaan (surat berharga jangka pendek)
b. deviden kas (cash deviden): deviden yang dibagikan kepada pemegang saham
berupa uang tunai
c. deviden surat utang (script deviden): deviden yang dibagikan kepada pemegang
saham berupa surat hutang (promes yang akan dilunasi pada waktu tertentu berikut
bunganya.
d. deviden saham (stock deviden): deviden yang diberikan kepada pemegang saham
berupa saham yang dimiliki perusahaan
catatan: deviden saham yang dibagikan jika kurang dari 25% maka saham tsb
dibukukan sebesar nilai wajar/nilai pasarnya sehingga timbul agio/disagio
e. deviden likuiditasi (liquiditing deviden): deviden yang dibagikan kepada pemegang
saham yang diambil dari modal saham, Karena saldo laba tidak mencukupi.

Contoh: PT. Yarsi menerbitkan/menempatkan 1000 lembar saham biasa dengan nilai
nominal sebesar Rp 400 pada tanggal 2/1/15. Pada tahun tersebut perusahaan
memperoleh laba 150.000 dari laba tsb untuk deviden Rp80.000. Diminta catat
transaksi tsb mulai diumumkan/dideklarasikan sampai dengan dibayar jika
1. deviden kas
2. deviden property berupa peralatan jika harga peralatan dipasaran 85.000
3. deviden script dengan bunga 8% pertahun yang akan dibayar 2 bulan kemudian
4. deviden saham sebanyak 20% dan 60% nilai pasar saham 500 perlembar
5. deviden likuidasi dimana Rp 25.000 diambil dari modal saham

Pencatatan Deviden
Transaksi Deviden Tunai Deviden property Deviden Script
Tahap Saldo laba 80.000 Saldo laba 80.000 Saldo laba 80.000
pengumuman Utang deviden 80.000 Utg dev.prprty 80.000 Utgdev.script 80.000
Tahap TIDAK DIJURNAL TIDAK DIJURNAL TIDAK DIJURNAL
pendaftaran
Tahap Utang deviden 80.000 Utg dev.prprty 80.000 Utg dev script 80.000
pembayaran Kas 80.000 Peralatan 80.000 B.bunga 1.066
Kas 81.066
(80.000 x 8% x 2/12)=
1.066

Transaksi Deviden property


2b. pengumuman Investasi surat berharga 5.000
Keuntungan deviden saham 5.000
Harga pasar 85.000
Harga normal 80.000
5.000

Deviden saham < 25% = dibukukan sebagai harga pasar/nilai wajar


Deviden saham >25% = dibukukan sebesar nilai nominal

Transaksi Deviden saham <25%= nilai wajar Deviden saham >25%= nilai Deviden likuidasi
nominal
Deviden saham = 20% x 1000lb= 200lb Deviden saham = 60% x 1000 Dev yg dibagikan 80.000
Nilai wajar = 200x 500lb = 100.000 lbr =600lembar Ambil dr modal 25.000
Nilai nominal = 200 x 400= 80.000 Harga jual = 0 Sisa saldo laba 55.000
Agio saham 20.000 Nilai nominal = 600x400=
240.000
Tahap Saldo laba 100.000 Saldo laba 240.000 Saldo laba 55.000
pengumuman Deviden saham terutang 80.000 Dev saham terutang 240.000 Agio/PIC 25.000
Agio saham 20.000 Dev shm likuidasi
80.000

Tahap TIDAK DIJUNAL TIDAK DIJURNAL TIDAK DIJURNAL


pendaftaran
Tahap Deviden saham terutang 80.000 Dev saham terutang 240.000 Dev shm likuidasi 80.000
pembayaran Saham biasa 80.000 Saham biasa 240.00 Kas 80.000

- Saham treasuri (saham pebendaharaan)


Saham yang ditarik kembali dari peredaran/diberi kembali dengan alasan antara lain:
a. mengurangi kepemilikan pemegang saham
b. memperoleh keuntungan jika saham treasuri dijual kembali, dll
pencatatan saham treasuri ada 2 metode
1. metode biaya: dalam metode ini saham treasuri dibukukan sebesar harga perolehan
2. metode nominal: dalam metode ini saham treasuri dibukukan sebesar nilai
nominalnya.

Diketahui : modal saham 5000lbr nominal @Rp 30 = 150.000


PIC = 80.000
Saldo laba (ditahan) agio 230.000
Jurnalnya = Kas 230.000
Modal saham 150.000
Agio/PIC 80.000
Transaksi Metode biaya Metode nominal
a. saat dibeli lembar saham Saham Treasuri 7.200 Harga beli saham treasuri=120x60=7.200
yg beredar (saham treasuri) Kas 7.200 Nilai nominal =120x30=3.600
120 x Rp 60 = Rp 7.200 Laba (agio saham treasuri) 3.600

Saham Treasuri 3.600


Agio saham treasuri 3.600
Kas 7.200
b. menjual saham treasuri 90 Kas 5.850 Kas 5.850
lbr harga Rp 65/lbr Saham trasuri 5.400 Saham treasuri 2.700 (90x30)
harga jual =90x65= 5.850 Agio saham treasuri 450 Agio saham trasuri 3.150 (5.850-2.700)
harga PK= 90x60= 5.400
laba (agio treasuri) 450
c. menjual saham treasuri Kas 1.500 Kas 1.500
(120-90)= 30lbr Disagio saham treasuri 300 Saham treasuri 900
harga jual=30xRp50= 1.500 Saham treasuri (30xRp30)
harga PK =30x Rp60=1.800 1.800 Disagio saham treasuri 600
rugi (disagio ST) 300

Pemecahan saham : pemecahan saham dengan menjadikan jumlah lembar saham menjadi banyak
dengan tujuan agar kepemilikan saham dan pemegang saham lebih banyak
1 for 2 artinya 1 lembar saham dipecah menjadi 2 lembar saham.

Contoh 14.1 hal 129


Laporan posisi keuangan PT. KRS dilaporkan sbb: modal saham beredar 5000lbr nilai nominal
Rp 30/lbr saldo laba.
Transaksi berikut ini terjadi selama tahun berjalan :
1. membeli 120 lbr saham untuk dipegang menjadi saham treasuri dengan membayar sebesar Rp
60 perlembar
2. menjual 90lbr dari saham treasuri pada harga 65 perlembar
3. menjual sisa saham treasuri dengan harga Rp 50
Diminta: lakukan Strek Split 1 for 2
Posisi Modal (Ekuitas)
Modal saham 5000lb @30/lb= 150.000 Modal saham 150.000
PIC 80.000+450-300 = 80.150 PIC 80.000-3.150+600 80.150
230.150 230.150
Saldo laba 100.000 Saldo laba 100.000
Saham treasuri 0 Saham treasuri 0
330.150 330.150
Pemecahan saham/ stock Split
Lakukan Stock Split 1 for 2
Sebelum stock split Sesudah stock split 1 for 2
Modal saham 5000lb NN @ Rp30 = 150.000 Modal saham 10.000lb @ Rp 15=150.000
PIC 80.000 PIC 80.000
Saldo laba 100.000 Saldo laba 100.000
330.000 330.000

Tugas
Latihan 14.1 hal 128
PT. Shafira mendeklarasikan deviden kas sebesar Rp 100perlembar dari 2000.000 lbr saham
yang beredar. Deviden tsb dideklarasikan pada tgl 1agustus 2014 terhutang pada tgl 9 september
kepada semua pemegang sahamnya yg tercatat per tgl 15 agustus
Buatlah pencatatan jurnal yang diperlukan untuk pendistribusian deviden tsb.
- Pada tanggal pengumuman
1/8/14 Saldo Laba 200.000.000
Utang deviden 200.000.000
(100/lbx2.000.000lb)
- Pada tanggal pendaftaran
15/8/14 TIDAK ADA PENCATATAN JURNAL
- Pada tanggal pembayaran
9/9/14 utang deviden 200.000.000
Kas 200.000.000
(100lb x 2.000.000lb)
Latihan 142 hal 128
PT. Ryzka memiliki saham biasa dengan jumlah yang beredar sebanyak 400.000 lembar
dengan nilai nominal sebesar Rp 100. Perusahaan mendeklarasika 5% deviden saham dengan
nilai wajar sebesar Rp 650 perlembar.
- Buatlah pencatatan jurnal yan di lakukan oleh PT. Ryzka pada tanggal deklarasi & tgl
distribusi saham

Deviden saham = 5% x 400.000 Lb


= 20.000 Lb
Nilai wajar = 20.000 Lb x 650 = 130.000.000
Nilai nominal = 20.000 Lb x 100 = 2.000.000
Laba (Agio saham) 11.000.000

 Tahap pengumuman
Saldo 130.000.000
Deviden saham terutang 2.000.000
Agio saham 11.000.000

 Tahap pendaftaran
TIDAK DI JURNAL

 Tahap pembayaran
Deviden saham terutang 2.000.000
Saham biasa 2.000.000
Latihan 141 hal 128
Ekuitas PT. Ins per tanggal 31 des 2014 adalah sbb:
Modal saham-saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per lembar di keluarkan dengan beredar
Rp 2.000.000
Premi saham – saham biasa 1.200.000
Saldo laba Rp 5.600.000
Saham PT. ins saat ini di jual pada harga Rp 370
 Buatlah pencatatan jurnal apabila di deklarasikam dan di keluarkan (i) 5% deviden
saham dan (ii) 50% deviden saham
Saham biasa nilai nominal Rp 100/ Lb (20.000 Lb saham beredar) = 2.000.000
Premi saham 1.200.000
Saldo laba 5.600.000
Total ekulitas pemilik 8.800.000
(i) 5% x 20.000 Lb
= 1.000 Lb
Nilai wajar = 1.000 x 370 = 370.000
Nilai normal = 1.000 x 100 = (100.000)
Ago saham 270.000

 Tahap pengumuman
Saldo laba 370.000
Deviden saham terutang 1000.000
Agio saham 270.000

 Tahap pendaftaran
TIDAK DI JURNAL

 Tahap pembayaran
Deviden saham terutang 100.000
Saham biasa 100.000

(ii) 50% x 20.000 Lb


= 10.000 Lb
Nilai wajar = 10.000 x 370 = 3.700.000
Nilai normal = 10.000 x 100 = (1.000.000)
Ago saham 2.7000.000

 Tahap pengumuman
Saldo laba 3.700.000
Deviden saham terutang 1.000.000
Agio saham 2.700.000
 Tahap pendaftaran
TIDAK DI JURNAL

 Tahap pembayaran
Deviden saham terutang 1.000.000
Saham biasa 1.000.000
Latihan 14.3 hal 128
PT. salsa memiliki 20.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal sebesar Rp 50, pada
tgl 1 agustus 2015. PT. salsa mereakusisi 200 lembar saham. Dengan nilai Rp 800 perlembar,
pada tgl 1 november. PT. salsa mengeluarkan kembali 200 lembar saham tersebut pada nilai Rp
700 perlembar. Asumsikan PT. Salsa tidak memiliki transasi saham treausri sebelumnya buatlah
pencatatan jurnal umtuk transaksi tsb dengan menggunakan metode biaya
 Tidak memiliki transaksi saham treasuri
Kas 1.000.000
Modal saham biasa 1.000.000
(20.000 Lb x 50)

Saham trasuri 140.000


Kas 140.000
(200 lb x 700)

Soal hal 143 hal 129


PT. kind memiliki struktur modal pada awal thn sbb:
Sebesar 6% saham preferen, nilai nominal Rp 50 diautorisasi sebanyak Rp 300.000
20.000 lembar saham di keluarkan dan beredar sebanyak 6.000 Lb saham
Saham biasa
Sahm biasa nilai per Rp 10 diatorisasi sebanyak 60.000 Lb saham Rp 400.000
Di keluarkan dan beredar sebanyak 40.000 lembar saham
Tambahan modal di sotor Rp 110.000
Saldo laba Rp 440.000
Total ekuitas Rp 1.250.000

1. catat transaksi berikut ini yang terjadi secara berurutan


a. total deviden kan sebesar Rp 90.000 telah di deklarasikan & terutang bagi pemegang saha,
yang tercatat. Pencatatan utang deviden umtuk saham biasa & saham preferen di lakukan dalam
akun yang terpisah.
b. sebanyak 10% deviden saham biasa telah di deklarasikan. Nilai pasar rata- rata untuk saham
biasa adalah Rp 18 perlembar saham
c. asumsikan laba bersih perusahaan untuk thn berjalan adalah Rp 150.000 dan perusahaan telah
menyisihkan Rp 70.000 dari saldo laba untuk ekspansi pabrik
2. buatlah bagian ekuitas dari laporan posisi kenangan yang mencakup informasi di atas
1. a. deviden kas → saldo laba 90.000
Utang deviden 90.000

Saham preferen → kas 300.000


Modal saham 300.000
Saham biasa → kas 400.000
Modal saham biasa 4.000.000
b. 10% x 60.000 Lb = 6.000 Lb
nilai nominal = 6.000 Lb x 10 = 60.000
harga jual = 6.000 Lb x 18 = (108.00)
Disagio 48.000
Saldo laba 108.000
Utang deviden 60.000
Disagio saham 48.000
c. Laba bersih tahun berjalan = 150.000
untuk saldo laba = 75.000
Total deviden yang di bagikan 75.000

2. bagian ekuitas laporan keuangan


Modal saham preferen Rp 300.000
Modal saham biasa 460.000
(Rp. 400.000 + 60.000)
Tambahan modal di setor 158.000
(Rp. 110.000 + Rp. 48.000)
Saldo laba 425.000
(Rp. 440.000 – 90.000) 1.343.000

6. Analisis laporan keuangan


Untuk mengukur perusahaan dapat di ukur / di lihat dari kinerja keuangan dan
non keuangan / utuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan antara lain:
- Rasio likuiditas
Rasio untuk melihat kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancarnya yang
terdiri dari.
1. Curret rasio (rasio lancar)
Rasio untuk melihat / mengukur kemampuan perusahaan dengan aktiva lancer yang dada
untuk menutup utang lancar kemampuan untuk membayar utang lancer 1 di bayar back up 2
utang lancar
Rasio lancar = asset lancar = 23.000.000
Lialibilitas jangka pendek
2. Cash rasio (rasio cas)
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan – perusahaan membayar utang dengan kas
yang ada

Rasio cas = kas


Liabilitas jangka pendek

3. Quick rasio (rasio cepet)


rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan aktiva lancar yang paling likuid /
untuk membayar atau menutupi utang lancar
Rasio cas = asset cepat
Liabilitas jangka pendek
4. Working capital rasio (rasio modal kerja)
a. gross working
rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan modal kerja yang ada
(arkuva lancar) / untuk membayar utang lancar

b. net working capital rasio


rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan modal kerja bersih (aktiva
lancar – utang lancar) untk membtayar uang lancar.

 Rasio sovabilitas (leverage)


Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar seluruh kewajiban utang lancar
maupun waktu jangka panjang.
 Debt to total asset
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dari aseet yang ada untuk
menutup seluruh utang / rasio untuk menguur beberapa besar hutang di back up
oleh total asset
 Debt to equity
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan modal sendiri yang ada
untuk menutup seluruh hutangnya seluruh hutangnya untuk melihat perbandingan
total hutang dengan total equity
 Time interest earned ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar bunga dan laba
sebelum bunga & pajak.

7. INVESTASI (INSTRUMEN EKUITAS DAN UTANG)


Investasi yaitu penanaman modal/dana dalam bentuk (property, tanah,emas) dengan tujuan
untuk memperoleh tingkat pengembalian maksim orang/perusahaan yang akan melakukan
investasi disebut investor
Investasi dalam surat berharga: untuk inveatasi dalam surat berharga adalah saham dan
obligasi hasil investasi dalam saham disebut deviden sedangkan investasi dalam obligasi di
sebut pendapatan bunga. Investasi dalam saham berharga, saham yang di miliki bertujuan
untuk
a. di jual kembali
b. di miliki sampai jatauh tempo
c. untuk mengendalikan

JURNAL:
 Saat beli
Investasi surat berharga xxx
Kas xxx

DEVIDEN
 Saat pengumuman
Piutang deviden xxx
Pendapatan deviden xxx
 Saat pendaftaran
TIDAK DIJURNAL
 Saat terima uang deviden
Kas xxx
Piutang deviden xxx

Pencatatan investasi saham ada 2 metode


1. Metode nilai wajar: dalam metode ini investor hanya mencatat keuntungan investor sebesar
presentase investasi yang ditanamkan, hal ini Karena kepemilikan saham kurang dari 20%
2. Metode equity : dalam metode equity investor mencatat bagian laba perusahaan selain bagian
deviden hal ini Karena memiliki saham lebih dari 20%.

Jumlah kepemilikan saham Keterangan pencatatan


<20% Tidak berpengaruh Metode nilai wajar
20% - 50% Berpengaruh Metode nilI equity
>50% Dapat mengendalikan Metode konsolidasi

Pencatatan investor
Transaksi Metode nilai wajar Metode equity 30%
Saat beli
a. di beli 1 lot saham yarsi Investasi dlm SB 1.250.000 Investasi dlm SB 1.250.000
nominal Rp 2.000 dengan Kas Kas 1.250.000
harga 2.500 (sebesar 15% 1.250.000 (pemilikan saham)
saham PT. yarsi) (500 x 2.500)
b. yarsi memperoleh laba Bagian deviden a. saat laba
Rp. 600.000 dan Piutang deviden 60.000 investasi 180.000
mengumumkan deviden Rp Pendapatan deviden 60.000 kerugian/laba PT.yarsi 180.000
400.000 15% x 400.000 (30% x 600.000)
Saat rugi
Kerugian/laba PT. yarsi xxx
Investasi xxx
b. bagian deviden
piutang deviden 120.000
investasi 120.000
(30% x 400.000)
c. saat penerimaan deviden Kas 60.000 Kas 120.0000
Piutang deviden 60.000 Piutang deviden 120.000

Penelian surat berharga


Pada akhir periode surat berharga yang di miliki investor di nilai kembali dengan harga
pasarnya / nilai wajarnya / nilai yang di sepakati secara umum.
1. jika nilai tercatat lebih kecil dari pada nilai wajar berarti terjadi penurunan / kerugian.
Misalnya: tercatat investasi 1.310 nilai wajar 1.300
Jurnalnya = Kerugian penilaian SB 10
Investasi dalam SB 10

Jumlah kepemilikan Keterangan Pencatatan


saham
>20% Tidak berpengaruh Metode nilai wajar
20% - 50% Tidak berpengaruh Metode nilai equity
>50% Dapat mengendalikan Metode konsuldasi

Transaksi Metode nilai wajar Metode equity (30%)


Saat beli Investasi dalam SB (saham) 1.250.000 Investasi dalam SB (saham) 1.250.000
a. Di beli1 lot Kas 1.250.000 Kas
saham yarsi nominal Rp (500 x 2.500) 1.250.000
2.000 dengan harga 2.500
(sebesar 15% dari yarsi)
(Pemilikan saham)
b. Yarsi memperoleh laba Bagian deviden a. saat laba
Rp600.000 dan mengumumkan Piutang deviden 60.000 investasi 180.000
deviden Rp 400.000 Pendapat deviden 60.000 kerugian/laba dr pt yarsi 180.000
(15% x 400.000) (30% x 600.000)

Saat rugi
Kerugian / laba dari PT yarsi xxx
Investasi xxxx

b. bagian deviden
piutang deviden 120.000
investasi 120.000
(30% x 400.000)

c. saat penerimaan deviden Kas 60.000 Kas 120.000


Piutang deviden 60.000 Piutang deviden 120.000

Penilaian surat berharga


Pada akhir periode surat berharga yang di miliki investor di nilai kembali dengan harga
pasarnya atau nilai wajarnya / nilai yang di sepakati secara umum.
1. jika nilai tercatat lebih kecil dari pada nilai wajar berarti terjadi (penurunan / kerugian)
Missal: tercatat investasi 13 lo nilai wajar 1.300
Kerugian penilaian SB 10
Investasi dalam SB 10
Pada tanggal 25 januari 2016 PT. Nuri menjual semuanya di PT. Amanda dengan harga
Rp27.250.000
25/1/16 kas Rp 27.250.000
Investasi dalam SB (saham) Rp 26.000.000
Keuntungan penjualan investasi Rp 1.250.000
Pada tgl 16 maret 2016, PT. Nuri membeli saham PT. Dora seharga Rp 24.500.000
16/3/16 investasi dalam SB (saham) Rp 24.500.000
Kas Rp 24.500.000

Investasi Nilai tercatat Nilai wajar Keuntung/kerugian blm terealisasi


PT.Bakti Rp 32.000.000 Rp 54.500.000 22.500.000
PT.Cakra 140.000.000 139.000.000 (1.000.000)
PT.Dora 24.500.000 39.250.000 14.750.000
Total 196.500.000 232.750.000 36.250.000
Saldo penyesuaian periode sebelumnya (34.500.000)
Penyesuaian nilai wajar 1.750.000

31/12/16 investasi dalam SB (saham) Rp 1.750.000


Keuntungan/ kerugian blm terealisasi Rp 1.750.000

Tugas 1 bab 16 investasi: ekuitas dan utang hal 197


Latihan 16.5
PT. Alaska membeli 30% saham beredar PT. Tamara pada tanggal 1 jan 2015, dengan
harga perolehan Rp 750.000.000. total saham beredar PT. Tamara pada tgl tersebut adalah
1.000.000 lembar saham. Selama thn 2012, PT. Tamara membayar deviden tunati sebesar Rp.
150.000.000, serta mengumkan dan membagikan 5% deviden saham pada saat harga saham
sebesar Rp 2.600 per lembar. Laba bersi PT.Tama untuk tahun 2015 adalah Rp. 450.000.000
Diminta;
Hitung salo iventasi di saham pt tamara pada tanggal 31 des 2015!

Hal 197 soal 16.5


Transaksi Jurnal (metode equity)
1/1/15 PT. Alaska membeli 30% saham Investasi ssaham treasur Rp 225.000.000
beredar PT. tamara dengan harga Kas Rp 225.000.000
perolehan Rp. 750.000.000 (750.000.000 x 30%)
PT.Tamara membayar deviden tunai a. saat laba
Rp 150.000.000 serta mengumumkan dan Investasi saham treasur Rp 135.000.000
membagikan 5% deviden saham seharga Rp Keuntungan dari PT .Tamara Rp 135.000.000
2.600/ lembar, laba bersi PT.Tamara Rp
450.000.000. total saham berear PT tamara b. saat menerima deviden tunai
1.000.000 lembar kas Rp 45.000.000
(deviden saham = 5% x 1.000.000 x 2.600 = investasi saham treasure Rp 45.000.000
Rp 130.000)
c. saat mengumumkan deviden saham
piutang deviden saham Rp 39.000.000
investasi saham treasure Rp 39.000.000
(30% x Rp 130.000.000)

d. saat menerima deviden saham


saham PT.Tamara Rp 39.000.000
piutang deviden saham Rp 39.000.000

31/12/15 hitung saldo investasi di saham PT. Investasi saham treasure PT. Tamara
Tamara Rp 225.000.000 Rp 45.000.000
RP 135.000.000 Rp 39.000.000
Rp 360.000.000 Rp 84.000.000

Total investasi saham treasure Rp 276.000.000


Saham biasa PT. Tamara RP 39.000.000
Total saldo investasi RP 315.000.000

Soal 16.1
Pada tangal 1 jan 2015, PT. Borneo membeli obligasi dengan jangka waktu 5 tahun da nilai
normal Rp 1.000.000 tingkat bnga kupon adalah 10% sedangkan tingkat bunga efektif adalah 8%
bunga di bayar sementara tiap tanggal 31 jul & 31 des. PT. Borneo mengklafikasi invesasi di
obligasi tersebut sebagi investasi terjadi untuk jual
Di minta:
- Berapa harga obligasi tersebut pada tgl 1 jan 2015, apakah PT. Borneo membeli
obigaso tersebut pada nilai nominal, diskon, atau premium?
- Buatlah ayat jurnal pada tanggal pembelian tersebu!
- Buat skedul armonisasi obligasi selama 5 tahun!
- Buat ayat jurnal untuk mencatat bunga pada tanggal31 des 2015!
- Jika tingkat bunga efektif berubah dari 8% menjadi 9% pada tangal 31 des 2017,
apakah PT. Borneo perlu membuat ayat jurnal penyesuaian atas nilai tercatat? Jika iya
berapa besarnya penyesuaian dan ayat jurnal penyesuaiaannya?

Hal 197 soal 16.1


1/1/15 PT. Borneo membeli obligasi JT 5 thn NN Rp 1000.000.000. bungs kupon 10% bunga
efektif 8% bunga di bayar tiap tgl 31 juli & 31 des. PT. Borneo mengklafikasi sebagai
investasi tersedia terjual
harga obligasi 1/1/15
Nilai sekarang dari pokok utang
Rp 100.000.000 x 0,6756 (4%,10 PVF) Rp 67.560.000
Nilai sekarang dari pembayaran bunga
Rp 100.000.000 x 10% x 6/12 x 8,1109 (4%, 10 PVIFA) Rp 40.554.000
Rp 108.114.000
1/1/15 Investasi obligasi 108.114.000
Kas 103.114.000
Table amortisasi
(1) (2) (3) (4) → 3-11
Periode Bunga di terima Armortisasi Amortosasi Premium belum Nilai tercatat
(10% x 6/12 x Rp 100 jt) (1-2) (1-2) diamortasi (NN + 4)
8.114.000 108.114.000
1. 5.000.000 4.32.560 175.440 7.438.560 107.438.560
2. 5.000.000 4.297.542 702.458 6.736.102 106.796.102
3. 5.000.000 4.269.444 730.556 6.005.546 106.005.546
4. 5.000.000 4.240.222 759.778 5.245.168 105.245.168
5. 5.000.000 4.209.831 798.169 4.455.599 104.455.599
6. 5.000.000 4.170.224 821776 3.633.823 103.663.323
7. 5.000.000 4.145.358 854.641 2.779.176 102.779.176
8. 5.000.000 4.111.167 888.833 1.890.343 101.890.343
9. 5.000.000 4.079.614 924.386 965.957 100.965.957
10. 5.000.000 4.034.048 965.951 0 100.000.00

Jurnal 11/12/15 piutang bunga Rp 5.000.000


Pendapat bunga Rp 4.297.542
Investasi obligasi Rp 702.458

Soal 16.2 hal 197


PT. Angkasa membelia 15% kepemilikan saham PT. Megah pada tanggal 1 jul 2015, dengan
total harga pembelian sebesar Rp 200.000.000.
Berikut informasi laba bersih dan deviden yang di bagikan PT. Megah selama tahun 2015 dan
2016
Tahun 2015:
Deviden Rp 100.000.000 di umumkan tanggal 1 april 2015
Laba bersih Rp 220.000.000

Tahun 2016:
Deviden Rp 120.000.000 di umumkan tanggal 1 mei 2015
Laba bersih Rp 250.000.000

Di minta
1. catat jurnal pada saat pembelian investasi pada tanggal 1 juli
2. buat jurnal yang seharusnya di catatat PT. Orion selama tahun 2015 dan 2016 terkait
investasi di saham PT. Megah tersebut!

Hal 197 soal 16.2


1. pada saat pembelian investasi
1/7/15 investasi dlm SB (saham) 200.000.000
Kas 200.000.000

2. tahun 2015 mengumumkan deviden Rp 100.000.000


Piutang deviden 150.000.000
Pendapatan deviden 15.000.000
(15% x 100.000.000)

3. tahun 2016 mengumumkan deviden Rp 120.000.000


Piutang deviden 13.000.000
Pendapatan deviden 18.000.000
(15% x 120.000.000)
Jika ada pembayaran (saat penerimaan deviden)

Tahun 2015 Kas 15.000.000


Piutang deviden 15.000.000

Tahun 2016 kas 18.000.000


Piutang deviden 18.000.000

Soal 16.3
PT. Kemangi melakukan investasi di intrumen ekuitas pada tahun 2015. Berikut adalah informasi
terinvestasi tersebut per 31 desember 2015

5.000 lembar saham PT. Tanggo Harga peroleh Nilai wajar


Rp 150.000.000 Rp. 142.000.000

10.000 lembar saham PT genta 185.000. 000 192.000.000


Rp 335.000.000 Rp 334.000.000

Pada tahun 2016. PT. Kemangi melakukan beberapa transaksi berikut 1 april menjual 5.000
lembar saham PT. Tanggo harga dengan Rp 31.500 per lembar 1 mei membeli 1.000 lembar
saham PT. wanda seharga Rp 40.500 per lembar.

Berikut adalah informasi nilai wajar dari investasi yang di miliki PT. Kemangi per 31 desember
2016:
Nilai wajar
10.000 lembar saham PT. Genta Rp 196.000.000
1.000 lembar saham PT. Wanda 45.000.000
Rp 241.000.000

Di minta:
Buatlah ayat jurnal yang di catat PT. Kemangi
1. ayat jurnal penyesuaian per 31 desember 2015
2. ayat jurnal penjualan saham PT. Tanggo
3. ayat jurnal pembelian saha PT. Wanda
4. ayat jurnal penyesuaian per 31 desember 2016

Hal 198 soal 16.3


Investasi Nilai tercatat Nilai wajar Keuntungan/kerugian
(harga perolehan) Belum teralisasi
5.000 lbr saham PT. Rp 150.000.000 Rp 142.000.000 (8.000.000)
Tanggo
10.000 lbr saham PT. 185.000.000 192.000.000 7.000.000
genta
Total 335.000.000 334.000.000 (1.000.000)
Saldo penyesuaian
sebeumnya
Penyesuaian nilai wajar (1.000.000)

1. AJP 31 desember 2015


Keuntugan / kerugian belum terealisasi 1.000.000
Investasi dlm SB(saham) 1.000.000
1 april menjual 5.000 lbr saham PT. Tanggo dengan harga Rp 31.500/ lembar
Harga perolehan Rp 142.000.000
Harga jual (157.000.000)
15.500.000
2. AJP penjualan saham PT. Tanggo

1/4/16 Kas 157.500.000


Investasi dlm SB (saham) 142.000.000
Keuntungan penjualan investasi 15.500.000
1 mei membeli 1000 lbr saham PT. Wanda seharga Rp 40.500 / lembar

3. 1/5/2016 Investasi dlm SB (saham) 40.500.000


Kas 40.5000.000

investasi Nilai tercatat Nilai wajar Keuntunga/kerugian


sebelum terealisasi
10.000 lembar saham 185.000.000 196.000.000 11.000.000
PT. Genta
1.000 lembar saham 40.500.000 45.000.000 4.500.000
PT. Wanda
Total 225.500.000 241.000.000 15.500.000
Saldo penyesuaian (1.000.000)
periode sebelumnya
Penyesuaian nilai 14.500.00
wajar

4. AJP 31 desember 2016


Investasi dlm SB (saham) 14.500.000
Kerugian belum teralisasi 14.500.000

kerugian / penilaian SB(saham) 14.500.000


cadangan penyisihan 14.500.000

SECURIES DELUTIEF
Securies delutief yaitu surat berharga yang dapat dikonversikan / di ubah menjadi saham
(surat berharga) contoh adalah opsi, warna, utanng obligasi konversi, kompensasi saham dll.

 Opsi
Hak yang di berikan oleh investor pemegang saham utuk dapat membeli/ (call
option) Dan menjual kembali ataupu (put option) jumlah lembar saham yang di miliki
pada harga tertentu, pada waktu tertentu pula.

 Warna
Sama dengan opsi berbeda yang mengeluarkan hak adanya penerbit saham, yng
memberi hak kepada pemegang saham untuk membeli saham dengan harga tertentu,
jumlah tertentu waktu tertentu pula.

 Kompensasi saham
Kompensasi saham yang di berikan kepda karyawan / orang – orang tertentu
sebagai penghargaan tertu pula

 Utang obligasi konversasi


Yaitu utang obligasi yang dapat di ubah menjadi saham 1 lembar obligasi premi
& diskon di catat diekuitas saham.

Saat penerbitan
Kas 1000
Utang obligasi 950 (premi/diskon – ekuitas saham)
Premium ekuitas saham 50
Premium saat jumlah uang yang di terima saat terbit > nilai tunai saat ini
Diskon saat uang yang di terima saat terbi < nilai tunai saat ini

Saat pelunasan
1. pelunasan s/d jatuh tempo tapi tidak ada konversi
Uang obligasi konversi 1.000
Kas 1.000

2. pelunasan sebelum jatuh tempo tapi tidak ada konversi


Uang obligasi 975
Premium ekuitas saham 15
Kas 900

3. pelunasan s/d jatuh tempo tapi dilakukan konvesi


Utang obligasi 1000
Modal saham 980
Premium saham 20

4. pelunasan sebelum jatuh tempo dengan ada konversi


Uang obligasi xxx
Premium ekualitas saham xxx
Modal saham xxx
Premium saham xxx

Contoh:
Hal 137 (penerbitan obligasi)
PT. Def mengeluarkan 2.000.000 lembar obligasi konversi pada saat awal 2013, jangka waktu 5
tahun dengan biaya normal 9% dan dikelurakan pada nominal sebesar Rp 100.000 per obligasi
(jumlah penerima ats penerbitan obligasi adalah sebesar Rp 200.000.000.000 bunga di bayar
tahun setiap tgl 31 desember. Setiap obligasi dapat di konversi menjadi 200 lembar saham biasa
nominal Rp 100. Tingkat bunga pasar obligasi non konversi 11%

Pendapatan (REVENUE)
Penghasilan atau icome yang di peroleh pada suatu periode & dapat meningkatkan
manfaat ekonomi perusahaan Karena adanya aktivtas normal sedangkan penghasilan revenue
dengan bertambahnya aktiva & berkurangnya hutang sehingga meningkatkan ekuitas / modal
tetapi bukan hasil dari transaksi penanaman modal

Perusahaan dagang → pendapatan penjuala


Perusahaan jasa → pendapatan jasa

Pendapatan penjualan dapat di lakukan


1. tunai
2. kredit
3. diskon
4. reture
5. angsuran kredit
6. konsiyansi

1. Penjualan tunai
Perpetual phsik
Kas 1000 Kas 1000
Penjualan 1000 penjualan 1000

Hpp 800
Persedian 800
2. penjualan dengan kredit piutang xxx
Piutang xxx penjualan xxx
Penjualan xxx

Hpp xxx
Persedian xxx
3. penjualan kredit dengan diskon 2/10 17/30

Tgl Keterangan Metode kotor Metode bersih


1/7 Di jual barang Rp 100.000 Piutang 100.000 Piutang (98%) 98.000
syarat 2/10. n/30 Penjualan 100.000 Penjualan 98.000
5/7 Saat terima pesanan Kas 98.000 Kas 98.000
Diskon penjualan 2.000 Piutang 98.000
Piutang 100.000
30/7 Jika di lunasi tgl 30 Kas 100.000 Kas 100.000
Piutang 100.000 Piutang 98.000
Pembatalan diskon 2.000

4. penjualan dengan retrur


Tgl Keterangan Retrur tidak di estimasi Retrur di estimasi (20%)
1/6 Penjualan Rp 200.000 Piutang 200.000 Piutang 200.000
Di terima 30 hari Penjualan 200.000 Penjualan 160.000
Cadangan/penyretrur 40.000
17/8 Di terima kembali Retrur penjualan 40.000 Cqd/ penyretrur 40.000
Barang yang di jual Piutang 40.000 Piutang 40.000
Tgl 1/8 Rp 40.000
1/9 Saat terima pelunassan Kas 160.000 Kas 160.000
Piutang 160.000 Piutang 160.000

Jika retrur estimasi tidak - Cqd/penyretrur 40.000


terlaksana Penjualan 40.000

Kas 200.000
Saat di terima - Piutang 200.000

5. penjualan cicilan / angsuran (installment)


Penjualan yang di lakukan dengan pembayaran secara cicilan sampai batas waktu tertentu,
missal: penjualan kendaraan dengan cara di cicil dalam besarnya cicilan tersebut yang di bayar
secara tetap unsurnya terdiri dari pokok cicilan + bungan

6. penjualan konsinyasi (titipan)


Penjualan barang dagang dimana produk barang yang di jual adalah titipan dan orang yang
memproduksi atau distributor produk tsb. Si penjual barang titipan (consinge) akan mendapat
pendapatan berupa komisi dan penjualan produk yang terjual. Atas titipan distribusi
(consingnair)
Catatan: pembatalan diskon temenya piutang
Pendapatan di terima dimuka (sebagian uang)
Saat di terima di bukukan harga Saat di terimadi catatat utang
Kas 3.600 Kas 3.600
Pendapatan sewa (3 thn) 3.600 Pendapatan di terima di muka 3.600

AJP (pendapatan hak kita/thn 1)


Pendapatan sewa 2.400 Pendapatan di terima di muka 1.200
Pendapatan di terima di muka 2.400 Pendapatan sewa 1.200

Jika di gabung
Kas 3.600 Kas 3.600
Pendapatan sewa 1.200 Pendapatan sewa 1.200
Pendapatan di terima di muka 2.400 Pendapatan di terima di muka 2.400

7. penjualan kontrak
Penjualan prodak yang tidak selesai dalam satu priode (lebih dari 1 thn) dengan demikian
berpengaruh terhadap pencatatan laba setiap periode. Pengakuan laba dalam kontrak ada 2
metode yaitu .
1. metode kontak selesai (un persentage contract method)
Dalam metode ini laba di akui/ di catat saat benar- benar prodak tersebut selesai
Laba = harga kontak – biaya kontrak

2. metode persentase kotrak


Dalam metode ini laba di akui setiap tahapan pekerjaan yang telah di selesaikan
% pekerja selasai = Ʃ biaya aktual yang keluar X 100%
Ʃ total biaya ektimasi

Catatan= harga kontrak sama dengan harga penjualan

Contoh halaman 224

Perhitunga laba kontrak (metode presentase)


Keterangan Tahun I Tahun II Tahun III
Harga kontrak(penj) 18.000.000 18.000.000 18.000.000
Biaya kontak (16.000.000) (16.200.000) (16.200.000)
Laba 2.000.0000 1.800.00 1.800.000

Biaya kontak 16.000.000 16.200.000 16.200.000


Biaya yang terjadi (4.000.000) (11.664.000) 16.200.000
Biaya selesai 12.000.000 4.536.000 0
% pekerjaan selesai 4.000.000 x 100%= 25 % 11.664.000 x 100% = 72% 16.200.000 x 100% = 100%
16.000.000 16.200.000 16.200.000
Laba kotor 1.25% x 2.000.000.000= I&II = 72% x 1.800.000 = 1.296.000 I,II&III = 100% x 1.800.000 = 1.800.000
500.000.000 I (500.000) I & II (1.296.000)
II 796.000 III 504.000
Bahan 4.000.000 11.664.000 – 4.000.000 = 7.664.000 16.200.000 – 11.664.000 = 4.536.000
Pendapatan 18.000.000 x 25% = I&II. 1.800.000 x 72% = 12.960.000 I. II.III = 1.800.000 x 100% = 1.800.000
4.500.000 I (4.500.000) I. II 1.296.000
II 8.460.000 III 5.040.000

Keterangan Tahun I Tahun II Tahun III


A Saat buat prodak
Pekerjaan dalam proses 4.000.000 7.664.000 4.536.000
Bahan, upah, bop, dll 4.000.000 7.664.000 4.536.000
(1.664.000 – 4.000.00) (16.200.000 – 11.664.000
B Saat tagihan
Piutang 3.600.000 9.600.000 4.800.000
Penjualan termin 3.600.000 9.600.000 4.800.000

C Saat terima uang


tagihan 3.000.000 7.000.000 8.000.000
Kas 3.000.000 7.000.000 8.000.000
Piutang

D Saat pengakuan laba


Pekerjaan dalam proses 500.000 796.000 1.800.000
Beban kontrak 4.000.000 7.664.000 4.536.000
Pemdapatan 4.500.000 686.000 6.336.000
(18.000.000 x 25%)

E Saat penyelesaian
pekerjaan yang selesai
Penyelesaian termin 18.000.000
Pekerjaan dlm proses 18.000.00
(16.200.00 +1.800.000)
Keterangan Tahun I Tahun II
Harga kontrak 5.500.000 5.500.000
Biaya kontrak (5.000.000) (6.250.000)
Laba 500.000 R = 750.000
Biaya kontrak 5.000.00 6.250.000
Biaya yang terjadi (1.000.00) (3.00.000)
Biaya selesai 4.000.000 3.250.000
% pekerjaan selesai 1.000.000 x 100% = 20% 3.000.00 x 100.000 = 48%
5.000.000 6.250.000
Laba kotor 20% x 500.000 = 100.000 48% x 750.000 = 360.000
I. laba (100.000)
II 260.000
Bahan 1.000.000 3.000.000 – 2.000.000 = 1.000.00
pendapatan 20 % x 5.500.000= 1.100.000 I & II = 48% x 5.500.000 = 2.640.000
I 1.100.000
II 1.540.000

Dalam pencatatan / jurnal kontrak selesai hampir sama dengan metode presentase kontrak selesai
kecuali saat pengakuan laba. Laba diakui ditahun ke 3 secara total yaitu 1.800.000
catatan : yang lain sama kecuali saat pengakuan laba

Keterangan Thn I Thn II Thn III


Pekerjaan dlm proses 500.000 796.000 1.800.000
Beban kontrak 4.000.000 7.664.000 4.536.000
Pendapatan 4.500.000 686.000 6.336.000

7. AKUNTANSI SEWA
Perjanjian antara penyewa / leasse dengan yang menyewakan / leassor atas aktiva
(perlatan mesin dsb) pada suatu priode tertentu lebih dari 1 tahun dengan harga yang di
disepakati.
Akuntansi sewa ada 2 yaitu
 Opertin leasse (leasse operasi)
Dalam leasse operasi hanya menyewa peralatan tsb tanpa untuk di miliki setelah akhir
sewa (di beli) jadi leasse hanya mengoperasikan peralatan yang di sewa tsb
- Pencatatan saat pembeyaran sewa jurnalnya adalah
Beban sewa xxx
Kas xxx

 Financial leasse (leasse pembiayaan)


Dalam finamcial leasse bermaksud memiliki aktiva / peralatan yang di sewa setelah akhir
priode dengan demikian aktiva berpindah tangan dari leasor ke leasse dan leasse harus
mencatat penyusunan aktiva tsb.
Tgl Transaksi Leasse Lessor
1/1/15 Saat perjanjian Tidak di jurnal Tidak di jurnal
2/1/15 a. saat penerimaan aset Aset yang di sewa xxx Piutang sewa pembagian xxx
yang di sewa Yang sewa xxx Aset xxx

b. pembiayaan cicilan Utang sewa xxx Kas xxx


Kas xxx Piutang sewa xxx
31/12/15 AJP b.penyusutan aktiva xxx
a. penyusunan akun peny aktiv xxx TIDAK DI JURNAL

b. biaya terutang b. bunga xxx Piutang bunga xxx


utang bunga xxx Pendapatan bunga xxx
2/1/16 Bayar angsuran II utang sewa xxx Kas xxx
utang bunga xxx Piutang bunga
kas xxx Piutang sewa

Jika aktiva di lakukan akun penyusutan aktiva TIDAK DI JURNAL

Untuk membedakan lease operasi & leasse financial . ciri-ciri leasse fnancial sbb.
1. aktiva yang disewa akan di miliki / tidak dimilk setelah akhir kontrak
2. jangka waktu sewa adalah mendekati umur ekonomis aktiva yang di sewa
Misal :umur ekonomis peralatan 5 thn maka masa sewa mendekati 5 tahun
3. nilai minimum sewa tsb sama atau mendekati nilai wajar aktiva yang di sewa

Aktiva yang di sewa oleh leasee ada yang punya nilai residu dan tidak ada nilai residu
(nilai sisa ).

Aktiva disewa  dengan nilai residu  tanpa jaminan dan dengan jaminan
 Tanpa nilai residu
Cara menghitung nilai minimum jika aktiva yang di sewa ada nilai residunya adalah
Nilai minimum = angsuran (PVIFAdue)
Nilai residu (PVIF rp1) +

Jika nilai residu tidak di jamin maka harga minimum hanya sebesar angsuran PVIFAdue tanpa
nilai residu
Nilai minimum = angsuran (PVIFAdue)

Imbalan kerja : pembelian perusahaan pada pekerja / karyawan berupa uang tunai atau lainnya
karena pekerja telah berjasa dan bekerja sama dengan pemberi kerja sesuai dengan tujuan / target
usaha.
Imbalan di bagi menjadi:
1. imbalan jangka kerja pendek : imbalan di kasih ≤ 1 thn, (lembur, gaji, cuti pesangon)
2 imbalan jangka kerja panjang : imbalan di kasih ≥ 1 thn
Pencatatan imbalan jangka pendek
 Cuti
Beban imbalan kerja cuti
Utang imbalan cuti
 Saat bayar
Utang imbalan kerja
Kas
 Pesangon
Beban imbalan kerja pesangon
Kas / utang imbalan kerja pesangon

1. iuran pensiunan pasti : iuran pensiunan yang besarnya sudah di tetapkan


Misalnya: di tanggung karyawan 2 % ,di tanggung perusahaan 3% yang akan di terima
komulatif pada saat pensiun, tapi imbalan pensiunnya tidak pasti, tergantung aset yang di mliki
perusahaan

2. iuran imbalan pensiunan pasti : iuran pensiuanan yang besarnya tidak tetap, tapi imbalannya
pasti, menjadi tanggung jawab pembeli kerja jika tidak di bayar.
Latihan 10.3 hal 310
15 x 3 = 45 x 800.000 = 36.000.000
35x 5 = 175 x 800.000 = 140.000.000
176.000.000

Beban iuran kerja cuti imbalan 176.000.000


Kas 176.000.000

{15(2x 800.000) } = 24.000.000


Beban iuran kerja cuti imbalan 24.000.000
Utang iuran kerja cuti imblan 24.000.000

Pencatatan perubahan kebijakan akuntansi, perubahan extimasi dan kesalahan


 Perubahan kebijakan akuntansi yaitu perubahan kebijakan sistem pencatatan yang di
gunakan yang akan mengakibatkan perubahan dalam laporan keuangan (harta, utang,
modal,maupun pendapatan + beban) contoh :
Perubahan metode penyusutan, dari sistem garis lurus menjadi saldo menurun ganda /
dari metode pencatatan persediaan fifo / metode average
 Perubahan extimasi, perubahan persentase taksiran menjadi lebih besar atau lebih kecil.
Misal: penyisihan / cadangan tak tertagih sebelumnya 5% menjadi 8% atau umur
ekonomis aktiva sebelumnya 3 thn menjadi 5 thn.
 Kesalahan yaitu kesalahan koreksi manusia misal: lupa mencatat, salah mencatat baik
dalam akun maupun nilai
 Cara mengkoreksi adalah harus di lihat apakah perusahan blm tentu buka atau sudah
tutup buku. Jadi , jika kesalahan di lakukan sebelum tutup buku maka langsung di koreksi
dalam perkiraan yang sesuai. Contoh:
Beban telpon 1.000.000
Kas 1.000.000
Maka koreksinya :
Beban listrik 1.000.000
Beban tlpn 1.000.000
Jika koreksi dilakukan setelah tutup buku sudah ada laporan laba rugi maka jika berkaitn
dengan perkiraan laba rugi (pendapatan dan beban). Koreksinya di gunakan dalam
perkiraan koreksi laba rugi tahun lalu atau saldo laba atau laba di tahan